Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Physics · Chapter 12Quantitative

    By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 19 min read

    Gerak rotasi: kecepatan sudut, momen inersia, energi rotasi, dan momentum sudut

    Drum washer-extractor yang kosong mencapai putaran peras dalam belasan detik, tetapi drum yang penuh linen basah memerlukan waktu jauh lebih lama dengan motor yang sama, dan setelah listrik diputus drum itu masih berputar hampir satu menit. Drum yang berputar cepat menyimpan energi sebesar mobil yang melaju di jalan kota. Bab ini membahas radian, kecepatan dan percepatan sudut, persamaan gerak rotasi, torsi dan hukum Newton untuk rotasi, momen inersia, teorema sumbu sejajar dan jari-jari girasi, energi kinetik rotasi dan benda menggelinding, kerja dan daya rotasi, momentum sudut dan kekekalannya, waktu percepatan dan pengereman, serta inersia beban yang dirujuk ke poros motor. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah washer-extractor di laundry rumah sakit berganti motor setelah motor lamanya terbakar. Motor baru punya daya dan putaran yang sama. Ketika diuji dengan drum kosong, drum mencapai putaran peras dalam belasan detik. Ketika diuji dengan muatan penuh linen basah, drum memerlukan waktu jauh lebih lama, dan pengaman beban lebih sempat trip sekali. Setelah tombol berhenti ditekan, drum berputar hampir satu menit sebelum diam, dan kunci pintu baru terbuka setelah itu.

    Teknisi yang menangani mesin itu bertanya-tanya apakah motor barunya kurang kuat. Jawabannya ada pada fisika rotasi. Benda yang berputar menolak perubahan putaran sebanding dengan momen inersianya, sama seperti benda yang bergerak lurus menolak perubahan kecepatan sebanding dengan massanya. Drum penuh linen basah punya momen inersia jauh lebih besar daripada drum kosong, dan ketika berputar cepat ia menyimpan energi yang besar. Bab ini menjelaskan besaran-besaran gerak rotasi dan cara memakainya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas besaran sudut, persamaan gerak rotasi dengan percepatan sudut tetap, torsi dan hukum Newton untuk rotasi, momen inersia, teorema sumbu sejajar, energi kinetik rotasi, benda menggelinding, kerja dan daya rotasi, momentum sudut, waktu percepatan dan pengereman, serta inersia beban yang dirujuk ke poros motor.

    Torsi sebagai gaya kali lengan dan transmisi daya dibahas di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika tentang gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya, dan bab ini memakainya tanpa mengulang. Gerak melingkar dan percepatan sentripetal dibahas di Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar, dan faktor G drum di Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor. Pemilihan motor menurut inersia beban dan waktu asut dibahas di Bab 43 · Kelistrikan & Kendali tentang memilih motor untuk beban, yang menulis momen inersia dengan lambang JJ; bab ini memakai II seperti buku teks fisika, dengan arti yang sama. Ketidakseimbangan rotor dibahas di Bab 23 tentang dinamika rotor.

    Besaran sudut

    Posisi benda yang berputar dinyatakan dengan sudut θ\theta. Dalam fisika, sudut diukur dalam radian. Radian (radian) adalah sudut yang busurnya sama panjang dengan jari-jarinya. Satu putaran penuh sama dengan 2π2\pi radian, sekitar 6,283 rad. Radian adalah satuan yang membuat rumus rotasi sederhana, karena panjang busur s=rθs = r\theta tanpa faktor tambahan.

    Kecepatan sudut (angular velocity) ω\omega adalah laju perubahan sudut, dalam rad/s. Di lapangan, putaran dinyatakan dalam putaran per menit (rpm), sehingga perlu dikonversi:

    ω=2πn60\omega = \frac{2\pi n}{60}

    dengan nn dalam rpm dan ω\omega dalam rad/s. Faktor 2π2\pi mengubah putaran menjadi radian, dan angka 60 mengubah menit menjadi sekon. Motor 1.470 rpm berputar dengan ω=2π×1.470/60=153,9\omega = 2\pi \times 1.470/60 = 153{,}9 rad/s, angka yang juga dipakai Bab 43 · Kelistrikan & Kendali tentang memilih motor untuk beban.

    Setiap titik pada benda yang berputar bergerak melingkar dengan kecepatan tangensial yang sebanding dengan jaraknya dari sumbu. Kecepatan sudut benda berhubungan dengan kecepatan tangensial titik pada benda itu melalui v=ωrv = \omega r, dengan vv dalam m/s dan rr jarak titik dari sumbu dalam meter. Titik di tepi drum bergerak paling cepat, dan titik di poros hampir diam.

    Percepatan sudut (angular acceleration) α\alpha adalah laju perubahan kecepatan sudut terhadap waktu, dalam rad/s². Titik di tepi benda yang percepatan sudutnya α\alpha punya percepatan tangensial at=αra_t = \alpha r.

    Persamaan gerak rotasi dengan percepatan sudut tetap

    Bila percepatan sudut tetap, persamaan rotasi punya bentuk yang sama dengan persamaan gerak lurus di Bab 1 tentang gerak lurus, dengan θ\theta menggantikan xx, ω\omega menggantikan vv, dan α\alpha menggantikan aa:

    ω=ω0+αtθ=ω0t+12αt2ω2=ω02+2αθ\omega = \omega_0 + \alpha t \qquad \theta = \omega_0 t + \tfrac{1}{2}\alpha t^2 \qquad \omega^2 = \omega_0^2 + 2\alpha\theta

    dengan ω0\omega_0 kecepatan sudut awal, tt waktu dalam sekon, dan θ\theta sudut yang ditempuh dalam radian. Jumlah putaran adalah θ/(2π)\theta/(2\pi). Persamaan ini berlaku untuk motor yang dipercepat dengan torsi tetap atau drum yang direm dengan torsi rem tetap. Dalam praktik torsi motor berubah dengan putaran, seperti kurva torsi di Bab 40 · Kelistrikan & Kendali tentang motor induksi tiga fasa, sehingga hasilnya adalah perkiraan rata-rata.

    Torsi dan hukum Newton untuk rotasi

    Torsi (torque) adalah penyebab perubahan putaran, seperti gaya adalah penyebab perubahan gerak lurus. Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika tentang gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya mendefinisikan torsi sebagai gaya kali lengan tegak lurus, τ=Fd⊥\tau = F d_\perp. Hubungan torsi dengan percepatan sudut adalah hukum Newton kedua untuk rotasi:

    ∑τ=I α\sum \tau = I\,\alpha

    dengan ∑τ\sum \tau torsi bersih dalam N·m, II momen inersia dalam kg·m², dan α\alpha percepatan sudut dalam rad/s². Torsi yang bekerja pada partikel sebanding dengan percepatan sudutnya, dan konstanta perbandingannya adalah momen inersia. Torsi bersih adalah torsi penggerak dikurangi semua torsi penghambat: gesekan bantalan, gesekan sabuk, hambatan udara dan air, serta torsi rem. Bila torsi bersih nol, kecepatan sudut tetap.

    Momen inersia

    Momen inersia (moment of inertia) II adalah ukuran kelembaman benda terhadap perubahan putaran. Untuk benda yang tersusun dari banyak titik bermassa:

    I=∑miri2I = \sum m_i r_i^2

    dengan mim_i massa setiap titik dan rir_i jaraknya dari sumbu putar. Satuannya kg·m². Karena jarak dikuadratkan, massa yang jauh dari sumbu menyumbang jauh lebih besar daripada massa yang dekat. Linen basah yang terlempar ke dinding drum saat peras menyumbang momen inersia besar karena berada di jari-jari terbesar.

    Nilai baku untuk bentuk sederhana, dengan MM massa dan RR jari-jari:

    Benda dan sumbuMomen inersia
    Cincin atau silinder berdinding tipis, sumbu pusatMR2MR^2
    Piringan atau silinder pejal, sumbu pusat12MR2\tfrac{1}{2}MR^2
    Batang tipis panjang LL, sumbu di tengah112ML2\tfrac{1}{12}ML^2
    Batang tipis panjang LL, sumbu di ujung13ML2\tfrac{1}{3}ML^2
    Bola pejal, sumbu pusat25MR2\tfrac{2}{5}MR^2

    Cincin dan piringan dengan massa dan jari-jari sama berbeda dua kali, karena seluruh massa cincin berada di tepi. Itulah sebabnya roda gila dibuat dengan pelek yang tebal dan jari-jari yang ringan.

    Teorema sumbu sejajar dan jari-jari girasi

    Bila sumbu putar tidak melalui pusat massa, momen inersia bertambah. Teorema sumbu sejajar (parallel axis theorem) menyatakan:

    I=Ipm+Md2I = I_\text{pm} + M d^2

    dengan IpmI_\text{pm} momen inersia terhadap sumbu yang melalui pusat massa dan dd jarak antara kedua sumbu yang sejajar. Batang yang diputar di ujungnya, misalnya, punya 112ML2+M(L/2)2=13ML2\tfrac{1}{12}ML^2 + M(L/2)^2 = \tfrac{1}{3}ML^2, sesuai tabel.

    Data pabrik sering menyatakan momen inersia dengan jari-jari girasi. Jari-jari girasi (radius of gyration) kk adalah jarak dari sumbu tempat seluruh massa dapat dianggap terkumpul, sehingga I=Mk2I = Mk^2. Untuk piringan pejal, k=R/2≈0,71Rk = R/\sqrt{2} \approx 0{,}71R. Beberapa katalog memakai besaran GD2GD^2 atau WR2WR^2; satuannya harus diperiksa sebelum dipakai, karena faktor konversinya berbeda menurut definisi.

    Energi kinetik rotasi dan benda menggelinding

    Benda yang berputar menyimpan energi kinetik rotasi (rotational kinetic energy):

    Erot=12Iω2E_\text{rot} = \tfrac{1}{2}I\omega^2

    dengan ErotE_\text{rot} dalam joule bila II dalam kg·m² dan ω\omega dalam rad/s. Bentuknya sama dengan 12mv2\tfrac{1}{2}mv^2 di Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi, dengan II menggantikan mm dan ω\omega menggantikan vv. Karena energi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut, menggandakan putaran menjadikan energi empat kali. Drum yang berputar pada putaran peras penuh menyimpan energi jauh lebih besar daripada drum yang berputar pada putaran cuci, seperti di Contoh 3.

    Benda yang menggelinding tanpa selip punya dua bentuk energi kinetik sekaligus: energi gerak lurus pusat massanya dan energi rotasi terhadap pusat massanya. Silinder yang menggelinding sampai ke kaki bidang miring setinggi hh telah kehilangan energi potensial MghMgh. Energi potensial itu dibagi menjadi kedua bentuk, sehingga silinder yang menggelinding tiba di bawah lebih lambat daripada benda yang meluncur tanpa gesekan dari ketinggian yang sama. Untuk silinder pejal, 34Mv2=Mgh\tfrac{3}{4}Mv^2 = Mgh, sehingga v=4gh/3v = \sqrt{4gh/3}, lebih kecil daripada 2gh\sqrt{2gh} untuk benda yang meluncur. Roda troli dan rol konveyor yang berat menyimpan sebagian energi geraknya sebagai rotasi.

    Kerja dan daya rotasi

    Torsi yang memutar benda sejauh sudut θ\theta melakukan kerja W=τθW = \tau\theta, dan daya yang disalurkan adalah:

    P=τ ωP = \tau\,\omega

    dengan PP dalam watt, τ\tau dalam N·m, dan ω\omega dalam rad/s. Rumus ini sama dengan P=FvP = Fv untuk gerak lurus dan sudah dipakai di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika tentang gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya. Motor yang menyalurkan torsi 40 N·m pada 94,2 rad/s memberikan daya 40×94,2=3,7740 \times 94{,}2 = 3{,}77 kW. Pada putaran rendah, torsi yang sama memberikan daya yang lebih kecil, karena itu daya motor selalu dinyatakan bersama putarannya.

    Kerja torsi bersih sama dengan perubahan energi kinetik rotasi, sama seperti teorema kerja-energi untuk gerak lurus. Energi yang diberikan motor selama percepatan tersimpan di drum, dan energi itu harus dibuang lagi ketika drum direm.

    Momentum sudut dan kekekalannya

    Momentum sudut (angular momentum) benda yang berputar terhadap sumbu tetap adalah:

    L=IωL = I\omega

    dengan LL dalam kg·m²/s. Momentum sudut katrol yang tepinya bergerak dengan kelajuan vv, misalnya, adalah Iω=Iv/RI\omega = Iv/R, dan konsep momentum sudut sangat berguna untuk menggambarkan gerak sistem makroskopik. Hukum Newton untuk rotasi dapat ditulis sebagai torsi bersih sama dengan laju perubahan momentum sudut, sejajar dengan bentuk momentum di Bab 6 tentang momentum, impuls, dan tumbukan.

    Bila torsi luar bersih nol, momentum sudut tetap. Banyak contoh kekekalan momentum sudut sudah dikenal sehari-hari. Penari yang menarik lengannya berputar lebih cepat, karena momen inersianya turun sedangkan IωI\omega tetap. Energi kinetik rotasinya naik, dan tambahan energi itu berasal dari kerja otot yang menarik lengan ke dalam.

    Kekekalan momentum sudut juga berlaku ketika dua benda berputar disatukan, misalnya kopling yang menyatukan dua poros. Momentum sudut total tetap, tetapi sebagian energi kinetik hilang menjadi panas di permukaan kopling, sama seperti tumbukan tak lenting di Bab 6. Sabuk yang selip saat start juga mengubah energi menjadi panas dengan cara yang sama.

    Waktu percepatan dan pengereman

    Dari τ=Iα\tau = I\alpha dan ω=ω0+αt\omega = \omega_0 + \alpha t, waktu untuk mengubah kecepatan sudut dengan torsi bersih tetap adalah:

    t=I Δωτt = \frac{I\,\Delta\omega}{\tau}

    dengan tt dalam sekon, Δω\Delta\omega perubahan kecepatan sudut dalam rad/s, dan τ\tau torsi bersih dalam N·m. Waktu itu sebanding dengan momen inersia. Bila momen inersia beban dua kali, waktu percepatan dengan torsi yang sama juga dua kali. Selama waktu percepatan itu motor menarik arus yang tinggi, sehingga beban berinersia besar dapat membuat pengaman beban lebih trip, seperti di kasus pembuka. Bab 43 · Kelistrikan & Kendali tentang memilih motor untuk beban membahas cara memilih motor dan metode asut untuk beban seperti itu.

    Untuk pengereman, rumus yang sama memberi waktu berhenti. Drum yang hanya direm oleh gesekan bantalan dan hambatan udara berputar lama, karena torsi penghambatnya kecil. Rem atau pengereman motor mempersingkat waktu itu, tetapi seluruh energi kinetik rotasi harus dibuang sebagai panas di rem atau dikembalikan ke suplai. Kunci pintu mesin berputar menunggu putaran nol karena alasan ini.

    Inersia beban dilihat dari poros motor

    Motor jarang memutar beban secara langsung. Di antara keduanya ada sabuk, puli, atau roda gigi dengan rasio i=nmotor/nbebani = n_\text{motor}/n_\text{beban}, seperti dibahas di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika tentang gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya. Untuk menghitung percepatan motor, momen inersia beban perlu dirujuk ke poros motor. Momen inersia rujukan (reflected inertia) adalah momen inersia beban sebagaimana dirasakan di poros motor. Energi kinetik yang tersimpan harus sama dilihat dari kedua poros, sehingga:

    Irujuk=Ibebani2I_\text{rujuk} = \frac{I_\text{beban}}{i^2}

    Rasio dikuadratkan karena energi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut. Drum dengan I=16,8I = 16{,}8 kg·m² yang diputar melalui sabuk dengan rasio 1.470/900, sekitar 1,63, terasa di poros motor sebagai 16,8/1,632=6,316{,}8/1{,}63^2 = 6{,}3 kg·m². Torsi motor dirujuk ke arah sebaliknya: torsi di poros drum ii kali torsi motor, dikurangi rugi transmisi.

    Akibatnya, reduksi yang besar membuat beban berinersia besar mudah dipercepat oleh motor kecil, dengan harga putaran beban yang lebih rendah. Sebaliknya, beban kecil yang diputar sangat cepat melalui transmisi naik putaran terasa jauh lebih berat di poros motor. Momen inersia rotor motor sendiri juga harus ditambahkan ke inersia beban yang sudah dirujuk, dan Bab 43 · Kelistrikan & Kendali tentang memilih motor untuk beban memakai jumlah itu, ditulis JtotalJ_\text{total}, untuk menghitung waktu asut. Bila data rotor tidak tersedia, perkiraan dari bentuk benda seperti di tabel momen inersia lebih baik daripada mengabaikannya, asalkan perkiraan itu ditandai.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: konversi putaran. Drum berputar 900 rpm. ω=2π×900/60=94,2\omega = 2\pi \times 900/60 = 94{,}2 rad/s. Dengan jari-jari drum 0,40 m, kecepatan tepi drum 94,2×0,40=37,794{,}2 \times 0{,}40 = 37{,}7 m/s, sekitar 136 km/jam. Faktor G-nya ω2r/g=94,22×0,40/9,81=362\omega^2 r/g = 94{,}2^2 \times 0{,}40/9{,}81 = 362, dengan rumus yang sama seperti Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor.

    Contoh 2: momen inersia drum dan muatan. Anggap kulit drum 60 kg sebagai silinder berdinding tipis berjari-jari 0,40 m: I=60×0,402=9,6I = 60 \times 0{,}40^2 = 9{,}6 kg·m². Linen basah 50 kg (25 kg linen kering dan 25 kg air) yang menempel di dinding pada jari-jari rata-rata 0,38 m: I=50×0,382=7,2I = 50 \times 0{,}38^2 = 7{,}2 kg·m². Total sekitar 16,8 kg·m². Angka-angka ini bukan data mesin tertentu.

    Contoh 3: energi yang tersimpan. Pada 900 rpm, E=12×16,8×94,22=74.500E = \tfrac{1}{2} \times 16{,}8 \times 94{,}2^2 = 74.500 J, sekitar 75 kJ. Mobil 1.500 kg yang melaju 10 m/s (36 km/jam) punya energi 12×1.500×102=75\tfrac{1}{2} \times 1.500 \times 10^2 = 75 kJ. Pada putaran cuci 45 rpm (4,71 rad/s), energinya hanya 12×16,8×4,712=186\tfrac{1}{2} \times 16{,}8 \times 4{,}71^2 = 186 J, sekitar 400 kali lebih kecil.

    Contoh 4: waktu percepatan. Torsi bersih di poros drum 40 N·m, setelah reduksi sabuk dan dikurangi gesekan. α=40/16,8=2,38\alpha = 40/16{,}8 = 2{,}38 rad/s², dan waktu dari diam ke 94,2 rad/s adalah 16,8×94,2/40=39,616{,}8 \times 94{,}2/40 = 39{,}6 s. Dengan drum kosong (I=9,6I = 9{,}6 kg·m²), waktunya 9,6×94,2/40=22,69{,}6 \times 94{,}2/40 = 22{,}6 s. Dalam praktik, air yang keluar selama peras membuat momen inersia turun bertahap.

    Contoh 5: jumlah putaran selama percepatan. Dari diam ke 94,2 rad/s dalam 39,6 s dengan percepatan tetap, sudut yang ditempuh θ=12ωt=12×94,2×39,6=1.865\theta = \tfrac{1}{2}\omega t = \tfrac{1}{2} \times 94{,}2 \times 39{,}6 = 1.865 rad, yaitu 1.865/(2π)=2971.865/(2\pi) = 297 putaran.

    Contoh 6: pengereman. Drum di Contoh 3 harus berhenti dalam 30 s. Perlambatan sudut 94,2/30=3,1494{,}2/30 = 3{,}14 rad/s², sehingga torsi rem bersih 16,8×3,14=52,816{,}8 \times 3{,}14 = 52{,}8 N·m. Energi 74,5 kJ dibuang dalam 30 s, daya panas rata-rata 74.500/30=2,4874.500/30 = 2{,}48 kW. Rem yang dipakai berulang tanpa sempat dingin dapat menjadi sangat panas.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada pengawas pekerjaan bila:

    1. Pintu, tutup, atau pelindung mesin berputar akan dibuka sebelum putaran benar-benar nol, atau kunci pintu dan interlock akan dilewati. Energi yang tersimpan di drum yang masih berputar setara mobil yang melaju; ikuti Bab 70 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan fungsional mesin dan interlock pintu.
    2. Pekerjaan pada transmisi, sabuk, atau rem dimulai setelah suplai diisolasi tetapi poros masih berputar karena kelembaman. Tunggu sampai berhenti dan pastikan tidak dapat berputar, sesuai Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti.
    3. Rem atau kopling berbau hangus atau berubah warna setelah pengereman berulang.
    4. Benda berputar yang retak, penyok, atau tidak seimbang akan dijalankan pada putaran tinggi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Momen inersia hanya bergantung pada massa.

    Why is it wrong?

    Momen inersia bergantung pada massa dan kuadrat jaraknya dari sumbu. Massa yang sama di jari-jari dua kali menyumbang empat kali. Pada Contoh 2, linen basah 50 kg di jari-jari 0,38 m menyumbang 7,2 kg·m², hampir sama dengan kulit drum 60 kg.

    Common misconception

    Motor yang lambat mempercepat beban berarti motornya lemah.

    Why is it wrong?

    Waktu percepatan sebanding dengan momen inersia beban. Periksa beban sebelum menyalahkan motor. Pada Contoh 4, torsi yang sama memerlukan 22,6 s untuk drum kosong dan 39,6 s untuk drum penuh.

    Common misconception

    Drum yang sudah tidak digerakkan motor tidak berbahaya.

    Why is it wrong?

    Drum menyimpan energi rotasi sampai benar-benar berhenti. Pada 900 rpm, energi itu sekitar 75 kJ, seperti di Contoh 3.

    Common misconception

    Putaran dua kali, energi dua kali.

    Why is it wrong?

    Energi rotasi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut. Putaran dua kali berarti energi empat kali. Pada Contoh 3, putaran peras 900 rpm, dua puluh kali putaran cuci 45 rpm, menyimpan energi sekitar 400 kali lebih besar.

    Common misconception

    Rumus rotasi dapat memakai rpm langsung.

    Why is it wrong?

    Rumus 12Iω2\tfrac{1}{2}I\omega^2, P=τωP = \tau\omega, dan v=ωrv = \omega r memerlukan rad/s. Putaran dalam rpm dikonversi lebih dulu dengan ω=2πn/60\omega = 2\pi n/60, seperti di Contoh 1.

    Common misconception

    Rasio sabuk tidak memengaruhi beban yang dirasakan motor.

    Why is it wrong?

    Momen inersia beban yang dirasakan di poros motor sama dengan momen inersia beban dibagi kuadrat rasio transmisi. Mengganti puli dapat mengubah waktu asut jauh lebih besar daripada perubahan rasionya sendiri.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 tentang gerak lurus dan Bab 3 tentang hukum Newton memberi bentuk persamaan yang ditiru di sini, Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar membahas percepatan sentripetal, dan Bab 6 tentang momentum, impuls, dan tumbukan membahas tumbukan tak lenting yang sejajar dengan kopling. Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi membahas energi kinetik, Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika tentang gaya, torsi, putaran, dan transmisi daya membahas torsi dan daya, dan Bab 40 · Kelistrikan & Kendali tentang motor induksi tiga fasa memberi kurva torsi motor. Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor membahas faktor G drum, dan Bab 43 · Kelistrikan & Kendali tentang memilih motor untuk beban membahas pemilihan motor menurut inersia beban. Bab 70 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan fungsional mesin dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti membahas interlock dan isolasi energi. Bab 23 tentang dinamika rotor membahas ketidakseimbangan rotor, dan Bab 13 tentang getaran harmonik melanjutkan ke gerak bolak-balik.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, satuan, dan konversi rpm ke rad/s bila perlu.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Ubah 1.200 rpm ke rad/s, dan hitung waktu satu putaran.

      See the worked solution

      ω=2π×1.200/60=125,7\omega = 2\pi \times 1.200/60 = 125{,}7 rad/s. Satu putaran memerlukan 60/1.200=0,0560/1.200 = 0{,}05 s. Konversi dilakukan lebih dulu karena rumus rotasi memerlukan rad/s, dan waktu satu putaran adalah 60 s dibagi jumlah putaran per menit.

    2. Berapa momen inersia piringan pejal 20 kg berjari-jari 0,25 m?

      See the worked solution

      I=12×20×0,252=0,625I = \tfrac{1}{2} \times 20 \times 0{,}25^2 = 0{,}625 kg·m². Rumus 12MR2\tfrac{1}{2}MR^2 dipakai karena massa piringan pejal tersebar dari sumbu sampai tepi; cincin dengan massa dan jari-jari sama punya momen inersia dua kali lipat.

    3. Berapa energi kinetik piringan di soal 2 pada 1.200 rpm?

      See the worked solution

      E=12×0,625×125,72=4.940E = \tfrac{1}{2} \times 0{,}625 \times 125{,}7^2 = 4.940 J, sekitar 4,9 kJ. Kecepatan sudut dari soal 1 dipakai dalam rad/s, dan karena energi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut, piringan yang sama pada setengah putaran itu hanya menyimpan seperempatnya.

    4. Piringan itu dibiarkan berhenti oleh torsi gesek tetap 5 N·m. Berapa lama sampai berhenti?

      See the worked solution

      t=Iω/τ=0,625×125,7/5=15,7t = I\omega/\tau = 0{,}625 \times 125{,}7/5 = 15{,}7 s. Rumus waktu pengereman dari τ=Iα\tau = I\alpha dipakai dengan torsi gesek sebagai torsi bersih yang tetap. Torsi penghambat yang kecil membuat waktu berhenti panjang, seperti drum di kasus pembuka.

    5. Mengapa drum penuh linen basah memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai putaran peras daripada drum kosong, dengan motor yang sama?

      See the worked solution

      Momen inersia drum penuh jauh lebih besar karena linen basah berada di jari-jari terbesar. Dengan torsi yang sama, percepatan sudut lebih kecil dan waktu percepatan lebih panjang, sebanding dengan momen inersia. Selama waktu yang lebih panjang itu motor menarik arus asut yang tinggi, sehingga pengaman beban lebih dapat trip walaupun motornya sehat. Langkah diagnosis yang benar adalah memeriksa muatan, sabuk, dan rasio puli sebelum mengganti motor.

    6. Poros A (I=0,20I = 0{,}20 kg·m², 150 rad/s) disatukan dengan poros B (I=0,10I = 0{,}10 kg·m², diam). Berapa kecepatan sudut akhir dan energi yang hilang?

      See the worked solution

      ω=0,20×150/0,30=100\omega = 0{,}20 \times 150/0{,}30 = 100 rad/s. Energi sebelum 12×0,20×1502=2.250\tfrac{1}{2} \times 0{,}20 \times 150^2 = 2.250 J, sesudah 12×0,30×1002=1.500\tfrac{1}{2} \times 0{,}30 \times 100^2 = 1.500 J. Yang hilang 750 J menjadi panas di kopling. Momentum sudut tetap karena tidak ada torsi luar bersih selama kopling menyatu, tetapi energi kinetiknya tidak tetap, sama seperti tumbukan tak lenting.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20262Revised to the chapter standard
    October 16, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Gerak rotasi: kecepatan sudut, momen inersia, energi rotasi, dan momentum sudut. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/gerak-rotasi-kecepatan-sudut-momen-inersia-energi-rotasi-dan-momentum-sudut

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Ubah 1.200 rpm ke rad/s, dan hitung waktu satu putaran.

    2

    Berapa momen inersia piringan pejal 20 kg berjari-jari 0,25 m?

    3

    Berapa energi kinetik piringan di soal 2 pada 1.200 rpm?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextGetaran harmonik: pegas-massa, frekuensi alami, redaman, dan resonansi

    Reading order by shelf: Physics · Chapter 13.

    Same disciplineGaya, usaha, dan energi

    Bab lain dalam Fisika Teknik.