Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Laundry · Chapter 19Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read

    Katalog gejala hasil cucian

    Katalog ini memetakan sebelas gejala hasil cucian ke kemungkinan sebab, bukti pembeda, tindakan, dan bab rujukan, dengan metode diagnosis dari bab mutu cucian. Gejala yang dibahas: kaku dan kasar, kusam dan keabuan, menguning, apek dan jamur, noda kuning berpola pulau, sobek dan berlubang, luntur dan belang, noda hangus setelah pengeringan, daya serap handuk turun, iritasi kulit pengguna, dan cucian tidak bersih. Koreksi terhadap tabel pemecahan masalah praktik dicatat. Contoh kerja memperlihatkan pembacaan pola per mesin dan akumulasi besi dari air proses.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Di laundry sebuah hotel, operator memakai tabel pemecahan masalah dari panduan praktik: setiap gejala diberi daftar kemungkinan penyebab dan langkah perbaikan. Tabel seperti itu berguna sebagai pengingat, tetapi lemah bila dipakai apa adanya: daftar sebab disusun tanpa bukti pembeda, sehingga operator dapat tergoda mencoba perbaikan dari atas ke bawah dan berhenti di perbaikan pertama yang tampak berhasil.

    Batas pembahasan

    Bab ini memberi peta cepat dari sebelas gejala hasil cucian ke kemungkinan sebab, bukti pembeda, tindakan, dan bab rujukan, dengan metode Bab 18 tentang mutu cucian: gejala memberi arah, bukan vonis, dan keluhan diubah menjadi bukti yang dapat dibandingkan. Mekanisme setiap sebab dibahas di bab rak Laundry yang disebut pada setiap gejala; katalog ini mengumpulkan jalan pintas ke penjelasan itu. Gejala yang baru tampak di setrika gulung dipetakan di Bab 29 tentang setrika gulung dalam produksi.

    Cara memakai katalog

    Bukti pembeda (discriminating evidence) adalah pengamatan atau pengukuran yang hasilnya berbeda menurut sebab yang benar, sehingga dapat menyingkirkan sebagian kemungkinan sebab. Setiap gejala ditulis dalam lima bagian: gejala yang teramati, kemungkinan sebab, bukti pembeda, tindakan, dan bab rujukan. Tiga aturan berlaku untuk semua gejala.

    1. Tetapkan pola lebih dahulu. Apakah gejala muncul pada semua linen atau satu jenis, semua mesin atau satu mesin, semua sif atau satu sif, sejak tanggal tertentu atau bertahap? Pola sering menyingkirkan separuh kemungkinan sebab.
    2. Pastikan pengukuran benar. Sebelum mengubah dosis atau program, periksa pH meter, termometer, dan dispenser, seperti di Bab 9 tentang pH dan pengukuran dan Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik.
    3. Ubah satu hal pada satu waktu. Perbaikan yang mengubah beberapa variabel sekaligus tidak memberi tahu sebab yang benar, dan masalah yang sama akan kembali.

    Tabel pemecahan masalah menyebut beberapa sebab sebagai yang paling umum, misalnya sisa alkali untuk linen menguning. Katalog ini memakai peringkat itu hanya sebagai urutan pemeriksaan pertama, bukan putusan, karena urutan sebab di satu ruang cuci belum tentu sama dengan di ruang cuci lain. Yang menentukan adalah bukti pembeda.

    Katalog memuat sembilan gejala dari tabel itu, termasuk cucian tidak bersih, ditambah dua gejala yang tidak ada di tabel: daya serap handuk turun dan iritasi kulit pengguna.

    Rasa dan kecerahan kain

    Kaku dan kasar

    Gejala. Linen terasa keras atau kasar setelah kering, terutama handuk.

    Kemungkinan sebab. Pengeringan berlebih; sisa alkali karena penetralan gagal; bilasan tidak tuntas; kesadahan air tinggi; pelembut kurang. Kesadahan meninggalkan endapan kalsium karbonat, dan sabun kapur bila formula mengandung sabun.

    Bukti pembeda. pH ekstrak kain menunjukkan ada sisa alkali, tetapi tidak membedakan penetralan gagal dari bilasan kurang; pH atau alkalinitas tiap bilasan dan log dosis penetral yang membedakannya. Uji kesadahan air masuk mesin dan uji kadar abu kain dibanding kain baru membedakan endapan mineral. Waktu pengering dan kadar air keluar pengering membedakan pengeringan berlebih. Log dosis pelembut dan verifikasi pompa membedakan dosis kurang.

    Tindakan. Perbaiki sebab yang terbukti: dosis penetral menurut sisa alkali, susunan bilasan, pelunak air atau pengkelat, waktu pengering atau sensor kelembapan, kalibrasi pompa pelembut.

    Bab rujukan. Bab 4 tentang air, Bab 6 tentang kimia pembersih, Bab 8 tentang oksidator, Bab 9 tentang pH, Bab 11 tentang arsitektur program, dan Bab 15 tentang pengeringan.

    Kusam dan keabuan

    Gejala. Linen putih kehilangan kecerahan secara bertahap dan tampak abu-abu, lebih jelas bila dibandingkan dengan linen baru.

    Kemungkinan sebab. Redeposisi (redeposition) adalah terendapnya kembali kotoran yang sudah lepas pada kain, di sini karena surfaktan atau emulsifier kurang. Sebab lain: bilasan tidak tuntas atau level bilas rendah; kesadahan air tinggi. Bab 10 tentang washer-extractor menambahkan muatan lebih.

    Bukti pembeda. Titrasi alkalinitas akhir cuci utama menunjukkan apakah cadangan kimia habis. Uji kadar abu kain membedakan endapan mineral karena air sadah. pH atau konduktivitas tiap bilasan membedakan bilasan yang tidak tuntas. Mengulang beban yang sama pada sekitar 80% volume drum membedakan muatan lebih. Linen uji putih yang dicuci bersama beban berulang kali memperlihatkan laju keabuan dan membandingkan program.

    Tindakan. Pulihkan cadangan kimia atau kurangi muatan, perbaiki air, dan periksa susunan bilasan. Tabel pemecahan masalah menyebut peras antara sebagai salah satu perbaikan; Bab 11 tentang arsitektur program menunjukkan bahwa letaknya diuji, karena pemasok kimia justru mengaitkan peras antara pada larutan kotor dengan kotoran yang tertekan kembali ke serat.

    Bab rujukan. Bab 3 tentang kotoran dan noda, Bab 4 tentang air, Bab 6 tentang kimia pembersih, Bab 10 tentang washer-extractor, dan Bab 11 tentang arsitektur program.

    Perubahan warna

    Menguning

    Gejala. Linen putih menguning merata atau di area tertentu, sering baru tampak setelah penyimpanan atau penyetrikaan.

    Kemungkinan sebab. Sisa alkali yang bereaksi dengan panas; besi dalam air; pemutih berlebih. Sebab lain yang perlu diperiksa adalah sisa klorin, klorin yang bertemu protein noda, dan minyak tubuh yang tertinggal lalu teroksidasi.

    Bukti pembeda. pH ekstrak kain membedakan sisa alkali. Uji besi pada air masuk dan pada linen membedakan besi; kuning karena besi sering kecokelatan dan makin berat bila klorin dipakai. Kuning yang terpusat pada kerah, sarung bantal, dan area kontak kulit menunjuk ke minyak tubuh. Kertas uji klorin pada bilas akhir setelah penetral atau antiklor, atau pada ekstrak kain, membedakan sisa klorin. Log dosis pemutih dan titrasi klorin aktif di tahap pemutih membedakan pemutih berlebih. Bila kuning hanya muncul pada linen yang melewati satu setrika gulung, sebab dari sisi setrika ikut diperiksa: Bab 29 tentang setrika gulung dalam produksi mencatat suhu terlalu tinggi, kecepatan terlalu rendah, dan bilasan kurang dengan pH di luar rentang manual sebagai sebab linen kuning menurut manual setrika.

    Tindakan. Perbaiki penetralan dan bilasan; perlakukan air atau tambah pengkelat bila besi terbukti; sesuaikan dosis pemutih; singkirkan klorin dari linen yang bernoda protein atau beri tahap enzim lebih dahulu; perkuat cuci utama untuk minyak.

    Bab rujukan. Bab 4 tentang air, Bab 6 tentang kimia pembersih, Bab 7 tentang enzim, Bab 8 tentang oksidator, dan Bab 9 tentang pH.

    Noda kuning berpola pulau

    Gejala. Bercak kuning atau pudar berbatas tegas, tidak merata, sering disertai kain yang melemah di bercak itu.

    Kemungkinan sebab. Pemutih yang tidak larut sempurna atau masih pekat saat mengenai kain, baik cairan yang dituang langsung ke linen atau keluar dari selang dispenser sebelum mesin berisi air, maupun serbuk pemutih yang belum larut. Kerusakannya adalah kerusakan kimia yang sering permanen.

    Bukti pembeda. Posisi bercak: di bagian linen yang berada dekat titik injeksi atau di atas tumpukan saat kimia masuk. Pemeriksaan urutan: apakah pemutih masuk sebelum level air tercapai. Riwayat penuangan manual.

    Tindakan. Pemutih diberikan sesuai Kondisi berhenti butir 3. Linen yang rusak umumnya tidak dapat dipulihkan.

    Bab rujukan. Bab 8 tentang oksidator, Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser, dan Bab 11 tentang arsitektur program.

    Luntur dan belang warna

    Gejala. Warna memudar, berpindah ke linen lain, atau tampak belang.

    Kemungkinan sebab. Klorin pada kain berwarna; suhu terlalu tinggi untuk pewarna; pH terlalu tinggi atau rendah. Bab 12 tentang sortir dan Bab 13 tentang penanganan noda menambahkan linen gelap yang dicuci bersama linen terang, dan pemutih atau agen spotting pekat yang mengenai kain.

    Bukti pembeda. Pudar merata pada satu kelompok warna menunjuk ke program; di antara sebab program, log injeksi klorin memisahkan klorin, dan potongan kain uji yang dicuci dengan mengubah satu variabel, suhu atau pH, memisahkan keduanya. Perpindahan warna ke linen lain menunjuk ke sortir; belang setempat menunjuk ke kimia pekat atau spotting.

    Tindakan. Klorin tidak dipakai untuk kain berwarna, suhu mengikuti batas pewarna, sortir warna ditegakkan, dan uji tersembunyi sebelum spotting.

    Bab rujukan. Bab 2 tentang tekstil, Bab 8 tentang oksidator, Bab 12 tentang sortir, dan Bab 13 tentang spotting.

    Bau, kerusakan serat, dan noda hangus

    Apek dan jamur

    Gejala. Bau apek pada linen bersih, kadang disertai bintik hitam atau hijau.

    Kemungkinan sebab. Linen basah menunggu terlalu lama sebelum dikeringkan; linen dilipat atau disimpan masih lembap. Bab 14 tentang higiene linen menambahkan ruang penyimpanan lembap dan mesin yang menjadi sumber karena biofilm. Tabel pemecahan masalah juga menyebut peras antara yang dilewati sebagai sebab; mekanisme yang menghubungkannya langsung dengan bau belum ditemukan, sehingga katalog ini tidak memakainya sebagai sebab utama.

    Bukti pembeda. Waktu antara peras akhir dan masuk pengering dari log; kadar air linen saat dilipat; kelembapan ruang simpan; penelusuran nomor mesin untuk linen yang dikeluhkan dan pemeriksaan bak, pintu, dan karet penyekat.

    Tindakan. Keringkan segera setelah peras, pastikan linen kering dan dingin sebelum dilipat, perbaiki ventilasi ruang simpan, dan bersihkan serta sanitasi mesin yang menjadi sumber.

    Bab rujukan. Bab 14 tentang higiene linen, Bab 15 tentang pengeringan, dan Bab 16 tentang panas dan utilitas.

    Sobek dan berlubang

    Gejala. Linen sobek saat dipakai atau dilipat, berlubang kecil, atau kekuatannya turun lebih cepat daripada umur pakainya.

    Kemungkinan sebab. Serat rapuh karena umur; kerusakan kimia oleh sisa alkali atau klorin; tekanan mekanis berlebih dari muatan lebih atau ekstraksi terlalu tinggi; benda tajam yang ikut tercuci. Bab 8 tentang oksidator menambahkan asam yang memekat saat pengeringan, dan lubang kecil akibat penguraian peroksida atau klorin yang dikatalisis jejak besi atau tembaga. Tabel pemecahan masalah juga menyebut kejut termal saat bilasan; Bab 2 tentang tekstil menetapkan bahwa pendinginan cepat terbukti menimbulkan lipatan pada poliester, sedangkan pelemahan katun oleh kejut termal belum didukung bukti.

    Bukti pembeda. Ujung benang yang terpotong tajam menunjuk ke benda tajam; tepi lubang yang rapuh dan berubah warna menunjuk ke kerusakan kimia setempat. Untuk kain yang rapuh merata, catatan jumlah siklus atau umur linen membedakan keausan wajar dari kerusakan kimia; uji kekuatan tarik atau uji laboratorium derajat kerusakan selulosa dibanding kain seumur dari program lain memberi bukti yang lebih kuat. Pemeriksaan drum untuk tepi tajam dan kantong sortir untuk benda asing.

    Tindakan. Perbaiki penetralan dan kendali klorin, kurangi muatan atau faktor G ekstraksi untuk kain yang rapuh, sortir benda asing, dan catat umur linen.

    Bab rujukan. Bab 2 tentang tekstil, Bab 8 tentang oksidator, Bab 10 tentang washer-extractor, dan Bab 15 tentang pengeringan.

    Noda hangus setelah pengeringan

    Gejala. Bintik atau bercak cokelat kehitaman pada linen yang baru keluar dari pengering.

    Kemungkinan sebab. Serat di filter atau saluran buang yang terbakar lalu menempel kembali ke linen. Bab 15 tentang pengeringan menambahkan minyak yang teroksidasi pada linen yang kurang bersih.

    Bukti pembeda. Kondisi filter dan saluran; apakah noda muncul pada banyak linen dari satu pengering, yang menunjuk ke pengering, atau pada linen tertentu yang berminyak, yang menunjuk ke cuci.

    Tindakan. Bila ada asap atau bara, ikuti Kondisi berhenti butir 1; tanpa asap, butir 2. Linen berminyak dicuci ulang dengan program yang memadai.

    Bab rujukan. Bab 15 tentang pengeringan, Bab 6 tentang kimia pembersih, dan Bab 21 tentang K3 laundry.

    Gejala di luar tabel

    Daya serap handuk turun

    Gejala. Handuk terasa licin dan tidak menyerap; uji tetes menunjukkan waktu serap yang memanjang.

    Kemungkinan sebab. Pelembut berlebih atau pelembut yang dipakai pada setiap siklus; sisa minyak atau losion; finishing silikon dari pabrik pada handuk baru; pengeringan berlebih.

    Bukti pembeda. Uji tetes, misalnya menurut metode AATCC 79, sebelum dan sesudah beberapa cuci tanpa pelembut; bila daya serap pulih, pelembut didukung sebagai sebab. Pelembut yang menumpuk lama mungkin tidak hilang dalam satu cuci. Handuk baru yang belum pernah menyerap baik menunjuk ke finishing pabrik. Handuk yang licin dan berbau minyak menunjuk ke sisa minyak.

    Tindakan. Kurangi atau hentikan pelembut untuk handuk, perkuat cuci utama untuk minyak, dan cuci handuk baru sebelum dipakai.

    Bab rujukan. Bab 8 tentang oksidator, Bab 3 tentang kotoran dan noda, Bab 9 tentang pH, dan Bab 15 tentang pengeringan.

    Iritasi kulit pengguna

    Gejala. Keluhan gatal atau kemerahan setelah memakai linen, terutama pada kulit sensitif.

    Kemungkinan sebab. Sisa alkali; sisa klorin atau oksidator; sisa surfaktan karena bilasan kurang; pelembut atau pewangi berlebih.

    Bukti pembeda. pH ekstrak kain menurut metode baku, dari beberapa batch; kertas uji klorin pada bilas akhir atau ekstrak kain; penelusuran nomor batch ke program dan log dosis. Keluhan yang terkumpul pada satu jenis linen atau satu mesin memberi arah.

    Tindakan. Perbaiki penetralan dan bilasan, singkirkan klorin sisa, dan kurangi pelembut atau pewangi. Keluhan kesehatan pengguna ditangani menurut Kondisi berhenti butir 4.

    Bab rujukan. Bab 8 tentang oksidator, Bab 9 tentang pH, Bab 11 tentang arsitektur program, dan Bab 12 tentang sortir.

    Cucian tidak bersih

    Gejala. Noda atau kotoran masih tampak setelah siklus normal.

    Kemungkinan sebab. Kegagalan salah satu faktor pencucian; dosis kimia kurang; muatan lebih; program tidak sesuai derajat kotor.

    Bukti pembeda. Verifikasi volume dispenser membedakan dosis kurang; pH dan alkalinitas cuci utama serta suhu nyata di bak membedakan kimia dari suhu; pengisian drum dibanding sekitar 80% volume membedakan muatan lebih; catatan kategori beban dibanding program yang dijalankan membedakan salah program. Jenis noda yang tertinggal menunjuk ke mekanisme: protein ke tahap awal dan enzim, minyak ke alkali dan emulsifier, warna ke pemutih.

    Tindakan. Perbaiki faktor yang terbukti kurang; jangan menaikkan semua faktor bersamaan.

    Bab rujukan. Bab 5 tentang lima faktor, Bab 3 tentang kotoran dan noda, Bab 6 tentang kimia pembersih, Bab 7 tentang enzim, Bab 10 tentang washer-extractor, Bab 12 tentang sortir, dan Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: pola cuci ulang per mesin. Selama dua minggu, sebuah laundry mencatat cuci ulang karena keabuan:

    MesinBeban diprosesBeban dicuci ulangProporsi
    A14075,0%
    B15064,0%
    C1301813,8%

    Mesin C menonjol. Sebelum menyimpulkan mesin itu rusak, periksa apakah ia menerima jenis linen atau derajat kotor yang berbeda. Bila ketiga mesin menerima campuran beban yang sama, perbedaan ini menunjuk ke sesuatu yang khas mesin C: level air, dispenser, faktor G, atau program. Bab 18 memperingatkan agar proporsi dari sampel kecil tidak dilebihkan; dengan 18 dari 130 beban dibanding sekitar 4 sampai 5% di mesin lain, selisihnya cukup besar untuk diperiksa, tetapi kesimpulan sebab tetap memerlukan bukti dari mesin itu sendiri, misalnya verifikasi volume dispenser dan level air.

    Proporsi gabungan ketiga mesin adalah (7+6+18)/(140+150+130)=31/420≈7,4%(7 + 6 + 18)/(140 + 150 + 130) = 31/420 \approx 7{,}4\%. Bila masalah mesin C diperbaiki dan proporsinya turun ke sekitar 4,5%, proporsi gabungan menjadi sekitar (7+6+0,045×130)/420≈4,5%(7 + 6 + 0{,}045 \times 130)/420 \approx 4{,}5\%. Bila mesin C turun ke rata-rata mesin A dan B, cuci ulang keseluruhan akan turun sekitar 39% secara relatif, dari 7,4% ke 4,5%.

    Contoh 2: akumulasi besi dari air proses. Air masuk mengandung besi 0,3 mg/L. Seluruh siklus memakai sekitar 20 L air per kilogram linen. Anggap sebagian kecil besi tertahan di linen, misalnya 5%. Besi yang dibawa air per kilogram linen per siklus:

    m=0,3×20=6 mg/kgm = 0{,}3 \times 20 = 6\ \text{mg/kg}

    Yang tertahan =0,05×6=0,3= 0{,}05 \times 6 = 0{,}3 mg per kilogram linen per siklus. Setelah 100 siklus, besi yang tertahan paling banyak sekitar 30 mg per kilogram linen, bila tidak ada yang terlepas kembali; penetral asam melarutkan sebagian, sehingga angka nyata lebih kecil. Contoh ini tidak menetapkan ambang jumlah besi yang mulai tampak sebagai warna. Perhitungan ini menjelaskan mengapa menguning karena besi muncul bertahap dan mengapa konsentrasi besi yang tampak kecil di air tetap penting. Fraksi yang tertahan bergantung pada kimia dan pH, dan pengkelat menurunkannya, seperti dibahas di Bab 4 tentang air dan Bab 6 tentang kimia pembersih.

    Contoh 3: apek pada beban yang menunggu semalam di laundry hotel. Selama dua minggu, laundry hotel memproses 240 beban. Sebanyak 40 beban dicuci menjelang akhir sif sore dan baru dikeringkan pagi berikutnya; 7 di antaranya dikeluhkan apek, dibanding 3 dari 200 beban lain. Proporsi gabungan 10/240≈4,2%10/240 \approx 4{,}2\%. Bila waktu tunggu tidak berpengaruh, 40 beban itu diharapkan memberi sekitar 1,7 keluhan, dengan simpangan baku seperti kunci jawaban latihan 4:

    40×0,042×0,958≈1,3\sqrt{40 \times 0{,}042 \times 0{,}958} \approx 1{,}3

    Tujuh keluhan berjarak lebih dari empat simpangan baku, sehingga pola menunjuk waktu tunggu basah. Nomor mesin tetap ditelusuri untuk menyingkirkan mesin sebagai sumber. Tindakannya mengeringkan segera setelah peras, dan beban yang tertinggal semalaman dicuci ulang menurut aturan kerja di Bab 14 tentang higiene linen.

    Contoh 4: cucian tidak bersih dan volume dispenser di laundry rumah sakit. Noda minyak tertinggal pada celemek dan lap dapur yang dicuci laundry rumah sakit. Teknisi memeriksa volume dispenser lebih dulu: pemicu manual tahap cuci utama untuk alkali yang diprogram 400 mL menghasilkan tampungan 352 mL.

    352−400400×100%=−12%\frac{352 - 400}{400} \times 100\% = -12\%

    Deviasi itu di luar toleransi ±5% yang dipakai Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik, sehingga pompa dikalibrasi ulang lalu diverifikasi lagi. Suhu dan program dibiarkan tetap sampai beban berikutnya dinilai, agar perbaikan dapat dikaitkan dengan satu sebab. Bila noda tetap tertinggal dengan dosis yang sudah benar, pH dan alkalinitas cuci utama serta suhu nyata di bak diperiksa berikutnya.

    Contoh 5: besi dari sumur hotel saat filter besi rusak. Sebuah hotel yang memakai sumur dalam mengukur besi air masuk mesin 1,2 mg/L ketika filter besinya rusak dan 0,1 mg/L ketika filter berfungsi. Seluruh siklus memakai 18 L/kg, dan fraksi tertahan 5% dipakai seperti Contoh 2.

    mrusak=1,2×18=21,6 mg/kgmberfungsi=0,1×18=1,8 mg/kg\begin{aligned} m_\text{rusak} &= 1{,}2 \times 18 = 21{,}6\ \text{mg/kg}\\ m_\text{berfungsi} &= 0{,}1 \times 18 = 1{,}8\ \text{mg/kg} \end{aligned}

    Besi yang dibawa air dua belas kali lebih banyak. Setelah 100 siklus, besi tertahan paling banyak sekitar 108 mg/kg, dibanding 9 mg/kg. Uji besi pada seprai yang menguning dibanding linen baru menjadi bukti pembeda, filter diperbaiki oleh pengelola pengolahan air, dan dosis klorin tidak dinaikkan untuk memutihkan, karena klorin memperberat kuning akibat besi.

    Contoh 6: handuk kaku dari satu pengering di laundry hotel. Keluhan handuk kaku hanya datang dari pengering P1, sedangkan handuk dari mesin cuci yang sama normal di pengering P2. Satu muatan handuk ditimbang 25,0 kg kering sebelum dicuci; keluar dari P1 beratnya 25,2 kg dan dari P2 26,2 kg. Kadar air keluar dihitung terhadap massa kering seperti di Bab 15 tentang pengeringan:

    P1:25,2−25,025,0×100%=0,8%P2:26,2−25,025,0×100%=4,8%\begin{aligned} \text{P1} &: \frac{25{,}2 - 25{,}0}{25{,}0} \times 100\% = 0{,}8\%\\ \text{P2} &: \frac{26{,}2 - 25{,}0}{25{,}0} \times 100\% = 4{,}8\% \end{aligned}

    Handuk dari P1 dikeringkan hampir sampai kering tulang. Pola dan angka ini mendukung pengeringan berlebih, sehingga waktu yang disetel dan sensor kelembapan P1 diperiksa lebih dulu, termasuk lapisan serat atau residu pelembut pada sensor. Kimia cuci tidak diubah selama sebab di pengering belum disingkirkan.

