By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read
Multimeter digital: tegangan, arus, resistansi, true RMS, dan efek pembebanan
Dua alat ukur memberi angka berbeda untuk arus yang sama, dan sebuah inti kabel yang seharusnya mati menunjukkan 80 V. Bab ini menjelaskan apa yang sebenarnya diukur multimeter digital: blok fungsi dan terminal, impedansi masukan dan efek pembebanan, tegangan hantu dan fungsi impedansi rendah, perbedaan alat rata-rata terkalibrasi dan true RMS, pengukuran arus seri, resistansi dan kontinuitas, uji dioda dan kapasitor dasar, serta arti spesifikasi akurasi. Enam contoh kerja menafsirkan pembacaan di laundry, hotel, dan rumah sakit. Bab ini bukan instruksi kerja bertegangan.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Sebuah laundry memasang mesin pengering baru. Kabel kendali berinti banyak sepanjang 40 m ditarik dari PHB ke panel tombol di dekat mesin, dan satu intinya disisakan sebagai cadangan tanpa disambung di kedua ujung. Sebelum menyambung inti cadangan itu, teknisi mengukurnya terhadap inti PE dan layar multimeternya menunjukkan 80 V. Seorang rekan berkata angka itu "cuma tegangan hantu", rekan lain menolak menyentuh kabel sebelum PHB dimatikan seluruhnya. Pada minggu yang sama, arus masukan pengubah frekuensi penggerak drum mesin itu terbaca 1,7 A oleh satu alat dan 3,0 A oleh alat lain. Kedua kejadian itu bukan kerusakan alat, dan keduanya tidak boleh diputuskan dengan menebak.
Batas pembahasan
Bab ini membahas multimeter digital genggam pada instalasi tegangan rendah dan sirkit kendali: fungsi tegangan, arus, resistansi, kontinuitas, dioda, dan kapasitansi, beserta pembebanan, tegangan hantu, true RMS, dan akurasi. Dasarnya adalah hukum Ohm dan pembagi tegangan di Bab 1, serta nilai efektif dan faktor puncak di Bab 4. Kategori ukur, kabel uji, sekering berenergi tinggi, dan verifikasi bebas tegangan dibahas di Bab 14, dan bab itu menjadi prasyarat setiap pengukuran di sini. Tang ampere ada di Bab 16, uji resistansi isolasi di Bab 17, dan uji kontinuitas konduktor proteksi, impedansi lingkar, serta RCD di Bab 18. Setiap pengukuran bertegangan yang disebut di bab ini mensyaratkan personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.
Blok fungsi dan terminal
Blok masukan multimeter digital mengubah besaran yang diukur menjadi tegangan kecil: pembagi resistif untuk tegangan, resistor shunt untuk arus, dan sumber arus kecil untuk resistansi. Pengubah AC menyearahkan atau menghitung nilai efektif sinyal bolak-balik, lalu pengubah analog-digital mengubahnya menjadi angka di layar.
Umumnya ada tiga atau empat terminal: COM sebagai acuan, terminal V/Ω untuk tegangan, resistansi, dioda, dan kapasitansi, serta satu atau dua terminal arus (mA dan A). Terminal arus tersambung ke COM melalui shunt beresistansi sangat kecil dan sekering. Akibatnya, kabel uji yang tertinggal di terminal A lalu ditempelkan pada dua titik bertegangan membentuk hubung pendek melalui alat. Sebagian buku ajar multimeter tidak menyebut bahaya ini sama sekali. Pemilihan jangkauan otomatis (autorange) tidak melindungi dari salah fungsi dan salah terminal.
Impedansi masukan dan efek pembebanan
Alat ukur ideal tidak mengubah rangkaian yang diukur: amperemeter ideal tidak mempunyai resistansi dalam, dan voltmeter ideal mempunyai resistansi dalam tak berhingga. Alat nyata digambarkan sebagai alat ideal yang diseri dengan resistansi dalam (amperemeter) atau diparalel dengannya (voltmeter).
Impedansi masukan (input impedance) adalah resistansi dalam voltmeter digital yang terpasang paralel dengan titik ukur. Satu lembar data pabrik menyebut 10 MΩ dengan kapasitansi paralel di bawah 100 pF untuk tegangan DC maupun AC. Pada 50 Hz, reaktansi 100 pF sekitar 32 MΩ, jadi yang dominan adalah resistansi 10 MΩ. Bila titik ukur dipandang sebagai sumber Thevenin dengan tegangan dan resistansi , tegangan yang terbaca adalah
dengan impedansi masukan alat dalam ohm. Rumus ini berlaku untuk rangkaian linear; untuk AC, resistansi diganti impedansi dan besarnya dihitung dengan fasor.
Keluaran sensor bersumber 12 V dengan MΩ terbaca V oleh alat 10 MΩ, terlalu rendah sekitar 9%. Voltmeter dengan resistansi masukan 200 kΩ, nilai yang wajar untuk meter analog tua pada jangkauan tegangan kecil, hanya membaca V. Pada sirkit daya, hanya sepersekian ohm sehingga pembebanan tidak terasa. Pembebanan menjadi berarti pada sirkit sinyal berimpedansi tinggi, seperti sirkit sensor di Bab 2, dan pada konduktor yang mengambang.
Tegangan DC dan tegangan AC
Pada fungsi tegangan DC, alat menampilkan nilai rata-rata beserta tandanya; polaritas terbalik hanya memunculkan tanda minus. Tegangan penyearah yang masih berdenyut terbaca sebagai rata-ratanya, sehingga puncaknya tidak terlihat. Pada fungsi tegangan AC, kebanyakan alat memblokir komponen DC dengan kopling kapasitor, sehingga untuk sinyal berisi DC dan AC sekaligus, fungsi AC tidak menampilkan nilai efektif totalnya; sebagian alat menyediakan fungsi AC+DC. Akurasi fungsi AC hanya berlaku pada rentang frekuensi yang ditulis pabrik, sehingga pembacaan pada 5 Hz di keluaran pengubah frekuensi perlu dicocokkan dengan spesifikasi alat.
Angka tegangan AC di layar dibandingkan dengan tegangan nominal dan pelat nama, yang semuanya nilai efektif. Menurut PUIL 2020 Bagian 4-41, butir 410.3.1, voltase bolak-balik berarti nilai efektifnya kecuali dinyatakan lain. Pembandingan itu sah hanya bila alat benar-benar menampilkan nilai efektif untuk bentuk gelombang yang diukur.
Tegangan hantu dan fungsi impedansi rendah
Konduktor yang tidak tersambung ke sumber mana pun tetapi berjalan sejajar dengan konduktor bertegangan terkopel secara kapasitif kepadanya, dan juga mempunyai kapasitansi ke konduktor berpotensial bumi seperti PE dan netral. Kedua kapasitansi membentuk pembagi tegangan, sehingga konduktor mengambang mendapat sebagian tegangan suplai. Tegangan hantu (ghost voltage) adalah tegangan yang terbaca pada konduktor mengambang karena kopling kapasitif dan tidak mampu mengalirkan arus berarti.
Untuk kapasitansi kopling ke konduktor bertegangan dan kapasitansi ke konduktor berpotensial bumi, tegangan tanpa beban adalah
dengan tegangan efektif konduktor bertegangan terhadap bumi. Asumsinya netral berpotensial dekat bumi, kopling induktif diabaikan, dan tidak ada kebocoran resistif. Rumus ini tidak bergantung pada panjang kabel, karena kedua kapasitansi bertambah sebanding panjang. Yang bergantung pada panjang adalah kemampuan sumber hantu mengalirkan arus, karena reaktansi mengecil saat kabel makin panjang.
Fungsi impedansi rendah, yang pada sebagian alat berlabel LoZ, memasang beban beberapa kilo-ohm di masukan; satu lembar data pabrik menyebut sekitar 3 kΩ. Beban itu meruntuhkan tegangan kopling kapasitif hampir ke nol, sedangkan konduktor yang tersambung ke sumber, walaupun melalui beban, tetap menunjukkan tegangan berarti. Perbedaan kedua pembacaan menjadi petunjuk jenis sumber, bukan bukti bebas tegangan. Kebocoran isolasi beresistansi tinggi juga runtuh di bawah 3 kΩ, dan netral putus atau umpan balik dari sirkit lain dapat memberi tegangan nyata yang berubah-ubah.
Beban impedansi rendah itu sendiri mengalirkan arus. Di antara fasa dan PE pada 230 V, beban 3 kΩ mengalirkan sekitar mA ke konduktor proteksi, jauh di atas arus sisa pengenal RCD 30 mA, sehingga RCD di hulu dapat trip. Antara fasa dan netral, arus yang sama kembali lewat netral dan tidak menjadi arus sisa. Fungsi ini juga tidak dipakai untuk mengukur sirkit elektronik peka, karena bebannya mengubah sirkit yang diukur.
Rata-rata terkalibrasi dan true RMS
Alat rata-rata terkalibrasi menyearahkan sinyal, mengukur rata-ratanya, lalu mengalikannya dengan faktor bentuk sinus , sehingga tampilannya benar hanya untuk sinus murni. Alat true RMS (true root mean square) adalah alat yang menghitung akar dari rata-rata kuadrat sinyal, sehingga menampilkan nilai efektif untuk bentuk gelombang apa pun dalam batas spesifikasinya. Layar digital tidak menandakan true RMS; yang menentukan adalah keterangan pada alat dan lembar datanya.
Kedua angka sama hanya untuk sinus. Arus masukan penyearah berkapasitor, di catu daya elektronik, lampu LED, dan sisi masukan pengubah frekuensi satu fasa, mengalir dalam denyut pendek di sekitar puncak tegangan, dan alat rata-rata terkalibrasi membacanya terlalu rendah, sering puluhan persen. Tegangan di titik yang sama biasanya masih mendekati sinus, sehingga perbedaan kedua alat baru terlihat pada arus.
Alat true RMS pun punya batas. Faktor puncak (crest factor) adalah perbandingan nilai puncak sinyal dengan nilai efektifnya. Dua lembar data pabrik menulis, untuk fungsi tegangan AC, faktor puncak maksimum sekitar 3 pada sebagian jangkauan, menurun sampai 1,5 di ujung jangkauan. Di atas batas itu alat true RMS pun salah baca, sehingga jangkauan yang lebih besar kadang memberi hasil lebih benar; batas fungsi arus dibaca dari lembar data alat itu sendiri.
Mengukur arus: seri, terminal, dan sekering
Amperemeter dipasang seri: rangkaian dibuka dan arus dilewatkan melalui alat, setelah muatan kapasitor dibuang. Rangkaian dibuka hanya setelah sirkit dibebaskan dari tegangan, dan alat terpasang sebelum sirkit dienergikan kembali. Arus melalui shunt dan sekering menimbulkan tegangan beban (burden voltage), yaitu jatuh tegangan pada jalur arus di dalam alat. Pada sirkit 24 V, beberapa ratus milivolt jarang berarti, tetapi pada sirkit sensor bertegangan rendah tegangan itu mengubah arus yang diukur.
Terminal mA dan A punya batas arus dan batas waktu yang ditulis pabrik, dan masing-masing dilindungi sekering tersendiri; satu lembar data membatasi beban lebih terminal mA hanya untuk dua menit. Sekering pengganti harus sesuai spesifikasi pabrik, karena sekering alat ukur melindungi pengguna, bukan alat saja.
Pengukuran seri cocok untuk arus kecil pada sirkit bertegangan rendah, misalnya kumparan katup solenoid 24 V DC atau sinyal sensor. Arus motor, pemanas, dan sirkit akhir 230/400 V diukur dengan tang ampere (Bab 16): rangkaian tidak dibuka, batas arusnya besar, dan tidak ada hubungan galvanik dengan konduktor.
Resistansi, kontinuitas, dioda, dan kapasitor
Pada fungsi resistansi, alat mengalirkan arus uji kecil dari baterainya dan mengukur tegangan yang timbul. Karena itu resistansi hanya diukur pada rangkaian bebas tegangan yang kapasitornya sudah dibuang muatannya. Pada resistansi kecil, kabel uji dan kontak probe ikut terukur dan dapat menyumbang beberapa persepuluh ohm. Fungsi nol relatif (REL) mengurangi kesalahan ini, tetapi resistansi kontak berubah setiap kali probe ditekan; pengukuran resistansi rendah dengan metode empat kawat dibahas di Bab 44.
Fungsi kontinuitas berbunyi bila resistansi di bawah ambang pabrik; dua lembar data menyebut ambang sekitar 20 sampai 25 Ω. Bunyi itu berarti "ada jalur", bukan "sambungan layak dialiri arus beban". Kontinuitas konduktor proteksi dan ikatan ekuipotensial diuji dengan alat khusus yang arus ujinya tidak kurang dari 0,2 A dan tegangan rangkaian terbukanya 4 sampai 24 V menurut IEC 61557-4:2019, butir 4.2 dan 4.3, bukan dengan bunyi multimeter.
Ohmmeter juga tidak menilai isolasi atau hubung pendek antarlilit; beberapa lilit yang terhubung pendek hanya sedikit menurunkan resistansi DC. Resistansi belitan dibandingkan dengan data atau belitan sejenis, dan isolasi diuji dengan penguji resistansi isolasi (Bab 17).
Fungsi uji dioda mengalirkan arus kecil dan menampilkan tegangan maju; satu lembar data menyebut tampilan 0,6 V pada arus uji 1,0 mA. Dioda silikon yang baik menampilkan sekitar 0,5 sampai 0,7 V pada arah maju dan OL pada arah balik; angka dekat nol di kedua arah menandakan hubung pendek, dan OL di kedua arah menandakan putus. Pada fungsi ohm meter analog, probe hitam tersambung ke kutub positif baterai, sehingga petunjuk lama "probe merah di katoda" berlaku untuk meter analog. Pada multimeter digital, probe merah adalah kutub positif.
Fungsi kapasitansi mengisi kapasitor dengan arus diketahui dan menghitung kapasitansi dari laju naik tegangannya. Kapasitor harus dibuang muatannya lebih dulu, karena kapasitor motor dan bus DC dapat menyimpan energi berbahaya, seperti dibahas di Bab 1 · Keselamatan. Hasilnya dibandingkan dengan label dan toleransinya. Uji tegangan rendah ini tidak menjamin kapasitor tahan pada tegangan kerjanya.
Resolusi dan akurasi
Resolusi (resolution) adalah perubahan terkecil yang dapat ditampilkan alat ukur: alat 6.000 hitungan beresolusi 0,1 V pada jangkauan 600,0 V dan 0,001 V pada jangkauan 6,000 V. Resolusi tinggi tidak berarti akurasi tinggi. Akurasi ditulis dalam bentuk "±(persen pembacaan + jumlah digit)", dengan digit berarti satuan angka terakhir pada jangkauan yang dipakai. Ketidakpastian pembacaan adalah
dengan persen pembacaan dan jumlah digit. Dengan spesifikasi ±(1,0% + 3 digit), pembacaan 230,0 V pada jangkauan 600,0 V mempunyai ketidakpastian V. Pada pembacaan kecil, bagian digit mendominasi: resistansi 1,2 Ω pada jangkauan 600,0 Ω dengan ±(0,9% + 2 digit) mempunyai ketidakpastian sekitar 0,21 Ω, hampir seperlima nilainya. Spesifikasi ini berlaku pada rentang suhu, frekuensi, dan periode kalibrasi yang ditulis pabrik.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Setiap pengukuran bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Contoh 1: 80 V pada inti kabel yang seharusnya mati. Inti cadangan kabel kendali 40 m di pembuka bab tidak tersambung di kedua ujung; inti lain membawa tegangan kendali 230 V terhadap bumi. Model: kapasitansi kopling ke inti bertegangan nF dan ke inti berpotensial bumi nF, setara 60 dan sekitar 110 pF per meter, orde yang sama dengan kapasitansi antarinti sekitar 150 pF per meter pada satu lembar data kabel kendali. Tanpa alat ukur, V. Reaktansi pada 50 Hz adalah kΩ dan MΩ, sehingga alat 10 MΩ, sekitar empat belas kali , hampir tidak membebani; hitungan fasor memberi 79,9 V. Dengan fungsi 3 kΩ, hampir seluruh tegangan jatuh pada :
Bandingkan dengan inti yang ternyata tersambung ke sumber 230 V melalui jalur resistif 2 kΩ: alat 10 MΩ membaca sekitar 230 V, dan fungsi 3 kΩ membaca V sambil mengalirkan 46 mA ke PE, cukup untuk membuat RCD 30 mA trip.
| Keadaan inti | Alat 10 MΩ | Fungsi 3 kΩ | Arti |
|---|---|---|---|
| Kopling kapasitif murni | 79,9 V | 0,52 V | tegangan hantu; sumber hanya mampu sekitar 0,17 mA |
| Tersambung melalui jalur 2 kΩ | 230 V | 138 V | tegangan nyata yang mampu mengalirkan puluhan miliampere |
Angka 80 V sendirian tidak membedakan kedua keadaan, dan pembacaan impedansi rendah hanya memberi petunjuk. Inti itu tetap diperlakukan bertegangan sampai sumber yang mungkin menyuplainya dibebaskan dan bebas tegangan dibuktikan menurut Bab 14.
Contoh 2: rata-rata terkalibrasi dan true RMS pada arus berdenyut. Arus masukan pengubah frekuensi satu fasa di pembuka bab dimodelkan sebagai denyut persegi setinggi 6 A, lebar 45° di sekitar setiap puncak tegangan. Dua denyut per daur 360° memberi bagian waktu mengalir . Nilai efektif sebenarnya A. Alat rata-rata terkalibrasi merata-ratakan nilai mutlak, A, lalu mengalikannya dengan 1,111 sehingga menampilkan sekitar 1,67 A, 44% di bawah nilai sebenarnya. Faktor puncak masih di bawah batas sekitar 3, jadi pembacaan true RMS 3,0 A dapat dipercaya bila batas fungsi arus alat itu serupa. Memakai 1,67 A untuk menilai kabel meremehkan panas sekitar kali.
Contoh 3: pembagi pemantau baterai genset hotel. Pengendali genset sebuah hotel memantau baterai 24 V melalui pembagi dua resistor 1 MΩ, sehingga titik ukurnya setara sumber Thevenin 12 V dengan MΩ.
Pembacaan 4,8% lebih rendah itu akibat pembebanan alat 10 MΩ, bukan resistor yang bergeser. Meter analog 200 kΩ akan membaca V. Resistor tidak diganti hanya karena angka ini.
Contoh 4: tegangan di batas pelat nama pemanas air. Pelat nama pemanas air kamar hotel menyebut 220 sampai 240 V, dan alat ±(1,0% + 3 digit) membaca 241,5 V pada jangkauan 600,0 V. Ketidakpastiannya V, jadi nilai sebenarnya antara 238,8 dan 244,2 V. Satu pembacaan belum membuktikan tegangan di atas 240 V; pengukuran diulang pada jam lain atau dengan alat yang lebih akurat sebelum keluhan diteruskan ke pengelola instalasi.
Contoh 5: sambungan terminal yang tetap berbunyi. Terminal pemanas 16 A di dapur hotel bersambungan buruk 0,2 Ω. Dengan kabel uji 0,3 Ω, alat ±(0,9% + 2 digit) pada jangkauan 600,0 Ω membaca 0,5 Ω dengan ketidakpastian sekitar 0,2 Ω, dan bunyi kontinuitas menyala karena ambangnya 20 sampai 25 Ω. Padahal panas di sambungan itu, dengan dari Bab 1, sekitar W. Multimeter tidak menilai mutu sambungan; terminal diperiksa dan dikencangkan dalam keadaan bebas tegangan.
Contoh 6: faktor puncak arus lampu LED rumah sakit. Arus sirkit lampu LED koridor rumah sakit dimodelkan sebagai denyut persegi setinggi 7 A, lebar 15° di sekitar setiap puncak, sehingga .
Faktor puncak 3,5 melewati batas sekitar 3, sehingga bila alat arus yang dipakai berbatas serupa, alat true RMS pun dapat salah baca; alat rata-rata terkalibrasi membaca hanya sekitar 0,65 A. Batas alat dibaca dari lembar datanya, dan pengukuran diulang pada jangkauan lebih besar.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan pada konduktor, jangan menyentuhnya, dan jangan memakai hasil ukur untuk keputusan bila salah satu keadaan berikut ditemukan:
- Kabel uji masih di terminal A atau mA padahal yang akan diukur tegangan.
- Tegangan berapa pun, termasuk yang diduga tegangan hantu, terbaca pada konduktor yang dianggap mati. Konduktor diperlakukan bertegangan sampai sumbernya ditelusuri, dibebaskan, dan bebas tegangan dibuktikan menurut Bab 14; fungsi impedansi rendah hanya dipakai untuk menelusuri sumber, bukan untuk menyatakan konduktor aman.
- Pembacaan fungsi impedansi rendah tetap besar atau naik turun, tanda sumber yang mampu mengalirkan arus, netral putus (Bab 9), atau umpan balik dari sirkit lain.
- Alat memberi peringatan tegangan, atau pembacaan tidak stabil, saat fungsi resistansi, kontinuitas, dioda, atau kapasitansi dipakai.
- Arus yang akan diukur melebihi rating terminal A atau besarnya belum diketahui. Pengukuran seri dibatalkan dan diganti tang ampere.
- Kapasitor motor, bus DC pengubah frekuensi, atau kabel panjang belum dibuang muatannya atau belum melewati waktu tunggu pada labelnya.
- Sekering alat bukan jenis sesuai spesifikasi, atau kategori ukur alat dan kabel uji tidak sesuai titik ukurnya.
- Pembacaan tidak masuk akal terhadap data pelat nama dan tidak terjelaskan oleh bentuk gelombang, jangkauan, atau pembebanan. Hasil tidak dipakai sebelum diulang dengan alat lain yang terverifikasi.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Ada angka tegangan berarti berbahaya; angka kecil berarti aman.
Why is it wrong?
Alat 10 MΩ dapat menampilkan puluhan volt dari kopling kapasitif, dan alat berimpedansi rendah dapat menampilkan angka kecil dari kebocoran isolasi. Status konduktor ditentukan oleh pembebasan dan verifikasi bebas tegangan, bukan oleh satu angka.
Common misconception
Multimeter digital pasti membaca nilai efektif.
Why is it wrong?
Layar digital tidak menandakan true RMS. Alat rata-rata terkalibrasi membaca benar hanya untuk sinus dan membaca terlalu rendah pada arus beban elektronik, seperti Contoh 2.
Common misconception
Bunyi kontinuitas berarti sambungan baik.
Why is it wrong?
Bunyi menyala di bawah ambang puluhan ohm. Sambungan yang berbunyi masih bisa terlalu buruk untuk arus beban, seperti Contoh 5, dan kontinuitas PE diuji dengan alat khusus berarus uji minimal 0,2 A.
Common misconception
"Lilitan terbaca nol ohm berarti rusak" atau "terbaca nol berarti kumparan baik".
Why is it wrong?
Kedua pernyataan masih muncul di buku ajar lama. Belitan berarus besar memang mendekati nol ohm, dan hubung pendek antarlilit sering tidak terdeteksi ohmmeter.
Common misconception
Probe merah selalu positif.
Why is it wrong?
Pada fungsi ohm meter analog, probe hitam yang positif, jadi petunjuk uji dioda dan kapasitor dari buku meter analog harus dibalik untuk alat digital.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 (hukum Ohm dan pembagi tegangan) dan Bab 4 (nilai efektif dan faktor puncak) menjadi dasar bab ini, dan Bab 14 (keselamatan alat ukur) menjadi prasyaratnya. Sirkit sensor tempat pembebanan sering muncul dibahas di Bab 2. Pengukuran yang tidak dapat dilakukan multimeter dilanjutkan dengan tang ampere di Bab 16, uji resistansi isolasi di Bab 17, dan uji pembumian serta RCD di Bab 18. Pengukuran resistansi rendah belitan motor ada di Bab 44, dan pemakaian hasil ukur sebagai bukti komisioning ada di Bab 52.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi yang dipakai. Setiap pengukuran bertegangan dalam soal dilakukan oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Try to answer first, then open the worked solution.
Multimeter 6.000 hitungan dengan spesifikasi ±(1,0% + 3 digit) pada jangkauan 600,0 V membaca 231,4 V. Tentukan rentang nilai sebenarnya. Pada jangkauan 600,0 Ω dengan spesifikasi ±(0,9% + 2 digit), tiga belitan motor terbaca 4,3 Ω, 4,4 Ω, dan 4,6 Ω tanpa fungsi REL, dengan kabel uji 0,3 Ω. Bolehkah disimpulkan bahwa belitan ketiga berbeda?
See the worked solution
Ketidakpastian V, sehingga nilai sebenarnya sekitar 228,8 sampai 234,0 V. Untuk belitan, ketidakpastian setiap pembacaan sekitar 0,24 Ω; selisih terbesar 0,3 Ω lebih kecil dari jumlah ketidakpastian dua pembacaan (sekitar 0,48 Ω), dan resistansi kontak probe yang berubah setiap kali ditekan sudah cukup untuk menutupi selisih itu, jadi perbedaan belum dapat disimpulkan tanpa alat empat kawat.
Tegangan keluaran sebuah sirkit sensor terbaca 4,545 V oleh alat berimpedansi masukan 10 MΩ dan 2,500 V oleh alat berimpedansi masukan 1 MΩ. Anggap sirkit itu sumber Thevenin linear. Hitung dan .
See the worked solution
Dari dengan dalam MΩ: , sehingga MΩ dan V. Dua alat berimpedansi berbeda mengungkap pembebanan yang tidak terlihat bila hanya satu alat dipakai.
Kabel pada Contoh 1 diganti kabel sejenis sepanjang 80 m, sehingga kedua kapasitansi menjadi dua kali. Hitung pembacaan alat 10 MΩ, pembacaan fungsi 3 kΩ, dan arus terbesar sumber hantu. Apa yang berubah dan apa yang tidak?
See the worked solution
Perbandingan kapasitansi tetap, sehingga alat 10 MΩ tetap membaca sekitar 80,0 V. Reaktansi kopling menjadi separuh, sekitar 663 kΩ, sehingga fungsi 3 kΩ membaca sekitar 1,04 V dan arus terbesar sumber hantu naik menjadi sekitar 0,35 mA; yang naik sebanding panjang adalah kemampuan sumber mengalirkan arus.
Arus sebuah catu daya elektronik dimodelkan sebagai denyut persegi setinggi 4,5 A, lebar 60° di sekitar setiap puncak. Angka mana yang ditampilkan alat true RMS dan angka mana yang ditampilkan alat rata-rata terkalibrasi: (a) 1,50 A, (b) 1,67 A, (c) 2,60 A, (d) 3,18 A? Angka mana yang dipakai untuk menilai pemanasan kabel?
See the worked solution
Bagian waktu mengalir , nilai efektif A (c), dan alat rata-rata terkalibrasi menampilkan A (b). Pilihan (a) adalah rata-rata tanpa faktor bentuk dan (d) hanya benar untuk arus sinus berpuncak 4,5 A; pemanasan kabel ditentukan nilai efektif 2,60 A, dengan faktor puncak 1,73 yang masih di bawah batas alat umumnya.
Seorang teknisi ingin memakai multimeter untuk mengukur arus kumparan katup solenoid 24 V DC (sekitar 0,3 A) dan arus motor pompa 400 V (sekitar 11 A). Resistansi jalur terminal A diandaikan 0,05 Ω. Jelaskan cara yang tepat untuk masing-masing dan hitung tegangan beban pada sirkit solenoid.
See the worked solution
Arus solenoid kecil pada sirkit bertegangan rendah, sehingga pengukuran seri pada terminal A layak: sirkit dibebaskan, alat disisipkan, lalu sirkit dienergikan kembali, dan tegangan bebannya V, dapat diabaikan. Arus motor 11 A mendekati atau melebihi rating terminal A banyak alat, dan sirkit daya 400 V tidak dibuka untuk menyisipkan alat, sehingga arus itu diukur dengan tang ampere true RMS.
Lembar kerja lama menulis: "probe merah di katoda, probe hitam di anoda, jarum bergerak ke kanan berarti dioda baik." Teknisi memakai multimeter digital pada fungsi dioda dengan susunan yang sama dan layar menampilkan OL. Apakah diodanya rusak? Pada pekerjaan yang sama, kapasitor jalan motor berlabel 12 µF ±5% terbaca 11,1 µF, dan ketidakpastian alat diandaikan ±2% pembacaan. Apakah kapasitor itu masih dalam toleransi?
See the worked solution
Belum tentu rusak, karena lembar kerja itu ditulis untuk meter analog yang probe hitamnya positif; pada alat digital susunan itu membias balik dan OL adalah hasil yang benar. Untuk kapasitor, batas bawah toleransi µF, dan pembacaan 11,1 µF ditambah ketidakpastian 2% paling tinggi sekitar 11,32 µF, sehingga kapasitor berada di luar toleransi dan perlu diganti dengan yang sejenis.
Referensi
External sources
- IEC 61557-4:2019, Ed. 3.0, klausul 4.2 dan 4.3 (pratinjau resmi)cdn.standards.iteh.ai
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Multimeter digital: tegangan, arus, resistansi, true RMS, dan efek pembebanan. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/multimeter-digital-tegangan-arus-resistansi-true-rms-dan-efek-pembebanan
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Multimeter 6.000 hitungan dengan spesifikasi ±(1,0% + 3 digit) pada jangkauan 600,0 V membaca 231,4 V. Tentukan rentang nilai sebenarnya. Pada jangkauan 600,0 Ω dengan spesifikasi ±(0,9% + 2 digit), tiga belitan motor terbaca 4,3 Ω, 4,4 Ω, dan 4,6 Ω tanpa fungsi REL, dengan kabel uji 0,3 Ω. Bolehkah disimpulkan bahwa belitan ketiga berbeda?
Tegangan keluaran sebuah sirkit sensor terbaca 4,545 V oleh alat berimpedansi masukan 10 MΩ dan 2,500 V oleh alat berimpedansi masukan 1 MΩ. Anggap sirkit itu sumber Thevenin linear. Hitung dan .
Kabel pada Contoh 1 diganti kabel sejenis sepanjang 80 m, sehingga kedua kapasitansi menjadi dua kali. Hitung pembacaan alat 10 MΩ, pembacaan fungsi 3 kΩ, dan arus terbesar sumber hantu. Apa yang berubah dan apa yang tidak?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 16.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 14.