By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read
Diagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus
Katalog gejala gangguan kendali motor induksi tiga fasa berkontaktor: motor tidak mau start, start lalu berhenti, relai beban lebih trip berulang, bintang-segitiga tidak pindah atau hubung singkat saat pindah, kontaktor berdengung atau menempel, arah putar salah dan pembalik gagal, gangguan soft starter dan pengereman, serta motor panas tanpa trip, masing-masing dalam urutan gejala, kemungkinan sebab, titik ukur atau bukti, dan tindakan. Contoh kerja menelusuri pompa yang hanya jalan selama START ditahan, relai beban lebih kipas buang yang trip setelah dua menit, drum pembalik yang menyentak hanya pada satu arah, ketidakseimbangan arus pompa, pompa yang panas tanpa trip, dan kontak tertutup yang mulai rusak. Metode umumnya dirujuk ke bab metode diagnosis. Tidak ada langkah penjembatanan; pengukuran bertegangan hanya disebut dengan prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD, dan penggantian komponen hanya setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Pompa sirkulasi air panas sebuah laundry hanya berputar selama tombol START ditahan. Buku ajar yang dibuka teknisi jaga menyarankan menjembatani kontak 13-14 dengan kawat, lalu mengganti kontak bila motor jalan. Di ruang pengering, relai beban lebih kipas buang memutus sekitar dua menit setelah asut sejak panelnya dirakit ulang, dan buku yang sama hanya meminta relai di-reset setelah dingin. Pemilik bertanya apakah kedua kontaktor diganti saja; yang lebih berguna ialah bukti yang membedakan sebabnya tanpa jembatan.
Batas pembahasan
Cakupannya motor induksi sangkar tiga fasa 230/400 V berkontaktor (asut langsung, bintang-segitiga, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman) dengan sirkit kendali 230 V AC dari trafo kendali yang satu ujung sekundernya dibumikan (Bab 56). VFD (Bab 67 sampai Bab 69), PLC (Bab 63 sampai Bab 66), dan RCD atau MCB sirkit akhir yang trip (Bab 80 tentang diagnosis instalasi) tidak dibahas. Langkah umum diagnosis ada di Bab 78. Bab ini bahan belajar, bukan instruksi kerja: pengukuran bertegangan hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD (Bab 14), dan isolasi, penguncian, serta verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76 tentang kerja aman. Angka dalam contoh adalah ilustrasi.
Cara membaca katalog dan rumus
Setiap butir katalog adalah hipotesis awal, bukan kesimpulan, dan ditulis berurutan: gejala, kemungkinan sebab, bukti berkode, lalu tindakan. Ketiga kodenya mengikuti tingkat bukti Bab 78: (A) pengamatan tanpa membuka panel: lampu, bendera trip, kode gangguan, bunyi, bau, catatan operator; (M) uji tanpa tegangan setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan: kontinuitas, resistansi koil dan belitan, resistansi isolasi; (H) pengukuran dengan tegangan yang tidak dapat diganti: tegangan titik demi titik, arus tiga fasa, urutan fasa, dengan prasyarat di atas. Penguji dua lampu seri dari buku ajar lama diganti penguji tegangan dua kutub atau multimeter berkategori ukur sesuai (Bab 14).
Rangkaian acuan asut langsung (kode IEC 81346-2) sama dengan Bab 78: pengaman hubung pendek motor -F1, kontaktor -Q1, relai beban lebih -F2, MCB kurva B 2 A -F3 di -T1:X1, STOP -S1, START -S2, lampu -P1, motor -M1; trafo kendali disuplai dari hilir sakelar utama. Jalur koil: -T1:X1, -F3, -F2:95-96, -S1, lalu -S2 paralel dengan -Q1:13-14, ke -Q1:A1; kabel penahan dari -Q1:14 kembali ke terminal keluaran -S2, yang disambung ke -Q1:A1; -Q1:A2 langsung ke -T1:X2 yang dibumikan. Titik 1 sampai 4 adalah keluaran -F3, keluaran 95-96, keluaran -S1, dan -Q1:A1, diukur terhadap -T1:X2.
Tegangan pada kontak. Bila semua kontak di hilirnya tertutup (misalnya START ditahan), voltmeter pada kontak yang terbuka tersambung seri dengan koil ke -T1:X2, sehingga
dengan tegangan kendali (V), impedansi masukan meter (Ω), impedansi koil (Ω), arus koil (A), dan resistansi kontak tertutup (Ω). Untuk koil Bab 56 yang menarik 70 VA dan menahan 8 VA, Ω, sehingga meter 10 MΩ membaca sekitar 230 V pada kontak terbuka, sedangkan kontak tertutup 0,05 Ω dengan arus tahan A hanya 1,7 mV: kontak yang memperlihatkan hampir seluruh tegangan kendali adalah kontak yang terbuka. Tanpa syarat itu titik ukur mengambang dan dapat membaca tegangan hantu berapa saja, yang runtuh pada fungsi impedansi rendah (Bab 15).
Kelipatan arus relai beban lebih.
dengan arus yang dilihat relai di tempat pemasangannya (A) dan setelannya (A). Menurut IEC 60947-4-1, seperti dicatat Bab 47 tentang proteksi motor, relai tidak memutus dalam dua jam pada dari keadaan dingin, memutus dalam dua jam pada , dan relai kelas 10 memutus dalam 4 sampai 10 s pada .
Ketidakseimbangan dan fasa hilang. Bab 16 tentang tang ampere menghitung ketidakseimbangan arus dan tegangan sebagai simpangan terbesar dari rata-rata ketiga fasa dibagi rata-ratanya, menganggap rasio 6 sampai 10 masih dapat dijelaskan suplai, menganjurkan tidak melebihi 1 %, dan menambah uji rotasi sambungan. Pada motor segitiga seimbang, arus belitan ; bila satu saluran putus saat motor berjalan, belitan di antara dua saluran yang tersisa membawa kira-kira dua pertiga arus saluran dan dua belitan lainnya sepertiga (Bab 47).
1. Motor tidak mau start
Pertanyaan pertama: kontaktor menarik atau tidak. Bila tidak, gangguannya di sirkit kendali atau syarat izinnya; bila ya, di sirkit daya, motor, atau beban. Suara tarikan, indikator mekanis, dan lampu -P1 menjawabnya tanpa membuka panel.
- Kontaktor tidak menarik, tanpa lampu apa pun. -F3 trip atau suplai -T1 hilang. (A) tuas -F3; (H) titik 1; (M) resistansi ke -T1:X2. Cari hubung singkat dulu.
- Kontaktor tidak menarik, bendera trip -F2 muncul. Relai beban lebih trip. (A) bendera, riwayat. Lihat bagian 3.
- Kontaktor tidak menarik, -F2 normal. STOP atau stop darurat terkunci, relai keselamatan belum di-reset, izin (pintu, level, relai fasa) terbuka. (H) tegangan hilang di antara dua titik; tegangan penuh pada satu kontak; relai fasa yang menolak urutan terbalik dibedakan dari lampu statusnya dan penguji urutan fasa (Bab 16). Pulihkan syarat tanpa jembatan.
- Titik 4 bertegangan penuh, kontaktor diam. Koil putus atau terbakar, -Q1:A2 lepas dari -T1:X2. (M) A1-A2 tak terhingga; kontinuitas A2. Ganti koil yang sesuai.
- Kontaktor menarik, motor diam berdengung. Satu fasa hilang (sekering daya, kutub -Q1 aus, terminal lepas) atau rotor tertahan beban. (A) dengung tanpa putaran, tampilan relai elektronik bila ada; (M) sekering, kutub -Q1, terminal, poros diputar tangan setelah dikunci. Putus segera.
- Pengaman daya trip seketika saat START. Hubung singkat kabel atau belitan, atau MCB kurva B atau C untuk arus asut langsung. (M) isolasi terhadap PE, belitan dengan motor dilepas; kurva. Pilih jenis sesuai arus asut (MPCB, kurva D, magnetik saja) dalam batas KHA menurut Bab 47; rating tidak dinaikkan.
2. Motor start lalu berhenti
Waktu antara start dan berhenti adalah petunjuk terkuat: saat START dilepas menunjuk memori rangkaian, beberapa detik menunjuk urutan asut atau kelas trip, beberapa menit menunjuk panas.
- Berhenti begitu START dilepas. Jalur penahan terbuka: kontak 13-14 tidak menutup, kabel 13 atau 14 lepas, sakelar pilih pada JOG. (H) tegangan hantu di -Q1:14; (M) kontinuitas kabel penahan, 13-14 diuji di meja. Contoh 1.
- Berhenti beberapa detik setelah asut. Kelas trip terlalu cepat untuk waktu asut, misalnya MPCB 10A pada drum (Bab 47), atau kontaktor segitiga tidak masuk. (A) bendera, kode gangguan; (H) rekaman arus asut. Kelas dipilih dari waktu asut dan waktu tahan rotor terkunci.
- Berhenti setelah beberapa menit. Beban lebih, fasa hilang, setelan atau letak relai, termistor. (H) arus tiga fasa. Bagian 3 dan Contoh 2.
- Berhenti acak, sering saat mesin lain diasut. Kedip tegangan melepas koil, atau sakelar pelampung, tekanan, atau pintu bergetar. (H) rekaman tegangan kendali; (A) korelasi waktu. Perbaiki suplai atau histeresis sakelar.
Motor yang tidak menyala sendiri setelah kedip bekerja benar: penahan diri memenuhi PUIL 2020 5100.5.7.6 untuk motor instalasi dan IEC 60204-1 klausul 7.5 untuk mesin.
3. Relai beban lebih trip berulang
Untuk diagnosis, penyebab beban lebih disusun menjadi empat keluarga yang dibedakan oleh arus ketiga fasa di tempat relai dipasang.
- Beban: bantalan, pompa di luar titik kerja, drum kelebihan muatan, asut terlalu sering. Arus seimbang, di atas . (M) poros diputar tangan setelah dikunci; uji tanpa beban (Bab 44). Perbaiki beban.
- Tegangan rendah atau tidak seimbang. Arus tidak seimbang dengan rasio 6 sampai 10 (Bab 16), atau seimbang dan naik saat tegangan turun. (H) tegangan di terminal motor saat berbeban. Perbaiki suplai (Bab 80).
- Fasa hilang atau sambungan beresistansi. Satu saluran nol atau jauh lebih kecil; rasio jauh di atas 10. (H) arus per fasa; uji rotasi; (M) resistansi kutub kontaktor dan terminal. Ganti kutub atau terminal, periksa motor (Bab 44).
- Setelan atau letak relai. Arus seimbang, di bawah tetapi di atas . Bukti: letak relai terhadap diagram; setelan terhadap pelat nama. Contoh 2.
Setelan tidak dinaikkan melewati arus pelat nama untuk menghentikan trip; Bab 47 menjadikannya kondisi berhenti. Untuk termistor yang memutus, beban dan pendinginan diperiksa lebih dulu.
4. Bintang-segitiga gagal pindah atau hubung singkat saat pindah
Kontaktor utama -Q1, bintang -Q2, segitiga -Q3, dan relai bintang-segitiga -K1. Kontak pembuka -Q2 di jalur -Q3 dan sebaliknya mencegah keduanya menutup bersamaan, dan jeda peralihan relai memberi waktu busur di -Q2 padam.
- Tetap bintang, lambat, lalu relai trip. -K1 atau kontaknya rusak; koil -Q3 putus; kontak pembuka -Q2 tidak menutup karena -Q2 macet atau las. (H) keluaran segitiga -K1 dan -Q3:A1; (M) koil -Q3, kontak -Q2. Ganti komponen; kontaktor las: bagian 5.
- Peralihan menyentak, pengaman magnetik trip acak. Waktu bintang terlalu pendek; menurut Bab 53, peralihan pada 50 % kecepatan sinkron memberi 6,4 kali arus pengenal. (H) rekaman arus bintang belum turun saat pindah. Setel dari hitungan: kipas Bab 48 memerlukan ≥ 8,1 s, awal 12 s, dipastikan rekaman arus.
- Hubung singkat saat pindah, kontak -Q2 hangus. Interlock -Q2/-Q3 hilang atau dijembatani; dua relai tunda-nyala biasa dengan jeda nol; -Q2 terlalu kecil. (M) kontak pembuka interlock; jenis relai. Pulihkan interlock, pakai relai berjeda tetap, uji tanpa daya motor.
- Arus segitiga jauh di atas pelat nama, motor panas. Motor 230/400 V dihubung bintang-segitiga pada 400 V. (A) pelat nama. Motor tidak dienergikan sampai metode asut diganti (Bab 53).
- Hentakan dan lonjakan arus jauh di atas peralihan biasa, arah tetap. Urutan sambungan -Q3 tidak sesuai arah putar, sehingga beda fasa dengan tegangan sisa motor membesar, atau jeda peralihan terlalu panjang. (H) rekaman arus peralihan; (M) sambungan -Q3 terhadap diagram pabrikan. Perbaiki sambungan sesuai diagram.
5. Kontaktor berdengung, bergetar, atau menempel
- Dengung keras kontinu saat menarik. Tegangan koil di bawah 85 % (Bab 46), cincin hubung singkat patah, atau kotoran di muka kutub. (H) A1-A2 saat asut; (M) muka kutub. Perbesar trafo kendali atau ganti kontaktor.
- Getar buka-tutup cepat sejak suplai kendali masuk. Penahan disambung ke kontak pembuka 21-22, bukan 13-14. (M) nomor terminal terhadap diagram. Sambung ulang, lalu uji fungsi.
- Getar buka-tutup lambat. Sakelar proses tanpa histeresis, kontak longgar. (A) korelasi dengan level atau tekanan. Perbaiki sakelar atau setelan.
- Tidak lepas saat STOP, lepas bila -F3 dibuka. Kapasitansi kabel kendali panjang, arus bocor sensor dua kawat, gangguan tanah pada sirkit tak dibumikan, atau penahan paralel dengan STOP. (H) tegangan sisa A1-A2; (M) panjang kabel, pembumian (Bab 56 dan Bab 51). Kendali DC; desain terbumikan.
- Motor tetap jalan walau A1-A2 tanpa tegangan. Kontak utama las karena AC-4 atau jog, hubung pendek tanpa koordinasi tipe 2, atau tegangan koil rendah. (H) A1-A2 nol. Putus di pemisah hulu, jangan diketuk.
6. Arah putar salah, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman
Arah salah pada motor asut langsung berarti urutan fasa di terminal motor berubah, misalnya setelah genset baru atau kabel motor ditukar; penguji urutan fasa (Bab 16) membuktikannya, dan perbaikan dilakukan bebas tegangan pada titik yang ditetapkan gambar.
- Arah kedua tidak mau masuk. Kontak pembuka kontaktor lawan belum menutup, atau relai jeda atau sakelar kecepatan nol menahan. (H) jalur koil arah kedua. Periksa kontak dan jeda (Bab 54).
- Hubung singkat saat membalik. Interlock listrik atau mekanis hilang, atau kontak utama las. (M) interlock dan kontak. Tidak dioperasikan sampai kedua lapis pulih (Bab 51).
- Drum menyentak saat membalik, kontak menghitam. Jeda lebih pendek dari waktu henti: plugging 4 kali energi asut (Bab 48), kategori AC-4. (A) waktu jeda terhadap waktu henti terukur. Contoh 3.
- Dua kecepatan berbeda arah, atau trip saat pindah. Terminal Dahlander salah, interlock hilang. (M) sambungan terhadap diagram. Perbaiki sambungan dan interlock.
- Soft starter: motor tidak mulai berputar, trip waktu asut. Batas arus terlalu rendah untuk torsi lepas. (A) kode gangguan; hitungan dari Bab 57. Setel dari torsi beban.
- Soft starter: motor berdengung setelah STOP, arus di satu fasa. Tiristor atau kontak bypass hubung singkat. (H) arus saat unit menyatakan mati. Putus di pemisah hulu; periksa sekering semikonduktor (Bab 57).
- Motor berbalik setelah plugging. Pengakhir plugging hanya relai waktu, atau sakelar kecepatan nol rusak. (A) pengamatan henti. Mesin dihentikan (Bab 55).
- Waktu henti lebih lama dari acuan. Kampas rem aus, tuas pelepas tertahan, atau injeksi DC tidak diberikan. (A) terhadap catatan komisioning. Mesin dihentikan.
7. Motor panas tanpa trip
Pelindung yang tidak melihat penyebab lebih berbahaya daripada trip. Suhu permukaan rumah bukan suhu belitan (Bab 52), sehingga arus, pendinginan, dan uji belitan lebih andal.
- Setelan dinaikkan di atas . Kelonggaran relai bertumpuk dengan kenaikan setelan (Bab 47). Bukti: setelan terhadap pelat nama.
- Relai di jalur belitan bintang-segitiga disetel . Belitan dapat bekerja sampai 1,7 kali arus pengenalnya (Bab 47). Bukti: letak dan setelan.
- Fasa hilang pada motor segitiga berbeban sedang, atau relai dua unsur. Arus saluran di bawah setelan, satu belitan dua pertiga arus saluran. Bukti: arus per fasa; jenis relai.
- Pendinginan hilang: sirip tertutup serat, kipas rusak, ruang panas. Arus normal; hanya termistor yang melihat. Bukti: (A) sirip dan kipas; unit termistor.
- Asut terlalu sering, jog, pembalikan tanpa jeda. Rotor panas lebih cepat daripada model relai. Bukti: jumlah asut per jam; Contoh 3.
- Ketidakseimbangan tegangan. Arus rata-rata normal, satu fasa lebih panas. Bukti: dibanding anjuran 1 %.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Semua pengukuran bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Contoh 1: pompa hanya jalan selama START ditekan. Pompa 4 kW, 8,2 A, rangkaian acuan, sehari setelah kabel tombol diganti: -Q1 menarik selama -S2 ditekan dan lepas saat -S2 dilepas. Tarikan -Q1 sudah membuktikan -T1, -F3, -F2:95-96, -S1, -S2, koil, dan -Q1:A2, sehingga yang tersisa jalur penahan. Kontak 13-14 tidak dapat diuji hidup karena saat -Q1 menarik, -S2 juga menyuplai titik 4, tetapi kedua kabelnya dapat. Dengan -S2 dilepas, di ruang panel kering, meter 10 MΩ dan fungsi impedansi rendah membaca 231 dan 230 V di titik 3 dan -Q1:13, 41 dan 0,3 V di -Q1:14, serta 0,2 dan 0,0 V di titik 4. Kabel 14 yang utuh akan mengikat -Q1:14 lewat koil ke -T1:X2 seperti titik 4, jadi 41 V yang runtuh itu tegangan hantu dan kabel 14 putus. Setelah sakelar utama dibuka, dikunci, dan sekunder -T1 terverifikasi nol menurut Bab 2 · Keselamatan, dugaan itu dikonfirmasi tanpa jembatan: sekrup terminal di sisi tombol menjepit selongsong isolasi ferrule, dan blok kontak bantu yang diuji di meja terbuka saat diam dan 0,05 Ω saat ditekan. Kabel diterminasi ulang; sirkit kendali diuji dengan -F1 dibuka dan dikunci, lalu dengan motor. Jembatan di terminal -Q1, anjuran buku di pembuka, tidak akan menyalakan motor karena putusnya di sisi tombol (bahaya jembatan sebagai uji ada di Bab 78).
Contoh 2: relai kipas buang trip setelah sekitar dua menit. Kipas buang 11 kW dari Bab 48 diasut bintang-segitiga dengan waktu bintang 12 s; pelat namanya 400/690 V Δ/Y, A pada 400 V Δ seperti motor 11 kW Bab 47. Relai termal berkepekaan fasa hilang disetel A untuk jalur belitan. Sejak panel dirakit ulang, relai berulang kali trip sekitar dua menit setelah masuk segitiga dari keadaan dingin. Setelah 60 s pada segitiga, tang true RMS membaca 18,6; 18,9; 18,7 A dan 401, 399, 400 V; rata-rata arus 18,73 A, simpangan terbesar 0,167 A:
Suplai seimbang, fasa lengkap, dan arus di bawah 21,0 A menyisakan keluarga setelan atau letak relai, dan berada di daerah trip hitungan menit menurut kurva relai terpasang. Relai ternyata dipasang di jalur suplai sebelum percabangan ke -Q1 dan -Q3, sehingga melihat arus saluran, bukan arus belitan A (0,89 kali setelan). Relai dikembalikan ke jalur belitan dengan setelan 12,1 A, tempat ia melindungi belitan pada kedua tahap; setelan 21,0 A di jalur suplai memang menghentikan trip, tetapi menurut Bab 47 kurang melindungi belitan selama tahap bintang.
Contoh 3: drum pembalik menyentak hanya dari kiri ke kanan. Drum pembalik Bab 54 memakai -Q1 kanan, -Q2 kiri, jeda urutan -K11 dan -K13 masing-masing 6 s, serta penjaga -K15 dan -K16, relai tunda-lepas tanpa suplai bantu 5 s yang disuplai lewat kontak bantu kontaktor arah; menurut Bab 48, waktu henti terlamanya 3,54 s dan panas rotor satu asut 461 J. Setelah -K16 diganti, drum menyentak, kontak -Q1 menghitam, dan relai beban lebih sesekali trip. Perekam status kontaktor, dipasang dari luar mesin dengan pintu tertutup, mencatat jeda kanan ke kiri 5,9 sampai 6,1 s, tetapi peralihan kiri ke kanan hanya 0,08 sampai 0,15 s. Mulai siklus kedua, -K11 hanya kehilangan suplai puluhan milidetik (Bab 54), sehingga jeda kiri ke kanan dijamin -K16. Dengan kabel motor dilepas dan -K11 dipendekkan sementara seperti uji penjaga Bab 54, -Q1 masuk 0,1 s setelah -Q2 lepas, bukan sekitar 5 s: relai pengganti bertunda-lepas dengan sinyal kendali yang mensyaratkan suplai tetap (Bab 48), padahal suplainya lewat kontak -Q2, sehingga tidak menunda. Pembalikan penuh membuang empat kali panas asut, J, dan satu siklus 36 s memuat satu asut dari diam dan satu pembalikan:
Panas rotor rata-rata 2,5 kali (torsi beban diabaikan), dan setiap pembalikan memindahkan -Q1 ke tugas AC-4. -K16 diganti jenis sesuai diagram dan kedua penjaga diuji; kontak -Q1 diperiksa; belitan dan isolasi motor diuji karena motor telah bekerja panas (Bab 44).
Contoh 4: pompa air bersih hotel trip pada jam puncak. Di terminal motor terbaca 10,6; 11,9; 10,8 A dan 396, 404, 400 V; rata-rata arus 11,1 A dengan simpangan terbesar 0,8 A:
Rasio di pita 6 sampai 10 dan di batas anjuran 1 % menunjuk keluarga tegangan, bukan motor: suplai diperiksa menurut Bab 80, dan setelan relai tidak diubah.
Contoh 5: pompa sirkulasi air panas yang panas tanpa trip. Pompa 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A, terasa panas setelah katup jalur air panas diubah; arusnya 9,0; 9,1; 9,0 A dengan suplai seimbang.
Di antara 1,05 dan 1,2, motor dapat bekerja 10 % di atas berjam-jam tanpa trip. Pola seimbang di atas menunjuk keluarga beban: titik kerja pompa diperiksa, dan setelan tidak dinaikkan.
Contoh 6: kontak tertutup yang mulai rusak. Pada pemeliharaan berkala kipas buang dapur rumah sakit, tegangan melintasi -F2:95-96 saat kipas jalan terbaca 0,35 V. Dengan arus tahan koil A,
atau sekitar 200 kali resistansi kontak sehat 0,05 Ω. Temuan dicatat, -F2 diganti terjadwal setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan, dan sebab panasnya dicari.
Kondisi berhenti
Pekerjaan dihentikan atau mesin tidak dijalankan lagi bila salah satu keadaan berikut ditemukan, dan keputusan lanjutannya diserahkan kepada personel kompeten yang ditugaskan atas mesin itu:
- Relai beban lebih, termistor, relai fasa, interlock, stop darurat, atau sakelar pintu ditemukan dijembatani, dilepas, atau disetel pada nilai maksimum rentangnya.
- Diagnosis hanya dapat dilanjutkan dengan menjembatani kontak atau menekan jangkar kontaktor saat bertegangan; hipotesis diuji dengan uji tanpa tegangan.
- Relai beban lebih trip kedua kali tanpa sebab terukur, atau pengaman hubung pendek trip: tidak ada asut ulang sebelum isolasi dan belitan diperiksa (Bab 47 dan Bab 44).
- Motor tetap berputar atau berdengung setelah STOP: suplai diputus di pemisah hulu, kontaktor tidak diketuk.
- Terjadi hubung singkat saat pindah bintang-segitiga, membalik, atau pindah kecepatan: mesin tidak dioperasikan sampai interlock dan jeda terbukti tanpa daya motor.
- Drum menyentak saat membalik, arah putar salah, atau motor berbalik setelah plugging.
- Pengukuran bertegangan direncanakan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, atau APD, atau panel menunjukkan tanda panas, bau, atau bunyi busur: panel tidak dibuka dalam keadaan bertegangan (Bab 77 tentang busur api).
- Penelusuran tegangan direncanakan di area cuci, pengering, atau ruang lembap lain, atau pada panel basah, padahal uji tanpa tegangan menemukan gangguan yang sama (PUIL 2020 9.9.3.2, menurut tafsir Bab 78).
- Titik ukur hanya tercapai dengan menahan START, sedangkan -F1 belum dibuka dan dikunci.
- Komponen akan diganti sebelum isolasi, penguncian, dan verifikasi bebas tegangan oleh orang yang akan bekerja, menurut Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Relai trip: tunggu dingin, reset, coba lagi.
Why is it wrong?
Tabel gangguan buku ajar lama masih menganjurkannya. Setiap percobaan menambah panas belitan dan rotor; trip dibaca dengan arus tiga fasa di tempat relai, seperti Contoh 2.
Common misconception
Sekering kendali putus: ganti, lalu jalankan motor.
Why is it wrong?
Resep buku ajar lama ini keliru: sekering yang putus menandakan hubung singkat, yang dicari lebih dulu dengan uji (M) resistansi sirkit kendali terhadap -T1:X2.
Common misconception
Relai beban lebih termal melindungi dari ketidakseimbangan dan kehilangan fasa.
Why is it wrong?
Itu benar hanya untuk relai berkepekaan fasa hilang atau elektronik. Relai dua unsur, yang masih diizinkan Tabel 5100.5.1 PUIL 2020, buta terhadap fasa yang tidak diinderanya, seperti dicatat Bab 47.
Common misconception
Kontaktor balik yang menghubungkan L1 ke W dan L3 ke U menukar L1 dan L2.
Why is it wrong?
Buku ajar kendali lama menulis demikian; yang ditukar adalah L1 dan L3.
Hubungan dengan bab lain
Prasyaratnya Bab 1 · Keselamatan dan Bab 2 · Keselamatan (keadaan aman), Bab 52 (kontrol motor), Bab 14 sampai Bab 17 (alat ukur dan uji isolasi), perangkat yang dirujuk katalog di Bab 44, Bab 46 sampai Bab 48, dan Bab 51 sampai Bab 57, serta Bab 74 (uji pra-energi). Metodenya di Bab 78 dan isolasinya di Bab 76; kelanjutannya Bab 80 (diagnosis instalasi) dan Bab 81 (pemeliharaan terencana).
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan.
Try to answer first, then open the worked solution.
Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2, titik 1 dan 2 bertegangan 230 V dan titik 3 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?
See the worked solution
Tegangan hilang di antara titik 2 dan 3, dan 229 V pada terminal -S1 menunjuk kontak -S1 itu sendiri: tertekan, macet, atau aus. Dengan START ditahan, titik 3 terikat lewat -S2 dan koil ke -T1:X2, sehingga meter 10 MΩ melintasi -S1 seri dengan koil 756 Ω dan membaca V; selisih 1 V dari ketelitian alat. Pengukurannya memerlukan personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.
Pompa segitiga 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung , arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?
See the worked solution
. Arus pengenal belitan A, dan belitan terberat membawa sekitar A, 1,84 kali pengenalnya. Satu saluran hilang: sekering, kutub -Q1, dan terminal diperiksa bebas tegangan, belitan dan isolasi motor diuji, dan bila relai belum memutus, kepekaan fasa hilangnya diuji.
Relai kipas Contoh 2 di jalur belitan disetel 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?
See the worked solution
Arus belitan dapat mencapai sekitar A tanpa trip, kali pengenalnya. Gejalanya motor panas dan bau tanpa trip sampai belitan rusak, dan setelan dikembalikan ke 12,1 A.
Setelah blok kontak bantu -Q1 diganti, kontaktor bergetar buka-tutup cepat begitu suplai kendali masuk, tanpa START ditekan. Sebab yang paling mungkin: (A) tegangan koil 85 %; (B) penahan disambung ke 21-22; (C) kapasitansi kabel tombol panjang; (D) relai beban lebih trip.
See the worked solution
B. Kontak 21-22 tertutup saat diam, sehingga koil dienergi, kontak membuka, koil lepas, kontak menutup, berulang. A memberi dengung kontinu, C membuat kontaktor tidak lepas, dan D membuat kontaktor tidak menarik sama sekali.
Waktu henti drum pembalik terukur 3,4 s pada muatan ringan, waktu lepas kontaktor 0,05 s, ketelitian relai ±5 % dan keterulangan 1 %. Relai jeda terukur 2,1 s. Dengan rumus setelan jeda Bab 48, hitung setelan minimum dan nilai relai itu.
See the worked solution
s. Jeda 2,1 s lebih pendek dari waktu henti, jadi setiap pembalikan menjadi plugging sebagian (AC-4, panas rotor tambahan). Setelan dinaikkan, praktisnya sekitar 5 s, dan waktu henti diukur ulang pada muatan ringan dan penuh.
Pompa ber-soft starter tidak mulai berputar dan unit trip waktu asut. Batas arus 2,5 , motor dan torsi rotor terkunci 2,6 , torsi lepas pompa 0,4 . Hitung torsi awal dan batas arus yang memberi cadangan 20 % di atas torsi lepas.
See the worked solution
, di bawah 0,4 , sehingga pompa tidak mulai berputar. Dengan cadangan 20 %, torsi yang dibutuhkan 0,48 dan , dipakai setelan tersedia berikutnya di atasnya. Tiristor tidak rusak; setelan diubah dalam batas kode asut unit dan suplai, atau dipakai asut dorong singkat.
Referensi
External sources
- IEC 60947-4-1:2023 (Ed. 5.0), Contactors and motor-starters, Electromechanical contactors and motor-starterswebstore.iec.ch
- IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Diagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/diagnosis-kendali-motor-katalog-gejala-dan-kasus
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2, titik 1 dan 2 bertegangan 230 V dan titik 3 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?
Pompa segitiga 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung , arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?
Relai kipas Contoh 2 di jalur belitan disetel 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 80.