Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Physics · Chapter 39Quantitative

    By Kurnia · Published October 22, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 20 min read

    Elektron dalam zat padat dan superkonduktivitas: ikatan kristal dan energi kisi, model elektron bebas dan energi Fermi, suhu kritis dan efek Meissner, magnet MRI, dan klaim superkonduktor suhu ruang

    Teknisi gedung rumah sakit yang datang memperbaiki lampu di ruang MRI ditahan di pintu karena magnetnya selalu menyala, walaupun listrik gedung sempat padam. Bab ini menjelaskan energi kisi kristal ion dan konstanta Madelung, model elektron bebas dan energi Fermi sebagai alasan logam menghantar, serta ringkasan pita energi yang merujuk Bab 26. Bagian berikutnya membahas superkonduktivitas: suhu kritis, resistansi nol, efek Meissner, medan kritis, jenis I dan II, pasangan Cooper, superkonduktor suhu tinggi dan nitrogen cair, klaim superkonduktor suhu ruang bertanggal, serta magnet MRI dan quench. Keselamatan zona magnet dan cairan kriogenik ditulis sebagai batas wewenang, lalu enam contoh kerja dan enam latihan berkunci menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Teknisi gedung sebuah rumah sakit diminta memperbaiki dua lampu panel yang berkedip di ruang pemindai MRI. Ia datang membawa tangga lipat, obeng, dan tang. Petugas MRI menahannya di pintu: magnet selalu menyala, walaupun pemindai tidak dipakai dan listrik gedung sempat padam semalam. Pekerjaan dijadwalkan ulang di bawah pengawasan petugas, dan teknisi itu pulang dengan tiga pertanyaan. Bagaimana magnet tetap menyala tanpa listrik? Mengapa ada pipa berlabel peringatan di atap, tepat di atas ruang MRI? Mengapa tabung nitrogen cair di laboratorium sebelah juga bertanda bahaya? Jawabannya ada pada perilaku elektron di dalam zat padat.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas energi kisi, energi Fermi, ringkasan pita, superkonduktivitas, magnet MRI, klaim superkonduktor suhu ruang, dan batas wewenang di sekitar magnet dan kriogen. Jenis ikatan ada di Bab 4 · Kimia tentang ikatan kimia, sel satuan logam di Bab 9 · Material tentang struktur kristal, doping dan dioda di Bab 26 tentang semikonduktor, dan bahan feromagnetik di Bab 19 tentang medan magnet. Bab ini tidak memberi izin masuk zona magnet MRI dan tidak mengajarkan penanganan cairan kriogenik; keduanya wewenang petugas yang ditunjuk rumah sakit dan teknisi pabrik.

    Ikatan kristal dan energi kisi

    Ikatan ion terbentuk karena elektron berpindah, ikatan kovalen karena elektron dibagi, dan ikatan van der Waals karena tarikan molekul terpolarisasi yang jauh lebih lemah. Memindahkan elektron dari natrium ke klor memerlukan energi, lalu kedua ion saling tarik dengan energi Coulomb Ucoul=−ke2/r0U_{coul}=-ke^2/r_0, dengan ke2=1,440ke^2=1{,}440 eV nm dan r0r_0 jarak antarion (nm). Bila terlalu dekat, awan elektron inti bertumpang tindih dan prinsip larangan Pauli menimbulkan tolakan UexU_{ex}.

    Konstanta Madelung (Madelung constant) adalah faktor geometri kristal yang menjumlahkan tarikan dan tolakan dari seluruh ion di sekitar satu ion. Pada NaCl, satu Na⁺ dikelilingi enam Cl⁻ pada jarak rr, dua belas Na⁺ pada 2 r\sqrt{2}\,r, delapan Cl⁻ pada 3 r\sqrt{3}\,r, dan seterusnya; deret α=6−12/2+8/3−⋯\alpha=6-12/\sqrt{2}+8/\sqrt{3}-\cdots konvergen lambat ke 1,7476. Dengan tolakan A/rnA/r^n dan syarat energi minimum, energi per pasangan ion menjadi:

    Udiss=α ke2r0(1−1n)U_{diss}=\frac{\alpha\,ke^2}{r_0}\left(1-\frac{1}{n}\right)

    dengan UdissU_{diss} dalam eV per pasangan ion dan nn konstanta tolakan tanpa satuan, sekitar 8 untuk NaCl. Energi kisi (lattice energy) adalah energi yang diperlukan untuk memisahkan kristal ion menjadi ion-ion bebas, dinyatakan per pasangan ion atau per mol. Hasil ukurnya untuk beberapa kristal:

    KristalLiFNaFNaClKClCsI
    Energi kisi (kJ/mol)1.036923787715604

    Ion yang lebih kecil memberi r0r_0 lebih kecil dan energi kisi lebih besar. Ikatan kuat ini membuat kristal ion keras, baru menguap pada 1.000 sampai 2.000 K, bening karena foton tampak paling energik, sekitar 3,1 eV, tidak cukup mengeksitasi elektronnya, penghantar yang buruk, dan sering larut dalam air. Ikatan logam lebih lemah, dengan energi disosiasi 1 sampai 3 eV.

    Model elektron bebas

    Model elektron bebas (free electron model) adalah model logam yang memperlakukan elektron valensi sebagai gas yang bergerak bebas di dalam sebongkah logam, tanpa saling berinteraksi tetapi tetap mematuhi prinsip larangan Pauli. Logam dimodelkan sebagai kotak tiga dimensi berdinding tak berhingga. Untuk kubus bersisi LL (m):

    E=π2ℏ22meL2(nx2+ny2+nz2)E=\frac{\pi^2\hbar^2}{2m_eL^2}\left(n_x^2+n_y^2+n_z^2\right)

    dengan ℏ\hbar tetapan Planck tereduksi (J s), mem_e massa elektron (kg), dan nxn_x, nyn_y, nzn_z bilangan bulat positif. Setiap pasangan bilangan kuantum menampung dua elektron, spin atas dan bawah. Satu sentimeter kubik logam berisi sekitar 102210^{22} keadaan terisi, dengan jarak antartingkat yang sangat kecil (Contoh 2), sehingga tingkatnya tampak sinambung. Kerapatan keadaan, yaitu jumlah keadaan per satuan energi, sebanding dengan E\sqrt{E}.

    Energi Fermi: mengapa logam menghantar

    Pada 0 K, elektron mengisi tingkat dari yang terendah, dua per keadaan, sampai semua mendapat tempat. Energi Fermi (Fermi energy) adalah energi tertinggi yang terisi elektron di dalam logam pada suhu nol mutlak.

    EF=h28me(3nπ)2/3TF=EFkBE_F=\frac{h^2}{8m_e}\left(\frac{3n}{\pi}\right)^{2/3}\qquad T_F=\frac{E_F}{k_B}

    dengan hh tetapan Planck (J s), nn kerapatan elektron konduksi (per m³), TFT_F suhu Fermi (K), dan kBk_B tetapan Boltzmann (J/K). Nilainya untuk tiga logam:

    LogamElektron konduksi (102810^{28} per m³)EFE_F (eV)
    Aluminium18,111,7
    Tembaga8,477,00
    Perak5,865,49

    Suhu Fermi perak sekitar 63.700 K, jauh di atas titik leleh logam dan kira-kira 210 kali suhu ruang; larangan Pauli memaksa elektron menempati tingkat tinggi bahkan pada 0 K.

    Medan listrik memberi energi kinetik dengan memindahkan elektron ke keadaan yang sedikit lebih tinggi, dan itu hanya mungkin bila ada keadaan kosong. Pada logam, keadaan kosong ada tepat di atas energi Fermi, sehingga sifat listrik ditentukan elektron paling energik di sekitarnya, sedangkan elektron jauh di bawahnya terkunci. Gerak acaknya sekitar 1,6×1061{,}6\times10^6 m/s pada tembaga (Contoh 1), tetapi medan hanya menambah kecepatan hanyut berorde 10−410^{-4} m/s. Resistansi timbul dari tumbukan dengan kisi yang bergetar, sehingga resistivitas tembaga naik bersama suhu; Bab 1 · Kelistrikan & Kendali tentang tegangan, arus, resistansi, dan daya memakainya dalam rangkaian.

    Pita energi secara ringkas

    Model elektron bebas menganggap potensial di dalam logam tetap, menganggap permukaan sebagai penghalang mutlak, dan tidak menjelaskan beda konduktor, semikonduktor, dan isolator. Bila NN atom didekatkan, setiap tingkat atom terbelah menjadi NN tingkat rapat yang membentuk pita, dipisahkan celah. Pita teratas berisi elektron hanya terisi sebagian pada konduktor, dan penuh pada isolator. Semikonduktor mirip isolator dengan celah kecil: celah silikon 1,14 eV dan intan 5,48 eV, sedangkan Bab 26 tentang fisika semikonduktor memakai 1,12 eV untuk silikon dan membahas doping, sambungan p-n, serta dioda.

    Superkonduktivitas: hambatan nol dan suhu kritis

    Pada 1911, Heike Kamerlingh Onnes mendinginkan merkuri dengan helium cair dan mendapati resistansinya mendadak nol di dekat 4,2 K. Superkonduktivitas (superconductivity) adalah keadaan sebagian bahan yang resistansinya menjadi nol dan yang mengusir medan magnet dari bagian dalamnya ketika didinginkan di bawah suhu tertentu. Suhu kritis (critical temperature) adalah suhu tertinggi tempat suatu bahan masih bersifat superkonduktor.

    Arus di dalam simpul superkonduktor terus beredar tanpa sumber tegangan dan teramati bertahan bertahun-tahun, sedangkan tembaga, perak, dan emas justru tidak superkonduktor. Suhu kritis dan medan kritis beberapa bahan:

    BahanJenisTcT_c (K)Medan kritis pada 0 K (T)Pendingin cair yang cukup
    TimbalI7,20,080helium
    NbTiII9,315helium
    Nb₃SnII1825helium
    YBa₂Cu₃O₇II92lebih dari 100nitrogen

    Kolom terakhir membandingkan TcT_c dengan helium cair 4,2 K dan nitrogen cair 77 K.

    Efek Meissner, medan kritis, serta jenis I dan II

    Efek Meissner (Meissner effect) adalah pengusiran medan magnet dari bagian dalam bahan ketika bahan berubah menjadi superkonduktor. Magnet kecil dapat melayang stabil di atas superkonduktor karena efek ini. Efek Meissner tidak mengikuti dari resistansi nol saja: resistansi nol membuat medan listrik di dalam bahan nol, sehingga menurut hukum Faraday fluks di dalamnya tidak dapat berubah dan semestinya terkurung, bukan terusir.

    Medan magnet kritis (critical magnetic field) adalah kuat medan magnet terbesar yang masih memungkinkan suatu bahan tetap superkonduktor pada suhu tertentu. Pendekatannya:

    Bc(T)=Bc(0)[1−(TTc)2]B_c(T)=B_c(0)\left[1-\left(\frac{T}{T_c}\right)^2\right]

    dengan Bc(0)B_c(0) medan kritis pada 0 K (T) dan TT suhu kerja (K). Medan kritis adalah batas yang merusak superkonduktivitas, bukan medan yang diperlukan untuk menghasilkannya. Arus kawat membangkitkan medan di permukaannya, sehingga arus pun dibatasi (Contoh 3).

    Superkonduktor jenis I umumnya unsur seperti aluminium dan merkuri, dengan medan kritis jauh di bawah satu tesla, sehingga tidak cocok untuk magnet kuat. Superkonduktor jenis II (type II superconductor) adalah superkonduktor, umumnya senyawa atau paduan, yang mempunyai dua medan kritis dan di antara keduanya membiarkan sebagian fluks menembus sebagai filamen normal tanpa kehilangan resistansi nol. Bahan diamagnetik sempurna di bawah Bc1B_{c1} dan normal di atas Bc2B_{c2}; karena Bc2B_{c2} sangat besar, kawat jenis II dipakai untuk lilitan magnet medan tinggi.

    Pasangan Cooper dan teori BCS

    John Bardeen, Leon Cooper, dan J. Robert Schrieffer menyusun teori BCS pada 1950-an dan menerima Hadiah Nobel 1972. Pasangan Cooper (Cooper pair) adalah dua elektron berspin berlawanan yang terikat lemah melalui interaksinya dengan kisi kristal di dalam superkonduktor.

    Elektron pertama yang lewat sedikit menarik ion positif ke arahnya, dan elektron kedua tertarik ke daerah yang lebih positif itu. Kopling ini disebut interaksi fonon, dan pasangannya berperilaku mirip boson. Di antara dua elektron satu pasangan terdapat sekitar sejuta elektron lain, sehingga semua pasangan bergerak serempak.

    Pembentukan pasangan membuka celah energi sekitar 10−310^{-3} eV di sekitar energi Fermi. Kisi hanya dapat menghamburkan pasangan dengan memecahnya, dan di bawah suhu kritis energi termal tidak cukup, sehingga pasangan mengalir tanpa hambatan. Tembaga dan perak diduga tidak superkonduktor karena interaksi elektron dengan kisinya paling lemah. Teori BCS dapat memodelkan jenis I dan sebagian jenis II, dan arus super juga dapat menembus isolator tipis di antara dua superkonduktor pada sambungan Josephson. Gejala menembus penghalang dibahas di Bab 31 tentang efek terowongan, dan SQUID di Bab 34 tentang sensor kuantum.

    Superkonduktor suhu tinggi dan klaim suhu ruang

    Suhu kritis naik perlahan: niobium nitrida 16 K pada 1941 dan vanadium-silikon 17,5 K pada 1953. Lalu tim Ching Wu Chu di Universitas Houston membuat keramik itrium barium tembaga oksida (YBCO) yang rapuh dengan Tc=92T_c=92 K, dekat titik didih nitrogen cair, pada 1986, tahun yang belum dicocokkan dengan makalah aslinya. Kuprat merkuri mencapai 134 K. Nitrogen cair 77 K jauh lebih melimpah dan murah daripada helium cair, yang harus terus diisi ulang karena menguap.

    Menurut pemberitaan, tim Universitas Houston melaporkan di jurnal PNAS pada 9 Maret 2026 suhu kritis 151 K pada tekanan udara biasa untuk kuprat merkuri Hg1223 yang fasenya distabilkan dengan pendinginan bertekanan, naik 18 K atau 13,5 persen dari rekor tahun 1993. Fase itu metastabil dan pemakaian praktisnya belum ditunjukkan; 151 K masih sekitar −122-122 °C.

    Pada 2023, bahan LK-99 diklaim lewat pracetak sebagai superkonduktor suhu ruang; menurut pemberitaan, puluhan upaya replikasi gagal, dan bahan itu dinilai menarik tetapi bukan superkonduktor suhu ruang. Menurut pemberitaan pula, Nature pada 7 November 2023 menarik makalah Maret 2023 tentang lutesium hidrida berdoping nitrogen karena keberatan yang kredibel, substansial, dan belum terselesaikan; itu makalah ketiga kelompok yang sama yang ditarik. Per 22 Oktober 2026, bab ini tidak mencatat superkonduktor suhu ruang bertekanan biasa yang terkonfirmasi. Klaim baru diuji dengan empat pertanyaan: resistansi nol diukur empat titik, efek Meissner ditunjukkan, direplikasi kelompok lain, dan terbit di jurnal bertelaah tanpa penarikan.

    Magnet superkonduktor MRI

    Pada pemeriksaan MRI, pasien berbaring di meja yang digeser ke tengah solenoida besar berkawat superkonduktor; medannya mengubah orientasi spin proton, dan waktu kembalinya spin menjadi tanda jaringan. MRI tidak memakai radiasi berbahaya, dan magnet superkonduktor sepuluh kali lebih kuat daripada elektromagnet terkuat biasa. Medan pemindai klinis umumnya 1,5 T atau 3 T. Di dalam solenoida panjang B=μ0nIB=\mu_0 nI, dengan μ0=4π×10−7\mu_0=4\pi\times10^{-7} T m/A, nn lilitan per meter, dan II arus (A); kumparan tembaga untuk medan sebesar itu memboroskan ratusan kilowatt (Contoh 4).

    Arus persisten (persistent current) adalah arus yang terus beredar di dalam simpul superkonduktor tanpa sumber tegangan karena resistansinya nol. Setelah magnet diisi arus dan simpulnya ditutup, medan utama tidak memerlukan catu listrik, sehingga magnet tetap menyala ketika pemindai tidak dipakai atau listrik padam; listrik hanya diperlukan untuk pendingin dan elektronik.

    Medan menyimpan energi dengan kerapatan u=B2/(2μ0)u=B^2/(2\mu_0) (J/m³), dan kumparan berinduktansi LL (H) berarus II menyimpan U=12LI2U=\tfrac{1}{2}LI^2 (J). Energi tersimpan pada kumparan dibahas di Bab 11 · Kelistrikan & Kendali tentang magnet dan induksi.

    Quench (quench) adalah hilangnya superkonduktivitas secara mendadak pada magnet superkonduktor sehingga energi magnetnya berubah menjadi panas dan cairan helium mendidih cepat. Begitu sebagian lilitan menjadi normal, panas I2RI^2R menjalar dan energi tersimpan dilepas ke helium. Menurut pedoman institusi layanan kesehatan dan universitas, hampir separuh volume helium dapat mendidih sangat cepat dan membentuk uap putih di atas magnet.

    Zona magnet, kriogen, dan quench: batas wewenang

    Medan statis selalu ada, dan benda feromagnetik seperti baja ditarik ke arahnya (Bab 19 tentang medan magnet), dengan gaya yang naik tajam di dekat magnet karena bergantung pada perubahan medan terhadap jarak. Pedoman FDA tentang pelabelan alat medis di lingkungan MR meminta peringatan bahaya proyektil pada alat yang tidak aman di MR dan menyatakan batas pemakaian sebagai kuat medan statis maksimum, bukan jarak, karena medan berbeda antarsistem. Pedoman keselamatan MRI badan pengawas obat dan alat kesehatan Inggris (MHRA) edisi kelima, bertanggal Juli 2026, memuat bagian tentang akses terkendali.

    Versi MHRA yang lebih lama menempatkan batas daerah akses terkendali pada kontur 0,5 mT (5 gauss), dengan zona dalam 3 mT (30 gauss) di ruang pemindai untuk membatasi risiko proyektil. Kebijakan NHS Lothian menetapkan daerah itu secara setempat, dengan akses terbatas dan tanda peringatan di setiap pintu masuk.

    Cairan kriogenik (cryogenic liquid) adalah gas yang dicairkan pada suhu sangat rendah, seperti helium cair pada 4,2 K dan nitrogen cair pada 77 K. Menurut pedoman institusi layanan kesehatan dan universitas, bahayanya cedera dingin dan sesak napas, karena helium tidak berwarna dan tidak berbau; pengendaliannya pipa quench ke luar gedung, monitor oksigen beralarm di ruang kendali, dan kipas buang darurat. Penilaian risiko NHS Greater Glasgow and Clyde mencatat pipa quench berambu, berakses terbatas, dan diperiksa setiap tahun terhadap sumbatan. Tanggap daruratnya: keluarkan orang bila aman, keluar, dan jangan masuk kembali sebelum petugas fasilitas menyatakan aman. Satu liter helium cair menjadi sekitar 750 liter gas (Contoh 6), sehingga udara dapat kekurangan oksigen seperti di Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas. Alat pelindung kriogen dibahas di Bab 5 · Keselamatan tentang alat pelindung diri.

    Wewenangnya tegas: masuk daerah akses terkendali, memeriksa benda bawaan, mengisi helium, membuka bejana kriogen, dan menanggapi alarm oksigen adalah tugas petugas MRI yang ditunjuk rumah sakit dan teknisi pabrik. Teknisi gedung bekerja dengan izin kerja sesuai Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman dan izin kerja, hanya membawa benda yang sudah diperiksa, dan menjaga ujung pipa quench di atap tetap terbuka.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya atau berupa data bahan dan tetapan fisika, termasuk massa jenis dan kalor laten helium serta nitrogen cair.

    Contoh 1: Energi Fermi tembaga dan hanyut di kabel lampu. EF=(6,626×10−34)2/(8×9,109×10−31)×(3×8,47×1028/π)2/3=1,13×10−18E_F=(6{,}626\times10^{-34})^2/(8\times9{,}109\times10^{-31})\times(3\times8{,}47\times10^{28}/\pi)^{2/3}=1{,}13\times10^{-18} J =7,03=7{,}03 eV. Suhu Fermi 7,03/(8,617×10−5)=81.6007{,}03/(8{,}617\times10^{-5})=81.600 K, dan EFE_F kira-kira 272 kali kBT=0,02585k_BT=0{,}02585 eV pada 300 K. Kecepatan Fermi 2EF/me=1,57×106\sqrt{2E_F/m_e}=1{,}57\times10^6 m/s. Kabel 2,5 mm² berarus 10 A: vd=I/(neA)=10/(8,47×1028×1,602×10−19×2,5×10−6)=2,95×10−4v_d=I/(neA)=10/(8{,}47\times10^{28}\times1{,}602\times10^{-19}\times2{,}5\times10^{-6})=2{,}95\times10^{-4} m/s, sekitar 5,3 miliar kali lebih lambat. Pada arus searah, elektron perlu sekitar 9,4 jam untuk hanyut 10 m, tetapi lampu menyala seketika karena sinyalnya merambat jauh lebih cepat.

    Contoh 2: Jarak tingkat energi di kubus logam 2,0 cm. Untuk kubus logam bersisi 2,0 cm, E111=3π2ℏ2/(2meL2)=4,52×10−34E_{111}=3\pi^2\hbar^2/(2m_eL^2)=4{,}52\times10^{-34} J =2,82×10−15=2{,}82\times10^{-15} eV, dan E211E_{211} dua kali lipatnya, sehingga selisihnya juga 2,82×10−152{,}82\times10^{-15} eV. Energi termal 0,02585 eV sekitar 9,2×10129{,}2\times10^{12} kali selisih itu, sehingga tingkat energi tampak sinambung.

    Contoh 3: Kawat niobium di helium cair. Kawat Nb berjari-jari 0,25 mm pada 4,2 K membawa 300 A. Bc(4,2)=0,20×[1−(4,2/9,3)2]=0,159B_c(4{,}2)=0{,}20\times[1-(4{,}2/9{,}3)^2]=0{,}159 T, sedangkan medan di permukaan kawat μ0I/(2πa)=4π×10−7×300/(2π×2,5×10−4)=0,24\mu_0I/(2\pi a)=4\pi\times10^{-7}\times300/(2\pi\times2{,}5\times10^{-4})=0{,}24 T. Medan melebihi nilai kritis, sehingga kawat kembali normal. Arus maksimumnya 2πaBc/μ0=1992\pi aB_c/\mu_0=199 A.

    Contoh 4: Mengapa magnet MRI memakai superkonduktor. Medan klinis 1,5 T memerlukan nI=1,5/(4π×10−7)=1,19×106nI=1{,}5/(4\pi\times10^{-7})=1{,}19\times10^6 A/m, atau sekitar 2.980 lilitan per meter pada 400 A. Solenoida 1,5 m berdiameter 1,0 m memerlukan NI=1,79×106NI=1{,}79\times10^6 ampere-lilitan. Kawat tembaga sepanjang NπDN\pi D dengan kerapatan arus J=I/A=4J=I/A=4 A/mm² dan resistivitas 1,68×10−81{,}68\times10^{-8} Ω m memboroskan P=I2ρNπD/A=ρJ(NI)πD=1,68×10−8×4×106×1,79×106×π×1,0=3,78×105P=I^2\rho N\pi D/A=\rho J(NI)\pi D=1{,}68\times10^{-8}\times4\times10^6\times1{,}79\times10^6\times\pi\times1{,}0=3{,}78\times10^5 W, yaitu 378 kW terus-menerus. NbTi pada 4,2 K, dengan pendekatan kasar rumus medan kritis, bertahan sampai 15×[1−(4,2/9,3)2]=11,915\times[1-(4{,}2/9{,}3)^2]=11{,}9 T tanpa rugi resistansi.

    Contoh 5: Energi tersimpan dan helium yang dididihkan quench. Pada 1,5 T, u=1,52/(2×4π×10−7)=8,95×105u=1{,}5^2/(2\times4\pi\times10^{-7})=8{,}95\times10^5 J/m³; lubang solenoida Contoh 4 bervolume 1,18 m³ dan menyimpan sekitar 1,05 MJ, belum termasuk medan di luarnya. Kumparan L=20L=20 H dan I=400I=400 A menyimpan U=0,5×20×4002=1,6U=0{,}5\times20\times400^2=1{,}6 MJ. Dengan kalor laten helium 20,7 kJ/kg dan massa jenis cair 0,125 kg/L, satu liter memerlukan 2,59 kJ, sehingga 1,6 MJ dapat menguapkan sekitar 620 L helium cair.

    Contoh 6: Gas dari cairan kriogenik dan kadar oksigen. Satu liter helium cair (0,125 kg) berisi 125/4,003=31,2125/4{,}003=31{,}2 mol; pada 20 °C dan 101,325 kPa, V=nRT/p=31,2×8,314×293,15/101.325=0,751V=nRT/p=31{,}2\times8{,}314\times293{,}15/101.325=0{,}751 m³, sekitar 750 L (Bab 15 tentang gas ideal). Bila 100 L helium cair menguap ke ruang 60 m³ karena pipa quench gagal, gasnya 75,1 m³, dan dengan pencampuran merata seperti Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas oksigen menjadi 20,9×60/(60+75,1)=9,320{,}9\times60/(60+75{,}1)=9{,}3 persen, jauh di bawah sekitar 19,5 persen yang dipakai banyak prosedur. Untuk 25 L nitrogen cair (massa jenis 0,807 kg/L) di gudang 30 m³ tanpa ventilasi: 720 mol, 17,3 m³ gas atau sekitar 693 kali volume cairnya, dan oksigen 20,9×30/47,3=13,320{,}9\times30/47{,}3=13{,}3 persen.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan ke petugas MRI, petugas keselamatan, atau teknisi pabrik bila:

    1. Belum ada izin kerja tertulis dan pendampingan petugas MRI untuk masuk daerah akses terkendali, walaupun pemindai tampak mati.
    2. Ada alat, tangga, troli, tabung gas, atau benda pribadi yang belum diperiksa petugas MRI, atau pekerja memakai alat medis tertanam yang belum dinilai petugas.
    3. Benda logam tertarik atau menempel ke magnet. Jangan menarik atau menahannya; menjauh dan laporkan.
    4. Alarm oksigen berbunyi, terdengar desis, atau terlihat uap putih dari magnet, pipa, atau bejana. Keluar dan jangan masuk kembali sebelum petugas menyatakan aman.
    5. Pipa quench atau ujungnya di atap rusak, tersumbat, tertutup, atau akan didekati pekerjaan atap, AC, atau perancah.
    6. Diminta menangani bejana helium atau nitrogen cair, bejana tampak bocor, atau ruang simpannya tidak berventilasi dan tidak bermonitor oksigen; perlakukan ruang itu sebagai ruang terbatas sesuai Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas.
    7. Pekerjaan menyentuh panel catu, tombol darurat, atau kabel sistem MRI; bagian itu milik pabrik dan petugas yang ditunjuk, sesuai Bab 1 · Keselamatan tentang kondisi berhenti.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Magnet MRI mati kalau pemindai tidak dipakai atau listrik padam.

    Why is it wrong?

    Arus persisten di kumparan superkonduktor terus beredar tanpa catu listrik, sehingga medannya tetap ada.

    Common misconception

    Alat dari aluminium atau baja tahan karat pasti aman di ruang MRI.

    Why is it wrong?

    Baja tahan karat dapat menjadi sedikit magnetik setelah dibentuk dingin, seperti kawat di Bab 9 · Material tentang struktur kristal dan cacat logam. Keputusan tetap milik petugas MRI.

    Common misconception

    Multimeter yang membaca 0,00 Ω menunjukkan superkonduktor.

    Why is it wrong?

    Bacaan itu hanya berarti resistansi di bawah 0,01 Ω; resistansi nol diukur dengan metode empat titik.

    Common misconception

    Superkonduktor hanyalah penghantar yang sangat baik.

    Why is it wrong?

    Superkonduktor juga mengusir medan magnet, dan tembaga yang sangat baik justru tidak superkonduktor.

    Common misconception

    Helium dan nitrogen tidak beracun, jadi bocorannya tidak berbahaya.

    Why is it wrong?

    Keduanya mendesak oksigen, dan satu liter cairan menjadi ratusan liter gas yang tidak terlihat dan tidak berbau.

    Common misconception

    Superkonduktor suhu ruang sudah ditemukan.

    Why is it wrong?

    Klaim LK-99 tidak tereplikasi dan beberapa makalah lain ditarik; bab ini tidak mencatat superkonduktor suhu ruang yang terkonfirmasi per 22 Oktober 2026.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 4 · Kimia tentang ikatan kimia, Bab 9 · Material tentang kristal logam, dan Bab 26 tentang semikonduktor memberi dasar bab ini. Bab 19 tentang bahan magnet, Bab 1 · Kelistrikan & Kendali tentang resistansi, Bab 11 · Kelistrikan & Kendali tentang energi kumparan, Bab 15 tentang gas ideal, dan Bab 11 tentang kalor laten dipakai untuk MRI dan kriogen. Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas, Bab 5 · Keselamatan tentang alat pelindung diri, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang izin kerja, dan Bab 1 · Keselamatan tentang kondisi berhenti memberi aturan keselamatannya, sedangkan Bab 31 tentang efek terowongan dan Bab 34 tentang teknologi kuantum melanjutkan sambungan Josephson dan SQUID.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Molekul KF berjarak keseimbangan 0,255 nm, afinitas elektron F 3,40 eV, dan energi ionisasi K 4,34 eV. Tanpa tolakan, berapa energi Coulomb, energi pembentukan, dan energi disosiasinya?

      See the worked solution

      Ucoul=−1,440/0,255=−5,65U_{coul}=-1{,}440/0{,}255=-5{,}65 eV dan perpindahan elektron 4,34−3,40=0,944{,}34-3{,}40=0{,}94 eV. Energi pembentukan 0,94−5,65=−4,710{,}94-5{,}65=-4{,}71 eV, sehingga energi disosiasinya 4,71 eV; tolakan yang diabaikan akan sedikit mengurangi angka ini.

    2. Hitung energi Fermi dan suhu Fermi aluminium (n=18,1×1028n=18{,}1\times10^{28} per m³). Bila kerapatan elektron delapan kali lebih besar, berapa kali energi Fermi-nya?

      See the worked solution

      EF=h2/(8me)×(3×18,1×1028/π)2/3=11,7E_F=h^2/(8m_e)\times(3\times18{,}1\times10^{28}/\pi)^{2/3}=11{,}7 eV dan TF=11,7/(8,617×10−5)=1,35×105T_F=11{,}7/(8{,}617\times10^{-5})=1{,}35\times10^5 K. Karena EFE_F sebanding dengan n2/3n^{2/3}, kerapatan delapan kali lipat membuat energi Fermi 82/3=48^{2/3}=4 kali lipat.

    3. Berapa medan kritis timbal pada 2,8 K bila Tc=7,2T_c=7{,}2 K dan Bc(0)=0,080B_c(0)=0{,}080 T?

      See the worked solution

      Bc=0,080×[1−(2,8/7,2)2]=0,080×0,849=0,068B_c=0{,}080\times[1-(2{,}8/7{,}2)^2]=0{,}080\times0{,}849=0{,}068 T. Medan luar di atas nilai ini mengembalikan timbal ke keadaan normal walaupun suhunya tetap 2,8 K.

    4. Pada suhu berapa, dalam TcT_c, medan kritis tinggal setengah nilainya pada 0 K?

      See the worked solution

      Syaratnya 1−(T/Tc)2=0,51-(T/T_c)^2=0{,}5, sehingga T/Tc=0,5=0,707T/T_c=\sqrt{0{,}5}=0{,}707. Jadi pada 0,707 Tc0{,}707\,T_c medan kritis tinggal separuh, dan makin dekat ke TcT_c makin kecil.

    5. Saluran tembaga 60 km berpenampang 42,40 mm² mengalirkan 100 A. Berapa resistansi dan rugi dayanya?

      See the worked solution

      R=ρL/A=1,68×10−8×60.000/(42,40×10−6)=23,77R=\rho L/A=1{,}68\times10^{-8}\times60.000/(42{,}40\times10^{-6})=23{,}77 Ω, sehingga P=I2R=1002×23,77=2,377×105P=I^2R=100^2\times23{,}77=2{,}377\times10^5 W. Saluran superkonduktor menghapus rugi ini, tetapi memerlukan energi pendinginan yang harus diperhitungkan.

    6. Mengapa magnet NbTi tidak cukup didinginkan nitrogen cair, dan mengapa magnet MRI tetap menyala saat listrik padam?

      See the worked solution

      Nitrogen cair bersuhu 77 K, jauh di atas suhu kritis NbTi 9,3 K, sehingga NbTi memerlukan helium cair 4,2 K. Magnet tetap menyala karena arus persisten beredar di kumparan berresistansi nol tanpa catu listrik, sehingga medannya harus dianggap selalu ada.

    Referensi

    External sources

    • OpenStax: University Physics Volume 3openstax.org
    • OpenStax: University Physics Volume 2openstax.org
    • Testing and Labeling Medical Devices for Safety in the Magnetic Resonance Environmentfda.gov
    • MHRA MRI Guidance v5 0 04assets.publishing.service.gov.uk
    • MRI guidance 2021 4 03cassets.publishing.service.gov.uk
    • MRI Safety Policypolicyonline.nhslothian.scot
    • DR GGC RISK 049 2021revision3mriphysics.scot.nhs.uk
    • superconducting magnet basic safetyehs.washington.edu
    • Third room-temperature superconductivity paper retracted as group's claims lie in tatterschemistryworld.com
    • breaking the superconductivity temperature record and why it mattersecmag.com

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 22, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Elektron dalam zat padat dan superkonduktivitas: ikatan kristal dan energi kisi, model elektron bebas dan energi Fermi, suhu kritis dan efek Meissner, magnet MRI, dan klaim superkonduktor suhu ruang. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/elektron-dalam-zat-padat-dan-superkonduktivitas-ikatan-kristal-dan-energi-kisi-model-elektron-bebas-dan-energi-fermi-suhu-kritis-dan-efek-meissner-magnet-mri-dan-klaim-superkonduktor-suhu-ruang

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Molekul KF berjarak keseimbangan 0,255 nm, afinitas elektron F 3,40 eV, dan energi ionisasi K 4,34 eV. Tanpa tolakan, berapa energi Coulomb, energi pembentukan, dan energi disosiasinya?

    2

    Hitung energi Fermi dan suhu Fermi aluminium (n=18,1×1028n=18{,}1\times10^{28} per m³). Bila kerapatan elektron delapan kali lebih besar, berapa kali energi Fermi-nya?

    3

    Berapa medan kritis timbal pada 2,8 K bila Tc=7,2T_c=7{,}2 K dan Bc(0)=0,080B_c(0)=0{,}080 T?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters