By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read
Perakitan dan pengawatan panel: rel, duct, terminal, ferrule, torsi, warna, dan label
Bab ini menjelaskan cara merakit dan mengawati panel kendali mesin supaya setiap sambungan tahan getaran dan panas serta setiap kabel dapat ditelusuri: rel menurut IEC 60715 (dengan koreksi rujukan EN 50022 di PUIL 2020 5120.5.4), talang kabel, kabel fleksibel, selongsong ujung (ferrule), sepatu kabel, pengepresan dan uji tarik, torsi terminal, warna kabel pada PHB instalasi dan panel mesin, label menurut kode referensi, pengawatan PE termasuk pintu, blok terminal IEC 60947-7-1, dan dokumentasi as-built. Contoh kerja menghitung daftar perakitan satu panel pengering dua motor: kabel, ujung, ferrule tunggal dan kembar, label, titik torsi per kelompok, dan setelan obeng torsi dari satu katalog blok terminal. Desain panas dan tata letak, kabel lapangan, dan uji pra-energi dibahas pada bab lain.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Sebuah laundry kiloan memesan panel untuk dua mesin pengering dari bengkel setempat. Delapan bulan kemudian salah satu pengering sering berhenti sendiri, kontaktornya kadang berdengung, lalu satu terminal kontaktor menghitam. Teknisi menemukan ujung kabel serabut 1,0 mm² tanpa selongsong yang kawatnya mekar ke luar klem, sepatu kabel berbentuk garpu yang kendur di terminal daya, semua kabel hitam tanpa label, dan pintu panel berisi tombol 230 V tanpa kabel PE. Pemilik akan memesan panel ketiga dan bertanya: apa yang harus diminta tertulis dan diperiksa saat serah terima? Jawabannya ada pada mutu pengerjaan, bukan pilihan komponen.
Batas pembahasan
Bab ini membahas perakitan panel kendali mesin dan panel motor tegangan rendah berkonduktor tembaga sampai sekitar 16 mm², yaitu cara mewujudkan rancangan Bab 71 (selungkup, anggaran panas, IP, tata letak, rel daya, kenaikan suhu, jarak VFD) menjadi sambungan yang tahan getaran, panas, dan pembongkaran berulang. Kabel di luar panel dibahas di Bab 73 dan pengujian sebelum energisasi di Bab 74. Bab ini pembelajaran, bukan instruksi kerja: perakitan dan perubahan dilakukan pada panel tak bertegangan, dan panel terpasang diisolasi serta diverifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan sebelum disentuh. Nilai katalog di bab ini berasal dari satu katalog blok terminal dan tidak berlaku untuk produk lain.
Norma: dua wilayah
PUIL 2020 Bagian 1, 11.3 k) mengecualikan peralatan listrik pada mesin, sehingga panel mesin cuci dan pengering mengikuti IEC 60204-1, seperti pada sirkit kendali Bab 56, sedangkan panel motor yang menjadi bagian instalasi, misalnya panel pompa di PHB gedung (PSDK), mengikuti Bagian 5-511. Lampiran A.5110 meminta konduktor gawai kendali sekurangnya 1,0 mm² kecuali yang sudah terpasang di dalam gawai (A.5110.13.4.3), kemampuan terminal sekurangnya sama dengan sakelar sirkitnya, dan sepatu kabel yang sesuai ukuran kabel tanpa mencampur aluminium dan tembaga kecuali dengan bimetal (A.5110.13.5). Ayat 526 dan Lampiran K.52.11 tentang hubungan listrik mengikat wilayah PUIL dan sejalan dengan IEC 60204-1 13.1.
Rel, talang kabel, dan tata letak fisik
Komponen modular dipasang pada rel topi (top hat rail). IEC 60715:2017 menetapkan dimensi rel dan kaki pemasang supaya perangkat dari pabrikan berbeda saling pakai, antara lain rel topi TH 15-5,5, TH 35-7,5, TH 35-15, dan TH 75-25. Edisi 2017 menyerahkan fungsi rel sebagai penghantar pembumian protektif kepada standar produk, sehingga rel tidak otomatis menjadi konduktor PE.
PUIL 2020 5120.5.4, klausul Bagian 5-512 untuk PHB yang dioperasikan orang awam dan bukan untuk panel mesin, menyebut rel ini menurut EN 50022 atau DIN 46277-3 dan menganjurkan bahan "sebaiknya tembaga". Kedua rujukan sudah ditarik: DIN EN 50022 digantikan DIN EN 60715 pada September 2001, dan DIN 46277-3 sudah digantikan EN 50022 sejak 1978.
IEC 60715 mengatur dimensi dan fungsi pemasangan, lampiran normatifnya memberi syarat khusus untuk rel baja, dan standar itu tidak menganjurkan tembaga; rel penopang lazimnya baja berlapis. Rel yang ikut menjadi konduktor proteksi melalui blok terminal PE diatur IEC 60947-7-2, bukan ditentukan oleh bahan relnya.
Rel dipotong rata, dikencangkan ke pelat pada jarak anjuran pabrikan, dan setiap deret blok terminal diapit klem ujung. Kabel dialirkan dalam talang kabel bercelah (wiring duct) yang tahan rambat api dan tidak terisi berlebihan. Terminal kabel kendali dipisah dari terminal daya menjadi deret berbeda, misalnya -X1 dan -X2 (A.5110.1.5). Konduktor bertegangan berbeda yang berbagi talang harus berisolasi untuk tegangan tertinggi di talang itu atau dipisah sekat (IEC 60204-1 13.1.3). Isi talang diperiksa dengan perbandingan luas:
dengan jumlah kabel berdiameter luar (mm) dari lembar data kabel dan luas penampang dalam talang (mm²). Bab ini tidak memberi angka isi maksimum; batasnya keputusan desain yang ditulis di spesifikasi.
Kabel fleksibel, ferrule, lug, dan pengepresan
Mesin laundry bergetar saat drum memeras, sehingga pengawatan internal lazim memakai kabel inti tunggal fleksibel berkawat halus kelas 5 atau 6 menurut IEC 60228, misalnya NYAF (Tabel K.52.3 PUIL 2020) dengan kelas dibaca di lembar data kabel. Kawat halus yang dijepit langsung oleh sekrup dapat mekar, terpotong, atau menyentuh terminal tetangga, sehingga PUIL 2020 526.8.1 meminta terminal yang sesuai atau perlakuan ujung konduktor. Daftar periksa IEC 60204-1 meminta selongsong pada ujung konduktor berkawat banyak.
Selongsong ujung kabel (ferrule, istilah PUIL: selongsong) adalah tabung tembaga bertimah yang dipres di ujung konduktor; jenis berkerah plastik menahan isolasi. Ukurannya mengikuti luas penampang, dan panjang logamnya mengikuti panjang kupas di lembar data terminal, yang juga menyebut rentang konduktor berselongsong yang diterimanya. Dua konduktor pada satu klem hanya boleh bila terminalnya dirancang untuk itu (IEC 60204-1 13.1.1), dan PUIL K.52.11.3.4 meminta sepatu kabel, selongsong, atau gawai lain yang diizinkan supaya semua konduktor terjepit tanpa kawat terpotong. Bentuk praktisnya selongsong kembar (twin ferrule) untuk dua konduktor berukuran sama. Terminal klem pegas dapat menerima kawat halus tanpa selongsong bila pabrikannya menyatakan demikian.
Sepatu kabel (lug, juga disebut skun) adalah ujung logam yang dipres pada kabel untuk terminal baut dan tiang (stud), misalnya batang PE bertipe baut dan tiang ikatan pintu, dalam bentuk pin, garpu (U), atau cincin. Pada mesin bergetar, sepatu cincin tidak dapat lepas selama mur belum dibuka, sedangkan sepatu garpu dapat tergelincir begitu sekrup sedikit kendur, seperti pada kasus pembuka. Sepatu kabel tersolder tidak boleh di titik bergetar (K.52.11.1.11), dan ujung tersolder tidak boleh pada hubungan yang mengalami gerakan relatif (526.8.3).
Mutu pres ditentukan oleh pasangan konduktor, selongsong, dan alat pres (crimp). Tang pres berpenahan (ratchet) tidak dapat dibuka sebelum siklus tekan selesai, sehingga tekanan tidak bergantung pada tenaga tangan, dan profilnya harus cocok dengan ukuran selongsong. IEC 60352-2:2024 mengatur sambungan pres tanpa solder untuk kawat serabut 0,05 sampai 10 mm², dengan uji kuat tarik di 7.3.1 dan gaya tarik minimum di Tabel 7; gaya minimumnya diambil dari standar itu atau lembar data pabrikan alat pres. Uji tarik merusak dan dilakukan pada potongan contoh: di awal pekerjaan untuk setiap ukuran, setiap ganti alat atau rahang, dan bila visual meragukan. Pada kabel terpasang cukup tarikan tangan ringan setelah klem dikencangkan.
Torsi terminal
Sambungan sekrup bekerja karena gaya jepit menekan permukaan logam sampai resistansi kontaknya kecil; bila gaya itu kurang, resistansi kontak naik dan daya panas di titik itu naik sebanding:
dengan daya panas sambungan (W), arus efektif (A), dan resistansi kontak (Ω). Panas mengoksidasi permukaan, menaikkan resistansi lagi, dan dapat berakhir dengan terminal hangus tanpa MCB bekerja, karena arus sirkitnya tidak berubah. Torsi berlebih juga merusak: kawat terpotong, ulir rusak, atau rumah terminal retak.
Torsi yang benar adalah nilai pabrikan terminal itu. Satu katalog blok terminal sekrup memberi 0,5 sampai 0,6 N·m dan arus nominal 24 A untuk blok 2,5 mm², 0,6 sampai 0,8 N·m dan 32 A untuk blok 4 mm², serta 1,5 sampai 1,8 N·m dan 41 A untuk blok 6 mm²; kontaktor, MPCB, dan catu daya memakai lembar datanya masing-masing.
Obeng torsi dengan simpangan relatif menghasilkan torsi antara dan untuk setelan , sehingga setelan harus memenuhi
dengan dan batas torsi pabrikan (N·m). Jendela itu ada hanya bila . ISO 6789-1:2017 memberi simpangan relatif maksimum ±6 % untuk semua kelas obeng torsi, sedangkan ±4 % hanya berlaku untuk kelas tertentu di atas 10 N·m; simpangan alat yang dipakai dibaca pada sertifikat kalibrasinya, seperti diuraikan Bab 1 · Data & Pengukuran.
Setiap titik yang sudah dikencangkan diberi tanda torsi berupa garis cat tipis melintasi kepala sekrup dan badan terminal, lalu dicatat; garis yang putus menandakan sekrup pernah diputar. Daftar periksa IEC 60204-1 meminta sambungan, terutama PE, diamankan terhadap kendur tak disengaja.
Blok terminal berklem sekrup dan tanpa sekrup 0,05 sampai 300 mm² diatur IEC 60947-7-1:2025, dan blok terminal PE diatur IEC 60947-7-2:2009.
Warna kabel daya dan kendali
Di wilayah PUIL, warna PHB mengikuti 5210 (5110.5.2), dan 5210.1.1 menyatakan warna yang lebih disukai untuk konduktor lin AC adalah hitam, cokelat, dan abu-abu, termasuk untuk instalasi di dalam peralatan listrik. Hijau-kuning hanya untuk konduktor pembumian, proteksi, dan ikatan (5210.1.2); biru untuk netral dan tidak boleh untuk konduktor lain bila ada netral (5210.1.3); konduktor lin DC lebih disukai merah untuk positif dan putih untuk negatif (5210.2). Di panel mesin, IEC 60204-1 13.2 memberi hijau-kuning untuk PE, biru muda untuk netral, dan sebagai rekomendasi hitam untuk sirkit daya AC dan DC, merah untuk kendali AC, biru untuk kendali DC, serta oranye untuk sirkit yang dikecualikan; hijau atau kuning tunggal dihindari bila dapat tertukar dengan hijau-kuning.
Sirkit yang dikecualikan tetap bertegangan walaupun pemutus suplai mesin dibuka, sehingga oranye menjadi peringatan (Bab 56). Benturan terjadi pada biru: di panel bernetral wilayah PUIL, misalnya panel pompa di PHB gedung, biru untuk kendali 24 V DC melanggar 5210.1.3, dan teknisi instalasi akan membacanya sebagai netral. Sikap bab ini: panel di wilayah PUIL memakai skema PUIL, yaitu warna fasa untuk konduktor lin AC termasuk kendali AC yang diambil dari fasa, netral biru, PE hijau-kuning, dan kendali DC merah (+) serta putih (−); sirkit kendali dibedakan dengan label dan luas penampang. Panel mesin memakai skema IEC 60204-1, dan skema yang dipakai ditulis di lembar keterangan diagram serta di bagian dalam pintu.
Pengawatan PE di panel dan pintu
Semua bagian konduktif terbuka yang dapat bertegangan saat gangguan dihubungkan ke sirkit ikatan protektif (IEC 60204-1 8.2.1), yang di panel berpusat pada batang PE. Daftar periksa IEC 60204-1 meminta satu konduktor proteksi per titik sambung, titik sambung PE ditandai simbol pembumian protektif, huruf PE, atau hijau-kuning, dan talang logam atau selubung kabel tidak dipakai sebagai konduktor proteksi. Pelat pemasang dihubungkan ke batang PE dengan konduktor tersendiri, dan cat di bawah titik ikatan dikerok atau diberi ring bergerigi, karena daya hantar titik ikatan tidak boleh turun oleh pengaruh mekanis, kimia, atau elektrokimia (8.2.3). Ukuran PE sampai 16 mm² umumnya sama dengan konduktor fasanya menurut IEC 60364-5-54; klausul PUIL padanannya belum dapat dipastikan.
Pintu logam yang memuat tombol atau lampu 230 V dapat bertegangan bila satu kabel di pintu terkelupas. Pintu itu dihubungkan ke batang PE dengan konduktor fleksibel hijau-kuning bersepatu cincin; engsel tidak diandalkan karena cat, pelumas, dan karat. PUIL 2020 A.5110.10.3.1.2 menuliskannya untuk PHB tertutup luar ruang: pintu logam dibumikan melalui konduktor fleksibel, dan pada pintu bahan isolasi, instrumen ukur yang memiliki BKT dihubungkan ke konduktor proteksi. Untuk panel dalam ruang dan panel mesin, kesimpulan yang sama diturunkan dari 8.2.1.
Label, kode referensi, dan dokumentasi as-built
Isi label sama dengan kode referensi di diagram, misalnya -Q1, -F1, atau -X1:3, mengikuti huruf kelas IEC 81346-2 yang dipakai Bab 50, dan terminal gawai kendali diberi tanda (5110.5.4). PUIL 2020 5110.6.3 meminta label yang dapat dibaca, permanen, sesuai lingkungan fisik, dan identik dengan diagram pengawatan. Label komponen dipasang pada perangkat dan pada pelat atau talang di sampingnya, karena perangkat yang diganti membawa labelnya pergi, dan setiap kabel diberi penanda cetak di kedua ujungnya, karena tulisan tangan di selotip luntur di ruang lembab. Sistem nomor potensial memberi nomor sama pada semua kabel di satu simpul, sedangkan sistem alamat tujuan mencetak alamat ujung lawan, misalnya kabel di -Q4:14 bertuliskan "-X2:5". Keduanya sah bila sama dengan tabel sambungan, asal tidak dicampur dalam satu panel.
Dokumentasi as-built (as-built documentation) menggambarkan panel sebagaimana terpasang, dengan paket minimum berupa diagram sirkit yang diperbarui, daftar komponen dengan kode referensi, tipe, dan setelan, tabel sambungan berisi setiap kabel dengan ukuran, warna, dan kedua ujungnya, daftar kabel lapangan, serta lembar pemeriksaan mutu. PUIL 2020 meminta bagan sirkit terpasang di tempat yang mudah dilihat dan PHB bergawai kendali dilengkapi gambar beserta penjelasan (5110.5.3, 5110.5.5), dan lembar pemeriksaan mutu menjadi bukti awal bagi verifikasi rutin 5110.11. Untuk panel mesin padanannya IEC 60204-1 klausul 17. Setiap perubahan lapangan diperbarui melalui pengendalian dokumen, seperti diminta Bab 52.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Semua perubahan dilakukan pada panel yang sudah diisolasi dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan.
Contoh 1: ukuran, warna, dan daftar kabel panel pengering. Panel mesin pengering dua motor asut langsung (kipas -M1, drum -M2) bersuplai 3 fasa, netral, dan PE 400/230 V. Di pelat ada sakelar utama -Q1 25 A, MPCB -Q2 (kipas) dan -Q3 (drum), kontaktor -Q4 dan -Q5 berkoil 24 V DC dengan kontak bantu 13-14, MCB 2 kutub -F1 untuk primer catu daya, catu daya -T1 230 V AC/24 V DC (terminal L, N, PE, dua +, dua −), MCB -F2 di keluaran DC, batang PE berklem, serta deret -X1 (daya) dan -X2 (kendali); di pintu ada stop -S1 (11-12), start -S2 (13-14), dan lampu jalan -P1, dan sakelar pintu mesin -B1 di lapangan masuk lewat -X2:1 dan -X2:2. Sirkitnya +24 V melalui -F2, -B1, -S1, dan -S2 ke koil -Q4 dan -Q5 yang diparalel, dengan penahan -Q4:13-14; lampu dicatu dari -F2 melalui -Q5:13-14, dan sisi 0 V dihubungkan ke PE di -T1 seperti pada Bab 56. Sakelar pintu di sini fungsional, bukan fungsi keselamatan. Sistem suplai diandaikan TN-S, sehingga netral tidak melewati sakelar utama tiga kutub; pada sistem lain jumlah kutub diputuskan saat desain dan hitungan berubah.
Dengan proteksi hulu 16 A, distribusi utama 2,5 mm², cabang motor setelah MPCB 1,5 mm², dan semua kendali 1,0 mm², berwarna menurut IEC 60204-1 karena panel mesin: daya hitam, netral biru muda, primer catu daya merah, kendali DC biru, PE hijau-kuning. Kendali 1,0 mm², di atas minimum 0,2 mm² dalam daftar periksa IEC 60204-1, dipilih agar satu ukuran selongsong dan satu profil pres berlaku untuk semua kabel kendali, sama dengan batas A.5110.13.4.3 untuk PHB. Setiap sambungan antara dua titik jepit adalah satu kabel, sehingga daftarnya berisi 45 kabel: distribusi utama 11, cabang motor 12, primer catu daya 2, kendali 24 V DC 13 dari -T1:+ lewat -F2 sampai koil, penahan, dan lampu, dan PE 7 (1,0 sampai 2,5 mm²) untuk tiga PE masuk dan motor, pelat, pintu, -T1:PE, dan 0 V.
Contoh 2: pengawatan pintu panel yang sama. Enam kabel kendali berada di pintu: lima melintasi engsel, satu per simpul (+24 V setelah -B1, simpul -S1/-S2, keluaran -S2, catu lampu, 0 V lampu), ditambah jembatan lokal -S1:12 ke -S2:13, dihitung seperti di Bab 50. Bersama kabel ikatan PE, enam konduktor melintasi engsel. Bundel pintu diberi pelindung spiral, lengkung di sisi engsel, dan penjepit di kedua sisi supaya terminalnya bebas tarikan (526.6). Perangkat pintu contoh ini 24 V DC, tetapi pintu tetap diikat karena sirkit 24 V itu belum dibuktikan PELV (Bab 56), dan sirkit FELV menurut 411.7 meminta bagian konduktif terbuka terhubung ke konduktor proteksi (Bab 12).
Contoh 3: ujung, titik jepit, selongsong, dan label. Daftar 45 kabel memberi . Sepuluh titik memuat dua konduktor: -Q1:2, -Q2:1, -Q2:3, dan -Q2:5 pada 2,5 mm², serta -F2:2, -S2:13, -Q4:14, -Q4:A1, -Q5:A2, dan -T1:− kedua pada 1,0 mm². Tidak ada titik berisi tiga konduktor; rute 0 V sengaja memakai terminal − kedua supaya ikatan 0 V ke PE menempati terminal − pertama sendirian. Ujung pelat dan ujung pintu kedua kabel ikatan memakai sepatu cincin, dan sisanya selongsong:
Rinciannya 18 selongsong 2,5 mm², 28 selongsong 1,5 mm², dan 22 selongsong 1,0 mm², ditambah selongsong kembar 4 buah mm² dan 6 buah mm². Dengan cadangan 10 % untuk salah pres dan contoh uji tarik, dibulatkan ke atas, pesanan menjadi 20, 31, dan 25 selongsong tunggal serta 5 dan 7 selongsong kembar. Terminal yang menerima selongsong kembar dicek dulu di lembar datanya. Labelnya 90 label kabel, 16 untuk delapan perangkat di pelat, 6 untuk tiga perangkat pintu, 17 penanda terminal (10 blok tembus dan 3 blok PE di -X1, 2 blok di -X2, 2 penanda deret), dan 3 tanda PE (batang PE, tiang pelat, tiang pintu), jadi label.
Contoh 4: kemampuan terminal, kelompok torsi, dan lembar mutu. Sakelar utama 25 A melebihi arus nominal blok 2,5 mm² di katalog (24 A), jadi -X1:1…4 memakai blok 4 mm² (32 A), sejalan dengan A.5110.13.5.3. Blok 2,5 mm² cukup untuk kendali dan terminal motor, yang MPCB dan kontaktornya 24 A atau kurang. Dengan %, kelompok A (blok 4 mm², -X1:1…4, 4 titik, 0,6 sampai 0,8 N·m) berjendela 0,638 sampai 0,755 dan disetel 0,70 N·m, kelompok B (blok 2,5 mm², -X1:5…10 dan -X2:1…2, 8 titik, 0,5 sampai 0,6 N·m) berjendela 0,532 sampai 0,566 dan disetel 0,55 N·m, sedangkan kelompok C (66 titik pada -Q1 sampai -Q5, -F1, -F2, -T1, perangkat pintu, batang PE, dan blok PE) dan D (2 tiang ikatan pelat dan pintu) mengikuti lembar data masing-masing. Jumlahnya , sama dengan titik jepit Contoh 3; bila berbeda, ada titik yang terlewat atau kabel yang belum tercatat. Sisi lapangan -X1 dan -X2 (15 titik) dikencangkan saat pemasangan dan dicatat di lembar yang sama.
Lembar pemeriksaan mutunya memuat pres (uji tarik contoh per ukuran dan tiap ganti rahang memenuhi gaya tarik standar atau pabrikan; visual semua ujung tanpa kawat di luar), konduktor per titik (maksimum dua dengan selongsong kembar, PE satu per titik), torsi (obeng tersetel per kelompok; 80 titik bertanda dan tercatat), warna dan label (sesuai skema; 132 label identik dengan diagram), PE (jalur pelat, pintu, dan PE masuk; ikatan bersepatu cincin, kontinuitas diuji pada uji pra-energi), dan dokumen (diagram, daftar komponen, dan tabel sambungan sama dengan isi panel). Satu saja titik jepit yang terlewat torsinya menjadi titik yang menghitam kemudian, jadi pemilik di kasus pembuka dapat meminta daftar kabel, daftar komponen, dan lembar ini sebagai syarat serah terima.
Contoh 5: isi talang setelah penambahan sensor. Talang mm di panel pompa air bersih sebuah hotel berisi 30 kabel berdiameter 2,8 mm dan 12 kabel berdiameter 3,9 mm, yaitu 328,1 mm² atau sekitar 33 %. Spesifikasi pemilik membatasi isi 40 %, dan sensor tekanan dan level baru membawa 16 kabel 2,8 mm lagi.
Hasilnya melampaui batas spesifikasi, sehingga kabel baru dialirkan di talang kedua atau talang diganti mm (isi 26,7 %). Bila sirkit bertegangan berbeda berbagi talang, isolasi untuk tegangan tertinggi atau sekat tetap diperiksa.
Contoh 6: satu obeng untuk tiga kelompok torsi. Perakit panel pengering laundry sebuah rumah sakit ingin memakai satu setelan untuk blok 2,5 mm² (0,5 sampai 0,6 N·m), blok 4 mm² (0,6 sampai 0,8 N·m), dan terminal kontaktor yang menurut lembar datanya 0,8 sampai 1,2 N·m. Dengan %:
Ketiga jendela tidak bertumpang, sehingga diperlukan tiga setelan, misalnya 0,55; 0,70; dan 1,0 N·m, dan pekerjaan diurutkan per kelompok supaya setelan tidak tertukar. Obeng ±10 % masih berjendela untuk kontaktor (0,889 sampai 1,091 N·m) dan blok 4 mm² (0,667 sampai 0,727 N·m), tetapi tidak untuk blok 2,5 mm².
Kondisi berhenti
Bila salah satu keadaan berikut ditemukan, pekerjaan dihentikan atau panel ditahan, dan keputusan lanjutannya diserahkan kepada personel kompeten yang bertanggung jawab atas panel itu.
- Panel terpasang tidak dibuka untuk perubahan pengawatan sebelum sumbernya, termasuk sumber sirkit oranye dari panel lain (Bab 56), diisolasi, dikunci, dan diverifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan.
- Pengepresan berhenti bila contoh uji tarik gagal atau profil alat tidak cocok dengan selongsong; ujung yang dibuat dengan alat itu dipotong dan diulang.
- Pengencangan berhenti bila torsi pabrikan tidak diketahui atau obeng torsi tidak memiliki jendela setelan yang memenuhi rumus di bagian torsi terminal.
- Titik berisi tiga konduktor, dua konduktor tanpa selongsong kembar pada terminal yang tidak dirancang untuk itu, atau dua konduktor PE pada satu titik diperbaiki sebelum panel dinyatakan selesai.
- Panel tidak diserahkan bila pintu logam berperangkat listrik belum berikatan PE fleksibel, atau biru dipakai untuk kendali DC di panel bernetral tanpa skema warna tertulis.
- Panel tidak diserahkan bila label atau diagram berbeda dengan isi panel; perbedaan diperbaiki melalui pengendalian dokumen.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Rel omega dipilih kecil karena kabelnya kecil.
Why is it wrong?
Ukuran rel ditentukan kaki pemasang perangkat menurut IEC 60715; perangkat modular panel kendali memakai rel topi 35 mm apa pun ukuran kabelnya, dan rel tidak otomatis menjadi PE walaupun terbuat dari logam.
Common misconception
Ujung serabut cukup disolder timah, lalu disekrup.
Why is it wrong?
Timah mengalir di bawah tekanan sekrup, dan PUIL 2020 melarang ujung tersolder pada hubungan bergerak relatif serta sepatu tersolder di titik bergetar dan solder pada konduktor yang mengalami gaya mekanis (526.8.3, K.52.11.1.11, K.52.11.1.13). K.52.11.3.2 c) masih mendaftar penyolderan kawat bersama lalu dijepit; cara itu tidak dipakai di panel mesin bergetar.
Common misconception
Mata itik juga berlaku untuk kabel serabut di panel.
Why is it wrong?
Mata itik, yaitu konduktor padat yang dibengkokkan menjadi mata di bawah sekrup dan ring, benar untuk terminal sakelar dan kotak kontak. Kawat halus di panel diberi selongsong atau sepatu cincin yang dipres.
Common misconception
Kabel biru pasti netral.
Why is it wrong?
Di panel mesin, biru adalah rekomendasi IEC 60204-1 untuk kendali DC dan netral berwarna biru muda, sedangkan di wilayah PUIL biru disisakan untuk netral (5210.1.3). Warna tidak pernah menggantikan verifikasi bebas tegangan dan pembacaan skema warna di lembar keterangan.
Hubungan dengan bab lain
Dasar bab ini adalah Bab 50 (kode referensi dan tabel sambungan), Bab 46 (nomor terminal), Bab 56 (suplai 24 V DC dan arti oranye), dan Bab 71 (desain panel). Bab 74 menguji kontinuitas PE, Bab 80 membahas terminal panas sebagai gejala, dan Bab 1 · Data & Pengukuran kalibrasi obeng torsi.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Hitung jendela setelan blok terminal 6 mm² dari katalog (1,5 sampai 1,8 N·m) untuk % (obeng torsi menurut ISO 6789-1) dan %, lalu tentukan obeng yang boleh dipakai.
See the worked solution
Untuk %, jendelanya sampai N·m, jadi setelan 1,65 N·m masuk. Untuk %, melebihi , sehingga tidak ada setelan yang menjamin torsi di dalam rentang ( lebih kecil dari ). Obeng yang memenuhi ISO 6789-1 boleh dipakai, obeng ±10 % tidak, dan simpangan nyatanya dibaca dari sertifikat kalibrasi.
Terminal daya menghantar 16 A dengan resistansi kontak 0,4 mΩ saat baru dan 12 mΩ setelah sekrup kendur. Hitung daya panasnya pada kedua keadaan dan jelaskan mengapa MCB sirkit itu tidak bekerja.
See the worked solution
Saat baru W, saat kendur W, sekitar 30 kali lipat di satu terminal. MCB bekerja menurut arus, dan 12 mΩ hampir tidak mengubah impedansi sirkit, sehingga arus tetap 16 A dan pemanasan berlanjut sampai isolasi atau rumah terminal rusak; pencegahannya torsi dan tanda torsi saat perakitan.
Panel Contoh 1 ditambah lampu kipas jalan -P2 di pintu, dicatu blok bantu baru pada -Q4 (33-34 NO dan 41-42 NC, seperti contoh di Bab 50); -F2:2 sudah memuat dua konduktor, -Q5:13 baru satu. Rancang pengawatannya tanpa titik berisi tiga konduktor dan tanpa sirkit yang lolos dari -F2, lalu hitung kabel, selongsong, label kabel, dan titik torsi.
See the worked solution
Catu diambil dari -Q5:13, yang sudah di hilir -F2; -T1:+ kedua tidak dipakai karena kabel dari situ tidak diproteksi -F2. Tiga kabel baru (6 ujung) adalah -Q5:13 ke -Q4:33 di pelat, -Q4:34 ke -P2:X1 lewat bundel pintu, dan jembatan -P2:X2 ke -P1:X2, dan 41-42 menjadi cadangan tanpa alamat. Karena -Q5:13 dan -P1:X2 kini memuat dua konduktor, selongsong lama di kedua titik dipotong dan ujungnya dipres ulang bersama kabel baru dalam selongsong kembar mm², setelah lembar data terminalnya dicek. Kebutuhannya 4 selongsong tunggal, 2 selongsong kembar, 6 label kabel, 2 label perangkat -P2, dan 6 titik torsi, dua di antaranya titik lama yang ditandai ulang; hanya satu kabel baru melintasi engsel, dan diagram, tabel kontak -Q4, serta daftar kabel diperbarui.
Panel pompa air bersih di PHB gedung hotel memakai kendali 24 V DC berkabel biru, sedangkan netral 230 V lampu indikatornya juga biru. Nilai susunan itu dan usulkan skema warna.
See the worked solution
Tidak memenuhi 5210.1.3, karena panel itu bernetral dan biru hanya untuk netral, dan berbahaya karena kabel 24 V dan netral dapat tertukar saat diagnosis. Usulannya skema PUIL sesuai sikap bab: kendali DC merah (+) dan putih (−) menurut 5210.2, kendali AC berwarna fasa, netral biru, PE hijau-kuning, label pembeda sirkit kendali, dan skema tertulis di pintu.
Teknisi berpendapat pintu panel logam bertombol dan berlampu 230 V tidak perlu kabel PE karena engselnya logam dan rangka panel sudah dibumikan. Nilai pendapat itu.
See the worked solution
Tidak dapat diterima. Pintu yang memuat perangkat 230 V dapat bertegangan saat satu kabel terkelupas, jadi harus terhubung ke sirkit ikatan protektif (8.2.1), dan engsel tidak menjamin kontak karena cat, pelumas, dan karat. Pasang konduktor fleksibel hijau-kuning bersepatu cincin ke batang PE, lalu buktikan kontinuitasnya pada uji pra-energi.
Panel pompa di PHB gedung diawati kabel kendali 0,75 mm², dan panel mesin cuci diawati 0,5 mm² untuk masukan PLC 24 V DC. Nilai keduanya terhadap norma masing-masing.
See the worked solution
Panel pompa di PHB gedung berada di wilayah PUIL, sehingga A.5110.13.4.3 meminta sekurangnya 1,0 mm² dan 0,75 mm² tidak memenuhi. Panel mesin cuci berada di wilayah IEC 60204-1, yang menurut daftar periksanya mengizinkan kendali serendah 0,2 mm² di dalam selungkup, jadi 0,5 mm² dapat diterima bila proteksi arus lebih, selongsong, dan terminalnya sesuai serta kabelnya ditopang.
Referensi
External sources
- IEC 60715:2017 (Ed. 2.0), Standardized mounting on rails for mechanical support of switchgear, controlgear and accessorieswebstore.iec.ch
- DIN EN 50022:1978-05, status ditarik dan digantikan DIN EN 60715:2001-09dinmedia.de
- IEC 60947-7-1:2025 (Ed. 4.0), Terminal blocks for copper conductorswebstore.iec.ch
- IEC 60947-7-2:2009 (Ed. 3.0), Protective conductor terminal blocks for copper conductorswebstore.iec.ch
- IEC 60204-1:2016 (Ed. 6.0), pratinjau resmi berisi daftar isicdn.standards.iteh.ai
- List of the safety testing of machines, Electrical equipment (06.2020), daftar periksa terhadap IEC 60204-1:2016 (sekunder)publikationen.dguv.de
- EN/IEC 60204-1 klausul 13, praktik pengawatan dan warna konduktor (sekunder)gt-engineering.it
- IEC 60352-2:2024 (Ed. 3.0), Solderless connections, Part 2: Crimped connections, pratinjauwebstore.ansi.org
- ISO 6789-1:2017, Hand torque tools, Part 1, pratinjau (Tabel 3 dan 4)cdn.standards.iteh.ai
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Perakitan dan pengawatan panel: rel, duct, terminal, ferrule, torsi, warna, dan label. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/perakitan-dan-pengawatan-panel-rel-duct-terminal-ferrule-torsi-warna-dan-label
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Hitung jendela setelan blok terminal 6 mm² dari katalog (1,5 sampai 1,8 N·m) untuk % (obeng torsi menurut ISO 6789-1) dan %, lalu tentukan obeng yang boleh dipakai.
Terminal daya menghantar 16 A dengan resistansi kontak 0,4 mΩ saat baru dan 12 mΩ setelah sekrup kendur. Hitung daya panasnya pada kedua keadaan dan jelaskan mengapa MCB sirkit itu tidak bekerja.
Panel Contoh 1 ditambah lampu kipas jalan -P2 di pintu, dicatu blok bantu baru pada -Q4 (33-34 NO dan 41-42 NC, seperti contoh di Bab 50); -F2:2 sudah memuat dua konduktor, -Q5:13 baru satu. Rancang pengawatannya tanpa titik berisi tiga konduktor dan tanpa sirkit yang lolos dari -F2, lalu hitung kabel, selongsong, label kabel, dan titik torsi.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 73.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 71.