Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Laundry · Bab 29Kuantitatif

    Setrika gulung dalam produksi: silinder dan palung, sumber panas, suhu dan kecepatan, kadar air linen masuk, kapasitas penguapan, dan mutu hasil

    Seprai keluar lembap dari setrika gulung sebuah hotel, operator memperlambat mesin, dan antrean linen menumpuk, padahal penyebabnya ada di peras akhir washer-extractor. Bab ini menjelaskan setrika silinder dan setrika palung, sumber panas dan akibatnya bagi kendali suhu, suhu kerja dan kecepatan, cara mengukur kadar air linen masuk dengan metode sepuluh potong, arti kapasitas penguapan menurut ISO 9398-1, pemakaian seluruh lebar silinder, dan gejala mutu hasil. Angka kadar air dan kapasitas berasal dari manual pabrik dan ditulis sebagai contoh per manual. Sembilan contoh kerja menghitung retensi kelembapan, berat kain, kapasitas, energi, dan jam setrika harian.

    23 menit

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Seprai yang keluar dari setrika gulung silinder 325 mm di sebuah hotel masih lembap di bagian tengah. Operator menurunkan kecepatan dari 4 menjadi 2,5 m/menit, dan antrean linen menumpuk sampai sore (angka latihan). Teknisi mengambil sepuluh seprai dari tengah tumpukan dan mengukur retensi kelembapan dengan cara yang ditulis manual setrika satu silinder: ditimbang langsung, disetrika sekali dan ditimbang lagi lima menit kemudian, lalu disetrika sekali lagi dan ditimbang sebagai berat kering. Hasilnya 58 persen sebelum setrika, di atas pedoman 30 sampai 50 persen manual itu dan di atas batas 50 persen manual setrika lain. Penyebabnya bukan setrika: program cuci baru di washer-extractor memperpendek peras akhir. Setelah peras dikembalikan, setrika kembali berjalan 4 m/menit.

    Setrika gulung adalah ujung rantai produksi linen datar. Kecepatannya ditentukan oleh air yang dibawa linen, suhu yang diizinkan kain, dan cara linen dimasukkan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas setrika gulung sebagai alat produksi: jenis silinder dan palung, sumber panas dan kendali suhu, suhu kerja dan kecepatan, kadar air linen masuk dan cara mengukurnya, kapasitas penguapan dan produksi, pemakaian lebar silinder, dan mutu hasil. Sumbernya enam manual pabrik yang disebut dengan nama pendek yang sama seperti di Bab 28: manual tiga ukuran, manual satu silinder, manual servis 325 mm, manual 325 dan 510 mm, manual lini pelipat, dan manual setrika palung.

    Bab 15 tetap menjadi pemilik proses finishing secara umum. Kadar air sisa dari ekstraksi dibahas di Bab 10, program cuci dan bilasan di Bab 11, batas suhu serat di Bab 2, tabel uap di Bab 3 · Utilitas, neraca utilitas di Bab 12 · Utilitas, efisiensi energi di Bab 11 · Utilitas, pH di Bab 9, dan gejala hasil cucian di Bab 19. Keselamatan setrika ada di Bab 28, pemanas dan kode galat di Bab 30, perawatan pita dan pelilinan di Bab 31, dan pemasangan di Bab 32.

    Di luar wewenang teknisi hotel: mengubah program washer-extractor tanpa persetujuan pengelola laundry dan pemasok kimia, mengubah tekanan uap di boiler atau katup penurun tekanan, dan mengubah parameter servis setrika.

    Silinder dan palung

    Pada setrika silinder, silinder logam bertumpu pada roda di rangka samping. Untuk pemanas gas dan listrik ujung silinder terbuka bagi pembakar atau elemen; untuk pemanas uap silinder memiliki kamar dalam tempat uap bersirkulasi. Pita setrika ditarik silinder dan menekan linen, rol atas menekan linen melalui pita, rol belakang menjaga tegangan pita, dan motor-gir berinverter memutar silinder melalui rantai.

    Pita setrika (ironing band) adalah pita tekstil yang bergerak bersama silinder dan menekan linen pada permukaan panas sepanjang busur kontak.

    Pada setrika palung, rol berongga yang berlubang di seluruh kelilingnya ditekan ke palung setengah lingkaran yang lebih panjang dari rol dan dipanaskan uap atau minyak termal. Kipas sentrifugal di ujung poros membuang uap air hasil pengeringan, dan sensor suhu membaca permukaan palung.

    Pembalut rol (padding) adalah lapisan tekstil tebal di atas pegas yang membungkus rol setrika palung agar tekanan pada linen merata.

    ManualDiameter silinderLebar kerjaLuas pemanasan
    manual servis 325 mm325 mm1.650 dan 2.065 mm1,1 dan 1,4 m²
    manual satu silinder356, 457, 610, 813 mm3.048 mmtidak disebut
    manual lini pelipat479 mm (gas, listrik), 457 mm (uap)1.910, 2.540, 3.170 mm2,20 sampai 3,60 m² (gas, listrik), 2,10 sampai 3,40 m² (uap)

    Diameter dan data setrika palung tidak dikutip karena tabel datanya rusak dalam salinan. Silinder yang lebih besar dan lebih panjang memberi luas pemanasan lebih besar, dan karena itu kapasitas yang lebih besar.

    Sumber panas dan kendali suhu

    Bahan sumber memuat empat sumber panas. Gas dibakar oleh pembakar di dalam silinder. Listrik memanaskan elemen di dalam silinder dekat permukaan dalamnya. Uap masuk ke silinder yang berfungsi sebagai bejana tekan, dan kondensat keluar melalui sambungan putar yang sama. Minyak termal memanaskan palung pada setrika palung dan menjadi pilihan pada lini pelipat. Rincian pemanas dibahas di Bab 30.

    Akibatnya bagi kendali berbeda. Pada gas dan listrik, sensor dan setelan menentukan kapan pemanas hidup. Manual lini pelipat menulis bahwa suhu silinder diatur termostat, kecuali pada mesin uap yang suhunya bergantung pada tekanan uap. Manual tiga ukuran lebih tegas: setrika uapnya tidak punya kendali suhu aktif, suhu diatur dengan membuka atau menutup katup masuk, dan uap tidak dihentikan ketika setelan tercapai. Setrika uap lain memakai katup solenoid atau keluaran untuk katup termostatik luar, jadi kendali uap harus dibaca di manual unit.

    Tekanan uap yang diminta juga berbeda per manual:

    ManualTekanan uap
    manual satu silinder6,2 sampai 8,6 bar (90 sampai 125 psi)
    manual 325 dan 510 mmnominal 8 bar, 6 sampai 10 bar, tidak melebihi 10 bar atau 185 °C
    manual lini pelipatsuplai maksimum 1.000 kPa
    manual setrika palung8 sampai 12 bar, tidak melebihi 12 bar atau 200 °C

    Menurut tabel uap di Bab 3 · Utilitas, uap jenuh pada tekanan ukur 6, 8, dan 10 bar bersuhu sekitar 165,0, 175,4, dan 184,1 °C. Permukaan setrika uap tidak dapat lebih panas daripada uap di dalamnya (pengetahuan umum), sehingga tekanan di setrika, bukan di boiler, yang menentukan suhu.

    Suhu kerja dan kecepatan

    Suhu setrika dipilih menurut label kain, dan batas serat dibahas di Bab 2. Contoh angka di manual: setelan contoh 130 °C (manual tiga ukuran), setelan pabrik 150 °C (manual satu silinder), suhu lazim sekitar 180 °C untuk katun dengan pemanasan sekitar 12 menit (manual servis 325 mm), dan suhu terprogram 120 sampai 180 °C (manual setrika palung). Serat sintetis dan kain cetak dapat meleleh dan menempel pada silinder, sehingga tidak disetrika pada suhu tinggi.

    Ada juga batas bawah. Manual tiga ukuran melarang mulai menyetrika sebelum 80 °C dan sebelum suhu minimum untuk linen itu tercapai. Manual 325 dan 510 mm melarang menyetrika di bawah 100 °C dan selama siklus pendinginan, karena pita lembap menyebabkan karat silinder. Pada manual setrika palung, rol baru boleh berputar bila palung di atas 100 °C.

    ManualRentang kecepatan
    manual servis 325 mm0,5 sampai 5,5 m/menit menurut tabel data; bagian lain manual menyebut minimum 1 dan 1,5 m/menit
    manual lini pelipat1,5 sampai 11 m/menit
    manual satu silinder2,5 sampai 11 m/menit (silinder 356 mm) sampai 4,5 sampai 30 m/menit (813 mm)
    manual setrika palung5 sampai 25 atau 5 sampai 40 m/menit menurut versi

    Kecepatan dipilih menurut jenis kain, suhu silinder, berat, dan kelembapan sisa; barang yang lebih tebal dan lebih basah memerlukan kecepatan lebih rendah. Manual 325 dan 510 mm melarang kecepatan minimum selama pemanasan dan pendinginan. Satu manual merujuk tabel laju kerja menurut berat kain, tetapi tabel itu tidak ada di dokumen, sehingga bab ini tidak memberi kecepatan per berat kain.

    Kecepatan otomatis (auto-speed) adalah mode kendali yang mengubah kecepatan setrika menurut selisih suhu nyata palung pertama terhadap suhu terprogram. Manual setrika palung memberi contoh dengan suhu terprogram 150 °C: palung yang bertahan 150 °C berarti 18 m/menit, 130 °C atau kurang berarti 5 m/menit, dan 155 °C atau lebih berarti 25 m/menit. Mode ini hanya untuk seprai dan potongan besar, dan tidak dianjurkan bila ada pelipat di keluaran.

    Kadar air linen masuk

    Retensi kelembapan (moisture retention) adalah massa air yang tertinggal di linen dibagi massa linen kering, dinyatakan dalam persen.

    Manual satu silinder memberi cara mengukurnya. Sepuluh potong diambil dari tengah tumpukan, karena potongan di atas tumpukan lebih kering dan memberi hasil palsu. Sampel ditimbang langsung (W1W_1), disetrika sekali dan ditimbang lagi lima menit kemudian (W2W_2), lalu disetrika sekali lagi dan ditimbang sebagai berat kering (W3W_3):

    Rmasuk=W1−W3W3,Rkeluar=W2−W3W3R_{\text{masuk}} = \frac{W_1 - W_3}{W_3}, \qquad R_{\text{keluar}} = \frac{W_2 - W_3}{W_3}

    dengan W1W_1, W2W_2, dan W3W_3 dalam kilogram, serta RR tanpa satuan (dikali 100 untuk persen). Pedomannya: 30 sampai 50 persen sebelum setrika, dan 2 sampai 4 persen lima menit sesudah setrika. Manual tiga ukuran menetapkan kelembapan sisa linen masuk tidak lebih dari 50 persen, sehingga linen harus berasal dari mesin cuci putaran tinggi. Manual servis 325 mm dan manual lini pelipat menilai kapasitas penguapan pada kelembapan sisa 50 persen.

    Berat kain dihitung dari W3W_3 dibagi luas total sepuluh potong. Manual satu silinder menghitungnya dalam pound per yard persegi, dengan luas dalam inci persegi dibagi 1.296; dalam satuan SI hasilnya gram per meter persegi.

    Bab 15 memakai 45 persen masuk dan 2 persen keluar sebagai angka ilustrasi yang menunggu anjuran manual, dan Bab 12 · Utilitas menghitung air yang diuapkan dari kelembapan 45 persen dengan anggapan linen keluar kering. Kedua angka Bab 15 berada di dalam pedoman manual satu silinder. Bab ini memakai angka bersumber dan menunjukkan perbedaannya di Contoh 9; bab-bab itu tidak diubah.

    Sensor kelembapan opsional juga perlu dibaca dengan hati-hati. Manual servis 325 mm menulis bahwa angka kelembapan di layarnya hanya indikatif dan tidak sama dengan kadar air nyata linen.

    Kapasitas penguapan dan produksi

    Kapasitas penguapan (evaporation capacity) adalah massa air terbesar yang dapat diuapkan setrika gulung per jam pada kondisi uji pabrik. Manual servis 325 mm dan manual lini pelipat menyatakan kondisinya: kelembapan sisa 50 persen dan pemakaian silinder 100 persen, menurut ISO 9398-1. Manual tiga ukuran menyebut produksi per jam pada lembar datanya juga dihitung menurut ISO 9398.

    Mesin (contoh dua manual)Lebar kerjaDaya pemanasKapasitasPer meter lebar
    servis 325 mm, gas1.650 mm20 kW19,5 kg/jam11,8 kg/jam
    servis 325 mm, gas2.065 mm25 kW24,5 kg/jam11,9 kg/jam
    lini pelipat, gas1.910 sampai 3.170 mm39 sampai 65 kW35 sampai 59 kg/jam18,1 sampai 18,6 kg/jam
    lini pelipat, listrik1.910 sampai 3.170 mm32,85 sampai 53,55 kW38 sampai 59 kg/jam18,6 sampai 19,9 kg/jam
    lini pelipat, uap1.910 sampai 3.170 mmuap 83 sampai 141 kg/jam pada 900 kPa57 sampai 93 kg/jam29,3 sampai 29,8 kg/jam

    Kolom per meter lebar dihitung penyusun (penalaran editorial). Kedua manual menyebut kehilangan panas sebesar 3 persen daya pemanas terpasang; beban panas setrika bagi ventilasi ruang dibahas di Bab 16 · Bangunan & Fasilitas.

    Produksi linen per jam bergantung pada barang. Manual satu silinder memberi tabel produksi realistis untuk seprai dengan tutupan meja 80 persen dan barang kecil dengan tutupan 60 persen. Pada silinder 813 mm, seprai ringan diproses 195 kg/jam pada 10 m/menit dengan pemanas gas dan 235 kg/jam pada 12 m/menit dengan uap; seprai berat 175,99 kg/jam (gas); barang kecil 97,5 kg/jam pada 5 m/menit (gas). Pada silinder 356 mm, seprai ringan 85 kg/jam (gas) dan 110 kg/jam (uap). Manual itu tidak menyebut apakah angka produksi dinyatakan dalam berat kering atau berat basah.

    Setrika yang dibiarkan panas tanpa linen tetap memakai energi; pemborosan ini dibahas di Bab 11 · Utilitas. Fungsi pendinginan di manual tiga ukuran dirancang untuk memanfaatkan panas yang tersimpan di akhir sif.

    Memakai seluruh lebar silinder

    Semua manual yang membahasnya meminta seluruh lebar silinder dipakai. Manual tiga ukuran meminta seluruh panjang rol dipakai agar suhu sama di seluruh panjang. Manual satu silinder meminta barang kecil dimasukkan dari kiri ke kanan sepanjang setrika, karena jalur tetap membuat titik dingin, hasil buruk, dan kerusakan pita masuk dan pita balik. Seprai dimasukkan menyamping agar seluruh silinder tertutup; ujung silinder yang tidak terpakai menjadi terlalu panas dan merusak pita. Manual 325 dan 510 mm meminta area kiri dan kanan ditutup bergantian mengikuti layar, dan manual setrika palung meminta potongan yang tidak menutup lebar rol dimasukkan bergantian kiri dan kanan.

    Manual servis 325 mm menampilkan peringatan panas berlebih di sisi bila umpan terlalu sering di tengah, dan panas berlebih di tengah bila barang kecil terlalu sering di bagian lain; pemanas mati sampai silinder dingin. Angka ambangnya dibahas di Bab 30. Bagian silinder yang tidak dilewati linen tidak kehilangan panas untuk menguapkan air, sehingga suhunya naik (penalaran editorial).

    Linen juga dimasukkan di dalam batas pita masuk: menyetrika di luar batas itu dapat menodai kain.

    Mutu hasil dan gejalanya

    GejalaSebab menurut manual
    Linen keluar basahkecepatan terlalu tinggi untuk kelembapan sisa; suhu terlalu rendah; pemanas mati atau uap belum dibuka; saluran udara lembap tersumbat; fungsi pendinginan terpilih keliru
    Linen kuningsuhu terlalu tinggi; kecepatan terlalu rendah; bilasan kurang dengan pH di luar 5 sampai 6 (manual tiga ukuran) atau 5,5 sampai 6,5 (manual satu silinder); linen tidak dimasukkan di seluruh panjang
    Noda gelappermukaan yang dipakai melebihi batas pita masuk
    Linen berubah bentuklinen tidak dimasukkan rapat sejajar batang pelindung
    Kerutkelembapan sisa terlalu rendah; beda tebal dalam satu kain; kain terlipat
    Kain meleleh atau menempelserat sintetis atau kain cetak pada suhu terlalu tinggi

    Sumbernya manual tiga ukuran, manual satu silinder, manual servis 325 mm, dan manual setrika palung. Manual satu silinder melarang pelembut kain karena mengendap di pita masuk dan silinder. Manual setrika palung menyebut banyak gangguan yang dianggap kesalahan mesin berasal dari kimia cuci yang tidak sesuai atau air yang terlalu bermineral, dan meminta barang dikelompokkan menurut komposisi atau kelembapan. Manual 325 dan 510 mm menambahkan bahwa mencampur barang berbeda tebal dan kelembapan memperlambat setrika. Pengukuran pH dibahas di Bab 9, bilasan di Bab 11, dan gejala hasil cucian lain di Bab 19.

    Contoh kerja

    Contoh 1: Retensi kelembapan kasus pembuka. Sepuluh seprai: W1=9,48W_1 = 9{,}48 kg, W2=6,21W_2 = 6{,}21 kg, W3=6,00W_3 = 6{,}00 kg (angka latihan).

    Rmasuk=9,48−6,006,00=0,58,Rkeluar=6,21−6,006,00=0,035R_{\text{masuk}} = \frac{9{,}48 - 6{,}00}{6{,}00} = 0{,}58, \qquad R_{\text{keluar}} = \frac{6{,}21 - 6{,}00}{6{,}00} = 0{,}035

    Linen masuk 58 persen, di atas pedoman 30 sampai 50 persen dan di atas batas 50 persen manual tiga ukuran; linen keluar 3,5 persen, masih di dalam 2 sampai 4 persen. Setrika bekerja benar; washer-extractor yang diperiksa menurut Bab 10.

    Contoh 2: Berat kain. Sepuluh seprai 1,60 m kali 2,80 m (angka latihan) memberi luas 10×1,60×2,80=44,810 \times 1{,}60 \times 2{,}80 = 44{,}8 m². Dengan W3=6,00W_3 = 6{,}00 kg, berat kain 6.000/44,8=133,96.000/44{,}8 = 133{,}9 g/m². Dengan cara manual satu silinder, seprai 63 kali 110 in memberi 10×63×110=69.30010 \times 63 \times 110 = 69.300 in², dibagi 1.296 menjadi 53,47 yd² atau 44,71 m², dan W3=13,23W_3 = 13{,}23 lb memberi 0,247 lb/yd². Kedua cara memberi luas yang hampir sama.

    Contoh 3: Air yang diuapkan dan basis produksi. Silinder 356 mm memproses seprai ringan 85 kg/jam (angka manual satu silinder) dengan retensi 45 persen masuk dan 3 persen keluar (angka latihan di dalam pedoman). Bila 85 kg/jam adalah berat kering, air yang diuapkan 85×(0,45−0,03)=35,785 \times (0{,}45 - 0{,}03) = 35{,}7 kg/jam. Bila berat basah saat masuk, berat keringnya 85/1,45=58,685/1{,}45 = 58{,}6 kg/jam dan airnya 58,6×0,42=24,658{,}6 \times 0{,}42 = 24{,}6 kg/jam. Selisih 45 persen ini menunjukkan mengapa basis angka produksi harus ditanyakan ke pabrik sebelum dipakai untuk neraca uap atau gas.

    Contoh 4: Kapasitas dan kadar air masuk. Setrika 2.065 mm berkapasitas 24,5 kg/jam pada 50 persen. Linen kering yang dapat diproses bila keluar 3 persen (angka latihan) paling banyak 24,5/(0,50−0,03)=52,124{,}5/(0{,}50 - 0{,}03) = 52{,}1 kg/jam. Pada 45 persen menjadi 24,5/0,42=58,324{,}5/0{,}42 = 58{,}3 kg/jam, naik 11,9 persen. Hitungan ini menganggap kapasitas air per jam tetap (penalaran editorial) dan pemakaian silinder 100 persen.

    Contoh 5: Energi per kilogram air. Daya pemanas dibagi kapasitas penguapan:

    2019,5=1,03,2524,5=1,02,3935=1,11,6559=1,10,32,8538=0,86,53,5559=0,91 kWh/kg\frac{20}{19{,}5} = 1{,}03, \quad \frac{25}{24{,}5} = 1{,}02, \quad \frac{39}{35} = 1{,}11, \quad \frac{65}{59} = 1{,}10, \quad \frac{32{,}85}{38} = 0{,}86, \quad \frac{53{,}55}{59} = 0{,}91 \text{ kWh/kg}

    Empat angka pertama untuk pemanas gas dan dua terakhir untuk listrik. Angka sekitar 1,0 kWh per kilogram air di Bab 12 · Utilitas berada di dalam rentang ini. Rasio ini memakai daya terpasang pada kapasitas maksimum, jadi menjadi batas atas kasar, bukan pemakaian nyata (penalaran editorial).

    Contoh 6: Uap per kilogram air. Manual 325 dan 510 mm memberi konsumsi uap 86 kg/jam pada 8 bar untuk daya pemanas 48,8 kW. Dengan kalor laten 2.030 kJ/kg pada 8 bar dari Bab 3 · Utilitas, 86×2.030/3.600=48,586 \times 2.030/3.600 = 48{,}5 kW, cocok dengan angka manual. Manual lini pelipat memberi konsumsi uap 83, 110, dan 141 kg/jam untuk kapasitas 57, 75, dan 93 kg/jam, sehingga 83/57=1,4683/57 = 1{,}46, 110/75=1,47110/75 = 1{,}47, dan 141/93=1,52141/93 = 1{,}52 kg uap per kg air.

    Contoh 7: Kecepatan otomatis setrika palung. Suhu terprogram 150 °C dan suhu palung pertama turun ke 140 °C (angka latihan). Manual hanya memberi tiga titik: 130 °C atau kurang 5 m/menit, 150 °C 18 m/menit, 155 °C atau lebih 25 m/menit. Bila kurvanya lurus (anggapan penyusun, tidak ditulis manual), kecepatan pada 140 °C adalah 5+140−130150−130×(18−5)=11,55 + \frac{140 - 130}{150 - 130} \times (18 - 5) = 11{,}5 m/menit. Angka nyata dibaca di layar. Penurunan suhu palung berarti linen membawa lebih banyak air atau pasokan panas turun.

    Contoh 8: Memasukkan seprai menyamping. Seprai 1.600 mm kali 2.700 mm (angka latihan) di silinder 3.048 mm. Bila dimasukkan memanjang, tutupan 1.600/3.048=52,51.600/3.048 = 52{,}5 persen dan 1.448 mm silinder tidak terpakai. Bila menyamping, tutupan 2.700/3.048=88,62.700/3.048 = 88{,}6 persen dan sisanya 348 mm. Panjang tempuh per seprai juga turun dari 2,7 m ke 1,6 m, sehingga pada kecepatan yang sama jumlah seprai per menit naik 2,7/1,6=1,692{,}7/1{,}6 = 1{,}69 kali. Manual meminta seprai dimasukkan menyamping agar seluruh silinder tertutup; hitungan ini menunjukkan bahwa cara itu juga menaikkan produksi (penalaran editorial).

    Contoh 9: Jam setrika harian dan angka Bab 12 · Utilitas. Hotel menyetrika 450 kg linen datar kering per hari dari 45 ke 3 persen (angka latihan): air 450×0,42=189450 \times 0{,}42 = 189 kg. Setrika 24,5 kg/jam memerlukan paling sedikit 189/24,5=7,7189/24{,}5 = 7{,}7 jam, atau 7,7/0,8=9,67{,}7/0{,}8 = 9{,}6 jam bila tutupan efektif 80 persen seperti tabel seprai manual satu silinder. Setrika 46 kg/jam memerlukan 4,1 jam, atau 5,1 jam dengan tutupan 80 persen. Untuk Bab 268, 480 kg linen pada 45 persen memberi 0,45×480=2160{,}45 \times 480 = 216 kg air bila linen keluar kering; dengan linen keluar 2 sampai 4 persen menurut manual, airnya 196,8 sampai 206,4 kg. Selisihnya kecil, dan kata "sekitar" di bab itu sudah menampungnya.

    Kondisi berhenti

    Hentikan produksi dan serahkan ke pihak yang berwenang bila:

    1. Pengaman setrika gagal pada uji awal sif (Bab 28).
    2. Retensi linen masuk berulang di atas 50 persen. Masalahnya dikembalikan ke washer-extractor dan program cuci (Bab 10 dan Bab 11), bukan dikejar dengan menaikkan suhu di atas label kain.
    3. Peringatan panas berlebih sisi atau tengah berulang walau seluruh lebar dipakai; sensor dan pemanas diperiksa menurut Bab 30.
    4. Linen kuning berulang dengan pH di luar rentang manual; kimia cuci diperiksa bersama pemasok (Bab 9).
    5. Kain sintetis meleleh dan menempel pada silinder.
    6. Tekanan uap di setrika berada di luar rentang manual unit, atau silinder tidak mencapai suhu kerja.
    7. Pita atau pembalut menyusut, robek, atau hilang (Bab 31).
    8. Silinder di bawah 100 °C pada setrika yang manualnya melarang menyetrika di bawah suhu itu.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Makin panas, makin cepat dan makin rapi." Suhu dibatasi label kain; suhu terlalu tinggi membuat linen kuning, melelehkan serat sintetis, dan merusak pita.

    "Linen yang lebih basah menghasilkan setrikaan lebih licin." Di atas 50 persen setrika harus diperlambat dan linen dapat keluar basah.

    "Kapasitas di lembar data sama dengan kilogram linen per jam." Kapasitas adalah kilogram air per jam pada 50 persen dan pemakaian silinder 100 persen; linen per jam adalah kapasitas dibagi selisih retensi masuk dan keluar.

    "Angka kelembapan di layar adalah kadar air linen." Pada manual servis 325 mm angka itu hanya indikatif.

    "Barang kecil dimasukkan di satu jalur supaya cepat." Jalur tetap membuat titik dingin, panas berlebih di bagian lain, dan pita rusak.

    "Setrika uap dapat disetel ke suhu berapa saja." Suhunya mengikuti tekanan uap di setrika, dan sebagian setrika uap tidak punya kendali suhu aktif.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 15 menempatkan setrika dalam finishing, Bab 10 dan Bab 11 menentukan air yang dibawa linen, Bab 2 membatasi suhu serat, dan Bab 3 · Utilitas menghubungkan tekanan uap dengan suhu. Bab 12 · Utilitas dan Bab 11 · Utilitas memakai energi setrika dalam neraca dan efisiensi, Bab 16 · Bangunan & Fasilitas menghitung beban panas ruang, dan Bab 9 serta Bab 19 membantu membaca linen kuning. Di kelompok setrika gulung, Bab 28 membahas keselamatan, Bab 30 pemanas dan kode galat, Bab 31 perawatan, dan Bab 32 pemasangan.

    Latihan dan pembahasan

    Angka dalam soal adalah angka latihan kecuali disebut berasal dari manual.

    1. Sepuluh sarung bantal: W1=12,6W_1 = 12{,}6 kg, W2=9,27W_2 = 9{,}27 kg, W3=9,00W_3 = 9{,}00 kg. Hitung retensi masuk dan keluar, lalu nilai terhadap pedoman manual.
    2. Sepuluh seprai berukuran 1,8 m kali 2,7 m dengan W3=7,3W_3 = 7{,}3 kg. Berapa berat kainnya?
    3. Setrika berkapasitas 35 kg/jam pada 50 persen. Berapa linen kering per jam yang dapat diproses bila linen masuk 40 persen dan keluar 3 persen?
    4. Setrika gas 52 kW berkapasitas 46 kg/jam harus menguapkan 189 kg air per hari. Perkirakan energinya.
    5. Setrika palung dengan suhu terprogram 150 °C menunjukkan palung pertama 128 °C. Berapa kecepatan otomatisnya, dan apa yang diperiksa?
    6. Operator memasukkan sarung bantal hanya di tengah silinder, lalu muncul peringatan panas berlebih di sisi. Jelaskan sebab dan perbaikannya.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Rmasuk=(12,6−9,00)/9,00=0,40R_{\text{masuk}} = (12{,}6 - 9{,}00)/9{,}00 = 0{,}40 atau 40 persen, dan Rkeluar=(9,27−9,00)/9,00=0,03R_{\text{keluar}} = (9{,}27 - 9{,}00)/9{,}00 = 0{,}03 atau 3 persen. Keduanya di dalam pedoman manual, yaitu 30 sampai 50 persen masuk dan 2 sampai 4 persen keluar.
    2. Luas total 10×1,8×2,7=48,610 \times 1{,}8 \times 2{,}7 = 48{,}6 m², sehingga berat kain 7.300/48,6=150,27.300/48{,}6 = 150{,}2 g/m². Angka ini dipakai bila pabrik memberi tabel kecepatan menurut berat kain.
    3. Linen kering paling banyak 35/(0,40−0,03)=94,635/(0{,}40 - 0{,}03) = 94{,}6 kg/jam. Angka ini batas atas, karena kapasitas diukur pada pemakaian silinder 100 persen dan anggapan kapasitas air tetap.
    4. Rasio 52/46=1,1352/46 = 1{,}13 kWh per kg air, sehingga energinya sekitar 189×1,13=213,7189 \times 1{,}13 = 213{,}7 kWh per hari. Angka itu batas atas kasar karena memakai daya terpasang pada kapasitas maksimum.
    5. Pada 130 °C atau kurang, manual memberi 5 m/menit, jadi setrika berjalan 5 m/menit. Yang diperiksa adalah retensi linen masuk dan pasokan uap atau minyak termal ke palung, karena suhu palung jauh di bawah setelan.
    6. Sisi silinder yang tidak dilewati linen tidak menguapkan air, sehingga suhunya naik melewati ambang sisi. Sarung bantal dimasukkan dari kiri ke kanan di seluruh lebar, dan peringatan dibiarkan hilang setelah sisi silinder dingin.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai
    1

    Sepuluh sarung bantal: W1=12,6W_1 = 12{,}6 kg, W2=9,27W_2 = 9{,}27 kg, W3=9,00W_3 = 9{,}00 kg. Hitung retensi masuk dan keluar, lalu nilai terhadap pedoman manual.

    2

    Sepuluh seprai berukuran 1,8 m kali 2,7 m dengan W3=7,3W_3 = 7{,}3 kg. Berapa berat kainnya?

    3

    Setrika berkapasitas 35 kg/jam pada 50 persen. Berapa linen kering per jam yang dapat diproses bila linen masuk 40 persen dan keluar 3 persen?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat