By Kurnia · Published September 25, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read
Gaya, usaha, dan energi
Sebuah benda dapat menerima gaya tanpa berpindah, dan dapat berpindah tanpa energi kinetiknya bertambah. Perbedaan itu menjadi jelas ketika gaya diperlakukan sebagai interaksi berarah, usaha sebagai perpindahan energi melalui gaya, serta energi sebagai besaran yang membantu menelusuri perubahan keadaan sistem. Bab ini mengembangkan hubungan antara resultan gaya, percepatan, usaha, energi kinetik, dan energi potensial. Contoh troli menunjukkan cara memeriksa hasil melalui dua model. Pembahasan juga menandai batas idealisasi, tanda positif-negatif, peran gesekan, kekeliruan umum, serta latihan transfer ke sistem teknis.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Seorang petugas laundry hotel mendorong troli linen melewati lorong servis. Saat tangannya menekan gagang, troli bertambah cepat. Setelah dorongan berhenti, troli masih bergerak sebentar lalu melambat. Dua pertanyaan muncul: ke mana gaya dorong "pergi" setelah tangan terlepas, dan mengapa troli berhenti bila tidak ada yang mendorongnya? Jawabannya tidak terletak pada satu besaran. Kita perlu membedakan gaya yang mengubah gerak, perpindahan yang menyertai interaksi, dan energi yang berpindah bentuk atau keluar dari sistem.
Bayangkan pula petugas itu menahan troli agar tetap diam sambil menekan gagangnya. Ototnya terasa bekerja, tetapi troli tidak berpindah. Dalam mekanika, rasa lelah bukan ukuran usaha pada troli. Definisi teknis usaha mengaitkan gaya dengan perpindahan titik tempat gaya bekerja: pengerahan tenaga baru menghasilkan usaha mekanis pada benda jika titik kerja gaya berpindah.
Batas pembahasan
Bab ini memakai model partikel, atau gerak translasi pusat massa, untuk mengubah adegan seperti troli tadi menjadi pertanyaan yang dapat dihitung. Kita menetapkan benda yang dianalisis, memilih arah positif, mengidentifikasi gaya yang bekerja, lalu mencatat perubahan posisi atau kecepatan. Dengan model itu dibahas resultan gaya dan hukum kedua Newton, usaha, energi kinetik dan teorema usaha-energi, energi potensial gravitasi dan pegas ideal, neraca energi mekanis, serta daya rata-rata. Hasil hitung baru bermakna jika satuannya konsisten dan asumsi model terlihat. Pada sistem nyata, deformasi, getaran, bunyi, panas, dan ketidakpastian pengukuran mungkin ikut berperan, sehingga model perlu menyebut apa yang diabaikannya.
Gesekan dan hambatan gerak dibahas di Bab 4, momentum dan impuls di Bab 6, energi rotasi di Bab 12, dan getaran pegas-massa di Bab 13. Kalor ada di Bab 10, energi dalam pada hukum pertama termodinamika di Bab 16, dan tegangan serta regangan komponen di Bab 10 · Mekanikal & Mekatronika. Bab ini tidak memuat prosedur pembongkaran pegas, pengoperasian lift, atau penetapan kapasitas alat angkat.
Gaya menyatakan interaksi, bukan gerak
Gaya (force) adalah besaran vektor yang mewakili interaksi yang dapat mengubah gerak atau bentuk benda. Vektor memiliki besar dan arah, sehingga dua gaya dengan nilai sama dapat memiliki efek berbeda bila arahnya berlainan. Gaya dorong ke kanan dan gesekan ke kiri tidak dijumlahkan sebagai angka positif tanpa arah; keduanya digabungkan menurut arah yang telah dipilih. Satuan gaya dalam SI adalah newton, disingkat N, dengan kesetaraan dimensi .
Untuk benda yang massanya tetap dalam kerangka acuan inersial, hukum kedua Newton menghubungkan resultan gaya dengan percepatan:
Di sini adalah jumlah vektor semua gaya eksternal pada benda, diukur dalam newton; adalah massa dalam kilogram; dan adalah percepatan dalam meter per sekon kuadrat. Persamaan ini menghubungkan perubahan kecepatan dengan gaya resultan, bukan dengan satu gaya terpilih. Jika gaya-gaya seimbang, resultannya nol dan percepatan nol. Benda dapat tetap diam atau bergerak dengan kecepatan konstan, sehingga gaya yang ada tidak selalu berarti gerak sedang berubah.
Gaya normal (normal force) adalah gaya kontak yang tegak lurus permukaan. Pada troli di lantai mendatar, gaya-gaya vertikal dapat saling menyeimbangkan: gaya berat ke bawah dan gaya normal lantai ke atas. Pasangan gaya gravitasi pada troli berasal dari interaksi troli dengan Bumi; gaya normal bukan pasangan aksi-reaksi gaya berat karena kedua gaya itu bekerja pada benda yang sama. Pasangan menurut hukum ketiga Newton bekerja pada dua benda berbeda.
Secara horizontal, dorongan tangan dan gaya hambat dapat menghasilkan resultan yang tidak nol selama troli dipercepat atau diperlambat. Setelah tangan terlepas, dorongan tangan hilang, tetapi gesekan roda-lantai dan hambatan lain masih mungkin ada. Jika resultan gaya hambat berlawanan arah dengan gerak, percepatan mengarah berlawanan dengan kecepatan sehingga laju berkurang. Dalam model tanpa hambatan, benda tidak memerlukan gaya searah gerak untuk mempertahankan kecepatan konstan. Pengamatan bahwa troli nyata berhenti bukan bantahan terhadap kelembaman; itu petunjuk bahwa interaksi yang memperlambatnya perlu dimasukkan.
Pemetaan gaya yang baik dimulai dengan batas sistem. Jika sistemnya troli saja, gaya tangan, lantai, dan gravitasi adalah gaya dari luar. Jika sistem mencakup troli dan Bumi, interaksi gravitasi dapat diperlakukan sebagai interaksi internal sistem. Pilihan batas ini memengaruhi cara kita mencatat energi, tetapi tidak mengubah hasil pengamatan fisik. Gaya juga dapat mengubah bentuk, misalnya ketika komponen tertekan; model benda tegar mengabaikan perubahan bentuk dan tidak cocok untuk menghitung tegangan lokal.
Usaha mengikuti perpindahan
Usaha mekanis (work) adalah transfer energi oleh sebuah gaya yang terkait dengan perpindahan benda akibat komponen gaya sepanjang perpindahan itu. Untuk gaya konstan dan perpindahan , rumusnya:
Simbol menyatakan usaha dalam joule (J), adalah besar gaya dalam newton, besar perpindahan dalam meter, dan sudut antara arah gaya dengan perpindahan. Satu joule sama dengan satu newton meter, . Usaha bernilai positif bila komponen gaya searah perpindahan, negatif bila berlawanan, dan nol bila gaya tegak lurus perpindahan. Rumus ini mengasumsikan gaya tetap sepanjang perpindahan dan benda dapat direpresentasikan dengan titik kerja yang sesuai.
Sudut tersebut penting. Jika petugas menarik troli dengan tali miring, hanya komponen gaya yang sejajar lantai yang melakukan usaha pada perpindahan mendatar ideal. Komponen vertikal tidak menyumbang usaha pada gerak horizontal karena tegak lurus perpindahan. Bedakan pula jarak tempuh dari perpindahan: untuk gaya konstan, dan sudutnya merujuk pada perpindahan bersih. Bila gaya berubah terhadap posisi, satu hasil kali tidak cukup, dan usaha dihitung dengan menjumlahkan kontribusi sepanjang lintasan aktual dalam bentuk integral , dengan elemen perpindahan sangat kecil. Integral ini dapat diterapkan saat arah maupun besar gaya berubah, selama gaya diketahui sebagai fungsi posisi dan lintasan didefinisikan.
Tanda usaha memberi tahu arah transfer terhadap benda yang dipilih, bukan nilai moral atau efisiensi suatu tindakan. Dorongan yang mempercepat troli melakukan usaha positif. Gaya gesek kinetik pada troli yang meluncur biasanya melakukan usaha negatif karena arahnya melawan perpindahan. Gaya normal lantai pada troli yang bergerak mendatar ideal melakukan usaha nol, sebab gaya itu tegak lurus perpindahan. Jika benda diangkat dan berpindah ke atas, gaya angkat dapat melakukan usaha positif, sementara gaya gravitasi melakukan usaha negatif.
Troli yang ditahan diam di awal bab adalah contoh paling jernih tentang batas istilah ini: jika titik kerja gaya tidak berpindah, usaha mekanis oleh gaya pada benda itu nol, walaupun orang yang menahan dapat menghabiskan energi metabolik. Kerja tubuh dan usaha mekanis pada objek adalah besaran berbeda dengan batas sistem berbeda. Demikian pula, benda yang bergerak melingkar dengan laju tetap dapat mengalami gaya sentripetal tanpa usaha sesaat oleh gaya tersebut, karena gaya tegak lurus terhadap perpindahan sesaat. Gaya itu mengubah arah kecepatan tanpa mengubah besar laju.
Energi kinetik dan perubahan gerak
Energi (energy) adalah besaran skalar yang membantu membukukan keadaan dan perubahan suatu sistem. Energi kinetik (kinetic energy) adalah energi yang terkait dengan gerak benda. Untuk benda bermassa yang bergerak dengan laju :
diukur dalam joule, dalam kilogram, dan dalam meter per sekon. Karena laju dikuadratkan, menggandakan laju pada massa yang sama membuat energi kinetik menjadi empat kali dalam model ini. Rumus berlaku untuk gerak translasi benda yang dapat diperlakukan sebagai partikel atau pusat massanya; rotasi, deformasi, dan gerak internal memerlukan suku energi tambahan bila relevan.
Untuk model partikel atau gerak translasi pusat massa, teorema usaha-energi (work-energy theorem) menyatakan bahwa usaha total oleh resultan semua gaya sama dengan perubahan energi kinetik translasi:
Subskrip dan menandai keadaan awal dan akhir. Usaha total adalah jumlah aljabar usaha setiap gaya pada benda, bukan hanya usaha gaya penggerak. Jika benda juga berotasi atau memiliki gerak internal yang relevan, neraca harus memasukkan perubahan energi kinetik rotasi atau suku energi lain yang sesuai; saja tidak mewakili energi kinetik total sistem tersebut. Jika , energi kinetik dalam batas model bertambah; jika negatif, berkurang; jika nol, tidak berubah. Kecepatan tetap sebagai vektor hanya jika percepatan nol, sedangkan energi kinetik dapat tetap sama walau arah gerak berubah.
Ambil troli bermassa 12 kg yang mula-mula bergerak mendatar dengan laju 2 m/s. Teknisi mendorongnya dengan gaya mendatar 30 N sepanjang 4 m, sementara gaya hambat konstan 6 N melawan gerak. Anggap gerak translasi saja, massa tetap, dan gaya-gaya lain tidak melakukan usaha karena arahnya tegak lurus perpindahan. Yang dicari adalah perubahan energi kinetik dan laju akhir.
Usaha dorongan positif karena arahnya searah perpindahan: . Usaha hambat negatif: . Maka usaha total adalah . Tanda positif mengisyaratkan energi kinetik akhir lebih besar daripada energi kinetik awal.
Energi kinetik awalnya . Dari teorema usaha-energi, . Karena , diperoleh
Satuan di dalam akar setara dengan meter kuadrat per sekon kuadrat, sehingga hasilnya laju. Pemeriksaan silang dengan model kedua: resultan horizontal 24 N menghasilkan percepatan 2 m/s². Untuk percepatan konstan sepanjang 4 m, hubungan kinematika memberikan , konsisten dengan hitungan energi.
Bila batas sistem diperluas untuk mencakup permukaan kontak dan lingkungan termal, sebagian energi mekanis yang diambil hambatan dapat tercatat sebagai perubahan energi internal. Besaran yang "hilang" dari gerak tidak lenyap; cara pembukuannya bergantung pada batas sistem serta mekanisme yang dimasukkan.
Energi potensial dan neraca sistem
Energi potensial gravitasi (gravitational potential energy) adalah energi yang bergantung pada ketinggian benda dalam medan gravitasi; yang dipakai dalam hitungan adalah perubahannya. Dekat permukaan Bumi, bentuk sederhananya dapat digunakan ketika gravitasi dianggap seragam pada perubahan ketinggian yang dibahas:
Di sini adalah massa dalam kilogram, adalah besar percepatan gravitasi dalam meter per sekon kuadrat, dan adalah perubahan ketinggian vertikal dalam meter, positif ke atas. Maka bersatuan joule. Rumus ini menyatakan perubahan, bukan nilai mutlak yang berdiri sendiri; titik acuan nol energi potensial dipilih sesuai persoalan. Model dekat permukaan tidak boleh digunakan tanpa pertimbangan ketika perubahan ketinggian atau medan gravitasi membuat asumsi gravitasi seragam tidak memadai.
Untuk gaya gravitasi, usaha oleh gravitasi berhubungan dengan energi potensial melalui . Benda yang turun kehilangan energi potensial dan gravitasi melakukan usaha positif; benda yang dinaikkan memperoleh energi potensial dan gravitasi melakukan usaha negatif. Hubungan serupa berlaku bagi pegas ideal dalam batas elastisnya: jika regangan atau pemampatan dari panjang alami adalah , energi potensial elastik dinyatakan , dengan kekakuan pegas dalam N/m dan dalam meter. Rumus pegas ideal tidak menggambarkan komponen yang mengalami deformasi permanen, kelonggaran, atau karakteristik nonlinier.
Gaya konservatif (conservative force) adalah gaya yang usaha bersihnya sepanjang lintasan tertutup nol, sehingga perubahan energi potensial dapat digunakan untuk membukukan usahanya. Gravitasi dalam model sederhana dan gaya pegas ideal termasuk contoh yang lazim. Gesekan kinetik pada permukaan nyata biasanya tidak konservatif dalam deskripsi mekanika benda tegar: usaha mekanisnya mengubah energi gerak menjadi energi internal pada benda dan lingkungan. Oleh karena itu, energi mekanis hanya tetap bila transfer dan gaya nonkonservatif yang mengubah energi mekanis tidak hadir pada model sistem tersebut.
Bentuk neraca praktis yang sering dipakai adalah perubahan energi mekanis sama dengan usaha gaya nonkonservatif pada sistem, jika semua energi potensial yang relevan telah dimasukkan dan batas sistem didefinisikan konsisten: . Jika gesekan melakukan usaha negatif pada objek, energi mekanis objek berkurang. Namun neraca energi total yang mencakup objek, permukaan, dan lingkungan tetap harus memperhitungkan perubahan internal atau energi yang ditransfer keluar.
Daya (power) adalah laju transfer energi, sedangkan energi adalah besaran yang ditransfer atau disimpan. Pembedaan ini membantu saat membaca spesifikasi atau hasil pengukuran. Daya rata-rata selama selang waktu dapat ditulis , dengan dalam watt, dalam joule, dan dalam sekon. Persamaan ini mengasumsikan bahwa usaha yang dimaksud terukur untuk interval waktu yang sama. Dua proses dapat memindahkan energi yang sama tetapi memiliki daya rata-rata berbeda jika durasinya berbeda. Karena itu, nilai daya tidak boleh diperlakukan sebagai jumlah energi tanpa informasi waktu.
Membaca sistem teknis tanpa melebihkan model
Pada pemeriksaan troli, mesin pengangkat, atau mekanisme translasi, hubungan gaya-usaha-energi membantu menyusun diagnosis konseptual. Jika kelajuan berubah antara dua titik, kita dapat mengukur massa dan laju lalu membandingkan perubahan energi kinetik dengan usaha bersih yang diperkirakan. Ketidakcocokan dapat menunjukkan gaya yang belum dihitung, batas sistem yang tidak konsisten, atau keterbatasan data. Itu bukan bukti otomatis adanya satu kerusakan tertentu. Perlu pengukuran pembeda, misalnya posisi sepanjang lintasan dan gaya pada kondisi yang sama, sebelum menyimpulkan penyebab.
Pada mekanisme pengangkat, menaikkan beban meningkatkan energi potensial gravitasi dalam model yang sesuai. Motor harus memasok energi melalui poros atau mekanisme transmisi, sementara rugi-rugi dapat memanaskan komponen dan lingkungan. Neraca ideal memberikan perubahan energi minimum yang diperlukan untuk perubahan keadaan; ia tidak langsung menetapkan daya motor, kapasitas aman, atau prosedur pengoperasian. Untuk keputusan kerja nyata, data massa, geometri, karakteristik alat, kondisi pengaman, dan petunjuk yang berlaku bagi peralatan tersebut harus diperiksa. Rumus umum tidak menggantikan batas desain atau otorisasi kerja.
Satuan menjadi pemeriksaan awal yang murah. Hasil gaya kali jarak harus memiliki dimensi energi, . Energi kinetik memiliki dimensi , sama dengan joule. Jika hasil menghitung laju berakhir dalam joule, ada kesalahan aljabar atau substitusi. Pemeriksaan dimensi tidak memastikan angka benar, tetapi dapat menangkap rumus yang salah atau konversi satuan yang terlewat. Angka contoh hanya menunjukkan cara menghitung; jangan menggunakannya sebagai data atau spesifikasi produk.
Ketika pengukuran menyimpang dari model, periksa kestabilan gaya dan massa. Pastikan roda tidak tergelincir dan lintasan memang mendatar; tinjau pula kemungkinan gerak rotasi serta kemampuan alat membedakan perubahan yang diukur. Jangan "memperbaiki" model dengan menambah parameter yang belum diukur. Nyatakan besaran yang diketahui dan dihitung, lalu batasi kesimpulan pada informasi itu.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Percepatan gravitasi diambil 9,81 m/s².
Contoh 1: troli linen di lorong hotel. Troli linen bermassa total 80 kg didorong mendatar dengan gaya 40 N, sedangkan hambatan roda dan lantai setara 16 N melawan gerak. Resultan horizontal N, sehingga dari diperoleh . Bila dorongan diturunkan menjadi 16 N, resultan nol dan troli melaju dengan kecepatan tetap; dorongan itu tepat mengimbangi hambatan. Bila tangan dilepas, resultan 16 N berlawanan arah gerak dan troli melambat . Troli yang terasa berat belum tentu rodanya rusak; massa muatan dan hambatan dipisahkan dulu sebelum menyimpulkan penyebab.
Contoh 2: tali miring pada keranjang cucian. Petugas laundry menarik keranjang beroda sejauh 12 m dengan gaya 50 N melalui tali yang membentuk sudut 30° terhadap lantai. Usaha gaya tarik itu:
Bila tali sejajar lantai, gaya yang sama melakukan usaha 600 J. Komponen vertikal N tegak lurus perpindahan, sehingga tidak menyumbang usaha. Agar komponen mendatar tetap 50 N dengan tali miring 30°, gaya tarik harus sekitar N. Tarikan miring karena itu memerlukan gaya lebih besar untuk tarikan maju yang sama.
Contoh 3: troli makanan rumah sakit di lorong ramai. Troli makanan bermassa 120 kg bergerak 1,5 m/s, sehingga J. Untuk menghentikannya dalam 0,5 m, teorema usaha-energi menuntut usaha total J, sehingga gaya hambat rata-rata yang diperlukan N. Pada laju 3,0 m/s energi kinetiknya 540 J dan gaya henti pada jarak yang sama 1.080 N, empat kali lipat, karena laju dikuadratkan. Bagi orang yang menahan troli di tikungan, laju dua kali lipat berarti gaya henti empat kali lipat.
Contoh 4: karung deterjen dinaikkan ke rak gudang. Petugas gudang laundry menaikkan 20 karung masing-masing 25 kg dari lantai ke rak setinggi 1,5 m. Untuk satu karung:
Dua puluh karung menambah energi potensial sekitar 7,36 kJ, dan usaha gravitasi pada tiap karung sekitar J. Angka 368 J itu adalah usaha minimum yang harus dilakukan gaya angkat pada tiap karung. Energi metabolik yang dikeluarkan tubuh petugas lebih besar dan tidak dihitung rumus ini, sebab kerja tubuh dan usaha mekanis pada benda memiliki batas sistem berbeda. Saat karung diturunkan lagi, gravitasi melakukan usaha positif yang sama besarnya.
Contoh 5: daya minimum lift barang dapur. Lift barang dapur hotel menaikkan kereta makanan beserta muatannya, total 150 kg, setinggi 4,0 m dalam 8,0 s. Pada laju tetap, usaha gaya angkat sama dengan perubahan energi potensial, J, sehingga daya rata-rata yang sampai ke beban:
Bila perjalanan yang sama ditempuh dalam 16 s, energinya tetap 5.886 J, tetapi daya rata-ratanya separuh, sekitar 368 W. Angka itu daya minimum pada model ideal. Motor nyata juga menanggung rugi mekanisme, dan daya motor serta kapasitas angkat ditentukan data alat, bukan hitungan ini.
Contoh 6: pegas penahan tutup yang masih teregang. Pegas tarik penahan tutup sebuah mesin di dapur hotel memiliki kekakuan 1.500 N/m. Saat tutup tertutup, pegas teregang 0,12 m dari panjang alaminya:
Pada regangan 0,24 m energinya 43,2 J, empat kali lipat, karena regangan dikuadratkan. Pegas yang dilepas dari dudukannya dalam keadaan teregang membebaskan energi itu dalam waktu singkat, sehingga pembongkaran mengikuti petunjuk yang berlaku bagi peralatan tersebut. Rumus pegas ideal juga tidak berlaku lagi bila pegas sudah mengalami deformasi permanen.
Kondisi berhenti
- Pegas penahan tutup atau pegas lain masih teregang atau tertekan dan perlu dilepas dari dudukannya: jangan melepasnya tanpa petunjuk yang berlaku bagi peralatan itu, karena energi yang tersimpan terbebas dalam waktu singkat (Contoh 6). Pembongkaran diserahkan kepada personel berwenang untuk peralatan itu.
- Pegas tampak melar, berubah bentuk secara permanen, atau longgar: rumus pegas ideal tidak berlaku lagi, sehingga hasil hitung tidak dipakai untuk menilai kelayakannya. Laporkan keadaan itu kepada penanggung jawab peralatan.
- Troli bermuatan berat harus dihentikan dalam jarak pendek, misalnya menjelang tikungan atau di lorong ramai: kurangi laju lebih awal dan jangan mengandalkan tubuh untuk menahannya. Pada jarak henti yang sama, laju dua kali lipat menuntut gaya henti empat kali lipat (Contoh 3).
- Hasil hitung akan dipakai untuk menetapkan daya motor, kapasitas angkat, kapasitas aman, atau prosedur pengoperasian lift barang dan mesin pengangkat: berhenti. Neraca ideal hanya memberi energi minimum. Keputusan itu memerlukan data massa, geometri, karakteristik alat, kondisi pengaman, dan petunjuk peralatan, dan diambil oleh pemegang otorisasi kerja atas peralatan itu.
- Pertanyaannya menyangkut tegangan lokal, kekuatan komponen, atau keamanan struktur: model benda tegar bab ini tidak cocok untuk menjawabnya. Penilaian semacam itu memerlukan otorisasi dan diserahkan kepada personel berwenang.
- Neraca energi tidak cocok dengan hasil ukur: jangan menyatakan satu kerusakan tertentu dan jangan menambal model dengan parameter yang belum diukur sebelum ada pengukuran pembeda.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Troli berhenti karena gaya dorongnya habis.
Why is it wrong?
Tanpa hambatan, benda tidak memerlukan gaya searah gerak untuk mempertahankan kecepatan konstan. Troli nyata melambat karena gesekan roda-lantai dan hambatan lain tetap bekerja setelah tangan terlepas.
Common misconception
Gaya normal adalah reaksi dari gaya berat.
Why is it wrong?
Keduanya bekerja pada troli yang sama, sedangkan pasangan aksi-reaksi menurut hukum ketiga Newton bekerja pada dua benda berbeda. Kekeliruan ini muncul karena keduanya berlawanan arah dan dapat sama besar saat tidak ada percepatan vertikal.
Common misconception
Menahan beban agar diam juga melakukan usaha, karena tubuh terasa lelah.
Why is it wrong?
Usaha mekanis oleh gaya pada benda nol bila titik kerja gaya tidak berpindah. Energi metabolik tubuh dibukukan dengan batas sistem lain.
Common misconception
Usaha gaya dorong sama dengan perubahan energi kinetik.
Why is it wrong?
Teorema usaha-energi memakai usaha total, yaitu jumlah aljabar usaha semua gaya pada benda. Pada troli 12 kg di bagian energi kinetik, menganggap 120 J usaha dorong sebagai perubahan energi kinetik berarti mengabaikan usaha hambat J yang sudah dinyatakan bekerja.
Common misconception
Usaha nol berarti tidak ada gaya, dan usaha negatif berarti energinya negatif.
Why is it wrong?
Gaya yang tegak lurus perpindahan, seperti gaya normal lantai pada troli yang bergerak mendatar atau gaya sentripetal pada gerak melingkar berlaju tetap, melakukan usaha nol walaupun gayanya ada. Tanda negatif menunjukkan arah perubahan atau transfer menurut konvensi yang dipakai, bukan energi negatif.
Common misconception
Energi hilang karena gesekan.
Why is it wrong?
Gesekan yang melakukan usaha negatif mengurangi energi mekanis objek, tetapi energi itu menjadi energi internal pada benda, permukaan, dan lingkungan. Menyebut "energi hilang" tanpa menyatakan energi sistem mana yang dimaksud mengaburkan neraca.
Hubungan dengan bab lain
Pemeriksaan satuan dan dimensi dibahas lebih lengkap di Bab 3 · Satuan & Matematika, dan pemeriksaan kewajaran hasil hitung di Bab 4 · Satuan & Matematika. Gaya hambat, yang di sini dianggap konstan, diuraikan di Bab 4 tentang gesekan dan hambatan gerak. Pesawat sederhana memakai definisi usaha yang sama untuk menukar gaya dengan jarak (Bab 7), sedangkan torsi dan transmisi daya dari motor ke poros ada di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika. Energi rotasi dibahas di Bab 12 dan pegas-massa yang bergetar di Bab 13. Energi mekanis yang menjadi energi internal diteruskan ke Bab 10 tentang kalor serta Bab 16 tentang hukum pertama termodinamika, dan daya listrik dibahas di Bab 1 · Kelistrikan & Kendali. Pegas teregang dan beban terangkat sebagai energi tersimpan muncul lagi di Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya dan kondisi berhenti serta Bab 4 · Keselamatan tentang isolasi energi non-listrik, sedangkan mengangkat dan memindahkan beban dengan alat, termasuk troli, ada di Bab 9 · Keselamatan.
Latihan dan pembahasan
Kerjakan dengan menetapkan arah dan sistem lebih dahulu. Nyatakan satuan pada hasil; bila soal tidak menyediakan data, jawablah secara simbolik. Nilai pada soal berikut adalah kondisi contoh, bukan data pabrikan.
Try to answer first, then open the worked solution.
Peti didorong 18 N ke kanan sejauh 3 m di lantai datar. Gaya gesek 5 N ke kiri. Berapa usaha masing-masing gaya horizontal dan usaha total? Apakah energi kinetik bertambah atau berkurang?
See the worked solution
Usaha dorong adalah , dan usaha gesek adalah , sehingga usaha total 39 J. Berdasarkan teorema usaha-energi, energi kinetik bertambah 39 J; nilai akhirnya belum dapat ditentukan tanpa energi kinetik awal.
Sebuah gaya 40 N menarik benda sejauh 2 m dengan sudut 60° terhadap perpindahan. Hitung usaha gaya itu. Sebutkan satu asumsi yang dipakai.
See the worked solution
Komponen sejajar perpindahan adalah N, sehingga usaha J. Asumsinya gaya konstan dan sudutnya tetap sepanjang perpindahan. Komponen yang tegak lurus tidak menyumbang usaha pada perpindahan tersebut.
Sebuah benda bermassa 4 kg bergerak pada 3 m/s. Hitung energi kinetiknya. Berapakah energi kinetiknya jika lajunya menjadi dua kali dengan massa tetap?
See the worked solution
J. Jika laju menjadi 6 m/s, energi kinetik menjadi J, empat kali nilai awal. Faktor empat berasal dari kuadrat laju, bukan dari perubahan massa.
Benda bermassa diangkat vertikal dari ke , dengan . Tuliskan perubahan energi potensial gravitasi dan tanda usaha oleh gravitasi. Jelaskan acuan yang diperlukan.
See the worked solution
, bernilai positif karena posisi akhir lebih tinggi. Usaha gravitasi adalah , bernilai negatif. Nilai energi potensial pada satu posisi memerlukan pilihan titik acuan nol; perubahan antara dua posisi tidak bergantung pada pilihan itu dalam model gravitasi seragam.
Sebuah benda meluncur mendatar dengan laju tetap. Apakah gaya gesek mungkin bekerja? Apa yang harus diketahui sebelum menyimpulkan usaha totalnya nol?
See the worked solution
Ya, gesekan mungkin bekerja. Laju tetap mendatar berarti energi kinetik translasi tidak berubah, sehingga usaha total pada gerak translasi itu nol. Untuk menyatakan usaha gesek individual atau semua transfer energi, perlu arah dan besar gaya lain, titik kontak, kemungkinan gerak rotasi, serta batas sistem. Usaha gesek dapat negatif dan diimbangi usaha positif dari gaya lain.
Pada sebuah troli, gaya dorong melakukan usaha 80 J dan hambatan melakukan usaha J. Energi kinetik awalnya 50 J. Tentukan usaha total dan energi kinetik akhir. Jelaskan mengapa memakai usaha dorong saja menghasilkan prediksi berbeda.
See the worked solution
Usaha total adalah , maka energi kinetik akhir . Memakai usaha dorong saja memberi perubahan 80 J dan memprediksi energi akhir 130 J, sebab mengabaikan energi mekanis yang diambil hambatan dari gerak troli.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 25, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Gaya, usaha, dan energi. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/gaya-usaha-dan-energi
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Peti didorong 18 N ke kanan sejauh 3 m di lantai datar. Gaya gesek 5 N ke kiri. Berapa usaha masing-masing gaya horizontal dan usaha total? Apakah energi kinetik bertambah atau berkurang?
Sebuah gaya 40 N menarik benda sejauh 2 m dengan sudut 60° terhadap perpindahan. Hitung usaha gaya itu. Sebutkan satu asumsi yang dipakai.
Sebuah benda bermassa 4 kg bergerak pada 3 m/s. Hitung energi kinetiknya. Berapakah energi kinetiknya jika lajunya menjadi dua kali dengan massa tetap?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Physics · Chapter 6.
Reading order by shelf: Physics · Chapter 4.