Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kelistrikan & Kendali · Bab 79Terapan

    Diagnosis kendali motor: katalog gejala dan kasus

    Katalog gejala gangguan kendali motor induksi tiga fasa berkontaktor: motor tidak mau start, start lalu berhenti, relai beban lebih trip berulang, bintang-segitiga tidak pindah atau hubung singkat saat pindah, kontaktor berdengung atau menempel, arah putar salah dan pembalik gagal, gangguan soft starter dan pengereman, serta motor panas tanpa trip, masing-masing dalam urutan gejala, kemungkinan sebab, titik ukur atau bukti, dan tindakan. Tiga kasus berdata ukur membetulkan dua studi kasus buku ajar korpus (kontak penahan 13-14 dan relai beban lebih yang trip setelah dua menit) dan menelusuri drum pembalik yang menyentak hanya pada satu arah. Metode umumnya dirujuk ke bab metode diagnosis. Tidak ada langkah penjembatanan; pengukuran bertegangan hanya disebut dengan prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD, dan penggantian komponen hanya setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan.

    27 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Pompa sirkulasi air panas sebuah laundry hanya berputar selama tombol START ditahan. Buku ajar yang dibuka teknisi jaga menyarankan menjembatani kontak 13-14 dengan kawat, lalu mengganti kontak bila motor jalan. Di ruang pengering, relai beban lebih kipas buang memutus sekitar dua menit setelah asut sejak panelnya dirakit ulang, dan buku yang sama hanya meminta relai di-reset setelah dingin. Pemilik bertanya apakah kedua kontaktor diganti saja; yang lebih berguna ialah bukti yang membedakan sebabnya tanpa jembatan.

    Bab metode diagnosis gangguan listrik menyusun langkah umum: gejala, fungsi normal dari diagram, bagi dua, uji tanpa atau dengan tegangan, dan laporan bukti. Bab 52 memberi contoh diagnosis berantai untuk satu motor, dan Bab 3 · Sistem, Diagram & Diagnosis serta Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis membahas uji pembeda dan akar sebab. Yang belum tersedia ialah katalog gejala kendali motor, termasuk rangkaian lanjutan, pengasutan, dan pengereman, dengan titik ukur yang membedakan satu sebab dari sebab lain. Teori perangkat dirujuk ke babnya; RCD atau MCB sirkit akhir yang trip dibahas pada bab diagnosis instalasi.

    Batas pembahasan

    Cakupannya motor induksi sangkar tiga fasa 230/400 V berkontaktor: asut langsung, bintang-segitiga, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman. Sirkit kendali 230 V AC dari trafo kendali yang satu ujung sekundernya dibumikan (bab sirkit kendali); VFD dan PLC dibahas pada babnya. Bab ini bahan belajar, bukan instruksi kerja: pengukuran bertegangan hanya dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, dan isolasi, penguncian, serta verifikasi bebas tegangan mengikuti Bab 2 · Keselamatan dan bab kerja aman. Angka dalam contoh adalah ilustrasi.

    Cara membaca katalog

    Setiap baris katalog adalah hipotesis awal, bukan kesimpulan. Kolom bukti memakai tiga kode yang mengikuti tingkat bukti bab metode diagnosis: (A) pengamatan tanpa membuka panel: lampu, bendera trip, kode gangguan, bunyi, bau, catatan operator; (M) uji tanpa tegangan setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan: kontinuitas, resistansi koil dan belitan, resistansi isolasi; (H) pengukuran dengan tegangan yang tidak dapat diganti: tegangan titik demi titik, arus tiga fasa, urutan fasa, dengan prasyarat di atas. Dua buku ajar korpus menganjurkan urutan serupa, tetapi penguji dua lampu seri anjuran keduanya diganti penguji tegangan dua kutub atau multimeter berkategori ukur sesuai.

    Rangkaian acuan (kode IEC 81346-2), asut langsung, sama dengan bab metode diagnosis: pengaman hubung pendek motor -F1, kontaktor -Q1, relai beban lebih -F2, MCB kurva B 2 A -F3 di -T1:X1, STOP -S1, START -S2, lampu -P1, motor -M1; trafo kendali disuplai dari hilir sakelar utama. Jalur koil: -T1:X1, -F3, -F2:95-96, -S1, lalu -S2 paralel dengan -Q1:13-14, ke -Q1:A1; kabel penahan dari -Q1:14 kembali ke terminal keluaran -S2, yang disambung ke -Q1:A1; -Q1:A2 langsung ke -T1:X2 yang dibumikan. Titik 1–4 adalah keluaran -F3, keluaran 95-96, keluaran -S1, dan -Q1:A1, diukur terhadap -T1:X2.

    Rumus yang dipakai

    Tegangan pada kontak yang terbuka. Voltmeter pada kontak terbuka, bila semua kontak di hilirnya tertutup (misalnya START ditahan), tersambung seri dengan koil ke -T1:X2, sehingga

    Vukur=V Rm∣Rm+Zkoil∣,Vkontak,tutup=Ikoil RkontakV_\text{ukur} = V\,\frac{R_\text{m}}{\left|R_\text{m} + Z_\text{koil}\right|}, \qquad V_\text{kontak,tutup} = I_\text{koil}\,R_\text{kontak}

    dengan VV tegangan kendali (V), RmR_\text{m} impedansi masukan meter (Ω), ZkoilZ_\text{koil} impedansi koil (Ω), IkoilI_\text{koil} arus koil (A), dan RkontakR_\text{kontak} resistansi kontak tertutup (Ω). Dengan koil 70 VA dari bab sirkit kendali, ∣Zkoil∣=2302/70=756|Z_\text{koil}| = 230^2/70 = 756 Ω, meter 10 MΩ membaca sekitar 230 V, sedangkan kontak tertutup 0,05 Ω dengan arus tahan 8/230=0,0358/230 = 0{,}035 A hanya 1,7 mV. Kontak yang memperlihatkan hampir seluruh tegangan kendali adalah kontak yang terbuka. Tanpa syarat itu titik yang diukur mengambang dan dapat membaca tegangan hantu berapa saja, yang runtuh pada fungsi impedansi rendah.

    Kelipatan arus relai beban lebih.

    m=IIrm = \frac{I}{I_\text{r}}

    dengan II arus yang dilihat relai di tempat pemasangannya (A) dan IrI_\text{r} setelannya (A). Menurut bab proteksi motor, relai tidak memutus dalam dua jam pada m=1,05m = 1{,}05 dari keadaan dingin, memutus dalam dua jam pada m=1,2m = 1{,}2, dan relai kelas 10 memutus dalam 4–10 s pada m=7,2m = 7{,}2. Trip beberapa menit setelah asut berarti mm jauh di atas 1,2 dan jauh di bawah arus asut; nilai persisnya dari kurva relai terpasang.

    Arus belitan segitiga dan fasa hilang. Pada motor segitiga seimbang, arus belitan Ib=I/3I_\text{b} = I/\sqrt{3}. Bila satu saluran putus saat motor berjalan, belitan di antara dua saluran yang tersisa membawa kira-kira dua pertiga arus saluran dan dua belitan lainnya sepertiga. Bab tang ampere menambah dua uji pembeda: rasio ketidakseimbangan arus terhadap tegangan (6–10 masih dapat dijelaskan suplai) dan uji rotasi sambungan.

    1. Motor tidak mau start

    Pertanyaan pertama: kontaktor menarik atau tidak. Bila tidak, gangguannya di sirkit kendali atau syarat izinnya; bila ya, di sirkit daya, motor, atau beban. Suara tarikan, indikator mekanis, dan lampu -P1 menjawabnya tanpa membuka panel.

    GejalaKemungkinan sebabTitik ukur dan buktiTindakan
    Kontaktor tidak menarik, tanpa lampu apa pun-F3 trip atau suplai -T1 hilang(A) tuas -F3; (H) titik 1; (M) resistansi ke -T1:X2Cari hubung singkat dulu
    Kontaktor tidak menarik, bendera trip -F2 munculRelai beban lebih trip(A) bendera, riwayatBagian 3
    Kontaktor tidak menarik, -F2 normalSTOP atau stop darurat terkunci, relai keselamatan belum di-reset, izin (pintu, level, relai fasa) terbuka(H) tegangan hilang di antara dua titik; tegangan penuh pada satu kontakPulihkan syarat tanpa jembatan
    Titik 4 bertegangan penuh, kontaktor diamKoil putus atau terbakar, -Q1:A2 lepas dari -T1:X2(M) A1-A2 tak terhingga; kontinuitas A2Ganti koil yang sesuai
    Kontaktor menarik, motor diam berdengungSatu fasa hilang: sekering daya, kutub -Q1 aus, terminal lepas; rotor tertahan beban(A) dengung tanpa putaran, tampilan relai elektronik bila ada; (M) sekering, kutub -Q1, terminal, poros diputar tangan setelah dikunciPutus segera
    Pengaman daya trip seketika saat STARTHubung singkat kabel atau belitan; MCB kurva B atau C untuk arus asut langsung(M) isolasi terhadap PE, belitan dengan motor dilepas; kurvaJenis sesuai arus asut (MPCB, kurva D, magnetik saja) dalam batas KHA; rating tidak dinaikkan

    Relai fasa yang menolak urutan terbalik juga tampak sebagai kontaktor yang tidak menarik; lampu statusnya dan penguji urutan fasa membedakannya.

    2. Motor start lalu berhenti

    Waktu antara start dan berhenti adalah petunjuk terkuat: saat START dilepas menunjuk memori rangkaian, beberapa detik menunjuk urutan asut atau kelas trip, beberapa menit menunjuk panas.

    GejalaKemungkinan sebabTitik ukur dan buktiTindakan
    Berhenti begitu START dilepasJalur penahan terbuka: kontak 13-14 tidak menutup, kabel 13 atau 14 lepas, sakelar pilih pada JOG(H) tegangan hantu di -Q1:14; (M) kontinuitas kabel penahan, 13-14 diuji di mejaKasus 1
    Berhenti beberapa detik setelah asutKelas trip terlalu cepat untuk waktu asut, misalnya MPCB 10A pada drum; kontaktor segitiga tidak masuk(A) bendera, kode gangguan; (H) rekaman arus asutKelas dari waktu asut dan waktu tahan rotor terkunci
    Berhenti setelah beberapa menitBeban lebih, fasa hilang, setelan atau letak relai, termistor(H) arus tiga fasaBagian 3; Kasus 2
    Berhenti acak, sering saat mesin lain diasutKedip tegangan melepas koil; sakelar pelampung, tekanan, atau pintu bergetar(H) rekaman tegangan kendali; (A) korelasi waktuPerbaiki suplai atau histeresis sakelar

    Motor yang tidak menyala sendiri setelah kedip bekerja benar: penahan diri memenuhi PUIL 2020 5100.5.7.6 untuk motor instalasi dan IEC 60204-1 klausul 7.5 untuk mesin. Koil AC boleh melepas di mana saja antara 75 % dan 20 % tegangannya, sehingga dua mesin sejenis bereaksi berbeda terhadap kedip yang sama.

    3. Relai beban lebih trip berulang

    Buku ajar mesin listrik korpus mendaftar tiga penyebab beban lebih: beban mekanis berlebih, arus asut terlalu besar atau motor berhenti mendadak, dan terbukanya satu fasa. Untuk diagnosis, daftar itu disusun ulang menjadi empat keluarga yang dibedakan oleh arus ketiga fasa di tempat relai dipasang.

    KeluargaPola arus terhadap INI_\text{N} dan IrI_\text{r}Bukti pembedaTindakan
    Beban: bantalan, pompa di luar titik kerja, drum kelebihan muatan, asut terlalu seringSeimbang, di atas INI_\text{N}(M) poros diputar tangan setelah dikunci; uji tanpa bebanPerbaiki beban
    Tegangan rendah atau tidak seimbangTidak seimbang dengan rasio KI/KUK_I/K_U 6–10, atau seimbang dan naik saat tegangan turun(H) tegangan di terminal motor saat berbebanPerbaiki suplai; dibahas pada bab diagnosis instalasi
    Fasa hilang atau sambungan beresistansiSatu saluran nol atau jauh lebih kecil; rasio jauh di atas 10(H) arus per fasa; uji rotasi; (M) resistansi kutub kontaktor dan terminalGanti kutub atau terminal, periksa motor
    Setelan atau letak relaiSeimbang, di bawah INI_\text{N} tetapi di atas IrI_\text{r}Letak relai terhadap diagram; setelan terhadap pelat namaKasus 2

    Setelan tidak dinaikkan melewati arus pelat nama untuk menghentikan trip; bab proteksi motor menjadikannya kondisi berhenti. Tabel gangguan buku ajar kendali elektromekanik korpus menyarankan, bila relai trip saat start, menunggu dingin lalu mencoba lagi; setiap percobaan menambah panas, dan tabel itu tidak memuat kolom bukti. Untuk termistor, tabel yang sama memang meminta beban dan pendinginan diperiksa, urutan yang dipakai di sini.

    4. Bintang-segitiga tidak berpindah atau hubung singkat saat pindah

    Kontaktor utama -Q1, bintang -Q2, segitiga -Q3, dan relai bintang-segitiga -K1. Kontak pembuka -Q2 di jalur -Q3 dan sebaliknya mencegah keduanya menutup bersamaan, dan jeda peralihan relai (sekitar 60 ms pada satu katalog) memberi waktu busur di -Q2 padam.

    GejalaKemungkinan sebabTitik ukur dan buktiTindakan
    Tetap bintang, lambat, lalu relai trip-K1 atau kontaknya rusak; koil -Q3 putus; kontak pembuka -Q2 tidak menutup karena -Q2 macet atau las(H) keluaran segitiga -K1 dan -Q3:A1; (M) koil -Q3, kontak -Q2Ganti komponen; kontaktor las: bagian 5
    Peralihan menyentak, pengaman magnetik trip acakWaktu bintang terlalu pendek; peralihan pada 50 % kecepatan sinkron memberi 6,4 kali arus pengenal(H) rekaman arus bintang belum turun saat pindahSetel dari hitungan: kipas bab relai waktu memerlukan ≥ 8,1 s, awal 12 s, dipastikan rekaman arus
    Hubung singkat saat pindah, kontak -Q2 hangusInterlock -Q2/-Q3 hilang atau dijembatani; dua relai tunda-nyala biasa dengan jeda nol; -Q2 terlalu kecil(M) kontak pembuka interlock; jenis relaiPulihkan interlock, relai berjeda tetap, uji tanpa daya motor
    Arus segitiga jauh di atas pelat nama, motor panasMotor 230/400 V dihubung bintang-segitiga pada 400 V(A) pelat namaMotor tidak dienergikan sampai metode asut diganti
    Hentakan dan lonjakan arus jauh di atas peralihan biasa, arah tetapUrutan sambungan -Q3 tidak sesuai arah putar, sehingga beda fasa dengan tegangan sisa motor membesar; jeda peralihan terlalu panjang(H) rekaman arus peralihan; (M) sambungan -Q3 terhadap diagram pabrikanPerbaiki sambungan sesuai diagram

    5. Kontaktor berdengung, bergetar, atau menempel

    Dengung kontinu, getar buka-tutup, dan kontaktor yang tidak lepas bersebab berbeda.

    GejalaKemungkinan sebabTitik ukur dan buktiTindakan
    Dengung keras kontinu saat menarikTegangan koil di bawah 85 %; cincin hubung singkat patah; kotoran di muka kutub(H) A1-A2 saat asut; (M) muka kutubPerbesar trafo kendali; ganti kontaktor
    Getar buka-tutup cepat sejak suplai kendali masukPenahan disambung ke kontak pembuka 21-22, bukan 13-14(M) nomor terminal terhadap diagramSambung ulang; uji fungsi
    Getar buka-tutup lambatSakelar proses tanpa histeresis, kontak longgar(A) korelasi dengan level atau tekananPerbaiki sakelar atau setelan
    Tidak lepas saat STOP, lepas bila -F3 dibukaKapasitansi kabel kendali panjang; arus bocor sensor dua kawat; gangguan tanah pada sirkit tak dibumikan; penahan paralel dengan STOP(H) tegangan sisa A1-A2; (M) panjang kabel, pembumianKendali DC; desain terbumikan
    Motor tetap jalan walau A1-A2 tanpa teganganKontak utama las: AC-4 atau jog, hubung pendek tanpa koordinasi tipe 2, tegangan koil rendah(H) A1-A2 nolPutus di pemisah hulu, jangan diketuk

    6. Arah putar salah, pembalik, dua kecepatan, soft starter, dan pengereman

    Arah salah pada motor asut langsung berarti urutan fasa di terminal motor berubah (genset baru, PHB diperbaiki, kabel motor ditukar); penguji urutan fasa membuktikannya, dan perbaikan dilakukan bebas tegangan pada titik yang ditetapkan gambar. Buku ajar kendali korpus menulis kontaktor balik yang menghubungkan L1 ke W dan L3 ke U menukar L1 dan L2; yang ditukar L1 dan L3.

    GejalaKemungkinan sebabTitik ukur dan buktiTindakan
    Arah kedua tidak mau masukKontak pembuka kontaktor lawan belum menutup; relai jeda atau sakelar kecepatan nol menahan(H) jalur koil arah keduaPeriksa kontak dan jeda
    Hubung singkat saat membalikInterlock listrik atau mekanis hilang; kontak utama las(M) interlock dan kontakTidak dioperasikan sampai kedua lapis pulih
    Drum menyentak saat membalik, kontak menghitamJeda lebih pendek dari waktu henti: plugging 4 kali energi asut, kategori AC-4(A) waktu jeda terhadap waktu henti terukurKasus 3
    Dua kecepatan berbeda arah, atau trip saat pindahTerminal Dahlander salah, interlock hilang(M) sambungan terhadap diagramPerbaiki sambungan dan interlock
    Soft starter: motor tidak mulai berputar, trip waktu asutBatas arus terlalu rendah untuk torsi lepas(A) kode gangguan; hitungan (Ilim/Il)2Tl(I_\text{lim}/I_\text{l})^2 T_\text{l}Setel dari torsi beban
    Soft starter: motor berdengung setelah STOP, arus di satu fasaTiristor atau kontak bypass hubung singkat(H) arus saat unit menyatakan matiPutus di pemisah hulu; periksa sekering semikonduktor
    Motor berbalik setelah pluggingPengakhir plugging hanya relai waktu; sakelar kecepatan nol rusak(A) pengamatan hentiMesin dihentikan
    Waktu henti lebih lama dari acuanKampas rem aus, tuas pelepas tertahan; injeksi DC tidak diberikan(A) terhadap catatan komisioningMesin dihentikan

    7. Motor panas tanpa trip

    Pelindung yang tidak melihat penyebab lebih berbahaya daripada trip. Suhu permukaan rumah bukan suhu belitan, sehingga arus, pendinginan, dan uji belitan lebih andal.

    Kemungkinan sebabMengapa relai tidak memutusBukti
    Setelan dinaikkan di atas INI_\text{N}Kelonggaran relai bertumpuk dengan kenaikan setelanSetelan terhadap pelat nama
    Relai di jalur belitan bintang-segitiga disetel INI_\text{N}Belitan dapat bekerja sampai 1,7 kali arus pengenalnyaLetak dan setelan
    Fasa hilang pada motor segitiga berbeban sedang atau relai dua unsurArus saluran di bawah setelan, satu belitan dua pertiga arus saluranArus per fasa; jenis relai
    Pendinginan hilang: sirip tertutup serat, kipas rusak, ruang panasArus normal; hanya termistor yang melihat(A) sirip dan kipas; unit termistor
    Asut terlalu sering, jog, pembalikan tanpa jedaRotor panas lebih cepat daripada model relaiJumlah asut per jam; Kasus 3
    Ketidakseimbangan teganganArus rata-rata normal, satu fasa lebih panasKUK_U dibanding anjuran 1 %

    Buku ajar mesin listrik korpus menyebut relai beban lebih termal melindungi dari ketidakseimbangan dan kehilangan fasa. Itu benar hanya untuk relai berkepekaan fasa hilang atau elektronik; relai dua unsur, yang masih diizinkan Tabel 5100.5.1 PUIL 2020, buta terhadap fasa yang tidak diinderanya.

    Contoh kerja: tiga kasus berdata ukur

    Kasus 1: pompa hanya jalan selama START ditekan

    Data (ilustrasi). Pompa 4 kW, INI_\text{N} 8,2 A, rangkaian acuan. -Q1 menarik selama -S2 ditekan dan lepas saat -S2 dilepas. Sehari sebelumnya kabel tombol diganti.

    Langkah 1: batasi ruang cari. Alasan: -Q1 menarik saat -S2 ditekan, jadi -T1, -F3, -F2:95-96, -S1, -S2, koil, dan -Q1:A2 sudah terbukti. Yang tersisa hanyalah jalur penahan: kabel titik 3 ke -Q1:13, kontak 13-14, dan kabel -Q1:14 ke titik 4. Empat langkah pertama studi kasus buku ajar korpus tidak menambah informasi.

    Langkah 2: pengukuran bertegangan yang membedakan. Alasan: kontak 13-14 tidak dapat diuji hidup, karena saat -Q1 menarik, -S2 juga menyuplai titik 4; yang dapat dibedakan hidup adalah kedua kabel. Dengan -S2 dilepas, di ruang panel kering, oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD:

    Titik terhadap -T1:X2Meter 10 MΩFungsi impedansi rendahTafsir
    Titik 3231 V230 VRantai sampai -S1 utuh
    -Q1:13231 V230 VKabel titik 3 ke 13 utuh
    -Q1:1441 V0,3 VMengambang: kabel 14 ke titik 4 putus
    Titik 40,2 V0,0 VTerikat ke -T1:X2 lewat koil

    Bila kabel 14 utuh, -Q1:14 terikat lewat koil ke -T1:X2 dan terbaca hampir nol; 41 V yang runtuh pada impedansi rendah adalah tegangan hantu.

    Langkah 3: uji tanpa tegangan. Alasan: dugaan dikonfirmasi tanpa menjembatani. Setelah sakelar utama dibuka, dikunci, dan sekunder -T1 terverifikasi nol menurut Bab 2 · Keselamatan: kabel -Q1:14 ke -S2 terbuka; sekrup terminal di sisi tombol menjepit selongsong isolasi ferrule. Blok kontak bantu diuji di meja seperti praktikum mengenali kontak di buku ajar mesin listrik korpus: 13-14 terbuka saat diam, 0,05 Ω saat ditekan.

    Langkah 4: perbaikan. Kabel diterminasi ulang; sirkit kendali diuji dengan -F1 dibuka dan dikunci, lalu dengan motor.

    Tafsir. Putusnya di sisi tombol, jadi jembatan di terminal -Q1 tidak menyalakan motor, dan resep buku ajar berhenti tanpa jawaban karena hanya punya cabang "bila motor jalan"; bahaya jembatan sebagai uji dibahas di bab metode diagnosis. Resep yang sama mengganti sekering kendali yang putus lalu langsung menjalankan motor, padahal sekering putus menandakan hubung singkat yang dicari lebih dulu.

    Kasus 2: relai beban lebih kipas buang trip setelah sekitar dua menit

    Data (ilustrasi). Kipas buang 11 kW dari bab relai waktu, bintang-segitiga, waktu bintang 12 s; tambahan: pelat nama 400/690 V Δ/Y, IN=21,0I_\text{N} = 21{,}0 A pada 400 V Δ seperti motor 11 kW bab proteksi motor. Relai termal berkepekaan fasa hilang disetel 12,1 A, yaitu 21,0/321{,}0/\sqrt{3} untuk jalur belitan. Sejak panel dirakit ulang, relai trip sekitar dua menit setelah masuk segitiga, dari keadaan dingin, berulang.

    Langkah 1: empat hipotesis dan ramalannya. Alasan: setiap hipotesis meramalkan pola arus yang berbeda di tempat relai.

    HipotesisRamalan arus saluran di relai
    Beban lebih mekanisSeimbang, di atas 21,0 A
    Fasa hilangSatu saluran nol atau jauh lebih kecil
    Tegangan rendah atau tidak seimbangTidak seimbang dengan rasio 6–10, atau seimbang dan tinggi
    Setelan atau letak relaiSeimbang, di bawah 21,0 A, di atas 12,1 A

    Langkah 2: ukur. Alasan: angka memilih hipotesis. Setelah 60 s pada segitiga, oleh personel kompeten dengan tang true RMS berkategori ukur sesuai dan APD: 18,6; 18,9; 18,7 A dan 401, 399, 400 V. Rata-rata 18,73 A, simpangan terbesar 0,17 A:

    KI=0,1718,73=0,89 %,KU=1400=0,25 %,KIKU=3,6K_I = \frac{0{,}17}{18{,}73} = 0{,}89\ \%, \qquad K_U = \frac{1}{400} = 0{,}25\ \%, \qquad \frac{K_I}{K_U} = 3{,}6

    Suplai seimbang, tidak ada fasa hilang, dan arus di bawah 21,0 A.

    Langkah 3: kelipatan dan letak relai. Alasan: arus wajar yang tetap trip menunjuk ke relai. m=18,73/12,1=1,55m = 18{,}73/12{,}1 = 1{,}55, di daerah trip hitungan menit; pitanya dicocokkan dengan kurva relai terpasang. Relai ternyata dipasang di jalur suplai sebelum percabangan ke -Q1 dan -Q3, sehingga melihat arus saluran, bukan arus belitan 18,73/3=10,818{,}73/\sqrt{3} = 10{,}8 A (0,89 kali setelan).

    Langkah 4: keputusan. Relai dikembalikan ke jalur belitan dengan setelan 12,1 A, tempat ia melindungi belitan pada kedua tahap; 21,0 A di jalur suplai menghentikan trip tetapi kurang melindungi belitan selama tahap bintang. Resep buku ajar, reset lalu memastikan motor tidak berbeban lebih, tidak memberi cara memastikannya; arus tiga fasa dan letak relai menyelesaikannya.

    Kasus 3: drum pembalik menyentak hanya dari kiri ke kanan

    Data (ilustrasi). Drum pembalik dari bab rangkaian kendali lanjutan: -Q1 kanan, -Q2 kiri, jeda urutan -K11 dan -K13 masing-masing 6 s, relai penjaga -K15 dan -K16 jenis tunda-lepas tanpa suplai bantu 5 s yang disuplai lewat kontak bantu kontaktor arah. Waktu henti terlama 3,54 s dan panas rotor satu asut 461 J, dari bab relai waktu. Setelah -K16 diganti, drum menyentak, kontak -Q1 menghitam, dan relai beban lebih sesekali trip.

    Langkah 1: pengamatan (A). Alasan: arah dan siklus gejala mempersempit komponen. Dari luar mesin dengan pintu tertutup, memakai perekam status kontaktor: jeda kanan ke kiri 5,9–6,1 s pada semua siklus; jeda awal setelah START 6,0 s, tetapi setiap peralihan kiri ke kanan hanya 0,08–0,15 s.

    Langkah 2: hipotesis. Alasan: bab rangkaian kendali lanjutan mencatat bahwa mulai siklus kedua -K11 hanya kehilangan suplai puluhan milidetik, sehingga jeda kiri ke kanan sebenarnya dijamin -K16. Gejala tepat pada arah dan siklus itu menunjuk -K16.

    Langkah 3: uji pembeda. Alasan: dugaan diuji tanpa drum berputar. Dengan kabel motor dilepas, -K11 dipendekkan sementara seperti uji penjaga di bab yang sama; -Q1 masuk 0,1 s setelah -Q2 lepas, bukan sekitar 5 s. Relai pengganti berfungsi tunda-lepas dengan sinyal kendali yang mensyaratkan suplai tetap; karena suplainya lewat kontak -Q2, ia tidak menunda apa pun.

    Langkah 4: akibat termal. Alasan: menjelaskan trip relai dan kontak hitam. Pembalikan penuh membuang empat kali panas asut, 4×461=1 8444 \times 461 = 1\,844 J. Satu siklus 36 s memuat satu asut dari diam dan satu pembalikan:

    Pˉr,gangguan=461+1 84436=64,0 W,Pˉr,normal=2×46136=25,6 W\bar{P}_\text{r,gangguan} = \frac{461 + 1\,844}{36} = 64{,}0\ \text{W}, \qquad \bar{P}_\text{r,normal} = \frac{2 \times 461}{36} = 25{,}6\ \text{W}

    Panas rotor rata-rata 2,5 kali (torsi beban diabaikan), dan setiap pembalikan memindahkan -Q1 ke tugas AC-4.

    Langkah 5: tindakan. -K16 diganti jenis sesuai diagram dan kedua penjaga diuji; kontak -Q1 diperiksa; belitan dan isolasi motor diuji karena motor telah bekerja panas.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus dan katalog bab ini; angka keadaan yang bukan dari sumber ditandai angka latihan, dan hitungannya dicatat di peta sumber pengembangan. Semua pengukuran bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.

    Contoh 1: pompa air bersih hotel trip pada jam puncak. Relai beban lebih pompa air bersih hotel trip pada jam pemakaian puncak. Di terminal motor terbaca 10,6; 11,9; 10,8 A dan 396, 404, 400 V (angka latihan). Rata-rata arus 11,1 A dengan simpangan terbesar 0,8 A:

    KI=0,811,1=7,2 %,KU=4400=1,0 %,KIKU=7,2K_I = \frac{0{,}8}{11{,}1} = 7{,}2\ \%, \qquad K_U = \frac{4}{400} = 1{,}0\ \%, \qquad \frac{K_I}{K_U} = 7{,}2

    Rasio itu berada di pita 6 sampai 10, sehingga ketidakseimbangan arus masih dapat dijelaskan suplai, dan KUK_U sudah di batas anjuran 1 %. Keluarganya tegangan, bukan motor: suplai diperiksa menurut Bab 80 tentang diagnosis instalasi, dan setelan relai tidak diubah.

    Contoh 2: pompa sirkulasi air panas yang panas tanpa trip. Pompa 4 kW, INI_\text{N} 8,2 A, relai disetel 8,2 A, terasa panas setelah katup jalur air panas diubah. Arusnya 9,0; 9,1; 9,0 A dengan suplai seimbang (angka latihan).

    m=9,038,2=1,10m = \frac{9{,}03}{8{,}2} = 1{,}10

    Nilai itu di antara 1,05, tempat relai tidak memutus dalam dua jam, dan 1,2, tempat relai memutus dalam dua jam, jadi motor dapat bekerja 10 % di atas INI_\text{N} berjam-jam tanpa trip. Pola seimbang di atas INI_\text{N} menunjuk keluarga beban: titik kerja pompa diperiksa, dan setelan tidak dinaikkan.

    Contoh 3: kedip tegangan kendali di laundry hotel. Dua pompa sejenis kadang berhenti saat washer-extractor besar diasut, tetapi hanya salah satunya yang lepas. Perekam menunjukkan tegangan kendali turun dari 230 V ke 168 V selama 0,15 s (angka latihan).

    168230=73 %,0,85×230=195,5 V\frac{168}{230} = 73\ \%, \qquad 0{,}85 \times 230 = 195{,}5\ \text{V}

    Tegangan 73 % berada di bawah 75 %, dalam pita 75 % sampai 20 % tempat koil AC boleh melepas, sehingga satu kontaktor lepas dan yang lain bertahan. Pompa yang lepas tidak menyala sendiri, dan itu perilaku benar. Tindakannya memperbaiki suplai kendali, bukan mengganti kontaktor.

    Contoh 4: kontak tertutup yang mulai rusak. Pada pemeliharaan berkala kipas buang dapur rumah sakit, tegangan melintasi -F2:95-96 saat kipas jalan terbaca 0,35 V (angka latihan). Arus tahan koil 8 VA pada bagian rumus bab ini adalah 8/230=0,0358/230 = 0{,}035 A, sehingga

    Rkontak=Vkontak,tutupIkoil=0,358/230=10 ΩR_\text{kontak} = \frac{V_\text{kontak,tutup}}{I_\text{koil}} = \frac{0{,}35}{8/230} = 10\ \Omega

    Kontak sehat 0,05 Ω hanya menjatuhkan 1,7 mV, jadi kontak ini sekitar 200 kali lebih buruk. Saat menarik, arus koil 70 VA sekitar 0,30 A menjatuhkan sekitar 3 V, sehingga kontaktor masih bekerja. Temuan dicatat, -F2 diganti terjadwal setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan, dan sebab panasnya dicari.

    Kondisi berhenti

    Pekerjaan dihentikan atau mesin tidak dijalankan lagi bila:

    1. Relai beban lebih, termistor, relai fasa, interlock, stop darurat, atau sakelar pintu ditemukan dijembatani, dilepas, atau disetel pada nilai maksimum rentangnya.
    2. Diagnosis hanya dapat dilanjutkan dengan menjembatani kontak atau menekan jangkar kontaktor saat bertegangan; hipotesis diuji dengan uji tanpa tegangan.
    3. Relai beban lebih trip kedua kali tanpa sebab terukur, atau pengaman hubung pendek trip: tidak ada asut ulang sebelum isolasi dan belitan diperiksa.
    4. Motor tetap berputar atau berdengung setelah STOP: suplai diputus di pemisah hulu, kontaktor tidak diketuk.
    5. Terjadi hubung singkat saat pindah bintang-segitiga, membalik, atau pindah kecepatan: mesin tidak dioperasikan sampai interlock dan jeda terbukti tanpa daya motor.
    6. Drum menyentak saat membalik, arah putar salah, atau motor berbalik setelah plugging.
    7. Pengukuran bertegangan direncanakan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, atau APD, atau panel menunjukkan tanda panas, bau, atau bunyi busur: panel tidak dibuka dalam keadaan bertegangan.
    8. Penelusuran tegangan direncanakan di area cuci, pengering, atau ruang lembap lain, atau pada panel basah, padahal uji tanpa tegangan menemukan gangguan yang sama (PUIL 2020 9.9.3.2, tafsir bab metode diagnosis).
    9. Titik ukur hanya tercapai dengan menahan START, sedangkan -F1 belum dibuka dan dikunci.
    10. Komponen akan diganti sebelum isolasi, penguncian, dan verifikasi bebas tegangan oleh orang yang akan bekerja.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Kontaktor tidak menahan, jadi kontak bantunya rusak." Kontaktor yang menarik saat START membuktikan seluruh rantai kecuali jalur penahan: dua kabel dan satu kontak. Pada Kasus 1 yang putus kabelnya.

    "Relai trip: tunggu dingin, reset, coba lagi." Setiap percobaan menambah panas belitan dan rotor; trip dibaca dengan arus tiga fasa.

    Hubungan dengan bab lain

    Prasyaratnya Bab 1 · Keselamatan, Bab 2 · Keselamatan, Bab 52, bab alat ukur dan uji, serta bab motor dan kendali yang dirujuk di atas dan uji pra-energi. Metodenya di bab metode diagnosis, isolasinya di bab kerja aman; kelanjutannya dibahas pada bab diagnosis instalasi dan bab pemeliharaan listrik terencana. Konteks drum di bab washer-extractor rak Laundry; standar kontaktor IEC 60947-4-1.

    Latihan dan pembahasan

    Tuliskan rumus, satuan, dan asumsi. Angka dalam soal adalah data latihan.

    1. Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2: titik 1 = 230 V, titik 2 = 230 V, titik 3 = 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?
    2. Pompa segitiga 4 kW, INI_\text{N} 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung mm, arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?
    3. Relai kipas bintang-segitiga Kasus 2 berada di jalur belitan, tetapi seseorang menyetelnya 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?
    4. Setelah blok kontak bantu -Q1 diganti, kontaktor bergetar buka-tutup cepat begitu suplai kendali masuk, tanpa START ditekan. Pilih sebab yang paling mungkin: (A) tegangan koil 85 %; (B) penahan disambung ke 21-22; (C) kapasitansi kabel tombol panjang; (D) relai beban lebih trip.
    5. Waktu henti drum pembalik terukur 3,4 s pada muatan ringan, waktu lepas kontaktor 0,05 s, ketelitian relai ±5 % dan keterulangan 1 %. Relai jeda terukur 2,1 s. Hitung setelan minimum dan nilai relai itu.
    6. Pompa ber-soft starter tidak mulai berputar dan unit trip waktu asut. Batas arus 2,5 INI_\text{N}, motor Il=7 INI_\text{l} = 7\,I_\text{N} dan torsi rotor terkunci 2,6 TNT_\text{N}, torsi lepas pompa 0,4 TNT_\text{N}. Hitung torsi awal dan batas arus yang memberi cadangan 20 % di atas torsi lepas.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Tegangan hilang di antara titik 2 dan 3, jadi -S1 atau kabelnya terbuka; 229 V pada terminal -S1 menunjuk kontak -S1 itu sendiri: tertekan, macet, atau kontaknya aus. Dengan START ditahan, -S1 seri dengan -S2 dan koil ke -T1:X2, sehingga titik 3 terikat mendekati nol dan meter 10 MΩ melintasi -S1, seri dengan koil 756 Ω, memberi 230×107/(107+756)≈230230 \times 10^7/(10^7 + 756) \approx 230 V; selisih 1 V dari ketelitian alat, sedangkan kontak tertutup membaca milivolt. Pengukurannya memerlukan personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.
    2. m=13,1/8,2=1,60m = 13{,}1/8{,}2 = 1{,}60. Arus pengenal belitan 8,2/3=4,738{,}2/\sqrt{3} = 4{,}73 A; belitan terberat membawa sekitar 23×13,1=8,73\tfrac{2}{3} \times 13{,}1 = 8{,}73 A, yaitu 1,84 kali pengenalnya. Satu saluran hilang: sekering, kutub -Q1, dan terminal diperiksa bebas tegangan, motor diuji belitan dan isolasinya, dan bila relai belum memutus, kepekaan fasa hilangnya diuji.
    3. Arus belitan tanpa trip sampai sekitar 1,2×21,0=25,21{,}2 \times 21{,}0 = 25{,}2 A, sedangkan pengenalnya 12,1 A: 25,2/12,1=2,0825{,}2/12{,}1 = 2{,}08 kali. Bahkan pada setelan itu sendiri belitan sudah 1,73 kali pengenalnya. Gejalanya motor panas dan bau tanpa trip sampai belitan rusak; setelan dikembalikan ke 12,1 A.
    4. B. Kontak 21-22 tertutup saat diam: koil dienergi, kontak membuka, koil lepas, kontak menutup, berulang. A memberi dengung kontinu, bukan buka-tutup; C membuat kontaktor tidak lepas; D membuat kontaktor tidak menarik sama sekali.
    5. tset≥(3,4+0,05)/(1−0,05−0,01)=3,67t_\text{set} \ge (3{,}4 + 0{,}05)/(1 - 0{,}05 - 0{,}01) = 3{,}67 s. Jeda 2,1 s lebih pendek dari waktu henti, jadi setiap pembalikan menjadi plugging sebagian (AC-4, panas rotor tambahan). Setelan dinaikkan, praktisnya sekitar 5 s, dan waktu henti diukur ulang pada muatan ringan dan penuh.
    6. T0=(2,5/7)2×2,6 TN=0,33 TNT_0 = (2{,}5/7)^2 \times 2{,}6\,T_\text{N} = 0{,}33\,T_\text{N}, di bawah 0,4 TNT_\text{N}, sehingga pompa tidak mulai berputar. Dengan cadangan 20 %, torsi yang dibutuhkan 0,48 TNT_\text{N}: Ilim=70,48/2,6=3,01 INI_\text{lim} = 7\sqrt{0{,}48/2{,}6} = 3{,}01\,I_\text{N}, dipakai setelan tersedia berikutnya di atasnya. Tiristor tidak rusak; setelan diubah dalam batas kode asut unit dan suplai, atau dipakai asut dorong singkat.

    Referensi

    Sumber luar

    • IEC 60947-4-1:2023 (Ed. 5.0), Contactors and motor-starters, Electromechanical contactors and motor-starterswebstore.iec.ch
    • IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Rangkaian acuan, -F1 dibuka dan dikunci, START ditahan orang kedua, -Q1 tidak menarik, -F2 normal. Terhadap -T1:X2: titik 1 = 230 V, titik 2 = 230 V, titik 3 = 0 V; di antara kedua terminal -S1 terbaca 229 V. Di mana gangguannya, dan mengapa 229 V, bukan 0 V?

    2

    Pompa segitiga 4 kW, INI_\text{N} 8,2 A, relai disetel 8,2 A. Saat berjalan terbaca 13,0; 13,1; 0,2 A. Hitung mm, arus pengenal belitan, dan arus belitan terberat. Apa yang diperiksa?

    3

    Relai kipas bintang-segitiga Kasus 2 berada di jalur belitan, tetapi seseorang menyetelnya 21,0 A. Bila relai baru dijamin memutus pada 1,2 kali setelan, berapa kali arus pengenal belitan dapat mengalir tanpa trip, dan apa gejalanya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaDiagnosis instalasi: RCD trip, MCB trip, terminal panas, netral putus, dan tegangan rendah

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 80.

    SebelumnyaMetode diagnosis gangguan listrik

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 78.

    Satu disiplinTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.