By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read
Tombol, lampu indikator, warna, dan stop darurat
Tombol, sakelar pilih, dan lampu indikator adalah antarmuka operator mesin, dan stop darurat adalah bagian antarmuka itu yang menjadi fungsi keselamatan. Bab ini menjelaskan kontak NO, NC, dan pembuka paksa; warna tombol dan lampu menurut IEC 60204-1 dan IEC 60073; syarat stop darurat menurut ISO 13850:2015 dan IEC 60947-5-5:2026 (penguncian mekanis, reset manual yang tidak menyalakan mesin); kategori stop 0, 1, dan 2; alasan stop darurat harus memutus langsung atau lewat sirkit keselamatan, bukan lewat masukan PLC; serta batas PUIL 2020 yang tidak mencakup peralatan listrik mesin. Contoh kerja memeriksa rangkaian stop darurat mesin cuci industri dengan daftar periksa dan menghitung waktu henti drum pada kategori 0 dan 1. Rincian tingkat kinerja (PL/SIL) dan prosedur isolasi energi dirujuk ke bab lain.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Sebuah washer-extractor 25 kg di laundry sedang memeras pada putaran tinggi ketika selang air masuk di belakangnya pecah dan lantai mulai tergenang. Operator menekan tombol jamur merah di panel depan, tetapi drum tetap berputar sampai langkah program selesai. Teknisi menemukan tombol itu disambung sebagai kontak NO ke masukan PLC, dan satu kabelnya lepas dari terminal. Setelah kabel disambung, tombol memang menghentikan mesin, tetapi begitu tombol diputar lepas, program melanjutkan putaran dengan sendirinya. Pemilik bertanya: cukupkah kabelnya diperbaiki, atau rangkaiannya yang salah?
Batas pembahasan
Cakupannya tombol tekan, sakelar pilih, lampu indikator, dan tombol stop darurat pada perlengkapan listrik mesin tegangan rendah, termasuk mesin laundry; tali tarik dan pedal darurat disebut sekilas. Kontaktor dan relai bantu ada di Bab 46 (komponen kendali), logika penahan diri dan interlock di Bab 51 (logika kendali dasar), dan Bab 2 (sensor, sinyal, relay) sudah menjelaskan bahwa NO atau NC belum menetapkan keadaan aman tanpa analisis sistem. Penilaian risiko, tingkat kinerja (PL) dan SIL, arsitektur saluran ganda, serta validasi relai keselamatan hanya dirujuk ke Bab 70 (keselamatan fungsional mesin). Isolasi, penguncian, dan penandaan (LOTO) tidak dibahas selain alasan stop darurat tidak menggantikannya. Uji fungsi stop darurat disebut sebagai prinsip; pelaksanaannya pada mesin bertenaga dilakukan personel kompeten dengan APD sesuai penilaian risiko.
Norma: PUIL berhenti di terminal mesin
PUIL 2020 Bagian 1, 11.3 k) menyatakan PUIL tidak berlaku untuk peralatan listrik pada mesin. Panel kendali mesin cuci dan rangkaian stop daruratnya diatur standar mesin, terutama IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 (Ed. 6.1), sedangkan PUIL tetap mengatur instalasi yang menyuplainya. Bagian 1, 132.9 meminta gawai pemutus untuk keadaan bahaya mudah dikenali dan dapat dioperasikan cepat. Bagian 5-510, 5100.5.7.6 meminta pencegahan start kembali otomatis yang berbahaya setelah motor berhenti karena tegangan turun atau suplai putus, dan 5100.5.4.8 melarang motor yang dapat start ulang otomatis bila hal itu dapat menimbulkan kecelakaan. Bagian 4-44, 445.1.5 meminta penutupan balik gawai proteksi tegangan kurang tidak otomatis bila dapat menimbulkan bahaya. Klausul motor Bagian 5-510 berlaku untuk motor yang menjadi bagian instalasi, misalnya pompa atau kipas yang disambung langsung, dan untuk sarana pemutus di sisi suplai mesin; di dalam mesin, prinsip yang sama diatur IEC 60204-1 klausul 7.5 (hilang dan pulihnya suplai) dan ISO 13850.
PUIL 2020 Bagian 1 juga memberi dua definisi yang sering tertukar. Penghentian darurat (emergency stopping) adalah operasi untuk menghentikan secepat mungkin gerakan yang menjadi berbahaya, sedangkan penyakelaran off darurat (emergency switching-off) adalah pembukaan gawai sakelar untuk melepas daya listrik guna menghindari atau mengurangi bahaya. Tombol stop darurat pada mesin cuci termasuk yang pertama, karena menyasar gerakan mesin.
Tombol tekan, sakelar pilih, dan kontak pembuka paksa
Tombol tekan terdiri atas aktuator (kepala yang ditekan) dan satu atau lebih blok kontak. Tombol sesaat kembali oleh pegas begitu dilepas, sedangkan tombol mengunci tetap tertekan sampai dilepas dengan tarikan, putaran, atau kunci. Sebutan NO sebagai "tombol ON" dan NC sebagai "tombol OFF" di buku ajar lama cukup untuk rangkaian start-stop, tetapi fungsi tombol ditentukan oleh cara kontaknya dipakai, bukan oleh namanya. Kepala tombol START umumnya rata atau bercincin pelindung supaya tidak tertekan tanpa sengaja. Sakelar pilih memiliki dua posisi atau lebih yang menetap, misalnya OTOMATIS-0-MANUAL; versi berkunci dipakai untuk mode yang hanya boleh diubah orang berwenang.
Kontak NC biasa dibuka oleh pegas ketika tombol ditekan. Bila titik kontaknya lengket atau sedikit terlas akibat arus berlebih, pegas mungkin tidak cukup kuat memisahkannya, dan tombol tertekan tanpa memutus apa pun. Kontak pembuka paksa (direct opening action) adalah kontak yang terpisah sebagai akibat langsung gerak aktuator melalui bagian yang tidak lentur, jadi tidak bergantung pada pegas; sifat ini diatur IEC 60947-5-1 Lampiran K. Kontak ini bertanda panah dalam lingkaran pada blok kontaknya. Tidak semua kontak NC adalah pembuka paksa: sifat itu harus dinyatakan pabrikan dan terlihat pada penandaan.
Warna tombol menurut IEC 60204-1
IEC 60204-1 klausul 10.2 edisi 2016 mengatur warna aktuator tombol:
| Fungsi tombol | Warna yang boleh | Tidak boleh |
|---|---|---|
| START atau ON | putih (disukai), abu-abu, hitam, hijau | merah |
| STOP atau OFF | hitam (disukai), abu-abu, putih | hijau |
| START dan STOP bergantian pada satu tombol; tahan-untuk-jalan (hold-to-run) | putih, abu-abu, hitam | merah, kuning, hijau |
| Reset | biru, putih, abu-abu, hitam | hijau |
| Tindakan pada keadaan abnormal, misalnya memulai ulang siklus otomatis yang terputus | kuning | |
| Stop darurat | merah, dengan latar kuning |
Aturan itu mengikuti makna umum warna dalam IEC 60073: merah untuk bahaya atau darurat, kuning untuk keadaan abnormal, hijau untuk keadaan normal, biru untuk tindakan wajib, sedangkan putih, abu-abu, dan hitam tidak bermakna khusus. Merah masih diizinkan untuk STOP biasa, tetapi tidak dianjurkan di dekat stop darurat, karena tombol STOP merah berkepala jamur di sebelah stop darurat menyulitkan operator membedakan keduanya saat panik.
Lampu indikator: warna, kedip, dan batas maknanya
IEC 60204-1 klausul 10.3.2 memberi warna lampu indikator menurut makna keadaan yang ditunjukkan:
| Warna | Makna | Tindakan operator |
|---|---|---|
| Merah | Darurat, keadaan berbahaya | Tindakan segera |
| Kuning | Abnormal, keadaan kritis akan terjadi | Pemantauan atau intervensi |
| Biru | Keadaan yang mewajibkan tindakan operator | Tindakan wajib |
| Hijau | Normal | Tidak wajib |
| Putih | Netral, informasi umum | Pemantauan |
Lampu berkedip (klausul 10.3.3) menarik perhatian, meminta tindakan segera, menunjukkan ketidaksesuaian antara perintah dan keadaan sebenarnya, atau menunjukkan perubahan proses. Menurut tabel itu, lampu merah untuk "mesin jalan" keliru pada antarmuka mesin IEC, dan lampu merah untuk trip relai beban lebih, seperti di buku ajar lama, kurang tepat: trip proteksi adalah keadaan abnormal yang meminta intervensi, jadi kuning lebih sesuai, sedangkan merah disisakan untuk keadaan berbahaya seperti stop darurat aktif. Lampu hanya menunjukkan status yang dipilih perancang, bukan bukti putaran atau pemutusan, seperti ditegaskan Bab 52 (kontrol motor listrik). Panel yang mengandalkan lampu untuk peringatan sebaiknya dilengkapi tombol uji lampu.
Stop darurat: fungsi, bentuk, penguncian, dan reset
Stop darurat (emergency stop) adalah fungsi keselamatan yang menghentikan mesin dengan satu tindakan manusia. ISO 13850:2015 klausul 4.1.1 menetapkan sifatnya: tersedia dan bekerja setiap saat, dan mendahului semua fungsi dan operasi lain. Setelah aktif, keadaan berhenti dipertahankan sampai di-reset secara manual, dan reset hanya dapat dilakukan dengan melepas penguncian gawai stop darurat yang ditekan. Reset tidak boleh memulai mesin; ia hanya mengizinkan start berikutnya. Fungsi itu adalah tindakan proteksi pelengkap dan tidak boleh dipakai sebagai pengganti pelindung (safeguarding) atau fungsi keselamatan lain.
Gawai stop daruratnya dapat berupa tombol yang ditekan dengan telapak atau kepalan (kepala jamur), tali tarik, atau pedal tanpa pelindung mekanis. Aktuatornya berwarna merah, dan sejauh dapat dilakukan latar di belakangnya berwarna kuning; aktuator dan latar sebaiknya tidak diberi tulisan. Gawai yang dioperasikan tangan sebaiknya dipasang pada ketinggian 0,6 sampai 1,7 m dari lantai kerja, dan wajib ada di setiap stasiun kendali operator, kecuali penilaian risiko menyatakan tidak perlu, serta di tempat lain yang ditentukan penilaian itu. Gawai yang pelepasannya memerlukan kunci pada aktuator tidak dianjurkan.
Untuk gawai listrik, ISO 13850 dan IEC 60204-1 10.7 meminta dua sifat pokok: kontak pembuka paksa dan penguncian mekanis. Konstruksi dan ujinya diatur IEC 60947-5-5:2026. ISO 13850:2015 juga menetapkan minimum PL c (ISO 13849-1) atau SIL 1 (IEC 62061) bagi perlengkapan stop darurat.
Rancangan gawai yang benar mencegah keadaan "setengah tekan", yaitu aktuator mengunci tanpa kontak terbuka. Bila ada beberapa gawai stop darurat pada satu sirkit, sirkit itu tidak boleh pulih sebelum semua gawai yang ditekan di-reset. Gawai yang tidak aktif, misalnya pada panel genggam yang dilepas, harus dapat dibedakan dari yang aktif.
Kategori stop 0, 1, dan 2
Kategori stop (stop category) adalah penggolongan cara mesin berhenti menurut kapan daya ke aktuatornya dilepas; IEC 60204-1 klausul 9.2.2 membaginya menjadi tiga. Kategori 0 adalah berhenti dengan segera melepas daya ke aktuator mesin (henti tak terkendali). Kategori 1 adalah henti terkendali dengan daya tetap tersedia ke aktuator untuk mencapai henti, lalu daya dilepas setelah henti tercapai. Kategori 2 adalah henti terkendali dengan daya tetap tersedia ke aktuator setelah mesin berhenti. Stop darurat hanya boleh berupa kategori 0 atau 1, dipilih dari penilaian risiko; kategori 2 hanya untuk stop operasional.
Pilihan kategori ditentukan oleh apa yang terjadi selama mesin melambat:
dengan kecepatan (rpm), kecepatan sudut (rad/s), momen inersia bagian berputar dilihat dari poros yang sama (kg·m²), energi kinetik (J), torsi hambat gesek dan udara (N·m), dan torsi pengereman (N·m; nol pada kategori 0 tanpa rem mekanis). Asumsinya kedua torsi tetap, sehingga perlambatan linear; torsi gesek nyata berubah dengan kecepatan, jadi hasilnya perkiraan orde besaran.
Kategori 1 memperpendek waktu henti karena penggerak masih bertenaga untuk mengerem, tetapi menambah satu syarat: pelepasan daya akhir harus terjadi walaupun pengereman gagal. Lazimnya dipakai keluaran tertunda relai keselamatan (safety relay), yaitu perangkat bertingkat kinerja, yang memutus daya setelah waktu sedikit di atas waktu henti terkendali. Relai waktu biasa tidak dipakai untuk tugas ini karena bukan komponen keselamatan, walaupun prinsip diagram waktunya sama dengan fungsi tunda-lepas di Bab 48 (relai waktu). Fungsi safe torque off (STO) pada penggerak dan penggerak frekuensi variabel (VFD) dibahas di Bab 67 sampai Bab 69 (VFD) dan Bab 70.
Mengapa stop darurat memutus langsung atau lewat sirkit keselamatan
Rangkaian stop darurat dinilai dari kegagalannya, bukan dari kerjanya saat semua komponen baik:
| Kegagalan | Kontak NO ke masukan PLC | Kontak NC pembuka paksa seri dengan koil atau masukan relai keselamatan |
|---|---|---|
| Kabel putus atau terminal lepas | Tidak ada sinyal saat ditekan; mesin terus jalan tanpa tanda | Sirkit terbuka; mesin berhenti dan tidak dapat start |
| Blok kontak terlepas dari aktuator | Tidak ada sinyal saat ditekan | Kontak tetap tertutup saat ditekan: bahaya tersembunyi, dicegah blok kontak pemantau diri atau saluran ganda |
| Kontak aus, kotor, atau lengket | Gagal menutup saat ditekan, perintah hilang tanpa tanda; bila terlas tertutup, mesin berhenti dan terlihat | Kontak lengket atau terlas dipisahkan paksa oleh aktuator |
| Masukan PLC rusak, program berhenti, atau keluaran transistor terhubung singkat | Perintah berhenti tidak dieksekusi | Tidak berpengaruh, karena pemutusan tidak lewat PLC |
| Hubung singkat di antara kedua kabel kontak | Mesin berhenti tanpa sebab (terbaca "ditekan") | Tidak terdeteksi pada satu saluran; dideteksi relai keselamatan dua saluran |
Kolom kanan memakai prinsip arus tenang (closed-circuit principle), yaitu sirkit keselamatan dialiri arus dalam keadaan normal, sehingga putus kabel, hilang suplai kendali, atau tombol ditekan sama-sama menghasilkan berhenti. Satu saluran tidak mendeteksi hubung singkat pada kabelnya sendiri (baris terakhir), sehingga tingkat kinerja lebih tinggi memerlukan saluran ganda dengan pemantauan silang.
PLC standar tidak dirancang sebagai perangkat keselamatan: kegagalan masukan atau keluaran, CPU yang berhenti, dan perubahan program dapat meniadakan perintah berhenti tanpa terlihat. Instruksi IL/ILC (interlock dan interlock clear), yang di buku ajar PLC lama dipakai untuk tombol darurat NO, hanya menonaktifkan sebagian program selama CPU bekerja, jadi bukan fungsi keselamatan. Kontak tambahan boleh masuk ke PLC untuk pesan alarm, sedangkan pemutusannya tetap lewat perangkat keras atau perangkat keselamatan bertingkat kinerja, yang dibahas di Bab 65 (kendali motor dengan PLC).
Stop darurat bukan pemisah
Stop darurat membuka sirkit kendali atau memerintahkan penggerak berhenti; sisi masuk kontaktor, terminal suplai, kapasitor rel DC penggerak, dan sirkit lain di mesin tetap bertegangan. Penguncian tombolnya dapat dilepas siapa saja dengan satu putaran, tanpa gembok dan tanpa bukti keadaan. Bab 52 juga menegaskan bahwa stop darurat bukan isolasi semua energi. PUIL 2020 5100.5.8 memberi syarat sarana pemutus motor: memutus motor dan kendali dari semua konduktor suplai yang tidak dibumikan tanpa kutub yang dapat dioperasikan sendiri, menunjukkan posisi terbuka atau tertutup dengan jelas, berkemampuan arus sekurangnya 115% arus beban penuh, dan tampak dari tempat kendali. Bila letaknya jauh dari motor, harus ada pemutus lain di dekat motor, atau pemutus itu dapat dikunci terbuka (5100.5.8.3 dan 5100.5.8.4; bandingkan 5100.5.7.5 untuk motor yang tidak tampak dari tempat kendali). Tombol stop darurat tidak memenuhi satu pun syarat itu. Pekerjaan di dalam mesin, termasuk membersihkan saringan serabut, memerlukan pemisah yang dikunci dan verifikasi bebas energi. Pemisah dan pemutusan darurat instalasi dibahas di Bab 31, dan prosedur penguncian di Bab 76 (kerja aman).
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, bukan data produk, kecuali disebut asalnya. Uji fungsi pada mesin bertenaga dilakukan personel kompeten dengan APD sesuai penilaian risiko, dan pilihan kategori stop tetap milik penilaian risiko mesin.
Contoh 1: memeriksa rangkaian stop darurat washer-extractor. Pada mesin di pembuka bab, motor drum digerakkan VFD, pemanas 12 kW disakelar kontaktor -Q2, dan kontaktor jaringan -Q1 di hulu VFD hanya dikendalikan sakelar DAYA. Pemeriksaan dengan diagram, inspeksi visual tanpa tegangan, dan uji fungsi oleh personel kompeten memberi hasil berikut:
| Syarat | Temuan | Keputusan |
|---|---|---|
| Kontak NC pembuka paksa | -S1 memakai satu blok kontak NO tanpa tanda ke masukan PLC | Tidak memenuhi |
| Penguncian mekanis, blok kontak terpasang kuat | -S1 mengunci (putar-lepas); satu kabel lepas | Penguncian memenuhi; pengawatan tidak |
| Reset manual tidak menyalakan mesin | Melepas -S1 melanjutkan langkah program terakhir | Tidak memenuhi |
| Kategori stop 0 atau 1 | Hanya perintah lunak PLC ke VFD; daya tetap tersedia, setara kategori 2 selama PLC sehat | Tidak memenuhi |
| Jalur langsung atau sirkit keselamatan | Tidak ada perangkat keras di antara -S1 dan VFD atau koil -Q2 | Tidak memenuhi |
| Mendahului semua fungsi | Bergantung pada program (IL/ILC) | Tidak memenuhi |
| Warna dan bentuk | -S1 tanpa latar kuning; -S3 STOP merah berkepala jamur di samping -S1; -P1 merah untuk "mesin jalan" | Perbaiki |
Memperbaiki kabel saja tidak cukup, karena lima dari tujuh butir gagal pada rancangan, bukan pada pemasangan. Arah perbaikannya (konsep, bukan gambar kerja): -S1 diganti gawai stop darurat IEC 60947-5-5 dengan dua kontak NC pembuka paksa, sebaiknya blok kontak pemantau diri, dan latar kuning. Kedua kontak menjadi dua saluran masukan relai keselamatan -K1 dengan reset manual melalui tombol biru terpisah -S4. Keluaran seketika -K1 memutus koil -Q2 dan memberi perintah henti terkendali ke VFD; keluaran tertundanya memutus STO VFD atau koil -Q1 sebagai pelepasan daya akhir. Kontak cermin -Q1 dan -Q2 diseri pada rangkaian umpan balik -K1, sehingga kontaktor yang terlas mencegah reset (Bab 46). PLC hanya menerima status untuk pesan, dan program kembali ke langkah awal setelah stop darurat. -S3 diganti tombol hitam dan -P1 menjadi hijau atau putih. Pembuktian tingkat kinerja ada di Bab 70, dan uji fungsi setelah perubahan di Bab 74 (komisioning).
Contoh 2: beban kontak bila dipilih kategori 0 langsung. Andaikan penilaian risiko mesin Contoh 1 memilih kategori 0, dan kontak NC -S1 memutus langsung koil 230 V -Q1 dan -Q2 (masing-masing daya tarik 70 VA, daya tahan 8 VA) serta koil relai katup -K2 (daya tarik dan daya tahan 4 VA). Kontak kategori AC-15 diuji menyambung sekitar 10 kali arus pengenalnya dan memutus pada arus pengenal dalam kondisi normal, sehingga untuk kontak ber- 3 A pada 230 V arus tahan dibandingkan dengan dan arus tarik dengan :
Beban kontak memenuhi dengan margin besar; untuk kontak nyata, rating dibaca dari data pabrikan. Kontak stop darurat memutus koil, bukan arus motor, dan pemutusan kontaktor jaringan di hulu VFD pada setiap stop darurat juga harus diizinkan data penggerak.
Contoh 3: memilih kategori stop dari waktu henti drum. Drum mesin Contoh 1 pada fase peras dengan muatan basah: kg·m² di poros drum, rpm, dan N·m; pada kategori 1, VFD dengan resistor pengereman memberi N·m di poros drum:
Pada kategori 0 drum meluncur putaran sebelum diam, dan selama itu pintu harus tetap terkunci; kunci pintu dibahas di Bab 70. Pada kategori 1 penggerak menyerap
dengan puncak di awal pengereman; bila resistor pengereman tidak mampu menerimanya, penggerak trip karena tegangan rel DC lebih dan drum meluncur. Bila pengereman gagal, misalnya penggerak tidak menjalankan perintah henti dan tetap menahan putaran, daya baru dilepas setelah lalu drum meluncur, sehingga keadaan terburuk kategori 1 adalah waktu henti kategori 0 ditambah . Dengan margin 30%:
Karena itu dibuat sependek yang diizinkan waktu henti terkendali. Kategori 1 mencapai diam sekitar delapan kali lebih cepat, berguna bila bahayanya getaran, bocoran, atau kebakaran di sekitar mesin; kategori 0 lebih sederhana dan tidak bergantung pada penggerak.
Contoh 4: uji fungsi kategori 1 yang meleset. Washer-extractor di laundry rumah sakit dirancang berhenti dengan kategori 1: kg·m², rpm ( rad/s), N·m, dan N·m, dengan s, 1,3 kali waktu henti rancangan dibulatkan. Saat komisioning, tiga uji stop darurat memberi 9,6, 10,1, dan 10,4 s. Rumus waktu henti memberi waktu rancangan dan, dari uji terlama, torsi pengereman yang bekerja:
Nilai itu sekitar 79% rancangan, dan cadangan tinggal kali. Waktu henti melebihi nilai yang ditetapkan, sehingga mesin tidak diserahkan (Kondisi berhenti 4). Yang diperiksa adalah resistor pengereman dan setelan penggerak; memperpanjang demi meloloskan uji tidak menyelesaikan penyebabnya.
Contoh 5: sarana pemutus kipas buang dapur. Motor kipas buang dapur hotel 7,5 kW, arus beban penuh 15,2 A, dipasang di atap, sedangkan stasiun kendalinya di dapur. Motor ini bagian instalasi, sehingga PUIL 2020 5100.5.8 berlaku, dan kemampuan arus sarana pemutusnya sekurang-kurangnya
sehingga dipilih pemutus tiga kutub 20 A yang memutus ketiga fasa bersamaan dan menunjukkan posisi terbuka atau tertutup. Karena motor tidak tampak dari dapur, pemutus itu dapat dikunci terbuka, atau ada pemutus lain di dekat motor. Tombol STOP atau stop darurat di dapur tidak menggantikannya, karena tidak memutus semua konduktor suplai dan tidak dapat dikunci. Pembersihan baling-baling di atap memerlukan pemutus yang dikunci dan verifikasi bebas energi.
Contoh 6: kategori stop mixer adonan. Mixer adonan di dapur hotel memiliki kg·m² di poros pengaduk, rpm, dan N·m; VFD-nya dapat memberi N·m.
Pada kategori 0, pengaduk masih berputar sekitar 14 putaran setelah tombol ditekan. Kategori 1 menghentikannya dalam 1,2 s; waktu tunda dan keadaan terburuk bila pengereman gagal adalah
Energinya kecil, tetapi bahayanya tangan di dekat pengaduk. Stop darurat tidak boleh menggantikan pelindung mangkuk, sehingga angka ini menjadi masukan penilaian risiko yang memilih kategori stop dan pelindungnya.
Kondisi berhenti
Mesin tidak dioperasikan, atau pekerjaan dihentikan, bila salah satu keadaan berikut ditemukan; keadaan itu dilaporkan kepada penanggung jawab mesin dan ditangani personel kompeten:
- Stop darurat hanya berupa masukan PLC standar, instruksi program seperti IL/ILC, atau kontak NO, tanpa pemutusan perangkat keras atau perangkat keselamatan.
- Mesin bergerak kembali ketika tombol stop darurat dilepas, ketika reset ditekan, atau ketika suplai pulih, tanpa perintah start baru.
- Tombol tidak mengunci, dapat mengunci tanpa memutus, blok kontaknya longgar atau terlepas, atau kontak yang dipakai tidak bertanda pembuka paksa.
- Uji fungsi stop darurat gagal, waktu henti melebihi nilai yang ditetapkan, atau pada kategori 1 tidak ada pelepasan daya akhir yang terjadi tanpa bergantung pada pengereman.
- Stop darurat dijembatani, dilepas, tertutup barang, tidak terjangkau dari posisi operator, atau gawai tidak aktif tidak dapat dibedakan dari yang aktif.
- Satu-satunya pemutus untuk pekerjaan di dalam mesin adalah tombol stop darurat atau tombol STOP.
- Pengawatan stop darurat telah diubah tanpa diagram diperbarui dan tanpa uji fungsi ulang.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Kontak NO lebih masuk akal, karena PLC membaca 1 saat tombol ditekan.
Why is it wrong?
Kontak NO membuat kabel putus identik dengan tombol yang tidak ditekan, sehingga kegagalan tersembunyi sampai saat darurat.
Common misconception
Tombol jamur merah pasti stop darurat.
Why is it wrong?
Tombol itu baru menjadi stop darurat bila mengunci, memakai kontak pembuka paksa, memutus lewat jalur yang benar, dan pulih hanya dengan reset manual; sebaliknya, merah berlatar kuning tidak dipakai untuk tombol yang bukan stop darurat.
Common misconception
Stop darurat sudah ditekan, jadi mesin aman dikerjakan.
Why is it wrong?
Stop darurat menghentikan gerakan, tidak memisahkan energi, dan rangkaian di hulu tombol tetap bertegangan.
Common misconception
Reset adalah start.
Why is it wrong?
Buku ajar PLC lama memberi contoh derek yang tombol reset keadaan daruratnya sekaligus menyiapkan operasi. Menurut ISO 13850, reset hanya mengizinkan start, dan start adalah perintah terpisah.
Hubungan dengan bab lain
Dasar bab ini adalah Bab 2 (sensor, sinyal, relay), Bab 1 · Mekanikal & Mekatronika (torsi dan putaran), Bab 52 (kontrol motor listrik), serta Bab 1 · Keselamatan dan Bab 2 · Keselamatan (bahaya dan verifikasi keadaan aman); Bab 56 (sirkit kendali) membahas gangguan tanah yang menyalakan koil. Pokoknya dilanjutkan di Bab 55 (pengereman motor), Bab 65 (PLC), Bab 67 sampai Bab 69 (VFD), dan Bab 70 (keselamatan fungsional mesin), dan mesinnya dijelaskan di Bab 10 · Laundry (washer-extractor).
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Drum mesin cuci ( kg·m²) berputar 1.000 rpm dengan torsi hambat 5 N·m. Hitung energi kinetik, waktu henti kategori 0, waktu henti kategori 1 dengan torsi pengereman 40 N·m, dan dengan margin 30%.
See the worked solution
rad/s dan kJ. Waktu henti kategori 0 adalah s dan kategori 1 s, sehingga s, dibulatkan ke atas menjadi 13 s. Asumsinya torsi tetap; waktu nyata diukur saat komisioning.
Kontak NC stop darurat ber- 1,5 A pada AC-15 memutus langsung koil tiga kontaktor 230 V (masing-masing daya tarik 80 VA, daya tahan 9 VA). Periksa beban kontak, dan jelaskan mengapa hitungan ini tidak berlaku untuk memutus motor.
See the worked solution
A, di bawah 1,5 A, dan A, di bawah A, jadi memenuhi. AC-15 adalah kategori beban elektromagnetik sirkit kendali; arus motor dan arus asutnya jauh di luar kemampuan kontak tombol dan memerlukan kontaktor AC-3.
Panel memakai START merah, STOP hijau, reset biru, lampu "trip beban lebih" kuning, lampu "stop darurat aktif" merah, dan stop darurat merah berlatar kuning. Mana yang benar: (A) semuanya sesuai IEC 60204-1; (B) START dan STOP melanggar, sisanya sesuai; (C) hanya lampu kuning salah karena trip harus merah; (D) reset harus hijau?
See the worked solution
B. START tidak boleh merah dan STOP tidak boleh hijau, sedangkan reset biru diizinkan (D salah). Trip beban lebih adalah keadaan abnormal, jadi kuning sesuai (C salah), dan merah untuk stop darurat aktif sesuai makna darurat.
Stop darurat disambung sebagai kontak NO ke masukan PLC. Kejadian mana yang membuatnya tidak bekerja tanpa tanda sebelumnya: (a) kabel putus; (b) blok kontak lepas; (c) CPU PLC masuk mode STOP dengan keluaran tertahan oleh kegagalan transistor; (d) hubung singkat antara kedua kabel tombol? Jelaskan setiap butir.
See the worked solution
(a), (b), dan (c) tersembunyi: dua yang pertama tidak memberi sinyal saat ditekan, dan (c) meniadakan pemutusan karena keluaran tidak lagi dikendalikan program, sedangkan tanda di panel belum tentu ada. (d) membuat mesin berhenti sendiri, jadi terlihat. Dengan NC pembuka paksa ke relai keselamatan dua saluran, keempatnya tertangani seperti kolom kanan tabel kegagalan, (b) dengan blok kontak pemantau diri.
Operator membersihkan saringan serabut pengering dengan menekan stop darurat lalu membuka tutup saringan. Nilai praktik itu dengan definisi PUIL 2020 Bagian 1 dan syarat sarana pemutus, lalu tentukan apa yang diperlukan.
See the worked solution
Stop darurat termasuk penghentian darurat, yaitu menghentikan gerakan berbahaya, bukan penyakelaran off untuk pemeliharaan mekanis. Tombol tidak memutus semua konduktor suplai, tidak menunjukkan posisi pemutusan, dan tidak dapat dikunci, sehingga tidak memenuhi syarat sarana pemutus, baik 5100.5.8 untuk sisi instalasi maupun pemutus suplai mesin menurut IEC 60204-1. Yang diperlukan: pemisah yang dikunci terbuka, verifikasi bebas energi, dan prosedur kerja aman.
Mesin memiliki stop darurat di depan dan di belakang. Keduanya ditekan saat bocoran; teknisi melepas tombol depan saja, dan drum berputar lagi melanjutkan program. Sebutkan dua ketidaksesuaian dan perilaku yang benar.
See the worked solution
Pertama, sirkit pulih walaupun tombol belakang masih tertekan, jadi tombol itu tidak benar-benar memutus (misalnya disambung paralel, blok kontaknya lepas, atau hanya dibaca program); sirkit tidak boleh pulih sebelum semua gawai yang ditekan di-reset. Kedua, mesin bergerak tanpa perintah start, padahal reset hanya mengizinkan start. Yang benar: drum tetap diam sampai kedua tombol dilepas dan reset ditekan, lalu operator memberi perintah start baru, dan program dimulai dari keadaan aman.
Referensi
External sources
- IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch
- Direct opening action, ringkasan IEC 60947-5-1 Lampiran K (sekunder)gt-engineering.it
- Pushbutton guide menurut IEC 60204-1:2016 (sekunder)safemachine.co.uk
- EN/IEC 60204-1 klausul 10, antarmuka operator (sekunder)gt-engineering.it
- ISO 13850:2015, pratinjau resmi (klausul 1 sampai 4.1.1)cdn.standards.iteh.ai
- EN ISO 13850:2015, gawai stop darurat (sekunder)gt-engineering.it
- IEC 60947-5-5:2026 (Ed. 2.0), Electrical emergency stop device with mechanical latching function, pratinjau resmiwebstore.ansi.org
- ISO 13850 emergency stop requirements explained (sekunder)machinerysafety101.com
- Understanding stop categories for machinery stopping functions (sekunder)machinerysafety101.com
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Tombol, lampu indikator, warna, dan stop darurat. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/tombol-lampu-indikator-warna-dan-stop-darurat
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Drum mesin cuci ( kg·m²) berputar 1.000 rpm dengan torsi hambat 5 N·m. Hitung energi kinetik, waktu henti kategori 0, waktu henti kategori 1 dengan torsi pengereman 40 N·m, dan dengan margin 30%.
Kontak NC stop darurat ber- 1,5 A pada AC-15 memutus langsung koil tiga kontaktor 230 V (masing-masing daya tarik 80 VA, daya tahan 9 VA). Periksa beban kontak, dan jelaskan mengapa hitungan ini tidak berlaku untuk memutus motor.
Panel memakai START merah, STOP hijau, reset biru, lampu "trip beban lebih" kuning, lampu "stop darurat aktif" merah, dan stop darurat merah berlatar kuning. Mana yang benar: (A) semuanya sesuai IEC 60204-1; (B) START dan STOP melanggar, sisanya sesuai; (C) hanya lampu kuning salah karena trip harus merah; (D) reset harus hijau?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 50.