By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 18 min read
Hukum Newton dan diagram benda bebas: massa, berat, gaya normal, dan tegangan tali
Setiap perhitungan beban gantung, sling, troli, dan alat angkat bermula dari tiga hukum Newton dan satu gambar sederhana: diagram benda bebas. Bab ini menjelaskan kelembaman dan kerangka acuan inersia, hukum kedua sebagai jumlah vektor gaya, perbedaan massa dan berat, pasangan aksi-reaksi yang sering tertukar dengan gaya normal, serta cara menggambar diagram benda bebas langkah demi langkah. Penerapannya meliputi tegangan tali dan sling pada berbagai sudut, berat semu pada alat angkat yang dipercepat, benda pada bidang miring licin, dan benda yang saling terhubung. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Dua teknisi sebuah hotel akan menggantung unit pengering tangan seberat 50 kg pada dua tali kawat dari balok di atasnya. Balok itu tinggi, dan supaya tali tidak terlalu panjang, kedua ujung tali diikat jauh ke kiri dan ke kanan sehingga tali hampir mendatar. Masing-masing tali bertanda batas beban 100 kg. Dua tali, masing-masing 100 kg, untuk beban 50 kg: kelihatannya aman dua kali lipat. Diagram benda bebas sederhana menunjukkan sebaliknya. Pada tali yang membentuk 80° dari tegak, tegangan setiap tali sekitar 1.400 N, setara hampir tiga kali berat unitnya, dan jauh di atas batas tali.
Kesalahan seperti ini tidak berasal dari kurang hati-hati, tetapi dari intuisi bahwa gaya pada tali sama dengan berat yang digantung. Intuisi itu hanya benar untuk tali tegak. Bab ini membangun cara berpikir yang lebih andal: tiga hukum Newton dan diagram benda bebas.
Batas pembahasan
Bab ini membahas hukum pertama, kedua, dan ketiga Newton, massa dan berat, gaya normal, tegangan tali, diagram benda bebas, berat semu pada alat angkat, bidang miring licin, benda yang terhubung, dan hukum kedua untuk gerak melingkar.
Kinematika yang dipakai di sini ada di Bab 1 tentang gerak lurus dan Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar. Gesekan dibahas di Bab 4 tentang gesekan dan hambatan gerak; di bab ini semua permukaan dianggap licin. Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi membahas usaha dan energi, dan Bab 7 tentang pesawat sederhana memakai kesetimbangan momen. Bab 1 · Bangunan & Fasilitas tentang beban, elemen struktur, dan jalur gaya membahas jalur gaya pada elemen struktur. Batas beban kerja alat angkat dan perlengkapannya adalah ketentuan keselamatan yang dirujuk di bagian kondisi berhenti, bukan diturunkan di sini.
Hukum pertama: kelembaman
Benda yang diam tetap diam, dan benda yang bergerak lurus dengan kecepatan tetap tetap bergerak seperti itu, selama jumlah gaya yang bekerja padanya nol. Kelembaman (inertia) adalah sifat benda untuk mempertahankan keadaan geraknya itu. Mungkinkah ada gerak tanpa gaya? Jawabannya ya. Gaya diperlukan untuk mengubah gerak, bukan untuk mempertahankannya.
Troli yang didorong di lantai berhenti bila dilepas, sehingga kesannya gerak membutuhkan gaya. Yang terjadi adalah gesekan dan hambatan roda bekerja melawan gerak, sehingga jumlah gayanya tidak nol. Di permukaan yang sangat licin, misalnya keping hoki di atas es, benda yang dilepas terus meluncur hampir tanpa melambat.
Kerangka acuan inersia (inertial frame of reference) adalah kerangka acuan tempat hukum pertama berlaku, yaitu kerangka yang tidak dipercepat. Lantai bengkel cukup dekat dengan kerangka inersia untuk pekerjaan teknik. Bagian dalam drum yang berputar atau kabin alat angkat yang sedang dipercepat bukan kerangka inersia, dan di sana muncul pengaruh yang terasa seperti gaya tambahan, misalnya gaya sentrifugal yang dibahas di Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar.
Hukum kedua: gaya total dan percepatan
Bila jumlah gaya pada benda tidak nol, benda dipercepat searah jumlah gaya itu:
dengan jumlah vektor semua gaya luar pada benda dalam newton, massa benda dalam kilogram, dan percepatannya dalam m/s². Newton (N) adalah satuan gaya: 1 N adalah gaya yang mempercepat 1 kg sebesar 1 m/s². Ada dua hal yang sering terlewat. Pertama, yang menentukan percepatan adalah jumlah vektor semua gaya, bukan gaya terbesar. Kedua, persamaan ini berlaku per komponen: dan . Kesetimbangan (equilibrium) adalah keadaan benda yang diam atau bergerak dengan kecepatan tetap, yaitu keadaan dengan .
Massa dan berat
Massa (mass) adalah ukuran kelembaman benda, dalam kilogram, dan tidak bergantung pada tempat. Berat (weight) adalah gaya gravitasi pada benda:
dalam newton, dengan m/s² di permukaan bumi. Di lapangan, kata "berat 50 kg" sebenarnya menyebut massa. Itu tidak masalah selama perhitungan gaya dilakukan dalam newton: beban bermassa 50 kg punya berat sekitar 490 N. Timbangan gantung dan timbangan lantai mengukur gaya, lalu membaginya dengan untuk menampilkan kilogram. Karena itu timbangan memberi angka yang salah bila dipakai di benda yang sedang dipercepat, seperti diperlihatkan di Contoh 1.
Hukum ketiga: pasangan aksi dan reaksi
Bila benda A memberi gaya pada benda B, maka B memberi gaya yang sama besar dan berlawanan arah pada A. Kedua gaya itu bekerja pada benda yang berbeda, sehingga tidak saling meniadakan dalam diagram benda bebas satu benda.
Salah tafsir yang paling sering adalah menganggap gaya normal meja sebagai reaksi dari berat balok. Reaksi terhadap berat balok adalah gaya tarik balok pada bumi. Gaya normal (normal force) adalah gaya dorong permukaan pada benda yang menyentuhnya, tegak lurus permukaan itu; pada balok di atas meja, gaya normal adalah gaya meja pada balok, dan reaksinya adalah gaya tekan balok pada meja. Gaya normal sama besar dengan berat hanya dalam keadaan khusus: balok diam di permukaan mendatar dan tidak ada gaya tegak lain. Di bidang miring, di alat angkat yang dipercepat, atau bila balok ditekan dari atas, gaya normal berbeda dari berat.
Hukum ketiga menjelaskan mengapa lengan semprot berputar, mengapa selang yang menyemburkan air menyentak ke belakang, dan mengapa baut angkur di dinding harus menahan gaya yang sama besar dengan gaya yang diterima braket. Setiap gaya pada peralatan punya pasangan pada sesuatu yang lain, dan pasangan itu juga harus ditahan.
Diagram benda bebas
Diagram benda bebas (free-body diagram) adalah gambar satu benda yang dipisahkan dari sekitarnya, dengan semua gaya luar yang bekerja padanya. Pada lampu yang digantung rantai, diagram itu memuat berat lampu ke bawah dan gaya rantai pada lampu ke atas. Reaksi terhadap tegangan rantai pada lampu adalah tarikan lampu pada rantai, bukan berat lampu. Notasi baku yang dipakai di sini adalah untuk gaya normal, untuk gaya gesek, dan untuk tegangan tali.
Langkah-langkahnya:
- Pilih bendanya. Satu benda atau satu kelompok benda yang bergerak bersama. Tuliskan pilihan itu.
- Gambar benda sebagai titik atau kotak sederhana, terpisah dari tali, lantai, dan dinding.
- Gambar setiap gaya luar sebagai panah dari benda: berat ke bawah; gaya normal tegak lurus permukaan sentuh, menjauhi permukaan; tegangan tali sepanjang tali, menjauhi benda; gaya dorong atau tarik sesuai arahnya. Gaya yang diberikan benda pada sekitarnya tidak digambar.
- Pilih sumbu. Untuk bidang miring, sumbu sejajar dan tegak lurus bidang biasanya paling mudah.
- Tulis hukum kedua per komponen, lalu selesaikan.
- Periksa hasil, karena kesalahan sering dapat dideteksi dengan cara itu. Pemeriksaan praktis: satuan; tanda; kasus batas, misalnya sudut nol atau percepatan nol; dan kewajaran angka.
Tegangan tali (tension) adalah gaya tarik yang disalurkan tali pada benda di ujungnya, sepanjang arah tali. Tali yang ringan dan tidak mulur menyalurkan tegangan yang sama di sepanjang tali. Tali hanya dapat menarik, tidak dapat mendorong. Katrol licin yang ringan mengubah arah tali tanpa mengubah tegangannya. Ketiga anggapan ini dipakai di bab ini dan juga di Bab 7 tentang pesawat sederhana.
Sudut tali dan sling
Untuk beban bermassa yang digantung simetris oleh dua tali yang masing-masing membentuk sudut terhadap garis tegak, komponen tegak kedua tali harus menahan berat:
dengan tegangan setiap tali dalam newton. Pada , setiap tali menahan separuh berat. Pada , setiap tali menahan seluruh berat. Mendekati 90°, mendekati nol dan tegangan membesar tanpa batas. Komponen mendatar kedua tali saling meniadakan, tetapi tetap menarik titik ikat ke dalam; titik ikat itu harus menahan gaya mendatar .
Rumus ini menjelaskan mengapa pedoman pengangkatan memakai faktor sudut sling dan membatasi sudut antara kaki sling. Angka batas yang berlaku adalah angka pada perlengkapan angkat dan pedoman keselamatan setempat; bab ini hanya menunjukkan asal fisikanya.
Berat semu pada alat angkat
Berat semu (apparent weight) adalah gaya yang ditahan kabel atau ditunjukkan timbangan pada benda yang dipercepat; besarnya berbeda dari . Beban bermassa yang digantung pada kabel alat angkat yang dipercepat ke atas dengan percepatan memenuhi , sehingga
dengan besar percepatan dalam m/s². Kabel menahan lebih dari berat beban selama percepatan ke atas, dan juga selama beban yang sedang turun diperlambat. Sebaliknya, saat beban dipercepat ke bawah atau diperlambat ketika naik, , lebih kecil daripada berat. Timbangan gantung di antara kabel dan beban membaca , bukan massa beban. Tarikan mendadak, misalnya kabel kendur yang tiba-tiba tegang, memberi percepatan sesaat yang sangat besar, sehingga tegangannya dapat jauh melampaui berat.
Bidang miring licin dan benda yang terhubung
Pada bidang miring licin bersudut , berat diuraikan menjadi komponen sejajar bidang dan tegak lurus bidang . Gaya normal mengimbangi komponen tegak lurus, , dan komponen sejajar mempercepat benda menuruni bidang dengan . Bab 7 tentang pesawat sederhana membahas bidang miring sebagai pesawat sederhana; bab ini menambahkan percepatannya. Pengaruh gesekan pada bidang miring dibahas di Bab 4 tentang gesekan dan hambatan gerak.
Benda yang terhubung, misalnya dua troli yang dirangkai, dapat dianalisis dengan dua cara. Cara pertama memperlakukan rangkaian sebagai satu benda untuk mencari percepatannya. Cara kedua memisahkan setiap benda dan menggambar diagram benda bebasnya untuk mencari gaya di sambungan. Hasil keduanya harus cocok, dan pencocokan itu adalah pemeriksaan yang baik.
Hukum kedua untuk gerak melingkar
Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar menunjukkan bahwa benda yang bergerak melingkar dengan kelajuan tetap punya percepatan ke arah pusat. Menurut hukum kedua, percepatan itu memerlukan gaya total ke arah pusat sebesar
dengan kecepatan sudut dalam rad/s dan jari-jari lintasan dalam meter. Gaya ini bukan jenis gaya baru. Ia adalah jumlah gaya-gaya biasa yang kebetulan mengarah ke pusat: dorongan dinding drum, tegangan tali, gesekan, atau berat. Diagram benda bebas untuk benda yang berputar digambar seperti biasa, lalu jumlah komponen ke arah pusat disamakan dengan .
Linen di dalam drum mesin cuci adalah contoh yang jelas. Di titik tertinggi drum, berat dan dorongan dinding sama-sama mengarah ke pusat, sehingga . Dinding hanya dapat mendorong, jadi tidak boleh negatif. Bila lebih kecil daripada , persamaan itu meminta negatif, yang tidak mungkin; artinya linen lepas dari dinding sebelum mencapai puncak dan jatuh. Itulah aksi jatuh pada putaran cuci. Bila lebih besar daripada , dinding terus mendorong linen dan linen ikut berputar menempel. Batas di antara keduanya, , adalah kecepatan kritis yang dibahas di Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor. Pada putaran peras, dinding drum mendorong linen ke pusat dengan gaya ratusan kali beratnya, sedangkan air di dalam linen tidak ditahan apa pun ketika berada di depan lubang drum, sehingga air bergerak lurus keluar.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: alat angkat dan timbangan gantung. Beban linen bermassa 200 kg diangkat dengan percepatan 0,5 m/s² ke atas. Tegangan kabel N, lebih besar 5,1 persen daripada beratnya, 1.962 N. Timbangan gantung di antara kabel dan beban menunjukkan kg. Saat beban yang naik diperlambat 0,5 m/s², tegangannya N dan timbangan menunjukkan 190 kg. Penimbangan dilakukan setelah beban diam.
Contoh 2: sudut tali pada kasus pembuka. Unit 50 kg digantung dua tali simetris. Berat 490,5 N. Pada sudut 30° dari tegak, N per tali. Pada 60°, N, sama dengan seluruh berat. Pada 80°, N, setara gaya berat 144 kg pada setiap tali, melampaui batas tali 100 kg. Memendekkan jarak titik ikat sehingga tali lebih tegak menyelesaikan masalah tanpa mengganti tali.
Contoh 3: kotak di bidang miring licin. Kotak bermassa 30 kg berada di bidang miring licin 20°. Komponen berat sejajar bidang N, gaya normal N, dan percepatan menuruni bidang m/s². Untuk menahan kotak diam, diperlukan gaya 100,7 N sejajar bidang ke atas, bukan gaya sebesar beratnya.
Contoh 4: dua troli dirangkai. Penarik menarik dua troli bermassa 60 kg dan 40 kg dengan gaya total 40 N. Sebagai satu benda, percepatannya m/s². Diagram benda bebas troli belakang yang 40 kg hanya punya satu gaya mendatar, yaitu tarikan sambungan, sehingga tegangan sambungan N. Pemeriksaan pada troli depan: N mempercepat 60 kg sebesar 0,4 m/s². Cocok.
Contoh 5: reaksi pada dinding. Braket di dinding menahan pompa 20 kg pada jarak tertentu dari dinding. Dari hukum ketiga, braket menekan dan menarik dinding dengan gaya yang sama besar dengan gaya dinding pada braket. Baut angkur bagian atas menerima tarikan, bagian bawah menerima tekanan. Besarnya bergantung pada kesetimbangan momen yang dibahas di Bab 7 tentang pesawat sederhana dan di Bab 8 tentang kesetimbangan statik; yang perlu dicatat di sini adalah bahwa gaya-gaya itu ada dan harus ditahan dinding.
Contoh 6: selembar handuk di dalam drum. Handuk basah bermassa 2 kg berada di dinding drum berjari-jari 0,3 m. Pada 45 rpm, rad/s, sehingga gaya ke pusat yang diperlukan N. Beratnya 19,6 N, lebih besar daripada 13,3 N, sehingga di puncak drum handuk lepas dari dinding dan jatuh. Pada 1.000 rpm, gaya ke pusat yang diperlukan N, sekitar 335 kali beratnya, dan gaya itu diberikan dinding drum.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada pengawas pekerjaan bila:
- Tegangan tali, sling, atau rantai yang dihitung melampaui batas beban kerja yang tertera pada perlengkapan, atau batas itu tidak terbaca. Contoh 2 menunjukkan bahwa sudut dapat melipatgandakan tegangan.
- Beban akan diangkat dengan sentakan, kabel kendur, atau cara yang menimbulkan percepatan mendadak. Tegangan sesaat dapat jauh di atas berat beban.
- Ada orang di bawah beban gantung atau di jalur jatuhnya. Prinsip kondisi berhenti dan isolasi energi mengikuti Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, dan energi tersimpan.
- Titik ikat atau angkur tidak diketahui kekuatannya. Gaya mendatar dari tali miring juga menarik titik ikat.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Gaya diperlukan untuk menjaga benda tetap bergerak.
Why is it wrong?
Gaya diperlukan untuk mengubah gerak. Benda yang bergerak tetap tanpa gaya total hanya melambat karena ada gesekan atau hambatan.
Common misconception
Gaya normal adalah reaksi dari berat.
Why is it wrong?
Reaksi terhadap berat adalah gaya benda pada bumi. Gaya normal dan berat bekerja pada benda yang sama dan sama besar hanya pada keadaan khusus.
Common misconception
Dua tali berbagi beban sama rata, jadi tiap tali menahan separuh berat.
Why is it wrong?
Itu hanya benar untuk tali tegak. Tali yang miring menahan lebih dari separuh berat, dan bisa jauh lebih besar daripada seluruh berat: pada 80° di Contoh 2, setiap tali menahan 1.412 N untuk beban seberat 490,5 N.
Common misconception
Timbangan selalu menunjukkan massa.
Why is it wrong?
Timbangan mengukur gaya. Pada benda yang dipercepat, angkanya berbeda dari massa yang sebenarnya, seperti timbangan gantung di Contoh 1 yang menunjukkan 210 kg untuk beban 200 kg.
Common misconception
Kg dan N dapat dipertukarkan.
Why is it wrong?
Kilogram adalah massa, newton adalah gaya. Perhitungan tegangan dan beban dilakukan dalam newton, lalu dibandingkan dengan batas yang sudah dinyatakan dalam satuan yang sama.
Common misconception
Pada bidang miring, gaya untuk menahan benda sama dengan beratnya.
Why is it wrong?
Pada bidang miring licin, yang perlu ditahan hanya komponen sejajar bidang, , seperti kotak 30 kg di Contoh 3 yang cukup ditahan 100,7 N.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 tentang gerak lurus dan Bab 2 tentang gerak dua dimensi dan gerak melingkar menyediakan percepatan dan geraknya. Bab 4 tentang gesekan dan hambatan gerak menambahkan gesekan dan hambatan. Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi menghubungkan gaya dengan usaha dan energi, Bab 7 tentang pesawat sederhana memakai kesetimbangan momen untuk pesawat sederhana, dan Bab 8 tentang kesetimbangan statik menghitung gaya pada baut braket. Bab 1 · Bangunan & Fasilitas tentang beban, elemen struktur, dan jalur gaya membahas jalur gaya pada struktur. Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor menerapkan gaya pada drum yang berputar, dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, dan energi tersimpan menjadi dasar Kondisi berhenti 3.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, gambar diagram benda bebas, tuliskan sumbu dan persamaan, lalu periksa hasilnya.
Try to answer first, then open the worked solution.
Berapa berat karung linen bermassa 25 kg dalam newton? Mengapa timbangan gantung yang tergantung di troli yang sedang mengerem tidak cocok untuk menimbangnya?
See the worked solution
N. Timbangan membaca tegangan pengait, yang sama dengan berat hanya bila karung tidak dipercepat. Saat troli mengerem, karung berayun dan dipercepat, sehingga angka timbangan berubah-ubah.
Troli bermassa 80 kg harus dipercepat dari diam ke 1 m/s dalam 2 s. Berapa gaya total yang diperlukan?
See the worked solution
m/s², sehingga N. Percepatan dihitung lebih dulu dari perubahan kecepatan dibagi waktu, karena hukum kedua menghubungkan gaya total dengan percepatan. Gaya dorong yang diberikan harus 40 N ditambah hambatan gerak.
Sebuah kotak diam di atas meja. Sebutkan dua gaya pada kotak dan pasangan hukum ketiga masing-masing.
See the worked solution
Berat kotak (tarikan bumi pada kotak), pasangannya tarikan kotak pada bumi. Gaya normal meja pada kotak, pasangannya tekanan kotak pada meja. Berat dan gaya normal sama besar di sini, tetapi bukan pasangan hukum ketiga karena bekerja pada benda yang sama.
Beban 100 kg diangkat dengan dua kaki sling simetris. Hitung tegangan tiap kaki pada sudut 30° dan 60° dari tegak.
See the worked solution
Berat 981 N. Pada 30°, N per kaki. Pada 60°, N per kaki, sama dengan seluruh berat. Sudut yang lebih tegak mengurangi tegangan, karena makin besar ketika makin kecil.
Seseorang bermassa 70 kg berdiri di atas timbangan di dalam alat angkat yang dipercepat ke bawah 1,0 m/s². Berapa angka yang ditunjukkan timbangan?
See the worked solution
, sehingga N. Timbangan menampilkan kg, lebih kecil daripada massa 70 kg. Timbangan membaca gaya normal, dan saat dipercepat ke bawah gaya normal lebih kecil daripada berat, walaupun massa orang itu tidak berubah.
Kotak dilepas di bidang miring licin 15° dan meluncur 2 m. Berapa percepatannya dan berapa lama ia meluncur?
See the worked solution
m/s². Kotak dilepas dari diam, sehingga persamaan jarak dengan kecepatan awal nol dipakai: dari , s.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 16, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Hukum Newton dan diagram benda bebas: massa, berat, gaya normal, dan tegangan tali. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/hukum-newton-dan-diagram-benda-bebas-massa-berat-gaya-normal-dan-tegangan-tali
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Berapa berat karung linen bermassa 25 kg dalam newton? Mengapa timbangan gantung yang tergantung di troli yang sedang mengerem tidak cocok untuk menimbangnya?
Troli bermassa 80 kg harus dipercepat dari diam ke 1 m/s dalam 2 s. Berapa gaya total yang diperlukan?
Sebuah kotak diam di atas meja. Sebutkan dua gaya pada kotak dan pasangan hukum ketiga masing-masing.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Physics · Chapter 4.
Reading order by shelf: Physics · Chapter 2.