    Kondisi berhenti

    Pada keadaan berikut, langkah perbaikan dihentikan atau ditunda, dan pengawas laundry memutuskan kelanjutannya, kecuali butir menyebut pihak lain.

    1. Asap atau bara tampak di pengering yang meninggalkan noda hangus. Pintu pengering tidak dibuka, dan prosedur kebakaran diikuti.
    2. Noda hangus ditemukan tanpa asap atau bara. Pengering dihentikan setelah fase pendinginan, muatan dikeluarkan, disebar, dan diawasi sebagai risiko penyalaan, lalu filter serta saluran dibersihkan.
    3. Pemutih masuk sebelum level air tercapai, atau akan dituang manual ke linen. Pemutih hanya melalui dispenser ke mesin yang sudah berisi air, pemicu dispenser diperiksa terhadap level, dan penuangan manual ke linen dilarang.
    4. Ada keluhan kesehatan pengguna, misalnya gatal atau kemerahan setelah memakai linen. Keluhan itu ditangani oleh pihak yang berwenang; laundry memberikan data prosesnya.
    5. Beban basah tertinggal semalaman di mesin. Beban itu dicuci ulang menurut aturan kerja di Bab 14 tentang higiene linen.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Perbaikan pertama dari daftar sebab yang tampak berhasil adalah sebabnya.

    Why is it wrong?

    Urutan dalam tabel hanya urutan pemeriksaan pertama. Yang menentukan adalah bukti pembeda, misalnya pH ekstrak kain, log dosis, atau verifikasi volume dispenser.

    Common misconception

    Bila beberapa variabel diubah sekaligus dan gejala hilang, salah satunya pasti sebabnya.

    Why is it wrong?

    Perubahan serentak tidak memberi tahu sebab yang benar, dan masalah yang sama akan kembali. Karena itu Contoh 4 hanya memperbaiki dosis lebih dulu.

    Common misconception

    Gejala yang sama selalu punya sebab yang sama di semua ruang cuci.

    Why is it wrong?

    Urutan sebab di satu ruang cuci belum tentu sama dengan di ruang cuci lain. Handuk kaku pada Contoh 6 berasal dari pengering, bukan dari kimia cuci.

    Common misconception

    Satu linen atau satu hari cukup untuk menilai.

    Why is it wrong?

    Pola baru terbaca dari banyak beban, seperti data dua minggu pada Contoh 1 dan 3, dan proporsi dari sampel kecil tidak boleh dilebihkan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang gejala dan hipotesis serta Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang akar sebab memberi dasar metode Bab 18 tentang mutu cucian, yang dipakai katalog ini. Katalog ini merujuk ke hampir semua bab rak Laundry sebelumnya, terutama Bab 1 · Dispensing Kimia sampai Bab 16, dan menjadi masukan bagi Bab 20 tentang konsistensi operasi. Gejala yang baru tampak di setrika gulung, seperti linen keluar basah, linen kuning, noda gelap, dan kerut, dipetakan ke sebabnya menurut manual di Bab 29 tentang setrika gulung dalam produksi, dan keselamatan saat pengering berasap di Bab 21 tentang K3 laundry.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Handuk kaku dan kasar hanya muncul pada beban dari satu pengering, sedangkan handuk dari mesin cuci yang sama tetapi pengering lain normal. Sebab mana yang paling didukung pola ini, dan apa bukti pembedanya?

      See the worked solution

      Pola satu pengering menunjuk ke pengeringan berlebih atau pengering yang terlalu panas, bukan ke kimia cuci, karena beban dari mesin cuci yang sama normal di pengering lain. Bukti pembeda: waktu dan suhu pengering itu, kadar air linen keluar, dan fungsi sensor kelembapan dibanding pengering lain.

    2. Seprai putih menguning bertahap dalam tiga bulan. Uji besi air masuk 0,5 mg/L. Hitung besi yang dibawa air per kilogram linen per siklus bila air 18 L/kg, dan jelaskan mengapa angka ini belum membuktikan besi sebagai sebab.

      See the worked solution

      0,5×18=90{,}5 \times 18 = 9 mg besi per kilogram linen per siklus dibawa air. Angka ini baru menunjukkan besi tersedia; bukti bahwa besi adalah sebab memerlukan uji besi pada linen yang menguning dibanding linen baru, dan pemeriksaan sebab lain seperti pH ekstrak kain dan sisa klorin. Kuning kecokelatan yang memburuk dengan klorin mendukung besi.

    3. Bercak pudar berbatas tegas muncul pada beberapa sarung bantal dari satu mesin, selalu di bagian atas beban. Susun hipotesis dan pemeriksaannya.

      See the worked solution

      Hipotesis utama: pemutih masuk dalam keadaan pekat, misalnya sebelum level air tercapai atau menetes dari selang dispenser ke linen di bagian atas. Pemeriksaan: waktu pemicu pemutih dibanding level air di program mesin itu, kondisi selang dan titik injeksi, dan apakah ada penuangan manual. Pembanding: mesin lain dengan program yang sama tidak menunjukkan gejala.

    4. Data cuci ulang: mesin A 9 dari 200 beban, mesin B 10 dari 190, mesin C 11 dari 210. Apakah ada mesin yang menonjol?

      See the worked solution

      Proporsi A 4,5%, B 5,3%, C 5,2%. Proporsi gabungan 30/600=5%30/600 = 5\%; bila ketiga mesin sama, tiap mesin diharapkan sekitar 10 beban cuci ulang dengan simpangan baku sekitar 200×0,05×0,95≈3\sqrt{200 \times 0{,}05 \times 0{,}95} \approx 3. Jumlah 9, 10, dan 11 hanya berselisih paling banyak satu beban dari harapan itu, jauh di dalam satu simpangan baku, sehingga tidak ada mesin yang menonjol. Masalah cuci ulang, bila dianggap terlalu tinggi, dicari pada sebab yang sama di semua mesin, seperti formula atau air.

    5. Keluhan gatal meningkat setelah laundry mengurangi satu bilasan. Susun rencana pembuktian.

      See the worked solution

      Ukur pH ekstrak kain menurut metode baku pada linen dari program lama dan baru, periksa klorin sisa pada bilas akhir atau ekstrak kain, dan telusuri keluhan ke nomor batch dan program. Bila pH atau residu naik setelah perubahan dan keluhan terkumpul pada batch program baru, pengurangan bilasan terbukti berperan; susunan bilasan dipulihkan atau diganti dengan peras antara yang diuji.

    6. Handuk baru tidak menyerap sejak hari pertama dipakai. Apa sebab yang paling mungkin dan bagaimana membuktikannya?

      See the worked solution

      Finishing silikon atau pelembut dari pabrik adalah sebab yang paling mungkin untuk handuk yang belum pernah menyerap. Bukti: uji tetes sebelum dan sesudah beberapa kali cuci dengan program cuci utama tanpa pelembut; bila daya serap pulih, finishing pabrik didukung sebagai sebab. Bila tidak pulih, finishing yang tahan cuci atau jenis bahan dicek ke pemasok handuk.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Katalog gejala hasil cucian. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/katalog-gejala-hasil-cucian

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Handuk kaku dan kasar hanya muncul pada beban dari satu pengering, sedangkan handuk dari mesin cuci yang sama tetapi pengering lain normal. Sebab mana yang paling didukung pola ini, dan apa bukti pembedanya?

    2

    Seprai putih menguning bertahap dalam tiga bulan. Uji besi air masuk 0,5 mg/L. Hitung besi yang dibawa air per kilogram linen per siklus bila air 18 L/kg, dan jelaskan mengapa angka ini belum membuktikan besi sebagai sebab.

    3

    Bercak pudar berbatas tegas muncul pada beberapa sarung bantal dari satu mesin, selalu di bagian atas beban. Susun hipotesis dan pemeriksaannya.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    PreviousMutu cucian, gejala, bukti, dan optimasi proses

    Reading order by shelf: Laundry · Chapter 18.

    Same disciplineLaundry sebagai sistem air, energi, kimia, tekstil, dan manusia

    Bab lain dalam Sistem Laundry.