Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Laundry · Bab 22Terapan

    Biaya per kg dan total cost of clean

    Semua keputusan teknis di rak Laundry punya akibat biaya, dan akibat itu hanya dapat dibaca bila dihitung dengan cara yang benar. Bab ini membahas komponen biaya, biaya tersembunyi seperti cuci ulang dan umur linen, perhitungan biaya proses global dari total biaya dan total kilogram linen tanpa pembagian ganda, variasi sebagai pengganda biaya, serta angka sebagai alat baca. Bab ini tidak memuat harga pasar; contoh kerja memakai satuan biaya abstrak agar metodenya dapat dipakai dengan harga setempat. Tiga contoh kerja tambahan mengubah energi pengeringan dan air pada muatan setengah dari bab teknis menjadi biaya per kilogram, dan memperlihatkan bagaimana pemanfaatan kapasitas mengubah biaya tetap per kilogram.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Modul sistem laundry menyebut biaya sebagai bahasa sistem yang merekam setiap keputusan, baik yang disadari maupun tidak, dan menulis bahwa ketika sistem tidak stabil, angka menunjukkan gejalanya lebih cepat daripada keluhan pelanggan. Modul praktik menyebut biaya cuci ulang sebagai biaya tersembunyi yang paling merugikan, karena setiap kilogram yang diulang mengonsumsi kembali kimia, air, dan energi tanpa pendapatan tambahan.

    Bab ini ada karena setiap keputusan teknis di bab-bab sebelumnya, dari level air sampai fase pendinginan pengering, punya akibat biaya, dan akibat itu hanya dapat dibaca bila dihitung dengan cara yang benar. Bedanya dengan bab-bab lain di rak ini: bab-bab itu membahas teknik; bab ini membahas cara menghitung akibatnya. Bedanya dengan bab konsistensi operasi: bab itu mendefinisikan KPI konsumsi per kilogram; bab ini mengubah konsumsi itu menjadi biaya dan membacanya sebagai satu gambaran.

    Batas pembahasan dan prinsip tanpa harga

    Bab ini sengaja tidak memuat harga pasar. Harga kimia, air, energi, dan upah berbeda menurut tempat dan waktu, dan harga yang tercetak di buku teknik cepat usang serta mudah disalahpahami sebagai acuan. Contoh kerja memakai satuan biaya abstrak (SB) yang dapat diganti dengan harga setempat. Yang diajarkan adalah metodenya: apa yang dihitung, bagaimana membaginya, dan bagaimana membaca hasilnya.

    Istilah total cost of clean dipakai di sini untuk seluruh biaya menghasilkan satu kilogram linen bersih yang diterima pengguna, termasuk biaya yang tidak tercatat sebagai pos tersendiri. Istilah ini dipakai di industri laundry dengan cakupan yang tidak selalu sama; definisi di atas adalah definisi rak ini.

    Komponen biaya

    Modul praktik mendaftar lima komponen: bahan kimia, air dan energi, biaya cuci ulang, perawatan dan suku cadang, dan depresiasi aset linen. Modul sistem laundry menambahkan bahwa air, energi, dan kimia adalah biaya variabel yang sangat peka terhadap perubahan proses. Rak ini menyusunnya sebagai berikut.

    KomponenSifatSumber data
    Kimia per fungsiVariabel terhadap kilogramKonsumsi wadah dan log dispenser
    AirVariabelMeter air
    Energi: listrik, gas, uapVariabel, sebagian tetapMeter energi, tagihan
    Tenaga kerjaSebagian besar tetap per periodeDaftar gaji dan jam kerja
    Perawatan dan suku cadangCampuranCatatan perawatan dan pembelian
    Penggantian linenVariabel terhadap siklusCatatan umur linen dan pembelian
    Pengolahan limbahVariabelBiaya operasi IPAL atau retribusi
    Penyusutan mesinTetapCatatan aset

    Tenaga kerja, pengolahan limbah, dan penyusutan mesin tidak ada di daftar modul praktik, tetapi ditambahkan agar biaya fasilitas lengkap. Biaya limbah dipengaruhi keputusan proses, seperti ditunjukkan bab limbah cair; penyusutan tidak, tetapi tetap bagian biaya per kilogram.

    Biaya tersembunyi

    Modul sistem laundry menyebut cuci ulang, waktu henti mesin, keausan linen, dan kelelahan operator sebagai biaya yang jarang muncul sebagai pos tersendiri tetapi tetap menggerus margin, dan menyebut ilusi efisiensi: biaya tampak terkendali di satu sisi, sementara biaya tersembunyi membengkak di sisi lain.

    Cuci ulang. Setiap kilogram yang dicuci ulang mengonsumsi kembali kimia, air, dan energi. Rak ini menambahkan tenaga kerja, karena linen yang diulang juga disortir, dimuat, dan diperiksa ulang. Pada perhitungan biaya proses global, biaya cuci ulang sudah masuk ke total biaya, tetapi kilogram cuci ulang tidak boleh dihitung sebagai keluaran. Contoh kerja kedua menunjukkan perbedaannya.

    Umur linen. Linen yang rusak lebih cepat karena sisa alkali, klorin, atau tekanan mekanis berlebih, seperti dibahas di bab katalog gejala, menaikkan biaya penggantian. Biaya ini tidak terlihat dalam laporan bulanan kimia dan energi, tetapi dapat lebih besar daripada selisih kimia yang dihemat.

    Waktu henti. Mesin yang berhenti karena kerusakan, kalibrasi yang tertunda, atau antrean pengering menurunkan kilogram yang diproses sementara biaya tetap berjalan.

    Kelelahan operator. Modul menyebut kelelahan operator sebagai biaya yang tidak tercatat. Ruang yang panas, tugas angkat yang berat, dan penyesuaian manual yang terus-menerus, seperti dibahas di bab K3 dan bab konsistensi operasi, menurunkan produktivitas dan menaikkan kesalahan, yang akhirnya muncul sebagai cuci ulang dan waktu henti.

    Keluhan. Linen yang dikembalikan pengguna menambah cuci ulang, pengiriman, dan biaya hubungan pelanggan. Pos ini ditambahkan rak.

    Biaya proses global

    Metode yang dipakai rak ini adalah perhitungan biaya proses (process costing): biaya suatu periode dikumpulkan lalu dirata-ratakan atas unit yang dihasilkan pada periode itu. Metode ini cocok untuk produksi yang berulang dan relatif seragam, seperti proses tekstil dan kimia. Untuk laundry:

    Biaya per kg=total biaya periodetotal kg linen bersih yang dikirim pada periode itu\text{Biaya per kg} = \frac{\text{total biaya periode}}{\text{total kg linen bersih yang dikirim pada periode itu}}

    Tiga aturan menjaga angka ini benar.

    1. Global, bukan per mesin. Biaya dihitung untuk seluruh fasilitas. Membagi biaya ke setiap mesin memerlukan alokasi biaya bersama, seperti tenaga kerja, air panas, dan pengering, yang mudah salah dan mudah diperdebatkan. Perbandingan antarmesin dilakukan dengan KPI konsumsi, bukan dengan biaya teralokasi.
    2. Tanpa pembagian ganda. Setiap pos biaya masuk sekali. Kesalahan yang umum adalah menghitung energi pemanas air di pos energi dan juga di pos utilitas gedung, atau menghitung kilogram cuci ulang sebagai keluaran tambahan.
    3. Pembagi yang tetap. Pembagi adalah kilogram linen bersih yang dikirim, dengan definisi yang sama setiap bulan. Bila pembagi berubah definisi, tren biaya per kilogram tidak dapat dibaca.

    Biaya per kilogram juga dapat dipecah per komponen, misalnya kimia per kilogram dan energi per kilogram, dengan pembagi yang sama. Pecahan ini menunjukkan komponen mana yang berubah ketika total berubah.

    Konsumsi dan harga dipisah

    Biaya setiap komponen adalah konsumsi dikali harga satuan:

    Biaya komponen per kg=konsumsikg×harga satuan\text{Biaya komponen per kg} = \frac{\text{konsumsi}}{\text{kg}} \times \text{harga satuan}

    Memisahkan konsumsi dari harga adalah inti membaca biaya secara teknis. Bila biaya kimia per kilogram naik, pertanyaan pertama adalah apakah konsumsi per kilogram naik atau harga satuan naik. Kenaikan konsumsi adalah persoalan teknis yang dicari di dispenser, formula, dan cuci ulang, seperti di bab konsistensi operasi; kenaikan harga adalah persoalan pengadaan. Mencampur keduanya membuat perbaikan teknis dinilai dari angka yang sebagian besar ditentukan pasar.

    Untuk kimia, perbandingan antarproduk dilakukan per bahan aktif atau per hasil, bukan per liter produk, karena kadar bahan aktif berbeda, seperti dibahas di bab sortir dan penskalaan dosis serta Bab 10 · Kimia.

    Variasi sebagai pengganda biaya

    Modul sistem laundry menyebut variasi sebagai pengganda biaya: setiap ketidakkonsistenan memaksa sistem menambah cadangan berupa waktu, panas, dan kimia ekstra, dan cadangan itu jarang dihitung karena tersebar di banyak bagian.

    Mekanismenya dapat dihitung. Bila dosis yang benar-benar masuk bervariasi karena dispenser tidak terkalibrasi atau dosis manual, operator cenderung menyetel dosis cukup tinggi agar siklus yang paling kurang pun masih memadai. Rata-rata dosis lalu berada di atas kebutuhan. Makin besar variasi, makin besar cadangan yang dibayar setiap siklus. Contoh kerja ketiga menghitungnya. Hal yang sama berlaku untuk suhu yang disetel lebih tinggi untuk menutup ketidakpastian pemanasan, dan bilasan tambahan untuk menutup ketidakpastian sisa kimia.

    Karena itu, mengurangi variasi, seperti dibahas di bab konsistensi operasi, sering menurunkan biaya lebih besar daripada menawar harga.

    Menilai keputusan teknis dengan biaya

    Biaya per kilogram juga dipakai untuk menilai keputusan teknis sebelum dijalankan. Caranya selalu sama: hitung perubahan konsumsi dari bab teknis yang relevan, kalikan dengan harga setempat, lalu bandingkan dengan biaya perubahannya dan dengan akibatnya pada mutu.

    • Ekstraksi lebih tinggi. Bab washer-extractor dan bab pengeringan menghitung air yang tidak lagi diuapkan dan energi minimumnya. Energi nyata yang dihemat per beban dikalikan harga energi dan jumlah beban per bulan, lalu dibandingkan dengan biaya mesin atau program baru, dan dengan kemungkinan keausan linen yang bertambah.
    • Peras antara menggantikan satu bilasan. Bab arsitektur program menghitung air dan waktu yang dihemat serta sisa alkali yang sedikit lebih tinggi. Penghematan air dan waktu dibandingkan dengan kebutuhan penetral tambahan dan hasil uji mutu.
    • Kalibrasi dispenser berkala. Contoh kerja ketiga menghitung cadangan kimia yang dapat dilepas. Penghematan kimia dibandingkan dengan waktu teknisi dan selang pompa pengganti.
    • Pemulihan panas air buang. Bab panas dan utilitas menghitung panas yang terbuang per bak. Nilai energi yang dapat dipulihkan dibandingkan dengan biaya penukar panas, penyaringan, dan pembersihannya.

    Keputusan yang hanya melihat satu komponen dapat memindahkan biaya ke komponen lain. Karena itu, penilaian memakai seluruh komponen biaya per kilogram dan dibaca bersama angka cuci ulang, keluhan, dan umur linen.

    Angka sebagai alat baca

    Modul sistem laundry menulis bahwa angka seharusnya dibaca sebagai alat diagnosis, bukan alat menghakimi, dan bahwa perubahan tren lebih penting daripada satu nilai absolut. Tiga kebiasaan membaca yang dipakai rak ini:

    1. Baca tren, bukan satu bulan. Biaya per kilogram satu bulan dipengaruhi campuran linen, hari libur, dan kejadian khusus.
    2. Pecah sebelum menyimpulkan. Kenaikan total dipecah menjadi komponen, lalu menjadi konsumsi dan harga.
    3. Baca bersama mutu. Biaya per kilogram yang turun sementara angka cuci ulang, keluhan, atau penggantian linen naik adalah ilusi efisiensi yang disebut modul.

    Perbandingan biaya per kilogram antara dua fasilitas juga dibaca hati-hati. Campuran linen, derajat kotor, standar mutu, dan cara menghitung pembagi dapat berbeda jauh. Perbandingan yang paling bermakna adalah fasilitas yang sama dari waktu ke waktu.

    Contoh kerja: biaya per kg dari data bulanan

    Data satu bulan, dengan harga dalam satuan biaya abstrak (SB):

    KomponenKonsumsiHarga satuanBiaya (SB)
    Kimia (semua fungsi)1.200 L25 SB/L30.000
    Air650 m³12 SB/m³7.800
    Listrik8.000 kWh1,5 SB/kWh12.000
    Gas untuk pemanas dan pengering5.000 m³4 SB/m³20.000
    Tenaga kerja60.000
    Perawatan dan suku cadang8.000
    Penggantian linen15.000
    Pengolahan limbah5.000
    Total157.800

    Linen bersih yang dikirim 30.000 kg. Biaya per kilogram:

    157.80030.000≈5,26 SB/kg\frac{157.800}{30.000} \approx 5{,}26\ \text{SB/kg}

    Dipecah per komponen: kimia 30.000/30.000=1,0030.000/30.000 = 1{,}00 SB/kg, air 0,26 SB/kg, listrik 0,40 SB/kg, gas 0,67 SB/kg, tenaga kerja 2,00 SB/kg, perawatan 0,27 SB/kg, penggantian linen 0,50 SB/kg, dan limbah 0,17 SB/kg; jumlah pecahan 5,27 berbeda sedikit dari 5,26 karena pembulatan. Penyusutan mesin tidak dimasukkan pada contoh ini agar sederhana. Pada contoh ini, tenaga kerja adalah komponen terbesar, sehingga perubahan yang mengurangi jam kerja per kilogram yang dikirim, misalnya mengurangi cuci ulang dan antrean pengering, dapat berpengaruh lebih besar daripada menghemat air. Proporsi di fasilitas nyata dapat sangat berbeda.

    Contoh kerja: cuci ulang dalam biaya proses

    Dari contoh pertama, selama bulan yang sama 1.500 kg linen dicuci ulang. Total kilogram yang melewati mesin adalah 30.000+1.500=31.50030.000 + 1.500 = 31.500 kg.

    Bila pembagi yang dipakai secara keliru adalah kilogram yang melewati mesin:

    157.80031.500≈5,01 SB/kg\frac{157.800}{31.500} \approx 5{,}01\ \text{SB/kg}

    Angka ini tampak lebih rendah, padahal 1.500 kg itu tidak menghasilkan keluaran baru. Pembagi yang benar adalah kilogram yang dikirim, sehingga biaya per kilogram tetap 5,26 SB/kg. Biaya yang dipakai oleh cuci ulang dapat diperkirakan dengan membagi total biaya variabel menurut kilogram yang melewati mesin, dengan anggapan satu kilogram cuci ulang memakai biaya variabel yang sama dengan satu kilogram cucian pertama dan listrik dianggap seluruhnya variabel. Dengan biaya variabel kimia, air, listrik, gas, dan limbah sebesar 74.800 SB, biaya variabel per kilogram yang melewati mesin sekitar 74.800/31.500≈2,3774.800/31.500 \approx 2{,}37 SB/kg, dan cuci ulang memakan sekitar 1.500×2,37≈3.5601.500 \times 2{,}37 \approx 3.560 SB, belum termasuk tenaga kerja dan keausan linen tambahan. Menurunkan cuci ulang dari 5% ke 2,5% dari kilogram yang dikirim menghemat sekitar separuh angka itu.

    Contoh kerja: variasi dosis sebagai biaya

    Kebutuhan alkali satu program adalah 400 mL per siklus. Dengan dispenser yang tidak terkalibrasi, volume yang benar-benar masuk dapat 15% lebih rendah daripada setelannya. Agar siklus yang paling kurang pun masih menerima 400 mL, setelan dinaikkan menjadi:

    Vsetel=4001−0,15≈471 mLV_{\text{setel}} = \frac{400}{1 - 0{,}15} \approx 471\ \text{mL}

    Bila volume nyata tersebar merata antara 85% dan 100% setelan, rata-rata yang masuk sekitar 92,5% dari 471 mL, yaitu sekitar 435 mL, atau sekitar 9% di atas kebutuhan. Setelah dispenser dikalibrasi sehingga volume nyata paling rendah 95% dari setelan, setelan cukup 400/0,95≈421400/0{,}95 \approx 421 mL. Dengan sebaran merata antara 95% dan 100%, rata-rata yang masuk sekitar 0,975×421≈410,50{,}975 \times 421 \approx 410{,}5 mL, cadangan sekitar 2,6%, dan konsumsi alkali turun sekitar (435,3−410,5)/435,3≈5,7%(435{,}3 - 410{,}5)/435{,}3 \approx 5{,}7\%. Angka ini kecil per siklus, tetapi berulang pada setiap siklus dan setiap produk, dan kelebihan kimia juga menambah kebutuhan bilasan, penetral, dan beban limbah, seperti dibahas di bab arsitektur program dan bab limbah cair.

    Contoh kerja: biaya energi pengeringan

    Tiga contoh berikut memakai angka dari bab teknis dan narasi sumber rak; asal angka dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan bab ini. Bab 15 tentang pengeringan menghitung energi satu beban 50 kg handuk katun yang masuk pengering pada kadar air 55% dan keluar pada 5%: air yang diuapkan 25 kg, energi minimum sekitar 16 kWh, dan energi nyata sekitar 23 sampai 32 kWh pada efisiensi 50 sampai 70%. Bab itu menyerahkan angka biayanya ke bab ini. Dengan tarif energi 1,5 SB/kWh seperti listrik pada contoh pertama (angka latihan, pengering dianggap berpemanas listrik):

    23×1,5=34,5 SBsampai32×1,5=48 SB per beban23 \times 1{,}5 = 34{,}5\ \text{SB} \quad \text{sampai} \quad 32 \times 1{,}5 = 48\ \text{SB per beban}

    atau 0,69 sampai 0,96 SB per kilogram linen. Bila handuk yang sama masuk pada 70%, air yang diuapkan bertambah 7,5 kg, energi minimum bertambah 7,5×2,3/3,6≈4,87{,}5 \times 2{,}3/3{,}6 \approx 4{,}8 kWh, dan energi nyata bertambah sekitar 6,8 sampai 9,6 kWh. Biaya pengeringan naik sekitar 10,3 sampai 14,4 SB per beban, atau 0,21 sampai 0,29 SB/kg, hanya karena ekstraksi lebih lemah. Bab 15 juga menghitung pengeringan berlebih 10 menit sebesar 5 kWh per beban. Dengan tarif yang sama, itu 7,5 SB per beban atau 0,15 SB/kg bila bebannya 50 kg, dan pada 12 beban per hari selama 30 hari (angka latihan) sekitar 2.700 SB per bulan, tanpa manfaat bagi linen dan dengan tambahan keausan.

    Ketiga angka ini adalah konsumsi energi per kilogram yang dikalikan tarif. Bila tarif naik, ketiganya naik bersama; bila kadar air masuk atau waktu pengering membaik, hanya konsumsinya yang turun. Pengering berbahan bakar gas dihitung dengan cara yang sama setelah harga gas dinyatakan per satuan energi.

    Contoh kerja: muatan setengah dan air per kilogram

    Bab 10 tentang washer-extractor mengutip lembar data satu mesin 60 kg yang memakai 485 L air pada muatan penuh dan 445 L pada setengah muatan, sekitar 8,1 L/kg dibanding 14,8 L/kg. Laundry pada contoh pertama mengirim 30.000 kg sebulan. Bila seluruhnya dicuci dalam muatan penuh pada mesin seperti itu, diperlukan 500 siklus dan 500×485=242.500500 \times 485 = 242.500 L, atau 242,5 m³ air. Bila 20% kilogramnya (angka latihan) dicuci setengah muatan, misalnya karena linen datang sedikit demi sedikit dan mesin dijalankan sebelum penuh:

    200×445+400×485=89.000+194.000 L=283 m3200 \times 445 + 400 \times 485 = 89.000 + 194.000\ \text{L} = 283\ \text{m}^3

    Air naik 40,5 m³ atau sekitar 16,7%, dan dengan 12 SB/m³ biaya air naik sekitar 486 SB per bulan. Jumlah siklus naik 20%, dari 500 ke 600, sehingga waktu mesin, tenaga muat, dan kimia yang didosis per siklus ikut naik, dan energi pemanasan air mengikuti air yang dipanaskan. Harga satuan tidak berubah sama sekali; seluruh kenaikan adalah konsumsi, dan KPI liter per kilogram di bab konsistensi operasi menangkapnya lebih dulu daripada tagihan. Air 650 m³ pada contoh pertama mencakup seluruh fasilitas, sedangkan contoh ini hanya menghitung air mesin cuci.

    Contoh kerja: pemanfaatan kapasitas dan biaya tetap per kilogram

    Sebuah studi pra-kelayakan usaha laundry dan dry cleaning skala kecil-menengah yang dirangkum narasi sumber rak memakai anggapan operasi berikut: satu sif 8 jam per hari, 300 hari operasi per tahun, sekitar 5,33 batch per hari atau 1,5 jam per batch, mesin cuci 60 kg, tenaga kerja satu supervisor, tiga operator mesin, dan tiga pekerja semi-terampil, serta pemanfaatan kapasitas 50% pada tahun pertama yang naik bertahap ke 95%. Studi itu menghitung keluaran dalam potong pakaian. Contoh ini memakai anggapan editorial bahwa setiap batch mengisi penuh mesin cuci 60 kg, sehingga kapasitas maksimum sekitar 5,33×60×300≈96.0005{,}33 \times 60 \times 300 \approx 96.000 kg per tahun.

    Tujuh orang pada satu sif memberi 7×8×300=16.8007 \times 8 \times 300 = 16.800 jam-orang per tahun, hampir tetap terhadap volume. Konsumsi tenaga kerja per kilogram:

    16.8000,50×96.000=0,35 jam-orang/kg,16.8000,95×96.000≈0,18 jam-orang/kg\frac{16.800}{0{,}50 \times 96.000} = 0{,}35\ \text{jam-orang/kg}, \qquad \frac{16.800}{0{,}95 \times 96.000} \approx 0{,}18\ \text{jam-orang/kg}

    Dengan upah 10 SB per jam-orang (angka latihan), biaya tenaga kerja 168.000 SB per tahun, yaitu 3,50 SB/kg pada pemanfaatan 50% dan 1,84 SB/kg pada 95%. Ditambah biaya variabel 2,37 SB/kg dari contoh kerja kedua (angka latihan), biaya per kilogram turun dari 5,87 ke 4,21 SB/kg, sekitar 28%, tanpa satu pun perubahan teknis. Yang berubah hanya pembagi.

    Karena itu tren biaya per kilogram dibaca bersama kilogram yang dikirim, dan komponen tetap dipisah dari komponen variabel sebelum keputusan teknis dinilai. Sebaliknya, fasilitas yang volumenya turun melihat biaya per kilogram naik walaupun konsumsi kimia, air, dan energi per kilogram tidak berubah. Pecahan per komponen dari contoh pertama, dengan tenaga kerja dinyatakan dalam jam-orang per kilogram, memisahkan kedua penyebab itu.

    Salah tafsir yang sering muncul

    Salah tafsir pertama adalah membagi biaya dengan kilogram yang melewati mesin, termasuk cuci ulang.

    Salah tafsir kedua adalah membaca kenaikan biaya tanpa memisahkan konsumsi dari harga.

    Salah tafsir ketiga adalah membandingkan biaya per kilogram antarfasilitas tanpa menyamakan campuran linen dan definisi.

    Salah tafsir keempat adalah menganggap biaya per kilogram yang turun selalu baik. Penurunan yang dibayar dengan mutu dan umur linen adalah ilusi efisiensi.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 · Satuan & Matematika memberi dasar rasio dan persentase. Bab 3 · Data & Pengukuran memberi dasar membaca tren. Bab 10 · Kimia memberi dasar membandingkan produk menurut fungsi. Di rak Laundry, bab ini memakai KPI dari bab konsistensi operasi dan menerjemahkan akibat biaya dari bab washer-extractor, arsitektur program, sortir dan penskalaan dosis, dispenser, pengeringan, panas dan utilitas, limbah cair, dan katalog gejala.

    Bab 15 tentang pengeringan memberi energi pengeringan untuk contoh kerja biaya energi pengeringan. Bab 10 tentang washer-extractor memberi air pada muatan penuh dan setengah untuk contoh kerja muatan setengah.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan, dalam satuan biaya abstrak (SB).

    1. Total biaya satu bulan 120.000 SB, linen dikirim 25.000 kg, dan cuci ulang 1.000 kg. Hitung biaya per kilogram yang benar dan yang keliru bila cuci ulang ikut dihitung sebagai keluaran.
    2. Biaya kimia per kilogram naik dari 1,00 ke 1,12 SB/kg. Konsumsi kimia per kilogram naik dari 40 ke 42 mL/kg. Berapa bagian kenaikan yang berasal dari konsumsi dan berapa dari harga?
    3. Setelan dispenser dinaikkan untuk menutup variasi 20%. Hitung setelan untuk kebutuhan 300 mL dan kelebihan rata-rata bila volume nyata tersebar merata antara 80% dan 100% setelan.
    4. Manajer ingin membandingkan biaya per kilogram fasilitasnya dengan fasilitas lain yang lebih rendah 20%. Sebutkan hal yang perlu disamakan sebelum menyimpulkan.
    5. Biaya per kilogram turun 8% setelah bilasan dikurangi, tetapi penggantian linen naik dan keluhan bertambah. Jelaskan cara membacanya.
    6. Susun daftar pos biaya bulanan untuk laundry hotel dan tandai pos yang berisiko dihitung ganda.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Benar: 120.000/25.000=4,80120.000/25.000 = 4{,}80 SB/kg. Keliru: 120.000/26.000≈4,62120.000/26.000 \approx 4{,}62 SB/kg. Selisih itu adalah ilusi yang muncul karena cuci ulang dihitung sebagai keluaran.
    2. Harga per mL lama 1,00/40=0,0251{,}00/40 = 0{,}025 SB/mL; baru 1,12/42≈0,02671{,}12/42 \approx 0{,}0267 SB/mL. Bila hanya konsumsi berubah, biaya menjadi 42×0,025=1,0542 \times 0{,}025 = 1{,}05 SB/kg, sehingga 0,05 SB/kg dari kenaikan 0,12 berasal dari konsumsi. Sisanya, 0,07 SB/kg, berasal dari harga. Kenaikan konsumsi 5% ditelusuri secara teknis; kenaikan harga sekitar 7% adalah persoalan pengadaan. Pembagian ini bergantung pada urutan perhitungan; bila harga diubah lebih dahulu, bagian harga menjadi sekitar 0,067 dan bagian konsumsi 0,053, dan selisih kecil itu adalah suku interaksi keduanya.
    3. V=300/0,80=375V = 300/0{,}80 = 375 mL. Rata-rata yang masuk sekitar 0,90×375=337,50{,}90 \times 375 = 337{,}5 mL, sekitar 12,5% di atas kebutuhan.
    4. Campuran linen dan derajat kotor, standar mutu dan angka cuci ulang, apakah pembagi adalah kilogram dikirim atau kilogram yang diproses, pos biaya yang dimasukkan (misalnya tenaga kerja, penyusutan, limbah), dan apakah harga satuan setempat berbeda. Tanpa itu, selisih 20% belum menunjukkan perbedaan efisiensi teknis.
    5. Penurunan biaya variabel dari air dan energi dibayar dengan penggantian linen dan keluhan, yang merupakan biaya tersembunyi. Biaya per kilogram dihitung ulang dengan penggantian linen dan cuci ulang akibat keluhan pada periode yang cukup panjang; bila biaya total per kilogram linen yang diterima tidak turun, penghematan itu adalah ilusi efisiensi, dan susunan bilasan dikembalikan atau diganti dengan cara yang diuji, seperti di bab arsitektur program.
    6. Pos: kimia per fungsi, air, listrik, gas atau uap, tenaga kerja, perawatan dan suku cadang, penggantian linen, pengolahan limbah, penyusutan mesin. Risiko hitung ganda: energi untuk air panas bila tercatat di pos energi laundry dan di utilitas gedung; air bila meter laundry dan tagihan gedung sama-sama dimasukkan; tenaga kerja teknisi bila tercatat di perawatan dan di tenaga kerja. Setiap pos ditetapkan satu sumber data.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Total biaya satu bulan 120.000 SB, linen dikirim 25.000 kg, dan cuci ulang 1.000 kg. Hitung biaya per kilogram yang benar dan yang keliru bila cuci ulang ikut dihitung sebagai keluaran.

    2

    Biaya kimia per kilogram naik dari 1,00 ke 1,12 SB/kg. Konsumsi kimia per kilogram naik dari 40 ke 42 mL/kg. Berapa bagian kenaikan yang berasal dari konsumsi dan berapa dari harga?

    3

    Setelan dispenser dinaikkan untuk menutup variasi 20%. Hitung setelan untuk kebutuhan 300 mL dan kelebihan rata-rata bila volume nyata tersebar merata antara 80% dan 100% setelan.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat