Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Laundry · Chapter 21Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    K3 laundry: bahaya kimia, biologis, fisik, ergonomi, dan tanggap darurat

    Bab ini menyatukan bahaya yang tersebar di bab-bab rak Laundry menjadi satu sistem kerja aman. Pembahasan mencakup peta bahaya per area kerja, bahaya kimia dan penyimpanan bahan yang tidak cocok, bahaya biologis dari linen kotor dan infeksius, bahaya fisik dari mesin, panas, uap, bising, lantai licin, dan listrik, bahaya ergonomi dari linen basah dan gerakan berulang, APD per tugas, serta tanggap darurat untuk tumpahan, paparan, korsleting, dan kebakaran pengering. Contoh kerja menghitung massa linen basah, batas angkat menurut persamaan NIOSH, dan menyusun matriks risiko satu tugas. Daftar kondisi berhenti merangkum kapan pekerjaan dihentikan dan diserahkan, termasuk tanggap kebakaran pengering bersistem semprot air bawaan.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Setiap bab berisiko di rak Laundry memuat kondisi berhentinya sendiri: dispenser dengan bahan pekatnya, oksidator dengan campuran berbahayanya, spotting dengan asam fluoridanya, higiene linen dengan benda tajamnya, pengeringan dengan kebakarannya, dan utilitas dengan uapnya. Pekerja tidak mengalami bahaya itu per bab. Seorang operator dapat membuka kantong linen kotor, memuat mesin, menukar jeriken, mengeluarkan linen dari pengering, dan mendorong troli basah dalam satu jam.

    Batas pembahasan

    Bab ini menyatukan bahaya itu menjadi satu sistem kerja aman untuk fasilitas laundry komersial, disusun per area dan per tugas. Bahaya, energi tersimpan, kondisi berhenti, hierarki pengendalian, dan izin kerja secara umum dibahas di Bab 1 · Keselamatan dan Bab 2 · Keselamatan; bab ini memetakan bahaya khas laundry dan menerapkan prinsip itu padanya. Bab-bab laundry sebelumnya menjelaskan mekanisme bahaya pada prosesnya; bab ini mengumpulkannya dan menambahkan bahaya yang belum dibahas, yaitu bising, lantai licin, listrik, dan ergonomi. Nilai ambang batas dan standar lingkungan kerja mengikuti regulasi yang berlaku, dan pengukuran lingkungan kerja dilakukan oleh pihak yang kompeten. Setiap prosedur di bab ini melengkapi, bukan menggantikan, prosedur darurat dan izin kerja fasilitas.

    Peta bahaya per area

    AreaTugas utamaBahaya dominanBab rujukan
    Penerimaan linen kotorMenerima, menimbang, memindah kantongBiologis, benda tajam, ergonomiBab 14 tentang higiene linen
    SortirMemisahkan kategoriBiologis, benda tajam, debu dan serat, ergonomiBab 14 tentang higiene linen, Bab 12 tentang sortir
    Mesin cuciMemuat, membongkar, memilih programMesin berputar, air panas dan basa, ergonomi linen basah, lantai licinBab 10 tentang washer-extractor
    Gudang kimia dan dispenserMenukar jeriken, kalibrasiKimia pekat, campuran berbahaya, tumpahanBab 6 tentang kimia pembersih, Bab 8 tentang oksidator, Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser
    Meja spottingMenangani nodaKimia pekat, asam fluorida, pelarutBab 13 tentang spotting
    PengeringMemuat, membongkar, membersihkan filterKebakaran, permukaan panas, seratBab 15 tentang pengeringan
    SetrikaMemasukkan dan melipat linenTitik jepit, panas, gerakan berulangBab 15 tentang pengeringan
    UtilitasPemanas, uap, gasUap, tekanan, gas, karbon monoksidaBab 16 tentang panas dan utilitas
    IPALMengambil sampel, perawatanRuang terbatas, hidrogen sulfida, biologisBab 17 tentang limbah cair

    Peta ini adalah titik awal penilaian risiko fasilitas. Setiap fasilitas menyesuaikannya dengan tata letak dan peralatannya.

    Bahaya kimia

    Setiap bahan kimia wajib memiliki lembar data keselamatan (SDS) yang mudah diakses, dan setiap wadah diberi label simbol bahaya. Kondisi berhenti kimia dari bab-bab sebelumnya dirangkum sebagai aturan kerja:

    1. Bahan tidak pernah dicampur di luar mesin, dan jalur dosis yang dipakai bersama dibilas di antara bahan yang tidak cocok.
    2. Pemutih klorin tidak pernah bertemu asam, termasuk penetral dan penghilang karat, karena gas klorin terlepas; klorin tidak bertemu amonia karena kloramin terbentuk.
    3. Hidrogen peroksida pekat tidak bertemu alkali pekat atau logam.
    4. Produk berasam fluorida hanya dipakai oleh pekerja terlatih dengan pertolongan pertama yang disyaratkan SDS tersedia.
    5. Jeriken ditukar dengan APD, dengan selang isap dipindah ke jeriken berlabel yang sama, dan diperiksa dua kali sebelum pompa dijalankan.

    Penyimpanan. Bahan disimpan terpisah menurut kelompok yang tidak cocok: alkali, asam, oksidator klorin, dan oksidator peroksida; hipoklorit juga dijauhkan dari hidrogen peroksida karena keduanya bereaksi. Wadah berdiri di atas penampung tumpahan yang cukup menampung isi wadah terbesar. Gudang berventilasi, jauh dari panas dan sinar matahari langsung, dan tidak dipakai untuk menyimpan pelarut di dekat oksidator. Rincian untuk tiap produk diambil dari bagian penyimpanan dan kestabilan pada SDS, seperti dibahas di Bab 10 · Kimia tentang SDS.

    Bahaya biologis

    Linen kotor infeksius memaparkan pekerja pada mikroorganisme patogen; paparan itu dikendalikan dengan APD lengkap, kebersihan perorangan, dan penanganan linen infeksius sesuai prosedur. Bab 14 tentang higiene linen menetapkan rinciannya: linen dikantongi di sumber, tidak disortir terbuka bila infeksius, benda tajam diambil dengan alat, dan pajanan diikuti prosedur pascapajanan tanpa menunda.

    Dua hal perlu ditekankan di tingkat sistem. Pertama, sortir linen kotor dilakukan dengan agitasi minimum agar serat terkontaminasi tidak beterbangan, seperti pedoman pengendalian infeksi yang dikutip di Bab 14. Kedua, fasilitas menyediakan tempat cuci tangan di batas area kotor, dan pekerja area kotor diikutkan program vaksinasi yang berlaku, termasuk hepatitis B.

    Bahaya fisik

    Mesin berputar. Pintu mesin cuci dan pengering terkunci selama drum berputar; kunci pintu dan sensor ketidakseimbangan tidak pernah dipintas; pekerjaan di dalam mesin memerlukan isolasi energi. Rinciannya di Bab 10 tentang washer-extractor.

    Panas dan uap. Air cuci utama, permukaan pengering, setrika, dan jalur uap dapat melukai kulit. Kebocoran uap tidak dicari dengan tangan. Rinciannya di Bab 15 tentang pengeringan dan Bab 16 tentang panas dan utilitas.

    Bising. Menurut regulasi lingkungan kerja yang berlaku, Permenaker No. 5 Tahun 2018, nilai ambang batas kebisingan adalah 85 dBA untuk paparan 8 jam per hari, dan waktu paparan yang diizinkan menjadi separuhnya setiap kenaikan 3 dBA, misalnya 4 jam pada 88 dBA dan 2 jam pada 91 dBA. Ekstraksi putaran tinggi dan setrika gulung dapat menjadi sumber bising, dan pengukuran menentukan area yang melampaui batas. Pengendalian dimulai dari sumber, misalnya dudukan dan perawatan mesin, lalu penempatan, dan pelindung telinga sebagai lapis terakhir.

    Suhu dan kelembapan ruang. Suhu ruang kerja ideal 18 sampai 28 °C, dengan ventilasi sebagai pengendalian. Di daerah tropis, ruang cuci sering lebih panas, terutama di dekat setrika dan pengering. Beban panas pekerja dinilai dengan indeks yang ditetapkan regulasi, dan pengendaliannya mencakup ventilasi, udara buang dari sumber panas, air minum, dan jadwal kerja. Bab 16 tentang panas dan utilitas membahas ventilasi.

    Pencahayaan. Standar minimalnya 100 luks. Kebutuhan nyata bergantung pada jenis pekerjaan; pemeriksaan noda dan pelipatan memerlukan pencahayaan lebih baik daripada lorong.

    Lantai licin. Air, busa, dan bahan kimia di lantai adalah sebab jatuh yang umum. Sepatu bot antiselip wajib dipakai. Pengendalian yang lebih kuat adalah mencegah air di lantai: saluran lantai yang berfungsi, penampung di bawah dispenser, dan pembersihan tumpahan segera.

    Titik jepit setrika gulung. Pengaman jari atau batang pengaman setrika gulung diuji setiap awal sif, rambut panjang diikat, dan linen yang tersangkut hanya dikeluarkan setelah isolasi energi, seperti di Bab 15 tentang pengeringan.

    Listrik. Air, uap, dan bahan kimia di dekat panel dan mesin menambah risiko sengatan listrik. Pada korsleting, peralatan tidak disentuh, sumber listrik dimatikan dari panel bila aman, dan teknisi berkualifikasi dipanggil. Panel dilindungi dari percikan dan kondensasi, dan pemeriksaan listrik dilakukan oleh teknisi yang kompeten.

    Bahaya ergonomi

    Cedera punggung dan otot timbul akibat postur yang salah saat mengangkat beban berat atau bekerja membungkuk lama, dan dikendalikan dengan teknik mengangkat yang benar, alat bantu seperti troli, dan desain stasiun kerja yang ergonomis. Laundry punya satu bahaya ergonomi yang khas: linen basah jauh lebih berat daripada linen kering. Bab 11 tentang arsitektur program mengutip data pemasok bahwa katun jenuh menahan sekitar 2,5 kg air per kilogram katun, dan menurut Bab 10 tentang washer-extractor, setelah ekstraksi pun katun masih membawa sekitar 50 sampai 80% air terhadap massa keringnya. Contoh 1 menghitungnya.

    Tiga pengendalian menurut hierarki:

    1. Rekayasa. Troli dengan dasar yang dapat naik mengikuti isi, meja dan troli setinggi pintu mesin, mesin dengan pintu pada ketinggian yang tidak memaksa membungkuk dalam, dan pembongkaran yang tidak menarik seluruh beban sekaligus.
    2. Organisasi kerja. Membagi beban menjadi bagian yang lebih kecil, rotasi tugas untuk gerakan berulang seperti melipat dan memasukkan linen ke setrika, dan jumlah pekerja yang cukup untuk benda besar.
    3. Teknik kerja. Mengangkat dengan menekuk lutut, bukan punggung, dengan beban dekat badan dan tanpa memutar punggung.

    Persamaan angkat NIOSH yang direvisi memberi cara menilai satu tugas angkat. Batas beban yang dianjurkan (recommended weight limit, RWL) dihitung dari konstanta 23 kg yang dikalikan pengali untuk jarak horizontal, tinggi awal tangan, jarak angkat vertikal, sudut putar badan, frekuensi, dan pegangan. Indeks angkat (lifting index) adalah beban nyata dibagi RWL; indeks di atas 1 menandakan risiko tinggi bagi sebagian pekerja. Contoh 2 memakainya.

    APD per tugas

    APD wajib meliputi masker, kacamata pelindung, sarung tangan tahan kimia, celemek tahan air, dan sepatu bot antiselip. APD dipilih per tugas, bukan satu set untuk semua.

    TugasAPD minimum
    Menerima dan menyortir linen kotorSarung tangan tahan tusuk atau tahan cairan, celemek, masker bila ada serat atau debu, pelindung wajah bila ada risiko percikan
    Menukar jeriken dan kalibrasi dispenserSarung tangan tahan kimia, kacamata pelindung kimia, celemek tahan kimia; pelindung wajah untuk bahan korosif
    SpottingSarung tangan sesuai SDS agen, kacamata pelindung; ventilasi atau ekstraksi lokal
    Mengambil sampel air cuci panasSarung tangan tahan panas dan kimia, kacamata pelindung, pelindung wajah
    Membongkar pengering dan setrikaTanpa perhiasan dan pakaian longgar di dekat titik jepit, rambut panjang diikat; sarung tangan tahan panas bila menangani linen panas, tetapi tidak di dekat titik jepit
    Sampel IPALSarung tangan, kacamata; detektor gas dan prosedur ruang terbatas bila masuk bak

    Tempat cuci mata disyaratkan dalam keadaan siap pakai. Letaknya di dekat gudang kimia, dispenser, dan meja spotting, dan diperiksa berkala.

    Tanggap darurat

    Paparan kulit atau mata. Basuh area dengan air bersih mengalir dalam jumlah banyak sekurang-kurangnya 15 menit, gunakan tempat cuci mata untuk mata, lepaskan pakaian yang terkontaminasi, dan segera cari pertolongan medis. Rekan kerja mematikan pompa atau sumber bahan agar pembilasan tidak tertunda, dan lensa kontak dilepas bila mudah. Untuk produk berasam fluorida, pertolongan medis dicari segera walaupun belum terasa nyeri, seperti di Bab 13 tentang spotting.

    Tertelan. Jangan merangsang muntah, bilas mulut dengan air bersih, dan segera cari pertolongan medis darurat. SDS produk dibawa atau difoto untuk petugas medis.

    Terhirup gas. Bila gas klorin atau uap kimia terhirup, korban dipindah ke udara segar oleh penolong yang tidak ikut terpapar, dan pertolongan medis dicari karena gejala paru dapat tertunda, seperti dibahas di Bab 8 tentang oksidator.

    Tumpahan. Isolasi area dan beri tahu rekan kerja, gunakan APD lengkap, lalu tutup atau serap tumpahan dengan bahan penyerap yang sesuai. Tumpahan bahan yang tidak cocok ditangani terpisah. Tumpahan oksidator tidak diserap dengan bahan organik seperti serbuk gergaji, kain, atau kertas, karena dapat memanas atau terbakar. Tumpahan penetral berbasis fluorida tidak diserap dengan pasir atau penyerap berbasis silika, karena fluorida bereaksi dengan silika dan melepaskan gas; penyerap yang dipakai mengikuti SDS. Limbah penyerap diperlakukan menurut SDS.

    Korsleting dan kebakaran. Peralatan tidak disentuh, listrik dimatikan dari panel bila aman, alat pemadam api ringan jenis karbon dioksida atau serbuk kering dipakai untuk kebakaran listrik, air tidak dipakai pada peralatan yang masih bertegangan, dan bila api tidak terkendali, alarm diaktifkan dan evakuasi dilakukan. Untuk kebakaran di dalam pengering, pintu tidak dibuka, pemanas, gas, dan listrik diputus dari luar, dan pemadam kebakaran dipanggil, seperti di Bab 15 tentang pengeringan. Kebakaran tekstil setelah listrik diputus adalah kebakaran kelas A, sehingga air atau sistem semprot bawaan pengering sesuai manualnya dapat dipakai. Pengering bersistem semprot air bawaan menjadi pengecualian urutan itu: katup air sistem semprot tidak ditutup, air dibiarkan mengalir sampai api padam, dan listrik tidak selalu diputus lebih dulu, karena sebagian sistem semprot memerlukan listrik untuk bekerja; urutannya, termasuk pemakaian tuas operasi manual bila ada, mengikuti manual mesin itu.

    Evakuasi. Jalur evakuasi dan titik kumpul ditandai jelas dan dipahami semua staf. Latihan evakuasi berkala membuat prosedur itu benar-benar diingat.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Pengukuran lingkungan kerja tetap dilakukan pihak yang kompeten, dan hasil hitung ini menjadi bahan penilaian risiko fasilitas, bukan penggantinya.

    Contoh 1: massa linen basah. Satu muatan 20 kg handuk katun kering. Setelah pembuangan air cuci tanpa ekstraksi, handuk menahan air hingga sekitar 2,5 kg per kilogram. Setelah ekstraksi, kadar air sisa sekitar 60% terhadap massa kering.

    mtanpa ekstraksi=20×(1+2,5)=70 kg,msetelah ekstraksi=20×(1+0,60)=32 kgm_\text{tanpa ekstraksi} = 20 \times (1 + 2{,}5) = 70\ \text{kg}, \qquad m_\text{setelah ekstraksi} = 20 \times (1 + 0{,}60) = 32\ \text{kg}

    Linen yang harus dikeluarkan dari mesin karena siklus terhenti sebelum ekstraksi, misalnya akibat gangguan, beratnya lebih dari dua kali linen yang sudah diperas. Muatan seperti itu tidak dikeluarkan sekaligus dengan tangan; mesin dijalankan ulang untuk ekstraksi bila aman, atau, setelah air dibuang dan drum berhenti, linen dikeluarkan dalam bagian kecil ke troli yang sejajar dengan pintu.

    Contoh 2: batas angkat NIOSH. Operator mengangkat gulungan linen basah 12 kg dari dasar troli ke pintu pengering. Tangan berada 40 cm di depan pergelangan kaki, tinggi awal tangan 30 cm dari lantai, dan tangan naik 70 cm. Badan berputar sekitar 30°. Frekuensi dan pegangan memberi pengali 0,85 dan 0,95, nilai contoh dari tabel persamaan untuk angkatan jarang dalam sif panjang dan pegangan sedang. Pengali horizontal bernilai 1 bila jarak kurang dari 25 cm dan 0 bila lebih dari 63 cm. Pengali dalam satuan metrik mengikuti bentuk yang umum dipakai untuk persamaan NIOSH yang direvisi:

    HM=2540=0,625,VM=1−0,003 ∣30−75∣=0,865HM = \frac{25}{40} = 0{,}625, \quad VM = 1 - 0{,}003\,|30 - 75| = 0{,}865DM=0,82+4,570≈0,884,AM=1−0,0032×30=0,904DM = 0{,}82 + \frac{4{,}5}{70} \approx 0{,}884, \quad AM = 1 - 0{,}0032 \times 30 = 0{,}904RWL=23×0,625×0,865×0,884×0,904×0,85×0,95≈8,0 kgRWL = 23 \times 0{,}625 \times 0{,}865 \times 0{,}884 \times 0{,}904 \times 0{,}85 \times 0{,}95 \approx 8{,}0\ \text{kg}

    Indeks angkat =12/8,0=1,5= 12/8{,}0 = 1{,}5, di atas 1. Pengali terkecil berturut-turut adalah jarak horizontal, frekuensi, dan tinggi awal. Troli dengan dasar yang naik mengikuti isi menaikkan tinggi awal dan mengurangi jarak angkat; mengangkat lebih dekat ke badan menaikkan pengali horizontal. Bila tinggi awal menjadi 75 cm, jarak horizontal 30 cm, jarak angkat 25 cm, dan putaran badan dihilangkan, RWL≈23×0,833×1×1,0×1×0,85×0,95≈15,5RWL \approx 23 \times 0{,}833 \times 1 \times 1{,}0 \times 1 \times 0{,}85 \times 0{,}95 \approx 15{,}5 kg dan indeks angkat turun ke sekitar 0,8. Pengali jarak angkat (DM) dibatasi paling besar 1 untuk jarak angkat 25 cm atau kurang. Pengali pegangan dibiarkan sama agar perbandingan sederhana; pada tinggi awal 75 cm pegangan sedang dapat bernilai 1, sehingga RWL sedikit lebih besar.

    Contoh 3: matriks risiko satu tugas. Matriks risiko (risk matrix) adalah tabel yang menilai setiap bahaya suatu tugas dari kemungkinan dan keparahannya. Tugas: menukar jeriken pemutih klorin di rak dispenser. Skala kemungkinan dan keparahan 1 sampai 5, risiko adalah hasil kalinya. Angka penilaian adalah ilustrasi dan disusun oleh tim fasilitas.

    BahayaKemungkinanKeparahanRisiko awalPengendalianRisiko sisa
    Percikan ke mata saat memindah selang isap3412Kacamata dan pelindung wajah, selang dengan konektor cepat, pompa dimatikan1×4=41 \times 4 = 4
    Selang dimasukkan ke jeriken penetral sehingga klorin dan asam bertemu di jalur2510Konektor berkode warna dan bentuk berbeda, label, pemeriksaan dua orang1×5=51 \times 5 = 5
    Mengangkat jeriken 25 kg dari lantai4312Rak setinggi pinggang atau pompa langsung dari jeriken di troli, pengangkatan berdua2×3=62 \times 3 = 6
    Tumpahan di lantai326Penampung tumpahan, bahan penyerap siap, lantai dibersihkan segera2×2=42 \times 2 = 4

    Risiko sisa tertinggi secara angka adalah mengangkat jeriken (6), tetapi salah sambung jalur mempertahankan keparahan 5. Karena itu, pengendalian untuk salah sambung harus rekayasa, yaitu konektor yang tidak dapat dipasang ke jeriken yang salah, di samping prosedur. Cara berpikir ini mengikuti hierarki pengendalian di Bab 2 · Keselamatan.

    Contoh 4: waktu paparan bising di laundry rumah sakit. Pengukuran oleh pihak kompeten mencatat 88 dBA di depan setrika gulung dan 94 dBA di dekat dua mesin cuci-peras putaran tinggi saat ekstraksi. Aturan di bab ini, 8 jam pada 85 dBA dan separuhnya setiap kenaikan 3 dBA, dapat ditulis

    T=82(L−85)/3 jamT88=821=4 jam,T94=823=1 jam\begin{aligned} T &= \frac{8}{2^{(L - 85)/3}}\ \text{jam}\\ T_{88} &= \frac{8}{2^{1}} = 4\ \text{jam}, \quad T_{94} = \frac{8}{2^{3}} = 1\ \text{jam} \end{aligned}

    dengan TT waktu paparan yang diizinkan per hari dan LL tingkat bising dalam dBA. Operator setrika yang bekerja 6 jam per sif dan operator yang bekerja 2 jam di dekat mesin itu selama ekstraksi berlangsung sama-sama melampaui batas. Pengendalian dimulai dari sumber, misalnya dudukan dan perawatan mesin, lalu penempatan dan pembatasan waktu, dengan pelindung telinga sebagai lapis terakhir. Paparan pekerja yang berpindah area dinilai pihak kompeten.

    Contoh 5: mengangkat kantong linen kotor di rumah sakit. Petugas penerimaan mengangkat kantong linen kotor 14 kg dari lantai ke troli: tangan 35 cm di depan pergelangan kaki, tinggi awal 10 cm, naik 80 cm, dan badan berputar 45°. Pengali frekuensi dan pegangan disamakan dengan Contoh 2.

    HM=2535=0,714,VM=1−0,003 ∣10−75∣=0,805DM=0,82+4,580≈0,876,AM=1−0,0032×45=0,856RWL=23×0,714×0,805×0,876×0,856×0,85×0,95≈8,0 kg\begin{aligned} HM &= \tfrac{25}{35} = 0{,}714, \quad VM = 1 - 0{,}003\,|10 - 75| = 0{,}805\\ DM &= 0{,}82 + \tfrac{4{,}5}{80} \approx 0{,}876, \quad AM = 1 - 0{,}0032 \times 45 = 0{,}856\\ RWL &= 23 \times 0{,}714 \times 0{,}805 \times 0{,}876 \times 0{,}856 \times 0{,}85 \times 0{,}95 \approx 8{,}0\ \text{kg} \end{aligned}

    Indeks angkat 14/8,0≈1,714/8{,}0 \approx 1{,}7, sehingga kondisi berhenti butir 7 berlaku. Kantong tidak lagi ditaruh di lantai, tetapi di troli pengumpul berdasar setinggi pinggang. Dengan susunan perbaikan Contoh 2 (tinggi awal 75 cm, jarak horizontal 30 cm, jarak angkat 25 cm, tanpa putaran badan), RWL sekitar 15,5 kg dan indeks angkat turun ke sekitar 0,9. Kantong tetap tidak dibuka untuk sortir terbuka.

    Contoh 6: penampung tumpahan di gudang kimia hotel. Satu rak gudang kimia hotel memuat jeriken 25 L pemutih klorin, penetral asam, dan alkali, serta satu drum alkali 200 L, semuanya di atas satu penampung berukuran 120 cm kali 80 cm kali 15 cm.

    V=1,20×0,80×0,15=0,144 m3=144 LV = 1{,}20 \times 0{,}80 \times 0{,}15 = 0{,}144\ \text{m}^3 = 144\ \text{L}

    Penampung itu cukup untuk satu jeriken 25 L, tetapi tidak untuk drum 200 L, yang menjadi wadah terbesar. Masalah kedua lebih berat: klorin dan asam berbagi satu penampung, sehingga tumpahan keduanya bertemu dan melepaskan gas klorin. Rak disusun ulang menurut kelompok yang tidak cocok, yaitu alkali, asam, dan oksidator klorin, masing-masing dengan penampung sendiri, dan kelompok alkali dengan drum memakai penampung sekurang-kurangnya 200 L, misalnya 120 cm kali 80 cm kali 25 cm, atau 240 L.

    Kondisi berhenti

    Daftar ini disusun per kejadian di lantai laundry. Hentikan pekerjaan dan serahkan ke penanggung jawab K3 fasilitas, petugas tanggap darurat, atau teknisi berwenang bila:

    1. Tercium bau klorin atau uap kimia setelah bahan yang tidak cocok bertemu, misalnya pemutih klorin dan penetral asam di jalur dosis. Area diisolasi, korban dipindah ke udara segar oleh penolong yang tidak ikut terpapar, dan pertolongan medis dicari walau gejala belum muncul, karena gejala paru dapat tertunda.
    2. Bahan kimia memercik ke mata atau kulit. Pompa dimatikan, pembilasan dengan air mengalir sekurang-kurangnya 15 menit dimulai tanpa menunggu, dan produk berasam fluorida ditangani sebagai paparan fluorida menurut SDS walaupun belum terasa nyeri.
    3. Pekerja tertusuk benda tajam atau terkena cairan tubuh dari linen kotor infeksius. Prosedur pascapajanan dijalankan tanpa menunda, dan kantong linen infeksius tidak dibuka untuk sortir terbuka.
    4. Terlihat asap, nyala, atau bara di pengering. Pintu tidak dibuka, pemadam kebakaran dipanggil, dan pada pengering bersistem semprot air bawaan katup air sistem itu dibiarkan terbuka seperti di bagian Tanggap darurat.
    5. Terjadi korsleting, kabel rusak, atau panel dan mesin basah oleh air, uap, atau tumpahan. Peralatan tidak disentuh, dan listrik dimatikan dari panel hanya bila aman.
    6. Pengaman jari atau batang pengaman setrika gulung gagal pada uji awal sif, engkol darurat tidak berada di tempatnya, atau seseorang baru saja terjepit. Orang yang terjepit dibebaskan dengan cara manual unit tanpa menunggu mesin dingin, dan setrika tidak dipakai sampai pengamannya diperiksa teknisi, seperti diatur Bab 28 tentang keselamatan setrika gulung.
    7. Muatan basah tertahan di mesin tanpa ekstraksi dan hendak dikeluarkan sekaligus dengan tangan, atau indeks angkat suatu tugas di atas 1. Pengangkatan manual dihentikan sampai mesin dapat mengekstraksi dengan aman atau tugas dirancang ulang dengan troli, pembagian beban, atau dua orang.
    8. Pekerjaan menuntut masuk ke bak IPAL sebelum gas diuji dan prosedur ruang terbatas siap, atau masuk ke dalam modul mesin cuci terowongan sebelum gas diuji, modul dikuras, digelontor, dan didinginkan, penggerak ditahan, listrik dikunci, dan pengawas siap di luar, seperti diatur Bab 34 tentang mesin cuci terowongan dan Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas.
    9. Terjadi tumpahan bahan kimia. Area diisolasi dan tumpahan ditangani seperti di bagian Tanggap darurat, termasuk larangan penyerap organik untuk oksidator dan pasir atau penyerap silika untuk penetral berbasis fluorida.
    10. Kunci pintu atau sensor ketidakseimbangan mesin cuci atau pengering rusak atau dipintas, atau pekerjaan di dalam mesin akan dimulai tanpa isolasi energi.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    APD adalah pengendalian utama.

    Why is it wrong?

    APD adalah lapis terakhir setelah rekayasa dan organisasi kerja. Pada Contoh 3, salah sambung jalur dikendalikan dengan konektor, bukan dengan kacamata.

    Common misconception

    Bahaya cukup dinilai per bab atau per mesin.

    Why is it wrong?

    Bahaya dinilai per tugas yang dijalani pekerja, seperti pada tabel APD per tugas.

    Common misconception

    Linen selalu ringan.

    Why is it wrong?

    Linen basah dapat beberapa kali lebih berat daripada linen kering. Pada Contoh 1, muatan 20 kg kering menjadi 70 kg tanpa ekstraksi.

    Common misconception

    Prosedur darurat cukup ditulis.

    Why is it wrong?

    Prosedur yang tidak dilatih tidak diingat saat dibutuhkan. Karena itu latihan evakuasi dilakukan berkala.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Keselamatan tentang kondisi berhenti, Bab 2 · Keselamatan tentang hierarki pengendalian dan izin kerja, dan Bab 10 · Kimia tentang cara membaca SDS menjadi dasar bab ini. Di rak Laundry, bab ini merangkum kondisi berhenti dari bab-bab yang tercantum di peta bahaya per area.

    Dua bab rak Laundry lain merinci bahaya yang di bab ini baru disebut singkat. Bab 28 membahas keselamatan setrika gulung: titik jepit, pengaman tangan dan uji pengaman setiap awal sif, tombol darurat yang tidak dipakai sebagai cara mematikan setrika panas, cara membebaskan orang yang terjepit, dan tindakan saat listrik padam ketika silinder panas. Bab 34 membahas persiapan masuk ke dalam mesin cuci terowongan yang macet: umpan air panas dan kimia dimatikan, modul dikuras, digelontor, dan didinginkan, penggerak rantai ditahan, listrik dikunci, ventilasi berjalan, hanya alat berbaterai atau bertenaga udara yang dipakai, dan pengawas selalu berada di luar. Kerangka umum ruang terbatas untuk bak IPAL dan modul terowongan ada di Bab 11 · Keselamatan tentang ruang terbatas, uji udara, izin masuk, dan penyelamatan.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Muatan 30 kg linen katun kering tertahan di mesin tanpa ekstraksi dengan air tertahan 2,5 kg per kg. Hitung massa basahnya dan jelaskan cara mengeluarkannya dengan aman.

      See the worked solution

      30×(1+2,5)=10530 \times (1 + 2{,}5) = 105 kg. Muatan tidak dikeluarkan sekaligus. Bila aman, mesin dijalankan ulang untuk ekstraksi setelah penyebab gangguan diatasi; bila tidak, linen dikeluarkan sedikit demi sedikit ke troli setinggi pintu, dengan dua orang untuk benda besar, dan dengan pintu dibuka hanya setelah air dibuang, drum berhenti, dan kunci pintu terlepas.

    2. Paparan bising di area ekstraksi terukur 91 dBA. Berapa waktu paparan maksimum per hari menurut aturan yang dijelaskan di bab ini, dan apa pengendalian pertama yang dipertimbangkan?

      See the worked solution

      Pada 91 dBA, waktu paparan maksimum 2 jam per hari. Pengendalian pertama adalah di sumber: perawatan dan dudukan mesin, peredam, atau penempatan ekstraksi; lalu pembatasan waktu dan jarak pekerja; pelindung telinga sebagai lapis terakhir. Pengukuran dilakukan oleh pihak yang kompeten.

    3. Hitung indeks angkat untuk beban 10 kg dengan HM 0,71, VM 0,91, DM 0,92, AM 1, FM 0,80, dan CM 0,95.

      See the worked solution

      RWL=23×0,71×0,91×0,92×1×0,80×0,95≈10,4RWL = 23 \times 0{,}71 \times 0{,}91 \times 0{,}92 \times 1 \times 0{,}80 \times 0{,}95 \approx 10{,}4 kg; indeks angkat =10/10,4≈0,96= 10/10{,}4 \approx 0{,}96, sedikit di bawah 1. Tugas masih dalam batas, tetapi dekat batas, sehingga perubahan kecil seperti frekuensi yang naik dapat mendorongnya ke risiko tinggi.

    4. Gudang kimia menyimpan pemutih klorin, penetral asam, alkali, dan hidrogen peroksida di satu rak. Susun ulang penyimpanan dan jelaskan alasannya.

      See the worked solution

      Pisahkan menjadi empat kelompok dengan jarak atau sekat dan penampung tumpahan masing-masing: alkali, asam atau penetral, pemutih klorin, dan hidrogen peroksida. Klorin dijauhkan dari asam karena gas klorin, dan dari hidrogen peroksida karena keduanya bereaksi; peroksida dijauhkan dari alkali pekat dan bahan organik; semua dijauhkan dari panas dan sinar matahari. Rincian diambil dari bagian penyimpanan SDS masing-masing.

    5. Seorang pekerja terkena percikan penetral ke mata saat menukar jeriken. Tuliskan tindakan berurutan.

      See the worked solution

      Hentikan pekerjaan dan pastikan pompa mati. Rekan kerja mematikan pompa bila belum. Bawa korban ke tempat cuci mata, lepas lensa kontak bila mudah, dan bilas dengan air mengalir sekurang-kurangnya 15 menit sambil kelopak mata dibuka. Lepaskan pakaian yang terkena. Bila penetral berbasis fluorida, tangani sebagai paparan fluorida menurut SDS. Cari pertolongan medis dengan membawa SDS penetral. Laporkan kejadian dan tinjau cara penukaran jeriken, misalnya konektor dan pelindung wajah.

    6. Susun matriks risiko untuk tugas membongkar pengering yang berisi handuk spa, dengan sekurang-kurangnya tiga bahaya.

      See the worked solution

      Contoh bahaya: pemanasan spontan handuk berminyak setelah siklus (kemungkinan 2, keparahan 5, risiko 10); luka bakar dari linen atau permukaan panas (3, 3, risiko 9); cedera punggung saat mengeluarkan muatan (3, 3, risiko 9); serat dan debu (3, 2, risiko 6). Pengendalian: fase pendinginan tidak dipotong, handuk disebar dan diawasi, program cuci untuk minyak diverifikasi; sarung tangan tahan panas; troli setinggi pintu dan pembongkaran bertahap; filter dibersihkan. Risiko sisa dinilai ulang setelah pengendalian, dan yang keparahannya tetap tinggi mendapat pengendalian rekayasa atau organisasi di samping APD.

    Referensi

    External sources

    • Kebisingan dan durasi paparannya menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018hsepedia.com
    • CCOHS, NIOSH lifting equation: calculating recommended weight limitccohs.ca
    • Ergo-Plus, A step-by-step guide to using the NIOSH lifting equationergo-plus.com

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). K3 laundry: bahaya kimia, biologis, fisik, ergonomi, dan tanggap darurat. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/k3-laundry-bahaya-kimia-biologis-fisik-ergonomi-dan-tanggap-darurat

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Muatan 30 kg linen katun kering tertahan di mesin tanpa ekstraksi dengan air tertahan 2,5 kg per kg. Hitung massa basahnya dan jelaskan cara mengeluarkannya dengan aman.

    2

    Paparan bising di area ekstraksi terukur 91 dBA. Berapa waktu paparan maksimum per hari menurut aturan yang dijelaskan di bab ini, dan apa pengendalian pertama yang dipertimbangkan?

    3

    Hitung indeks angkat untuk beban 10 kg dengan HM 0,71, VM 0,91, DM 0,92, AM 1, FM 0,80, dan CM 0,95.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextBiaya per kg dan total cost of clean

    Reading order by shelf: Laundry · Chapter 22.

    PreviousKonsistensi operasi: repeatability, kalibrasi, log, audit, KPI, dan peran manusia

    Reading order by shelf: Laundry · Chapter 20.

    Same disciplineLaundry sebagai sistem air, energi, kimia, tekstil, dan manusia

    Bab lain dalam Sistem Laundry.