By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read
Soft starter
Bab ini menjelaskan *soft starter* sebagai pengendali motor semikonduktor: tiristor antiparalel dengan sudut penyalaan yang diatur, hubungan arus dan torsi pada tegangan tereduksi, fungsi tanjakan tegangan, batas arus, *kick start*, dan henti halus, kontaktor *bypass* dan panas tiristor, henti pompa dan palu air, proteksi bawaan, serta koordinasi tipe 1 dan tipe 2 dengan sekering semikonduktor menurut IEC 60947-4-2:2020+AMD1:2024. Contoh kerja menyetel tegangan awal, waktu tanjakan, dan batas arus pompa 11 kW dengan kurva motor dan data genset yang sama dengan bab metode pengasutan motor. Batasnya adalah torsi yang turun menurut kuadrat tegangan, sehingga beban bertorsi atau berinersia besar lebih cocok dengan VFD. Harmonisa dan VFD dibahas pada babnya sendiri.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Pompa transfer 11 kW di sebuah laundry baru dipasangi soft starter, meniru pompa 15 kW di sebelahnya yang sudah memakai alat yang sama. Teknisi menyetel batas arus 2 kali arus pengenal supaya genset makin ringan. Pompa berdengung, berputar setengah cepat, lalu soft starter trip dengan pesan waktu asut terlampaui. Setelah batas dinaikkan, pompa jalan, tetapi pipa berdentum setiap kali pompa berhenti, dan pemilik bertanya apakah alat ini perlu diganti VFD. Jawabannya bergantung pada torsi yang tersisa pada arus yang dibatasi dan pada cara kecepatan pompa turun saat tegangan diturunkan.
Batas pembahasan
Bab 53 tentang metode pengasutan motor sudah membandingkan soft starter dengan metode tegangan tereduksi lain dan memilihnya, berbatas arus sekitar 2,5 kali arus pengenal, untuk pompa 15 kW pada genset 80 kVA. Bab ini membahas perangkatnya: tiristor, arti setiap setelan, kontaktor bypass, dan perlindungan dari hubung pendek pada soft starter tiga fasa untuk motor induksi rotor sangkar 230/400 V, 50 Hz. Standarnya IEC 60947-4-2:2020+AMD1:2024 (edisi 4.1, 2024-11), yang mencakup pengendali motor semikonduktor sampai 1.000 V AC, tanpa rangkaian rotor dan sistem penggerak kecepatan variabel. Penggerak frekuensi variabel (VFD) dibahas di Bab 67 sampai Bab 69, dan harmonisa di Bab 10. Angka motor, pompa, pipa, dan genset adalah ilustrasi. Pengukuran arus dan tekanan saat komisioning hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, seperti diatur Bab 14 tentang keselamatan alat ukur.
Tiristor antiparalel dan sudut penyalaan
Soft starter adalah pengendali motor semikonduktor yang menurunkan tegangan motor saat asut dan henti dengan memotong gelombang tegangan melalui tiristor. Setiap fasa yang dikendalikan memakai dua tiristor antiparalel; tiristor menghantar setelah gerbangnya dipicu dan padam sendiri saat arusnya melewati nol. Sudut penyalaan (firing angle) adalah tunda pemicuan setelah titik nol tegangan, sehingga sebagian setiap setengah gelombang tidak sampai ke motor. Untuk beban resistif satu fasa, nilai efektif tegangan keluaran terhadap tegangan masukan adalah
dengan dalam radian antara 0 dan : 0,707 pada dan 0,442 pada . Bagi motor rumus ini hanya gambaran, karena arusnya tertinggal sebesar sudut impedansi (Bab 5) dan baru padam pada sudut padam ; selama tiristor menghantar penuh, dan pengaturan baru bekerja bila . Pada sistem tiga kawat, arus hanya mengalir bila sekurang-kurangnya dua fasa menghantar bersamaan, sehingga pengguna menyetel tegangan awal, waktu, dan batas arus, lalu pengendali mencari dengan umpan balik arus.
Tiristor dapat dipasang pada tiga fasa atau hanya dua fasa, dan satu panduan pabrikan menganjurkan kendali tiga fasa untuk asut berat. Pada unit dua fasa yang berhenti, satu fasa tetap tersambung langsung ke belitan, seperti SSR dua kutub di Bab 46 tentang komponen kendali; motor yang diam tidak berarti belitannya bebas tegangan.
Arus, torsi, dan tegangan motor
Pada kecepatan tertentu, arus sebanding tegangan dan torsi sebanding kuadratnya, seperti pada semua metode tegangan tereduksi (Bab 40 tentang motor induksi tiga fasa dan Bab 53). Tanpa trafo, arus saluran sama dengan arus motor, sehingga dengan perbandingan tegangan motor terhadap tegangan pengenal
dengan kecepatan dalam persen kecepatan sinkron, dan arus dan torsi pada tegangan penuh dari kurva motor, dan . Parameter motor dianggap tetap dan harmonisa diabaikan; karena frekuensi tidak berubah, kurva motor hanya diskalakan. Torsi per ampere saluran karena itu lebih kecil daripada bintang-segitiga atau autotrafo, sama seperti resistor primer di Bab 53.
Fungsi asut dan henti
Tanjakan tegangan. Tegangan naik linear dari tegangan awal sampai penuh dalam waktu tanjakan , dengan dipilih supaya torsi awal melampaui torsi lepas beban ( torsi rotor terkunci). Tanjakan murni tidak mengendalikan arus ataupun torsi; keduanya ditentukan perpotongan kurva motor tereduksi dengan kurva beban.
Batas arus. Pengendali menahan arus pada setelan (kelipatan arus pengenal) dengan menurunkan , sendiri atau sebagai plafon tanjakan. Setelan ini menentukan torsi minimum di seluruh rentang kecepatan, sehingga batas yang terlalu rendah membuat motor berhenti berakselerasi di tengah jalan (Contoh 1).
Asut dorong (kick start) adalah denyut tegangan tinggi singkat di awal asut untuk beban bertorsi lepas besar, misalnya pompa berperapat lengket, lalu kembali ke tanjakan atau batas arus. Torsinya dibayar dengan arus : denyut 70 % tegangan menarik hampir 5 kali arus pengenal pada motor berarus rotor terkunci 7 kali. Pada genset lemah, fungsi ini dipakai hanya bila perlu.
Henti halus (soft stop) adalah penurunan tegangan perlahan saat berhenti: kontaktor bypass membuka lebih dulu, tiristor mengambil alih arus, lalu tegangan diturunkan. Henti halus tidak mengerem; satu panduan pabrikan menyatakan fungsi ini tidak menghentikan motor lebih cepat daripada berhenti bebas, sehingga beban berinersia besar yang perlu berhenti cepat memerlukan rem (Bab 55). Selama henti halus, motor bekerja pada tegangan rendah dengan slip besar, sehingga arusnya dapat melampaui arus kerja dan tiristor serta motor kembali memanas. Karena waktu henti menjadi lebih panjang, stop darurat tidak diserahkan kepada henti halus; kategori stop dan pemutusan daya akhirnya oleh kontaktor atau pemutus mengikuti Bab 49 tentang stop darurat.
Pompa: henti halus dan palu air
Palu air (water hammer) adalah lonjakan tekanan ketika kecepatan air di pipa berubah lebih cepat daripada waktu tempuh gelombang tekanan bolak-balik sepanjang pipa. Untuk perubahan seketika, persamaan Joukowsky memberi
dengan lonjakan tekanan (Pa), massa jenis (kg/m³), cepat rambat gelombang tekanan (m/s), perubahan kecepatan aliran (m/s), lonjakan tinggi tekan (m), dan percepatan gravitasi. Perubahan dianggap seketika bila berlangsung kurang dari waktu kritis , dengan panjang pipa. Bila perubahan disebar dalam waktu yang jauh lebih panjang, rumus Michaud untuk penutupan lambat, yang di sini hanya dipakai untuk orde besaran, memberi lonjakan kira-kira
Tekanan nyata dapat melampaui nilai Joukowsky, misalnya bila rongga uap runtuh. Rotor pompa yang dibiarkan berhenti bebas melambat jauh lebih cepat daripada kolom air yang terus mengalir karena inersianya; rotor Contoh 1 turun dari 97 % ke 75 % kecepatan sinkron dalam sekitar 0,14 s. Tinggi tekan pompa runtuh, tekanan di sisi keluaran turun, kolom melambat lalu berbalik, dan katup searah yang menutup pada aliran balik itulah yang biasanya menghantam, dengan sebesar kecepatan balik. Henti halus yang baik menahan tinggi tekan selama kolom melambat; dasar pompa ada di Bab 3 · Fluida & Termal.
Henti halus biasa sering kurang efektif, karena selama tegangan diturunkan perlahan pompa berinersia kecil selalu dekat keseimbangan . Untuk kurva dan pompa Contoh 1, kecepatan baru turun ke 94 % pada dan ke 50 % pada , sehingga pada tanjakan linear 10 s ke nol sekitar 3,2 s pertama terbuang dan debit turun dari 94 % ke 50 % dalam 3,6 s saja. Pada pompa pengisi tangki, rentang itu lebih sempit lagi karena debit berhenti begitu tinggi tekan turun di bawah tinggi statis (Bab 43). Henti pompa yang baik karena itu mengendalikan penurunan kecepatan, bukan tegangan, dan satu panduan pabrikan menganjurkan metode henti adaptif untuk pompa. Bila unit hanya mempunyai tanjakan tegangan, waktu dan tegangan akhirnya disetel dari pengamatan tekanan pipa saat komisioning, dan katup searah yang menghantam diperiksa di sisi hidroliknya.
Kontaktor bypass dan panas tiristor
Tiristor yang menghantar bertegangan jatuh sekitar 1 sampai 1,5 V, seperti SSR di Bab 46, sehingga rugi tiga fasanya sekitar W per ampere arus motor, sama dengan angka satu panduan pabrikan untuk arus jalan tanpa bypass; angka unit tertentu diambil dari lembar datanya. Motor 11 kW berarus 21,0 A membuang sekitar 95 W di dalam panel, panas yang harus dibuang sirip pendingin dan ventilasi panel (Bab 71).
Kontaktor bypass adalah kontaktor yang menjembatani tiristor setelah motor mencapai kecepatan, sehingga rugi itu hilang dan tiristor hanya bekerja beberapa detik setiap asut dan henti. Kontaktor ini menutup setelah arus turun dekat arus kerja dan membuka setelah tiristor mengambil alih pada henti halus; karena tidak membawa arus asut dan tidak memutus arus gangguan, kategori AC-1 untuk arus pengenal motor cukup menurut panduan yang sama. Anggapan itu berlaku selama urutan kendali dijaga; bila skema memungkinkan bypass membuka saat tiristor tidak menghantar, kontaktornya dipilih untuk memutus arus motor menurut Bab 46. PUIL 2020 5100.5.7.3.1 meminta kendali motor AC mampu memutus arus motor yang macet; pada skema dengan bypass AC-1, tugas itu dipikul tiristor setelah mengambil alih arus atau kontaktor jaringan AC-3 di hulu, bukan kontak bypass.
Kategori AC-53a dan AC-53b. IEC 60947-4-2 memuat tabel kategori pemakaian sendiri. Kode AC-53b (dengan bypass) "3,5-15 : 345" pada lembar data berarti 3,5 kali arus pengenal selama 15 s dengan jeda minimum 345 s antarasut, sedangkan kode AC-53a berlaku untuk unit tanpa bypass. Arus pengenal soft starter sekurang-kurangnya arus pelat nama motor pada kode asut yang sesuai, dan asut yang lebih berat dari kode memerlukan unit lebih besar.
Bukan pemisah. Dalam keadaan mati, tiristor dan jaringan peredamnya masih membocorkan arus, sehingga soft starter tidak memisahkan motor dari jaringan. PUIL 2020 5100.5.7.1 menggolongkannya sebagai kendali, sedangkan 5100.5.8.3.1 dan 5100.5.8.3.2 meminta sarana pemutus yang memutus semua konduktor suplai tak dibumikan dan menunjukkan kedudukannya dengan jelas. Pemisah atau pemutus di hulu karena itu tetap diperlukan, dan pekerjaan pada motor mengikuti isolasi serta verifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan. Pada peralatan listrik mesin, padanannya sakelar pemutus suplai IEC 60204-1. Tiristor yang rusak umumnya gagal hubung singkat, sehingga banyak skema memakai kontaktor jaringan di hulu yang dilepas relai gangguan soft starter. Kapasitor perbaikan faktor daya tidak dipasang di keluaran soft starter, sesuai Bab 7.
Proteksi bawaan dan koordinasi
Menurut IEC 60947-4-2, soft starter adalah pengendali motor semikonduktor yang dilengkapi proteksi beban lebih yang sesuai dan dinilai sebagai satu kesatuan; standar itu juga memuat tabel kelas trip sendiri. Proteksi beban lebih elektronik bawaan disetel pada arus pelat nama, dengan kelas trip dipilih dari waktu asut dan waktu tahan rotor terkunci seperti di Bab 47 tentang proteksi motor. Reset otomatis setelah trip dan kendali dua kawat yang menyalakan motor lagi saat tegangan pulih dinilai terhadap larangan reset otomatis di Bab 47 dan PUIL 2020 5100.5.7.6.
Sambungan tiristor hampir tidak mempunyai cadangan panas, sehingga energi yang dibiarkan lewat sekering gG atau pemutus biasa selama beberapa milidetik sudah dapat merusaknya. IEC 60947-4-2 mengatur koordinasi dengan gawai proteksi hubung pendek dan arus hubung pendek bersyarat pengenal. Seperti di Bab 47, tipe 1 membolehkan starter rusak asal tidak membahayakan orang atau instalasi, sedangkan tipe 2 menuntut starter tetap dapat dipakai. Menurut dua manual pabrikan, tipe 1 dicapai dengan sekering pembatas arus atau pemutus biasa, dan tipe 2 dengan sekering semikonduktor.
Sekering semikonduktor adalah sekering untuk proteksi perangkat semikonduktor, yang diatur IEC 60269-4:2024. Satu panduan pabrikan memberi dua syarat: sekering mampu membawa arus asut selama waktu asut, dan pemutusan totalnya lebih kecil daripada tiristor; untuk tipe 2, sekering itu dipasang sebagai tambahan terhadap sekering atau pemutus yang menjadi proteksi sirkit cabang motor. Kombinasinya hanya terbukti oleh uji pabrikan, sehingga ukuran diambil dari tabel koordinasi pabrikan untuk arus hubung pendek prospektif di titik pasang. Sekering semikonduktor -F1 sampai -F3 yang diganti sekering gG berukuran sama menurunkan koordinasi menjadi tipe 1: hubung pendek berikutnya kemungkinan besar merusak tiristor.
Kapan soft starter tidak cocok
Batas utama soft starter adalah torsi yang turun menurut kuadrat tegangan. Beban bertorsi besar sejak diam, misalnya konveyor bermuatan atau kompresor torak berbeban, memerlukan tegangan tinggi sejak awal, sehingga arus asutnya mendekati asut langsung; batas 3,5 pada motor dengan hanya menyisakan kali torsi rotor terkunci. Pada beban berinersia besar, soft starter juga menambah panas rotor, karena energi panas rotor selama asut dari Bab 43,
berlaku untuk tegangan berapa pun: torsi motor yang diturunkan memperbesar faktor di kanan, sehingga rotor lebih panas dan asut lebih lama walaupun arus salurannya lebih kecil (Latihan 5). VFD menghindarinya karena motor bekerja pada slip kecil (Bab 43).
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Pengukuran arus dan tekanan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD. Contoh 1 sampai 3 memakai pompa transfer di awal bab: motor 11 kW, empat kutub, 1.455 rpm, 400 V Δ, A seperti di Bab 47, kurva ilustrasi Bab 40 (, ), dan inersia total rotor, impeler, dan air 0,20 kg·m². Pompa dan genset sama dengan Bab 53: torsi pompa sebanding kuadrat kecepatan, 0,9 pada kecepatan pengenal, dengan torsi lepas 0,1 ; genset 80 kVA, 400 V, Ω, Ω, faktor daya asut 0,35, kriteria tegangan PHB minimum 85 %, tanpa kabel dan tanpa pompa 15 kW berjalan.
Contoh 1: batas arus minimum dan cadangannya. Pada kecepatan , torsi motor dengan batas arus (kelipatan ) adalah , sehingga torsi motor tidak kalah dari torsi pompa bila di setiap titik
Dengan kurva Bab 40, batas minimumnya 1,46 saat diam, 2,11 pada 50 %, 2,35 pada 80 %, 2,06 pada 88 %, dan 1,23 pada 94 % kecepatan sinkron. Titik kritis ada di 80 %, tempat arus tegangan penuh masih 5,2 kali sedangkan torsi pompa sudah 0,61 (), sama dengan titik selisih tersempit di Bab 53. Setelan 2,0 di awal bab gagal: torsi motor jatuh di bawah torsi pompa sekitar 47 % kecepatan, tempat pompa berdengung sampai trip. Integrasi persamaan gerak berlangkah 1 ms memberi waktu sampai 95 % kecepatan sinkron 22 s pada 2,35 , 3,0 s pada 2,5 , dan 1,2 s pada 3,0 . Toleransi IEC 60034-1 membolehkan torsi maksimum sekitar 10 % di bawah nilai jaminan dan arus rotor terkunci sampai 20 % di atasnya, sehingga batas minimum naik:
Setelan 2,5 yang dipakai Bab 53 untuk pompa 15 kW berkurva sama karena itu tidak mempunyai cadangan dalam model ini. Dipilih A, yang dengan arus 20 % di atas kurva tetap mencapai 95 % kecepatan dalam 3,0 s.
Contoh 2: susut genset, tegangan awal, dan tanjakan. Dengan perhitungan fasor Bab 53, arus 63 A pada faktor daya 0,35 memberi tegangan PHB 0,923 kali ggl dengan dan 0,871 dengan (susut 7,7 % dan 12,9 %), memenuhi kriteria 85 %; 3,5 (73,5 A) memberi 0,849 dengan dan gagal tipis. Untuk tegangan awal,
Torsi awal hampir tiga kali torsi lepas pada arus di bawah batas, sehingga kick start tidak diperlukan. Tanjakan 10 s memberi arus puncak 2,66 pada detik pertama (, kecepatan 50 %) dan 95 % kecepatan pada 6,2 s (, arus 1,15 ), jadi batas 3,0 tidak pernah aktif. Pada pompa berinersia kecil, waktu tanjakan menentukan arus dan laju kenaikan debit, dan batas arus menjadi plafon. Setelannya tegangan awal 35 %, tanjakan 10 s, batas arus 3,0 , dan bypass menutup di akhir tanjakan.
Contoh 3: rating, bypass, henti, dan proteksi. Arus asut sekitar 2,66 , atau 56 A, mengalir paling lama 10 s sampai bypass menutup. Unit ilustrasi A berkode AC-53b "3,5-15 : 345" mengizinkan 77 A selama 15 s dengan jeda 345 s, cukup juga untuk pembatasan 63 A, sedangkan tiristor membuang daya asut selama beberapa detik itu:
Bypass AC-1 21,0 A cukup selama urutan kendali mencegahnya memutus arus. Karena tanjakan henti 10 s ke nol membuang sepertiga waktunya di awal (bagian palu air), dipilih program henti pompa bila ada; bila tidak, tanjakan henti dibatasi ke rentang yang mengubah debit dan diverifikasi dengan pengukur tekanan. Proteksi beban lebih bawaan disetel 21,0 A, kelas 10, karena asut hanya beberapa detik pada paling banyak 3 kali setelan, dan sekering semikonduktor untuk tipe 2 diambil dari tabel pabrikan, tahan 63 A selama 10 s, dengan pemutus hulu sebagai proteksi sirkit cabang. Dengan setelan ini, pompa di awal bab tidak memerlukan VFD; VFD baru diperlukan bila debit harus diatur terus-menerus.
Contoh 4: pompa dengan perapat lengket setelah lama diam. Pompa transfer Contoh 1 diam dua minggu, dan perapatnya lengket sehingga torsi lepasnya naik menjadi 0,4 ; tegangan awal 35 % yang hanya memberi 0,28 tidak melepaskannya.
Tegangan awal yang dinaikkan sampai batas arus 3,0 hanya menyisakan cadangan sekitar 6 %. Denyut kick start 50 % memberi sekitar 1,4 kali torsi lepas dengan arus 3,5 atau 73,5 A, yang menurut Contoh 2 menurunkan tegangan PHB ke 0,849 dengan , sedikit di bawah 85 %. Pada genset, denyut karena itu dipakai hanya bila pompa memang tidak lepas, dan perapatnya diperiksa.
Contoh 5: palu air pada pipa tekan rumah sakit. Pompa pengisi tangki atap sebuah rumah sakit mengalirkan air 1,2 m/s di pipa baja 60 m, dengan orde 1.200 m/s. Untuk henti seketika dan untuk penurunan merata dalam 5 s,
Penurunan merata memberi lonjakan sekitar 50 kali lebih kecil, tetapi pompa berinersia kecil hampir tidak melambat pada awal tanjakan henti, sehingga hasil itu baru tercapai dengan program henti pompa atau tanjakan yang disetel dari pengamatan tekanan pipa. Dentuman keras saat berhenti termasuk Kondisi berhenti 5.
Contoh 6: kode AC-53b dan pompa booster hotel. Pompa booster 11 kW di sebuah hotel memakai unit Contoh 3 ( A, kode "3,5-15 : 345") dan diasut dengan batas 3,0 = 63 A selama 6 s. Karena tangki tekannya bermasalah, pompa start setiap 240 s.
Arus dan lama asut masih di bawah 77 A dan 15 s, tetapi jeda antarasut 234 s lebih pendek dari 345 s. Asut itu lebih berat dari kode, sehingga diperlukan unit lebih besar, kode lain yang dinyatakan pabrikan, atau jumlah start yang dikurangi dengan memperbaiki sisi hidroliknya.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan, jangan mengasut motor lagi, dan serahkan keputusan lanjutannya kepada personel kompeten yang ditugaskan atas motor dan panel itu bila salah satu keadaan berikut ditemui.
- Soft starter trip dua kali berturut-turut karena waktu asut terlampaui atau suhu sirip tiristor: asut ulang ditunda sampai penyebabnya ditemukan, karena setiap percobaan menambah panas rotor, belitan, dan tiristor.
- Motor tetap berputar, berdengung, atau bergetar setelah perintah stop, atau arus terukur pada satu fasa saat unit menyatakan mati (diukur personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD): tiristor atau kontak bypass dianggap hubung singkat, suplai diputus di pemisah hulu, dan motor diperiksa setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan.
- Pekerjaan pada motor atau kabelnya direncanakan dengan soft starter dalam keadaan mati sebagai satu-satunya pemutusan, terutama pada unit kendali dua fasa: pekerjaan tidak dimulai sampai pemisah hulu dibuka dan dikunci.
- Sekering semikonduktor ditemukan diganti sekering gG, pemutus biasa, atau kawat: soft starter tidak dioperasikan sebelum koordinasi pabrikan dipulihkan.
- Pipa atau katup searah berdentum keras saat pompa berhenti: operasi berulang dihentikan sampai sisi hidrolik dan setelan henti diperiksa, karena lonjakan tekanan dapat memecah pipa.
- Kapasitor perbaikan faktor daya ditemukan tersambung di keluaran soft starter atau di kotak terminal motornya: unit tidak dienergikan.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Soft starter mengatur torsi tanpa terpengaruh beban.
Why is it wrong?
Tanjakan tegangan hanya mengatur tegangan, dan batas arus hanya menahan arus; torsinya mengikuti pada kecepatan yang dicapai beban.
Common misconception
Soft starter sama dengan VFD versi murah.
Why is it wrong?
VFD dapat mengasut halus, tetapi soft starter tidak dapat mengatur kecepatan karena tidak mengubah frekuensi, sehingga torsi penuh hanya tersedia dengan arus mendekati asut langsung.
Common misconception
Batas arus yang lebih rendah selalu lebih baik bagi genset.
Why is it wrong?
Batas arus menentukan torsi motor: pada Contoh 1, batas 2,0 menahan pompa di sekitar 47 % kecepatan sampai trip, dan 2,35 yang hanya menyamai kebutuhan membuat asut berlangsung 22 s.
Common misconception
Motor yang dihentikan soft starter sudah terpisah dari jaringan.
Why is it wrong?
Tiristor yang mati masih membocorkan arus, unit dua fasa membiarkan satu fasa tersambung, dan tiristor rusak umumnya hubung singkat. Motor baru terpisah bila pemisah hulu dibuka dan dikunci, lalu bebas tegangan diverifikasi (Bab 2 · Keselamatan).
Hubungan dengan bab lain
Prasyaratnya Bab 5 (sudut impedansi), Bab 40 (kurva motor), Bab 43 (waktu asut dan panas rotor), Bab 46 (SSR dan kategori pemakaian), Bab 47 (kelas trip dan koordinasi), dan Bab 53 (metode asut), serta Bab 2 · Keselamatan (verifikasi keadaan aman) dan Bab 14 (alat ukur). Lanjutannya Bab 58 (kendali pompa, pemanas, dan proses), Bab 71 (desain panel), Bab 10 (harmonisa), dan Bab 67 sampai Bab 69 (VFD).
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan.
Try to answer first, then open the worked solution.
Motor 7,5 kW, 400 V Δ, A, , diasut soft starter berbatas arus 3,0 . Hitung arus saluran, tegangan motor relatif, dan torsi saat diam, lalu bandingkan torsi per ampere saluran dengan tahap bintang.
See the worked solution
Tanpa trafo, arus saluran A sama dengan arus motor, sehingga dan . Tahap bintang memberi A dan , atau /A, dua kali soft starter ().
Pada pompa Contoh 1, batas arus disetel 2,0 . Mana yang benar? (A) Pompa tetap mencapai kecepatan kerja, hanya lebih lambat. (B) Pompa tertahan sekitar 47 % kecepatan sinkron, tempat torsi motor sama dengan torsi pompa. (C) Pompa tidak lepas dari diam. (D) Batas arus tidak memengaruhi torsi.
See the worked solution
(B). Pada 50 % torsi motor sudah di bawah torsi pompa 0,239 , dan keduanya sama sekitar 47 %, tempat percepatan berhenti, sehingga (A) salah. (C) salah karena torsi awal melampaui torsi lepas 0,1 , dan (D) salah karena torsi mengikuti kuadrat perbandingan arus.
Soft starter motor 30 kW berarus 55 A tidak memakai bypass. Hitung rugi tiristor pada tegangan jatuh 1,0 V dan 1,5 V per fasa, lalu jelaskan dua akibatnya bagi panel dan satu syarat agar kontaktor bypass AC-1 cukup.
See the worked solution
Rugi tiga fasa W sampai W. Udara panel memanas sehingga ventilasi harus dirancang, dan tiristor yang terus panas kehilangan cadangan asut ulang. AC-1 cukup bila urutan kendali menjamin kontak bypass tidak pernah menyambung atau memutus arus asut maupun arus gangguan.
Pipa PVC 80 m dengan cepat rambat gelombang 400 m/s membawa air 1,5 m/s. Hitung lonjakan tinggi tekan bila aliran berhenti seketika, waktu kritis, dan lonjakan bila debit turun merata dalam 3 s.
See the worked solution
m (sekitar 6 bar) dan s; dengan 3 s, m. Lonjakan turun sekitar tujuh kali hanya bila debit benar-benar turun merata; tanjakan tegangan yang menjatuhkan debit di rentang sempit memberi lonjakan lebih besar.
Drum washer-extractor Bab 43 ( kg·m², 11 kW, 1.470 rpm, torsi motor rata-rata asut langsung 2,2 , torsi beban 0,3 , asut langsung 8,7 s) dipasangi soft starter berbatas 3,5 , dengan arus rata-rata tegangan penuh selama akselerasi 6,5 . Hitung waktu asut dan energi panas rotor, lalu bandingkan dengan asut langsung.
See the worked solution
N·m. Dengan , , torsi percepatan N·m, dan s, hampir enam kali asut langsung. Energi rotor kJ dikali 2,2/1,9 menjadi 110 kJ pada asut langsung dan dikali 0,638/0,338 menjadi 180 kJ pada soft starter, naik 63 %. Asut 49 s juga melampaui tugas 15 s kode AC-53b ilustrasi, dan relai kelas 10 kemungkinan besar trip sebelum motor mencapai kecepatan; waktu tahan rotor terkunci 16 s tidak dibandingkan langsung karena berlaku untuk arus rotor terkunci penuh. Beban ini lebih cocok dengan VFD.
Setelah hubung pendek di kotak terminal motor, sekering gG di hulu putus dan tiristor soft starter hubung singkat. Jelaskan tingkat koordinasi yang tercapai, apa yang dibutuhkan untuk tipe 2, dan mengapa unit dengan tiristor hubung singkat berbahaya bila dipasang kembali tanpa pemeriksaan.
See the worked solution
Karena starter rusak, yang tercapai paling tinggi tipe 1, asal tidak ada bahaya bagi orang atau instalasi. Tipe 2 memerlukan sekering semikonduktor yang pemutusan totalnya lebih kecil daripada tiristor, tahan arus asut, dan dipilih dari tabel koordinasi pabrikan, sebagai tambahan terhadap proteksi sirkit cabang. Tiristor hubung singkat menyambung motor ke jaringan walaupun unit menyatakan mati, sehingga motor dapat berputar tanpa perintah atau bekerja tidak seimbang.
Referensi
External sources
- IEC 60947-4-2:2020+AMD1:2024 CSV (edisi 4.1, 2024-11), pratinjau halaman awalcdn.standards.iteh.ai
- IEC 60947-4-2:2020 (edisi 4.0), pratinjau resmi: ruang lingkup, definisi 3.1.1, dan daftar isicdn.standards.iteh.ai
- IEC 60269-4:2024 (edisi 6.0), Low-voltage fuses, Part 4: Supplementary requirements for fuse-links for the protection of semiconductor deviceswebstore.iec.ch
- IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch
- T. Walters, Can you trust the Joukowsky equation for waterhammer? (sekunder, 2021)datacor.com
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 3 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 2 | Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references |
| September 30, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Soft starter. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/soft-starter
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Motor 7,5 kW, 400 V Δ, A, , diasut soft starter berbatas arus 3,0 . Hitung arus saluran, tegangan motor relatif, dan torsi saat diam, lalu bandingkan torsi per ampere saluran dengan tahap bintang.
Pada pompa Contoh 1, batas arus disetel 2,0 . Mana yang benar? (A) Pompa tetap mencapai kecepatan kerja, hanya lebih lambat. (B) Pompa tertahan sekitar 47 % kecepatan sinkron, tempat torsi motor sama dengan torsi pompa. (C) Pompa tidak lepas dari diam. (D) Batas arus tidak memengaruhi torsi.
Soft starter motor 30 kW berarus 55 A tidak memakai bypass. Hitung rugi tiristor pada tegangan jatuh 1,0 V dan 1,5 V per fasa, lalu jelaskan dua akibatnya bagi panel dan satu syarat agar kontaktor bypass AC-1 cukup.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 58.
Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 56.