Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Laundry · Bab 15Terapan

    Pengeringan dan finishing: dryer, pendinginan, serat lepas, dan setrika

    Pengeringan mengambil energi besar, menentukan rasa dan umur linen, dan menjadi sumber kebakaran di laundry. Bab ini membahas batas keselamatan pengering termasuk pemanasan spontan linen berminyak, fisika pengeringan dari kalor laten sampai aliran udara, pengaruh kadar air sisa dari ekstraksi, kendali waktu dan sensor kelembapan, pengeringan berlebih, fase pendinginan, serat lepas dan saluran buang, noda hangus, serta setrika gulung dan pres. Contoh kerja menghitung air yang diuapkan dan energi minimum serta nyata, biaya energi pengeringan berlebih, dan pengaruh kadar air masuk setrika.

    24 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Satu dinas pemadam kebakaran di Inggris menulis panduan pencegahan kebakaran laundry untuk panti perawatan, dan satu angkanya layak diingat setiap operator pengering: waktu dari handuk dikeluarkan dari pengering sampai menyala sendiri dapat mencapai lima jam. Handuk itu tidak terbakar di dalam mesin. Ia terbakar di tumpukan, setelah semua orang mengira pekerjaan sudah selesai.

    Bab ini ada karena pengering adalah titik temu tiga persoalan: energi, karena setiap kilogram air yang tersisa dari ekstraksi harus diuapkan dengan panas; mutu, karena panas dan waktu menentukan rasa, susut, dan umur linen; dan keselamatan, karena panas, serat lepas, dan sisa minyak dapat menjadi kebakaran. Bedanya dengan bab washer-extractor: bab itu berakhir di ekstraksi dan kadar air sisa; bab ini mulai dari linen basah itu sampai linen terlipat. Bedanya dengan bab panas dan utilitas sesudahnya: bab ini membahas proses di dalam pengering dan setrika; bab itu membahas sistem yang menyediakan panasnya.

    Modul praktik membahas pengeringan secara tipis, terutama pada noda hangus dan energi. Sebagian besar isi bab ini karena itu bersandar pada sumber luar dan pada fisika dasar, dan setiap klaim dicatat asalnya di peta sumber.

    Batas pembahasan dan kondisi berhenti

    Bab ini membahas pengering putar (tumble dryer) komersial berpemanas listrik, gas, atau uap, serta setrika gulung (flatwork ironer) dan pres. Angka pada contoh kerja adalah nilai ilustrasi.

    Bahaya utama pengering adalah kebakaran, dengan tiga jalur.

    1. Pemanasan spontan linen berminyak. Minyak masak, minyak pijat, minyak mandi, dan lemak yang tersisa di linen setelah dicuci dapat bereaksi eksotermis dengan oksigen pada suhu tinggi. Panas tersimpan di tengah tumpukan besar, dan kebakaran dapat terjadi setelah siklus selesai dan drum berhenti. Mencuci tidak selalu menghilangkan semua minyak, deterjen yang kurang memperbesar risikonya, dan komponen pengering yang aus ikut menambah risiko. Panduan pemadam kebakaran juga menyebut bahan kimia pengoksidasi dari produk penghilang noda sebagai salah satu unsur reaksi itu.
    2. Serat lepas. Filter serat yang tersumbat menghambat udara panas keluar sehingga linen terlalu panas. Serat yang menumpuk di saluran buang dapat terbakar, seperti dijelaskan modul untuk noda hangus.
    3. Permukaan panas. Pemanas, saluran, dan setrika gulung dapat melukai kulit dan menyulut bahan yang menempel.

    Kondisi berhenti:

    1. Terlihat asap, nyala, atau bara. Ini kebakaran, bukan pekerjaan pembersihan: ikuti tanggap kebakaran di bawah.
    2. Tercium bau hangus atau linen keluar dengan noda cokelat kehitaman tanpa asap. Pengering dihentikan, dibiarkan dingin, lalu filter serta saluran buang diperiksa dan dibersihkan sebelum dipakai lagi. Modul menetapkan tindakan yang sama untuk noda hangus.
    3. Siklus terpaksa dihentikan sebelum fase pendinginan selesai. Linen dikeluarkan, disebar tipis di tempat berventilasi, dan tidak ditumpuk sampai dingin.
    4. Filter serat tidak dapat dibersihkan atau rusak.
    5. Penutup setrika gulung atau pengaman jari tidak bekerja.
    6. Pada pengering gas, tercium bau gas atau udara buang berbalik ke ruangan. Sumber gas ditutup, ruangan diberi ventilasi, tidak ada saklar yang dinyalakan atau dimatikan di area itu, dan teknisi yang berwenang dipanggil.
    7. Akhir sif tiba sementara muatan pengering belum selesai atau belum dingin. Muatan tidak ditinggal tanpa pengawasan.

    Pekerjaan pada pemanas, saluran gas, atau jalur uap memerlukan isolasi energi dan izin kerja seperti di Bab 2 · Keselamatan. Tanggap kebakaran di dalam pengering: pintu tidak dibuka, karena udara yang masuk memperbesar api; pemanas dihentikan dan katup gas atau uap ditutup; pemadam kebakaran dipanggil; dan prosedur kebakaran fasilitas diikuti. Pengering yang memiliki sistem pemadam semprot air bawaan diperlakukan menurut manualnya, karena sebagian sistem itu memerlukan listrik untuk bekerja. Pernyataan ini berasal dari pengetahuan umum keselamatan kebakaran dan dicatat di peta sumber. Permukaan panas lain, seperti kaca pintu pengering dan jalur uap, juga diberi pelindung atau tanda.

    Fisika pengeringan

    Pengeringan memindahkan air dari linen ke udara lalu membuang udara lembap itu. Tiga hal terjadi bersamaan.

    Panas masuk ke linen. Udara panas memanaskan permukaan kain dan air di dalamnya. Energi terbesar dipakai untuk mengubah air cair menjadi uap, yaitu kalor laten penguapan, sekitar 2,26 MJ/kg pada 100 °C dan sedikit lebih besar pada suhu lebih rendah. Bab 10 · Fisika menjelaskan kalor laten dan perpindahan panas.

    Uap berpindah ke udara. Laju penguapan bergantung pada selisih antara kelembapan di permukaan kain dan kelembapan udara di sekitarnya. Udara yang sudah lembap menyerap uap lebih lambat.

    Udara lembap dibuang. Kipas membuang udara lembap dan memasukkan udara baru. Aliran udara yang terhambat, misalnya oleh filter tersumbat, membuat udara di drum makin lembap dan panas, sehingga pengeringan melambat sementara linen makin panas.

    Pengeringan berjalan dalam dua tahap yang mudah dikenali. Pada tahap awal, permukaan kain masih basah dan suhu kain bertahan relatif rendah karena panas terpakai untuk penguapan. Ketika air di permukaan habis dan air yang tersisa terikat di dalam serat, laju penguapan turun dan suhu kain naik. Tahap akhir inilah tempat pengeringan berlebih dan kerusakan panas terjadi. Pembagian dua tahap ini berasal dari teori pengeringan umum dan dicatat di peta sumber.

    Kadar air masuk menentukan waktu dan energi

    Bab washer-extractor menunjukkan bahwa kadar air sisa setelah ekstraksi berkisar dari sekitar 50–60% pada mesin putaran tinggi sampai 65–80% pada mesin putaran normal, dan bahwa satu panduan pabrikan memperkirakan waktu pengering sekitar 30 menit untuk linen di bawah 50% dan sekitar 50 menit untuk linen 70–80%. Setiap kilogram air yang tidak diperas di mesin cuci pindah menjadi beban pengering.

    Energi nyata selalu lebih besar daripada kalor laten. Satu kajian terhadap pengering rumah tangga menghitung kebutuhan teoretis penguapan sekitar 0,308 kWh per pon air, sedangkan pengering listrik yang diukur memakai 0,486–0,581 kWh per pon air dan pengering gas 0,543–0,649 kWh per pon, yaitu efisiensi sekitar 50–70% menurut ringkasan kajian itu. Bila 0,308 kWh per pon diubah ke satuan SI, hasilnya sekitar 0,68 kWh/kg atau 2,44 MJ/kg, sedikit di atas kalor laten murni karena mencakup panas untuk menaikkan suhu air; dihitung dari angka itu, efisiensi pengering listrik sekitar 53–63% dan pengering gas sekitar 47–57%. Angka pengering komersial dapat berbeda, tetapi urutan besarnya sama: sebagian besar energi yang tidak dipakai untuk penguapan terbuang bersama udara buang yang panas dan untuk memanaskan linen, drum, dan udara. Contoh kerja pertama memakai angka ini.

    Muatan pengering dan keseimbangan dengan mesin cuci

    Pengering diisi menurut volume, sama seperti mesin cuci, tetapi dengan alasan berbeda: linen perlu ruang untuk terbuka dan jatuh melalui aliran udara panas. Pengering yang terlalu penuh membuat linen menggumpal; bagian luar gumpalan kering dan panas, sedangkan bagian dalam masih basah, sehingga waktu siklus memanjang dan bagian luar menerima panas berlebih. Gumpalan besar yang panas juga menyimpan panas di tengahnya, sama dengan tumpukan yang menjadi jalur pemanasan spontan. Pengering yang terlalu kosong memakai energi per kilogram lebih besar karena drum, udara, dan kehilangan panas tetap sama. Kapasitas nominal dan faktor pengisian diambil dari manual pengering.

    Mencampur jenis kain dalam satu muatan membuat kering tidak merata. Poliester dan campurannya menahan lebih sedikit air dan kering lebih cepat daripada katun tebal, sehingga pada saat handuk kering, seprai campuran sudah terlalu lama dipanaskan. Sortir yang dilakukan sebelum mencuci karena itu juga menguntungkan pengering.

    Kapasitas ruang cuci ditentukan oleh tahap paling lambat. Bila satu siklus mesin cuci selesai dalam sekitar satu jam, sedangkan satu siklus pengering untuk muatan yang sama, termasuk fase pendinginan dan bongkar muat, lebih panjang, linen basah akan menunggu. Linen basah yang menunggu adalah masalah higiene seperti dibahas di bab higiene linen, dan godaan untuk memotong fase pendinginan muncul dari antrean ini. Jumlah dan ukuran pengering karena itu direncanakan dari waktu siklus nyata termasuk pendinginan, bukan dari waktu pemanasan saja.

    Kendali: waktu atau sensor kelembapan

    Pengering dapat dihentikan menurut waktu yang disetel atau menurut sensor kelembapan yang membaca kondisi linen atau udara buang. Kajian yang sama mengutip pengujian dengan cucian yang sudah kering: sebagian pengering berkendali elektronik mengenali bahwa cucian sudah kering dan berhenti setelah 5–15 menit, sedangkan pengering berkendali elektromekanis tetap berjalan sampai 50 menit. Kajian itu juga menemukan satu model terus berjalan sekitar 30 menit setelah cucian kering, dibanding 5 menit pada model yang efisien, dengan selisih energi total sekitar 22%.

    Pelajaran untuk ruang cuci: waktu yang disetel untuk beban terberat akan mengeringkan berlebih beban yang lebih ringan atau yang keluar dari mesin cuci dengan kadar air lebih rendah. Sensor kelembapan mengikuti kondisi nyata, tetapi sensor juga perlu dibersihkan dan diperiksa, karena lapisan serat atau residu pelembut di sensor mengubah pembacaannya. Pernyataan terakhir berasal dari pengetahuan pemeliharaan umum dan dicatat di peta sumber.

    Pengeringan berlebih

    Pengeringan berlebih memakai energi tanpa hasil, dan merugikan linen. Setelah air bebas habis, suhu kain naik; panas yang terus diberikan pada serat kering mempercepat keausan, membuat kain terasa kasar, dan menambah listrik statis. Linen katun yang dikeringkan sampai kering tulang lalu dilipat juga akan menyerap kembali kelembapan dari udara, sehingga kerja ekstra itu tidak memberi apa-apa. Pernyataan ini berasal dari pengetahuan tekstil umum dan dicatat di peta sumber. Susut katun sebagian besar terjadi karena benang yang meregang saat ditenun kembali mengendur ketika basah dan diputar, seperti dibahas di bab tekstil; pengeringan panas dan lama memperbesar pengenduran itu.

    Target praktisnya adalah mengeringkan sampai kadar air yang sesuai proses berikutnya: kering untuk handuk dan linen yang langsung dilipat, dan, untuk linen yang akan masuk setrika gulung, kadar air yang dianjurkan manual setrika; linen datar dari mesin putaran tinggi sering dapat langsung disetrika, dan pengeringan awal hanya dipakai bila kadar airnya di atas anjuran itu.

    Fase pendinginan

    Fase pendinginan memutar drum dengan udara tanpa pemanasan pada akhir siklus. Alasannya dua.

    Keselamatan. Panduan pemadam kebakaran meminta pengering menyelesaikan siklus termasuk fase pendinginan, linen disebar dan dibiarkan dingin penuh di tempat berventilasi sebelum dilipat, dan linen yang panas dan sedikit lembap digantung dan didinginkan sekurang-kurangnya lima menit sebelum dilipat. Otoritas keselamatan kerja di Australia menambahkan: keluarkan linen segera setelah siklus selesai, bagi menjadi muatan dan tumpukan kecil yang saling berjauhan, periksa sampai benar-benar dingin, dan jangan tinggalkan linen hasil pengering tanpa pengawasan.

    Mutu. Poliester dan campurannya membentuk lipatan permanen bila dilipat atau ditumpuk dalam keadaan panas di atas suhu transisi kacanya, seperti dibahas di bab tekstil. Pendinginan sambil berputar membuat kain dingin dalam keadaan terbuka.

    Operator yang memotong fase pendinginan agar mesin cepat kosong menukar beberapa menit dengan risiko kebakaran dan lipatan permanen. Karena itu, fase pendinginan tidak dipotong, dan waktunya dimasukkan dalam perhitungan kapasitas pengering.

    Serat lepas dan saluran buang

    Setiap siklus melepaskan serat pendek dari permukaan kain, terutama handuk dan linen baru. Serat ini tertangkap di filter atau terbawa ke saluran buang. Filter yang tersumbat menghambat udara, menaikkan suhu linen, dan memperpanjang waktu kering. Serat yang lolos menumpuk di saluran dan menjadi bahan bakar.

    Modul menetapkan jadwal pembersihan filter pengering setiap hari dan pembersihan saluran buang secara berkala. Panduan pemadam kebakaran meminta filter dikosongkan sering. Frekuensi nyata ditentukan oleh manual pengering dan oleh jumlah serat, dan dapat berupa setiap sif atau setiap beban. Pembersihan saluran buang dijadwalkan dan dicatat.

    Noda hangus

    Modul menjelaskan noda hitam atau cokelat setelah pengeringan sebagai serat di filter atau saluran yang terbakar oleh panas lalu menempel kembali ke linen. Tindakannya adalah menghentikan pengering, membersihkan filter dan saluran, lalu menangani linen yang terkena. Noda hangus juga tanda peringatan: ada bahan yang sudah terbakar di dalam jalur udara.

    Noda cokelat juga dapat berasal dari minyak yang teroksidasi pada linen yang kurang bersih. Pola ini dibedakan dari noda serat hangus di bab katalog gejala; keduanya menunjuk ke risiko kebakaran, dengan mekanisme berbeda.

    Setrika gulung dan pres

    Setrika gulung mengeringkan dan merapikan linen datar seperti seprai, sarung bantal, dan taplak dengan menekannya pada silinder atau palung yang dipanaskan. Panduan pabrikan mencatat bahwa linen datar dari mesin putaran tinggi dapat langsung masuk setrika gulung. Setrika memerlukan linen yang masih lembap, karena air yang menguap di bawah tekanan dan panaslah yang merapikan serat. Linen yang terlalu basah memperlambat laju setrika; linen yang terlalu kering sulit dirapikan.

    Suhu permukaan setrika mengikuti batas serat di bab tekstil. Poliester dan campurannya memerlukan suhu lebih rendah daripada katun, dan sisa pelembut atau kanji dapat menempel pada silinder. Setrika gulung adalah mesin dengan titik jepit yang dapat menarik jari dan tangan, sehingga pengaman jari dan tombol henti diperiksa setiap awal sif. Operator tidak memakai perhiasan, pakaian longgar, atau sarung tangan longgar di dekat titik jepit, dan linen yang tersangkut hanya dikeluarkan setelah isolasi energi seperti di Bab 2 · Keselamatan. Pernyataan tentang titik jepit berasal dari keselamatan mesin umum dan dicatat di peta sumber.

    Contoh kerja: air yang diuapkan dan energinya

    Beban 50 kg handuk katun kering masuk pengering dengan kadar air 55% dan keluar pada 5%; kadar air dihitung terhadap massa kering, seperti di bab washer-extractor. Air yang diuapkan:

    mair=(0,55−0,05)×50=25 kgm_{\text{air}} = (0{,}55 - 0{,}05) \times 50 = 25\ \text{kg}

    Energi minimum dengan kalor laten sekitar 2,3 MJ/kg pada suhu pengering:

    Emin≈25×2,3=57,5 MJ≈16 kWhE_{\text{min}} \approx 25 \times 2{,}3 = 57{,}5\ \text{MJ} \approx 16\ \text{kWh}

    Dengan efisiensi 50–70% seperti dalam kajian pengering rumah tangga, energi nyata sekitar 16/0,7≈2316/0{,}7 \approx 23 sampai 16/0,5=3216/0{,}5 = 32 kWh per beban. Bila handuk yang sama masuk pada 70%, air yang diuapkan menjadi 0,65×50=32,50{,}65 \times 50 = 32{,}5 kg, sekitar 30% lebih banyak, dan energi penguapannya naik mendekati sebanding; waktu pendinginan dan bongkar muat tetap.

    Contoh kerja: biaya pengeringan berlebih

    Pengering yang sama memakai daya rata-rata 30 kW selama tahap pemanasan. Waktu disetel 45 menit untuk beban terberat, tetapi beban yang keluar dari mesin putaran tinggi sudah kering pada menit ke-35. Pengeringan berlebih 10 menit memakai:

    E=30×1060=5 kWhE = 30 \times \frac{10}{60} = 5\ \text{kWh}

    per beban, tanpa manfaat bagi linen dan dengan tambahan keausan. Bila pengering menjalankan 12 beban seperti ini per hari, pemborosannya sekitar 60 kWh per hari. Angka biaya dihitung dengan tarif setempat di bab biaya per kilogram; bab ini hanya menghitung energinya.

    Contoh kerja: kadar air masuk setrika

    Setrika gulung paling rapi bila seprai masuk dengan kadar air sekitar 45%, dan seprai keluar dari setrika pada sekitar 2%; keduanya angka ilustrasi yang diganti dengan anjuran manual setrika. Seprai poliester-katun 30 kg keluar dari mesin cuci pada 50%. Air yang harus dibuang setrika:

    m=(0,50−0,02)×30=14,4 kgm = (0{,}50 - 0{,}02) \times 30 = 14{,}4\ \text{kg}

    Bila seprai lebih dulu dikeringkan singkat sampai 45%, air yang dibuang setrika (0,45−0,02)×30=12,9(0{,}45 - 0{,}02) \times 30 = 12{,}9 kg, dan 1,5 kg dipindah ke pengering. Keputusan ini adalah pertukaran antara laju setrika dan beban pengering, dan dinilai dari laju setrika yang tercapai, bukan dari satu angka tetap.

    Anjuran manual setrika yang ditunggu contoh ini kini tersedia dan dicatat di peta sumber pengembangan. Manual setrika satu silinder memberi pedoman retensi kelembapan 30 sampai 50 persen sebelum setrika dan 2 sampai 4 persen lima menit sesudah setrika, keduanya terhadap berat kering seperti di bab ini, dan satu manual setrika lain membatasi linen masuk paling tinggi 50 persen; Bab 29 membahas pedoman itu dan cara mengukurnya dengan metode sepuluh potong. Angka ilustrasi 45 dan 2 persen di atas berada di dalam pedoman. Dengan rentang keluar 2 sampai 4 persen, seprai 30 kg yang masuk pada 50 persen melepaskan (0,50−0,04)×30=13,8(0{,}50 - 0{,}04) \times 30 = 13{,}8 sampai (0,50−0,02)×30=14,4(0{,}50 - 0{,}02) \times 30 = 14{,}4 kg air di setrika, dan bila lebih dulu dikeringkan sampai 45 persen, (0,45−0,04)×30=12,3(0{,}45 - 0{,}04) \times 30 = 12{,}3 sampai 12,912{,}9 kg. Seprai yang masuk di atas 50 persen sudah di luar pedoman kedua manual, dan sebabnya dicari lebih dulu di ekstraksi washer-extractor, seperti kasus pembuka Bab 29.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus dan angka bersumber bab ini; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Penimbangan dan pembacaan meter dilakukan dari luar mesin; pekerjaan pada pemanas, saluran gas, atau jalur uap tetap memerlukan isolasi energi dan izin kerja.

    Contoh 1: tahap paling lambat di laundry hotel. Satu washer-extractor putaran normal menyelesaikan satu siklus dalam sekitar 60 menit dan melayani satu pengering bermuatan sama. Panduan pabrikan memperkirakan sekitar 50 menit pengeringan untuk linen 70 sampai 80%. Anggap angka itu belum mencakup pendinginan 10 menit dan bongkar muat 5 menit (angka latihan). Dalam satu sif 480 menit:

    pengering:48050+10+5≈7,4 bebanmesin cuci:48060=8 beban\begin{aligned} \text{pengering} &: \frac{480}{50 + 10 + 5} \approx 7{,}4\ \text{beban}\\ \text{mesin cuci} &: \frac{480}{60} = 8\ \text{beban} \end{aligned}

    Pengering tertinggal sekitar 0,6 beban setiap sif, sehingga antrean linen basah terus bertambah dan menggoda operator memotong pendinginan. Handuk dari mesin yang memeras sampai sekitar 55% memerlukan sekitar 40 menit, sehingga 480/55≈8,7480/55 \approx 8{,}7 beban dan antrean hilang. Pilihannya ekstraksi yang lebih baik atau pengering tambahan, bukan pendinginan yang dipotong.

    Contoh 2: efisiensi nyata dari timbangan dan meter di rumah sakit. Laundry rumah sakit menimbang satu muatan linen katun: 40,0 kg kering sebelum dicuci, 64,0 kg saat masuk pengering listrik, dan 42,0 kg saat keluar. Meter energi pengering mencatat 27,0 kWh untuk siklus itu (angka latihan). Kadar air masuk 60% dan keluar 5%, sehingga air yang diuapkan 22,0 kg.

    energi per kg air=27,022,0≈1,23 kWh/kgefisiensi≈0,681,23≈55%\begin{aligned} \text{energi per kg air} &= \frac{27{,}0}{22{,}0} \approx 1{,}23\ \text{kWh/kg}\\ \text{efisiensi} &\approx \frac{0{,}68}{1{,}23} \approx 55\% \end{aligned}

    Hasil itu berada di dalam 53 sampai 63% yang dihitung dari kajian pengering listrik di atas, dengan catatan angka pengering komersial dapat berbeda. Bila meter mencatat 37,0 kWh untuk muatan yang sama, efisiensinya sekitar 40%, dan aliran udara diperiksa lebih dulu: filter serat, saluran buang, dan suhu udara buang, seperti kunci latihan 4. Filter yang rusak menghentikan pemakaian (kondisi berhenti butir 4).

    Contoh 3: pengeringan awal seprai yang terlalu basah di hotel. Seprai 30 kg tiba di setrika gulung dengan kadar air 58%, seperti kasus pembuka Bab 29 tentang setrika gulung dalam produksi, di atas batas 50% kedua manual. Bila seprai lebih dulu dikeringkan sampai 50%, pengering mengambil

    m=(0,58−0,50)×30=2,4 kgm = (0{,}58 - 0{,}50) \times 30 = 2{,}4\ \text{kg}

    dengan energi teoretis 2,4×0,68≈1,62{,}4 \times 0{,}68 \approx 1{,}6 kWh, atau sekitar 2,6 sampai 3,1 kWh nyata pada efisiensi 53 sampai 63%, ditambah waktu siklus dan antrean pengering. Air yang dibuang setrika turun dari (0,58−0,04)×30=16,2(0{,}58 - 0{,}04) \times 30 = 16{,}2 kg menjadi 13,8 kg. Pengeringan awal hanya menambal gejala. Sebabnya dicari di peras akhir washer-extractor, dan program cuci diubah hanya dengan persetujuan pengelola laundry dan pemasok kimia, karena perubahan itu di luar wewenang teknisi hotel menurut Bab 29.

    Salah tafsir yang sering muncul

    Salah tafsir pertama adalah menganggap kebakaran pengering selalu terjadi di dalam mesin. Pemanasan spontan dapat terjadi di tumpukan setelah siklus selesai.

    Salah tafsir kedua adalah memotong fase pendinginan untuk mempercepat.

    Salah tafsir ketiga adalah menganggap lebih kering selalu lebih baik. Pengeringan berlebih memakai energi dan merusak serat.

    Salah tafsir keempat adalah menganggap waktu pengering yang panjang selalu berarti pengering bermasalah. Kadar air masuk dari ekstraksi sering menjadi sebabnya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 10 · Fisika memberi dasar kalor laten dan perpindahan panas. Bab 1 · Keselamatan memberi dasar bahaya dan kondisi berhenti, dan Bab 2 · Keselamatan memberi dasar isolasi energi dan izin kerja. Di rak Laundry, bab ini bersandar pada bab tekstil, kimia pembersih, oksidator, washer-extractor, dan higiene linen, serta menjadi dasar bab panas dan utilitas, katalog gejala, K3, dan biaya per kilogram.

    Sisi mesin dari pengering tumble dibahas di Bab 23 sampai Bab 27: saluran buang dan udara pengganti dengan panjang ekuivalen dan kecepatan minimum, aliran udara dan rantai pengaman, pembakar gas, pemanas listrik dan uap, serta perawatan berkala berbasis jam operasi. Setrika gulung sebagai mesin dibahas di Bab 28 sampai Bab 32: keselamatan dan pengaman tangan, produksi dan kadar air linen masuk, pemanas dan kendali, perawatan pita dan pelilinan, serta pemasangan. Bab-bab itu memakai bab ini sebagai pemilik proses finishing dan bahaya kebakaran pengering secara proses.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Angka dalam soal adalah data latihan.

    1. Beban 40 kg linen katun masuk pengering pada 65% dan keluar pada 5%. Hitung air yang diuapkan dan energi minimum dengan kalor laten 2,3 MJ/kg dalam kWh.
    2. Dengan data soal 1, bila ekstraksi ditingkatkan sehingga linen masuk pada 52%, berapa kilogram air yang tidak lagi harus diuapkan, dan berapa energi nyata yang dihemat bila efisiensi pengering 60%?
    3. Sebuah laundry spa mencuci handuk yang terkena minyak pijat. Susun langkah pencegahan kebakaran dari mesin cuci sampai penyimpanan.
    4. Pengering yang biasanya selesai dalam 40 menit kini memerlukan 55 menit untuk beban yang sama. Susun dua hipotesis dan data pembedanya.
    5. Seprai poliester-katun keluar dari pengering dengan lipatan yang sulit hilang. Jelaskan kemungkinan sebab dari sisi pengeringan dan perbaikannya.
    6. Linen keluar dengan bintik cokelat kehitaman kecil. Apa yang dilakukan pertama kali, dan mengapa?

    Kunci jawaban beralasan

    1. (0,65−0,05)×40=24(0{,}65 - 0{,}05) \times 40 = 24 kg air; E≈24×2,3=55,2E \approx 24 \times 2{,}3 = 55{,}2 MJ ≈15,3\approx 15{,}3 kWh.
    2. Pada 52%: (0,52−0,05)×40=18,8(0{,}52 - 0{,}05) \times 40 = 18{,}8 kg; selisih 5,2 kg. Energi minimum 5,2×2,3≈125{,}2 \times 2{,}3 \approx 12 MJ ≈3,3\approx 3{,}3 kWh; energi nyata 3,3/0,6≈5,53{,}3/0{,}6 \approx 5{,}5 kWh per beban.
    3. Di mesin cuci: program dengan cadangan alkali, emulsifier, dan suhu yang cukup untuk minyak, serta pemeriksaan bahwa minyak benar-benar terangkat. Di pengering: muatan tidak berlebih, filter bersih, siklus selalu diselesaikan termasuk fase pendinginan. Kurangi atau hindari produk penghilang noda pengoksidasi yang tertinggal pada linen berminyak. Setelah pengering: keluarkan segera, sebar atau bagi menjadi tumpukan kecil yang saling berjauhan di tempat berventilasi, periksa sampai dingin, jangan ditinggal tanpa pengawasan, dan jangan dilipat atau disimpan sebelum dingin. Handuk yang tetap berbau minyak dicuci ulang.
    4. Hipotesis A: aliran udara terhambat oleh filter atau saluran buang yang tersumbat. Data: kondisi filter dan saluran, suhu udara buang, dan apakah waktu kembali normal setelah pembersihan. Hipotesis B: linen masuk lebih basah karena ekstraksi turun, misalnya akibat ketidakseimbangan. Data: timbang linen sebelum pengering dan hitung kadar air masuk, dibandingkan dengan periode normal. Bila kadar air masuk sama tetapi waktu naik, penyebabnya ada di pengering: suhu udara buang yang tinggi menunjuk ke aliran udara terhambat (A), sedangkan suhu udara buang dan udara masuk yang rendah menunjuk ke pemanas, pembakar, atau perangkap uap yang bermasalah. Bila kadar air naik, B menguat.
    5. Seprai kemungkinan ditumpuk atau dilipat dalam keadaan panas karena fase pendinginan dipotong, atau pengering terlalu penuh sehingga kain tertekan saat panas. Perbaikan: jalankan fase pendinginan sampai selesai, jangan isi berlebih, dan keluarkan segera setelah siklus. Suhu pengeringan untuk poliester juga diperiksa terhadap batas di bab tekstil.
    6. Hentikan pengering dan periksa filter serta saluran buang, karena bintik hangus menunjukkan serat atau bahan lain sudah terbakar di jalur udara dan dapat berkembang menjadi kebakaran. Muatan itu dikeluarkan, disebar tipis, dan diawasi sebagai risiko penyalaan sampai dingin. Setelah jalur dibersihkan, linen yang terkena ditangani, dan kemungkinan minyak teroksidasi pada linen diperiksa sebagai sebab kedua.

    Referensi

    Sumber luar

    • Dorset & Wiltshire Fire and Rescue Service, Preventing fire risk with laundrydwfire.org.uk
    • CBOS Tasmania, Hazard alert: fire risk associated with dryers (spontaneous combustion)cbos.tas.gov.au
    • Electrolux Laundry Systems, Project planning and calculating dimensionscomls.com.au
    • Bendt, Are we missing energy savings in clothes dryers? (ACEEE, 2010)aceee.org

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Beban 40 kg linen katun masuk pengering pada 65% dan keluar pada 5%. Hitung air yang diuapkan dan energi minimum dengan kalor laten 2,3 MJ/kg dalam kWh.

    2

    Dengan data soal 1, bila ekstraksi ditingkatkan sehingga linen masuk pada 52%, berapa kilogram air yang tidak lagi harus diuapkan, dan berapa energi nyata yang dihemat bila efisiensi pengering 60%?

    3

    Sebuah laundry spa mencuci handuk yang terkena minyak pijat. Susun langkah pencegahan kebakaran dari mesin cuci sampai penyimpanan.

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaPanas dan utilitas laundry: air panas, uap, tekanan titik pakai, dan ventilasi

    Urutan baca menurut rak: Laundry · Bab 16.

    SebelumnyaHigiene linen: sanitasi, disinfeksi, dan alur kotor-bersih

    Urutan baca menurut rak: Laundry · Bab 14.

    Satu disiplinLaundry sebagai sistem air, energi, kimia, tekstil, dan manusia

    Bab lain dalam Sistem Laundry.