Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 74Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    Uji pra-energi dan komisioning panel dan mesin

    Bab ini menyusun urutan uji panel dan perlengkapan listrik mesin sebelum dan sesudah pertama kali dialiri: pemeriksaan visual dan mekanis, kontinuitas ikatan protektif, resistansi isolasi dengan elektronika dilepas, uji sirkit kendali dan logika keselamatan tanpa sirkit daya, energisasi bertahap dengan impedansi lingkar, urutan fasa, dan arah putar, uji fungsi keselamatan berdaya termasuk kunci pintu yang dilepas setelah kecepatan nol terbukti, tegangan sisa, lalu dokumentasi dan serah terima, dengan kriteria IEC 60204-1 klausul 18 dan verifikasi rutin PUIL 2020 5110.11 (padanan IEC 61439-1 klausul 11). Lembar uji yang hanya memeriksa hubung singkat dilengkapi tegangan uji 500 V DC dan batas 1 MΩ, dan kriteria 1.000 Ω/V IEC 61439-1 diletakkan pada tempatnya. Contoh kerja mengisi lembar komisioning satu washer-extractor ber-VFD dengan angka terukur, tiga temuan yang diperbaiki, dan keputusan lulus atau gagal per butir. Metode tiap uji dirujuk ke babnya; pengukuran bertegangan hanya dijelaskan prinsipnya dengan prasyarat kompetensi, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Panel washer-extractor 25 kg di sebuah laundry hotel baru saja dirakit ulang: rangkaian stop daruratnya diganti relai keselamatan, kontaktor pemanas dipindah, dan penggerak frekuensi variabel (VFD) diganti unit baru. Teknisi pemasang ingin menutup sakelar utama sore itu juga, "supaya kelihatan jalan atau tidak". Kepala teknik menolak: dua bulan sebelumnya, di laundry lain, panel baru yang langsung dinyalakan meledakkan satu kontaktor karena sisa potongan kabel menjembatani dua fasa di terminal. Pemilik bertanya berapa lama pengujian yang diminta, apa isinya, dan mengapa tidak cukup mencoba lalu memperbaiki yang tidak jalan.

    Batas pembahasan

    Cakupannya panel kendali mesin dan perlengkapan listrik mesin tegangan rendah 230/400 V, yaitu washer-extractor, pengering, setrika gulung, dan panel motor kecil, dengan batas di terminal suplai mesin. Yang disusun di sini ialah urutan uji: uji mana dulu, dalam keadaan energi apa, dan kapan urutan berhenti; metode tiap uji ada di bab yang disebut pada tiap tahap, dan pemeriksaan instalasi bangunan di Bab 39. Uji tegangan tinggi pabrik, keselamatan fungsional terukur (tingkat kinerja PL dan tingkat integritas keselamatan SIL, Bab 70), dan parameter VFD hanya disinggung. Pengukuran pada sirkit bertegangan hanya dilakukan personel kompeten yang ditugaskan, dengan alat berkategori ukur sesuai (Bab 14) dan APD, dan isolasi serta verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan. Angka pada contoh adalah ilustrasi, bukan data produk.

    Norma: dua jalur verifikasi

    PUIL 2020 Bagian 1, 11.3 k) mengecualikan peralatan listrik pada mesin, sehingga panel washer-extractor diverifikasi menurut IEC 60204-1 klausul 18. Klausul 18.1 memuat delapan butir: a) kesesuaian dengan dokumen teknis, b) kontinuitas sirkit ikatan protektif (Uji 1), c) syarat pemutusan otomatis (18.2), d) resistansi isolasi, e) uji tegangan, f) tegangan sisa, g) syarat 8.2.6 untuk arus bocor besar, dan h) uji fungsi. Bila tidak ada standar produk khusus mesinnya, butir a), b), c), dan h) selalu dilakukan, sedangkan d) sampai g) dapat dipilih.

    Mesin laundry industri mempunyai standar keselamatan seri ISO 10472, antara lain mensyaratkan pintu drum terkunci selama drum berputar; pengaruhnya pada daftar verifikasi belum dipastikan. Bab ini mewajibkan butir d) karena ruang cuci basah menurunkan isolasi, dan butir f) pada setiap mesin ber-VFD atau berkapasitor karena tautan DC menyimpan tegangan berbahaya setelah pemutusan.

    Panel yang menjadi bagian instalasi, misalnya panel pompa pada PHB gedung (PSDK), mengikuti Bagian 5-511: klausul 5110.11 meminta verifikasi rutin konstruksi dan kinerja setiap PSDK, dengan rincian di Bab 71 tentang desain panel, sama dengan subklausul 11.2 sampai 11.10 IEC 61439-1:2020. Bagian 9 menambah: instalasi baru atau yang diubah diuji sebelum dialiri (9.4.3.1), hasilnya dilaporkan dalam berita acara (9.5.7.3), dan uji coba yang menemukan kesalahan dihentikan sampai diperbaiki (9.5.7.4).

    Urutan: mati dulu, hidup bertahap

    Setiap uji mengandaikan uji sebelumnya lulus. Kontinuitas ikatan protektif diuji sebelum resistansi isolasi, karena angka isolasi terhadap PE yang putus tidak berarti. Keduanya mendahului uji bertegangan, karena rangka tanpa PE dapat bertegangan fasa di bawah tangan penguji. Uji yang memutar drum baru dilakukan setelah suplai dan arah putar terbukti. Menurut Bab 18, IEC 60364-6 memakai logika yang sama untuk instalasi dan meminta uji yang terpengaruh diulang setelah perbaikan.

    Tahap 1 sampai 3 dikerjakan bebas tegangan, dengan elektronika dilepas untuk uji isolasi; tahap 4 hanya dengan sirkit kendali bertegangan; tahap 5 berupa energisasi bertahap; tahap 6 menguji fungsi keselamatan dengan daya penuh setelah tahap 5 lulus, dan semuanya harus lulus tanpa pengecualian; tahap 7 memeriksa tegangan sisa setelah pemutusan; dan tahap 8 menutupnya dengan lembar uji dan berita acara.

    Uji mati: visual, ikatan protektif, dan resistansi isolasi

    Tahap 1. Butir a) IEC 60204-1 dijawab dengan mencocokkan komponen, penampang kabel, dan label kode referensi terhadap diagram; memeriksa tanda torsi, ferrule, penghalang terhadap bagian bertegangan, tanda PE, dan tidak adanya potongan kabel atau serpihan bor di dalam panel (Bab 72). Di sisi mesin: gland kencang, kotak terminal motor tertutup, kabel fleksibel bebas dari bagian bergerak, baut penahan transportasi drum sudah dilepas, dan isolator lokal dapat dikunci (Bab 73). Setelan relai beban lebih atau parameter arus motor dicocokkan dengan arus pelat nama (Bab 47). Temuan ditutup sebelum tahap 2, karena kabel yang dipindah mengubah hasil uji berikutnya.

    Tahap 2. Sirkit ikatan protektif (protective bonding circuit) adalah rangkaian konduktor proteksi dari terminal PE mesin ke semua bagian konduktif terbuka. Uji 1 IEC 60204-1 18.2.2 mengalirkan arus 0,2 A sampai sekitar 10 A dari sumber terpisah bertegangan tanpa beban paling tinggi 24 V AC atau DC, dari terminal PE mesin ke setiap titik sirkit itu, dan arus yang lebih besar lebih teliti. Kriterianya bukan angka tetap: resistansi terukur harus berada dalam rentang yang diharapkan dari panjang, luas penampang, dan bahan konduktor proteksinya.

    Titik ujinya meliputi pintu panel, rangka motor, pendingin VFD, bak di dekat pemanas, rumah kunci pintu, serta pipa air dan uap; alat dan cara menolkan kabel uji ada di Bab 18. Bila arus bocor ke bumi perlengkapan di atas 10 mA, misalnya karena filter EMC VFD, butir g) meminta konduktor proteksi suplai sekurangnya 10 mm² tembaga atau konduktor proteksi kedua, dan label peringatan (IEC 60204-1 8.2.6).

    Tahap 3. IEC 60204-1 18.3 menguji sirkit daya terhadap sirkit ikatan protektif pada 500 V DC dengan hasil sekurangnya 1 MΩ; nilai lebih rendah sampai 50 kΩ diizinkan untuk bagian tertentu. Sebelum uji, VFD dilepas di terminal masuk dan keluarnya, filter EMC dan gawai proteksi surja (SPD) dilepas, catu daya 24 V DC dan PLC dicabut, dan penghubung sisi terbumikan trafo kendali ke PE dibuka, seperti di Bab 17 dan Bab 56 tentang sirkit kendali. Sirkit kendali 230 V diuji dengan kedua ujung sekunder trafo disatukan terhadap PE, sehingga koil tidak mendapat tegangan uji di antara terminalnya. Sirkit PELV 24 V hanya diuji pada kabel lapangannya dengan modul terlepas, pada 250 V DC dengan batas 0,5 MΩ, meminjam baris SELV dan PELV IEC 60364-6 di Bab 17. Pasangan fasa-fasa dan fasa-N diuji dengan beban dilepas, karena dengan motor tersambung yang terukur hanya belitannya, dan pemeriksaan hubung singkat dengan ohmmeter tidak menggantikan uji kontinuitas dan uji isolasi bertegangan uji. Setelah uji, benda uji diluahkan dan semua yang dilepas dipasang kembali serta dicatat.

    Pada panel instalasi, IEC 61439-1 11.9 memverifikasi sifat dielektrik dengan uji tegangan frekuensi daya sekurangnya 1 s, atau resistansi isolasi pada sekurangnya 500 V DC dengan hasil sekurangnya 1.000 Ω per volt tegangan sirkit terhadap bumi. Angka itu, 0,23 MΩ untuk sirkit 230 V, berlaku untuk rakitan baru yang kering, bukan instalasi terpasang atau motor; bab ini memakai 1 MΩ untuk panel mesin dan panel di ruang cuci, seperti Bab 17. Uji tegangan butir e), AC 50 atau 60 Hz paling tinggi dua kali tegangan suplai pengenal atau 1.000 V, mana yang lebih besar, sekurangnya 1 s, tidak diwajibkan dan diputuskan pabrikan mesin; bab ini memperlakukannya sebagai uji pabrik.

    Sirkit kendali dan logika keselamatan tanpa daya

    Pada tahap 4, pengaman sirkit VFD dan pemanas dicabut dan dikunci, dan kabel motor dilepas dari keluaran VFD, sehingga hanya sirkit kendali yang dapat dialiri, seperti di Bab 54. Setiap keadaan dicek terhadap tabel keadaan, dengan waktu dari pengukur waktu. Uji ini bertegangan, sehingga prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD berlaku. Setiap syarat diuji dari sisi kegagalannya: perintah jalan ditolak bila stop darurat terkunci, relai keselamatan belum di-reset, pintu terbuka, atau level air kurang, dan pembatas suhu yang terpicu melepas kontaktor pemanas sampai di-reset manual. Suplai kendali juga diputus di tengah keadaan jalan, termasuk sangat singkat, dan saat pulih tidak ada kontaktor yang masuk tanpa perintah baru (IEC 60204-1 klausul 7.5).

    Energisasi bertahap, urutan fasa, dan arah putar

    Energisasi bertahap (staged energisation) adalah pemberian daya tingkat demi tingkat dengan pengamatan di antaranya. Pada tahap 5, sirkit instalasi yang melayani mesin harus sudah lulus ujinya (Bab 18). Dengan sakelar utama mesin terbuka, tegangan antarfasa, fasa-netral, dan netral-PE diukur di terminal masuk mesin oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, urutan fasa diperiksa dengan penguji urutan fasa (Bab 16), dan impedansi lingkar gangguan butir c) diukur di titik yang sama dengan metode Bab 18; bila gagal, energisasi berhenti sampai dipilih RCD yang sesuai atau penampang yang lebih besar menurut Bab 21 tentang proteksi kejut listrik. Ketidakseimbangan tegangan dihitung dengan definisi di Bab 9 tentang beban tak seimbang, lalu dibandingkan dengan anjuran 1 % untuk motor yang disambung langsung (Bab 41) dan batas data VFD; bila melewatinya, energisasi ditahan dan sebabnya dicari di suplai. Setelah itu dinyalakan berturut-turut sakelar utama, sirkit kendali, lalu tiap sirkit daya.

    Urutan fasa suplai menentukan arah motor yang disambung langsung, misalnya pompa atau kipas, dan kerja relai fasa. Motor drum lewat VFD tidak bergantung padanya: arahnya ditentukan urutan keluaran dan parameter penggerak. Arah drum diperiksa pada kecepatan cuci rendah terhadap panah pada rumah mesin; bila terbalik, perbaikannya dalam keadaan bebas tegangan atau lewat parameter, bukan dengan menukar suplai di PHB. Arus jalan dibandingkan dengan data memakai tang ampere true RMS di keluaran VFD (Bab 16), dan suhu udara puncak di dalam panel dicatat saat siklus terberat sampai stabil, sebagai bukti anggaran panas Bab 71.

    Fungsi keselamatan, tegangan sisa, dan serah terima

    Pada tahap 6, IEC 60204-1 18.6 mensyaratkan uji fungsi tanpa merinci isinya; penekanannya pada fungsi keselamatan, cakupan rangkaian keselamatan, setelan proteksi termal motor, dan RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS). Bagian yang memerlukan putaran drum diuji di sini:

    • Stop darurat. Setiap gawai menghentikan mesin dalam kategori rancangan, reset tidak menyalakan mesin, dan pada kategori 1 drum diam sebelum pelepasan daya akhir tdt_\text{d} (Bab 49).
    • Kunci pintu. Mesin tidak mulai dengan pintu terbuka, dan pintu tidak dapat dibuka selama drum berputar. Menurut Bab 55 tentang pengereman motor, kunci baru dilepas setelah kecepatan nol terbukti, misalnya oleh pemantau diam; bila pelepasan memakai waktu, pewaktunya bagian dari fungsi keselamatan, bukan relai waktu biasa, dan waktunya dibandingkan dengan keadaan terburuk kategori 1 (rumus pemeriksa).
    • Pembatas level dan suhu. Pemanas tidak masuk selama level kurang dan lepas bila level turun; pembatas suhu diuji dengan cara yang disediakan pabrikannya, setelannya dicatat, dan reset-nya manual.
    • Proteksi motor. Tombol atau fungsi uji melepas kontaktor yang bergantung padanya.

    Jembatan kabel atau magnet pada sakelar pintu tidak dipakai untuk mempercepat uji; fungsi yang gagal dicari penyebabnya dengan uji pembeda seperti di Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis.

    Pada tahap 7, butir f) memeriksa syarat 6.2.4: muatan pada kapasitor dan terminal pengubah daya turun ke 60 V atau kurang dalam 5 s setelah pemutusan, atau dipasang label peringatan; pin steker yang dapat tersentuh turun dalam 1 s atau dilindungi IP2X atau IPXXB. Tautan DC VFD hampir selalu melewati 5 s, jadi yang diperiksa ialah label ada dan waktunya cukup untuk keadaan terburuk; resistor peluah yang memburuk memperpanjang waktu itu. Tegangan rel dibaca pada tampilan penggerak atau terminal ukur yang disediakan pabrikan, oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, tanpa menyentuh bagian di dalam penggerak; kabel yang baru diuji isolasinya diperlakukan sama (Bab 17).

    Pada tahap 8, lembar uji memuat identitas mesin, revisi diagram, alat ukur dan kalibrasinya, kondisi ruang, apa yang dilepas dan dipasang kembali, nilai terukur, batas, keputusan per butir, dan penguji. Butir gagal tetap tercatat; uji ulangnya menjadi baris baru. Perubahan masuk gambar as-built dan temuan masuk daftar tindak lanjut (punch list), seperti di Bab 52 tentang komisioning motor. Serah terima memakai berita acara, sejalan dengan PUIL 2020 9.5.7.3, dan hasil tahap 2 dan 3 menjadi garis dasar pemeliharaan berkala di Bab 81. Mesin lama yang diubah, seperti di pembuka, diuji ulang pada bagian yang diubah dan yang terpengaruh (IEC 60204-1 18.7, isi persisnya belum dipastikan).

    Rumus pemeriksa

    Nilai harapan kontinuitas satu jalur ikatan protektif:

    Rh=ρ20 [1+α (θ−20)] LA,Rukur≤Rh+ΔRR_\text{h} = \rho_{20}\,\bigl[1 + \alpha\,(\theta - 20)\bigr]\,\frac{L}{A}, \qquad R_\text{ukur} \le R_\text{h} + \Delta R

    dengan ρ20=0,0178\rho_{20} = 0{,}0178 Ω·mm²/m untuk tembaga, α=0,003 93\alpha = 0{,}003\,93 K⁻¹, θ\theta suhu (°C), LL panjang (m), AA luas penampang (mm²), dan ΔR=0,05\Delta R = 0{,}05 Ω kelonggaran bab ini untuk beberapa sambungan baut. Jalur paralel lewat rangka diabaikan, jadi nilai jauh di bawah harapan juga perlu dijelaskan. Batas alternatif IEC 61439-1 dan tegangan sisa kapasitor:

    Rmin=1 000 ΩV×U0,u(t)=UDC e−t/(RdC),t60=RdC ln⁡UDC60 V,UDC≈2 UR_\text{min} = 1\,000\ \tfrac{\Omega}{\text{V}} \times U_0, \qquad u(t) = U_\text{DC}\,e^{-t/(R_\text{d}C)}, \qquad t_{60} = R_\text{d}C\,\ln\frac{U_\text{DC}}{60\ \text{V}}, \qquad U_\text{DC} \approx \sqrt{2}\,U

    dengan U0U_0 tegangan sirkit terhadap bumi (V), UDCU_\text{DC} tegangan tautan DC saat pemutusan (V), UU tegangan antarfasa suplai (V), RdR_\text{d} resistansi peluahan (Ω), dan CC kapasitansi (F). Asumsinya peluahan hanya lewat RdR_\text{d}; beban lain mempercepatnya. Pembanding margin pewaktu kunci pintu, bila pabrikan memakai pelepasan berbasis waktu:

    tkunci≥1,3 (td+thenti,0)t_\text{kunci} \ge 1{,}3\,\bigl(t_\text{d} + t_\text{henti,0}\bigr)

    dengan thenti,0t_\text{henti,0} waktu henti bebas drum (s) dan tdt_\text{d} tunda pelepasan daya kategori 1 terukur (s): pengereman gagal, daya lepas pada tdt_\text{d}, lalu drum meluncur. Tanpa faktor 1,3, batasnya sama dengan penilaian Bab 55 (73 s pada drum contoh); faktor itu tambahan bab ini untuk sebaran muatan dan keausan, dan rumus ini tidak menggantikan syarat kecepatan nol terbukti.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD berlaku pada setiap pengukuran bertegangan. Keenam contoh mengisi lembar komisioning mesin pembuka, mesin contoh kerja Bab 49 tentang stop darurat.

    Contoh 1: pemeriksaan visual dan kontinuitas ikatan protektif. Mesin disuplai 400 V dengan N dan PE dari MCB kurva C 32 A, dengan sakelar utama empat kutub -Q3 yang dapat dikunci. Motor drum -M1 5,5 kW, 11 A, berjalan lewat VFD -T1 5,5 kW dengan kontaktor jaringan -Q1 di hulunya; pemanas -E1 12 kW, tiga elemen 4 kW 400 V hubungan segitiga, lewat kontaktor -Q2. Trafo kendali -T2 400/230 V berpengaman -F3, dengan catu 24 V DC dan PLC -K3; ruang 30 °C. Pada tahap 1, satu terminal -Q2 tanpa tanda torsi dikencangkan ulang menurut data komponen, dan parameter arus motor 11 A sesuai pelat nama. Tahap 2 memakai alat 10 A, 12 V DC, dengan kabel uji dinolkan; contoh nilai harapan pada 30 °C untuk rangka -M1 (2,5 mm², 3,5 m):

    Rh,M1=0,0178×3,52,5×(1+0,003 93×10)=0,026 Ω,Rh,M1+0,05=0,076 ΩR_\text{h,M1} = 0{,}0178 \times \frac{3{,}5}{2{,}5} \times (1 + 0{,}003\,93 \times 10) = 0{,}026\ \Omega, \qquad R_\text{h,M1} + 0{,}05 = 0{,}076\ \Omega

    Rangka -M1 terukur 0,034 Ω, dan pintu panel, pendingin -T1, rumah kunci pintu, serta pipa air dan uap 0,011 sampai 0,021 Ω, semuanya di bawah batasnya: lulus. Bak dekat -E1 (4 mm², 2,5 m) terukur 0,46 Ω terhadap batas 0,062 Ω: gagal. Sepatu kabelnya dibaut di atas cat tanpa ring bergerigi; setelah dibersihkan dan dibaut ulang, terukur 0,019 Ω: lulus. Arus konduktor proteksi mesin 4,0 mA menurut datanya, di bawah 10 mA dan pembanding 9 mA (30 % dari IΔnI_{\Delta\text{n}}, Bab 22 tentang RCD), sehingga butir g) tidak berlaku.

    Contoh 2: resistansi isolasi dan elemen pemanas yang lembap. Dengan persiapan tahap 3, termasuk membuka penghubung -T2:X2 ke PE, sisi daya dari hilir -Q3 terbuka sampai sisi masuk -Q1 dan -Q2 terbaca 850 MΩ terhadap PE dengan L1, L2, L3, dan N disatukan, dan di atas 999 MΩ antarfasa dan fasa-N dengan primer -T2 dilepas di -F3. Motor -M1 beserta kabelnya, dilepas dari -T1, dan kendali 230 V terbaca 320 dan 45 MΩ pada 500 V DC selama 1 menit, dan kabel lapangan 24 V 120 MΩ pada 250 V DC, semuanya di atas batas 1 MΩ dan 0,5 MΩ. Hanya sirkit pemanas di hilir -Q2 bersama -E1 yang gagal, 0,62 MΩ terhadap PE. Uji antarfasa inilah yang menemukan sisa kabel seperti di pembuka. Sirkit pemanas dipisah: kabelnya di atas 999 MΩ, dan tiga elemen masing-masing 25, 0,65, dan 30 MΩ, dengan resistansi paralel menurut Bab 1:

    Rparalel=11/25+1/0,65+1/30=0,62 MΩR_\text{paralel} = \frac{1}{1/25 + 1/0{,}65 + 1/30} = 0{,}62\ \text{M}\Omega

    Elemen bersalut berisi serbuk isolasi dapat menyerap lembap; elemen kedua diganti, bukan dikeringkan dengan menyalakannya. Setelah penggantian terbaca 10,2 MΩ: lulus, dan penghubung -T2:X2 dipasang kembali.

    Contoh 3: pembatas suhu yang tidak memutus. Pada tahap 4, semua keadaan sesuai kecuali satu: pembatas suhu -B3 yang dipicu dengan tombol ujinya tidak melepas -Q2. Kontak -B3 ternyata disambung ke masukan PLC sebagai alarm, padahal diagram menaruhnya seri dengan koil -Q2. Setelah pengawatan dikembalikan sesuai diagram, -Q2 lepas dan tidak masuk lagi sebelum reset manual -B3: lulus. Kabelnya rapi dan berlabel, sehingga pemeriksaan visual tidak menemukannya.

    Contoh 4: energisasi bertahap di terminal masuk. Pada tahap 5, personel kompeten dengan alat CAT III dan APD mengukur tegangan antarfasa 401, 399, dan 403 V, dalam 400 V ± 10 %, dan mencatat tegangan fasa-netral serta netral-PE. Urutan fasa positif terhadap L1-L2-L3 sesuai acuan fasilitas, dan arah drum pada kecepatan cuci dan peras sesuai panah. Rata-rata tegangan 401 V dengan simpangan terbesar 2 V, dan ZsZ_\text{s} terukur 0,52 Ω dikoreksi suhu dengan R1+R2R_1 + R_2 kabel suplai terukur 0,13 Ω seperti di Bab 21, terhadap batas dari ujung atas trip seketika MCB kurva C 32 A, 320 A:

    100×2401=0,50 %≤1 %;Zs,panas≈0,52+0,13×(1,216−1)=0,55 Ω≤230320=0,72 Ω\frac{100 \times 2}{401} = 0{,}50\ \% \le 1\ \%; \qquad Z_\text{s,panas} \approx 0{,}52 + 0{,}13 \times (1{,}216 - 1) = 0{,}55\ \Omega \le \frac{230}{320} = 0{,}72\ \Omega

    Arus -E1 pada 401 V terbaca 17,1, 17,4, dan 17,2 A, dengan rata-rata 17,23 A dan ketidakseimbangan arus 0,97 %, terhadap harapan

    IE1=12 0003×400=17,3 A;P=3×401×17,23=11,97 kWI_\text{E1} = \frac{12\,000}{\sqrt{3} \times 400} = 17{,}3\ \text{A}; \qquad P = \sqrt{3} \times 401 \times 17{,}23 = 11{,}97\ \text{kW}

    jadi ketiga elemen bekerja. Arus -M1 saat peras tunak 8,2 A (di bawah 11 A) dan suhu udara puncak panel 38,5 °C pada siklus terberat stabil (kenaikan 8,5 K, di bawah 10 K rancangan): lulus.

    Contoh 5: stop darurat dan kunci pintu dengan drum berputar. Stop darurat -S1 masuk ke relai keselamatan -K1 dengan reset -S4, kategori 1, tdt_\text{d} 10 s. Kunci pintu -B1 terkunci pegas dan hanya dibuka bila modul keselamatan -K4 menyatakan kecepatan nol dari sensor putaran drum -B4 dan pewaktu keselamatannya (120 s sejak perintah henti atau suplai pulih) habis. Pada tahap 6, stop darurat saat peras 800 rpm dengan muatan penuh menghentikan drum dalam 6,9 s, di bawah 7,4 s rancangan, dan daya akhir lepas pada 10,2 s, jadi drum diam sebelum pelepasan; reset tidak menyalakan mesin. Uji padam suplai saat peras menurut rencana uji pabrikan memberi waktu luncur 58 s, dan pintu tetap terkunci selama itu. Pembanding margin pewaktu memakai perkiraan 62,8 s dari Bab 49, yang lebih besar, dan tdt_\text{d} terukur:

    td+thenti,0=10,2+62,8=73,0 s,1,3×73,0=94,9 s<120 st_\text{d} + t_\text{henti,0} = 10{,}2 + 62{,}8 = 73{,}0\ \text{s}, \qquad 1{,}3 \times 73{,}0 = 94{,}9\ \text{s} < 120\ \text{s}

    Setelah stop darurat, -K4 menyatakan diam pada detik ke-7 dan kunci terlepas pada 121 s: lulus. Pemanas ditolak selama bak kosong dan lepas saat level -B2 diturunkan: lulus.

    Contoh 6: tegangan sisa, label, dan serah terima. VFD -T1 bertautan DC 470 µF dengan resistansi peluahan 100 kΩ dan berlabel "tunggu 5 menit". Keadaan terburuk dihitung pada 440 V (batas atas +10 %), lalu pada suplai terukur 401 V:

    UDC=2×440=622 V,RdC=100×103×470×10−6=47 s,t60=47ln⁡62260=110 sU_\text{DC} = \sqrt{2} \times 440 = 622\ \text{V}, \qquad R_\text{d}C = 100 \times 10^{3} \times 470 \times 10^{-6} = 47\ \text{s}, \qquad t_{60} = 47 \ln\frac{622}{60} = 110\ \text{s}UDC=2×401=567 V,u(60 s)=567 e−60/47=158 V,t60=47ln⁡56760=106 sU_\text{DC} = \sqrt{2} \times 401 = 567\ \text{V}, \qquad u(60\ \text{s}) = 567\,e^{-60/47} = 158\ \text{V}, \qquad t_{60} = 47 \ln\frac{567}{60} = 106\ \text{s}

    Dengan prasyarat tahap 7, terminal ukur pabrikan menunjukkan 160 V pada 60 s dan 1 V pada 300 s, cocok dengan hitungan. Syarat 60 V dalam 5 s tidak terpenuhi, sehingga label wajib; label 5 menit lebih lama dari 110 s keadaan terburuk: lulus. Pada tahap 8, dua butir gagal (ikatan bak dan elemen pemanas) dan satu kesalahan pengawatan (-B3) tercatat ditemukan sebelum energisasi dan diperbaiki; tahap 2 dan 3 diulang karena kabel di sekitar bak dilepas. Mesin diserahkan dengan berita acara, lembar uji, dan as-built. Bagi pemilik: pengujian ini makan setengah hari, sedangkan "coba dulu" menyalakan pemanas yang pembatas suhunya tidak memutus.

    Kondisi berhenti

    Energisasi tidak dimulai, atau dihentikan, bila salah satu keadaan berikut ditemui; keputusan melanjutkan ada pada kepala teknik atau personel berwenang.

    1. Salah satu uji keselamatan gagal: stop darurat, kunci pintu, pembatas level, pembatas suhu, atau proteksi motor. Tidak ada "dicoba dulu, nanti diperbaiki"; urutan berhenti di butir itu sampai perbaikan dan uji ulang lulus, sejalan dengan prinsip PUIL 2020 9.5.7.4 untuk uji coba instalasi.
    2. Kontinuitas ikatan protektif ke satu bagian konduktif terbuka putus atau di luar rentang harapan tanpa penjelasan.
    3. Resistansi isolasi di bawah batas, atau uji dilakukan tanpa melepas VFD, filter, dan elektronika sehingga hasilnya tidak dapat dinilai.
    4. Uji hanya dapat diselesaikan dengan menjembatani sakelar pintu, kontak keselamatan, pengaman, atau RCD.
    5. Yang dilepas untuk uji (penghubung -T2:X2, filter, kabel motor) belum dipasang kembali dan dicatat, atau diagram dan pemasangan tidak cocok.
    6. Tegangan, urutan fasa, atau ketidakseimbangan di terminal masuk menyimpang dari data mesin, butir c) belum diverifikasi di terminal masuk, atau arah drum belum dipastikan pada kecepatan rendah.
    7. Kontaktor atau drum bergerak tanpa perintah baru setelah suplai kendali atau suplai utama pulih.
    8. Label waktu tunggu tautan DC tidak ada, atau tegangan rel setelah waktu label belum terbukti di bawah 60 V.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Nyalakan dulu, yang tidak jalan diperbaiki.

    Why is it wrong?

    Menyalakan pemutus utama lalu menilai dari lampu yang menyala melewatkan uji mati. Kesalahan paling berbahaya, seperti PE bak dan pembatas suhu pada Contoh 1 dan 3, tidak terlihat saat mesin "jalan".

    Common misconception

    Batas isolasi 1 kΩ per volt.

    Why is it wrong?

    Angka 1.000 Ω/V hanya alternatif verifikasi rutin rakitan baru menurut IEC 61439-1; untuk mesin, IEC 60204-1 meminta 1 MΩ pada 500 V DC.

    Common misconception

    Tombol uji pembatas suhu sudah diklik, fungsinya lulus.

    Why is it wrong?

    Tombol uji membuktikan gawainya membuka kontak; fungsi baru lulus bila kontaktor pemanas benar-benar lepas, seperti Contoh 3.

    Common misconception

    Kontinuitas jauh di bawah nilai harapan berarti sambungan sangat baik.

    Why is it wrong?

    Bacaan itu dapat berasal dari jalur paralel lewat meja baja atau pipa yang terbumi; inti proteksinya belum terbukti utuh sampai jalur paralel dilepas atau inti itu diuji tersendiri sebelum tahap 3.

    Hubungan dengan bab lain

    Dasarnya Bab 1 · Keselamatan dan Bab 2 · Keselamatan (bahaya dan verifikasi keadaan aman); hasilnya dipakai di Bab 76 (kerja aman), Bab 79 (diagnosis kendali motor), dan Bab 81 (pemeliharaan terencana).

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Konduktor proteksi 1,5 mm² sepanjang 6 m dari rangka kipas pengering ke terminal PE panel terukur 0,19 Ω dengan arus 10 A pada suhu ruang 35 °C. Hitung nilai harapan, nilai hasil itu terhadap batas Rh+0,05R_\text{h} + 0{,}05 Ω, dan sebutkan dua kemungkinan penyebab.

      See the worked solution

      Rh=0,0178×6/1,5×(1+0,003 93×15)=0,075R_\text{h} = 0{,}0178 \times 6/1{,}5 \times (1 + 0{,}003\,93 \times 15) = 0{,}075 Ω, dan batasnya 0,075+0,05=0,1250{,}075 + 0{,}05 = 0{,}125 Ω, sehingga 0,19 Ω gagal. Penyebabnya mungkin sambungan baut di atas cat atau korosi, sepatu kabel tidak dikrimp sempurna, atau penampang lebih kecil dari gambar; setelah perbaikan, uji ini dan uji isolasi yang terpengaruh diulang.

    2. Panel pompa baru di PHB gedung (pengaman masuk 63 A) terbaca 0,4 MΩ antara sirkit 230 V dan PE pada 500 V DC di bengkel perakit. Nilai hasil itu menurut kriteria alternatif IEC 61439-1, lalu menurut kriteria bab ini untuk panel di ruang cuci.

      See the worked solution

      Kriteria alternatif 1 000×230=0,231\,000 \times 230 = 0{,}23 MΩ meloloskan 0,4 MΩ untuk rakitan baru dengan pengaman masuk sampai 250 A, tetapi untuk panel di ruang cuci bab ini memakai 1 MΩ, sehingga gagal. Rakitan baru yang kering lazimnya jauh di atas batas, jadi sebabnya dicari, misalnya filter atau varistor yang belum dilepas.

    3. VFD 11 kW mempunyai tautan DC 1.000 µF dan resistansi peluahan 150 kΩ; labelnya "tunggu 5 menit". Dengan suplai 440 V, hitung waktu sampai 60 V dan tegangan pada 300 s. Apakah labelnya cukup?

      See the worked solution

      UDC=2×440=622U_\text{DC} = \sqrt{2} \times 440 = 622 V dan RdC=150R_\text{d}C = 150 s, sehingga t60=150ln⁡(622/60)=351t_{60} = 150 \ln(622/60) = 351 s dan u(300)=622 e−2=84u(300) = 622\,e^{-2} = 84 V. Label 5 menit tidak cukup karena tegangan masih di atas 60 V; label dinaikkan sekurangnya 6 menit, atau lebih bila data pabrikan menyebut lebih lama, dan tegangan rel tetap diukur sebelum menyentuh oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.

    4. Pilih urutan uji pra-energi yang benar: (A) resistansi isolasi, kontinuitas PE, uji fungsi, energisasi; (B) kontinuitas PE, resistansi isolasi, sirkit kendali dan logika keselamatan tanpa daya, energisasi bertahap dengan arah putar, lalu fungsi keselamatan berdaya; (C) energisasi, arah putar, kontinuitas PE, resistansi isolasi; (D) sirkit kendali dengan daya penuh, kontinuitas PE, resistansi isolasi.

      See the worked solution

      Jawabannya B, karena uji isolasi terhadap PE dan semua uji hidup bergantung pada PE yang utuh, logika dibuktikan tanpa daya, dan waktu henti serta kunci pintu diuji setelah suplai dan arah terbukti. A menguji isolasi terhadap PE yang belum terbukti; C dan D memberi daya sebelum uji mati.

    5. Penguji urutan fasa menunjukkan urutan negatif di terminal masuk washer-extractor ber-VFD yang juga memiliki pompa sirkulasi yang disambung langsung. Jelaskan akibatnya pada drum dan pompa, dan di mana perbaikannya dilakukan.

      See the worked solution

      Drum tidak terpengaruh karena VFD membangkitkan urutan keluarannya sendiri, sedangkan pompa yang disambung langsung berputar terbalik, alirannya kecil, dan dapat rusak, kecuali relai fasa menolak start. Urutan acuan fasilitas dicek lebih dulu; bila suplai memang menyimpang dari acuan, dua konduktor ditukar pada titik yang ditetapkan gambar kerja dalam keadaan bebas tegangan dan terverifikasi, bukan di terminal motor drum.

    6. Pada mesin contoh kerja, muatan terberat pabrikan memberi waktu henti bebas terukur 85 s, dengan pewaktu keselamatan kunci pintu tetap 120 s dan tdt_\text{d} terukur 10,2 s. Nilai dengan pembanding margin, lalu tanggapi usul meneruskan komisioning dengan magnet pada sakelar pintu "sementara".

      See the worked solution

      1,3×(10,2+85)=123,81{,}3 \times (10{,}2 + 85) = 123{,}8 s, lebih lama dari 120 s: gagal tipis terhadap margin bab ini, walaupun di atas batas tanpa margin 95,2 s, sehingga pewaktu dinaikkan menurut pabrikan dan diuji ulang. Magnet pada sakelar pintu adalah pintasan fungsi keselamatan dan masuk kondisi berhenti butir 1 dan 4, sejalan dengan PUIL 2020 9.5.7.4.

    Referensi

    External sources

    • EN/IEC 60204-1 klausul 18, verifikasi: daftar butir a) sampai h) (sekunder)gt-engineering.it
    • ISO 10472-2:1997, Safety requirements for industrial laundry machinery: Washing machines and washer-extractors (cuplikan)cdn.standards.iteh.ai
    • IEC 61439-1:2020, pratinjau resmi berisi daftar isicdn.standards.iteh.ai
    • List of the safety testing of machines, Electrical equipment (06.2020), daftar periksa terhadap IEC 60204-1:2016 (sekunder)publikationen.dguv.de
    • EN/IEC 60204-1 18.2.2, Uji 1 kontinuitas sirkit ikatan protektif (sekunder)gt-engineering.it
    • Safety Standards Guide, ringkasan uji IEC 60204-1 edisi 2006+A1:2009 (sekunder)hik-consulting.pl
    • Three most important routine tests for successful verification of a low voltage switchgear (sekunder)electrical-engineering-portal.com
    • EN/IEC 60204-1 18.4, uji tegangan (sekunder)gt-engineering.it
    • EN/IEC 60204-1 18.6, uji fungsi (sekunder)gt-engineering.it

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Uji pra-energi dan komisioning panel dan mesin. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/uji-pra-energi-dan-komisioning-panel-dan-mesin

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Konduktor proteksi 1,5 mm² sepanjang 6 m dari rangka kipas pengering ke terminal PE panel terukur 0,19 Ω dengan arus 10 A pada suhu ruang 35 °C. Hitung nilai harapan, nilai hasil itu terhadap batas Rh+0,05R_\text{h} + 0{,}05 Ω, dan sebutkan dua kemungkinan penyebab.

    2

    Panel pompa baru di PHB gedung (pengaman masuk 63 A) terbaca 0,4 MΩ antara sirkit 230 V dan PE pada 500 V DC di bengkel perakit. Nilai hasil itu menurut kriteria alternatif IEC 61439-1, lalu menurut kriteria bab ini untuk panel di ruang cuci.

    3

    VFD 11 kW mempunyai tautan DC 1.000 µF dan resistansi peluahan 150 kΩ; labelnya "tunggu 5 menit". Dengan suplai 440 V, hitung waktu sampai 60 V dan tegangan pada 300 s. Apakah labelnya cukup?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextBahaya listrik pada tubuh: efek arus, luka bakar, kebakaran, dan pertolongan pertama

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 75.

    PreviousPemasangan lapangan mesin: kabel motor, gland, pembumian, dan isolator lokal

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 73.

    Same disciplineTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.