By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 22 min read
Air sebagai bahan baku laundry: kesadahan, logam terlarut, dan perlakuan tepat guna
Air adalah bahan baku terbanyak di laundry dan media semua reaksi pencucian. Bab ini menjelaskan kesadahan kalsium dan magnesium, bedanya dengan alkalinitas, satuan dan konversinya, serta akibatnya pada surfaktan, kerak, dan serat. Bab ini juga membahas besi dan mangan sebagai penyebab noda yang tidak hilang oleh deterjen, variasi air di lapangan, cara kerja pelunak air penukar ion beserta batasnya, filter besi, pengkelat di dalam formula, dan cara menguji air di lokasi. Contoh kerja memperlihatkan konversi satuan kesadahan, koreksi satuan pada acuan praktik, perhitungan beban kesadahan harian untuk pelunak air, dan natrium yang ditambahkan ke air.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Laundry sebuah hotel memakai air sumur dan air PDAM cadangan. Proses yang hari ini berjalan baik besok terasa berat, lalu variasi itu disalahkan pada operator atau mutu bahan kimia, padahal bahan bakunya yang berubah. Air sering dianggap netral, karena hadir dalam jumlah besar, terlihat sederhana, dan jarang dipertanyakan selama alirannya lancar. Padahal air membawa bahan kimia ke serat, mengangkut kotoran keluar dari linen, dan menjadi ruang tempat reaksi berlangsung.
Batas pembahasan
Bab ini membahas air yang masuk ke mesin cuci: kesadahan, besi, mangan, dan perlakuannya, serta akibatnya pada pencucian. Bab 6 tentang kimia pembersih menghitung kebutuhan pengkelat dari kesadahan; bab ini menjelaskan asal angka kesadahan itu, cara mengukurnya, dan kapan air sebaiknya diolah sebelum masuk mesin. Parameter mutu air dan pengolahan secara umum ada di Bab 1 · Air & Pengolahan Air tentang mutu air dan rak Air & Pengolahan Air, sedangkan air limbah ada di Bab 17. Kapasitas pelunak air dan dosis garam nyata diambil dari lembar data alat dan hasil uji air di lokasi.
Air sebagai media proses
Setiap tahap cuci mengisi drum dengan air, lalu membuangnya. Karena itu, setiap zat di dalam air masuk bersama setiap pengisian dan berinteraksi dengan bahan kimia sebelum bahan kimia itu mencapai kotoran. Air bukan pelarut pasif: kalsium dan magnesium di dalamnya bereaksi dengan surfaktan, besi bereaksi dengan pemutih, dan bikarbonat menentukan seberapa mudah kerak terbentuk ketika air dipanaskan.
Jumlah air per kilogram linen dibahas di Bab 10 tentang washer-extractor dan Bab 11 tentang arsitektur program. Di sini cukup dicatat satu akibatnya: bila satu siklus memakai beberapa kali pengisian, beban zat dari air ikut berlipat, sedangkan bahan kimia biasanya hanya didosiskan pada tahap tertentu. Tahap bilas yang tidak diberi pengkelat tetap membawa kalsium dan besi ke kain.
Kesadahan: kalsium, magnesium, dan alkalinitas
Kesadahan (hardness) adalah ukuran kemampuan air mengonsumsi sabun. Penyumbang utamanya ion kalsium dan magnesium, yang mengendap bersama sabun dan membentuk endapan padat sehingga daya bersih turun. Kesadahan total dinyatakan dalam mg/L setara kalsium karbonat (CaCO₃), sehingga kalsium dan magnesium dapat dijumlahkan dalam satu angka.
Kesadahan dibagi menjadi dua menurut pasangan anionnya:
- Kesadahan karbonat (sementara) berasal dari kalsium dan magnesium bikarbonat. Kesadahan ini dapat diturunkan dengan pemanasan, karena bikarbonat yang dipanaskan mengendap sebagai karbonat padat, dan menjadi penyebab utama kerak pada pemanas air dan ketel; pada ketel, kerak sulfat dan silika juga dapat terbentuk.
- Kesadahan nonkarbonat (tetap) berasal dari garam nitrat, klorida, dan sulfat dari kalsium dan magnesium, dan tidak hilang dengan pemanasan.
Pembagian ini berkaitan dengan alkalinitas air. Bila alkalinitas sama dengan atau lebih besar daripada kesadahan, seluruh kesadahan adalah kesadahan karbonat; kelebihan kesadahan di atas alkalinitas adalah kesadahan nonkarbonat. Keduanya dilaporkan dalam mg/L CaCO₃ sehingga dapat dibandingkan langsung. Dengan kesadahan total, alkalinitas, kesadahan karbonat, dan kesadahan nonkarbonat, semuanya dalam mg/L CaCO₃:
Bagi laundry, air dengan kesadahan karbonat tinggi paling cepat membentuk kerak pada elemen pemanas mesin dan pada pemanas air terpusat.
Satuan dan konversi
Kesadahan dilaporkan dalam beberapa satuan yang sering tercampur di lapangan dan di dokumen pemasok.
| Satuan | Setara dalam mg/L CaCO₃ |
|---|---|
| mg/L (ppm) CaCO₃ | 1 |
| grain per gallon (gpg) | 17,12 |
| derajat Jerman (°dH) | 17,85 (1 °dH = 1,0426 gpg; sebagian tabel membulatkan menjadi 17,8) |
| derajat Prancis (°fH) | 10 |
| mmol/L ion kesadahan | 100,09 |
Klasifikasi kesadahan juga berbeda antarlembaga. Klasifikasi yang dipakai luas, misalnya oleh USGS, adalah lunak 0 sampai 60 mg/L, agak sadah 61 sampai 120 mg/L, sadah 121 sampai 180 mg/L, dan sangat sadah di atas 180 mg/L. Penyuluhan Universitas Nebraska memakai lima kelas, dengan lunak 0 sampai 17 mg/L dan agak sadah 17 sampai 60 mg/L. Perbedaan ini tidak perlu diperdebatkan, karena kedua klasifikasi tidak disusun untuk kebutuhan proses laundry. Keputusan laundry sebaiknya didasarkan pada angka kesadahan dan akibatnya pada kebutuhan bahan kimia, seperti dihitung di Bab 6, bukan pada nama kelasnya.
Acuan praktik laundry juga memberi ambang yang berbeda-beda: air di atas 60 ppm mulai memengaruhi pencucian, pelunak air dianjurkan di atas 150 sampai 200 ppm, air di bawah 50 ppm sering direkomendasikan untuk laundry profesional, dan patokan praktik lain memakai di bawah 200 ppm. Ambang-ambang ini acuan praktik yang belum didukung data primer.
Akibat kesadahan pada pencucian
Kesadahan merugikan pencucian melalui empat jalur.
- Mengonsumsi surfaktan. Kalsium dan magnesium bereaksi terutama dengan sabun dan surfaktan anionik membentuk endapan tidak larut, sedangkan surfaktan nonionik jauh lebih tahan. Sebagian dosis deterjen habis sebelum bekerja, dan endapannya dapat tertinggal di kain.
- Membentuk kerak. Bikarbonat yang dipanaskan mengendap sebagai karbonat pada elemen pemanas, pipa, dan drum. Kerak menghambat perpindahan panas, sehingga waktu naik suhu lebih lama dan energi bertambah.
- Mengendap di serat. Pada suasana basa cuci utama, kalsium dan magnesium dapat mengendap di dalam kain. Linen tampak kusam keabu-abuan dan terasa kasar, seperti dibahas di Bab 3 tentang kotoran dan noda.
- Menjembatani kotoran. Ion kalsium menjembatani kotoran bermuatan negatif dengan serat yang juga bermuatan negatif, sehingga kotoran lebih sulit lepas, seperti dibahas di Bab 3.
Akibatnya di lapangan, bahan kimia terasa "tidak bekerja", bukan karena salah dosis, tetapi karena sebagian fungsinya terikat oleh air, dan akibatnya baru terasa sebagai kebutuhan bahan kimia yang naik dan hasil yang sulit distabilkan.
Besi dan mangan
Besi dan mangan terlarut dalam air tanah biasanya berada dalam bentuk tereduksi, yaitu besi fero (Fe²⁺) dan mangan(II) (Mn²⁺). Air tampak jernih ketika keluar, tetapi membentuk partikel setelah terkena udara atau oksidator. Besi menimbulkan noda cokelat kemerahan pada cucian, sedangkan mangan menimbulkan noda cokelat kehitaman. Sabun dan deterjen tidak menghilangkan noda ini, dan pemutih dapat memperburuknya. Masalah mulai terlihat ketika besi terlarut melebihi sekitar 0,2 mg/L dan mangan melebihi sekitar 0,05 mg/L. Standar sekunder air minum Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (US EPA) menetapkan 0,3 mg/L untuk besi dan 0,05 mg/L untuk mangan, dengan efek yang disebutkan berupa noda jingga kemerahan untuk besi dan noda hitam untuk mangan.
Acuan praktik laundry memakai batas yang lebih ketat: besi untuk laundry profesional sebaiknya tidak melebihi 0,1 ppm. Arahnya masuk akal, karena laundry memakai pemutih dan suhu tinggi yang mempercepat oksidasi besi, tetapi angka itu acuan praktik yang belum didukung data primer.
Besi juga merusak serat. Bab 2 tentang tekstil membahas bahwa jejak besi mengatalisis penguraian pemutih peroksida sehingga katun kehilangan kekuatan dan dapat berlubang. Dengan pemutih klorin, besi di air dapat menimbulkan noda kuning kecokelatan. Karena itu, setiap kali muncul noda kuning berpola, lubang kecil setelah pemutihan, atau linen putih yang perlahan menguning, besi harus diperiksa lebih dahulu pada air baku, keluaran pelunak air, keluaran tangki air panas, dan air masuk mesin, karena pipa dan tangki yang berkarat juga menambah besi.
Perlakuan tepat guna
Langkah pertama perlakuan air adalah membaca masalah, bukan memilih alat. Kesadahan, besi, dan mangan membutuhkan perlakuan yang berbeda, dan satu alat jarang menyelesaikan semuanya.
Pelunak air penukar ion. Pelunak air (water softener) adalah alat berisi butiran resin yang memegang ion natrium. Ketika air sadah melewatinya, ion kalsium dan magnesium menempel pada resin dan natrium dilepaskan ke air. Reaksinya untuk kesadahan karbonat dan nonkarbonat:
dengan X melambangkan resin. Ketika resin jenuh, resin diregenerasi dengan larutan garam pekat melalui urutan cuci balik, pengaliran larutan garam, dan pembilasan. Pelunak air tidak menghilangkan bakteri, hidrogen sulfida, lumpur atau pasir, timbal, nitrat, pestisida, dan banyak senyawa organik maupun anorganik lain.
Pelunak air hanya menangani besi dalam jumlah terbatas, sekitar sampai 5 mg/L tergantung alatnya. Batas itu berlaku untuk besi fero terlarut pada air yang belum terkena udara atau klorin, dan menuntut regenerasi lebih sering.
Besi yang teroksidasi mengendap sebagai oksida besi di permukaan resin, dan pengotoran ini tidak dapat dihilangkan dengan larutan garam, sehingga air berbesi tinggi harus diolah lebih dahulu sebelum masuk pelunak air. Besi juga mempercepat serangan oksidator terhadap resin, dan klorin bebas merusak resin pelunak air: setiap 1 mg/L klorin di air masuk memangkas umur resin sekitar separuh, resin kehilangan kapasitas dan menjadi lunak, dan kerusakan makin cepat pada air yang lebih panas. Air PDAM umumnya mengandung sisa klorin, dan klorinasi juga dipakai untuk pengolahan besi. Karena itu, urutan rangkaian yang aman adalah oksidasi dan penyaringan besi lebih dahulu, penghilangan sisa klorin (misalnya dengan karbon aktif), baru pelunak air. Batas klorin masuk diambil dari lembar data resin yang dipakai.
Pengolahan besi dan mangan. Pilihannya ditentukan konsentrasi. Sekuestrasi dengan polifosfat dipakai untuk besi di bawah 2 mg/L, tetapi polifosfat kurang andal pada air panas dan menambah fosfor pada limbah, sehingga perlu dinilai hati-hati untuk laundry. Penyaringan greensand efektif sampai sekitar 10 mg/L dengan syarat pH di atas 6,8, dan klorinasi yang diikuti penyaringan menjadi pilihan untuk konsentrasi di atas 10 mg/L dengan waktu kontak sekitar 20 menit sebelum penyaringan. Mangan umumnya membutuhkan oksidasi yang lebih kuat atau lebih lama daripada besi sebelum dapat disaring; rinciannya diambil dari data pemasok media saring.
Pengkelat di dalam formula. Pengkelat mengikat ion kesadahan dan logam di dalam bak cuci, seperti dibahas di Bab 6. Pengkelat stoikiometris seperti EDTA habis sebanding dengan jumlah ion yang diikat, sehingga cocok untuk air dengan kesadahan rendah sampai sedang atau sebagai pelengkap pelunak air, bukan sebagai pengganti pelunak air untuk air yang sangat sadah.
Tepat guna, bukan berlebihan. Tidak semua laundry membutuhkan sistem perlakuan air yang rumit. Sistem yang terlalu agresif menimbulkan biaya tinggi dan akibat lanjutan pada proses cuci dan limbah. Keputusan yang baik dimulai dari data uji air, lalu dibandingkan antara biaya bahan kimia tambahan di dalam mesin dan biaya perlakuan sebelum mesin; perhitungan biayanya ada di Bab 22.
Dampak perlakuan pada proses berikutnya
Keputusan perlakuan air memengaruhi cara bahan kimia bekerja, kestabilan proses, dan beban limbah. Tiga dampak perlu diperhatikan.
Pertama, pelunak air menambahkan natrium ke air, sekitar 8 mg/L untuk setiap gpg kesadahan yang dihilangkan. Angka ini sesuai dengan stoikiometri pertukaran satu ion kalsium dengan dua ion natrium, seperti diperlihatkan Contoh 4. Natrium ini, ditambah kelebihan garam dari regenerasi, akhirnya masuk ke air limbah.
Kedua, air yang sangat lunak mengubah perilaku deterjen. Surfaktan anionik yang tidak lagi terikat kesadahan menghasilkan busa lebih banyak pada dosis yang sama, sehingga dosis yang disusun untuk air sadah perlu ditinjau ulang setelah pelunak air dipasang.
Ketiga, regenerasi memakai air. Pelunak air rumah tangga memakai sekitar 50 galon (sekitar 190 L) air per regenerasi, sedangkan pada pelunak air komersial air bilas yang dibutuhkan bergantung pada volume resin. Air ini termasuk dalam neraca air laundry.
Variasi air dan cara uji di lapangan
Air tidak selalu memiliki karakter yang sama. Perubahan musim, jam pemakaian, dan sumber suplai dapat mengubah komposisi air tanpa disadari. Contoh yang dapat terjadi adalah laundry yang memakai campuran air PDAM dan air sumur, atau sumur yang kadar besinya naik setelah pompa lama tidak berjalan. Akibatnya, satu kali uji air tidak cukup untuk menetapkan formula. Rencana uji yang wajar mencakup pengambilan sampel pada jam kerja yang berbeda, pada setiap sumber air bila ada lebih dari satu, dan setelah ada perubahan suplai; cara mengambil sampel yang mewakili dibahas di Bab 1 · Air & Pengolahan Air.
Kesadahan umumnya diukur dengan titrasi kolorimetri memakai larutan EDTA: indikator ditambahkan ke sampel, lalu titran diteteskan sampai warna berubah. Strip uji memberi hasil cepat dengan mencocokkan warna strip pada tabel, dengan ketelitian yang lebih rendah. Titrasi ini memakai sifat EDTA yang mengikat kalsium dan magnesium dengan perbandingan 1 : 1, sifat yang sama dengan yang dipakai Bab 6 dalam perhitungan pengkelat. Besi diukur dengan kit uji besi atau fotometer, segera setelah sampel diambil, karena besi fero cepat teroksidasi; bila tidak dapat segera diuji, sampel diawetkan menurut petunjuk kit.
Hasil uji dicatat bersama tanggal, jam, sumber air, dan titik pengambilan: air baku, keluaran pelunak air, dan keluaran filter besi bila ada. Keluaran pelunak air yang kesadahannya mulai naik menunjukkan resin mendekati jenuh, regenerasi tidak berjalan baik, atau katup bypass terbuka. Catatan ini menjadi bagian log operasi yang dibahas di Bab 20 tentang konsistensi operasi.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: konversi satuan dan koreksi acuan praktik. Hasil uji air sumur sebuah laundry menunjukkan kesadahan total 200 mg/L CaCO₃. Dalam satuan lain:
Satu acuan praktik menulis ambang pelunak air "150 sampai 200 ppm (sekitar 8,8 sampai 11,7 dH)". Pemeriksaan dengan tabel menunjukkan dan , sehingga angka itu adalah gpg, bukan °dH. Dalam °dH, rentang yang sama adalah sekitar 8,4 sampai 11,2. Selisih sekitar 4% ini kecil, tetapi menunjukkan mengapa satuan harus ditulis bersama angkanya: lembar data pelunak air dan kit uji dapat memakai satuan yang berbeda.
Contoh 2: angka 12 tanpa satuan di log. Log harian laundry hotel mencatat "kesadahan 12" tanpa satuan. Dengan tabel konversi:
Bila 12 mg/L, air tergolong lunak; bila 120 mg/L, agak sadah; bila 205 atau 214 mg/L, sangat sadah menurut klasifikasi empat kelas di atas. Keputusan pengkelat dan pelunak air berbeda untuk keempat tafsiran. Catatan itu tidak dipakai; air diuji ulang, dan satuan kit ditulis di kolom log bersama tanggal, jam, sumber air, dan titik pengambilan.
Contoh 3: air sumur hotel dan air PDAM. Hasil uji air sumur hotel di pembuka bab menunjukkan kesadahan total 220 mg/L dan alkalinitas 260 mg/L, keduanya setara CaCO₃; air PDAM cadangan 90 mg/L dan 60 mg/L. Dengan rumus kesadahan karbonat, air sumur memberi mg/L dan , sedangkan air PDAM mg/L dan mg/L. Seluruh kesadahan air sumur adalah kesadahan karbonat, jenis yang paling cepat membentuk kerak pada elemen pemanas mesin dan pemanas air terpusat. Air 220 mg/L juga tergolong sangat sadah menurut klasifikasi empat kelas, sehingga pengkelat di dalam formula lebih tepat sebagai pelengkap pelunak air daripada penggantinya, dan pengkelat di mesin tidak melindungi pemanas air terpusat.
Contoh 4: beban kesadahan harian dan natrium yang ditambahkan. Sebuah laundry memakai 8 m³ air per hari untuk tahap cuci dan bilas yang ingin dilunakkan. Kesadahan air baku 250 mg/L CaCO₃ dan ditargetkan mendekati nol. Beban kesadahan harian adalah volume dikalikan konsentrasi:
Karena satu grain setara 64,8 mg, beban ini sama dengan grain per hari, satuan yang sering dipakai lembar data pelunak air. Misalkan lembar data resin menyatakan kapasitas operasi 50 g CaCO₃ per liter resin pada dosis garam tertentu; kapasitas nyata bergantung pada jenis resin dan dosis garam. Untuk regenerasi setiap dua hari, beban yang harus ditampung adalah 4,0 kg, sehingga volume resin yang diperlukan L, belum termasuk faktor cadangan. Resin yang lebih kecil harus diregenerasi lebih sering.
Natrium yang ditambahkan dihitung dari pertukaran satu ion kalsium dengan dua ion natrium. Setiap 100,09 mg CaCO₃ setara dengan mg natrium, sehingga faktornya . Untuk air 250 mg/L, natrium yang ditambahkan sekitar mg/L, atau g natrium per hari. Pemeriksaan kewajaran: mg/L per gpg, sesuai dengan angka sekitar 8 mg/L per gpg di bagian dampak perlakuan.
Contoh 5: beban kesadahan per siklus di laundry rumah sakit. Program linen rumah sakit untuk beban 50 kg memakai enam kali pengisian dengan total 600 L air berkesadahan 180 mg/L setara CaCO₃, dan hanya cuci utama 100 L yang diberi pengkelat. Dengan rumus beban Contoh 4:
Cuci utama hanya membawa mg atau 18 g, sehingga sekitar 90 g, lima per enam beban kesadahan, masuk melalui tahap tanpa pengkelat, termasuk bilasan. Untuk 10 siklus sehari, beban kesadahan sekitar 1,08 kg CaCO₃. Angka ini menjelaskan mengapa kalsium tetap dapat tertinggal di kain walaupun dosis pengkelat cuci utama sudah dihitung, dan menjadi dasar menilai pelunak air untuk seluruh air proses.
Contoh 6: besi di sumur laundry rumah sakit. Sumur laundry sebuah rumah sakit berisi besi terlarut 3,5 mg/L, mangan 0,3 mg/L, dan pH 7,2; air PDAM cadangan membawa sisa klorin. Perbandingan dengan standar sekunder US EPA:
Besi sekitar 12 kali dan mangan 6 kali batas itu, sehingga noda cokelat dan lubang setelah pemutihan peroksida patut diwaspadai. Polifosfat hanya untuk besi di bawah 2 mg/L. Penyaringan greensand efektif sampai sekitar 10 mg/L dengan syarat pH di atas 6,8, dan syarat itu terpenuhi; mangan memerlukan oksidasi lebih kuat menurut data media saring. Besi 3,5 mg/L masih di bawah sekitar 5 mg/L yang dapat ditangani sebagian pelunak air, tetapi batas itu hanya untuk besi fero yang belum terkena udara atau klorin. Begitu air bercampur dengan air PDAM berklorin, besi yang teroksidasi mengotori resin, dan klorin sendiri merusak resin. Rangkaian yang aman adalah pengolahan besi, penghilangan klorin, lalu pelunak air. Pekerjaan pada katup kontrol dilakukan setelah aliran air dan listrik diisolasi sesuai prosedur lokasi.
Kondisi berhenti
Bahaya pada pekerjaan yang dibahas di sini rendah tetapi nyata: pereaksi uji adalah bahan kimia, dan tangki garam serta larutan garam pekat dari regenerasi pelunak air bersifat korosif bagi logam di sekitarnya. Pada keadaan berikut, pekerjaan atau keputusan yang disebut ditunda dan diserahkan kepada personel di butir itu.
- Pekerjaan pada katup kontrol pelunak air hendak dimulai sebelum aliran air dan listrik diisolasi sesuai prosedur lokasi. Pekerjaan itu hanya dilakukan oleh personel berwenang setelah isolasi.
- Pereaksi uji kesadahan atau besi hendak dipakai tanpa lembar data keselamatan (safety data sheet, SDS) masing-masing. Pereaksi harus ditangani menurut SDS-nya; tanpa SDS, uji ditunda dan pengawas menyediakan SDS lebih dahulu.
- Air berbesi tinggi atau air berklorin akan dialirkan ke pelunak air tanpa pengolahan besi dan penghilangan klorin lebih dahulu. Teknisi berkompeten menetapkan urutan rangkaian dan batas klorin masuk dari lembar data resin dan media saring.
- Angka kesadahan atau besi tercatat tanpa satuan, atau satuan kit tidak diketahui. Catatan itu tidak dipakai untuk keputusan pengkelat atau pelunak air; pengawas meminta air diuji ulang.
- Muncul noda kuning berpola, lubang kecil setelah pemutihan, atau linen putih yang perlahan menguning. Penanggung jawab peralatan memeriksa besi lebih dahulu pada air baku, keluaran pelunak air, keluaran tangki air panas, dan air masuk mesin.
- Pengkelat dalam formula hendak dikurangi setelah pelunak air dipasang. Pengurangan baru boleh setelah log menunjukkan kesadahan keluaran pelunak air konsisten rendah dan besi rendah, dosis minimum tetap disisakan, dan keputusannya diambil personel yang berwenang atas formula.
- Kapasitas pelunak air atau dosis garam hendak diambil dari angka contoh bab ini. Angka nyata diambil dari lembar data alat dan hasil uji air di lokasi oleh teknisi berkompeten.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Masalah air adalah masalah bahan kimia.
Why is it wrong?
Menambah dosis atau menaikkan suhu mungkin berhasil sementara, tetapi memperbesar beban sistem dalam jangka panjang.
Common misconception
Pelunak air menyelesaikan semua masalah air.
Why is it wrong?
Pelunak air dirancang untuk kesadahan; besi tinggi justru mengotori resin dan menurunkan kapasitasnya, dan klorin bebas merusaknya (Contoh 6).
Common misconception
Air yang jernih bebas besi.
Why is it wrong?
Air berbesi fero tampak jernih ketika keluar dari keran dan baru berubah warna setelah teroksidasi.
Common misconception
Angka kesadahan cukup ditulis tanpa satuan.
Why is it wrong?
Angka 12 dapat berarti mg/L, gpg, °dH, atau °fH, dengan perbedaan hampir dua kali lipat antara °fH dan °dH (Contoh 2).
Common misconception
Pengkelat di mesin melindungi seluruh sistem air.
Why is it wrong?
Pengkelat hanya bekerja di bak cuci tempat ia didosiskan; bilasan tanpa pengkelat tetap membawa kalsium ke kain, dan pemanas air terpusat tidak terlindungi (Contoh 3 dan 5).
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 · Air & Pengolahan Air tentang mutu air menjelaskan cara memilih parameter mutu air dan mengambil sampel yang mewakili, dan Bab 8 · Kimia tentang larutan memberi dasar konsentrasi dan satuan yang dipakai pada konversi. Di rak Laundry, bab ini menjadi dasar perhitungan pengkelat di Bab 6, kerusakan serat oleh besi di Bab 2, jembatan kalsium di Bab 3, masalah besi di Bab 8 tentang oksidator, kerak di Bab 16 tentang utilitas laundry, pembacaan gejala kusam dan kuning di Bab 19, serta beban natrium di Bab 17 tentang limbah cair.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.
Try to answer first, then open the worked solution.
Hasil kit uji menunjukkan 14 °dH. Nyatakan dalam mg/L CaCO₃, gpg, dan mmol/L.
See the worked solution
mg/L CaCO₃. Dalam gpg, gpg, atau langsung gpg. Dalam mmol/L, mmol/L.
Air memiliki kesadahan total 180 mg/L CaCO₃ dan alkalinitas 120 mg/L CaCO₃. Berapa kesadahan karbonat dan nonkarbonatnya?
See the worked solution
Alkalinitas lebih kecil daripada kesadahan, sehingga kesadahan karbonat sama dengan alkalinitas, yaitu 120 mg/L CaCO₃. Kesadahan nonkarbonat adalah sisanya, mg/L CaCO₃. Bagian 120 mg/L inilah yang paling cepat membentuk kerak ketika air dipanaskan.
Sebuah laundry memakai 5 m³ air per hari dengan kesadahan 160 mg/L CaCO₃. Hitung beban kesadahan harian dalam kilogram dan grain, lalu volume resin bila kapasitas operasinya 45 g CaCO₃ per liter dan regenerasi dilakukan setiap tiga hari.
See the worked solution
Beban harian mg kg CaCO₃, atau grain. Untuk tiga hari, kg, sehingga volume resin L. Kapasitas 45 g/L hanya data soal; angka nyata diambil dari lembar data resin.
Hitung natrium yang ditambahkan pelunak air pada soal 3 dalam mg/L dan gram per hari.
See the worked solution
Natrium mg/L, dan g per hari. Kelebihan garam dari regenerasi belum termasuk.
Setelah pelunak air dipasang, linen putih tetap menguning dan muncul lubang kecil setelah pemutihan peroksida. Hasil uji menunjukkan kesadahan keluaran pelunak air 5 mg/L. Apa yang harus diperiksa berikutnya, dan mengapa?
See the worked solution
Kesadahan sudah terkendali, sehingga yang diperiksa berikutnya adalah besi dan mangan di air baku, keluaran pelunak air, keluaran tangki air panas, dan air masuk mesin, karena pipa dan tangki berkarat dapat menambah besi setelah pelunak air. Besi mengatalisis penguraian peroksida dan dapat menimbulkan noda kuning kecokelatan. Bila besi tinggi, resin pelunak air juga perlu diperiksa, karena oksida besi dapat mengotori resin dan tidak hilang dengan larutan garam.
Operator melaporkan deterjen berbusa berlebih sejak pelunak air dipasang, padahal dosis tidak berubah. Jelaskan penyebabnya dan tindakan yang tepat.
See the worked solution
Setelah air dilunakkan, surfaktan tidak lagi terikat oleh kalsium dan magnesium, sehingga surfaktan bebas bertambah pada dosis yang sama dan busa meningkat. Tindakan yang tepat adalah meninjau ulang dosis deterjen dengan uji hasil cuci dan pemeriksaan busa pada bilasan pertama, bukan menghentikan pelunak air. Pengkelat dalam formula baru boleh dikurangi setelah log menunjukkan kesadahan keluaran pelunak air konsisten rendah dan besi rendah, dan dosis minimum tetap disisakan untuk pengendalian logam dan untuk menutup kebocoran kesadahan bila resin mulai jenuh.
Referensi
External sources
- Hach, Water Hardness: parameter overviewmy.hach.com
- Grain per gallon: konversi menurut Water Quality Association (sekunder)en.wikipedia.org
- University of Nebraska-Lincoln Extension, Drinking Water Treatment: Water Softening (Ion Exchange), G1491extensionpubs.unl.edu
- North Dakota State University Extension, Iron and Manganese Removalndsu.edu
- US EPA, Secondary Drinking Water Standards: Guidance for Nuisance Chemicalsepa.gov
- aqion, Water Hardness: definisi dan satuanaqion.de
- Minnesota Rural Water Association, Ion Exchange Softeningmrwa.com
- Purolite, Factors That Effect Softening Resin Performance and Lifepurolite.com
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Air sebagai bahan baku laundry: kesadahan, logam terlarut, dan perlakuan tepat guna. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/air-sebagai-bahan-baku-laundry-kesadahan-logam-terlarut-dan-perlakuan-tepat-guna
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Hasil kit uji menunjukkan 14 °dH. Nyatakan dalam mg/L CaCO₃, gpg, dan mmol/L.
Air memiliki kesadahan total 180 mg/L CaCO₃ dan alkalinitas 120 mg/L CaCO₃. Berapa kesadahan karbonat dan nonkarbonatnya?
Sebuah laundry memakai 5 m³ air per hari dengan kesadahan 160 mg/L CaCO₃. Hitung beban kesadahan harian dalam kilogram dan grain, lalu volume resin bila kapasitas operasinya 45 g CaCO₃ per liter dan regenerasi dilakukan setiap tiga hari.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Laundry · Chapter 3.
Bab lain dalam Sistem Laundry.