Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Laundry · Bab 10Terapan

    Washer-extractor: muatan, level air, aksi mekanik, dan ekstraksi

    Mesin cuci-peras mewujudkan tiga dari lima faktor pencucian: aksi mekanik, rasio air yang menentukan konsentrasi kimia, dan ekstraksi yang menentukan beban pengering. Bab ini membahas batas keselamatan mesin berputar, anatomi mesin, fisika angkat-jatuh di dalam drum, faktor pengisian dan ruang jatuh, level air dan akibatnya pada konsentrasi, faktor G dan kadar air sisa, serta keseimbangan beban. Contoh kerja menghitung faktor G dari diameter dan putaran, perubahan konsentrasi alkali antara level rendah dan tinggi, dan air yang harus diuapkan pengering pada dua tingkat ekstraksi.

    25 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Modul praktik laundry memuat satu kalimat yang mudah dilanggar di ruang cuci: volume lebih penting daripada berat, dan aksi mekanik memerlukan ruang jatuh 20–30% di dalam drum. Kalimat itu berasal dari fisika yang sederhana. Kain dibersihkan antara lain karena diangkat sirip drum lalu jatuh dan tertekuk, dan kain yang tidak punya ruang untuk jatuh hanya ikut berputar.

    Bab ini ada karena tiga dari lima faktor pencucian diwujudkan oleh mesin: aksi mekanik, rasio air yang menentukan konsentrasi kimia, dan ekstraksi yang menentukan berapa banyak air yang harus diuapkan pengering. Bedanya dengan bab lima faktor: bab itu menjelaskan bahwa faktor-faktor saling mengompensasi dalam batas tertentu; bab ini menjelaskan bagaimana mesin menghasilkan faktor mekanik dan air, dan mengapa angka pada program tidak selalu sama dengan yang terjadi di dalam drum. Bedanya dengan bab arsitektur program sesudahnya: bab ini membahas perangkat dan fisika di dalam drum, sedangkan bab itu menyusun urutan tahap yang dijalankan perangkat tersebut.

    Satu pandangan dari modul sistem laundry dipakai sebagai pegangan: mesin memperkuat proses yang sudah dirancang, bukan menggantikannya. Proses yang baik makin stabil dengan mesin yang tepat, dan proses yang buruk makin buruk.

    Batas pembahasan dan kondisi berhenti

    Bab ini membahas mesin cuci-peras (washer-extractor) kapasitas komersial dengan drum horizontal. Mesin terowongan (tunnel washer) dan pemeras terpisah disebut sebagai pembanding saja. Angka pada contoh kerja adalah nilai ilustrasi, dan data mesin tertentu selalu diambil dari manual pabrikannya.

    Mesin cuci-peras menyimpan energi dalam tiga bentuk: putaran drum yang pada ekstraksi dapat mencapai ratusan kali percepatan gravitasi, air panas dan larutan kimia di dalam bak, serta listrik dan uap untuk pemanas. Standar keselamatan mesin laundry industri, ISO 10472-2, mensyaratkan pintu drum terkunci sehingga tidak dapat dibuka selama drum berputar, dan mensyaratkan mesin dengan faktor G di atas 150 mendeteksi beban tidak seimbang lalu menurunkan putaran ke tingkat aman. Perangkat pengindra itu harus tahan terhadap upaya pintasan.

    Kondisi berhenti di ruang cuci:

    1. Pintu dapat dibuka atau kunci pintu tidak bekerja ketika drum masih berputar atau bak masih berisi air. Mesin dihentikan dan tidak dipakai sampai kunci pintu diperbaiki.
    2. Mesin bergetar keras, bergeser, atau berbunyi benturan pada ekstraksi. Hentikan siklus dari panel, atau dengan tombol henti darurat bila getaran membahayakan, lalu tunggu drum melambat sampai berhenti penuh dan kunci pintu terlepas sendiri. Beban tidak pernah dirapikan dengan tangan selama drum bergerak. Setelah itu, periksa distribusi beban dan dudukan mesin.
    3. Air panas atau larutan kimia bocor dari pintu, katup buang, atau sambungan.
    4. Siapa pun mengusulkan menonaktifkan sensor ketidakseimbangan, kunci pintu, atau sensor level agar siklus cepat selesai.

    Membuka pintu setelah cuci utama berarti berhadapan dengan linen panas yang basah larutan basa kuat; gunakan sarung tangan tahan kimia dan pelindung mata. Pekerjaan di dalam drum, di balik panel, atau pada pemanas dan katup memerlukan isolasi energi: listrik diputus dan dikunci, lalu ditunggu waktu pelepasan muatan kapasitor pengubah frekuensi sesuai manual; katup uap ditutup dan jalurnya dibuang tekanannya; katup air ditutup; bak dikosongkan; drum dipastikan diam; dan permukaan panas dibiarkan dingin. Semua ini mengikuti hierarki pengendalian dan prosedur izin kerja di Bab 2 · Keselamatan.

    Anatomi mesin cuci-peras

    Drum dalam (keranjang). Silinder berlubang yang berisi linen, dengan sirip pengangkat (lifter) memanjang di dinding. Diameter drum menentukan tinggi jatuh dan faktor G ekstraksi; volume drum menentukan kapasitas.

    Bak luar. Bejana tertutup yang menampung air. Level air diukur di bak ini, bukan di dalam kain.

    Katup air dan sensor level. Katup air panas dan dingin mengisi bak sampai sensor level, umumnya sensor tekanan yang membaca tinggi kolom air, memberi tanda cukup. Busa dan sensor yang tidak dikalibrasi mengubah volume air nyata.

    Pemanas. Injeksi uap langsung, elemen listrik, atau pengisian air panas. Jenis pemanas menentukan laju naik suhu, yang penting bagi enzim seperti dibahas di bab enzim.

    Katup buang atau pompa buang. Mesin besar umumnya membuang secara gravitasi melalui katup, sehingga saluran buang harus mampu menerima debit puncak.

    Penggerak dan kendali. Motor yang umumnya dilengkapi pengubah frekuensi memberi putaran cuci yang lambat dan putaran ekstraksi yang tinggi dari satu motor. Pengendali menjalankan program, menerima sinyal pemicu dispenser, dan membaca sensor.

    Dudukan. Mesin berdudukan kaku (hard-mount) dibaut ke lantai atau fondasi beton yang memadai dan mengandalkan fondasi untuk meredam getaran. Mesin bersuspensi (soft-mount) meredam sebagian besar gerakan di suspensinya sendiri, sehingga persyaratan fondasinya lebih ringan, walaupun lantai tetap harus rata dan mampu menahan beban statis dan dinamis.

    Aksi mekanik: angkat, jatuh, dan tekuk

    Saat drum berputar pelan, sirip mengangkat kain di sisi yang naik. Pada ketinggian tertentu, gaya berat kain melebihi gaya yang menahannya di dinding, lalu kain jatuh ke larutan di bagian bawah. Tumbukan, tekukan, dan aliran larutan menembus kain adalah sumber energi mekanik yang melepas partikel dan membantu larutan menjangkau kotoran di antara serat, seperti dibahas di bab kotoran dan noda.

    Kecepatan putar cuci dibatasi oleh fisika yang sama dengan ekstraksi. Bila percepatan sentripetal di dinding drum sama dengan percepatan gravitasi, kain menempel dan ikut berputar tanpa jatuh. Kecepatan itu disebut kecepatan kritis, dan dari rumus faktor G di bagian ekstraksi, kecepatan kritis adalah putaran yang membuat G=1G = 1. Putaran cuci dipilih di bawahnya agar kain terangkat cukup tinggi lalu jatuh. Hubungan ini diturunkan dari mekanika dasar dan dicatat di peta sumber.

    Dari sini terlihat mengapa ruang kosong di drum menentukan. Kain perlu ruang untuk jatuh. Modul menetapkan ruang jatuh 20–30% dari volume drum; bila drum terlalu penuh, kain menggelincir dan bergulir di bagian bawah tanpa terangkat. Pabrikan mesin menyatakan hal yang sama dengan faktor pengisian: untuk katun, 1 kg linen kering per 10 L volume drum, ditulis 1:10. Mesin dengan drum 600 L, misalnya, diberi kapasitas nominal 60 kg.

    Faktor pengisian adalah angka berat yang mewakili volume. Linen yang tebal dan mengembang, seperti handuk tebal, selimut, atau bantal, memenuhi drum sebelum mencapai berat nominal. Linen tipis seperti sarung bantal poliester-katun dapat melebihi berat nominal sebelum drum penuh. Karena itu, aturan kerjanya adalah menilai isi drum, bukan hanya angka timbangan: bila linen harus ditekan agar muat, mesin sudah terlalu penuh.

    Aksi mekanik juga punya batas atas. Energi yang sama yang melepas kotoran juga mengikis serat, dan modul sistem laundry mencatat bahwa aksi mekanik yang terlalu diandalkan tampak sebagai keausan linen. Linen halus diberi putaran lebih pelan, waktu gerak lebih pendek, atau drum yang lebih penuh air, seperti dibahas di bab tekstil.

    Muatan kurang dan muatan lebih

    Muatan lebih mengurangi tinggi jatuh, membuat larutan tidak merata, dan menyulitkan bilasan. Akibatnya tampak sebagai noda yang tertinggal di bagian dalam gulungan, residu, dan cuci ulang.

    Muatan kurang tampak aman, tetapi memindahkan biaya dan konsentrasi. Data satu mesin 60 kg memperlihatkan pemakaian air 485 L pada muatan penuh dan 445 L pada setengah muatan, atau sekitar 8,1 L/kg dibanding 14,8 L/kg. Air per kilogram hampir dua kali lipat, dan bila dosis kimia tidak disesuaikan terhadap air, konsentrasi dan biaya per kilogram ikut bergeser. Bab penskalaan dosis membahas cara menyesuaikannya.

    Modul praktik menyarankan mesin dioperasikan sekitar 80% kapasitas volume drum, bukan 80% berat nominal. Angka ini konsisten dengan ruang jatuh 20–30%, dan dipakai rak ini sebagai target kerja untuk linen katun campuran.

    Level air dan konsentrasi kimia

    Rasio air adalah volume air per kilogram linen kering, dalam L/kg. Mesin mengenal level rendah dan level tinggi, dan modul praktik memakai keduanya dengan alasan yang jelas: level rendah untuk cuci utama dan pemutihan agar konsentrasi kimia tinggi dan bantingan kuat; level tinggi untuk pracuci dan semua bilasan agar pembasahan merata dan sisa kotoran serta kimia terbuang.

    Level rendah menaikkan konsentrasi karena dosis yang sama dilarutkan dalam air yang lebih sedikit. Level rendah juga memperkuat aksi mekanik karena kain yang jatuh tidak diredam lapisan air yang tebal. Level tinggi mengencerkan, dan pada bilasan pengenceran itulah yang dicari.

    Ada satu hal yang sering terlewat. Sensor mengukur air bebas di bak, sedangkan linen menyerap sebagian air ke dalam serat. Linen katun kering yang masuk mesin menyerap air cukup banyak sebelum level tercapai, sehingga total air dalam sistem lebih besar daripada volume air bebas pada level itu, dan besarnya bergantung pada jenis dan jumlah linen. Akibatnya, dua beban dengan berat sama tetapi jenis kain berbeda dapat memakai total air berbeda pada level yang sama. Pernyataan tentang penyerapan ini berasal dari pengetahuan umum dan dicatat di peta sumber. Karena itu, konsentrasi nyata dipastikan dengan pengukuran seperti di bab pH dan pengukuran, bukan hanya dihitung dari dosis dan level nominal.

    Perbedaan desain mesin menjelaskan mengapa formula yang sama memberi hasil berbeda di mesin berbeda: setiap mesin punya rasio air sendiri, dan tanpa memahaminya penyesuaian sering dilakukan pada bagian yang salah. Formula yang dipindahkan ke mesin lain diperiksa ulang rasio airnya lebih dahulu.

    Ekstraksi: faktor G dan kadar air sisa

    Ekstraksi memeras air dari linen dengan gaya sentrifugal. Ukurannya adalah faktor G, yaitu percepatan sentripetal di dinding drum dibagi percepatan gravitasi:

    G=ω2rg=(2πn/60)2 (D/2)gG = \frac{\omega^2 r}{g} = \frac{(2\pi n/60)^2 \,(D/2)}{g}

    dengan nn putaran per menit, DD diameter drum dalam meter, dan g=9,81g = 9{,}81 m/s². Bila konstanta digabung dan DD dinyatakan dalam milimeter, rumus kerjanya menjadi G≈n2D/1.789.000G \approx n^2 D/1.789.000. Rumus ini adalah mekanika dasar dan diuji terhadap data pabrikan pada contoh kerja pertama.

    Hasil ekstraksi dinyatakan dengan kadar air sisa (residual moisture), yaitu massa air yang tertinggal per massa linen kering:

    RM=mbasah−mkeringmkering×100%\text{RM} = \frac{m_{\text{basah}} - m_{\text{kering}}}{m_{\text{kering}}} \times 100\%

    Satu panduan perencanaan pabrikan memberi angka acuan untuk katun: mesin putaran normal sampai super, 100–200 G, meninggalkan kadar air sisa sekitar 65–80%; mesin putaran tinggi, 220–425 G, sekitar 50–60%. Satu lembar data mesin 60 kg dengan 220 G mencantumkan 62% pada muatan penuh dan 68% pada setengah muatan. Angka ini bergantung pada jenis kain, muatan, dan desain drum, seperti terlihat dari perbedaan muatan penuh dan setengah muatan pada lembar data itu, sehingga dipakai sebagai arah, bukan janji.

    Kadar air sisa adalah titik temu mesin cuci dan pengering. Setiap kilogram air yang tidak diperas harus diuapkan dengan panas. Panduan yang sama memperkirakan waktu pengering sekitar 30 menit untuk linen dengan kadar air di bawah 50%, sekitar 40 menit untuk handuk tebal pada kadar air sekitar 55%, dan sekitar 50 menit untuk linen 70–80% dari mesin putaran normal. Contoh kerja ketiga menghitung perbedaannya dalam liter air.

    Modul praktik menyebut ekstraksi efisien dapat mengurangi energi pengeringan 30–50%. Angka itu tidak disertai rujukan dan tidak dipakai di sini; besarnya bergantung pada kadar air awal dan akhir, dan dapat dihitung untuk kasus nyata dengan cara pada contoh kerja ketiga.

    Faktor G juga punya harga. Putaran tinggi menambah tegangan pada linen, dapat memperbanyak lipatan pada kain sintetis yang panas, dan menambah beban ketidakseimbangan pada mesin. Karena itu, program untuk kain tertentu memakai ekstraksi yang lebih rendah, seperti dibahas di bab tekstil dan bab pengeringan.

    Keseimbangan dan distribusi beban

    Sebelum ekstraksi, mesin memutar drum sedikit di atas kecepatan kritis, pada faktor G sekitar 1 sampai 2 sebagai gambaran, agar linen menempel merata di dinding. Tahap ini disebut distribusi. Bila linen menggumpal di satu sisi, massa yang tidak seimbang berputar pada jari-jari drum dan menghasilkan gaya yang naik sebanding kuadrat putaran. Pada mesin di atas 150 G, sensor ketidakseimbangan mendeteksi keadaan ini dan menurunkan putaran.

    Akibat praktisnya: beban yang sering tidak seimbang keluar dengan kadar air sisa lebih tinggi, walaupun program tidak berubah. Linen terasa lebih basah, pengering bekerja lebih lama, dan operator dapat mengira mesin rusak. Penyebab yang umum adalah benda tunggal besar yang menyerap banyak air, seperti keset, selimut, atau tirai tebal, dan muatan terlalu sedikit. Pencegahannya adalah memadukan benda besar dengan benda kecil sejenis, mengikuti faktor pengisian, dan mencatat pesan ketidakseimbangan pada log mesin agar polanya terlihat. Pernyataan tentang pola ini berasal dari pengetahuan umum pemeliharaan dan dicatat di peta sumber.

    Contoh kerja: faktor G dari diameter dan putaran

    Lembar data mesin 60 kg mencantumkan diameter drum 980 mm, putaran ekstraksi 630 rpm, dan faktor G 220. Periksa dengan rumus kerja:

    G≈6302×9801.789.000=396.900×9801.789.000≈217G \approx \frac{630^2 \times 980}{1.789.000} = \frac{396.900 \times 980}{1.789.000} \approx 217

    Hasil 217 sesuai dengan angka 220 pada lembar data, dengan selisih dari pembulatan. Kecepatan kritis drum yang sama adalah putaran yang membuat G=1G = 1:

    nkritis=1.789.000980≈42,7 rpmn_{\text{kritis}} = \sqrt{\frac{1.789.000}{980}} \approx 42{,}7\ \text{rpm}

    Putaran cuci drum ini harus di bawah sekitar 43 rpm agar kain jatuh. Bila drum lain berdiameter 1.300 mm diputar 550 rpm, G≈5502×1.300/1.789.000≈220G \approx 550^2 \times 1.300/1.789.000 \approx 220. Diameter yang lebih besar mencapai faktor G yang sama pada putaran lebih rendah; karena itu, perbandingan antarmesin memakai faktor G, bukan rpm.

    Contoh kerja: konsentrasi pada level rendah dan tinggi

    Beban 50 kg linen katun. Dosis alkali cuci utama 1,0 kg produk yang mengandung 25% natrium hidroksida. Level rendah memberi total air sekitar 200 L termasuk air yang terserap linen; level tinggi sekitar 400 L. Anggap seluruh natrium hidroksida larut merata.

    Massa NaOH =1,0×0,25=0,25= 1{,}0 \times 0{,}25 = 0{,}25 kg =250= 250 g. Konsentrasinya:

    Crendah=250200=1,25 g/L,Ctinggi=250400=0,625 g/LC_{\text{rendah}} = \frac{250}{200} = 1{,}25\ \text{g/L}, \qquad C_{\text{tinggi}} = \frac{250}{400} = 0{,}625\ \text{g/L}

    Dengan massa molar 40 g/mol, konsentrasi hidroksida pada level rendah sekitar 0,031 mol/L dan pada level tinggi 0,016 mol/L. Pada 25 °C, pH kira-kira 13,99+log⁡0,031≈12,513{,}99 + \log 0{,}031 \approx 12{,}5 dan 13,99+log⁡0,016≈12,213{,}99 + \log 0{,}016 \approx 12{,}2, sebelum dikurangi alkali yang terpakai kotoran dan diabaikan koefisien aktivitas.

    Angka ini adalah pH sampel yang didinginkan ke 25 °C; pada suhu cuci 60–70 °C, pKw\text{p}K_w sekitar 13 sehingga pH di dalam bak kira-kira satu satuan lebih rendah, seperti dibahas di bab pH dan pengukuran. pH hanya turun sekitar 0,3 satuan, tetapi cadangan alkali per liter turun separuh. Operator yang hanya membaca pH dapat mengira level tinggi tidak berpengaruh, padahal kemampuan larutan menahan pH saat bertemu kotoran asam turun separuh, dan bila surfaktan didosis dengan cara yang sama, konsentrasinya per liter juga turun separuh. Contoh ini menunjukkan mengapa cuci utama memakai level rendah dan mengapa kesalahan sensor level terlihat pertama kali sebagai hasil cuci yang menurun, bukan sebagai pH yang jauh berbeda.

    Contoh kerja: air yang harus diuapkan pengering

    Beban 60 kg handuk katun kering keluar dari mesin A dengan kadar air sisa 70% dan dari mesin B dengan 55%. Massa air yang dibawa ke pengering:

    mA=0,70×60=42 kg,mB=0,55×60=33 kgm_{\text{A}} = 0{,}70 \times 60 = 42\ \text{kg}, \qquad m_{\text{B}} = 0{,}55 \times 60 = 33\ \text{kg}

    Selisihnya 9 kg air per beban. Dengan kalor penguapan air sekitar 2,26 MJ/kg, yaitu nilai pada 100 °C (pada suhu pengering sedikit lebih besar, sekitar 2,3–2,4 MJ/kg), energi minimum untuk menguapkan selisih itu sekitar 9×2,26≈209 \times 2{,}26 \approx 20 MJ per beban, belum termasuk panas untuk menaikkan suhu linen dan udara serta kehilangan panas pengering, yang dibahas di bab pengeringan dan bab panas dan utilitas. Bila ruang cuci menjalankan 10 beban seperti ini per hari, selisihnya sekitar 90 kg air per hari yang harus diuapkan.

    Perhitungan ini juga menunjukkan kapan ekstraksi lebih tinggi tidak memberi banyak. Bila linen sudah keluar di 50%, menurunkannya ke 48% hanya mengurangi 1,2 kg air per beban 60 kg, sementara putaran yang lebih tinggi menambah tegangan pada linen dan mesin.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus bab ini dan angka lembar data yang sudah dikutip; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Semua pengukuran dilakukan dari luar mesin dengan panel tertutup, dan kunci pintu serta sensor tidak pernah dipintas.

    Contoh 1: kadar air sisa dari timbangan di laundry hotel. Teknisi laundry hotel menimbang 60,0 kg seprai katun kering sebelum dicuci, lalu 103,2 kg sesudah ekstraksi (angka latihan).

    RM=103,2−60,060,0×100%=72%\text{RM} = \frac{103{,}2 - 60{,}0}{60{,}0} \times 100\% = 72\%

    Bila mesinnya setara dengan lembar data 60 kg di bab ini, acuannya 62% pada muatan penuh. Beban ini membawa 43,2 kg air ke pengering, 6,0 kg lebih banyak daripada 37,2 kg pada 62%. Langkah berikutnya mengikuti kunci latihan 4: log pesan ketidakseimbangan, putaran drum diukur dengan tachometer tanpa sentuh dari luar, dan waktu buang. Program dan sensor tidak diubah hanya untuk mengejar angka.

    Contoh 2: muatan setengah di laundry rumah sakit. Laundry rumah sakit mencuci 300 kg linen per hari di mesin 60 kg seperti lembar data di bab ini. Muatan penuh memerlukan 5 beban; kebiasaan setengah muatan memerlukan 10 beban.

    Vpenuh=5×485=2.425 LVsetengah=10×445=4.450 L\begin{aligned} V_\text{penuh} &= 5 \times 485 = 2.425\ \text{L}\\ V_\text{setengah} &= 10 \times 445 = 4.450\ \text{L} \end{aligned}

    Untuk linen yang sama, air naik 2.025 L per hari, sekitar 84%. Kadar air sisa lembar data juga naik dari 62% ke 68%, sehingga air yang dibawa ke pengering naik dari 0,62×300=1860{,}62 \times 300 = 186 kg menjadi 0,68×300=2040{,}68 \times 300 = 204 kg per hari. Beban sejenis digabung sampai faktor pengisian; bila setengah muatan tetap diperlukan, dosis disesuaikan terhadap air seperti di bab penskalaan dosis.

    Contoh 3: gaya ketidakseimbangan dari keset basah di hotel. Keset basah dicuci sendirian dan menggumpal di satu sisi drum, sehingga ada massa tak seimbang sekitar 4 kg di dinding drum (angka latihan). Massa itu mengalami percepatan GG kali gg, sehingga gayanya mengikuti hukum Newton di Bab 5 · Fisika tentang gaya dan energi:

    F=m G gFdistribusi=4×1,5×9,81≈59 NFekstraksi=4×220×9,81≈8.630 N\begin{aligned} F &= m\,G\,g\\ F_\text{distribusi} &= 4 \times 1{,}5 \times 9{,}81 \approx 59\ \text{N}\\ F_\text{ekstraksi} &= 4 \times 220 \times 9{,}81 \approx 8.630\ \text{N} \end{aligned}

    Pada 220 G gayanya hampir 150 kali gaya saat distribusi, setara berat benda sekitar 880 kg yang ikut berputar. Karena itu sensor ketidakseimbangan menurunkan putaran, dan linen keluar lebih basah. Keset dipadukan dengan benda kecil sejenis. Bila mesin bergeser atau berbunyi benturan, kondisi berhenti butir 2 berlaku, dan sensor tidak dinonaktifkan (butir 4).

    Salah tafsir yang sering muncul

    Salah tafsir pertama adalah menganggap kapasitas nominal dalam kilogram sebagai batas yang aman untuk semua linen. Kapasitas itu mewakili volume untuk katun pada faktor pengisian tertentu; linen yang mengembang memenuhi drum lebih dulu.

    Salah tafsir kedua adalah membandingkan mesin dari rpm ekstraksi. Faktor G bergantung pada diameter.

    Salah tafsir ketiga adalah menganggap level air hanya soal penghematan. Level menentukan konsentrasi, aksi mekanik, dan pengenceran bilasan.

    Salah tafsir keempat adalah menganggap linen basah dari mesin selalu tanda program salah. Ketidakseimbangan yang menurunkan putaran menghasilkan gejala yang sama.

    Salah tafsir kelima adalah mengharapkan mesin baru memperbaiki proses. Mesin memperkuat proses yang ada, termasuk kelemahannya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika memberi dasar putaran, torsi, dan transmisi daya. Bab 1 · Fluida & Termal memberi dasar tekanan yang dibaca sensor level. Bab 10 · Fisika memberi dasar kalor penguapan. Bab 5 · Fisika memberi dasar gaya dan percepatan untuk faktor G. Bab 1 · Keselamatan memberi dasar energi tersimpan dan kondisi berhenti. Bab 2 · Keselamatan memberi dasar isolasi energi dan izin kerja. Di rak Laundry, bab ini bersandar pada bab tekstil, kotoran dan noda, lima faktor, kimia pembersih, dan pH dan pengukuran, serta menjadi dasar bab arsitektur program, penskalaan dosis, pengeringan, dan panas dan utilitas.

    Dua bab baru rak Laundry berhubungan langsung dengan bab ini. Bab 33 membahas kode galat washer-extractor berkendali elektronik: kode dibaca sebagai pemeriksaan kendali yang tidak terpenuhi, termasuk batas waktu isi, buang, dan panas, sensor suhu dan sensor level dengan selang udaranya, serta kunci pintu bistabil dan sakelar level mekanis, lalu diuji dengan uji pembeda sebelum komponen diganti. Bab 34 membahas mesin cuci terowongan dan pemindah beban sebagai pembanding: linen dicuci dalam batch berurutan melalui deretan modul. Seperti di mesin cuci-peras, level air yang benar dan ukuran muatan yang tidak berlebih menjadi syarat proses; di terowongan keduanya, bersama rotasi silinder yang benar, menjadi syarat agar mesin tidak macet.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.

    1. Drum berdiameter 750 mm berputar 900 rpm pada ekstraksi. Hitung faktor G dan kecepatan kritisnya. Termasuk kelompok putaran normal atau putaran tinggi menurut angka acuan pada bab ini?
    2. Mesin dengan drum 450 L dipakai untuk handuk tebal. Hitung kapasitas nominal pada faktor pengisian 1:10, lalu jelaskan mengapa handuk tebal sering tidak boleh diisi sampai angka itu.
    3. Dosis 600 g produk alkali berkadar natrium hidroksida 30% dimasukkan pada total air 150 L. Setelah sensor level salah setel, total air menjadi 210 L. Hitung konsentrasi NaOH sebelum dan sesudah, dan jelaskan gejala yang paling mungkin terlihat lebih dulu.
    4. Sebuah mesin 220 G biasanya menghasilkan kadar air sisa 58% untuk seprai katun, tetapi selama seminggu linen keluar lebih basah dan pengering bekerja lebih lama. Susun dua hipotesis dan data pembeda untuk masing-masing.
    5. Beban 40 kg linen katun keluar pada kadar air sisa 75% dari mesin putaran normal. Bila dipindah ke mesin 300 G yang memberi 55%, berapa kilogram air per beban yang tidak lagi harus diuapkan, dan berapa energi penguapan minimumnya?
    6. Operator mengeluh noda tertinggal di tengah gulungan seprai pada beban pagi. Timbangan menunjukkan berat beban sesuai kapasitas. Jelaskan mengapa berat yang sesuai tidak menyingkirkan dugaan muatan lebih, dan bagaimana memeriksanya.

    Kunci jawaban beralasan

    1. G≈9002×750/1.789.000=810.000×750/1.789.000≈340G \approx 900^2 \times 750/1.789.000 = 810.000 \times 750/1.789.000 \approx 340. Kecepatan kritis n=1.789.000/750≈48,8n = \sqrt{1.789.000/750} \approx 48{,}8 rpm. Faktor G 340 termasuk kelompok putaran tinggi (220–425 G), sehingga kadar air sisa katun diperkirakan sekitar 50–60% menurut acuan pabrikan, dengan catatan bergantung pada kain dan muatan.
    2. 450/10=45450/10 = 45 kg. Handuk tebal mengembang dan memenuhi volume drum sebelum mencapai 45 kg. Bila diisi sampai berat nominal, ruang jatuh hilang, aksi mekanik turun, dan beban menjadi berat sekali setelah menyerap air, sehingga distribusi dan ekstraksi lebih sulit. Isi dinilai dari volume dengan menyisakan sekitar 20–30% ruang.
    3. NaOH =600×0,30=180= 600 \times 0{,}30 = 180 g. Sebelum: 180/150=1,2180/150 = 1{,}2 g/L; sesudah: 180/210≈0,86180/210 \approx 0{,}86 g/L, turun sekitar 29%. pH hanya turun sekitar log⁡(1,2/0,86)≈0,15\log(1{,}2/0{,}86) \approx 0{,}15 satuan sebelum pengaruh kotoran, sehingga gejala pertama yang paling mungkin adalah hasil cuci menurun pada beban kotor berat, misalnya noda minyak tertinggal, bukan pH yang tampak jauh berbeda. Pembeda: ukur volume air nyata atau periksa kalibrasi sensor level, lalu titrasi alkalinitas cuci utama.
    4. Hipotesis A: ekstraksi sering dibatasi karena ketidakseimbangan. Datanya: log pesan ketidakseimbangan atau putaran ekstraksi yang tercapai, dan hubungannya dengan jenis beban; bila linen basah hanya pada beban tertentu, misalnya yang berisi selimut, A menguat. Hipotesis B: putaran ekstraksi sendiri turun karena masalah penggerak, sabuk, atau parameter program. Datanya: ukur rpm drum pada ekstraksi dengan beban seprai biasa yang seimbang, memakai tachometer tanpa sentuh dari luar dengan semua panel tertutup, dan periksa parameter program; bila putaran rendah pada semua beban, B menguat. Hipotesis C: katup buang tersumbat sebagian sehingga air masih tertinggal di bak saat ekstraksi dimulai, yang menambah kadar air sisa dan ketidakseimbangan. Datanya: waktu buang yang memanjang atau air yang terlihat tersisa di bak sebelum putaran naik. Untuk ketiga hipotesis, timbang linen kering sebelum dicuci dan linen basah sesudah ekstraksi agar kadar air sisa nyata dapat dihitung dengan rumus di bagian ekstraksi.
    5. Air pada 75%: 0,75×40=300{,}75 \times 40 = 30 kg; pada 55%: 0,55×40=220{,}55 \times 40 = 22 kg. Selisih 8 kg per beban. Energi penguapan minimum ≈8×2,26≈18\approx 8 \times 2{,}26 \approx 18 MJ per beban, belum termasuk pemanasan dan kehilangan panas.
    6. Kapasitas nominal dalam kilogram mewakili volume katun pada faktor pengisian tertentu. Sprei yang tergulung dan menggumpal, atau beban yang dicampur dengan benda besar, dapat memenuhi drum dan menghilangkan ruang jatuh walaupun beratnya sesuai. Pemeriksaan: lihat isi drum saat mesin mulai, apakah tersisa sekitar 20–30% ruang; amati apakah kain terangkat dan jatuh atau hanya bergulir; ulangi dengan beban yang mengisi sekitar 80% volume drum dan bandingkan hasil noda. Bila beban lebih kecil menghilangkan gejala, muatan lebih terbukti; bila tidak, periksa faktor lain seperti level air dan dosis.

    Referensi

    Sumber luar

    • ISO 10472-2:1997, Safety requirements for industrial laundry machinery: Washing machines and washer-extractors (cuplikan)cdn.standards.iteh.ai
    • Hard-mount vs soft-mount washer extractor (sekunder, pemasok)flyingfishlaundry.com
    • Electrolux Laundry Systems, Project planning and calculating dimensionscomls.com.au
    • Lembar data mesin cuci-peras 60 kg, faktor pengisian 1:10laundrylux.com

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Drum berdiameter 750 mm berputar 900 rpm pada ekstraksi. Hitung faktor G dan kecepatan kritisnya. Termasuk kelompok putaran normal atau putaran tinggi menurut angka acuan pada bab ini?

    2

    Mesin dengan drum 450 L dipakai untuk handuk tebal. Hitung kapasitas nominal pada faktor pengisian 1:10, lalu jelaskan mengapa handuk tebal sering tidak boleh diisi sampai angka itu.

    3

    Dosis 600 g produk alkali berkadar natrium hidroksida 30% dimasukkan pada total air 150 L. Setelah sensor level salah setel, total air menjadi 210 L. Hitung konsentrasi NaOH sebelum dan sesudah, dan jelaskan gejala yang paling mungkin terlihat lebih dulu.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat