Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Laundry · Chapter 22Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read

    Biaya per kg dan total cost of clean

    Semua keputusan teknis di rak Laundry punya akibat biaya, dan akibat itu hanya dapat dibaca bila dihitung dengan cara yang benar. Bab ini membahas komponen biaya, biaya tersembunyi seperti cuci ulang dan umur linen, perhitungan biaya proses global dari total biaya dan total kilogram linen tanpa pembagian ganda, variasi sebagai pengganda biaya, serta angka sebagai alat baca. Bab ini tidak memuat harga pasar; contoh kerja memakai satuan biaya abstrak agar metodenya dapat dipakai dengan harga setempat. Contoh kerja juga mengubah energi pengeringan dan air pada muatan setengah dari bab teknis menjadi biaya per kilogram, dan memperlihatkan bagaimana pemanfaatan kapasitas mengubah biaya tetap per kilogram.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Laporan bulanan laundry sebuah hotel mencatat total biaya 157.800 satuan biaya dan 31.500 kg linen yang melewati mesin, sehingga biaya per kilogram tampak 5,01. Sebanyak 1.500 kg di antaranya adalah cucian ulang yang tidak pernah menjadi keluaran baru; dengan pembagi kilogram yang dikirim, angkanya 5,26. Biaya adalah bahasa sistem yang merekam setiap keputusan, disadari atau tidak, dan ketika sistem tidak stabil, angka menunjukkan gejalanya lebih cepat daripada keluhan pelanggan. Cuci ulang adalah biaya tersembunyi yang paling merugikan, karena setiap kilogram yang diulang mengonsumsi kembali kimia, air, dan energi tanpa pendapatan tambahan.

    Setiap keputusan teknis di rak Laundry, dari level air sampai fase pendinginan pengering, punya akibat biaya, dan akibat itu hanya dapat dibaca bila dihitung dengan cara yang benar. Laporan hotel tadi tidak salah menjumlah, tetapi salah memilih pembagi, dan kesalahan seperti itu membuat cuci ulang tampak menurunkan biaya.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas cara menghitung dan membaca biaya laundry per kilogram linen bersih. KPI konsumsi per kilogram didefinisikan di Bab 20 tentang konsistensi operasi; bab ini mengubah konsumsi itu menjadi biaya dan membacanya sebagai satu gambaran. Teknik setiap tahap, dari level air di Bab 10 sampai pengeringan di Bab 15, dibahas di bab teknisnya. Dasar rasio dan persen ada di Bab 1 · Satuan & Matematika, dan dasar membaca tren di Bab 3 · Data & Pengukuran.

    Bab ini sengaja tidak memuat harga pasar. Harga kimia, air, energi, dan upah berbeda menurut tempat dan waktu, dan harga yang tercetak di buku teknik cepat usang serta mudah disalahpahami sebagai acuan. Contoh kerja memakai satuan biaya abstrak (SB) yang dapat diganti dengan harga setempat. Yang diajarkan adalah metodenya: apa yang dihitung, bagaimana membaginya, dan bagaimana membaca hasilnya.

    Istilah total cost of clean di sini berarti seluruh biaya menghasilkan satu kilogram linen bersih yang diterima pengguna, termasuk biaya yang tidak tercatat sebagai pos tersendiri. Istilah ini dipakai di industri laundry dengan cakupan yang tidak selalu sama; definisi di atas adalah definisi rak ini.

    Komponen biaya

    Lima komponen biaya laundry adalah bahan kimia, air dan energi, biaya cuci ulang, perawatan dan suku cadang, dan depresiasi aset linen. Biaya variabel (variable cost) adalah biaya yang naik turun mengikuti kilogram yang diproses; air, energi, dan kimia termasuk biaya variabel dan sangat peka terhadap perubahan proses. Biaya tetap (fixed cost) adalah biaya yang berjalan per periode hampir tanpa bergantung pada kilogram, seperti penyusutan mesin. Tabel berikut menyusun komponen itu untuk seluruh fasilitas.

    KomponenSifatSumber data
    Kimia per fungsiVariabel terhadap kilogramKonsumsi wadah dan log dispenser
    AirVariabelMeter air
    Energi: listrik, gas, uapVariabel, sebagian tetapMeter energi, tagihan
    Tenaga kerjaSebagian besar tetap per periodeDaftar gaji dan jam kerja
    Perawatan dan suku cadangCampuranCatatan perawatan dan pembelian
    Penggantian linenVariabel terhadap siklusCatatan umur linen dan pembelian
    Pengolahan limbahVariabelBiaya operasi IPAL atau retribusi
    Penyusutan mesinTetapCatatan aset

    Tenaga kerja, pengolahan limbah, dan penyusutan mesin ditambahkan ke lima komponen tadi agar biaya fasilitas lengkap. Biaya limbah dipengaruhi keputusan proses, seperti ditunjukkan Bab 17 tentang limbah cair laundry; penyusutan tidak, tetapi tetap bagian biaya per kilogram.

    Biaya tersembunyi

    Biaya tersembunyi (hidden cost) adalah biaya yang jarang muncul sebagai pos tersendiri tetapi tetap menggerus margin: cuci ulang, waktu henti mesin, keausan linen, dan kelelahan operator. Biaya ini melahirkan ilusi efisiensi, yaitu keadaan ketika biaya tampak terkendali di satu sisi, sementara biaya tersembunyi membengkak di sisi lain.

    Cuci ulang. Setiap kilogram yang dicuci ulang mengonsumsi kembali kimia, air, dan energi, dan juga tenaga kerja, karena linen yang diulang disortir, dimuat, dan diperiksa ulang. Pada perhitungan biaya proses global, biaya cuci ulang sudah masuk ke total biaya, tetapi kilogram cuci ulang tidak boleh dihitung sebagai keluaran. Contoh 2 menunjukkan perbedaannya.

    Umur linen. Linen yang rusak lebih cepat karena sisa alkali, klorin, atau tekanan mekanis berlebih, seperti dibahas di Bab 19 tentang katalog gejala, menaikkan biaya penggantian. Biaya ini tidak terlihat dalam laporan bulanan kimia dan energi, tetapi dapat lebih besar daripada selisih kimia yang dihemat.

    Waktu henti. Mesin yang berhenti karena kerusakan, kalibrasi yang tertunda, atau antrean pengering menurunkan kilogram yang diproses sementara biaya tetap berjalan.

    Kelelahan operator. Ruang yang panas, tugas angkat yang berat, dan penyesuaian manual yang terus-menerus, seperti dibahas di Bab 21 tentang K3 laundry dan Bab 20 tentang konsistensi operasi, menurunkan produktivitas dan menaikkan kesalahan, yang akhirnya muncul sebagai cuci ulang dan waktu henti.

    Keluhan. Linen yang dikembalikan pengguna menambah cuci ulang, pengiriman, dan biaya hubungan pelanggan.

    Biaya proses global

    Perhitungan biaya proses (process costing) adalah metode yang mengumpulkan biaya suatu periode lalu merata-ratakannya atas unit yang dihasilkan pada periode itu. Metode ini cocok untuk produksi yang berulang dan relatif seragam, seperti proses tekstil dan kimia. Untuk laundry:

    Biaya per kg=total biaya periodetotal kg linen bersih yang dikirim pada periode itu\text{Biaya per kg} = \frac{\text{total biaya periode}}{\text{total kg linen bersih yang dikirim pada periode itu}}

    Tiga aturan menjaga angka ini benar.

    1. Global, bukan per mesin. Biaya dihitung untuk seluruh fasilitas. Membagi biaya ke setiap mesin memerlukan alokasi biaya bersama, seperti tenaga kerja, air panas, dan pengering, yang mudah salah dan mudah diperdebatkan. Perbandingan antarmesin dilakukan dengan KPI konsumsi, bukan dengan biaya teralokasi.
    2. Tanpa pembagian ganda. Setiap pos biaya masuk sekali. Kesalahan yang umum adalah menghitung energi pemanas air di pos energi dan juga di pos utilitas gedung, atau menghitung kilogram cuci ulang sebagai keluaran tambahan.
    3. Pembagi yang tetap. Pembagi adalah kilogram linen bersih yang dikirim, dengan definisi yang sama setiap bulan. Bila pembagi berubah definisi, tren biaya per kilogram tidak dapat dibaca.

    Biaya per kilogram juga dapat dipecah per komponen, misalnya kimia per kilogram dan energi per kilogram, dengan pembagi yang sama. Pecahan ini menunjukkan komponen mana yang berubah ketika total berubah.

    Konsumsi dan harga dipisah

    Biaya setiap komponen adalah konsumsi dikali harga satuan:

    Biaya komponen per kg=konsumsikg×harga satuan\text{Biaya komponen per kg} = \frac{\text{konsumsi}}{\text{kg}} \times \text{harga satuan}

    Konsumsi dinyatakan dalam satuan bahan per kilogram, misalnya mL/kg atau kWh/kg, dan harga dalam SB per satuan bahan. Memisahkan konsumsi dari harga adalah inti membaca biaya secara teknis. Bila biaya kimia per kilogram naik, pertanyaan pertama adalah apakah konsumsi per kilogram naik atau harga satuan naik. Kenaikan konsumsi adalah persoalan teknis yang dicari di dispenser, formula, dan cuci ulang, seperti di Bab 20 tentang konsistensi operasi; kenaikan harga adalah persoalan pengadaan. Mencampur keduanya membuat perbaikan teknis dinilai dari angka yang sebagian besar ditentukan pasar.

    Untuk kimia, perbandingan antarproduk dilakukan per bahan aktif atau per hasil, bukan per liter produk, karena kadar bahan aktif berbeda, seperti dibahas di Bab 12 tentang sortir dan penskalaan dosis serta Bab 10 · Kimia tentang SDS dan perbandingan produk.

    Variasi sebagai pengganda biaya

    Variasi adalah pengganda biaya: setiap ketidakkonsistenan memaksa sistem menambah cadangan berupa waktu, panas, dan kimia ekstra, dan cadangan itu jarang dihitung karena tersebar di banyak bagian.

    Mekanismenya dapat dihitung. Bila dosis yang benar-benar masuk bervariasi karena dispenser tidak terkalibrasi atau dosis manual, operator cenderung menyetel dosis cukup tinggi agar siklus yang paling kurang pun masih memadai. Rata-rata dosis lalu berada di atas kebutuhan. Makin besar variasi, makin besar cadangan yang dibayar setiap siklus. Contoh 3 menghitungnya. Hal yang sama berlaku untuk suhu yang disetel lebih tinggi untuk menutup ketidakpastian pemanasan, dan bilasan tambahan untuk menutup ketidakpastian sisa kimia. Karena itu, mengurangi variasi, seperti dibahas di Bab 20, sering menurunkan biaya lebih besar daripada menawar harga.

    Menilai keputusan teknis dengan biaya

    Biaya per kilogram juga dipakai untuk menilai keputusan teknis sebelum dijalankan. Caranya selalu sama: hitung perubahan konsumsi dari bab teknis yang relevan, kalikan dengan harga setempat, lalu bandingkan dengan biaya perubahannya dan dengan akibatnya pada mutu.

    • Ekstraksi lebih tinggi. Bab 10 tentang washer-extractor dan Bab 15 tentang pengeringan menghitung air yang tidak lagi diuapkan dan energi minimumnya. Energi nyata yang dihemat per beban dikalikan harga energi dan jumlah beban per bulan, lalu dibandingkan dengan biaya mesin atau program baru, dan dengan kemungkinan keausan linen yang bertambah.
    • Peras antara menggantikan satu bilasan. Bab 11 tentang arsitektur program cuci menghitung air dan waktu yang dihemat serta sisa alkali yang sedikit lebih tinggi. Penghematan air dan waktu dibandingkan dengan kebutuhan penetral tambahan dan hasil uji mutu.
    • Kalibrasi dispenser berkala. Contoh 3 menghitung cadangan kimia yang dapat dilepas. Penghematan kimia dibandingkan dengan waktu teknisi dan selang pompa pengganti.
    • Pemulihan panas air buang. Bab 16 tentang panas dan utilitas laundry menghitung panas yang terbuang per bak. Nilai energi yang dapat dipulihkan dibandingkan dengan biaya penukar panas, penyaringan, dan pembersihannya.

    Keputusan yang hanya melihat satu komponen dapat memindahkan biaya ke komponen lain. Karena itu, penilaian memakai seluruh komponen biaya per kilogram dan dibaca bersama angka cuci ulang, keluhan, dan umur linen.

    Angka sebagai alat baca

    Angka biaya dibaca sebagai alat diagnosis, bukan alat menghakimi, dan perubahan tren lebih penting daripada satu nilai absolut. Tiga kebiasaan membaca:

    1. Baca tren, bukan satu bulan. Biaya per kilogram satu bulan dipengaruhi campuran linen, hari libur, dan kejadian khusus.
    2. Pecah sebelum menyimpulkan. Kenaikan total dipecah menjadi komponen, lalu menjadi konsumsi dan harga.
    3. Baca bersama mutu. Biaya per kilogram yang turun sementara angka cuci ulang, keluhan, atau penggantian linen naik adalah ilusi efisiensi.

    Perbandingan biaya per kilogram antara dua fasilitas juga dibaca hati-hati. Campuran linen, derajat kotor, standar mutu, dan cara menghitung pembagi dapat berbeda jauh. Perbandingan yang paling bermakna adalah fasilitas yang sama dari waktu ke waktu.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Semua harga dinyatakan dalam SB.

    Contoh 1: biaya per kg dari data bulanan. Data satu bulan laundry hotel di pembuka bab:

    KomponenKonsumsiHarga satuanBiaya (SB)
    Kimia (semua fungsi)1.200 L25 SB/L30.000
    Air650 m³12 SB/m³7.800
    Listrik8.000 kWh1,5 SB/kWh12.000
    Gas untuk pemanas dan pengering5.000 m³4 SB/m³20.000
    Tenaga kerja60.000
    Perawatan dan suku cadang8.000
    Penggantian linen15.000
    Pengolahan limbah5.000
    Total157.800

    Linen bersih yang dikirim 30.000 kg. Biaya per kilogram:

    157.80030.000≈5,26 SB/kg\frac{157.800}{30.000} \approx 5{,}26\ \text{SB/kg}

    Dipecah per komponen: kimia 30.000/30.000=1,0030.000/30.000 = 1{,}00 SB/kg, air 0,26 SB/kg, listrik 0,40 SB/kg, gas 0,67 SB/kg, tenaga kerja 2,00 SB/kg, perawatan 0,27 SB/kg, penggantian linen 0,50 SB/kg, dan limbah 0,17 SB/kg; jumlah pecahan 5,27 berbeda sedikit dari 5,26 karena pembulatan. Penyusutan mesin tidak dimasukkan agar sederhana. Tenaga kerja adalah komponen terbesar, sehingga perubahan yang mengurangi jam kerja per kilogram yang dikirim, misalnya mengurangi cuci ulang dan antrean pengering, dapat berpengaruh lebih besar daripada menghemat air. Proporsi di fasilitas nyata dapat sangat berbeda.

    Contoh 2: cuci ulang dalam biaya proses. Selama bulan yang sama 1.500 kg linen dicuci ulang. Total kilogram yang melewati mesin adalah 30.000+1.500=31.50030.000 + 1.500 = 31.500 kg. Bila pembagi yang dipakai secara keliru adalah kilogram yang melewati mesin:

    157.80031.500≈5,01 SB/kg\frac{157.800}{31.500} \approx 5{,}01\ \text{SB/kg}

    Angka ini tampak lebih rendah, padahal 1.500 kg itu tidak menghasilkan keluaran baru. Pembagi yang benar adalah kilogram yang dikirim, sehingga biaya per kilogram tetap 5,26 SB/kg. Biaya yang dipakai oleh cuci ulang dapat diperkirakan dengan membagi total biaya variabel menurut kilogram yang melewati mesin, dengan anggapan satu kilogram cuci ulang memakai biaya variabel yang sama dengan satu kilogram cucian pertama dan listrik dianggap seluruhnya variabel. Biaya variabel kimia, air, listrik, gas, dan limbah sebesar 74.800 SB memberi sekitar 74.800/31.500≈2,3774.800/31.500 \approx 2{,}37 SB/kg, dan cuci ulang memakan sekitar 1.500×2,37≈3.5601.500 \times 2{,}37 \approx 3.560 SB, belum termasuk tenaga kerja dan keausan linen tambahan. Menurunkan cuci ulang dari 5% ke 2,5% dari kilogram yang dikirim menghemat sekitar separuh angka itu.

    Contoh 3: variasi dosis sebagai biaya. Kebutuhan alkali satu program adalah 400 mL per siklus. Dengan dispenser yang tidak terkalibrasi, volume yang benar-benar masuk dapat 15% lebih rendah daripada setelannya. Agar siklus yang paling kurang pun masih menerima 400 mL, setelan dinaikkan menjadi:

    Vsetel=4001−0,15≈471 mLV_{\text{setel}} = \frac{400}{1 - 0{,}15} \approx 471\ \text{mL}

    Bila volume nyata tersebar merata antara 85% dan 100% setelan, rata-rata yang masuk sekitar 92,5% dari 471 mL, yaitu sekitar 435 mL, atau sekitar 9% di atas kebutuhan. Setelah dispenser dikalibrasi sehingga volume nyata paling rendah 95% dari setelan, setelan cukup 400/0,95≈421400/0{,}95 \approx 421 mL. Dengan sebaran merata antara 95% dan 100%, rata-rata yang masuk sekitar 0,975×421≈410,50{,}975 \times 421 \approx 410{,}5 mL, cadangan sekitar 2,6%, dan konsumsi alkali turun sekitar (435,3−410,5)/435,3≈5,7%(435{,}3 - 410{,}5)/435{,}3 \approx 5{,}7\%. Angka ini kecil per siklus, tetapi berulang pada setiap siklus dan setiap produk, dan kelebihan kimia juga menambah kebutuhan bilasan, penetral, dan beban limbah, seperti dibahas di Bab 11 tentang arsitektur program cuci dan Bab 17 tentang limbah cair.

    Contoh 4: biaya energi pengeringan. Bab 15 tentang pengeringan menghitung energi satu beban 50 kg handuk katun yang masuk pengering pada kadar air 55% dan keluar pada 5%: air yang diuapkan 25 kg, energi minimum sekitar 16 kWh dengan kalor laten sekitar 2,3 MJ/kg, dan energi nyata sekitar 23 sampai 32 kWh pada efisiensi 50 sampai 70%. Dengan tarif energi 1,5 SB/kWh seperti listrik pada Contoh 1, dan dengan anggapan pengering berpemanas listrik:

    23×1,5=34,5 SBsampai32×1,5=48 SB per beban23 \times 1{,}5 = 34{,}5\ \text{SB} \quad \text{sampai} \quad 32 \times 1{,}5 = 48\ \text{SB per beban}

    atau 0,69 sampai 0,96 SB per kilogram linen. Bila handuk yang sama masuk pada 70%, air yang diuapkan bertambah 7,5 kg, energi minimum bertambah 7,5×2,3/3,6≈4,87{,}5 \times 2{,}3/3{,}6 \approx 4{,}8 kWh, dan energi nyata bertambah sekitar 6,8 sampai 9,6 kWh. Biaya pengeringan naik sekitar 10,3 sampai 14,4 SB per beban, atau 0,21 sampai 0,29 SB/kg, hanya karena ekstraksi lebih lemah. Bab 15 juga menghitung pengeringan berlebih 10 menit sebesar 5 kWh per beban. Dengan tarif yang sama, itu 7,5 SB per beban atau 0,15 SB/kg bila bebannya 50 kg, dan pada 12 beban per hari selama 30 hari sekitar 2.700 SB per bulan, tanpa manfaat bagi linen dan dengan tambahan keausan.

    Ketiga angka ini adalah konsumsi energi per kilogram yang dikalikan tarif. Bila tarif naik, ketiganya naik bersama; bila kadar air masuk atau waktu pengering membaik, hanya konsumsinya yang turun. Pengering berbahan bakar gas dihitung dengan cara yang sama setelah harga gas dinyatakan per satuan energi.

    Contoh 5: muatan setengah dan air per kilogram. Bab 10 tentang washer-extractor mengutip lembar data satu mesin 60 kg yang memakai 485 L air pada muatan penuh dan 445 L pada setengah muatan, sekitar 8,1 L/kg dibanding 14,8 L/kg. Laundry pada Contoh 1 mengirim 30.000 kg sebulan. Bila seluruhnya dicuci dalam muatan penuh pada mesin seperti itu, diperlukan 500 siklus dan 500×485=242.500500 \times 485 = 242.500 L, atau 242,5 m³ air. Bila 20% kilogramnya dicuci setengah muatan, misalnya karena linen datang sedikit demi sedikit dan mesin dijalankan sebelum penuh:

    200×445+400×485=89.000+194.000 L=283 m3200 \times 445 + 400 \times 485 = 89.000 + 194.000\ \text{L} = 283\ \text{m}^3

    Air naik 40,5 m³ atau sekitar 16,7%, dan dengan 12 SB/m³ biaya air naik sekitar 486 SB per bulan. Jumlah siklus naik 20%, dari 500 ke 600, sehingga waktu mesin, tenaga muat, dan kimia yang didosis per siklus ikut naik, dan energi pemanasan air mengikuti air yang dipanaskan. Harga satuan tidak berubah sama sekali; seluruh kenaikan adalah konsumsi, dan KPI liter per kilogram di Bab 20 tentang konsistensi operasi menangkapnya lebih dulu daripada tagihan. Air 650 m³ pada Contoh 1 mencakup seluruh fasilitas, sedangkan contoh ini hanya menghitung air mesin cuci.

    Contoh 6: pemanfaatan kapasitas dan biaya tetap per kilogram. Sebuah studi pra-kelayakan usaha laundry dan dry cleaning skala kecil-menengah memakai anggapan operasi berikut: satu sif 8 jam per hari, 300 hari operasi per tahun, sekitar 5,33 batch per hari atau 1,5 jam per batch, mesin cuci 60 kg, tenaga kerja satu supervisor, tiga operator mesin, dan tiga pekerja semi-terampil, serta pemanfaatan kapasitas (capacity utilization), yaitu perbandingan keluaran nyata terhadap kapasitas maksimum, 50% pada tahun pertama yang naik bertahap ke 95%. Studi itu menghitung keluaran dalam potong pakaian. Contoh ini menganggap setiap batch mengisi penuh mesin cuci 60 kg, sehingga kapasitas maksimum sekitar 5,33×60×300≈96.0005{,}33 \times 60 \times 300 \approx 96.000 kg per tahun.

    Tujuh orang pada satu sif memberi 7×8×300=16.8007 \times 8 \times 300 = 16.800 jam-orang per tahun, hampir tetap terhadap volume. Konsumsi tenaga kerja per kilogram:

    16.8000,50×96.000=0,35 jam-orang/kg,16.8000,95×96.000≈0,18 jam-orang/kg\frac{16.800}{0{,}50 \times 96.000} = 0{,}35\ \text{jam-orang/kg}, \qquad \frac{16.800}{0{,}95 \times 96.000} \approx 0{,}18\ \text{jam-orang/kg}

    Dengan upah 10 SB per jam-orang, biaya tenaga kerja 168.000 SB per tahun, yaitu 3,50 SB/kg pada pemanfaatan 50% dan 1,84 SB/kg pada 95%. Ditambah biaya variabel 2,37 SB/kg dari Contoh 2, biaya per kilogram turun dari 5,87 ke 4,21 SB/kg, sekitar 28%, tanpa satu pun perubahan teknis. Yang berubah hanya pembagi.

    Karena itu tren biaya per kilogram dibaca bersama kilogram yang dikirim, dan komponen tetap dipisah dari komponen variabel sebelum keputusan teknis dinilai. Sebaliknya, fasilitas yang volumenya turun melihat biaya per kilogram naik walaupun konsumsi kimia, air, dan energi per kilogram tidak berubah. Pecahan per komponen seperti pada Contoh 1, dengan tenaga kerja dinyatakan dalam jam-orang per kilogram, memisahkan kedua penyebab itu.

    Kondisi berhenti

    Bahaya di bab ini adalah keputusan teknis atau pengadaan yang diambil dari angka biaya yang salah dihitung atau salah dibaca. Hentikan pemakaian angka biaya per kilogram untuk keputusan, dan serahkan penilaiannya kepada manajer yang memegang laporan biaya, bila salah satu keadaan berikut ditemukan.

    1. Pembagi bukan kilogram linen bersih yang dikirim, misalnya kilogram cuci ulang ikut dihitung sebagai keluaran (Contoh 2), atau definisi pembagi berubah antarbulan. Tren tidak dapat dibaca sampai angka dihitung ulang dengan pembagi yang sama.
    2. Satu pos biaya tercatat di dua tempat, misalnya energi pemanas air di pos energi laundry dan di utilitas gedung, atau jam teknisi di perawatan dan di tenaga kerja. Setiap pos ditetapkan satu sumber data sebelum total dipakai.
    3. Perubahan biaya per kilogram akan dipakai untuk menilai perbaikan teknis sebelum dipecah menjadi komponen, menjadi konsumsi dan harga satuan, serta menjadi biaya tetap dan variabel yang dibaca bersama kilogram yang dikirim (Contoh 6).
    4. Biaya per kilogram turun setelah perubahan proses, sementara cuci ulang, keluhan, atau penggantian linen naik. Penurunan itu tidak dilaporkan sebagai penghematan sebelum biaya dihitung ulang dengan penggantian linen dan cuci ulang pada periode yang cukup panjang; bila biaya total per kilogram linen yang diterima tidak turun, perubahan dikembalikan atau diganti dengan cara yang diuji.
    5. Biaya per kilogram dua fasilitas akan dipakai untuk menyimpulkan perbedaan efisiensi teknis, padahal campuran linen, derajat kotor, standar mutu dan angka cuci ulang, pembagi, pos biaya, atau harga satuan setempat belum disamakan.
    6. Angka SB dari contoh dan soal bab ini akan dipakai sebagai harga, tarif, atau acuan anggaran. Keputusan nyata memakai harga setempat dan catatan fasilitas itu sendiri.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Semua kilogram yang melewati mesin adalah keluaran.

    Why is it wrong?

    Kilogram cuci ulang tidak menghasilkan linen baru. Memasukkannya ke pembagi menurunkan biaya per kilogram dari 5,26 menjadi 5,01 SB/kg pada Contoh 2, padahal tidak ada yang membaik.

    Common misconception

    Biaya kimia per kilogram naik berarti pemakaian kimia naik.

    Why is it wrong?

    Kenaikan dapat berasal dari konsumsi, dari harga, atau keduanya. Pada Latihan 2, dari kenaikan 0,12 SB/kg hanya 0,05 SB/kg yang berasal dari konsumsi.

    Common misconception

    Fasilitas yang biaya per kilogramnya lebih rendah lebih efisien.

    Why is it wrong?

    Campuran linen, derajat kotor, standar mutu, dan cara menghitung pembagi dapat berbeda jauh. Perbandingan yang paling bermakna adalah fasilitas yang sama dari waktu ke waktu.

    Common misconception

    Biaya per kilogram yang turun selalu baik.

    Why is it wrong?

    Penurunan yang dibayar dengan mutu dan umur linen adalah ilusi efisiensi. Angka dibaca bersama cuci ulang, keluhan, dan penggantian linen.

    Common misconception

    Biaya per kilogram yang naik menandakan proses memburuk.

    Why is it wrong?

    Pada Contoh 6, biaya per kilogram berubah antara 5,87 dan 4,21 SB/kg hanya karena pemanfaatan kapasitas berubah. Volume yang turun menaikkan biaya per kilogram walaupun konsumsi per kilogram tetap.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Satuan & Matematika tentang aritmetika teknik memberi dasar rasio dan persentase, Bab 3 · Data & Pengukuran tentang tren dan kontrol proses memberi dasar membaca tren, dan Bab 10 · Kimia tentang SDS memberi dasar membandingkan produk menurut fungsi. Di rak Laundry, bab ini memakai KPI dari Bab 20 tentang konsistensi operasi dan menerjemahkan akibat biaya dari Bab 10 tentang washer-extractor, Bab 11 tentang arsitektur program cuci, Bab 12 tentang sortir dan penskalaan dosis, Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik, Bab 15 tentang pengeringan, Bab 16 tentang panas dan utilitas laundry, Bab 17 tentang limbah cair, dan Bab 19 tentang katalog gejala.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan dalam satuan biaya abstrak (SB).

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Total biaya satu bulan 120.000 SB, linen dikirim 25.000 kg, dan cuci ulang 1.000 kg. Hitung biaya per kilogram yang benar dan yang keliru bila cuci ulang ikut dihitung sebagai keluaran.

      See the worked solution

      Benar: 120.000/25.000=4,80120.000/25.000 = 4{,}80 SB/kg. Keliru: 120.000/26.000≈4,62120.000/26.000 \approx 4{,}62 SB/kg. Selisih itu adalah ilusi yang muncul karena cuci ulang dihitung sebagai keluaran.

    2. Biaya kimia per kilogram naik dari 1,00 ke 1,12 SB/kg. Konsumsi kimia per kilogram naik dari 40 ke 42 mL/kg. Berapa bagian kenaikan yang berasal dari konsumsi dan berapa dari harga?

      See the worked solution

      Harga per mL lama 1,00/40=0,0251{,}00/40 = 0{,}025 SB/mL; baru 1,12/42≈0,02671{,}12/42 \approx 0{,}0267 SB/mL. Bila hanya konsumsi berubah, biaya menjadi 42×0,025=1,0542 \times 0{,}025 = 1{,}05 SB/kg, sehingga 0,05 SB/kg dari kenaikan 0,12 berasal dari konsumsi. Sisanya, 0,07 SB/kg, berasal dari harga. Kenaikan konsumsi 5% ditelusuri secara teknis; kenaikan harga sekitar 7% adalah persoalan pengadaan. Pembagian ini bergantung pada urutan perhitungan; bila harga diubah lebih dahulu, bagian harga menjadi sekitar 0,067 dan bagian konsumsi 0,053, dan selisih kecil itu adalah suku interaksi keduanya.

    3. Setelan dispenser dinaikkan untuk menutup variasi 20%. Hitung setelan untuk kebutuhan 300 mL dan kelebihan rata-rata bila volume nyata tersebar merata antara 80% dan 100% setelan.

      See the worked solution

      Setelan dihitung agar siklus yang paling kurang, yang menerima 80% setelan, masih mendapat 300 mL: V=300/0,80=375V = 300/0{,}80 = 375 mL. Rata-rata yang masuk sekitar 0,90×375=337,50{,}90 \times 375 = 337{,}5 mL, sekitar 12,5% di atas kebutuhan, dan kelebihan itu dibayar pada setiap siklus.

    4. Manajer ingin membandingkan biaya per kilogram fasilitasnya dengan fasilitas lain yang lebih rendah 20%. Sebutkan hal yang perlu disamakan sebelum menyimpulkan.

      See the worked solution

      Campuran linen dan derajat kotor, standar mutu dan angka cuci ulang, apakah pembagi adalah kilogram dikirim atau kilogram yang diproses, pos biaya yang dimasukkan (misalnya tenaga kerja, penyusutan, limbah), dan apakah harga satuan setempat berbeda. Tanpa itu, selisih 20% belum menunjukkan perbedaan efisiensi teknis.

    5. Biaya per kilogram turun 8% setelah bilasan dikurangi, tetapi penggantian linen naik dan keluhan bertambah. Jelaskan cara membacanya.

      See the worked solution

      Penurunan biaya variabel dari air dan energi dibayar dengan penggantian linen dan keluhan, yang merupakan biaya tersembunyi. Biaya per kilogram dihitung ulang dengan penggantian linen dan cuci ulang akibat keluhan pada periode yang cukup panjang; bila biaya total per kilogram linen yang diterima tidak turun, penghematan itu adalah ilusi efisiensi, dan susunan bilasan dikembalikan atau diganti dengan cara yang diuji, seperti di Bab 11 tentang arsitektur program cuci.

    6. Susun daftar pos biaya bulanan untuk laundry hotel dan tandai pos yang berisiko dihitung ganda.

      See the worked solution

      Pos: kimia per fungsi, air, listrik, gas atau uap, tenaga kerja, perawatan dan suku cadang, penggantian linen, pengolahan limbah, penyusutan mesin. Risiko hitung ganda: energi untuk air panas bila tercatat di pos energi laundry dan di utilitas gedung; air bila meter laundry dan tagihan gedung sama-sama dimasukkan; tenaga kerja teknisi bila tercatat di perawatan dan di tenaga kerja. Setiap pos ditetapkan satu sumber data.

    Referensi

    External sources

    • Process costingen.wikipedia.org

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Biaya per kg dan total cost of clean. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/biaya-per-kg-dan-total-cost-of-clean

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Total biaya satu bulan 120.000 SB, linen dikirim 25.000 kg, dan cuci ulang 1.000 kg. Hitung biaya per kilogram yang benar dan yang keliru bila cuci ulang ikut dihitung sebagai keluaran.

    2

    Biaya kimia per kilogram naik dari 1,00 ke 1,12 SB/kg. Konsumsi kimia per kilogram naik dari 40 ke 42 mL/kg. Berapa bagian kenaikan yang berasal dari konsumsi dan berapa dari harga?

    3

    Setelan dispenser dinaikkan untuk menutup variasi 20%. Hitung setelan untuk kebutuhan 300 mL dan kelebihan rata-rata bila volume nyata tersebar merata antara 80% dan 100% setelan.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters