Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 78Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    Metode diagnosis gangguan listrik

    Diagnosis gangguan listrik disusun sebagai metode umum: mengumpulkan gejala dan riwayat, menurunkan keadaan normal setiap titik dari diagram, mempersempit ruang cari dengan bagi dua (half-split) dan pengukuran tegangan sepanjang jalur, memilih uji tanpa tegangan atau dengan tegangan beserta prasyaratnya, lalu memisahkan gejala, sebab langsung, akar sebab, bukti, dan rekomendasi dalam laporan. Jumlah langkah bagi dua dihitung dengan log2 n. Contoh kerja mendiagnosis kontaktor pompa transfer laundry yang tidak menarik dengan delapan titik ukur, termasuk tegangan hantu pada kabel pelampung, dan contoh lain menilai risiko uji nyala dengan resistor pengganti sekering. Katalog gejala kendali motor dan instalasi dibahas pada bab diagnosis masing-masing.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Pukul enam pagi pompa transfer sebuah laundry tidak mau jalan, dan tiga mesin cuci menunggu air. Teknisi jaga menekan START berulang kali, kontaktor diam, lalu ia mengganti kontaktor dengan cadangan. Pompa tetap diam. Relai beban lebih diganti, kemudian tombol START. Menjelang siang teknisi kedua mengukur tegangan di empat titik di panel dan menemukan sambungan kabel pelampung yang putus di kotak sambung dekat tangki. Pemilik bertanya: mengapa yang kedua lebih cepat, dan bagaimana memastikan kejadian ini tidak terulang?

    Batas pembahasan

    Bab 52 (kontrol motor listrik) memperkenalkan diagnosis berantai sebab untuk satu motor; bab ini menjadikannya metode umum, bukan daftar gangguan, untuk sirkit kendali, sirkit daya, dan instalasi, dengan contoh pada sirkit kendali relai dan kontaktor 230 V. Katalog gejala ada di Bab 79 (diagnosis kendali motor) dan Bab 80 (diagnosis instalasi). Kategori ukur dan verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 14 (keselamatan alat ukur), tegangan hantu Bab 15 (multimeter digital), dan isolasi serta LOTO Bab 2 · Keselamatan (hierarki pengendalian) dan Bab 76 (kerja aman). Pengukuran pada sirkit bertegangan hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD. Metode ini tidak memuat cara menjembatani kontak, pengaman, atau interlock.

    Gejala dan riwayat

    Diagnosis dimulai dari gejala yang dirumuskan sebagai pengamatan, misalnya "-Q1 tidak menarik saat START ditekan; lampu suplai kendali menyala; relai beban lebih tidak trip", bukan kesimpulan seperti "kontaktornya rusak" (Bab 52); untuk itu teknisi harus memahami operasi normal peralatannya.

    Riwayat mempersempit kemungkinan: kapan gangguan mulai, terus-menerus atau kadang-kadang, apa yang berubah sebelumnya (perbaikan, penggantian komponen, hujan, luapan air, pemadaman, beban baru), dan catatan trip. Keterangan operator dicatat apa adanya lalu dicocokkan dengan pengamatan sendiri: "tadi sempat bunyi keras" bisa berarti kontaktor berdengung atau pompa kavitasi, jadi satu keterangan tidak menjadi dasar keputusan sebelum dikuatkan.

    Fungsi normal dari diagram

    Gejala baru bermakna bila dibandingkan dengan keadaan normal, yang diturunkan dari diagram. Menurut Bab 50 (diagram kendali), diagram menunjukkan kontak pada keadaan tanpa energi dan tanpa aksi, dengan kode referensi dan rujukan silang yang menghubungkan koil dengan semua kontaknya. Logikanya ditulis sebagai persamaan seperti di Bab 51 (logika kendali dasar), misalnya Q1=F2‾⋅S1‾⋅B1⋅(S2+Q1)\mathrm{Q1} = \overline{\mathrm{F2}} \cdot \overline{\mathrm{S1}} \cdot \mathrm{B1} \cdot (\mathrm{S2} + \mathrm{Q1}), sehingga setiap syarat jalan menjadi satu literal yang dapat diperiksa.

    Dari persamaan disusun tabel harapan, yaitu tegangan yang seharusnya terbaca di setiap titik saat siaga, START ditekan, dan jalan. Tabel dibuat sebelum mengukur, karena bacaan tanpa harapan tidak dapat ditafsirkan, dan tabel itu memperlihatkan titik yang dapat dibaca tanpa perintah jalan, pertimbangan keselamatan yang sering terlupa.

    Diagram harus sama dengan panel: label berbeda, kabel tambahan yang tidak tergambar, atau revisi yang tidak jelas dicatat sebagai temuan (Bab 50), karena diagnosis dari gambar yang salah menghasilkan kesimpulan salah dengan penuh keyakinan. Anjuran memeriksa sirkit daya lebih dulu, lalu sirkit kendali, tepat bila motor diam padahal kontaktor sudah menarik; bila kontaktor sendiri tidak menarik, gejala sudah menunjuk ke sirkit kendali. Mulailah dari lapisan yang menurut gejala berhenti bekerja.

    Ruang cari dan bagi dua (half-split)

    Ruang cari (search space) adalah semua tempat yang dapat menimbulkan gejala. Untuk kontaktor yang tidak menarik, ruang cari adalah rantai seri dari sumber kendali lewat pengaman, kontak syarat, terminal, kabel, dan START sampai koil dan kembali. Rantai dibagi nn ruas, masing-masing di antara dua titik yang dapat diukur. Dengan anggapan hanya satu ruas terbuka, gangguan terletak di antara titik terakhir yang bertegangan dan titik pertama yang tidak bertegangan.

    Penelusuran berurutan dari sumber paling buruk memerlukan n−1n-1 pengukuran. Bagi dua (half-split) adalah cara mengukur di tengah ruang cari, membuang separuh yang terbukti sehat, lalu mengulanginya. Jumlah pengukuran terburuknya

    k=⌈log⁡2n⌉k = \lceil \log_2 n \rceil

    dengan kk jumlah pengukuran, nn jumlah ruas kandidat, dan ⌈ ⌉\lceil\,\rceil pembulatan ke atas. Untuk n=8n=8, k=3k=3 dibandingkan paling banyak 7, dan untuk n=20n=20, k=5k=5 dibandingkan 19.

    Rumus itu berdiri di atas empat anggapan: gangguan tunggal, peluang sama, biaya ukur sama, dan semua titik terjangkau. Kenyataannya kontak yang bergerak, perangkat lapangan, dan terminal yang kena getaran atau air lebih sering rusak, dan titik yang tak terjangkau membuat beberapa ruas digabung. Karena itu bagi dua yang baik membagi dua peluang, bukan hanya jumlah ruas, dan mendahulukan titik yang aman dan murah (pemilihan uji pembeda ada di Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis).

    Pengukuran tegangan sepanjang jalur

    Ada dua cara membaca rantai seri yang bertegangan. Pada cara pertama, satu probe tetap di titik acuan, yaitu sisi terbumikan suplai kendali (-T1:X2 pada susunan sirkit kendali Bab 56), dan probe lain dipindah sepanjang jalur. Titik sebelum ruas terbuka menunjukkan tegangan suplai dan titik sesudahnya nol, sehingga setiap bacaan menunjukkan sisi tempat gangguan berada, cocok untuk bagi dua.

    Pada cara kedua, kedua probe melintasi satu elemen. Menurut hukum Ohm pada rangkaian seri di Bab 1, kontak sehat yang mengalirkan arus koil menunjukkan hampir nol: 20 mΩ dengan 0,30 A hanya menjatuhkan sekitar 6 mV. Kontak terbuka dalam rantai yang selebihnya utuh menunjukkan hampir seluruh tegangan suplai, karena koil menjadi penghubung ke sisi acuan, dan kontak beresistansi tinggi menunjukkan tegangan antara; cara inilah yang menemukannya.

    Bacaan di tengah-tengah harus ditafsirkan hati-hati. Tegangan hantu (ghost voltage) adalah tegangan pada inti mengambang yang terkopel secara kapasitif ke inti bertegangan di sebelahnya dan tidak mampu mengalirkan arus; pada kabel kendali panjang yang ujungnya terbuka, multimeter 10 MΩ dapat membacanya puluhan sampai lebih dari seratus volt (Bab 15). Fungsi impedansi rendah (LoZ) meruntuhkan tegangan hantu itu hampir ke nol, sedangkan titik yang tersambung ke sumber tetap bertegangan; perbedaannya petunjuk jenis sumber, bukan bukti bebas tegangan. LoZ tidak dipakai di antara fasa dan PE di hilir RCD (gawai proteksi arus sisa), karena arus bebannya dapat membuat RCD trip.

    Bacaan nol juga harus dapat dipercaya: probe acuan yang terlepas atau sekering alat yang putus memberi nol di semua titik. Alat diuji pada sumber yang diketahui sebelum dan sesudah rangkaian pengukuran, seperti uji-ukur-uji pada verifikasi bebas tegangan di Bab 14.

    Uji tanpa tegangan dan uji dengan tegangan

    Bukti dikumpulkan dalam tiga tingkat berurutan: pengamatan tanpa membuka panel (lampu, bendera trip, kode gangguan, bunyi, bau, catatan operator), uji tanpa tegangan, lalu uji dengan tegangan yang tidak dapat diganti uji tanpa tegangan. Uji tanpa tegangan dilakukan setelah sirkit dipisahkan, dikunci, dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan: kontinuitas, resistansi koil dan kontak, dan resistansi isolasi (Bab 17). Bahaya utamanya energi tersimpan dan penyambungan kembali. Ohmmeter mengalirkan arus kecil, sehingga kontak yang baru gagal saat panas, bergetar, atau berbeban dapat terbaca baik. Jalur paralel juga menyesatkan: resistansi -F3 pada sirkit terpasang ikut melewati lampu suplai kendali, koil yang terhubung, dan belitan sekunder trafo, sehingga satu ujung elemen dilepas lebih dulu (Contoh 6).

    Uji dengan tegangan diperlukan bila gangguan hanya tampak saat bertegangan: tegangan koil kurang, kontak panas di bawah arus, logika dan waktu urutan, atau gangguan yang datang dan pergi. Risikonya kejut, busur api bila probe tergelincir di antara dua potensial (Bab 77), dan gerak mesin tak terduga saat START ditekan, yang pada sirkit kendali 230 V sering terbesar.

    PUIL 2020 Bagian 9 mensyaratkan kerja dalam keadaan bertegangan dilakukan paling sedikit dua orang ahli dan terampil yang berizin, salah satunya pengawas, dengan tempat berdiri atau perkakas berisolasi, pelindung badan, dan peralatan yang diperiksa setiap kali dipakai (9.9.3.1). Kerja bertegangan dilarang di ruang yang berbahaya kebakaran atau ledakan, serta di ruang lembap dan di ruang sangat panas (9.9.3.2); area cuci dan pengering laundry tergolong ruang lembap dan basah menurut tabel pedoman PUIL (Tabel 790.28). Bab 76 (kerja aman) menafsirkan larangan itu sebagai larangan pekerjaan pada bagian bertegangan, bukan larangan pengukuran berprosedur yang metodenya memang memerlukan tegangan. Penelusuran tegangan untuk mencari sirkit terbuka tidak termasuk golongan itu, karena uji tanpa tegangan menemukan gangguan yang sama. Karena itu perangkat di area basah didiagnosis tanpa tegangan, dan uji dengan tegangan dibatasi pada panel di ruang kering.

    NFPA 70E membenarkan kerja bertegangan pada sirkit semacam ini bila pemutusan menimbulkan bahaya tambahan atau tugasnya tidak dapat dilakukan tanpa tegangan karena desain atau batas operasi, dengan diagnosis dan pengujian yang hanya mungkin pada sirkit bertegangan sebagai contoh; edisi 2021 memuatnya di 110.4, dan edisi 2024 menyusunnya ulang sebagai pengecualian terhadap kewajiban kondisi kerja aman listrik.

    Prasyarat yang dipakai di sini: alasan tertulis mengapa uji tanpa tegangan tidak cukup, personel kompeten dan berwenang, sebaiknya didampingi orang kedua, alat dan probe berkategori ukur sesuai (Bab 14), APD sesuai penilaian busur api (Bab 77), area terkendali, dan bila desain memungkinkan, sirkit daya motor dipisah dan dikunci sehingga kontaktor bekerja tanpa motor berputar, seperti tahap uji sirkit kendali di Bab 74 (uji pra-energi).

    Bukti, sebab langsung, dan akar sebab

    IEC 62740:2015 mendefinisikan faktor penyebab (causal factor) sebagai kondisi, tindakan, kejadian, atau keadaan yang perlu atau ikut menimbulkan kejadian yang diselidiki, dan akar sebab (root cause) sebagai faktor penyebab tanpa pendahulu yang relevan bagi tujuan analisis; standar itu mencatat bahwa satu kejadian biasanya mempunyai lebih dari satu akar sebab. Sambungan pelampung yang putus pada pembuka adalah sebab langsung, dan Contoh 2 menemukan tiga akar sebab di baliknya.

    Empat hal ditulis terpisah. Gejala adalah yang teramati; sebab adalah penjelasan yang diajukan, bertingkat dari sebab langsung sampai akar sebab; bukti adalah pengamatan atau pengukuran yang menguatkan atau menolak sebab itu, dengan nilai, titik, kondisi, dan alat; rekomendasi adalah tindakan yang memutus rantai sebab.

    Satu sebab harus menjelaskan seluruh gejala: kontak penahan yang aus tidak menjelaskan sekering kendali yang putus berulang, jadi pencarian belum selesai. PUIL 2020 9.12.2 meminta gejala kerusakan isolasi dan ketidakwajaran segera dicari penyebabnya lalu diperbaiki atau diganti. Setelah perbaikan, gejala harus hilang pada keadaan yang semula memunculkannya, pelindung yang dibuka dipasang kembali (9.12.1.2.6), dan uji yang terpengaruh diulang seperti di Bab 74.

    Dokumentasi

    Setiap uji direkam sebagai bahan uji berikutnya, dan PUIL 2020 9.12.1.3.2 meminta hasil pemeriksaan berkala dibuat dalam laporan tertulis dan dicatat teratur. Bentuk yang dipakai rak ini:

    BagianIsi minimum
    IdentitasMesin atau sirkit, kode referensi, waktu, pelapor, pelaksana
    Gejala dan riwayatPengamatan langsung dan keterangan operator dipisah; perubahan terakhir, pola, catatan trip
    PengukuranTingkat bukti, titik, keadaan, nilai, alat, kategori ukur, mode (impedansi tinggi atau LoZ)
    SebabSebab langsung dan akar sebab, dengan tingkat keyakinan
    Tindakan dan verifikasiYang diperbaiki atau diganti beserta alasan; uji ulang pada keadaan semula
    RekomendasiTindakan terhadap akar sebab, pemilik, tenggat; perubahan diagram atau label

    Komponen yang dilepas disimpan berlabel sampai sebab terbukti, dan yang sehat dicatat sehat.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Pengukuran bertegangan di contoh ini memenuhi prasyarat kondisi berhenti 3.

    Contoh 1: kontaktor pompa transfer yang tidak menarik. Pompa transfer 3 kW, 400 V, asut langsung; panel di ruang kering, pelampung -B1 di tangki bawah di area basah, kabel -W2 40 m. Suplai kendali dari trafo -T1 400/230 V dengan -T1:X2 diikat ke PE dan pengaman sekunder -F3 (MCB kurva B 2 A) di -T1:X1, sesuai susunan Bab 56; trafo disuplai lewat pengaman primernya sendiri dari hilir sakelar utama, sehingga MCB motor -F1 dapat dibuka dan dikunci tanpa mematikan kendali. Saat START ditekan, -Q1 tidak menarik dan tidak berdengung, lampu suplai kendali menyala, dan -F2 tidak trip; buku log mencatat tangki bawah meluap dua pekan sebelumnya.

    Rantai kendali dibagi delapan ruas, masing-masing diawali titik ukur yang terjangkau di panel: (1) -T1:X1, ruas -F3; (2) keluaran -F3, ruas kabel dan -F2 95-96; (3) -F2:96, ruas -S1 11-12 (STOP); (4) -S1:12, ruas kabel panel ke -X3:1; (5) -X3:1, ruas -W2 keluar, kontak -B1 (menutup bila air cukup), dan -W2 kembali; (6) -X3:2, ruas kabel panel ke -S2:13; (7) -S2:13, ruas -S2 13-14 (START, paralel dengan -Q1 13-14); (8) -Q1:A1, ruas koil -Q1 A1-A2 dan kabel balik ke -T1:X2. Menurut tabel harapan, titik 1 sampai 7 bertegangan 230 V pada siaga dan saat START ditekan, titik 8 hanya saat START ditekan; ketujuh titik pertama dibaca tanpa menekan START, dan perintah jalan baru diperlukan bila ketujuhnya normal. Sebelum mengukur, -F1 dibuka dan dikunci supaya motor tidak berputar bila kontaktor tiba-tiba menarik, dan pengukuran terhadap -T1:X2 dilakukan dua orang kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD. Dengan n=8n=8, k=⌈log⁡28⌉=3k=\lceil\log_2 8\rceil=3, dan titik 1 diukur lebih dulu sebagai uji alat dan suplai, di luar hitungan kk.

    Titik 1 terbaca 231 V pada multimeter 10 MΩ dan 230 V pada LoZ, jadi suplai dan alat baik. Pengukuran pertama, titik 5, memberi bacaan sama, jadi ruas 1 sampai 4 sehat; pengukuran kedua dan ketiga, titik 7 dan 6, memberi 104 V pada 10 MΩ tetapi 0,9 V pada LoZ, tegangan hantu, jadi keduanya tidak tersambung dan gangguan di ruas 5. Bacaan 104 V cocok dengan inti kembali -W2 yang putus di ujung jauh dan terkopel ke inti keluar; dengan kapasitansi antarinti 100 pF/m dan ke PE serta inti lain 120 pF/m, pembagi kapasitif Bab 15 memberi

    V=230×100100+120=104,5 V,Xk=12π×50×40×100×10−12≈0,80 MΩV = 230 \times \frac{100}{100 + 120} = 104{,}5\ \text{V}, \qquad X_\text{k} = \frac{1}{2\pi \times 50 \times 40 \times 100 \times 10^{-12}} \approx 0{,}80\ \text{M}\Omega

    sehingga beban LoZ 3 kΩ menurunkannya ke sekitar 0,9 V; tanpa LoZ, titik 7 dapat disalahbaca sebagai tegangan kurang dari trafo. Penelusuran berurutan dari titik 2 memerlukan lima pengukuran (titik 2 sampai 6), bagi dua tiga, dan titik 8 yang memerlukan START tidak pernah diukur. Ketiga komponen yang diganti di pembuka berada di luar ruas yang bersalah.

    Contoh 2: uji tanpa tegangan di area basah dan laporan diagnosis. Ruas 5 Contoh 1 sebagian di area basah, dan sirkit terbuka ditemukan sama baiknya tanpa tegangan, jadi ruas itu tidak ditelusuri bertegangan (Bab 76): sirkit kendali dipisah di sakelar utama, dikunci, dan diverifikasi bebas tegangan di -X3:1 dan -X3:2 (Bab 2 · Keselamatan). Air di tangki terlihat cukup, jadi -B1 seharusnya tertutup. Lingkar -X3:1 ke -X3:2 dengan kabel dilepas dari panel terbaca OL (harapan sekitar 1 Ω), kontak -B1 di terminalnya 0,2 Ω (pelampung sehat), dan dari panel ke kotak sambung inti keluar -W2 0,4 Ω (utuh) sedangkan inti kembali OL: putus di ruas ini. Kotak sambung dibuka: bekas terendam, dasarnya berlumpur tetapi sudah kering, dan sambungan puntir berselotip pada inti kembali berkarat hijau dan terlepas. Bila kotak masih berisi air, jalur bocor melalui air ke inti keluar dapat membuat bacaan LoZ di titik 6 dan 7 tidak runtuh (Bab 15).

    Laporannya, dalam bentuk bagian Dokumentasi, mencatat gejala, sebab langsung, dan bukti di atas, termasuk luapan di buku log, serta tiga akar sebab: kotak sambung tanpa perlindungan air memadai di bawah permukaan luapan tangki, sambungan puntir berselotip di lokasi basah, dan pemeriksaan berkala yang tidak mencakup kotak sambung. Tindakannya mengganti -W2 utuh tanpa sambungan dari -B1 ke panel; verifikasinya menguji resistansi isolasi -W2 baru sebelum dienergikan (Bab 17), membaca titik 7 230 V pada LoZ, memastikan pompa jalan dan berhenti menurut pelampung, dan menguji STOP. Rekomendasinya meniadakan sambungan di area tangki atau memindahkannya ke atas permukaan luapan, memasukkan kotak sambung ke daftar pemeriksaan berkala, dan mencatat tiga komponen yang dilepas sebagai sehat. Susunan ini gagal ke arah aman: kabel pelampung putus membuat pompa tidak jalan (arah kegagalan sensor proses: Bab 58).

    Contoh 3: menilai uji nyala dengan resistor pengganti sekering. Sebuah buku kursus elektronika hobi menganjurkan menukar sekering penguat daya dengan resistor 100 Ω/4 W saat menyetel arus bias pertama kali, sampai tegangan resistor 2,5 V pada versi 50 W, dengan catu tanpa beban tidak lebih dari 40 V DC. Pada 2,5 V dan saat transistor keluaran hubung singkat pada 40 V:

    I=2,5100=25 mA,P=0,0252×100=0,0625 W;Ihs=40100=0,4 A,Phs=402100=16 WI = \frac{2{,}5}{100} = 25\ \text{mA}, \quad P = 0{,}025^2 \times 100 = 0{,}0625\ \text{W}; \qquad I_\text{hs} = \frac{40}{100} = 0{,}4\ \text{A}, \quad P_\text{hs} = \frac{40^2}{100} = 16\ \text{W}

    Resistor menjadi pengukur arus sekaligus pembatas; saat hubung singkat ia melindungi transistor, tetapi pada empat kali ratingnya ia cepat panas berlebih dan harus diawasi. Pada tegangan ekstra rendah dengan catu yang diketahui, seperti 40 V DC ini, cara ini wajar sebagai uji nyala pertama yang dibatasi arus. Pada 230 V AC, dengan koil kontaktor 70 VA (impedansi tarik 755,7 Ω) dan penjumlahan aritmetik:

    Ihs=230100=2,3 A,Phs=2302100=529 W;Ukoil=230×755,7855,7=203 VI_\text{hs} = \frac{230}{100} = 2{,}3\ \text{A}, \quad P_\text{hs} = \frac{230^2}{100} = 529\ \text{W}; \qquad U_\text{koil} = 230 \times \frac{755{,}7}{855{,}7} = 203\ \text{V}

    Resistor 4 W berubah menjadi pemanas atau terbuka dengan busur, sementara sirkit tanpa pengaman, dan resistor seri memalsukan kerja normal, karena sekitar 27 V hilang padanya. Metode ini hanya bernilai untuk elektronika bertegangan ekstra rendah di meja kerja, diawasi, dengan sekering asli segera dipasang kembali. Pada instalasi dan mesin 230/400 V, mengganti sekering dengan resistor, kawat, atau pengaman berarus lebih besar adalah mengakali proteksi; padanan yang benar untuk energisasi pertama mesin adalah urutan uji pra-energi yang bertahap di Bab 74.

    Contoh 4: bagi dua menurut peluang pada kipas buang dapur. Kontaktor kipas buang dapur hotel tidak menarik; rantainya delapan ruas seperti Contoh 1, dengan ruas 6 berisi kabel ke sakelar aliran udara di atap. Dari riwayat, peluang ruas 6 diperkirakan 70%, ruas 7 dan 8 masing-masing 5%, dan ruas 1 sampai 5 masing-masing 4%. Bagi dua menurut jumlah selalu memerlukan ⌈log⁡28⌉=3\lceil\log_2 8\rceil=3 pengukuran. Menurut peluang, titik pertama dipilih sesudah ruas 5 (20 banding 80) dan titik kedua sesudah ruas 6, sehingga ruas 6 terkurung pada pengukuran kedua, ruas 1 sampai 3, 7, dan 8 pada ketiga, dan ruas 4 dan 5 pada keempat:

    kˉ=0,70×2+0,22×3+0,08×4=2,38\bar{k} = 0{,}70 \times 2 + 0{,}22 \times 3 + 0{,}08 \times 4 = 2{,}38

    Rata-rata turun dari 3 menjadi 2,38 walau kasus terburuk naik menjadi 4, dan kedua titik pertama ada di blok terminal panel, jadi aman dan murah.

    Contoh 5: bagi dua dengan uji isolasi di dapur rumah sakit. RCD sirkit kotak kontak dapur rumah sakit trip berulang. Setelah semua peralatan dicabut dan sirkit diisolasi, dikunci, dan diverifikasi bebas tegangan, resistansi isolasi seluruh sirkit 0,05 MΩ. Sirkit berantai melalui 12 kotak kontak, jadi bagi dua dengan memisahkan sambungan di kotak tengah memerlukan paling banyak

    k=⌈log⁡212⌉=4k = \lceil \log_2 12 \rceil = 4

    uji, dibandingkan 11 secara berurutan. Bila kedua separuh sama-sama rendah, anggapan gangguan tunggal gugur dan setiap separuh dicari tersendiri.

    Contoh 6: jalur paralel pada uji koil. Di laundry rumah sakit, relai bantu -K1 menarik tetapi kontaktor -Q1 yang koilnya paralel dengannya tidak, walau -Q1:A1 bertegangan penuh. Setelah isolasi, ohmmeter di A1-A2 -Q1 yang masih terpasang membaca 450 Ω, sama dengan koil -K1, seperti koil sehat; satu ujung koil -Q1 dilepas, dan bacaannya OL: koil putus. Bila koil -Q1 sehat 190 Ω, bacaan terpasang pun bukan nilai koil sendiri, melainkan resistansi ekuivalen paralel (Bab 1):

    R=190×450190+450=134 ΩR = \frac{190 \times 450}{190 + 450} = 134\ \Omega

    Resistansi koil pada sirkit terpasang karena itu selalu diukur dengan satu ujungnya dilepas, dan ujung itu dicatat untuk dipasang kembali.

    Kondisi berhenti

    Hentikan diagnosis, dan jangan mengenergikan ulang, bila keadaan berikut ditemukan; keadaan itu ditangani personel kompeten dan berwenang.

    1. Diagram tidak cocok dengan panel pada perangkat yang akan dipisah atau diukur, sehingga isolasi dapat mengenai sirkit yang salah (Bab 50).
    2. Penelusuran tegangan direncanakan pada terminal terbuka di area cuci, pengering, atau ruang lembap lain, padahal uji tanpa tegangan dapat menemukan gangguan yang sama; atau panel basah atau lantai tergenang (PUIL 2020 9.9.3.2, tafsir Bab 76 tentang kerja aman).
    3. Pengukuran bertegangan akan dilakukan tanpa personel kompeten, tanpa alat berkategori ukur sesuai, tanpa APD (Bab 14), atau tanpa alasan tertulis mengapa uji tanpa tegangan tidak cukup.
    4. Titik ukur hanya tercapai dengan menekan START sementara sirkit daya motor belum dipisah dan dikunci, atau ada orang di dekat bagian yang dapat bergerak (Bab 74).
    5. Alat ukur tidak lolos uji pada sumber yang diketahui, sebelum atau sesudah pengukuran (Bab 14).
    6. Pengaman kendali putus berulang saat diganti, atau ada tanda panas, bau hangus, atau bunyi busur; panel tidak dibuka bertegangan dan diagnosis dilanjutkan tanpa tegangan (Bab 77).
    7. Satu-satunya cara "membuktikan" hipotesis adalah menjembatani kontak, interlock, atau pengaman.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Kontak yang dicurigai dihubung-singkatkan kawat; bila motor jalan, kontaknya rusak.

    Why is it wrong?

    Kekeliruan anjuran satu buku ajar kendali ini sudah diuraikan di Bab 54 (rangkaian kendali lanjutan) dan Bab 56 (sirkit kendali). Penggantinya: tegangan melintasi kontak saat START ditekan, atau resistansi kontak pada sirkit bebas tegangan.

    Common misconception

    Lampu uji di antara dua fasa cukup untuk memeriksa sirkit bertegangan.

    Why is it wrong?

    Lampu uji dua bola seri di buku ajar memang disebut PUIL 2020 9.9.2.2 sebagai alat pemeriksa bebas tegangan, tetapi tidak menyala pada tegangan kecil, misalnya 24 V, atau bila filamennya putus, dan umumnya tanpa rating kategori ukur; detektor dua kutub atau multimeter berkategori sesuai dengan uji-ukur-uji (Bab 14) lebih aman.

    Common misconception

    Tegangan terbaca berarti tersambung, nol berarti gangguan tepat di situ.

    Why is it wrong?

    Pada kabel panjang, multimeter berimpedansi tinggi membaca tegangan hantu, seperti titik 6 dan 7 pada Contoh 1, dan nol berarti gangguan berada di hulu titik itu atau alatnya bermasalah.

    Common misconception

    Setelah diganti gangguannya hilang, jadi penyebabnya ketemu.

    Why is it wrong?

    Hilangnya gejala hanya membuktikan sesuatu di ruas itu berubah, termasuk sambungan yang tersentuh saat membongkar; tanpa bukti pada komponen yang dilepas dan tanpa akar sebab, gejala biasanya kembali.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab ini bertumpu pada Bab 1 (hukum Ohm), Bab 52 (diagnosis berantai sebab), Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis (uji pembeda), Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis (akar sebab), Bab 50 (diagram kendali), Bab 51 (logika kendali), Bab 56 (sirkit kendali), Bab 46 (batas tarik koil), serta Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76 (isolasi). Bab 79 (diagnosis kendali motor) dan Bab 80 (diagnosis instalasi) menerapkannya, dan laporannya menjadi masukan Bab 81 (pemeliharaan listrik terencana).

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Rantai interlock sebuah pengering terdiri atas 20 ruas terukur, 10 di antaranya di mesin di area pengering. Hitung jumlah pengukuran terburuk secara berurutan dan dengan bagi dua, lalu susun ruang cari.

      See the worked solution

      Berurutan n−1=19n-1=19 dan bagi dua ⌈log⁡220⌉=⌈4,32⌉=5\lceil\log_2 20\rceil=\lceil4{,}32\rceil=5. Area pengering tergolong ruang lembap dan sirkit terbuka di mesin dapat ditemukan tanpa tegangan, jadi 10 ruas mesin tidak ditelusuri bertegangan (9.9.3.2, tafsir Bab 76): ruang cari pertama berisi 10 ruas panel dan satu ruas gabungan "mesin", n=11n=11 dan k=4k=4. Ruas gabungan yang bermasalah dibagi dua pada titik kontinuitas setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan.

    2. Pada kabel pelampung 60 m, -X3:4 terbaca 71 V pada multimeter 10 MΩ dan 0,6 V pada LoZ, sedangkan titik sebelumnya 230 V pada kedua mode. Tafsir mana yang benar: (A) trafo lemah; (B) -X3:4 tidak tersambung ke sumber dan gangguan di antara kedua titik; (C) -X3:4 bebas tegangan dan boleh disentuh; (D) LoZ merusak bacaan, jadi 71 V yang dipakai?

      See the worked solution

      B: bacaan tinggi pada 10 MΩ yang runtuh di bawah LoZ adalah ciri tegangan hantu, jadi ruas terbuka berada di antara titik 230 V dan -X3:4. A salah karena sumber terbukti di titik sebelumnya, C karena LoZ bukan verifikasi bebas tegangan dan inti itu bersebelahan dengan inti bertegangan, dan D membalik fungsi LoZ.

    3. Kontak -F2 95-96 terbakar sampai 200 Ω pada koil -Q1 230 V berdaya tarik 70 VA dan daya tahan 8 VA. Dengan penjumlahan aritmetik seperti Bab 51 (logika kendali dasar) dan batas menutup 85%, hitung tegangan koil saat menarik dan menahan serta tegangan melintasi -F2 95-96 saat START, lalu jelaskan gejalanya.

      See the worked solution

      Impedansi tarik 2302/70=755,7230^2/70=755{,}7 Ω memberi koil 230×755,7/955,7=181,9230\times755{,}7/955{,}7=181{,}9 V (79,1%, di bawah 85%) dan kontak sekitar 48 V, jadi penarikan tidak dijamin; hitungan fasor dengan cos⁡φ=0,8\cos\varphi=0{,}8 (Bab 56) memberi 81,8%, kesimpulannya sama. Saat menahan, 2302/8=6 612230^2/8=6\,612 Ω memberi 6 612/6 812=0,9716\,612/6\,812=0{,}971 atau 97,1%, sehingga kontaktor berdengung atau tidak menutup saat START tetapi bertahan bila sudah menutup. Bacaan terhadap acuan (182 V di A1) mudah dianggap cukup, sedangkan 48 V melintasi kontak, yang seharusnya hampir 0 V, menunjukkan sebabnya; kontak diganti setelah sebab panasnya dicari.

    4. Pilih uji tanpa atau dengan tegangan, dengan alasan, untuk: (a) koil kontaktor dicurigai putus; (b) kontaktor pompa kadang lepas saat pengering besar mulai berputar; (c) sakelar posisi pintu mesin cuci di area cuci dicurigai tidak menutup.

      See the worked solution

      (a) Tanpa tegangan: resistansi koil diukur setelah isolasi dengan satu ujung dilepas, dan putus terbaca OL. (b) Dengan tegangan, karena gejala hanya muncul saat beban lain berjalan: tegangan koil dan suplai direkam saat kejadian di panel kering oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, atau dengan perekam yang dipasang saat panel bebas tegangan. (c) Tanpa tegangan: area cuci tergolong ruang lembap, dan sakelar yang tidak menutup ditemukan dengan uji kontinuitas setelah isolasi sambil pintu ditutup dan dibuka.

    5. Laporan teknisi: "Pompa mati. Kontaktor rusak, sudah diganti, pompa jalan lagi." Pisahkan isinya ke gejala, sebab, bukti, dan rekomendasi, lalu sebutkan tiga hal yang hilang.

      See the worked solution

      Gejala "pompa mati" terlalu umum, sebab "kontaktor rusak" tanpa tingkat dan akar sebab, bukti tidak ada karena "jalan lagi" hanya menunjukkan sesuatu berubah, dan rekomendasi tidak ada. Yang hilang: bacaan titik ukur beserta alat dan kondisinya, hasil pemeriksaan kontaktor yang dilepas, dan alasan kontaktor rusak beserta tindakannya.

    6. Sekering modul 24 V DC diganti resistor 47 Ω/5 W untuk uji nyala; arus normal modul 0,1 A. Hitung arus dan daya resistor bila modul hubung singkat dan tegangan modul pada arus normal, lalu nilai uji ini.

      See the worked solution

      Saat hubung singkat I=24/47=0,51I=24/47=0{,}51 A dan P=242/47=12,3P=24^2/47=12{,}3 W, sekitar 2,5 kali rating; pada arus normal resistor menjatuhkan 0,1×47=4,70{,}1\times47=4{,}7 V, sehingga modul hanya mendapat 19,3 V (80%). Uji ini membatasi kerusakan tetapi memalsukan kerja normal; catu DC berpembatas arus sedikit di atas 0,1 A memberi perlindungan yang sama tanpa susut, dan sekering asli dipasang kembali sebelum modul dipakai.

    Referensi

    External sources

    • NFPA 70E-2021 110.4, Energized work (sekunder)electricallicenserenewal.com
    • Changes in NFPA 70E 2024 from 2021, e-Hazard (sekunder)e-hazard.com
    • IEC 62740:2015, pratinjau resmi berisi ruang lingkup, definisi, dan langkah prosescdn.standards.iteh.ai

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Metode diagnosis gangguan listrik. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/metode-diagnosis-gangguan-listrik

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Rantai interlock sebuah pengering terdiri atas 20 ruas terukur, 10 di antaranya di mesin di area pengering. Hitung jumlah pengukuran terburuk secara berurutan dan dengan bagi dua, lalu susun ruang cari.

    2

    Pada kabel pelampung 60 m, -X3:4 terbaca 71 V pada multimeter 10 MΩ dan 0,6 V pada LoZ, sedangkan titik sebelumnya 230 V pada kedua mode. Tafsir mana yang benar: (A) trafo lemah; (B) -X3:4 tidak tersambung ke sumber dan gangguan di antara kedua titik; (C) -X3:4 bebas tegangan dan boleh disentuh; (D) LoZ merusak bacaan, jadi 71 V yang dipakai?

    3

    Kontak -F2 95-96 terbakar sampai 200 Ω pada koil -Q1 230 V berdaya tarik 70 VA dan daya tahan 8 VA. Dengan penjumlahan aritmetik seperti Bab 51 (logika kendali dasar) dan batas menutup 85%, hitung tegangan koil saat menarik dan menahan serta tegangan melintasi -F2 95-96 saat START, lalu jelaskan gejalanya.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextDiagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 79.

    PreviousBusur api: energi insiden, batas pendekatan, dan APD

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 77.

    Same disciplineTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.