Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Physics · Chapter 11Quantitative

    By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Pemuaian termal dan perubahan fase: pemuaian, tegangan termal, kalor jenis, dan kalor laten

    Pipa air panas yang bengkok di antara dua klem, tangki pemanas yang meneteskan air dari katup pengaman setiap kali dipanaskan, dan luka bakar uap yang jauh lebih parah daripada luka bakar air mendidih punya dasar fisika yang sama: bahan memuai ketika dipanaskan, dan perubahan wujud menyerap atau melepas energi besar tanpa mengubah suhu. Bab ini membahas pemuaian panjang, luas, dan volume, pemuaian cairan dan gas, tegangan termal ketika pemuaian ditahan, cara mengakomodasi pemuaian, kalor jenis, kalor laten peleburan dan penguapan, titik didih yang bergantung pada tekanan, serta pengeringan dan pengembunan. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Seorang teknisi memasang pipa tembaga air panas sepanjang 20 m dari pemanas ke barisan mesin cuci, lurus dan dijepit kuat dengan klem setiap meter. Seminggu kemudian pipa itu melengkung keluar di antara dua klem, dan satu sambungan solder bocor. Pada hari yang sama, petugas mengeluh bahwa katup pengaman tangki pemanas 200 liter meneteskan air setiap pagi ketika pemanas mulai bekerja.

    Tidak ada komponen yang cacat. Pipa tembaga 20 m yang dipanaskan dari suhu ruang ke air panas memanjang sekitar 2 cm, dan klem yang kuat tidak memberinya tempat. Air dalam tangki 200 liter memuai sekitar 3 liter ketika dipanaskan, dan air itu harus keluar ke suatu tempat. Bab ini menjelaskan pemuaian termal dan perubahan wujud, dua gejala panas yang paling sering merusak instalasi dan melukai orang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas suhu dan kesetimbangan termal secara ringkas, pemuaian zat padat, cairan, dan gas, tegangan termal, cara mengakomodasi pemuaian, kalor jenis, kalor laten, titik didih yang bergantung pada tekanan, serta penguapan dan pengembunan. Untuk pipa plastik, perhitungan nyata memakai data pabrik pipanya.

    Bab 10 tentang kalor, suhu, dan perpindahan panas membahas jalur perpindahan panas dan memakai simbol CC untuk energi per kenaikan suhu; bab ini memakai C=mcC = mc dengan notasi yang sama. Hukum gas dibahas di Bab 15 tentang gas ideal dan teori kinetik. Pengeringan linen dibahas lengkap di Bab 15 · Laundry tentang pengeringan dan finishing, dan sistem uap terpasang di Bab 1 · Utilitas tentang uap, udara tekan, air proses, dan neraca utilitas.

    Suhu dan kesetimbangan termal

    Dua benda yang bersentuhan bertukar energi panas sampai suhunya sama. Kesetimbangan termal (thermal equilibrium) adalah keadaan ketika pertukaran itu berhenti, dan dua benda dalam kesetimbangan termal satu sama lain punya suhu yang sama. Prinsip ini adalah dasar termometer: termometer mencapai kesetimbangan dengan benda yang diukur, lalu menunjukkan suhunya sendiri.

    Perhitungan pemuaian dan kalor memakai selisih suhu. Selisih 1 °C sama dengan selisih 1 K, sehingga ΔT\Delta T dapat ditulis dalam kedua satuan. Suhu mutlak dalam kelvin, T=t+273,15T = t + 273{,}15, baru diperlukan untuk hukum gas dan radiasi.

    Pemuaian panjang, luas, dan volume

    Hampir semua zat padat memanjang ketika dipanaskan, karena atom-atomnya bergetar lebih kuat dan rata-rata jaraknya bertambah. Untuk perubahan suhu yang tidak terlalu besar, pertambahan panjang sebanding panjang awal dan perubahan suhu:

    ΔL=α L0 ΔT\Delta L = \alpha\,L_0\,\Delta T

    dengan ΔL\Delta L pertambahan panjang dan L0L_0 panjang awal dalam satuan panjang yang sama, dan ΔT\Delta T kenaikan suhu dalam K. Koefisien muai panjang (coefficient of linear expansion) α\alpha adalah pertambahan panjang per satuan panjang awal per kelvin, dalam 1/K. Nilai yang sering dipakai: baja sekitar 12×10−612 \times 10^{-6}/K, tembaga sekitar 17×10−617 \times 10^{-6}/K, aluminium sekitar 23×10−623 \times 10^{-6}/K. Plastik pipa memuai jauh lebih besar; nilainya bervariasi menurut jenis dan merek, sehingga untuk perhitungan nyata dipakai data pabrik pipanya.

    Angka-angka itu tampak sangat kecil, tetapi panjang pipa dan rel di lapangan besar. Pipa baja 20 m yang dipanaskan 60 K memanjang 14,4 mm, dan pipa tembaga yang sama 20,4 mm, seperti di kasus pembuka.

    Benda memuai ke segala arah. Untuk bahan yang sifatnya sama ke segala arah, luas memuai dengan koefisien sekitar 2α2\alpha dan volume dengan koefisien β≈3α\beta \approx 3\alpha:

    ΔV=β V0 ΔT\Delta V = \beta\,V_0\,\Delta T

    dengan ΔV\Delta V pertambahan volume, V0V_0 volume awal, dan β\beta koefisien muai volume dalam 1/K. Lubang pada pelat juga membesar ketika pelat dipanaskan, seolah-olah lubang itu terbuat dari bahan pelat. Pemasangan susut (shrink fit) memakai sifat itu: cincin atau bantalan dipanaskan sampai lubangnya cukup besar untuk dimasukkan ke poros, lalu mencengkeram kuat ketika dingin. Sebaliknya, tutup logam yang macet pada botol kaca lebih mudah dibuka setelah direndam air panas, karena logam memuai lebih besar daripada kaca.

    Pemuaian cairan dan gas

    Cairan hanya dapat dibahas dengan pemuaian volume, dan koefisiennya jauh lebih besar daripada logam. Air punya perilaku khusus: dari 0 °C sampai sekitar 4 °C air menyusut ketika dipanaskan, dan baru memuai di atas 4 °C. Massa jenis air paling besar di sekitar 4 °C. Di atas suhu itu, pemuaian air bertambah cepat seiring kenaikan suhu. Untuk perhitungan tangki air panas, cara yang paling teliti adalah memakai massa jenis air pada kedua suhu dari tabel, seperti di Contoh 2, daripada satu koefisien.

    Air yang memuai dalam sistem tertutup tidak punya tempat. Karena air hampir tidak dapat dimampatkan, tekanan naik dengan cepat sampai katup pengaman membuka atau sesuatu bocor. Bejana ekspansi (expansion vessel) adalah bejana berisi bantalan udara atau gas di balik membran yang menampung tambahan volume itu, sehingga tekanan naik hanya sedikit. Katup pengaman yang meneteskan air setiap kali pemanas mulai bekerja sering menandakan bejana ekspansi yang tidak ada, terlalu kecil, atau bantalan udaranya hilang.

    Gas memuai jauh lebih besar lagi. Gas cenderung memuai sangat berarti ketika dipanaskan, dan pemuaian gas harus dibahas bersama hukum-hukum gas, yaitu hukum Boyle dan Charles. Gas pada tekanan tetap memuai sekitar 1/273 volumenya per kelvin di dekat 0 °C, jauh lebih besar daripada cairan atau padatan. Bab 15 tentang gas ideal dan teori kinetik membahas hubungan tekanan, volume, dan suhu gas.

    Tegangan termal bila pemuaian ditahan

    Bila batang dicegah memanjang, misalnya dijepit di kedua ujungnya, pemuaian yang tertahan menjadi tegangan di dalam bahan. Tegangan termal (thermal stress) adalah tegangan itu, dan besarnya sama dengan tegangan yang diperlukan untuk menekan batang kembali sepanjang ΔL\Delta L:

    σ=E α ΔT\sigma = E\,\alpha\,\Delta T

    dengan σ\sigma tegangan dalam pascal dan EE modulus elastisitas bahan dalam pascal. Panjang batang tidak muncul dalam rumus. Batang baja pendek atau panjang yang dijepit sempurna dan dipanaskan 60 K menerima tegangan yang sama, sekitar 144 MPa dengan E=200E = 200 GPa, angka yang sudah mendekati batas tegangan izin baja konstruksi umum. Dalam praktik klem tidak sempurna kaku, sehingga tegangan nyata lebih kecil, tetapi gaya yang diterima klem, tumpuan, dan sambungan tetap besar. Pipa yang dijepit lurus akan melengkung di tempat yang paling lemah, atau sambungannya bocor, seperti di kasus pembuka. Bab 1 · Material tentang struktur material, korosi, dan kegagalan membahas kegagalan bahan.

    Tegangan termal juga muncul tanpa jepitan luar, bila bagian-bagian satu benda bersuhu berbeda. Kaca tebal yang disiram air dingin ketika panas dapat retak karena permukaannya menyusut lebih cepat daripada bagian dalamnya.

    Memberi tempat bagi pemuaian

    Pemuaian tidak dapat dicegah; yang dapat dilakukan adalah memberinya tempat. Cara yang dipakai di lapangan:

    • Lengkung atau loop ekspansi pada pipa panjang, sehingga pemanjangan diserap oleh lenturan pipa.
    • Sambungan ekspansi seperti bellows atau sambungan geser.
    • Tumpuan geser yang menahan berat pipa tetapi membiarkan pipa bergerak memanjang, dengan satu titik jangkar di tempat yang dipilih.
    • Celah pada rel, panel, dan lantai. Pemuaian pada oven besar umumnya diakomodasi dengan sambungan panel teleskopik di dinding dan langit-langit.
    • Bejana ekspansi untuk air dalam sistem tertutup.

    Pada pipa tembaga 20 m di kasus pembuka, satu lengkung ekspansi atau tumpuan geser dengan satu titik jangkar di tengah membuat setiap separuh pipa cukup bergerak 10 mm.

    Pemuaian juga dimanfaatkan. Termostat bimetal terdiri atas dua logam dengan koefisien muai berbeda yang direkatkan; ketika dipanaskan, keping itu melengkung ke arah logam yang memuai lebih sedikit dan membuka atau menutup kontak. Banyak pengaman suhu lebih pada pemanas dan pengering memakai prinsip ini.

    Kalor jenis dan kalor laten

    Energi yang diperlukan untuk menaikkan suhu suatu benda sebanding massa, kenaikan suhu, dan sifat bahannya:

    Q=m c ΔT=C ΔTQ = m\,c\,\Delta T = C\,\Delta T

    dengan QQ energi dalam joule, mm massa dalam kilogram, dan ΔT\Delta T kenaikan suhu dalam K. Kalor jenis (specific heat) cc adalah energi untuk menaikkan suhu 1 kg bahan sebesar 1 K, dalam J/(kg·K), dan C=mcC = mc adalah kapasitas kalor benda dalam J/K, besaran yang di Bab 10 tentang kalor, suhu, dan perpindahan panas disebut kapasitas termal dengan simbol yang sama. Air punya kalor jenis besar, sekitar 4,18 kJ/(kg·K), nilai yang juga dipakai di bab lain buku ini. Artinya air menyimpan banyak energi untuk setiap derajat, sehingga pemanasan air proses adalah salah satu pemakai energi terbesar di laundry dan dapur komersial, dan air panas yang tumpah menyimpan banyak energi untuk melukai.

    Logam punya kalor jenis jauh lebih kecil; baja sekitar 0,46 kJ/(kg·K). Drum baja yang berat karena itu cepat panas dan cepat dingin dibandingkan air di dalamnya.

    Ketika es dipanaskan pada tekanan atmosfer, suhunya naik sampai 0 °C, lalu berhenti naik selama es mencair walaupun pemanasan berlanjut. Setelah semua es mencair, suhu air naik lagi sampai 100 °C, berhenti lagi selama air mendidih, dan baru naik setelah semua menjadi uap. Energi yang masuk selama suhu tetap dipakai untuk mengubah wujud, bukan untuk menaikkan suhu. Kalor laten (latent heat) adalah energi yang diserap atau dilepas per kilogram selama perubahan wujud tanpa perubahan suhu:

    Q=m LQ = m\,L

    dengan LL kalor laten dalam J/kg. Untuk air, kalor laten lebur sekitar 334 kJ/kg, dan kalor laten penguapan sekitar 2.257 kJ/kg pada 100 °C, nilai yang dibulatkan menjadi 2,26 MJ/kg di Bab 15 · Laundry tentang pengeringan dan finishing. Kalor laten penguapan jauh lebih besar daripada energi untuk memanaskan air dari 0 sampai 100 °C, yang hanya 418 kJ/kg.

    Arah sebaliknya melepas energi yang sama. Uap yang mengembun melepaskan kalor laten penguapannya. Itulah sebabnya uap memanaskan setrika rol dan penukar panas dengan sangat efektif, dan sebabnya luka bakar uap jauh lebih parah daripada luka bakar air pada suhu yang sama: uap yang mengembun di kulit melepaskan kalor laten sebelum air hasil embunnya mulai mendingin, seperti di Contoh 4.

    Titik didih bergantung pada tekanan

    Air mendidih pada 100 °C hanya pada tekanan sekitar 1 atm. Pada tekanan lebih tinggi, titik didihnya naik; pada tekanan lebih rendah, titik didihnya turun. Menurut tabel uap, untuk tekanan mutlak: 0,5 bar sekitar 81 °C, 1,013 bar 100 °C, 2 bar sekitar 120 °C, 3 bar sekitar 134 °C. Bab 9 tentang fluida statis menjelaskan perbedaan tekanan mutlak dan tekanan ukur, yang penting di sini karena tabel uap memakai tekanan mutlak.

    Ketel uap dan sterilisator memanfaatkan sifat ini untuk memperoleh uap atau air di atas 100 °C. Sifat yang sama berbahaya: air bertekanan di atas 100 °C yang tiba-tiba dibuka ke atmosfer langsung mendidih dan menyembur sebagai uap, misalnya ketika tutup bejana bertekanan dibuka sebelum tekanannya turun. Di dataran tinggi, air mendidih di bawah 100 °C. Pada sisi isap pompa, tekanan yang rendah dapat membuat air panas mendidih di dalam pompa. Kavitasi (cavitation) adalah gejala mendidihnya cairan di dalam pompa karena tekanan sisi isap yang rendah itu, dan dibahas di Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, penukar panas, dan batas operasi. Pendidihan cairan di dalam pipa tegak juga dipakai sebagai dasar penukar panas.

    Penguapan, pengeringan, dan pengembunan

    Air juga menguap di bawah titik didihnya, dari permukaan, selama udara di atasnya belum jenuh uap air. Penguapan itu tetap memerlukan kalor laten, sekitar 2,3 MJ/kg pada suhu pengering, dan energi itu diambil dari lingkungan. Kulit yang basah terasa dingin karena alasan ini. Pengering pakaian harus memasok kalor laten itu untuk setiap kilogram air yang dikeluarkan dari linen, sehingga kadar air sisa setelah ekstraksi menentukan energi pengeringan, seperti dibahas di Bab 15 · Laundry tentang pengeringan dan finishing dan di Contoh 5.

    Uap air yang bertemu permukaan yang lebih dingin mengembun dan melepas kalor lateninya ke permukaan itu. Dinding dan langit-langit yang dingin di ruang laundry yang lembap menjadi basah karena pengembunan, dan saluran pembuangan pengering yang terlalu panjang dan dingin mengumpulkan air embun. Ventilasi dan isolasi mengatasi gejala itu dari dua sisi: mengurangi uap air di udara, atau menjaga permukaan tetap hangat.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: pipa plastik. Pipa plastik 10 m dengan koefisien muai 70×10−670 \times 10^{-6}/K dipanaskan dari 20 °C ke 45 °C. Pemanjangannya 70×10−6×10×25=17,570 \times 10^{-6} \times 10 \times 25 = 17{,}5 mm, lebih besar daripada pipa baja dua kali lebih panjang pada kenaikan suhu yang lebih besar. Itulah sebabnya pipa plastik air hangat memerlukan klem yang membiarkan gerak memanjang.

    Contoh 2: air tangki pemanas yang memuai. Tangki 200 L berisi air pada 15 °C (massa jenis 999,1 kg/m³) dipanaskan ke 60 °C (983,2 kg/m³). Massa air tetap, sehingga volumenya menjadi 200×999,1/983,2=203,2200 \times 999{,}1/983{,}2 = 203{,}2 L. Sebanyak 3,2 L air harus ditampung bejana ekspansi atau keluar melalui katup pengaman. Kedua massa jenis itu dibaca dari tabel air.

    Contoh 3: energi memanaskan tangki. Air 200 kg dipanaskan dari 15 °C ke 60 °C memerlukan 200×4,18×45=37.620200 \times 4{,}18 \times 45 = 37.620 kJ, sekitar 10,5 kWh. Dengan pemanas 6 kW tanpa rugi, waktunya sekitar 105 menit. Rugi panas ke lingkungan memperpanjang waktu itu.

    Contoh 4: luka bakar uap dan air. Uap 10 g pada 100 °C yang mengembun di kulit lalu mendingin ke 37 °C melepaskan 10×2,257=22,610 \times 2{,}257 = 22{,}6 kJ dari pengembunan ditambah 10×4,18×63/1000=2,610 \times 4{,}18 \times 63/1000 = 2{,}6 kJ dari pendinginan, total 25,2 kJ. Air 10 g pada 100 °C yang mendingin ke 37 °C hanya melepaskan 2,6 kJ, sekitar sepersepuluhnya.

    Contoh 5: air yang harus diuapkan pengering. Muatan linen kering 25 kg keluar dari ekstraksi dengan kadar air sisa 50 persen massa kering, berarti membawa 12,5 kg air. Energi minimum untuk menguapkannya 12,5×2,3=28,812{,}5 \times 2{,}3 = 28{,}8 MJ, sekitar 8,0 kWh. Dengan kadar air sisa 60 persen, airnya 15 kg dan energi minimum 9,6 kWh. Energi nyata lebih besar, seperti dibahas di Bab 15 · Laundry tentang pengeringan dan finishing.

    Contoh 6: uap untuk setrika rol. Setrika rol memakai 50 kg/jam uap yang mengembun pada tekanan kerja dengan kalor laten sekitar 2.048 kJ/kg (nilai tabel uap untuk sekitar 8 bar mutlak). Energi yang dilepas 50×2,048=10250 \times 2{,}048 = 102 MJ per jam, setara sekitar 28 kW. Kalor laten penguapan berkurang ketika tekanan naik, sehingga nilai 2.257 kJ/kg pada 100 °C tidak dipakai untuk uap bertekanan.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada pengawas atau penanggung jawab peralatan, yang memutuskan kapan pekerjaan boleh dilanjutkan, bila:

    1. Bejana, ketel, atau tangki air panas bertekanan akan dibuka sebelum tekanannya turun ke atmosfer dan suhunya di bawah 100 °C. Air bertekanan di atas 100 °C mendidih seketika dan menyembur ketika dibuka.
    2. Katup pengaman tangki pemanas atau ketel disumbat, dilepas, atau dipasang dengan saluran buang yang tertutup. Pemuaian air dalam sistem tertutup menaikkan tekanan sangat cepat.
    3. Pipa atau saluran uap dikerjakan ketika masih panas atau masih tersambung ke sumber uap. Uap yang mengembun di kulit melepaskan energi jauh lebih besar daripada air panas; isolasi energi mengikuti Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, dan energi tersimpan.
    4. Pipa panjang dipasang tanpa rencana pemuaian, terutama pipa plastik untuk air hangat.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Pemuaian logam terlalu kecil untuk diperhitungkan.

    Why is it wrong?

    Koefisiennya kecil, tetapi panjang dan kenaikan suhu di lapangan besar. Pipa 20 m dapat memanjang 2 cm.

    Common misconception

    Tegangan termal lebih besar pada batang yang lebih panjang.

    Why is it wrong?

    Untuk batang yang dijepit sempurna, tegangan tidak bergantung panjang; yang bergantung panjang adalah pemanjangan bila batang dibiarkan bebas. Batang baja yang dijepit dan dipanaskan 60 K menerima sekitar 144 MPa berapa pun panjangnya.

    Common misconception

    Suhu selalu naik bila benda dipanaskan.

    Why is it wrong?

    Selama perubahan wujud, energi masuk tanpa menaikkan suhu. Es pada 0 °C menyerap sekitar 334 kJ/kg selama mencair tanpa naik suhunya.

    Common misconception

    Uap 100 °C dan air 100 °C sama panasnya.

    Why is it wrong?

    Suhunya sama, tetapi uap membawa kalor laten yang dilepas ketika mengembun. Pada Contoh 4, 10 g uap melepaskan 25,2 kJ, sedangkan 10 g air hanya 2,6 kJ.

    Common misconception

    Air selalu mendidih pada 100 °C.

    Why is it wrong?

    Titik didih bergantung pada tekanan. Di dalam ketel bertekanan air dapat jauh di atas 100 °C tanpa mendidih.

    Common misconception

    Katup pengaman yang menetes itu rusak.

    Why is it wrong?

    Bisa jadi katupnya bekerja benar karena pemuaian air tidak punya tempat. Periksa bejana ekspansi sebelum mengganti katup.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 10 tentang kalor, suhu, dan perpindahan panas memberi dasar bab ini, dan bab ini memakai notasi CC yang sama. Bab 9 tentang fluida statis menjelaskan tekanan mutlak yang dipakai tabel uap. Bab 1 · Material tentang struktur material, korosi, dan kegagalan membahas kegagalan bahan akibat tegangan, Bab 15 · Laundry tentang pengeringan dan finishing membahas energi pengeringan, dan Bab 1 · Utilitas tentang uap, udara tekan, air proses, dan neraca utilitas membahas sistem uap terpasang. Bab 15 tentang gas ideal dan teori kinetik melanjutkan pemuaian gas, dan Bab 3 · Fluida & Termal tentang pompa, penukar panas, dan batas operasi membahas kavitasi. Loop dan sambungan muai pada pipa dibahas di Bab 9 · Fluida & Termal tentang muai, penyangga, dan getaran pipa, tangki muai dan katup pengaman di Bab 12 · Bangunan & Fasilitas tentang katup dan pengendalian air, tabel uap di Bab 3 · Utilitas tentang sifat uap dan tabel uap, dan luka bakar uap di Bab 8 · Keselamatan tentang panas, uap, dan permukaan panas.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan persamaan, satuan, dan nilai sifat bahan yang dipakai; nilai yang tidak tertulis di soal diambil dari bagian konsep bab ini.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Batang aluminium 3 m dipanaskan 40 K. Berapa pemanjangannya?

      See the worked solution

      ΔL=23×10−6×3×40=0,00276\Delta L = 23 \times 10^{-6} \times 3 \times 40 = 0{,}00276 m, sekitar 2,8 mm. Aluminium memuai hampir dua kali baja pada panjang dan kenaikan suhu yang sama, karena koefisiennya sekitar 23×10−623 \times 10^{-6}/K lawan 12×10−612 \times 10^{-6}/K.

    2. Mengapa rel konveyor panjang dan panel oven besar dipasang dengan celah atau sambungan teleskopik?

      See the worked solution

      Rel dan panel memuai ketika panas. Bila tidak diberi tempat, pemuaian yang tertahan menjadi tegangan termal yang melengkungkan rel, merusak sambungan, atau meretakkan panel. Celah dan sambungan teleskopik membiarkan bagian-bagian itu memanjang tanpa saling menekan.

    3. Berapa energi untuk memanaskan 50 L air dari 20 °C ke 80 °C dalam kJ dan kWh? Anggap massa 50 kg.

      See the worked solution

      Q=50×4,18×60=12.540Q = 50 \times 4{,}18 \times 60 = 12.540 kJ, sekitar 3,48 kWh. Energi dalam kJ dibagi 3.600 kJ per kWh; rugi panas ke lingkungan menambah energi nyata, seperti pada Contoh 3.

    4. Berapa energi untuk mencairkan 2 kg es pada 0 °C menjadi air 0 °C?

      See the worked solution

      Q=2×334=668Q = 2 \times 334 = 668 kJ, tanpa kenaikan suhu. Energi itu cukup untuk memanaskan 2 kg air dari 0 °C ke sekitar 80 °C.

    5. Sebuah sterilisator bekerja dengan uap jenuh pada 3 bar mutlak. Berapa kira-kira suhunya, dan berapa tekanan ukurnya?

      See the worked solution

      Sekitar 134 °C menurut tabel uap untuk 3 bar mutlak. Tekanan ukurnya sekitar 3−1,013≈23 - 1{,}013 \approx 2 bar.

    6. Pipa tembaga (E=110E = 110 GPa, α=17×10−6\alpha = 17 \times 10^{-6}/K) dijepit sempurna dan dipanaskan 50 K. Berapa tegangan termalnya?

      See the worked solution

      σ=110×109×17×10−6×50=93,5\sigma = 110 \times 10^9 \times 17 \times 10^{-6} \times 50 = 93{,}5 MPa. Tegangan sebesar itu dapat merusak sambungan solder dan melengkungkan pipa, seperti di kasus pembuka.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20262Revised to the chapter standard
    October 16, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Pemuaian termal dan perubahan fase: pemuaian, tegangan termal, kalor jenis, dan kalor laten. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/pemuaian-termal-dan-perubahan-fase-pemuaian-tegangan-termal-kalor-jenis-dan-kalor-laten

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Batang aluminium 3 m dipanaskan 40 K. Berapa pemanjangannya?

    2

    Mengapa rel konveyor panjang dan panel oven besar dipasang dengan celah atau sambungan teleskopik?

    3

    Berapa energi untuk memanaskan 50 L air dari 20 °C ke 80 °C dalam kJ dan kWh? Anggap massa 50 kg.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    PreviousKalor, suhu, dan perpindahan panas

    Reading order by shelf: Physics · Chapter 10.

    Same disciplineGaya, usaha, dan energi

    Bab lain dalam Fisika Teknik.