Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Physics · Chapter 6Quantitative

    By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 17 min read

    Momentum, impuls, dan tumbukan: gaya sesaat, kekekalan momentum, dan gaya pancaran

    Tas perkakas yang jatuh dan tertahan tali, troli yang menabrak dinding, selang yang menyentak saat keran dibuka, dan pipa yang berdentum saat katup ditutup cepat punya satu penjelasan yang sama: perubahan momentum dalam waktu singkat menimbulkan gaya besar. Bab ini mendefinisikan momentum dan impuls, menulis hukum Newton kedua dalam bentuk momentum, menjelaskan mengapa memperpanjang waktu henti menurunkan gaya, membahas kekekalan momentum, tumbukan lenting, tidak lenting, dan tidak lenting sama sekali, serta gaya pancaran fluida pada nosel, pelat, dan sudu. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Seorang teknisi bekerja di atas perancah memperbaiki saluran udara pengering laundry. Tas perkakasnya, 5 kg, diikat dengan tali pendek ke pagar perancah supaya tidak jatuh menimpa orang di bawah. Tas itu tergelincir, jatuh 1 m sampai tali menegang, lalu berhenti setelah tali mulur sekitar 5 cm. Tali yang dipilih bertanda kuat menahan 50 kg, sepuluh kali berat tas. Tali itu putus.

    Tali tidak putus karena berat tas, tetapi karena tas harus dihentikan dari kecepatan sekitar 4,4 m/s dalam jarak 5 cm. Untuk itu diperlukan gaya rata-rata sekitar 1.000 N, kira-kira dua puluh kali berat tas. Penjelasannya ada pada momentum dan impuls. Konsep yang sama menjelaskan mengapa selang menyentak ketika keran dibuka, mengapa pipa berdentum ketika katup ditutup cepat, dan mengapa penahan pintu dari karet lebih awet daripada dari besi.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas momentum linear, impuls, hukum Newton kedua dalam bentuk momentum, grafik gaya-waktu, kekekalan momentum, tumbukan satu dimensi, koefisien restitusi, momentum dalam dua dimensi, dan gaya akibat perubahan momentum aliran fluida. Angka gaya di bab ini menjelaskan mekanismenya dan bukan data tali, penahan jatuh, penyemprot, atau bahan penyangga tertentu.

    Hukum Newton dan diagram benda bebas dibahas di Bab 3 tentang hukum Newton. Energi kinetik dan usaha dibahas di Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi. Momentum sudut dibahas di Bab 12 tentang gerak rotasi. Lonjakan tekanan palu air di instalasi osmosis balik dibahas lengkap di Bab 10 · Air & Pengolahan Air tentang proteksi tekanan dan palu air; bab ini hanya memberi dasar momentumnya.

    Momentum

    Momentum adalah hasil kali massa dan kecepatan benda:

    p⃗=m v⃗\vec{p} = m\,\vec{v}

    dengan p⃗\vec{p} momentum, mm massa dalam kg, dan v⃗\vec{v} kecepatan dalam m/s. Satuannya kg·m/s. Momentum adalah vektor yang arahnya sama dengan kecepatan. Troli 120 kg yang bergerak 1,5 m/s punya momentum 180 kg·m/s; troli 60 kg yang bergerak 3 m/s punya momentum yang sama besar. Keduanya memerlukan dorongan yang sama untuk dihentikan, walaupun energi kinetik troli yang lebih ringan dua kali lebih besar.

    Untuk aliran fluida, momentum dinyatakan per satuan waktu. Momentum partikel fluida juga hasil kali massa dan kecepatannya. Untuk aliran tunak, laju momentum yang dibawa aliran adalah laju massa dikali kecepatan, m˙ v=ρ Q v\dot{m}\,v = \rho\,Q\,v, dengan m˙\dot{m} laju massa dalam kg/s, ρ\rho massa jenis fluida dalam kg/m³, dan QQ laju volume dalam m³/s.

    Impuls dan hukum Newton dalam bentuk momentum

    Hukum Newton kedua dapat ditulis sebagai laju perubahan momentum:

    ∑F⃗=Δp⃗Δt\sum \vec{F} = \frac{\Delta \vec{p}}{\Delta t}

    Untuk massa tetap, bentuk ini sama dengan ∑F⃗=ma⃗\sum \vec{F} = m\vec{a} di Bab 3. Bentuk momentum lebih berguna ketika gaya hanya bekerja sangat singkat, atau ketika massa yang bergerak berubah, seperti pada aliran fluida.

    Impuls (impulse) adalah hasil kali gaya dan selang waktu kerjanya:

    J⃗=F⃗rata-rata Δt=Δp⃗\vec{J} = \vec{F}_\text{rata-rata}\,\Delta t = \Delta \vec{p}

    dengan J⃗\vec{J} impuls dalam N·s, yang sama dengan kg·m/s, dan Δt\Delta t selang waktu gaya bekerja dalam sekon. Secara umum impuls adalah integral gaya impulsif terhadap waktu. Pada grafik gaya terhadap waktu, impuls adalah luas di bawah kurva. Jarum pentol yang tertancap adalah contoh perubahan momentum yang menjadi gaya tancap.

    Gaya henti: mengapa waktu henti menentukan

    Dari Frata-rata=Δp/ΔtF_\text{rata-rata} = \Delta p/\Delta t, perubahan momentum yang sama dapat dicapai dengan gaya besar dalam waktu singkat atau gaya kecil dalam waktu lama. Bila benda harus dihentikan, perubahan momentumnya tetap, sehingga satu-satunya cara menurunkan gaya adalah memperpanjang waktu henti, atau setara dengan itu, memperpanjang jarak henti.

    Prinsip ini ada di banyak perlengkapan:

    • Penyangga karet di dinding lorong dan pada troli memperpanjang waktu tumbukan dari beberapa milidetik menjadi puluhan milidetik.
    • Tali penahan jatuh yang dirancang untuk itu punya peredam kejut yang mulur atau robek terkendali, sehingga jarak henti menjadi puluhan sentimeter dan gaya pada tubuh atau benda dibatasi.
    • Sepatu keselamatan dan helm memakai bahan yang dapat tertekan untuk memperpanjang waktu tumbukan.
    • Katup yang ditutup perlahan memperpanjang waktu henti kolom air di pipa, sehingga lonjakan tekanannya kecil.

    Tali biasa yang pendek dan kaku melakukan kebalikannya. Bila benda jatuh bebas setinggi hh lalu dihentikan dalam jarak dd dengan perlambatan yang dianggap tetap, gaya rata-rata pada tali adalah

    F=m g(1+hd)F = m\,g\left(1 + \frac{h}{d}\right)

    dengan g=9,81g = 9{,}81 m/s², hh dan dd dalam meter. Rumus ini diturunkan dari kecepatan jatuh v=2ghv = \sqrt{2gh} di Bab 1 tentang gerak lurus dan perlambatan v2/(2d)v^2/(2d); suku 1 adalah berat benda yang tetap harus ditahan selama perlambatan. Perbandingan h/dh/d yang besar, seperti 1 m jatuh dan 5 cm mulur, membuat gaya puluhan kali berat. Pemilihan tali dan alat penahan jatuh mengikuti ketentuan keselamatan bekerja di ketinggian.

    Kekekalan momentum

    Kekekalan momentum (conservation of momentum) menyatakan bahwa bila jumlah gaya luar pada suatu sistem nol, momentum total sistem itu tetap. Gaya antarbenda di dalam sistem, menurut hukum ketiga Newton di Bab 3, selalu berpasangan sama besar dan berlawanan arah, sehingga impulsnya saling meniadakan. Dua troli yang bertabrakan saling memberi impuls yang sama besar dan berlawanan arah; momentum yang hilang dari troli pertama berpindah ke troli kedua.

    Kekekalan momentum berlaku selama tumbukan berlangsung singkat, sehingga gaya luar seperti gesekan lantai tidak sempat memberi impuls berarti. Setelah tumbukan selesai, gesekan kembali memperlambat benda-benda itu, dan perlambatan itu dibahas di Bab 4 tentang gesekan.

    Prinsip yang sama berlaku untuk sentakan balik. Ketika selang menyemburkan air ke depan, air mendapat momentum ke depan, dan selang mendapat momentum yang sama besar ke belakang.

    Tumbukan lenting, tidak lenting, dan koefisien restitusi

    Momentum selalu kekal dalam tumbukan selama gaya luar dapat diabaikan, tetapi energi kinetik tidak selalu kekal. Tumbukan digolongkan menurut nasib energi kinetiknya:

    • Lenting sempurna (perfectly elastic): energi kinetik total juga kekal. Mendekati keadaan ini adalah tumbukan bola baja keras.
    • Tidak lenting (inelastic): sebagian energi kinetik berubah menjadi panas, bunyi, dan deformasi.
    • Tidak lenting sama sekali (perfectly inelastic): benda-benda menempel dan bergerak bersama setelah tumbukan. Energi kinetik yang hilang paling besar yang dimungkinkan oleh kekekalan momentum.

    Untuk tumbukan tidak lenting sama sekali dua benda pada satu garis, dengan v1v_1 dan v2v_2 kecepatan sebelum tumbukan dan v′v' kecepatan bersama sesudahnya:

    m1v1+m2v2=(m1+m2) v′m_1 v_1 + m_2 v_2 = (m_1 + m_2)\,v'

    Untuk tumbukan lenting sempurna dengan benda kedua mula-mula diam:

    v1′=m1−m2m1+m2 v1,v2′=2m1m1+m2 v1v_1' = \frac{m_1 - m_2}{m_1 + m_2}\,v_1, \qquad v_2' = \frac{2m_1}{m_1 + m_2}\,v_1

    Kedua rumus terakhir ini diturunkan dari kekekalan momentum dan kekekalan energi kinetik. Tanda kecepatan mengikuti arah positif yang dipilih, sehingga nilai negatif berarti benda berbalik arah. Bila massanya sama, benda pertama berhenti dan benda kedua bergerak dengan kecepatan benda pertama, seperti pada mainan bandul bola berderet.

    Energi kinetik yang hilang dalam tumbukan nyata pergi ke deformasi bahan. Itulah sebabnya tumbukan berulang antara troli dan sudut dinding merusak keduanya, dan penyangga yang menyerap energi melindungi dinding lebih baik daripada penyangga yang memantulkan.

    Antara tumbukan lenting sempurna dan tidak lenting sama sekali ada rentang yang luas. Koefisien restitusi (coefficient of restitution) adalah perbandingan kecepatan relatif kedua benda setelah dan sebelum tumbukan, yang mengukur rentang itu:

    e=∣v2′−v1′∣∣v1−v2∣e = \frac{|v_2' - v_1'|}{|v_1 - v_2|}

    Nilai e=1e = 1 untuk tumbukan lenting sempurna dan e=0e = 0 untuk benda yang menempel. Untuk benda yang dijatuhkan ke lantai yang diam, koefisien restitusi dapat diukur tanpa alat khusus: jatuhkan dari tinggi h1h_1, ukur tinggi pantulan h2h_2, lalu e=h2/h1e = \sqrt{h_2/h_1}, karena kecepatan sebanding akar ketinggian menurut rumus jatuh bebas di Bab 1. Bagian energi kinetik yang tersisa setelah pantulan adalah e2e^2.

    Koefisien restitusi berguna untuk membandingkan bahan penyangga, roda, dan alas. Penyangga dengan ee kecil menyerap energi tumbukan dan tidak memantulkan troli kembali ke jalur; penyangga dengan ee besar memantulkan troli dan sebagian energinya kembali sebagai gerak. Uji pantul sederhana ini hanya untuk membandingkan bahan; nilai untuk perancangan diambil dari data pabrik bahan.

    Momentum dalam dua dimensi

    Momentum adalah vektor, sehingga kekekalannya berlaku per komponen. Bila dua benda bertumbukan dengan arah miring, jumlah komponen momentum mendatar sebelum dan sesudah tumbukan sama, begitu pula jumlah komponen tegaknya. Cara menghitungnya sama dengan penjumlahan vektor di Bab 2 tentang gerak dua dimensi.

    Penerapan sehari-hari: troli yang menabrak dinding secara miring kehilangan komponen kecepatan yang tegak lurus dinding, tetapi komponen yang sejajar dinding tetap, sehingga troli memantul dan meluncur menyusuri dinding. Gaya pada dinding hanya ditentukan oleh perubahan komponen tegak lurusnya. Itulah alasan pelindung dinding di lorong laundry dipasang setinggi bagian troli yang menonjol, dan alasan sudut lorong lebih sering rusak daripada dinding lurus: di sudut, troli sering menumbuk tegak lurus.

    Gaya pancaran fluida

    Fluida yang dibelokkan atau dihentikan mengalami perubahan momentum, sehingga ada gaya antara fluida dan benda yang membelokkannya. Persamaan momentum penting diterapkan pada sudu pompa, turbin, dan kompresor, dan yang dihitung adalah bagian fluida yang momentumnya berubah.

    Untuk pancaran dengan laju volume QQ dan kecepatan vv yang menabrak pelat tegak lurus dan berhenti dalam arah semula, gaya pada pelat adalah

    F=ρ Q vF = \rho\,Q\,v

    dengan FF dalam newton bila ρ\rho dalam kg/m³, QQ dalam m³/s, dan vv dalam m/s; untuk air dipakai ρ=1000\rho = 1000 kg/m³. Bila pancaran dibelokkan berbalik arah oleh sudu berbentuk mangkuk, perubahan kecepatannya hampir dua kali lipat, dan gayanya mendekati 2ρQv2\rho Q v. Turbin Pelton adalah turbin impuls yang mangkuknya bekerja tanpa penurunan tekanan, hanya dari perubahan momentum pancaran.

    Gaya yang sama besar bekerja pada nosel sebagai sentakan balik. Untuk selang taman gaya itu kecil, tetapi untuk penyemprot bertekanan tinggi gaya itu cukup besar untuk membuat tongkat semprot menyentak ketika pemicu ditekan. Lengan semprot mesin pencuci piring yang berputar karena pancaran miring dari noselnya memanfaatkan gaya reaksi yang sama, seperti dijelaskan Bab 3 dengan hukum ketiga Newton; sistem air mesin itu dibahas di Bab 3 · Dishwashing.

    Momentum kolom air dan palu air

    Air yang mengalir di pipa membawa momentum mvm v, dengan mm massa air di pipa. Bila katup ditutup, momentum itu harus dihilangkan oleh gaya dari katup dan dinding pipa. Penutupan perlahan memberi waktu henti panjang dan gaya kecil. Penutupan cepat, seperti katup solenoid pada mesin cuci atau keran tuas, memberi waktu henti sangat singkat, dan gaya besar itu muncul sebagai lonjakan tekanan yang terdengar sebagai dentuman. Palu air (water hammer) adalah sebutan untuk lonjakan tekanan itu.

    Perhitungan momentum sederhana di Contoh 4 memberi gambaran untuk penutupan yang lambat. Untuk penutupan yang sangat cepat, tekanan merambat sebagai gelombang di pipa dan perhitungannya memakai cepat rambat gelombang; Bab 10 · Air & Pengolahan Air membahas perhitungan itu beserta peredamnya.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Percepatan gravitasi g=9,81g = 9{,}81 m/s² dan massa jenis air 1000 kg/m³.

    Contoh 1: Tas perkakas pada tali pendek. Tas 5 kg jatuh 1 m: kecepatannya 2×9,81×1=4,43\sqrt{2 \times 9{,}81 \times 1} = 4{,}43 m/s. Dihentikan dalam 0,05 m, perlambatan rata-ratanya 4,432/(2×0,05)=1964{,}43^2/(2 \times 0{,}05) = 196 m/s². Gaya tali 5×(196+9,81)=1.0305 \times (196 + 9{,}81) = 1.030 N, atau mg(1+h/d)=49,05×21=1.030mg(1 + h/d) = 49{,}05 \times 21 = 1.030 N, sekitar 21 kali berat tas. Tali bertanda 50 kg (sekitar 490 N) putus.

    Contoh 2: Tumbukan lenting dengan massa berbeda. Bola 1 kg pada 2 m/s menumbuk lenting bola 3 kg yang diam. Setelah tumbukan, v1′=(1−3)/4×2=−1v_1' = (1-3)/4 \times 2 = -1 m/s, berbalik arah, dan v2′=2×1/4×2=1v_2' = 2 \times 1/4 \times 2 = 1 m/s. Pemeriksaan momentum: 1×(−1)+3×1=21 \times (-1) + 3 \times 1 = 2 kg·m/s, sama dengan sebelum tumbukan. Pemeriksaan energi: 12(1)(1)+12(3)(1)=2\tfrac{1}{2}(1)(1) + \tfrac{1}{2}(3)(1) = 2 J, sama dengan 12(1)(4)=2\tfrac{1}{2}(1)(4) = 2 J.

    Contoh 3: Tongkat penyemprot bertekanan tinggi. Penyemprot 50 bar menghasilkan pancaran dengan kecepatan ideal 2×5×106/1000=100\sqrt{2 \times 5 \times 10^6/1000} = 100 m/s pada 12 L/menit (2×10−42 \times 10^{-4} m³/s). Gaya sentakannya 1000×2×10−4×100=201000 \times 2 \times 10^{-4} \times 100 = 20 N, cukup untuk membuat tongkat menyentak bila dipegang satu tangan. Kecepatan ideal mengabaikan rugi di nosel, sehingga angka ini batas atas.

    Contoh 4: Momentum kolom air. Pipa 25 mm sepanjang 20 m berisi 1000×4,91×10−4×20=9,81000 \times 4{,}91 \times 10^{-4} \times 20 = 9{,}8 kg air yang mengalir 2 m/s. Momentumnya 19,619{,}6 kg·m/s. Bila katup menghentikan aliran perlahan dalam 0,5 s, gaya rata-ratanya 19,6/0,5=3919{,}6/0{,}5 = 39 N, setara tekanan rata-rata 39/(4,91×10−4)=8039/(4{,}91 \times 10^{-4}) = 80 kPa atau 0,8 bar di atas tekanan kerja. Penutupan jauh lebih cepat menghasilkan lonjakan yang jauh lebih besar dan dihitung dengan cara di Bab 10 · Air & Pengolahan Air.

    Contoh 5: Impuls dari grafik gaya-waktu. Sensor gaya mencatat tumbukan rak ke penghenti konveyor sebagai segitiga dengan puncak 2.000 N selama 0,01 s. Impulsnya adalah luas segitiga, 12×2000×0,01=10\tfrac{1}{2} \times 2000 \times 0{,}01 = 10 N·s. Bila rak 10 kg, perubahan kecepatannya 10/10=110/10 = 1 m/s.

    Contoh 6: Uji pantul penyangga. Bola uji dijatuhkan dari 1,00 m ke dua bahan penyangga. Pada bahan pertama bola memantul 0,64 m, sehingga e=0,64=0,8e = \sqrt{0{,}64} = 0{,}8 dan energi yang tersisa 0,82=640{,}8^2 = 64 persen. Pada bahan kedua bola memantul 0,09 m, sehingga e=0,3e = 0{,}3 dan energi yang tersisa 9 persen. Bahan kedua menyerap jauh lebih banyak energi tumbukan dan lebih cocok sebagai penyangga troli.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada pengawas pekerjaan bila salah satu keadaan berikut ditemukan:

    1. Benda di ketinggian ditahan dengan tali atau pengikat yang tidak dirancang untuk menahan jatuh. Contoh 1 menunjukkan gaya sentakan dapat puluhan kali berat. Gunakan perlengkapan penahan jatuh yang sesuai dan ikuti ketentuan bekerja di ketinggian serta Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti.
    2. Penyemprot bertekanan tinggi dipakai tanpa pegangan dua tangan, atau pancarannya dapat mengenai orang. Gaya sentakan dan pancaran itu sendiri dapat melukai.
    3. Pipa berdentum setiap kali katup menutup. Lonjakan tekanan berulang merusak sambungan dan selang; periksa menurut Bab 10 · Air & Pengolahan Air sebelum memasang perangkat lain pada jalur itu.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Tali yang kuat menahan berat benda pasti kuat menahannya saat jatuh.

    Why is it wrong?

    Gaya henti bergantung pada tinggi jatuh dan jarak henti, dan dapat puluhan kali berat.

    Common misconception

    Momentum dan energi kinetik itu sama.

    Why is it wrong?

    Momentum mvmv adalah vektor dan selalu kekal dalam tumbukan terisolasi; energi kinetik 12mv2\tfrac{1}{2}mv^2 adalah skalar dan sering berkurang dalam tumbukan.

    Common misconception

    Dalam tumbukan, benda yang lebih berat memberi gaya lebih besar.

    Why is it wrong?

    Kedua benda saling memberi gaya yang sama besar; yang berbeda adalah perubahan kecepatannya.

    Common misconception

    Gaya pancaran hanya bergantung pada tekanan.

    Why is it wrong?

    Gaya bergantung pada laju massa dan kecepatan. Pancaran bertekanan tinggi dengan debit kecil dapat memberi gaya lebih kecil daripada pancaran bertekanan sedang dengan debit besar.

    Common misconception

    Benda yang memantul lebih tinggi menerima gaya lebih kecil.

    Why is it wrong?

    Benda yang memantul mengalami perubahan momentum lebih besar, karena arahnya berbalik, sehingga impuls yang diterimanya justru lebih besar. Penyangga yang memantulkan troli memberi impuls lebih besar pada troli dan dinding daripada penyangga yang menyerap tumbukan dalam waktu yang sama.

    Common misconception

    Katup yang menutup lebih cepat lebih baik.

    Why is it wrong?

    Penutupan cepat memperpendek waktu henti kolom air dan memperbesar lonjakan tekanan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 tentang hukum Newton menyediakan bentuk gaya dan hukum ketiga yang menjadi dasar kekekalan momentum, dan menjelaskan gaya reaksi pada lengan semprot dan selang. Bab 5 tentang gaya, usaha, dan energi membahas energi kinetik yang dipakai untuk menggolongkan tumbukan. Bab 1 tentang gerak lurus memberi kecepatan jatuh, Bab 2 tentang gerak dua dimensi memberi penjumlahan vektor, dan Bab 4 tentang gesekan menjelaskan perlambatan sesudah tumbukan. Bab 12 tentang gerak rotasi melanjutkan ke momentum sudut. Bab 10 · Air & Pengolahan Air tentang proteksi tekanan membahas palu air, Bab 3 · Dishwashing tentang sistem air mesin pencuci piring membahas lengan semprotnya, dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya dan energi tersimpan membahas kondisi berhenti.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan arah positif, persamaan, satuan, dan anggapan yang dipakai.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Hitung momentum troli 80 kg yang bergerak 2 m/s. Berapa gaya rata-rata untuk menghentikannya dalam 0,4 s?

      See the worked solution

      p=80×2=160p = 80 \times 2 = 160 kg·m/s. F=160/0,4=400F = 160/0{,}4 = 400 N. Seluruh momentum itu harus dihilangkan, sehingga gaya rata-rata adalah perubahan momentum dibagi waktu henti.

    2. Sebuah palu 0,8 kg menumbuk paku pada 6 m/s dan berhenti dalam 0,002 s. Hitung gaya rata-rata pada paku.

      See the worked solution

      Perubahan momentum 0,8×6=4,80{,}8 \times 6 = 4{,}8 kg·m/s. F=4,8/0,002=2.400F = 4{,}8/0{,}002 = 2.400 N. Waktu tumbukan yang sangat singkat membuat gaya besar walaupun palunya ringan.

    3. Beban 2 kg jatuh 0,5 m lalu ditahan tali yang mulur 2 cm. Berapa kali berat beban gaya rata-rata pada tali?

      See the worked solution

      F/(mg)=1+h/d=1+0,5/0,02=26F/(mg) = 1 + h/d = 1 + 0{,}5/0{,}02 = 26 kali berat, sekitar 510 N untuk beban 2 kg. Jarak henti 2 cm jauh lebih pendek daripada tinggi jatuh 0,5 m, sehingga suku h/dh/d menguasai hasilnya.

    4. Troli 60 kg pada 2 m/s menabrak dan tersangkut troli 40 kg yang bergerak searah 1 m/s. Berapa kecepatan bersama dan berapa energi kinetik yang hilang?

      See the worked solution

      v′=(60×2+40×1)/100=1,6v' = (60 \times 2 + 40 \times 1)/100 = 1{,}6 m/s. Energi kinetik sebelum 12(60)(4)+12(40)(1)=140\tfrac{1}{2}(60)(4) + \tfrac{1}{2}(40)(1) = 140 J, sesudah 12(100)(1,62)=128\tfrac{1}{2}(100)(1{,}6^2) = 128 J; yang hilang 12 J. Momentum kekal karena kedua troli menempel, tetapi energi kinetik tidak kekal pada tumbukan tidak lenting sama sekali.

    5. Pancaran air 1 L/s dengan kecepatan 15 m/s menabrak pelat tegak lurus. Berapa gayanya? Berapa bila pancaran dibalikkan oleh mangkuk?

      See the worked solution

      F=1000×0,001×15=15F = 1000 \times 0{,}001 \times 15 = 15 N. Bila dibalikkan, perubahan kecepatan mendekati 30 m/s, sehingga gayanya mendekati 30 N. Debit 1 L/s sama dengan 0,001 m³/s, dan gaya sebanding dengan perubahan kecepatan pancaran.

    6. Mengapa katup solenoid yang menutup sangat cepat pada pipa panjang lebih berbahaya daripada keran yang ditutup perlahan, walaupun debit dan tekanannya sama?

      See the worked solution

      Momentum air di pipa sama, tetapi katup cepat menghentikannya dalam waktu jauh lebih singkat, sehingga gaya dan lonjakan tekanannya jauh lebih besar. Pipa yang lebih panjang berisi lebih banyak air dan momentum, sehingga masalahnya bertambah.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20262Revised to the chapter standard
    October 16, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Momentum, impuls, dan tumbukan: gaya sesaat, kekekalan momentum, dan gaya pancaran. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/momentum-impuls-dan-tumbukan-gaya-sesaat-kekekalan-momentum-dan-gaya-pancaran

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Hitung momentum troli 80 kg yang bergerak 2 m/s. Berapa gaya rata-rata untuk menghentikannya dalam 0,4 s?

    2

    Sebuah palu 0,8 kg menumbuk paku pada 6 m/s dan berhenti dalam 0,002 s. Hitung gaya rata-rata pada paku.

    3

    Beban 2 kg jatuh 0,5 m lalu ditahan tali yang mulur 2 cm. Berapa kali berat beban gaya rata-rata pada tali?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextPesawat sederhana: menukar gaya, jarak, dan arah

    Reading order by shelf: Physics · Chapter 7.

    PreviousGaya, usaha, dan energi

    Reading order by shelf: Physics · Chapter 5.

    Same disciplineGaya, usaha, dan energi

    Bab lain dalam Fisika Teknik.