Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Fisika · Bab 12Kuantitatif

    Gerak rotasi: kecepatan sudut, momen inersia, energi rotasi, dan momentum sudut

    Drum washer-extractor yang kosong mencapai putaran peras dalam belasan detik, tetapi drum yang penuh linen basah memerlukan waktu jauh lebih lama dengan motor yang sama, dan setelah listrik diputus drum itu masih berputar hampir satu menit. Drum yang berputar cepat menyimpan energi sebesar mobil yang melaju di jalan kota. Bab ini membahas radian, kecepatan dan percepatan sudut, persamaan gerak rotasi, torsi dan hukum Newton untuk rotasi, momen inersia, teorema sumbu sejajar dan jari-jari girasi, energi kinetik rotasi dan benda menggelinding, kerja dan daya rotasi, momentum sudut dan kekekalannya, waktu percepatan dan pengereman, serta inersia beban yang dirujuk ke poros motor. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    24 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Sebuah washer-extractor di laundry rumah sakit berganti motor setelah motor lamanya terbakar. Motor baru punya daya dan putaran yang sama. Ketika diuji dengan drum kosong, drum mencapai putaran peras dalam belasan detik. Ketika diuji dengan muatan penuh linen basah, drum memerlukan waktu jauh lebih lama, dan pengaman beban lebih sempat trip sekali. Setelah tombol berhenti ditekan, drum berputar hampir satu menit sebelum diam, dan kunci pintu baru terbuka setelah itu.

    Teknisi yang menangani mesin itu bertanya-tanya apakah motor barunya kurang kuat. Jawabannya ada pada fisika rotasi. Benda yang berputar menolak perubahan putaran sebanding dengan momen inersianya, sama seperti benda yang bergerak lurus menolak perubahan kecepatan sebanding dengan massanya. Drum penuh linen basah punya momen inersia jauh lebih besar daripada drum kosong, dan ketika berputar cepat ia menyimpan energi yang besar. Bab ini menjelaskan besaran-besaran gerak rotasi dan cara memakainya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas besaran sudut, persamaan gerak rotasi dengan percepatan sudut tetap, torsi dan hukum Newton untuk rotasi, momen inersia, teorema sumbu sejajar, energi kinetik rotasi, benda menggelinding, kerja dan daya rotasi, momentum sudut, serta waktu percepatan dan pengereman. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Fisika Teknik, yang memuat hubungan kecepatan sudut dan kecepatan tangensial, torsi dan momen inersia, silinder menggelinding, dan momentum sudut dari buku teks fisika untuk sains dan teknik, serta narasi Teknik Mekanikal yang memuat definisi percepatan sudut.

    Torsi sebagai gaya kali lengan dan transmisi daya dibahas di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika, dan bab ini memakainya tanpa mengulang. Gerak melingkar dan percepatan sentripetal dibahas di bab gerak dua dimensi, dan faktor G drum di Bab 10 · Laundry. Pemilihan motor menurut inersia beban dan waktu asut dibahas di Bab 43 · Kelistrikan & Kendali, yang menulis momen inersia dengan lambang JJ; bab ini memakai II seperti buku teks fisika, dengan arti yang sama. Ketidakseimbangan rotor dibahas di tingkat lanjut rak ini.

    Besaran sudut

    Posisi benda yang berputar dinyatakan dengan sudut θ\theta. Dalam fisika, sudut diukur dalam radian: satu radian adalah sudut yang busurnya sama panjang dengan jari-jarinya. Satu putaran penuh sama dengan 2π2\pi radian, sekitar 6,283 rad. Radian adalah satuan yang membuat rumus rotasi sederhana, karena panjang busur s=rθs = r\theta tanpa faktor tambahan.

    Kecepatan sudut ω\omega adalah laju perubahan sudut, dalam rad/s. Di lapangan, putaran dinyatakan dalam putaran per menit (rpm), sehingga perlu dikonversi:

    ω=2πn60\omega = \frac{2\pi n}{60}

    dengan nn dalam rpm. Motor 1.470 rpm berputar dengan ω=2π×1.470/60=153,9\omega = 2\pi \times 1.470/60 = 153{,}9 rad/s, angka yang juga dipakai Bab 43 · Kelistrikan & Kendali.

    Setiap titik pada benda yang berputar bergerak melingkar dengan kecepatan tangensial yang sebanding dengan jaraknya dari sumbu. Buku teks fisika dalam sumber menghubungkan keduanya: v=ωrv = \omega r. Titik di tepi drum bergerak paling cepat, dan titik di poros hampir diam.

    Percepatan sudut α\alpha adalah laju perubahan kecepatan sudut, dalam rad/s². Buku pegangan teknik mesin dalam narasi Teknik Mekanikal mendefinisikannya sebagai laju perubahan kecepatan sudut terhadap waktu. Titik di tepi benda yang percepatan sudutnya α\alpha punya percepatan tangensial at=αra_t = \alpha r.

    Persamaan gerak rotasi dengan percepatan sudut tetap

    Bila percepatan sudut tetap, persamaan rotasi punya bentuk yang sama dengan persamaan gerak lurus di bab gerak lurus, dengan θ\theta menggantikan xx, ω\omega menggantikan vv, dan α\alpha menggantikan aa:

    ω=ω0+αtθ=ω0t+12αt2ω2=ω02+2αθ\omega = \omega_0 + \alpha t \qquad \theta = \omega_0 t + \tfrac{1}{2}\alpha t^2 \qquad \omega^2 = \omega_0^2 + 2\alpha\theta

    Jumlah putaran adalah θ/(2π)\theta/(2\pi). Persamaan ini berlaku untuk motor yang dipercepat dengan torsi tetap atau drum yang direm dengan torsi rem tetap. Dalam praktik torsi motor berubah dengan putaran, seperti kurva torsi di Bab 40 · Kelistrikan & Kendali, sehingga hasilnya adalah perkiraan rata-rata.

    Torsi dan hukum Newton untuk rotasi

    Torsi adalah penyebab perubahan putaran, seperti gaya adalah penyebab perubahan gerak lurus. Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika mendefinisikan torsi sebagai gaya kali lengan tegak lurus, τ=Fd⊥\tau = F d_\perp. Hubungan torsi dengan percepatan sudut adalah hukum Newton kedua untuk rotasi:

    ∑τ=I α\sum \tau = I\,\alpha

    Buku teks fisika dalam sumber merumuskannya: torsi yang bekerja pada partikel sebanding dengan percepatan sudutnya, dan konstanta perbandingannya adalah momen inersia. Torsi bersih adalah torsi penggerak dikurangi semua torsi penghambat: gesekan bantalan, gesekan sabuk, hambatan udara dan air, serta torsi rem. Bila torsi bersih nol, kecepatan sudut tetap.

    Momen inersia

    Momen inersia II adalah ukuran kelembaman benda terhadap perubahan putaran. Untuk benda yang tersusun dari banyak titik bermassa:

    I=∑miri2I = \sum m_i r_i^2

    dengan rir_i jarak setiap massa dari sumbu putar. Satuannya kg·m². Karena jarak dikuadratkan, massa yang jauh dari sumbu menyumbang jauh lebih besar daripada massa yang dekat. Linen basah yang terlempar ke dinding drum saat peras menyumbang momen inersia besar karena berada di jari-jari terbesar.

    Nilai baku untuk bentuk sederhana, dengan MM massa dan RR jari-jari:

    Benda dan sumbuMomen inersia
    Cincin atau silinder berdinding tipis, sumbu pusatMR2MR^2
    Piringan atau silinder pejal, sumbu pusat12MR2\tfrac{1}{2}MR^2
    Batang tipis panjang LL, sumbu di tengah112ML2\tfrac{1}{12}ML^2
    Batang tipis panjang LL, sumbu di ujung13ML2\tfrac{1}{3}ML^2
    Bola pejal, sumbu pusat25MR2\tfrac{2}{5}MR^2

    Cincin dan piringan dengan massa dan jari-jari sama berbeda dua kali, karena seluruh massa cincin berada di tepi. Itulah sebabnya roda gila dibuat dengan pelek yang tebal dan jari-jari yang ringan.

    Teorema sumbu sejajar dan jari-jari girasi

    Bila sumbu putar tidak melalui pusat massa, momen inersia bertambah. Teorema sumbu sejajar menyatakan:

    I=Ipm+Md2I = I_\text{pm} + M d^2

    dengan IpmI_\text{pm} momen inersia terhadap sumbu yang melalui pusat massa dan dd jarak antara kedua sumbu yang sejajar. Batang yang diputar di ujungnya, misalnya, punya 112ML2+M(L/2)2=13ML2\tfrac{1}{12}ML^2 + M(L/2)^2 = \tfrac{1}{3}ML^2, sesuai tabel.

    Data pabrik sering menyatakan momen inersia dengan jari-jari girasi kk, yaitu jarak dari sumbu tempat seluruh massa dapat dianggap terkumpul: I=Mk2I = Mk^2. Untuk piringan pejal, k=R/2≈0,71Rk = R/\sqrt{2} \approx 0{,}71R. Beberapa katalog memakai besaran GD2GD^2 atau WR2WR^2; satuannya harus diperiksa sebelum dipakai, karena faktor konversinya berbeda menurut definisi.

    Energi kinetik rotasi dan benda menggelinding

    Benda yang berputar menyimpan energi kinetik:

    Erot=12Iω2E_\text{rot} = \tfrac{1}{2}I\omega^2

    Bentuknya sama dengan 12mv2\tfrac{1}{2}mv^2 di Bab 5, dengan II menggantikan mm dan ω\omega menggantikan vv. Karena energi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut, menggandakan putaran menjadikan energi empat kali. Drum yang berputar pada putaran peras penuh menyimpan energi jauh lebih besar daripada drum yang berputar pada putaran cuci, seperti di Contoh 3.

    Benda yang menggelinding tanpa selip punya dua bentuk energi kinetik sekaligus: energi gerak lurus pusat massanya dan energi rotasi terhadap pusat massanya. Buku teks fisika dalam sumber membahas silinder yang menggelinding menuruni bidang miring dan kehilangan energi potensial MghMgh. Energi potensial itu dibagi menjadi kedua bentuk, sehingga silinder yang menggelinding tiba di bawah lebih lambat daripada benda yang meluncur tanpa gesekan dari ketinggian yang sama. Roda troli dan rol konveyor yang berat menyimpan sebagian energi geraknya sebagai rotasi.

    Kerja dan daya rotasi

    Torsi yang memutar benda sejauh sudut θ\theta melakukan kerja W=τθW = \tau\theta, dan daya yang disalurkan adalah:

    P=τ ωP = \tau\,\omega

    Rumus ini sama dengan P=FvP = Fv untuk gerak lurus dan sudah dipakai di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika. Motor yang menyalurkan torsi 40 N·m pada 94,2 rad/s memberikan daya 40×94,2=3,7740 \times 94{,}2 = 3{,}77 kW. Pada putaran rendah, torsi yang sama memberikan daya yang lebih kecil, karena itu daya motor selalu dinyatakan bersama putarannya.

    Kerja torsi bersih sama dengan perubahan energi kinetik rotasi, sama seperti teorema kerja-energi untuk gerak lurus. Energi yang diberikan motor selama percepatan tersimpan di drum, dan energi itu harus dibuang lagi ketika drum direm.

    Momentum sudut dan kekekalannya

    Momentum sudut benda yang berputar terhadap sumbu tetap adalah:

    L=IωL = I\omega

    Buku teks fisika dalam sumber memberi contoh momentum sudut katrol, Iω=Iv/RI\omega = Iv/R, dan menyatakan bahwa konsep momentum sudut sangat berguna untuk menggambarkan gerak sistem makroskopik. Hukum Newton untuk rotasi dapat ditulis sebagai torsi bersih sama dengan laju perubahan momentum sudut, sejajar dengan bentuk momentum di bab momentum.

    Bila torsi luar bersih nol, momentum sudut tetap. Buku yang sama mencatat bahwa banyak contoh kekekalan momentum sudut sudah dikenal sehari-hari. Penari yang menarik lengannya berputar lebih cepat, karena momen inersianya turun sedangkan IωI\omega tetap. Energi kinetik rotasinya naik, dan tambahan energi itu berasal dari kerja otot yang menarik lengan ke dalam.

    Kekekalan momentum sudut juga berlaku ketika dua benda berputar disatukan, misalnya kopling yang menyatukan dua poros. Momentum sudut total tetap, tetapi sebagian energi kinetik hilang menjadi panas di permukaan kopling, sama seperti tumbukan tak lenting di bab momentum. Sabuk yang selip saat start juga mengubah energi menjadi panas dengan cara yang sama.

    Waktu percepatan dan pengereman

    Dari τ=Iα\tau = I\alpha dan ω=ω0+αt\omega = \omega_0 + \alpha t, waktu untuk mengubah kecepatan sudut dengan torsi bersih tetap adalah:

    t=I Δωτt = \frac{I\,\Delta\omega}{\tau}

    Waktu itu sebanding dengan momen inersia. Bila momen inersia beban dua kali, waktu percepatan dengan torsi yang sama juga dua kali. Selama waktu percepatan itu motor menarik arus yang tinggi, sehingga beban berinersia besar dapat membuat pengaman beban lebih trip, seperti di kasus pembuka. Bab 43 · Kelistrikan & Kendali membahas cara memilih motor dan metode asut untuk beban seperti itu.

    Untuk pengereman, rumus yang sama memberi waktu berhenti. Drum yang hanya direm oleh gesekan bantalan dan hambatan udara berputar lama, karena torsi penghambatnya kecil. Rem atau pengereman motor mempersingkat waktu itu, tetapi seluruh energi kinetik rotasi harus dibuang sebagai panas di rem atau dikembalikan ke suplai. Kunci pintu mesin berputar menunggu putaran nol karena alasan ini.

    Inersia beban dilihat dari poros motor

    Motor jarang memutar beban secara langsung. Di antara keduanya ada sabuk, puli, atau roda gigi dengan rasio i=nmotor/nbebani = n_\text{motor}/n_\text{beban}, seperti dibahas di Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika. Untuk menghitung percepatan motor, momen inersia beban perlu dirujuk ke poros motor. Energi kinetik yang tersimpan harus sama dilihat dari kedua poros, sehingga:

    Irujuk=Ibebani2I_\text{rujuk} = \frac{I_\text{beban}}{i^2}

    Rasio dikuadratkan karena energi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut. Drum dengan I=16,8I = 16{,}8 kg·m² yang diputar melalui sabuk dengan rasio 1.470/900, sekitar 1,63, terasa di poros motor sebagai 16,8/1,632=6,316{,}8/1{,}63^2 = 6{,}3 kg·m². Torsi motor dirujuk ke arah sebaliknya: torsi di poros drum ii kali torsi motor, dikurangi rugi transmisi.

    Akibatnya, reduksi yang besar membuat beban berinersia besar mudah dipercepat oleh motor kecil, dengan harga putaran beban yang lebih rendah. Sebaliknya, beban kecil yang diputar sangat cepat melalui transmisi naik putaran terasa jauh lebih berat di poros motor. Momen inersia rotor motor sendiri juga harus ditambahkan ke inersia beban yang sudah dirujuk, dan Bab 43 · Kelistrikan & Kendali memakai jumlah itu, ditulis JtotalJ_\text{total}, untuk menghitung waktu asut. Bila data rotor tidak tersedia, perkiraan dari bentuk benda seperti di tabel momen inersia lebih baik daripada mengabaikannya, asalkan perkiraan itu ditandai.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Konversi putaran. Drum berputar 900 rpm. ω=2π×900/60=94,2\omega = 2\pi \times 900/60 = 94{,}2 rad/s. Dengan jari-jari drum 0,40 m, kecepatan tepi drum 94,2×0,40=37,794{,}2 \times 0{,}40 = 37{,}7 m/s, sekitar 136 km/jam. Faktor G-nya ω2r/g=94,22×0,40/9,81=362\omega^2 r/g = 94{,}2^2 \times 0{,}40/9{,}81 = 362, dengan rumus yang sama seperti Bab 10 · Laundry.

    Contoh 2. Momen inersia drum dan muatan. Anggap kulit drum 60 kg sebagai silinder berdinding tipis berjari-jari 0,40 m: I=60×0,402=9,6I = 60 \times 0{,}40^2 = 9{,}6 kg·m². Linen basah 50 kg (25 kg linen kering dan 25 kg air) yang menempel di dinding pada jari-jari rata-rata 0,38 m: I=50×0,382=7,2I = 50 \times 0{,}38^2 = 7{,}2 kg·m². Total sekitar 16,8 kg·m². Semua angka adalah angka latihan, bukan data mesin tertentu.

    Contoh 3. Energi yang tersimpan. Pada 900 rpm, E=12×16,8×94,22=74.500E = \tfrac{1}{2} \times 16{,}8 \times 94{,}2^2 = 74.500 J, sekitar 75 kJ. Mobil 1.500 kg yang melaju 10 m/s (36 km/jam) punya energi 12×1.500×102=75\tfrac{1}{2} \times 1.500 \times 10^2 = 75 kJ. Pada putaran cuci 45 rpm (4,71 rad/s), energinya hanya 12×16,8×4,712=186\tfrac{1}{2} \times 16{,}8 \times 4{,}71^2 = 186 J, sekitar 400 kali lebih kecil.

    Contoh 4. Waktu percepatan. Torsi bersih di poros drum 40 N·m (angka latihan, setelah reduksi sabuk dan dikurangi gesekan). α=40/16,8=2,38\alpha = 40/16{,}8 = 2{,}38 rad/s², dan waktu dari diam ke 94,2 rad/s adalah 16,8×94,2/40=39,616{,}8 \times 94{,}2/40 = 39{,}6 s. Dengan drum kosong (I=9,6I = 9{,}6 kg·m²), waktunya 9,6×94,2/40=22,69{,}6 \times 94{,}2/40 = 22{,}6 s. Dalam praktik, air yang keluar selama peras membuat momen inersia turun bertahap.

    Contoh 5. Jumlah putaran selama percepatan. Dari diam ke 94,2 rad/s dalam 39,6 s dengan percepatan tetap, sudut yang ditempuh θ=12ωt=12×94,2×39,6=1.865\theta = \tfrac{1}{2}\omega t = \tfrac{1}{2} \times 94{,}2 \times 39{,}6 = 1.865 rad, yaitu 1.865/(2π)=2971.865/(2\pi) = 297 putaran.

    Contoh 6. Pengereman. Drum di Contoh 3 harus berhenti dalam 30 s. Perlambatan sudut 94,2/30=3,1494{,}2/30 = 3{,}14 rad/s², sehingga torsi rem bersih 16,8×3,14=52,816{,}8 \times 3{,}14 = 52{,}8 N·m. Energi 74,5 kJ dibuang dalam 30 s, daya panas rata-rata 74.500/30=2,4874.500/30 = 2{,}48 kW. Rem yang dipakai berulang tanpa sempat dingin dapat menjadi sangat panas.

    Contoh 7. Silinder menggelinding. Silinder pejal menggelinding tanpa selip dari ketinggian 1,0 m. Energi kinetiknya 12Mv2+12(12MR2)(v/R)2=34Mv2=Mgh\tfrac{1}{2}Mv^2 + \tfrac{1}{2}(\tfrac{1}{2}MR^2)(v/R)^2 = \tfrac{3}{4}Mv^2 = Mgh, sehingga v=4gh/3=4×9,81×1,0/3=3,62v = \sqrt{4gh/3} = \sqrt{4 \times 9{,}81 \times 1{,}0/3} = 3{,}62 m/s. Benda yang meluncur tanpa gesekan mencapai 2gh=4,43\sqrt{2gh} = 4{,}43 m/s.

    Contoh 8. Kopling menyatukan dua poros. Poros A (I=0,50I = 0{,}50 kg·m²) berputar 100 rad/s, poros B (I=0,30I = 0{,}30 kg·m²) diam. Setelah kopling menyatu, ω=0,50×100/0,80=62,5\omega = 0{,}50 \times 100/0{,}80 = 62{,}5 rad/s. Energi sebelum 12×0,50×1002=2.500\tfrac{1}{2} \times 0{,}50 \times 100^2 = 2.500 J, sesudah 12×0,80×62,52=1.563\tfrac{1}{2} \times 0{,}80 \times 62{,}5^2 = 1.563 J. Sebanyak 937 J, sekitar 37 persen, menjadi panas di permukaan kopling.

    Contoh 9. Puli pejal. Puli baja pejal 10 kg berjari-jari 0,15 m punya I=12×10×0,152=0,113I = \tfrac{1}{2} \times 10 \times 0{,}15^2 = 0{,}113 kg·m². Cincin dengan massa dan jari-jari yang sama punya I=0,225I = 0{,}225 kg·m², dua kali lipat.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Pintu, tutup, atau pelindung mesin berputar akan dibuka sebelum putaran benar-benar nol, atau kunci pintu dan interlock akan dilewati. Energi yang tersimpan di drum yang masih berputar setara mobil yang melaju; ikuti Bab 70 · Kelistrikan & Kendali.
    2. Pekerjaan pada transmisi, sabuk, atau rem dimulai setelah suplai diisolasi tetapi poros masih berputar karena kelembaman. Tunggu sampai berhenti dan pastikan tidak dapat berputar, sesuai Bab 1 · Keselamatan.
    3. Rem atau kopling berbau hangus atau berubah warna setelah pengereman berulang.
    4. Benda berputar yang retak, penyok, atau tidak seimbang akan dijalankan pada putaran tinggi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Momen inersia hanya bergantung pada massa." Momen inersia bergantung pada massa dan kuadrat jaraknya dari sumbu. Massa yang sama di jari-jari dua kali menyumbang empat kali.

    "Motor yang lambat mempercepat beban berarti motornya lemah." Waktu percepatan sebanding dengan momen inersia beban. Periksa beban sebelum menyalahkan motor.

    "Drum yang sudah tidak digerakkan motor tidak berbahaya." Drum menyimpan energi rotasi sampai benar-benar berhenti.

    "Putaran dua kali, energi dua kali." Energi rotasi sebanding dengan kuadrat kecepatan sudut. Putaran dua kali berarti energi empat kali.

    "Rumus rotasi dapat memakai rpm langsung." Rumus 12Iω2\tfrac{1}{2}I\omega^2, P=τωP = \tau\omega, dan v=ωrv = \omega r memerlukan rad/s.

    "Rasio sabuk tidak memengaruhi beban yang dirasakan motor." Momen inersia beban yang dirasakan di poros motor sama dengan momen inersia beban dibagi kuadrat rasio transmisi. Mengganti puli dapat mengubah waktu asut jauh lebih besar daripada perubahan rasionya sendiri.

    "Momentum sudut tetap berarti energi rotasi juga tetap." Ketika momen inersia berubah atau dua poros disatukan, energi dapat bertambah atau hilang walaupun momentum sudut tetap.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab gerak lurus dan bab hukum Newton memberi bentuk persamaan yang ditiru di sini, bab gerak dua dimensi membahas percepatan sentripetal, dan bab momentum membahas tumbukan tak lenting yang sejajar dengan kopling. Bab 5 membahas energi kinetik, Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika torsi dan daya, Bab 10 · Laundry faktor G drum, dan Bab 43 · Kelistrikan & Kendali pemilihan motor menurut inersia beban. Bab 70 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 1 · Keselamatan membahas interlock dan isolasi energi. Bab getaran harmonik melanjutkan ke gerak bolak-balik.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, satuan, dan konversi rpm ke rad/s bila perlu.

    1. Ubah 1.200 rpm ke rad/s, dan hitung waktu satu putaran.
    2. Berapa momen inersia piringan pejal 20 kg berjari-jari 0,25 m?
    3. Berapa energi kinetik piringan di soal 2 pada 1.200 rpm?
    4. Piringan itu dibiarkan berhenti oleh torsi gesek tetap 5 N·m. Berapa lama sampai berhenti?
    5. Mengapa drum penuh linen basah memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai putaran peras daripada drum kosong, dengan motor yang sama?
    6. Poros A (I=0,20I = 0{,}20 kg·m², 150 rad/s) disatukan dengan poros B (I=0,10I = 0{,}10 kg·m², diam). Berapa kecepatan sudut akhir dan energi yang hilang?

    Kunci jawaban beralasan

    1. ω=2π×1.200/60=125,7\omega = 2\pi \times 1.200/60 = 125{,}7 rad/s. Satu putaran memerlukan 60/1.200=0,0560/1.200 = 0{,}05 s.
    2. I=12×20×0,252=0,625I = \tfrac{1}{2} \times 20 \times 0{,}25^2 = 0{,}625 kg·m².
    3. E=12×0,625×125,72=4.940E = \tfrac{1}{2} \times 0{,}625 \times 125{,}7^2 = 4.940 J, sekitar 4,9 kJ.
    4. t=Iω/τ=0,625×125,7/5=15,7t = I\omega/\tau = 0{,}625 \times 125{,}7/5 = 15{,}7 s.
    5. Momen inersia drum penuh jauh lebih besar karena linen basah berada di jari-jari terbesar. Dengan torsi yang sama, percepatan sudut lebih kecil dan waktu percepatan lebih panjang, sebanding dengan momen inersia. Selama waktu yang lebih panjang itu motor menarik arus asut yang tinggi, sehingga pengaman beban lebih dapat trip walaupun motornya sehat. Langkah diagnosis yang benar adalah memeriksa muatan, sabuk, dan rasio puli sebelum mengganti motor.
    6. ω=0,20×150/0,30=100\omega = 0{,}20 \times 150/0{,}30 = 100 rad/s. Energi sebelum 12×0,20×1502=2.250\tfrac{1}{2} \times 0{,}20 \times 150^2 = 2.250 J, sesudah 12×0,30×1002=1.500\tfrac{1}{2} \times 0{,}30 \times 100^2 = 1.500 J. Yang hilang 750 J menjadi panas di kopling.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Ubah 1.200 rpm ke rad/s, dan hitung waktu satu putaran.

    2

    Berapa momen inersia piringan pejal 20 kg berjari-jari 0,25 m?

    3

    Berapa energi kinetik piringan di soal 2 pada 1.200 rpm?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaGetaran harmonik: pegas-massa, frekuensi alami, redaman, dan resonansi

    Urutan baca menurut rak: Fisika · Bab 13.

    Satu disiplinGaya, usaha, dan energi

    Bab lain dalam Fisika Teknik.