Diagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus
Katalog gejala gangguan kendali motor induksi tiga fasa berkontaktor: motor tidak mau start, start lalu berhenti, relai beban lebih trip berulang, bintang-segitiga tidak pindah atau hubung singkat saat pindah, kontaktor berdengung atau menempel, arah putar salah dan pembalik gagal, gangguan soft starter dan pengereman, serta motor panas tanpa trip, masing-masing dalam urutan gejala, kemungkinan sebab, titik ukur atau bukti, dan tindakan. Tiga kasus berdata ukur membetulkan dua studi kasus buku ajar korpus (kontak penahan 13-14 dan relai beban lebih yang trip setelah dua menit) dan menelusuri drum pembalik yang menyentak hanya pada satu arah. Metode umumnya dirujuk ke bab metode diagnosis. Tidak ada langkah penjembatanan; pengukuran bertegangan hanya disebut dengan prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD, dan penggantian komponen hanya setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Pompa sirkulasi air panas sebuah laundry hanya berputar selama tombol START ditahan. Buku ajar yang dibuka teknisi jaga menyarankan menjembatani kontak 13-14 dengan kawat, lalu mengganti kontak bila motor jalan. Di ruang pengering, relai beban lebih kipas buang memutus sekitar dua menit setelah asut sejak panelnya dirakit ulang, dan buku yang sama hanya meminta relai di-reset setelah dingin. Pemilik bertanya apakah kedua kontaktor diganti saja; yang lebih berguna ialah bukti yang membedakan sebabnya tanpa jembatan.
Bab metode diagnosis gangguan listrik menyusun langkah umum: gejala, fungsi normal dari diagram, bagi dua, uji tanpa atau dengan tegangan, dan laporan bukti. Bab 52 memberi contoh diagnosis berantai untuk satu motor, dan Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis serta Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis membahas uji pembeda dan akar sebab. Yang belum tersedia ialah katalog gejala kendali motor, termasuk rangkaian lanjutan, pengasutan, dan pengereman, dengan titik ukur yang membedakan satu sebab dari sebab lain. Teori perangkat dirujuk ke babnya; RCD atau MCB sirkit akhir yang trip dibahas pada bab diagnosis instalasi.
Batas pembahasan
Cakupannya motor induksi sangkar tiga fasa 230/400 V berkontaktor: asut langsung, bintang-segitiga, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman. Sirkit kendali 230 V AC dari trafo kendali yang satu ujung sekundernya dibumikan (bab sirkit kendali); VFD dan PLC dibahas pada babnya. Bab ini bahan belajar, bukan instruksi kerja: pengukuran bertegangan hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, dan isolasi, penguncian, serta verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan dan bab kerja aman. Angka dalam contoh adalah ilustrasi.
Cara membaca katalog
Setiap baris katalog adalah hipotesis awal, bukan kesimpulan. Kolom bukti memakai tiga kode yang mengikuti tingkat bukti bab metode diagnosis: (A) pengamatan tanpa membuka panel: lampu, bendera trip, kode gangguan, bunyi, bau, catatan operator; (M) uji tanpa tegangan setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan: kontinuitas, resistansi koil dan belitan, resistansi isolasi; (H) pengukuran dengan tegangan yang tidak dapat diganti: tegangan titik demi titik, arus tiga fasa, urutan fasa, dengan prasyarat di atas. Dua buku ajar korpus menganjurkan urutan serupa, tetapi penguji dua lampu seri anjuran keduanya diganti penguji tegangan dua kutub atau multimeter berkategori ukur sesuai.
Rangkaian acuan (kode IEC 81346-2), asut langsung, sama dengan bab metode diagnosis: pengaman hubung pendek motor -F1, kontaktor -Q1, relai beban lebih -F2, MCB kurva B 2 A -F3 di -T1:X1, STOP -S1, START -S2, lampu -P1, motor -M1; trafo kendali disuplai dari hilir sakelar utama. Jalur koil: -T1:X1, -F3, -F2:95-96, -S1, lalu -S2 paralel dengan -Q1:13-14, ke -Q1:A1; kabel penahan dari -Q1:14 kembali ke terminal keluaran -S2, yang disambung ke -Q1:A1; -Q1:A2 langsung ke -T1:X2 yang dibumikan. Titik 1–4 adalah keluaran -F3, keluaran 95-96, keluaran -S1, dan -Q1:A1, diukur terhadap -T1:X2.
Rumus yang dipakai
Tegangan pada kontak yang terbuka. Voltmeter pada kontak terbuka, bila semua kontak di hilirnya tertutup (misalnya START ditahan), tersambung seri dengan koil ke -T1:X2, sehingga
dengan tegangan kendali (V), impedansi masukan meter (Ω), impedansi koil (Ω), arus koil (A), dan resistansi kontak tertutup (Ω). Dengan koil 70 VA dari bab sirkit kendali, Ω, meter 10 MΩ membaca sekitar 230 V, sedangkan kontak tertutup 0,05 Ω dengan arus tahan A hanya 1,7 mV. Kontak yang memperlihatkan hampir seluruh tegangan kendali adalah kontak yang terbuka. Tanpa syarat itu titik yang diukur mengambang dan dapat membaca tegangan hantu berapa saja, yang runtuh pada fungsi impedansi rendah.
Kelipatan arus relai beban lebih.
dengan arus yang dilihat relai di tempat pemasangannya (A) dan setelannya (A). Menurut bab proteksi motor, relai tidak memutus dalam dua jam pada dari keadaan dingin, memutus dalam dua jam pada , dan relai kelas 10 memutus dalam 4–10 s pada . Trip beberapa menit setelah asut berarti jauh di atas 1,2 dan jauh di bawah arus asut; nilai persisnya dari kurva relai terpasang.
Arus belitan segitiga dan fasa hilang. Pada motor segitiga seimbang, arus belitan . Bila satu saluran putus saat motor berjalan, belitan di antara dua saluran yang tersisa membawa kira-kira dua pertiga arus saluran dan dua belitan lainnya sepertiga. Bab tang ampere menambah dua uji pembeda: rasio ketidakseimbangan arus terhadap tegangan (6–10 masih dapat dijelaskan suplai) dan uji rotasi sambungan.
1. Motor tidak mau start
Pertanyaan pertama: kontaktor menarik atau tidak. Bila tidak, gangguannya di sirkit kendali atau syarat izinnya; bila ya, di sirkit daya, motor, atau beban. Suara tarikan, indikator mekanis, dan lampu -P1 menjawabnya tanpa membuka panel.
| Gejala | Kemungkinan sebab | Titik ukur dan bukti | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Kontaktor tidak menarik, tanpa lampu apa pun | -F3 trip atau suplai -T1 hilang | (A) tuas -F3; (H) titik 1; (M) resistansi ke -T1:X2 | Cari hubung singkat dulu |
| Kontaktor tidak menarik, bendera trip -F2 muncul | Relai beban lebih trip | (A) bendera, riwayat | Bagian 3 |
| Kontaktor tidak menarik, -F2 normal | STOP atau stop darurat terkunci, relai keselamatan belum di-reset, izin (pintu, level, relai fasa) terbuka | (H) tegangan hilang di antara dua titik; tegangan penuh pada satu kontak | Pulihkan syarat tanpa jembatan |
| Titik 4 bertegangan penuh, kontaktor diam | Koil putus atau terbakar, -Q1:A2 lepas dari -T1:X2 | (M) A1-A2 tak terhingga; kontinuitas A2 | Ganti koil yang sesuai |
| Kontaktor menarik, motor diam berdengung | Satu fasa hilang: sekering daya, kutub -Q1 aus, terminal lepas; rotor tertahan beban | (A) dengung tanpa putaran, tampilan relai elektronik bila ada; (M) sekering, kutub -Q1, terminal, poros diputar tangan setelah dikunci | Putus segera |
| Pengaman daya trip seketika saat START | Hubung singkat kabel atau belitan; MCB kurva B atau C untuk arus asut langsung | (M) isolasi terhadap PE, belitan dengan motor dilepas; kurva | Jenis sesuai arus asut (MPCB, kurva D, magnetik saja) dalam batas KHA; rating tidak dinaikkan |
Relai fasa yang menolak urutan terbalik juga tampak sebagai kontaktor yang tidak menarik; lampu statusnya dan penguji urutan fasa membedakannya.
2. Motor start lalu berhenti
Waktu antara start dan berhenti adalah petunjuk terkuat: saat START dilepas menunjuk memori rangkaian, beberapa detik menunjuk urutan asut atau kelas trip, beberapa menit menunjuk panas.
| Gejala | Kemungkinan sebab | Titik ukur dan bukti | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Berhenti begitu START dilepas | Jalur penahan terbuka: kontak 13-14 tidak menutup, kabel 13 atau 14 lepas, sakelar pilih pada JOG | (H) tegangan hantu di -Q1:14; (M) kontinuitas kabel penahan, 13-14 diuji di meja | Kasus 1 |
| Berhenti beberapa detik setelah asut | Kelas trip terlalu cepat untuk waktu asut, misalnya MPCB 10A pada drum; kontaktor segitiga tidak masuk | (A) bendera, kode gangguan; (H) rekaman arus asut | Kelas dari waktu asut dan waktu tahan rotor terkunci |
| Berhenti setelah beberapa menit | Beban lebih, fasa hilang, setelan atau letak relai, termistor | (H) arus tiga fasa | Bagian 3; Kasus 2 |
| Berhenti acak, sering saat mesin lain diasut | Kedip tegangan melepas koil; sakelar pelampung, tekanan, atau pintu bergetar | (H) rekaman tegangan kendali; (A) korelasi waktu | Perbaiki suplai atau histeresis sakelar |
Motor yang tidak menyala sendiri setelah kedip bekerja benar: penahan diri memenuhi PUIL 2020 5100.5.7.6 untuk motor instalasi dan IEC 60204-1 klausul 7.5 untuk mesin. Koil AC boleh melepas di mana saja antara 75 % dan 20 % tegangannya, sehingga dua mesin sejenis bereaksi berbeda terhadap kedip yang sama.
3. Relai beban lebih trip berulang
Buku ajar mesin listrik korpus mendaftar tiga penyebab beban lebih: beban mekanis berlebih, arus asut terlalu besar atau motor berhenti mendadak, dan terbukanya satu fasa. Untuk diagnosis, daftar itu disusun ulang menjadi empat keluarga yang dibedakan oleh arus ketiga fasa di tempat relai dipasang.
| Keluarga | Pola arus terhadap dan | Bukti pembeda | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Beban: bantalan, pompa di luar titik kerja, drum kelebihan muatan, asut terlalu sering | Seimbang, di atas | (M) poros diputar tangan setelah dikunci; uji tanpa beban | Perbaiki beban |
| Tegangan rendah atau tidak seimbang | Tidak seimbang dengan rasio 6–10, atau seimbang dan naik saat tegangan turun | (H) tegangan di terminal motor saat berbeban | Perbaiki suplai; dibahas pada bab diagnosis instalasi |
| Fasa hilang atau sambungan beresistansi | Satu saluran nol atau jauh lebih kecil; rasio jauh di atas 10 | (H) arus per fasa; uji rotasi; (M) resistansi kutub kontaktor dan terminal | Ganti kutub atau terminal, periksa motor |
| Setelan atau letak relai | Seimbang, di bawah tetapi di atas | Letak relai terhadap diagram; setelan terhadap pelat nama | Kasus 2 |
Setelan tidak dinaikkan melewati arus pelat nama untuk menghentikan trip; bab proteksi motor menjadikannya kondisi berhenti. Tabel gangguan buku ajar kendali elektromekanik korpus menyarankan, bila relai trip saat start, menunggu dingin lalu mencoba lagi; setiap percobaan menambah panas, dan tabel itu tidak memuat kolom bukti. Untuk termistor, tabel yang sama memang meminta beban dan pendinginan diperiksa, urutan yang dipakai di sini.
4. Bintang-segitiga tidak berpindah atau hubung singkat saat pindah
Kontaktor utama -Q1, bintang -Q2, segitiga -Q3, dan relai bintang-segitiga -K1. Kontak pembuka -Q2 di jalur -Q3 dan sebaliknya mencegah keduanya menutup bersamaan, dan jeda peralihan relai (sekitar 60 ms pada satu katalog) memberi waktu busur di -Q2 padam.
| Gejala | Kemungkinan sebab | Titik ukur dan bukti | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Tetap bintang, lambat, lalu relai trip | -K1 atau kontaknya rusak; koil -Q3 putus; kontak pembuka -Q2 tidak menutup karena -Q2 macet atau las | (H) keluaran segitiga -K1 dan -Q3:A1; (M) koil -Q3, kontak -Q2 | Ganti komponen; kontaktor las: bagian 5 |
| Peralihan menyentak, pengaman magnetik trip acak | Waktu bintang terlalu pendek; peralihan pada 50 % kecepatan sinkron memberi 6,4 kali arus pengenal | (H) rekaman arus bintang belum turun saat pindah | Setel dari hitungan: kipas bab relai waktu memerlukan ≥ 8,1 s, awal 12 s, dipastikan rekaman arus |
| Hubung singkat saat pindah, kontak -Q2 hangus | Interlock -Q2/-Q3 hilang atau dijembatani; dua relai tunda-nyala biasa dengan jeda nol; -Q2 terlalu kecil | (M) kontak pembuka interlock; jenis relai | Pulihkan interlock, relai berjeda tetap, uji tanpa daya motor |
| Arus segitiga jauh di atas pelat nama, motor panas | Motor 230/400 V dihubung bintang-segitiga pada 400 V | (A) pelat nama | Motor tidak dienergikan sampai metode asut diganti |
| Hentakan dan lonjakan arus jauh di atas peralihan biasa, arah tetap | Urutan sambungan -Q3 tidak sesuai arah putar, sehingga beda fasa dengan tegangan sisa motor membesar; jeda peralihan terlalu panjang | (H) rekaman arus peralihan; (M) sambungan -Q3 terhadap diagram pabrikan | Perbaiki sambungan sesuai diagram |
5. Kontaktor berdengung, bergetar, atau menempel
Dengung kontinu, getar buka-tutup, dan kontaktor yang tidak lepas bersebab berbeda.
| Gejala | Kemungkinan sebab | Titik ukur dan bukti | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Dengung keras kontinu saat menarik | Tegangan koil di bawah 85 %; cincin hubung singkat patah; kotoran di muka kutub | (H) A1-A2 saat asut; (M) muka kutub | Perbesar trafo kendali; ganti kontaktor |
| Getar buka-tutup cepat sejak suplai kendali masuk | Penahan disambung ke kontak pembuka 21-22, bukan 13-14 | (M) nomor terminal terhadap diagram | Sambung ulang; uji fungsi |
| Getar buka-tutup lambat | Sakelar proses tanpa histeresis, kontak longgar | (A) korelasi dengan level atau tekanan | Perbaiki sakelar atau setelan |
| Tidak lepas saat STOP, lepas bila -F3 dibuka | Kapasitansi kabel kendali panjang; arus bocor sensor dua kawat; gangguan tanah pada sirkit tak dibumikan; penahan paralel dengan STOP | (H) tegangan sisa A1-A2; (M) panjang kabel, pembumian | Kendali DC; desain terbumikan |
| Motor tetap jalan walau A1-A2 tanpa tegangan | Kontak utama las: AC-4 atau jog, hubung pendek tanpa koordinasi tipe 2, tegangan koil rendah | (H) A1-A2 nol | Putus di pemisah hulu, jangan diketuk |
6. Arah putar salah, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman
Arah salah pada motor asut langsung berarti urutan fasa di terminal motor berubah (genset baru, PHB diperbaiki, kabel motor ditukar); penguji urutan fasa membuktikannya, dan perbaikan dilakukan bebas tegangan pada titik yang ditetapkan gambar. Buku ajar kendali korpus menulis kontaktor balik yang menghubungkan L1 ke W dan L3 ke U menukar L1 dan L2; yang ditukar L1 dan L3.
| Gejala | Kemungkinan sebab | Titik ukur dan bukti | Tindakan |
|---|---|---|---|
| Arah kedua tidak mau masuk | Kontak pembuka kontaktor lawan belum menutup; relai jeda atau sakelar kecepatan nol menahan | (H) jalur koil arah kedua | Periksa kontak dan jeda |
| Hubung singkat saat membalik | Interlock listrik atau mekanis hilang; kontak utama las | (M) interlock dan kontak | Tidak dioperasikan sampai kedua lapis pulih |
| Drum menyentak saat membalik, kontak menghitam | Jeda lebih pendek dari waktu henti: plugging 4 kali energi asut, kategori AC-4 | (A) waktu jeda terhadap waktu henti terukur | Kasus 3 |
| Dua kecepatan berbeda arah, atau trip saat pindah | Terminal Dahlander salah, interlock hilang | (M) sambungan terhadap diagram | Perbaiki sambungan dan interlock |
| Soft starter: motor tidak mulai berputar, trip waktu asut | Batas arus terlalu rendah untuk torsi lepas | (A) kode gangguan; hitungan | Setel dari torsi beban |
| Soft starter: motor berdengung setelah STOP, arus di satu fasa | Tiristor atau kontak bypass hubung singkat | (H) arus saat unit menyatakan mati | Putus di pemisah hulu; periksa sekering semikonduktor |
| Motor berbalik setelah plugging | Pengakhir plugging hanya relai waktu; sakelar kecepatan nol rusak | (A) pengamatan henti | Mesin dihentikan |
| Waktu henti lebih lama dari acuan | Kampas rem aus, tuas pelepas tertahan; injeksi DC tidak diberikan | (A) terhadap catatan komisioning | Mesin dihentikan |
7. Motor panas tanpa trip
Pelindung yang tidak melihat penyebab lebih berbahaya daripada trip. Suhu permukaan rumah bukan suhu belitan, sehingga arus, pendinginan, dan uji belitan lebih andal.
| Kemungkinan sebab | Mengapa relai tidak memutus | Bukti |
|---|---|---|
| Setelan dinaikkan di atas | Kelonggaran relai bertumpuk dengan kenaikan setelan | Setelan terhadap pelat nama |
| Relai di jalur belitan bintang-segitiga disetel | Belitan dapat bekerja sampai 1,7 kali arus pengenalnya | Letak dan setelan |
| Fasa hilang pada motor segitiga berbeban sedang atau relai dua unsur | Arus saluran di bawah setelan, satu belitan dua pertiga arus saluran | Arus per fasa; jenis relai |
| Pendinginan hilang: sirip tertutup serat, kipas rusak, ruang panas | Arus normal; hanya termistor yang melihat | (A) sirip dan kipas; unit termistor |
| Asut terlalu sering, jog, pembalikan tanpa jeda | Rotor panas lebih cepat daripada model relai | Jumlah asut per jam; Kasus 3 |
| Ketidakseimbangan tegangan | Arus rata-rata normal, satu fasa lebih panas | dibanding anjuran 1 % |
Buku ajar mesin listrik korpus menyebut relai beban lebih termal melindungi dari ketidakseimbangan dan kehilangan fasa. Itu benar hanya untuk relai berkepekaan fasa hilang atau elektronik; relai dua unsur, yang masih diizinkan Tabel 5100.5.1 PUIL 2020, buta terhadap fasa yang tidak diinderanya.
Contoh kerja: tiga kasus berdata ukur
Kasus 1: pompa hanya jalan selama START ditekan
Data (ilustrasi). Pompa 4 kW, 8,2 A, rangkaian acuan. -Q1 menarik selama -S2 ditekan dan lepas saat -S2 dilepas. Sehari sebelumnya kabel tombol diganti.
Langkah 1: batasi ruang cari. Alasan: -Q1 menarik saat -S2 ditekan, jadi -T1, -F3, -F2:95-96, -S1, -S2, koil, dan -Q1:A2 sudah terbukti. Yang tersisa hanyalah jalur penahan: kabel titik 3 ke -Q1:13, kontak 13-14, dan kabel -Q1:14 ke titik 4. Empat langkah pertama studi kasus buku ajar korpus tidak menambah informasi.
Langkah 2: pengukuran bertegangan yang membedakan. Alasan: kontak 13-14 tidak dapat diuji hidup, karena saat -Q1 menarik, -S2 juga menyuplai titik 4; yang dapat dibedakan hidup adalah kedua kabel. Dengan -S2 dilepas, di ruang panel kering, oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD:
| Titik terhadap -T1:X2 | Meter 10 MΩ | Fungsi impedansi rendah | Tafsir |
|---|---|---|---|
| Titik 3 | 231 V | 230 V | Rantai sampai -S1 utuh |
| -Q1:13 | 231 V | 230 V | Kabel titik 3 ke 13 utuh |
| -Q1:14 | 41 V | 0,3 V | Mengambang: kabel 14 ke titik 4 putus |
| Titik 4 | 0,2 V | 0,0 V | Terikat ke -T1:X2 lewat koil |
Bila kabel 14 utuh, -Q1:14 terikat lewat koil ke -T1:X2 dan terbaca hampir nol; 41 V yang runtuh pada impedansi rendah adalah tegangan hantu.
Langkah 3: uji tanpa tegangan. Alasan: dugaan dikonfirmasi tanpa menjembatani. Setelah sakelar utama dibuka, dikunci, dan sekunder -T1 terverifikasi nol menurut Bab 2 · Keselamatan: kabel -Q1:14 ke -S2 terbuka; sekrup terminal di sisi tombol menjepit selongsong isolasi ferrule. Blok kontak bantu diuji di meja seperti praktikum mengenali kontak di buku ajar mesin listrik korpus: 13-14 terbuka saat diam, 0,05 Ω saat ditekan.
Langkah 4: perbaikan. Kabel diterminasi ulang; sirkit kendali diuji dengan -F1 dibuka dan dikunci, lalu dengan motor.
Tafsir. Putusnya di sisi tombol, jadi jembatan di terminal -Q1 tidak menyalakan motor, dan resep buku ajar berhenti tanpa jawaban karena hanya punya cabang "bila motor jalan"; bahaya jembatan sebagai uji dibahas di bab metode diagnosis. Resep yang sama mengganti sekering kendali yang putus lalu langsung menjalankan motor, padahal sekering putus menandakan hubung singkat yang dicari lebih dulu.
Kasus 2: relai beban lebih kipas buang trip setelah sekitar dua menit
Data (ilustrasi). Kipas buang 11 kW dari bab relai waktu, bintang-segitiga, waktu bintang 12 s; tambahan: pelat nama 400/690 V Δ/Y, A pada 400 V Δ seperti motor 11 kW bab proteksi motor. Relai termal berkepekaan fasa hilang disetel 12,1 A, yaitu untuk jalur belitan. Sejak panel dirakit ulang, relai trip sekitar dua menit setelah masuk segitiga, dari keadaan dingin, berulang.
Langkah 1: empat hipotesis dan ramalannya. Alasan: setiap hipotesis meramalkan pola arus yang berbeda di tempat relai.
| Hipotesis | Ramalan arus saluran di relai |
|---|---|
| Beban lebih mekanis | Seimbang, di atas 21,0 A |
| Fasa hilang | Satu saluran nol atau jauh lebih kecil |
| Tegangan rendah atau tidak seimbang | Tidak seimbang dengan rasio 6–10, atau seimbang dan tinggi |
| Setelan atau letak relai | Seimbang, di bawah 21,0 A, di atas 12,1 A |
Langkah 2: ukur. Alasan: angka memilih hipotesis. Setelah 60 s pada segitiga, oleh personel kompeten dengan tang true RMS berkategori ukur sesuai dan APD: 18,6; 18,9; 18,7 A dan 401, 399, 400 V. Rata-rata 18,73 A, simpangan terbesar 0,17 A:
Suplai seimbang, tidak ada fasa hilang, dan arus di bawah 21,0 A.
Langkah 3: kelipatan dan letak relai. Alasan: arus wajar yang tetap trip menunjuk ke relai. , di daerah trip hitungan menit; pitanya dicocokkan dengan kurva relai terpasang. Relai ternyata dipasang di jalur suplai sebelum percabangan ke -Q1 dan -Q3, sehingga melihat arus saluran, bukan arus belitan A (0,89 kali setelan).
Langkah 4: keputusan. Relai dikembalikan ke jalur belitan dengan setelan 12,1 A, tempat ia melindungi belitan pada kedua tahap; 21,0 A di jalur suplai menghentikan trip tetapi kurang melindungi belitan selama tahap bintang. Resep buku ajar, reset lalu memastikan motor tidak berbeban lebih, tidak memberi cara memastikannya; arus tiga fasa dan letak relai menyelesaikannya.
Kasus 3: drum pembalik menyentak hanya dari kiri ke kanan
Data (ilustrasi). Drum pembalik dari bab rangkaian kendali lanjutan: -Q1 kanan, -Q2 kiri, jeda urutan -K11 dan -K13 masing-masing 6 s, relai penjaga -K15 dan -K16 jenis tunda-lepas tanpa suplai bantu 5 s yang disuplai lewat kontak bantu kontaktor arah. Waktu henti terlama 3,54 s dan panas rotor satu asut 461 J, dari bab relai waktu. Setelah -K16 diganti, drum menyentak, kontak -Q1 menghitam, dan relai beban lebih sesekali trip.
Langkah 1: pengamatan (A). Alasan: arah dan siklus gejala mempersempit komponen. Dari luar mesin dengan pintu tertutup, memakai perekam status kontaktor: jeda kanan ke kiri 5,9–6,1 s pada semua siklus; jeda awal setelah START 6,0 s, tetapi setiap peralihan kiri ke kanan hanya 0,08–0,15 s.
Langkah 2: hipotesis. Alasan: bab rangkaian kendali lanjutan mencatat bahwa mulai siklus kedua -K11 hanya kehilangan suplai puluhan milidetik, sehingga jeda kiri ke kanan sebenarnya dijamin -K16. Gejala tepat pada arah dan siklus itu menunjuk -K16.
Langkah 3: uji pembeda. Alasan: dugaan diuji tanpa drum berputar. Dengan kabel motor dilepas, -K11 dipendekkan sementara seperti uji penjaga di bab yang sama; -Q1 masuk 0,1 s setelah -Q2 lepas, bukan sekitar 5 s. Relai pengganti berfungsi tunda-lepas dengan sinyal kendali yang mensyaratkan suplai tetap; karena suplainya lewat kontak -Q2, ia tidak menunda apa pun.
Langkah 4: akibat termal. Alasan: menjelaskan trip relai dan kontak hitam. Pembalikan penuh membuang empat kali panas asut, J. Satu siklus 36 s memuat satu asut dari diam dan satu pembalikan:
Panas rotor rata-rata 2,5 kali (torsi beban diabaikan), dan setiap pembalikan memindahkan -Q1 ke tugas AC-4.
Langkah 5: tindakan. -K16 diganti jenis sesuai diagram dan kedua penjaga diuji; kontak -Q1 diperiksa; belitan dan isolasi motor diuji karena motor telah bekerja panas.
Contoh kerja lapangan
Contoh di bawah memakai rumus dan katalog bab ini; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Semua pengukuran bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.
Contoh 1: pompa air bersih hotel trip pada jam puncak. Relai beban lebih pompa air bersih hotel trip pada jam pemakaian puncak. Di terminal motor terbaca 10,6; 11,9; 10,8 A dan 396, 404, 400 V (angka latihan). Rata-rata arus 11,1 A dengan simpangan terbesar 0,8 A:
Rasio itu berada di pita 6 sampai 10, sehingga ketidakseimbangan arus masih dapat dijelaskan suplai, dan sudah di batas anjuran 1 %. Keluarganya tegangan, bukan motor: suplai diperiksa menurut Bab 80 tentang diagnosis instalasi, dan setelan relai tidak diubah.
Contoh 2: pompa sirkulasi air panas yang panas tanpa trip. Pompa 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A, terasa panas setelah katup jalur air panas diubah. Arusnya 9,0; 9,1; 9,0 A dengan suplai seimbang (angka latihan).
Nilai itu di antara 1,05, tempat relai tidak memutus dalam dua jam, dan 1,2, tempat relai memutus dalam dua jam, jadi motor dapat bekerja 10 % di atas berjam-jam tanpa trip. Pola seimbang di atas menunjuk keluarga beban: titik kerja pompa diperiksa, dan setelan tidak dinaikkan.
Contoh 3: kedip tegangan kendali di laundry hotel. Dua pompa sejenis kadang berhenti saat washer-extractor besar diasut, tetapi hanya salah satunya yang lepas. Perekam menunjukkan tegangan kendali turun dari 230 V ke 168 V selama 0,15 s (angka latihan).
Tegangan 73 % berada di bawah 75 %, dalam pita 75 % sampai 20 % tempat koil AC boleh melepas, sehingga satu kontaktor lepas dan yang lain bertahan. Pompa yang lepas tidak menyala sendiri, dan itu perilaku benar. Tindakannya memperbaiki suplai kendali, bukan mengganti kontaktor.
Contoh 4: kontak tertutup yang mulai rusak. Pada pemeliharaan berkala kipas buang dapur rumah sakit, tegangan melintasi -F2:95-96 saat kipas jalan terbaca 0,35 V (angka latihan). Arus tahan koil 8 VA pada bagian rumus bab ini adalah A, sehingga
Kontak sehat 0,05 Ω hanya menjatuhkan 1,7 mV, jadi kontak ini sekitar 200 kali lebih buruk. Saat menarik, arus koil 70 VA sekitar 0,30 A menjatuhkan sekitar 3 V, sehingga kontaktor masih bekerja. Temuan dicatat, -F2 diganti terjadwal setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan, dan sebab panasnya dicari.
Kondisi berhenti
Pekerjaan dihentikan atau mesin tidak dijalankan lagi bila:
- Relai beban lebih, termistor, relai fasa, interlock, stop darurat, atau sakelar pintu ditemukan dijembatani, dilepas, atau disetel pada nilai maksimum rentangnya.
- Diagnosis hanya dapat dilanjutkan dengan menjembatani kontak atau menekan jangkar kontaktor saat bertegangan; hipotesis diuji dengan uji tanpa tegangan.
- Relai beban lebih trip kedua kali tanpa sebab terukur, atau pengaman hubung pendek trip: tidak ada asut ulang sebelum isolasi dan belitan diperiksa.
- Motor tetap berputar atau berdengung setelah STOP: suplai diputus di pemisah hulu, kontaktor tidak diketuk.
- Terjadi hubung singkat saat pindah bintang-segitiga, membalik, atau pindah kecepatan: mesin tidak dioperasikan sampai interlock dan jeda terbukti tanpa daya motor.
- Drum menyentak saat membalik, arah putar salah, atau motor berbalik setelah plugging.
- Pengukuran bertegangan direncanakan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, atau APD, atau panel menunjukkan tanda panas, bau, atau bunyi busur: panel tidak dibuka dalam keadaan bertegangan.
- Penelusuran tegangan direncanakan di area cuci, pengering, atau ruang lembap lain, atau pada panel basah, padahal uji tanpa tegangan menemukan gangguan yang sama (PUIL 2020 9.9.3.2, tafsir bab metode diagnosis).
- Titik ukur hanya tercapai dengan menahan START, sedangkan -F1 belum dibuka dan dikunci.
- Komponen akan diganti sebelum isolasi, penguncian, dan verifikasi bebas tegangan oleh orang yang akan bekerja.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Kontaktor tidak menahan, jadi kontak bantunya rusak." Kontaktor yang menarik saat START membuktikan seluruh rantai kecuali jalur penahan: dua kabel dan satu kontak. Pada Kasus 1 yang putus kabelnya.
"Relai trip: tunggu dingin, reset, coba lagi." Setiap percobaan menambah panas belitan dan rotor; trip dibaca dengan arus tiga fasa.
Hubungan dengan bab lain
Prasyaratnya Bab 1 · Keselamatan, Bab 2 · Keselamatan, Bab 52, bab alat ukur dan uji, serta bab motor dan kendali yang dirujuk di atas dan uji pra-energi. Metodenya di bab metode diagnosis, isolasinya di bab kerja aman; kelanjutannya dibahas pada bab diagnosis instalasi dan bab pemeliharaan listrik terencana. Konteks drum di bab washer-extractor rak Laundry; standar kontaktor IEC 60947-4-1.
Latihan dan pembahasan
Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan.
- Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2: titik 1 = 230 V, titik 2 = 230 V, titik 3 = 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?
- Pompa segitiga 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung , arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?
- Relai kipas bintang-segitiga Kasus 2 berada di jalur belitan, tetapi seseorang menyetelnya 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?
- Setelah blok kontak bantu -Q1 diganti, kontaktor bergetar buka-tutup cepat begitu suplai kendali masuk, tanpa START ditekan. Pilih sebab yang paling mungkin: (A) tegangan koil 85 %; (B) penahan disambung ke 21-22; (C) kapasitansi kabel tombol panjang; (D) relai beban lebih trip.
- Waktu henti drum pembalik terukur 3,4 s pada muatan ringan, waktu lepas kontaktor 0,05 s, ketelitian relai ±5 % dan keterulangan 1 %. Relai jeda terukur 2,1 s. Hitung setelan minimum dan nilai relai itu.
- Pompa ber-soft starter tidak mulai berputar dan unit trip waktu asut. Batas arus 2,5 , motor dan torsi rotor terkunci 2,6 , torsi lepas pompa 0,4 . Hitung torsi awal dan batas arus yang memberi cadangan 20 % di atas torsi lepas.
Kunci jawaban beralasan
- Tegangan hilang di antara titik 2 dan 3, jadi -S1 atau kabelnya terbuka; 229 V pada terminal -S1 menunjuk kontak -S1 itu sendiri: tertekan, macet, atau kontaknya aus. Dengan START ditahan, -S1 seri dengan -S2 dan koil ke -T1:X2, sehingga titik 3 terikat mendekati nol dan meter 10 MΩ melintasi -S1, seri dengan koil 756 Ω, memberi V; selisih 1 V dari ketelitian alat, sedangkan kontak tertutup membaca milivolt. Pengukurannya memerlukan personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.
- . Arus pengenal belitan A; belitan terberat membawa sekitar A, yaitu 1,84 kali pengenalnya. Satu saluran hilang: sekering, kutub -Q1, dan terminal diperiksa bebas tegangan, motor diuji belitan dan isolasinya, dan bila relai belum memutus, kepekaan fasa hilangnya diuji.
- Arus belitan tanpa trip sampai sekitar A, sedangkan pengenalnya 12,1 A: kali. Bahkan pada setelan itu sendiri belitan sudah 1,73 kali pengenalnya. Gejalanya motor panas dan bau tanpa trip sampai belitan rusak; setelan dikembalikan ke 12,1 A.
- B. Kontak 21-22 tertutup saat diam: koil dienergi, kontak membuka, koil lepas, kontak menutup, berulang. A memberi dengung kontinu, bukan buka-tutup; C membuat kontaktor tidak lepas; D membuat kontaktor tidak menarik sama sekali.
- s. Jeda 2,1 s lebih pendek dari waktu henti, jadi setiap pembalikan menjadi plugging sebagian (AC-4, panas rotor tambahan). Setelan dinaikkan, praktisnya sekitar 5 s, dan waktu henti diukur ulang pada muatan ringan dan penuh.
- , di bawah 0,4 , sehingga pompa tidak mulai berputar. Dengan cadangan 20 %, torsi yang dibutuhkan 0,48 : , dipakai setelan tersedia berikutnya di atasnya. Tiristor tidak rusak; setelan diubah dalam batas kode asut unit dan suplai, atau dipakai asut dorong singkat.
Referensi
Sumber luar
- IEC 60947-4-1:2023 (Ed. 5.0), Contactors and motor-starters, Electromechanical contactors and motor-starterswebstore.iec.ch
- IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch
Bab terkait
- Kontrol motor listrik: dari pelat nama, rangkaian, sampai komisioningKelistrikan & Kendali · Bab 52
- Metode diagnosis gangguan listrikKelistrikan & Kendali · Bab 78
- Hierarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan amanKeselamatan · Bab 2
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- Proteksi motor: relai beban lebih, MPCB, termistor, dan relai fasaKelistrikan & Kendali · Bab 47
- Komponen kendali: kontaktor, relai bantu, dan penandaan kontakKelistrikan & Kendali · Bab 46
- Logika kendali dasar: penahan diri, interlock, jog, dan kendali dua tempatKelistrikan & Kendali · Bab 51
- Metode pengasutan motor: perbandingan arus, torsi, dan penerapanKelistrikan & Kendali · Bab 53
- Relai waktu dan relai fungsiKelistrikan & Kendali · Bab 48
- Rangkaian kendali lanjutan: berurutan, bergantian, pembalik otomatis, dan dua kecepatanKelistrikan & Kendali · Bab 54
- Pengereman motorKelistrikan & Kendali · Bab 55
- Sirkit kendali: suplai, proteksi, pembumian, dan gangguan tanahKelistrikan & Kendali · Bab 56
- Soft starterKelistrikan & Kendali · Bab 57
- Kerusakan dan uji motor: belitan, isolasi, bantalan, dan getaran dasarKelistrikan & Kendali · Bab 44
- Tang ampere, pengukuran daya, dan penguji urutan fasaKelistrikan & Kendali · Bab 16
- Multimeter digital: tegangan, arus, resistansi, true RMS, dan efek pembebananKelistrikan & Kendali · Bab 15
- Keselamatan alat ukur: kategori ukur, rating, dan verifikasi bebas teganganKelistrikan & Kendali · Bab 14
- Uji resistansi isolasi: tegangan uji dan membaca hasil pada kabel dan motorKelistrikan & Kendali · Bab 17
- Dari gejala menuju hipotesis yang dapat diujiSistem, Diagram & Diagnosis · Bab 3
- Akar sebab, verifikasi perbaikan, dan pembelajaran kegagalanSistem, Diagram & Diagnosis · Bab 4
- Diagnosis instalasi: RCD trip, MCB trip, terminal panas, netral putus, dan tegangan rendahKelistrikan & Kendali · Bab 80
- Pemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkalaKelistrikan & Kendali · Bab 81
- Busur api: energi insiden, batas pendekatan, dan APDKelistrikan & Kendali · Bab 77
- Uji pra-energi dan komisioning panel dan mesinKelistrikan & Kendali · Bab 74
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Washer-extractor: muatan, level air, aksi mekanik, dan ekstraksiLaundry · Bab 10
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2: titik 1 = 230 V, titik 2 = 230 V, titik 3 = 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?
Pompa segitiga 4 kW, 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung , arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?
Relai kipas bintang-segitiga Kasus 2 berada di jalur belitan, tetapi seseorang menyetelnya 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 80.