By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read
Bahaya listrik pada tubuh: efek arus, luka bakar, kebakaran, dan pertolongan pertama
Bab ini menjelaskan apa yang terjadi pada tubuh saat arus listrik lewat: peran besar arus, jalur, dan durasi; zona efek arus bolak-balik AC-1 sampai AC-4 menurut IEC 60479-1 (edisi 2018 yang menggantikan IEC TS 60479-1:2005+AMD1:2016); impedansi tubuh yang turun saat kulit basah; alasan 30 mA dipilih untuk RCD proteksi tambahan; luka bakar listrik dan luka bakar busur; mekanisme kebakaran listrik; serta pertolongan pertama menurut pedoman resusitasi 2025. Contoh kerja menghitung arus tubuh pada sentuh tidak langsung di lantai basah laundry dan membandingkannya dengan kurva c1 dan waktu putus RCD. Salah tafsir yang dikoreksi mencakup tubuh basah yang disebut makin resistif, anjuran menendang korban, dan RJP 15:2. Bab ini tidak memberi diagnosis medis dan tidak menggantikan pelatihan pertolongan pertama bersertifikat.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Pukul tujuh pagi di sebuah laundry kiloan, seorang operator mengepel lantai ruang cuci lalu memegang rangka washer-extractor untuk membuka pintunya. Ia tersentak, lengannya kaku sesaat, dan RCD sirkit mesin itu trip. Rekannya berlari mendekat sambil berteriak supaya tangan operator ditendang lepas; kepala regu menahannya. Lima menit kemudian operator mengatakan dirinya baik-baik saja dan ingin melanjutkan kerja. Pemilik bertanya tiga hal: mengapa 230 V bisa membunuh padahal aki 12 V tidak terasa, mengapa RCD 30 mA "masih menyetrum", dan apakah operator perlu dibawa ke dokter walau tampak sehat.
Batas pembahasan
Bab ini membahas efek arus bolak-balik 50 Hz tegangan rendah 230/400 V pada manusia, luka bakar, kebakaran listrik, dan tindakan orang di sekitar korban; arus searah, frekuensi tinggi, tegangan tinggi, dan petir hanya disinggung. Syarat pemutusan otomatis dan impedansi lingkar ada di Bab 21 (proteksi kejut listrik), tipe dan pemilihan RCD di Bab 22, uji RCD di Bab 18, energi panas dan tekanan busur api di Bab 77, serta prosedur pembebasan dan penguncian di Bab 76 (kerja aman). Bagian pertolongan pertama merangkum pedoman per September 2026 untuk orang awam dan penolong terlatih; bab ini tidak memberi diagnosis, tidak menentukan pengobatan, dan tidak menggantikan pelatihan pertolongan pertama dan resusitasi jantung paru (RJP) bersertifikat.
Arus yang melukai, tegangan yang mendorongnya
Efek pada tubuh ditentukan oleh arus yang lewat, jalurnya, dan lama alirannya. Tegangan tetap menentukan karena ia mendorong arus melalui impedansi tubuh ditambah impedansi alas kaki dan lantai, menurut hukum Ohm di Bab 1. Aki 12 V tidak terasa karena kulit kering berimpedansi ribuan ohm pada tegangan serendah itu, sehingga arusnya jauh di bawah ambang persepsi; pada 230 V kulit mudah tembus dan impedansi turun.
Jalur menentukan bagian arus yang melewati jantung. Kurva ambang fibrilasi IEC 60479-1 disusun untuk jalur tangan kiri ke kedua kaki, dan jalur lain dinilai dengan faktor arus jantung; jalur yang tidak melintasi dada, misalnya satu kaki ke kaki lain, lebih kecil bahayanya. Durasi menentukan apakah aliran mengenai fase rentan siklus jantung: arus beberapa ratus miliampere yang putus dalam puluhan milidetik dapat berakhir tanpa fibrilasi, sedangkan arus puluhan miliampere yang bertahan beberapa detik dapat memicunya. Arus bolak-balik 50 Hz juga membuat otot berkontraksi terus, sehingga tangan yang menggenggam konduktor sulit melepas dan durasinya memanjang dengan sendirinya.
Zona efek menurut IEC 60479-1
PUIL 2020 Bagian 4-44, 440.2, masih mencantumkan IEC 60479-1:2005 (terbit sebagai IEC TS 60479-1:2005) sebagai acuan normatif. Per September 2026 yang berlaku adalah IEC 60479-1:2018 (Ed. 1.0), yang menggantikan IEC TS 60479-1:2005+AMD1:2016 dan tetap memuat tabel impedansi, gambar zona waktu-arus, dan tabel faktor arus jantung. Angka di bawah berasal dari edisi 2005; kesamaannya dengan edisi 2018 belum dipastikan.
Untuk arus bolak-balik 15 sampai 100 Hz jalur tangan ke kaki, bidang arus terhadap durasi dibagi oleh garis a, garis b, dan kurva c1, c2, c3:
| Zona | Batas | Efek fisiologis yang lazim |
|---|---|---|
| AC-1 | Sampai garis a (0,5 mA) | Persepsi mungkin, biasanya tanpa reaksi kaget |
| AC-2 | 0,5 mA sampai garis b | Persepsi dan kontraksi otot tak sadar, biasanya tanpa efek berbahaya |
| AC-3 | Garis b sampai c1 | Kontraksi otot kuat tak sadar, sulit bernapas, gangguan irama jantung yang dapat pulih |
| AC-4.1 | c1 sampai c2 | Peluang fibrilasi ventrikel naik sampai sekitar 5% |
| AC-4.2 | c2 sampai c3 | Peluang fibrilasi sampai sekitar 50% |
| AC-4.3 | Di atas c3 | Peluang fibrilasi di atas 50% |
Kurva c1 turun tajam antara 0,1 s dan 1 s; nilai yang dipakai bab ini sekitar 495 mA pada 0,02 s, 475 mA pada 0,05 s, 440 mA pada 0,1 s, 350 mA pada 0,2 s, 252 mA pada 0,3 s, 145 mA pada 0,4 s, 100 mA pada 0,5 s, 50 mA pada 1 s, dan di bawah 40 mA untuk aliran ratusan detik. Angka itu batas konvensional untuk jalur acuan: di bawah c1 fibrilasi tidak diperkirakan terjadi. Kurva ini tetap nilai statistik, bukan garis pemisah hidup dan mati. Ambang lepas (let-go threshold) adalah arus terbesar yang masih memungkinkan orang melepas genggamannya dari konduktor; nilainya bervariasi antarindividu, dan satu tinjauan klinis menyebut sekitar 15 mA arus bolak-balik untuk laki-laki dewasa 70 kg dan 3 sampai 5 mA untuk kebanyakan anak.
RCD 30 mA: alasan dan batasnya
RCD (gawai proteksi arus sisa) jenis umum menurut keluarga IEC 61008 dan IEC 61009 harus memutus paling lama 300 ms pada arus operasi sisa pengenalnya dan paling lama 40 ms pada . Untuk RCD 30 mA, arus sisa 150 mA atau lebih diputus dalam 40 ms. Titik (300 ms, 30 mA) dan (40 ms, 150 mA) berada jauh di bawah c1, dan arus di bawah 30 mA, yang boleh jadi tidak memutus sama sekali, tetap di bawah asimtot c1 walau mengalir lama. Itulah alasan fisiologis angka 30 mA, selama arus tubuh tidak jauh melampaui beberapa ratus miliampere.
Tiga batasnya perlu dipahami. Pertama, RCD membatasi durasi, bukan besar arus; operator di kasus pembuka tetap merasakan ratusan miliampere selama puluhan milidetik, dan Contoh 2 menunjukkan bahwa orang berimpedansi rendah dapat melewati c1 walaupun RCD bekerja sesuai standar. Kedua, RCD hanya melihat arus yang kembali lewat bumi atau PE; orang yang menyentuh fasa dan netral sekaligus, tanpa jalur ke bumi, adalah beban biasa bagi RCD. Ketiga, PUIL 2020 menyebut RCD 30 mA sebagai proteksi tambahan saat proteksi dasar atau proteksi gangguan gagal atau pengguna lalai, dan bukan sarana tunggal proteksi (415.1.1 dan 415.1.2); kewajibannya untuk kotak kontak sampai 32 A bagi orang awam dan peralatan mobil luar ruang ada di 411.3.3.
Impedansi tubuh, kulit basah, dan tegangan sentuh
Impedansi tubuh total (total body impedance) adalah impedansi kulit di titik masuk dan keluar ditambah impedansi dalam tubuh. Impedansi kulit bergantung pada tegangan, frekuensi, lama aliran, luas dan tekanan kontak, kelembapan, suhu, dan jenis kulit; pada tegangan sentuh tinggi kulit tembus dan kontribusinya menjadi kecil. IEC 60479-1 memberi tabel terpisah untuk kondisi kering, basah air, dan basah air garam, pada persentil 5%, 50%, dan 95% populasi.
Untuk jalur tangan ke tangan, kontak luas, kering, persentil 50%, nilainya turun dari 3.250 Ω pada 25 V menjadi 1.725 Ω pada 100 V, 1.225 Ω pada 225 V, dan 775 Ω pada 700 V ke atas. Pada tegangan itu nilainya mendekati asimtot, sekitar 575 Ω untuk persentil 5% dan 1.050 Ω untuk persentil 95%, dan jalur tangan ke kaki berimpedansi sekitar 10 sampai 30% lebih rendah daripada tangan ke tangan.
Kulit basah menurunkan impedansi, terutama pada tegangan rendah, karena air mengisi pori dan lapisan tanduk. Keringat dan air bilasan laundry yang mengandung detergen atau garam lebih buruk lagi. Contoh di bab ini memakai nilai asimtotik tabel kering untuk kulit basah sebagai perkiraan konservatif, dengan anggapan kulit basah tidak lagi menyumbang impedansi berarti.
Tegangan sentuh (touch voltage) adalah beda tegangan antara bagian yang disentuh dan tempat berpijak, yang menggerakkan arus tubuh dan tidak selalu sama dengan tegangan fasa. Pada sistem TN dengan PE utuh, gangguan isolasi ke rangka menaikkan rangka kira-kira sebagian dari selama pengaman memutus; bila PE putus, rangka dapat naik penuh ke 230 V terhadap lantai. Alas kaki kering dan keset isolasi menambah resistansi seri yang besar, sedangkan lantai keramik basah dan sandal basah hampir tidak menambah apa-apa.
Rumus pemeriksa
dengan arus tubuh (A), tegangan sentuh (V), impedansi tubuh tangan ke tangan dari tabel (Ω), dibaca pada tegangan yang jatuh di tubuh (sama dengan bila ; bila besar, dipakai baris tegangan rendah), faktor jalur (1 untuk tangan ke tangan; 0,7 sampai 0,9 untuk tangan ke kedua kaki), dan resistansi seri alas kaki, keset, dan lantai (Ω). Hasilnya dibandingkan dengan kurva c1 pada durasi aliran , yang ditentukan waktu putus pengaman:
Asumsinya: kontak luas, 50 Hz, jalur tangan kiri ke kaki (faktor arus jantung 1), impedansi tetap selama aliran, dan tegangan sumber tidak turun oleh beban tubuh. Batasnya: impedansi individu tersebar lebar, sehingga hasil persentil 50% berarti separuh populasi menerima arus lebih besar; rumus ini untuk memahami orde besaran dan membandingkan pilihan proteksi, bukan untuk menyatakan suatu keadaan aman.
Luka bakar listrik dan luka bakar busur
Arus yang lewat jaringan memanaskannya sebanding dengan , seperti daya pada resistor di Bab 1. Panas terbesar terjadi di titik masuk dan keluar, tempat rapat arus tinggi dan kulit beresistansi besar, sehingga luka tampak kecil di kulit. Di dalam, arus mengikuti jaringan yang lebih konduktif seperti otot, pembuluh, dan saraf, dan kerusakannya bisa jauh lebih luas daripada yang terlihat. Luas luka bakar di kulit tidak dapat dipakai untuk menilai kerusakan dalam, dan tidak adanya luka di kulit tidak menyingkirkan cedera dalam yang berat. Kerusakan otot yang luas dapat membebani ginjal, dan korban juga dapat cedera karena jatuh atau terlempar; penilaian dan penanganannya adalah wewenang tenaga medis.
Luka bakar busur berbeda mekanismenya. Arus busur mengalir di udara antara konduktor, bukan lewat tubuh, dan tubuh terbakar oleh radiasi panas, plasma, logam cair, dan pakaian yang tersulut, sehingga luka bakar kilat lebih mirip luka bakar termal. Seseorang dapat terkena keduanya sekaligus bila tangannya menjadi bagian lintasan gangguan. Energi insiden, jarak, dan pakaian pelindung busur dibahas di Bab 77 (busur api).
Kebakaran listrik: sambungan panas, beban lebih, dan busur seri
Sambungan yang kendur atau teroksidasi menaikkan resistansi kontak, dan daya terpusat di volume kecil. Terminal yang semula 0,5 mΩ melepas 0,13 W pada 16 A; bila menjadi 50 mΩ, dayanya 12,8 W di satu titik, cukup untuk memanggang isolasi dan rumah terminal dari plastik. Arus sirkitnya tidak berubah, sehingga MCB tidak melihat apa-apa. Beban lebih memanaskan seluruh panjang kabel dan dilindungi gawai proteksi arus lebih yang dikoordinasikan dengan kemampuan hantar arus kabel (Bab 23).
Busur seri (series arc) adalah busur pada konduktor yang putus sebagian atau sambungan yang renggang; arusnya dibatasi beban, sehingga tidak ada arus lebih dan tidak ada arus sisa. Busur paralel fasa-PE menimbulkan arus sisa yang dapat dilihat RCD; karena itu PUIL 2020 Lampiran F menyebut RCD sampai 300 mA untuk proteksi dari bahaya kebakaran (F.1.2.3). Untuk busur seri ada gawai deteksi gangguan busur (AFDD) menurut IEC 62606 (edisi konsolidasi 2022), yang penerapannya dibahas IEC 60364-4-42 Ed. 4.0 (2024); ketentuan nasionalnya di PUIL 2020 Bagian 4-42 belum dapat dipastikan.
Di laundry, pemicu yang lazim diperiksa ialah terminal kontaktor pemanas yang kendur, kotak kontak yang dibebani mesin melebihi arus pengenalnya, dan debu serat di dalam panel pengering. Pendeteksinya adalah pemeriksaan torsi dan termografi pada pemeliharaan berkala (Bab 81) dan diagnosis terminal panas (Bab 80). Kebakaran pada peralatan bertegangan dipadamkan setelah suplai diputus dari tempat yang aman, dengan alat pemadam yang sesuai untuk peralatan listrik, seperti diatur Bab 21 · Laundry (K3 laundry).
Pertolongan pertama
Pedoman resusitasi yang berlaku per September 2026 ialah pedoman AHA 2025 dan ERC 2025, keduanya terbit Oktober 2025 berdasarkan telaah ILCOR. Urutan berikut merangkum pedoman itu untuk kejadian tegangan rendah di tempat kerja:
-
Jangan sentuh korban yang masih mungkin tersambung. Putuskan suplai lebih dulu: isolator mesin, MCB atau RCD sirkitnya, atau sakelar utama PHB. Setiap pekerja laundry perlu tahu letak isolator dan PHB sebelum kejadian. Untuk henti jantung akibat cedera listrik, AHA 2025 meminta resusitasi standar; teks pendukungnya menekankan keselamatan penolong.
-
Bila suplai tegangan rendah tidak dapat segera diputus, singkirkan sumber dari korban atau korban dari sumber dengan benda kering nonkonduktor seperti kayu, plastik, atau karton, sambil berdiri di alas kering. Ini upaya terakhir dengan risiko nyata bagi penolong, apalagi di lantai basah. Pada tegangan tinggi atau kabel jaringan yang jatuh, penolong menjauh dan menghubungi PLN; satu sumber klinis menyebut jarak sekurangnya sekitar 6 m.
-
Panggil bantuan. Hubungi layanan gawat darurat 119 atau nomor darurat setempat, minta orang lain mengambil AED (defibrilator eksternal otomatis) dan kotak PPPK. ERC 2025 meminta layanan darurat dihubungi segera bila korban tidak responsif.
-
Kenali henti jantung: korban tidak responsif dan tidak bernapas normal.
-
RJP. AHA 2025 untuk dewasa: tumit satu tangan di tengah dada dan tangan lain di atasnya, kompresi sedalam sekurangnya 5 cm tetapi tidak lebih dari 6 cm, laju 100 sampai 120 kali per menit, dada dibiarkan mengembang penuh, jeda sesingkat mungkin; penolong terlatih memberi siklus 30 kompresi dan 2 napas bantuan, sedangkan penolong yang tidak terlatih atau tidak bersedia memberi napas melakukan kompresi saja.
-
AED dipasang segera setelah tersedia dan instruksinya diikuti; RJP diteruskan sampai petugas mengambil alih atau korban menunjukkan tanda hidup.
-
Luka bakar termal, termasuk luka bakar busur, didinginkan segera dengan air mengalir setelah lokasi aman; ILCOR 2021 merekomendasikan pendinginan aktif dengan air mengalir tanpa menetapkan durasi tertentu.
Luka ditutup kasa steril atau kain bersih dan tidak diolesi minyak atau salep, dan korban tidak diberi minum bila kesadarannya menurun.
-
Korban yang tampak baik tetap diperiksa tenaga medis. Setiap korban dewasa cedera listrik dianjurkan menjalani elektrokardiogram (EKG) dan pemantauan, dan dokter yang memutuskan boleh tidaknya korban pulang. Kejadian dicatat dan dilaporkan, dan mesinnya diisolasi sampai penyebab ditemukan.
PUIL 2020 Bagian 9 mewajibkan peralatan PPPK tersedia di tempat kerja pemasangan instalasi dan di ruang kerja listrik berbahaya seperti bengkel dan pabrik (9.5.4.2, 9.5.5.2), tetapi tidak mengatur tata cara RJP. PUIL 2000 Lampiran E masih memuat tata cara lama: 15 kompresi dan 2 napas, 80 kompresi per menit, dan pola 5:1 untuk dua penolong; urutan itu usang dan tidak dipakai. Lampiran yang sama menyebut menghubung-pendekkan atau membumikan penghantar sebagai cara membebaskan korban; bagi orang di sekitar korban, tindakan itu menimbulkan busur dan tidak termasuk langkah pertolongan pertama.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Hasilnya orde besaran untuk membandingkan keadaan dan pilihan proteksi, bukan batas aman.
Contoh 1: arus tubuh saat PE washer-extractor putus di lantai basah. Kasus pembuka dikonstruksi ulang pada instalasi TN-C-S 230/400 V: konduktor PE ke rangka putus di gland yang bergetar, pola yang dibahas di Bab 73 (pemasangan lapangan mesin), lalu satu elemen pemanas bocor ke rangka. Operator memegang rangka dengan tangan kiri basah dan bersandal basah di lantai keramik basah; sirkit dilindungi MCB dan RCD 30 mA bertipe sesuai (Bab 22). Tanpa PE rangka naik hampir penuh: pada keadaan terburuk (titik bocor dekat ujung fasa elemen, resistansi gangguan kecil) V terhadap lantai. Dipakai asimtot 775 Ω (persentil 50%) dan 575 Ω (persentil 5%) untuk kulit basah, (tangan ke kedua kaki 30% lebih rendah), dan untuk sandal dan lantai basah, dengan kulit kering 1.225 Ω (baris 225 V) sebagai pembanding:
Contoh 2: tanpa RCD dan dengan RCD 30 mA. MCB tidak bereaksi pada 0,42 A dari Contoh 1, yang tidak menyentuh daerah magnetiknya. Tanpa RCD aliran berlanjut, operator tidak dapat melepas genggaman karena arusnya jauh di atas ambang lepas, dan 424 mA melewati c1 antara 0,1 s (440 mA) dan 0,2 s (350 mA): zona AC-4 dalam sepersekian detik. Dengan RCD 30 mA, arus lewat tubuh ke lantai adalah arus sisa:
sehingga RCD memutus paling lama 40 ms, saat c1 bernilai 495 sampai 475 mA. Persentil 50% (424 mA) berada di bawah c1, zona AC-3, sesuai pengalaman operator yang tersentak dan kaku sesaat; persentil 5% (571 mA) berada di atas c1 bahkan pada 0,02 s, zona AC-4. RCD membuat kejadian ini dapat pulih pada kebanyakan orang, tetapi tidak menjamin semua orang selamat. Pertahanan utama tetap PE yang utuh, yang membuat MCB memutus dan menahan tegangan sentuh, isolasi yang baik, dan lantai kerja yang dikeringkan. Operator tetap diperiksa medis walau merasa sehat, dan mesin diisolasi sampai PE diperbaiki dan diuji.
Contoh 3: 24 V dan 230 V di panel dapur. Teknisi dapur hotel menyentuh dua terminal dengan kedua tangan kering, sekali pada sirkit kendali 24 V AC dan sekali pada 230 V. Jalur tangan ke tangan, persentil 50%, , , dan baris 25 V dipakai untuk 24 V:
Tegangan naik 9,6 kali, tetapi arus naik 25 kali karena impedansi kulit turun pada tegangan tinggi. Arus 7,4 mA sudah di atas ambang persepsi dan di bawah ambang lepas sekitar 15 mA laki-laki dewasa; 188 mA jauh di atas ambang lepas. Pengalaman "tidak apa-apa" pada sirkit tegangan rendah karena itu tidak dapat dipindahkan ke 230 V.
Contoh 4: RCD 300 mA bukan pengganti RCD 30 mA. Sebuah laundry hotel hanya memasang RCD 300 mA di PHB untuk proteksi kebakaran (F.1.2.3), lalu kasus Contoh 1 terjadi:
Arus kering boleh tidak diputus, padahal c1 sudah 252 mA pada 0,3 s. Arus basah, di bawah A, hanya dijamin putus dalam 300 ms, sedangkan 424 mA melewati c1 sebelum 0,2 s (Contoh 2). Kedua titik dapat melewati c1. RCD 300 mA melindungi dari kebakaran; proteksi tambahan bagi orang yang disebut PUIL 2020 adalah RCD 30 mA (415.1.1).
Contoh 5: termografi pada beban rendah. Terminal kontaktor pemanas air di dapur rumah sakit, arus beban penuh 32 A, beresistansi kontak 40 mΩ karena kendur. Termografi dijadwalkan pagi hari saat beban hanya 8 A:
Pada seperempat arus, panasnya enam belas kali lebih kecil, dan terminal yang rusak dapat tampak normal. Termografi dilakukan saat beban mendekati tertinggi oleh personel kompeten dengan APD dan alat yang sesuai, dan torsi terminal diperiksa dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi.
Contoh 6: rangka mesin pencuci piring dan keran bak. PE mesin pencuci piring di dapur hotel putus dan elemennya bocor ke rangka. Teknisi memegang rangka dengan satu tangan basah dan keran bak baja tahan karat yang terbumi lewat pipa dengan tangan lain; jalur tangan ke tangan, , asimtot 775 Ω:
Dengan RCD 30 mA, waktu putus paling lama 40 ms dan titiknya di bawah c1 (475 mA pada 0,05 s). Tanpa RCD, MCB tidak bereaksi dan 297 mA melewati c1 antara 0,2 s dan 0,3 s. Perbandingan langsung dengan c1 ini pesimistis karena c1 disusun untuk tangan ke kaki, tetapi keputusannya sama: mesin diisolasi sampai PE diperbaiki dan diuji (Kondisi berhenti 4).
Kondisi berhenti
Pertolongan medis diambil alih layanan gawat darurat dan tenaga medis, kabel jaringan dan peralatan tegangan tinggi ditangani PLN, dan pemeriksaan serta perbaikan mesin dikerjakan personel kompeten dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi.
- Korban yang mungkin masih tersambung ke sumber tidak disentuh sebelum suplai diputus, atau sebelum dipisahkan dengan benda kering nonkonduktor bila suplai tegangan rendah benar-benar tidak dapat diputus.
- Kabel jaringan atau peralatan tegangan tinggi: tidak ada upaya penyelamatan mendekat; menjauh, amankan area, dan hubungi PLN serta layanan darurat.
- Setelah kejut listrik, RCD yang trip tidak di-reset dan mesin tidak dijalankan lagi sampai penyebabnya ditemukan dan diperbaiki dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi (Bab 2 · Keselamatan dan Bab 76).
- Rangka mesin yang terasa kesemutan diperlakukan sebagai PE putus atau gangguan isolasi; mesin dihentikan dan diisolasi (Bab 73).
- Lantai tergenang di sekitar mesin atau panel membuat pekerjaan listrik berhenti sampai kering.
- Korban kejut listrik tidak kembali bekerja sebelum diperiksa tenaga medis.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Tubuh basah, hambatannya makin besar.
Why is it wrong?
Kebalikannya: air dan keringat menurunkan impedansi kulit, sehingga pada tegangan yang sama arusnya lebih besar.
Common misconception
30 mA adalah batas aman arus tubuh.
Why is it wrong?
Angka 30 mA adalah arus operasi sisa pengenal RCD proteksi tambahan. Keamanannya bergantung pada waktu putus dan besar arus nyata, seperti Contoh 2.
Common misconception
Tendang korban dengan sol sepatu.
Why is it wrong?
Sol sepatu, apalagi yang basah, tidak terjamin mengisolasi; tendangan juga dapat mencederai korban dan membuat penolong terpeleset ke area bertegangan. Yang benar: putuskan suplai; bila tidak mungkin pada tegangan rendah, gunakan benda kering nonkonduktor dari posisi aman.
Common misconception
RJP dua tiupan lalu lima tekanan, atau 15:2.
Why is it wrong?
Urutan dua tiupan, cek nadi 5 detik, lalu lima tekanan dari buku ajar lama dan 15:2 dari PUIL 2000 Lampiran E sudah usang. Yang berlaku adalah langkah 5 dan 6 bagian pertolongan pertama: kompresi 100 sampai 120 kali per menit, 30:2 atau kompresi saja, dan AED secepatnya.
Common misconception
Berikan banyak cairan supaya ginjal aman.
Why is it wrong?
Anjuran ini mencampur penanganan medis rumah sakit dengan pertolongan pertama. Penolong awam tidak memberi minum kepada korban yang kesadarannya menurun; cairan untuk kerusakan otot diputuskan tenaga medis.
Hubungan dengan bab lain
Bab ini bertumpu pada Bab 1 (hukum Ohm dan daya), Bab 1 · Keselamatan (bahaya dan kondisi berhenti), Bab 2 · Keselamatan (izin kerja dan verifikasi keadaan aman), dan Bab 14 (keselamatan alat ukur). Dasar fisiologisnya dipakai Bab 21 (proteksi kejut listrik) untuk Tabel 41.1 PUIL 2020 dan tegangan sentuh batas 50 V, dan pemahaman bahayanya dipakai Bab 76 (kerja aman), Bab 80 (diagnosis instalasi), dan Bab 81 (pemeliharaan listrik terencana). Tanggap darurat laundry ada di Bab 21 · Laundry (K3 laundry).
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Teknisi menyentuh fasa 230 V dengan tangan kiri dan netral dengan tangan kanan, tanpa kontak ke bumi, kulit kering. Hitung arus tubuh (persentil 50%), lalu jelaskan perilaku RCD 30 mA dan kapan arus melewati c1.
See the worked solution
A (tangan ke tangan, ). Arus masuk dan keluar lewat fasa dan netral, sehingga tidak ada arus sisa dan RCD tidak memutus; MCB juga tidak, karena 0,19 A bukan arus lebih. Perbandingan langsung dengan c1 terlalu pesimistis karena faktor arus jantung tangan ke tangan lebih kecil dari 1, tetapi 188 mA jauh di atas ambang lepas, sehingga aliran berlangsung terus dan dapat mencapai zona AC-4 dalam orde satu detik. Pelajarannya: pembebasan dan verifikasi bebas tegangan (Bab 76), bukan RCD, yang melindungi dari sentuh fasa-netral.
Operator Contoh 1 berdiri di atas keset karet kering yang menambah kΩ. Hitung arus tubuh persentil 50% dan zonanya. Bagaimana bila keset itu basah dan penuh air bilasan?
See the worked solution
mA, paling tinggi; dengan impedansi pada tegangan tubuh sebenarnya (sekitar 2,5 V) nilainya mA. Arus ini di atas ambang persepsi 0,5 mA, di bawah ambang lepas rata-rata, dan jauh di bawah c1 untuk durasi berapa pun: terasa, tetapi di luar zona fibrilasi. Keset basah kehilangan resistansinya karena air bilasan membentuk jalur di permukaan, dan arus kembali mendekati 0,42 A; keset hanya membantu bila kering, utuh, dan lantainya tidak tergenang.
Urutan pertolongan mana yang benar untuk operator yang tergeletak di samping mesin yang masih bertegangan? (A) tarik tangannya, periksa nadi, lalu panggil bantuan; (B) putus isolator atau MCB, panggil 119 dan minta AED, periksa respons dan napas, RJP 30:2 atau kompresi saja, pasang AED; (C) tendang tangannya lepas, beri minum, lalu antar pulang; (D) putus suplai, lakukan 15:2 dengan 80 kali per menit.
See the worked solution
B. A menyentuh korban sebelum suplai putus dan menunda panggilan; C menendang, memberi minum, dan tidak memeriksakan korban; D memutus suplai dengan benar tetapi memakai rasio dan laju usang dari PUIL 2000 Lampiran E.
Mengapa RCD proteksi tambahan memakai 30 mA? (A) 30 mA batas aman arus tubuh; (B) arus pengenal 30 mA dengan waktu putus paling lama 300 ms dan 40 ms pada 150 mA menjaga titik arus-waktu yang dijamin di bawah kurva c1; (C) 30 mA ambang persepsi; (D) semua orang dapat melepas genggaman di bawah 30 mA.
See the worked solution
B. A keliru karena 30 mA arus pengenal gawai, bukan batas fisiologis; C keliru karena ambang persepsi sekitar 0,5 mA; D keliru karena ambang lepas bervariasi dan dapat di bawah 30 mA.
Terminal kontaktor pemanas 20 A beresistansi kontak 1 mΩ saat baru dan 40 mΩ setelah kendur. Hitung daya panasnya pada kedua keadaan, jelaskan mengapa MCB dan RCD tidak bereaksi, dan sebutkan cara menemukannya.
See the worked solution
: W dan W, empat puluh kali lipat di satu titik. Arus sirkit tetap 20 A, jadi MCB tidak melihat arus lebih, dan tidak ada arus ke bumi, jadi RCD tidak melihat arus sisa. Temuannya lewat termografi saat berbeban oleh personel kompeten dengan APD dan alat yang sesuai, pemeriksaan torsi dalam keadaan bebas tegangan, dan tanda perubahan warna atau bau pada pemeliharaan berkala; busur seri yang menyusul hanya dapat dideteksi AFDD.
Setelah kejadian di kasus pembuka, pemilik ingin me-reset RCD dan memakai mesin lagi karena operator merasa sehat. Susun tanggapan beralasan.
See the worked solution
Tolak. RCD trip karena ada arus ke bumi lewat tubuh, jadi gangguannya nyata dan masih ada; menjalankan mesin berarti mengulang kejadian pada orang berikutnya. Mesin diisolasi dan dikunci, PE dan isolasi diperiksa dan diuji dalam keadaan bebas tegangan terverifikasi, lalu diuji ulang sebelum dipakai (Kondisi berhenti 3 dan 4). Operator diperiksa tenaga medis dengan EKG walau merasa sehat, karena luka dalam dan gangguan irama jantung tidak selalu terasa (Kondisi berhenti 6). Kejadian dicatat sebagai hampir celaka.
Referensi
External sources
- Mohla, Driscoll, Hamer, Panetta, Mitigating electric shock and arc flash energy, PCIC-2010-41, zona IEC TS 60479-1:2005 (sekunder)i-gard.com
- IEC 60479-1:2018 (Ed. 1.0), Effects of current on human beings and livestock, Part 1: General aspectswebstore.iec.ch
- National Grid, Company Directive ST: TP21AB (Desember 2020), tabel impedansi tubuh dan kurva c1 dari IEC 60479-1 (sekunder)commercial.nationalgrid.co.uk
- Zemaitis, Guirguis, Cindass, Electrical Injuries, StatPearls, pembaruan 6 Juli 2025 (sekunder)ncbi.nlm.nih.gov
- IET Wiring Matters, Changes to RCD testing in BS 7671:2018+A2:2022, waktu putus 300 ms dan 40 ms (sekunder)electrical.theiet.org
- Part 7: Adult Basic Life Support, 2025 American Heart Association Guidelines for CPR and ECC (Circulation, doi:10.1161/CIR.0000000000001369)cpr.heart.org
- Smyth dkk., European Resuscitation Council Guidelines 2025 Adult Basic Life Support, Resuscitation 215 Suppl 1:110771sciencedirect.com
- Mayo Clinic, Electrical shock: First aid, 18 Juni 2024 (sekunder)mayoclinic.org
- ILCOR CoSTR 2021, Duration of cooling with water for thermal burns (FA 770)costr.ilcor.org
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Bahaya listrik pada tubuh: efek arus, luka bakar, kebakaran, dan pertolongan pertama. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/bahaya-listrik-pada-tubuh-efek-arus-luka-bakar-kebakaran-dan-pertolongan-pertama
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Teknisi menyentuh fasa 230 V dengan tangan kiri dan netral dengan tangan kanan, tanpa kontak ke bumi, kulit kering. Hitung arus tubuh (persentil 50%), lalu jelaskan perilaku RCD 30 mA dan kapan arus melewati c1.
Operator Contoh 1 berdiri di atas keset karet kering yang menambah kΩ. Hitung arus tubuh persentil 50% dan zonanya. Bagaimana bila keset itu basah dan penuh air bilasan?
Urutan pertolongan mana yang benar untuk operator yang tergeletak di samping mesin yang masih bertegangan? (A) tarik tangannya, periksa nadi, lalu panggil bantuan; (B) putus isolator atau MCB, panggil 119 dan minta AED, periksa respons dan napas, RJP 30:2 atau kompresi saja, pasang AED; (C) tendang tangannya lepas, beri minum, lalu antar pulang; (D) putus suplai, lakukan 15:2 dengan 80 kali per menit.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 76.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 74.