Proyek integratif: menganalisis washer-extractor dengan neraca gaya, getaran, energi, dan panas
Pengelola hotel ingin memasang mesin cuci-peras 60 kg di lantai dua dan bertanya apakah lantainya kuat, apakah kamar di sebelahnya akan bergetar, berapa energi tiap siklus, dan apa yang dapat membahayakan. Bab penutup rak Fisika ini menjawab pertanyaan itu sebagai satu proyek analisis dengan alat dari bab-bab sebelumnya: cara menyusun proyek, data dan anggapan, model gaya dan gerak, model getaran, model energi dan panas, rantai sebab-akibat lintas ranah, sembilan langkah hitungan dari kinematika drum, tekanan dinding, tegangan cincin, gaya ketidakseimbangan, isolasi getaran, momen guling dan angkur, energi pemanasan, rugi panas, sampai energi putar dan pengereman, serta pemeriksaan hasil dengan dimensi dan orde besaran. Enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Sebuah hotel berencana memindahkan laundry ke lantai dua dan membeli mesin cuci-peras (washer-extractor) bekas berkapasitas 60 kg. Pengelola mengajukan empat pertanyaan kepada teknisi. Apakah lantai sanggup menahan mesin itu saat memeras? Apakah kamar tamu di sebelah ruang laundry akan merasakan getaran? Berapa energi yang dipakai setiap siklus, dan apakah lebih murah memakai uap dari ketel yang sudah ada? Dan apa saja yang dapat membahayakan orang di sekitarnya?
Setiap pertanyaan menyentuh bab yang berbeda di rak ini: gaya dan gerak melingkar, kesetimbangan dan guling, getaran paksa dan dinamika rotor, hukum pertama termodinamika, dan perpindahan panas. Bab penutup ini tidak menambah hukum baru. Bab ini menunjukkan cara menggabungkan hukum-hukum itu menjadi satu analisis yang tertib, dengan anggapan yang ditulis jelas, hasil yang diperiksa silang, dan batas yang jujur tentang apa yang tidak dapat dijawab oleh hitungan di atas kertas.
Batas pembahasan
Bab ini membahas cara menyusun proyek analisis, data dan anggapan, model gaya, getaran, energi, dan panas pada mesin cuci-peras, rantai sebab-akibat lintas ranah, sembilan langkah hitungan, dan pemeriksaan hasil. Narasi pemilik tidak memuat analisis terpadu mesin cuci-peras. Bab ini memakai kutipan yang sudah dipakai bab-bab sebelumnya: benda tegar berputar pada sumbu tetap dan momentum sudut dari buku teks fisika di narasi Fisika Teknik, anggapan getaran harmonik sederhana, kurva resonansi yang melebar dengan redaman, dan keruntuhan jembatan gantung karena getaran dari narasi Teknik Mekanikal dan Mekatronika, serta hukum Fourier dari narasi Fluida & Termal.
Faktor G dan aksi mekanik mesin cuci-peras dibahas di Bab 10 · Laundry, kelistrikan dan pengereman motor drum di Bab 82 · Kelistrikan & Kendali, dan pengeringan di Bab 15 · Laundry. Semua data mesin di bab ini adalah angka latihan yang disusun konsisten dengan contoh Bab 10 · Laundry, bukan data produk tertentu. Beban lantai yang diizinkan, spesifikasi pondasi dan baut angkur, batas ketidakseimbangan yang diterima sensor, dan batas getaran untuk ruang hunian tidak dihitung atau disalin di sini; angka itu ditetapkan oleh pabrik mesin, perencana struktur bangunan, dan standar yang berlaku. Hasil bab ini adalah bahan untuk mengajukan pertanyaan yang tepat kepada mereka.
Cara menyusun proyek analisis
Analisis peralatan yang baik mengikuti urutan yang sama, apa pun mesinnya:
- Rumuskan pertanyaan sebagai besaran. "Apakah lantai kuat" menjadi "berapa gaya statis dan dinamis yang diteruskan ke lantai, dan pada frekuensi berapa". "Berapa energi" menjadi "berapa kWh per siklus untuk pemanasan, putaran, dan pengeringan".
- Tetapkan sistem dan batasnya. Untuk gaya, sistemnya drum, bak, dan rangka; untuk energi, sistemnya air, linen, dan logam yang dipanaskan.
- Kumpulkan data dan tulis anggapan. Setiap angka diberi sumber atau tanda angka latihan, satuan, dan perkiraan ketidakpastiannya.
- Pilih model paling sederhana yang menjawab pertanyaan. Model massa-pegas satu derajat kebebasan cukup untuk menilai isolasi getaran; elemen hingga tidak diperlukan pada tahap ini.
- Hitung, lalu periksa. Periksa dimensi, orde besaran, dan kesesuaian dengan data lain, seperti dibahas di bab analisis dimensi.
- Tarik kesimpulan beserta batasnya. Tuliskan apa yang sudah terjawab, apa yang masih bergantung pada data pabrik, dan siapa yang harus memutuskan.
Urutan ini mencegah dua kesalahan umum: menghitung rinci sebelum tahu pertanyaannya, dan menyimpulkan lebih jauh daripada yang didukung anggapan.
Data mesin dan anggapan
| Besaran | Nilai | Keterangan |
|---|---|---|
| Kapasitas | 60 kg kain kering | angka latihan, sesuai Bab 10 · Laundry |
| Diameter drum dalam | 0,98 m | sesuai contoh Bab 10 · Laundry |
| Kedalaman drum | 0,80 m | volume sekitar 600 L |
| Putaran cuci | 35 rpm | di bawah kecepatan kritis |
| Putaran peras | 630 rpm | sesuai contoh Bab 10 · Laundry |
| Massa drum baja tahan karat | 120 kg | angka latihan |
| Tebal dinding drum | 2,0 mm | angka latihan |
| Massa basah awal peras | 150 kg | 60 kg kain dan 90 kg air |
| Ketidakseimbangan sisa | 3,0 kg pada jari-jari 0,45 m | angka latihan |
| Massa berosilasi pada suspensi | 400 kg | drum, bak, motor, dan muatan |
| Kekakuan pegas total | 400 kN/m | angka latihan |
| Rasio redaman suspensi | 0,10 | angka latihan |
| Air cuci utama | 300 L, dari 25 °C ke 60 °C | angka latihan |
| Daya pemanas listrik | 36 kW | angka latihan |
Anggapan pokok: drum dianggap cincin tipis berputar pada sumbu tetap, linen basah dianggap tersebar merata di dinding kecuali massa ketidakseimbangan, suspensi dianggap massa-pegas-peredam satu arah, dan kalor jenis bahan memakai nilai baku pendekatan. Setiap anggapan ini akan diuji kewajarannya di akhir.
Model gaya dan gerak
Drum yang berputar membawa linen dan air dalam gerak melingkar. Buku teks fisika dalam sumber membahas benda tegar yang berputar pada sumbu berarah tetap, dan bab gerak rotasi memberi hubungan kecepatan sudut, kecepatan keliling, dan percepatan sentripetal. Gaya yang diperlukan untuk menahan setiap kilogram muatan pada lintasan melingkar adalah . Dinding drum yang berlubang memberikan gaya itu kepada linen, tetapi tidak kepada air yang dapat lolos melalui lubang; itulah cara ekstraksi bekerja, seperti dibahas di Bab 10 · Laundry.
Bila muatan tersebar merata, gaya-gaya sentrifugal pada setiap bagian dinding saling meniadakan, dan bantalan hanya menerima berat. Gaya itu tetap menegangkan dinding drum seperti cincin yang berputar, sesuai tegangan cincin di bab dinamika rotor. Bila muatan tidak merata, sisa ketidakseimbangan menghasilkan gaya putar yang diteruskan ke bantalan, rangka, dan akhirnya lantai. Gaya ini sebanding dengan kuadrat putaran, sehingga ketidakseimbangan yang tidak berarti pada putaran cuci menjadi besar pada putaran peras.
Untuk mesin yang dipasang kaku ke lantai, gaya ketidakseimbangan mendatar pada ketinggian sumbu drum menimbulkan momen guling terhadap tepi dudukan mesin, seperti di bab kesetimbangan statik dan stabilitas guling. Bila momen itu melebihi momen penahan dari berat mesin, mesin cenderung terangkat di satu sisi, sehingga mesin yang dipasang kaku memerlukan baut angkur dan pondasi sesuai spesifikasi pabrik.
Model getaran
Banyak mesin cuci-peras modern menggantung bak dan drum pada pegas dan peredam, sehingga gaya ketidakseimbangan tidak diteruskan langsung ke lantai. Narasi Teknik Mekanikal dalam sumber memakai anggapan bahwa penyelesaian gerak semacam ini berupa getaran harmonik sederhana, dan model massa-pegas-peredam dari bab getaran harmonik dan getaran paksa berlaku. Frekuensi alami suspensi adalah , dan perbandingan gaya yang diteruskan ke lantai terhadap gaya ketidakseimbangan adalah transmisibilitas:
Isolasi hanya bekerja bila putaran jauh di atas frekuensi alami, yaitu di atas . Pada putaran peras, mesin bersuspensi bekerja di daerah isolasi. Tetapi setiap kali drum dipercepat dari putaran cuci ke putaran peras, putarannya melewati frekuensi alami suspensi. Di sana gaya diperbesar, dan narasi Teknik Mekanikal mencatat bahwa kurva resonansi melebar ketika redaman bertambah. Peredam menurunkan puncak resonansi, tetapi sedikit mengurangi isolasi pada putaran tinggi. Narasi yang sama mengingatkan keruntuhan jembatan gantung karena getaran, contoh ekstrem bahwa resonansi struktur tidak boleh diabaikan.
Lantai bangunan juga memiliki frekuensi alaminya sendiri. Bila frekuensi putaran peras, atau harmonik dari gaya mesin, dekat dengan frekuensi alami pelat lantai, getaran dapat terasa jauh dari mesin walaupun gayanya kecil. Penilaian ini bukan pekerjaan teknisi mesin; frekuensi pelat lantai dan batas getaran ruang hunian adalah wewenang perencana struktur.
Model energi dan panas
Neraca energi dari bab hukum pertama berlaku untuk air, linen, dan logam yang dipanaskan bersama:
Kalor jenis air 4,19 kJ/(kg·K), kapas kering sekitar 1,3 kJ/(kg·K), dan baja tahan karat sekitar 0,50 kJ/(kg·K) (nilai baku pendekatan), seperti di bab pemuaian dan perubahan fase. Waktu pemanasan adalah energi dibagi daya bersih pemanas. Bila memakai uap, massa uap yang diperlukan kira-kira energi dibagi kalor laten uap pada tekanan pasokannya.
Rugi panas dari dinding bak luar ke udara mengikuti konveksi dan radiasi dari bab perpindahan panas kuantitatif. Narasi Fluida & Termal mencatat hukum Fourier tentang konduksi panas, yang dipakai bila dinding bak dilapisi isolasi. Selain energi, permukaan bak yang panas juga menjadi bahaya sentuh.
Energi listrik yang paling terlihat adalah putaran. Drum dan muatan yang berputar pada putaran peras menyimpan energi kinetik rotasi , dan buku teks fisika dalam sumber mencatat kegunaan momentum sudut untuk sistem makroskopik. Energi itu harus dibuang saat pengereman, melalui resistor rem atau dikembalikan ke jaringan oleh penggerak motor, seperti dibahas di Bab 82 · Kelistrikan & Kendali.
Rantai sebab-akibat lintas ranah
Kekuatan proyek integratif terletak pada hubungan antarranah yang tidak terlihat bila setiap bab dibaca terpisah:
- Putaran peras, kadar air sisa, dan energi pengering. Putaran lebih tinggi menaikkan faktor G dan menurunkan kadar air sisa linen. Setiap 10 poin persen kadar air sisa pada 60 kg kain berarti 6 kg air yang harus diuapkan pengering, sekitar kJ atau 4 kWh sebelum efisiensi pengering diperhitungkan, seperti di Bab 10 · Laundry dan Bab 15 · Laundry. Tambahan energi putar untuk mencapai putaran lebih tinggi jauh lebih kecil (Contoh 9). Tetapi putaran yang lebih tinggi juga menaikkan gaya ketidakseimbangan dan tegangan drum sebanding kuadrat putaran.
- Distribusi linen, ketidakseimbangan, dan getaran lantai. Distribusi yang buruk menambah massa ketidakseimbangan, dan gaya ke lantai naik sebanding dengannya. Sensor ketidakseimbangan dan tahap distribusi di Bab 10 · Laundry adalah pengendali pertama getaran, sebelum pegas dan peredam.
- Pemanasan, suhu bak, dan rugi panas. Pemanasan lebih cepat dengan uap mengurangi waktu siklus, tetapi uap menambah air ke bak dan memerlukan katup dan perangkap kondensat yang terawat. Isolasi bak menurunkan rugi panas dan suhu permukaan.
- Pengereman, energi, dan panas di panel. Energi rem yang dibuang ke resistor menjadi panas di panel atau ruang mesin, sehingga ventilasi panel ikut menentukan keandalan.
Contoh kerja
Kesembilan contoh berikut adalah langkah proyek, memakai data di tabel.
Contoh 1. Kinematika drum dan faktor G. rad/s. Kecepatan keliling m/s. Percepatan di dinding m/s², sehingga , sesuai rumus kerja Bab 10 · Laundry: . Kecepatan kritis rpm, sehingga putaran cuci 35 rpm berada di bawahnya dan linen dapat jatuh.
Contoh 2. Tekanan pada dinding drum di awal peras. Gaya sentrifugal total muatan basah N, tersebar di luas dinding m². Tekanan rata-rata kPa, setara sekitar 13 m kolom air. Tekanan inilah yang mendorong air melalui linen dan lubang drum. Gaya-gaya ini saling meniadakan bila tersebar merata, sehingga tidak diteruskan ke bantalan.
Contoh 3. Tegangan cincin dinding drum. Tegangan dari massa dinding sendiri MPa. Tegangan dari tekanan muatan MPa. Jumlahnya sekitar 40 MPa pada penampang penuh. Lubang-lubang drum mengurangi penampang dan memusatkan tegangan, sehingga tegangan setempat jauh lebih tinggi; batas rancang drum ditetapkan pabrik. Hitungan ini menjelaskan mengapa putaran peras tidak boleh dinaikkan di atas batas pabrik.
Contoh 4. Gaya ketidakseimbangan pada dua putaran. Pada putaran peras: N, sekitar 5,9 kN yang berputar 10,5 kali per detik. Pada putaran distribusi 60 rpm (): N. Perbandingannya kali. Itulah sebabnya keseimbangan diperiksa pada putaran rendah sebelum mesin dipercepat.
Contoh 5. Isolasi getaran suspensi. Hz, yaitu 302 rpm. Pada putaran peras 10,5 Hz, dan , sehingga gaya ke lantai sekitar N. Saat melewati resonansi pada 302 rpm, gaya ketidakseimbangan N, dan bila resonansi sempat tercapai, simpangannya mendekati m, sekitar 17 mm. Mesin karena itu melewati daerah resonansi dengan cepat, dan peredam membatasi puncaknya.
Contoh 6. Momen guling mesin yang dipasang kaku. Bila mesin dengan massa total 900 kg (angka latihan) dipasang kaku, gaya mendatar 5.880 N pada ketinggian sumbu 1,0 m memberi momen guling 5.880 N·m. Momen penahan dari berat terhadap tepi dudukan dengan lebar 1,2 m adalah N·m, lebih kecil. Tanpa angkur, mesin akan bergoyang pada setiap putaran. Angkur dan pondasi mengikuti spesifikasi pabrik, karena gaya berulang jutaan kali juga menimbulkan kelelahan baut.
Contoh 7. Energi dan waktu pemanasan. Air: kJ. Linen: kJ. Drum: kJ. Total sekitar 48.800 kJ, yaitu 13,6 kWh. Dengan pemanas 36 kW, waktunya s, sekitar 23 menit tanpa rugi. Dengan uap pada kalor laten sekitar 2.130 kJ/kg (nilai baku pendekatan untuk uap bertekanan sedang), diperlukan sekitar kg uap; pada injeksi langsung, 23 L kondensat itu ikut menambah air bak.
Contoh 8. Rugi panas dinding bak. Luas dinding bak luar 4,5 m² dengan suhu permukaan 55 °C di udara 30 °C dan koefisien gabungan konveksi dan radiasi 10 W/(m²·K) (angka latihan): W. Selama 20 menit pada suhu cuci, rugi itu sekitar 1.350 kJ, hampir 3 persen energi pemanasan. Rugi energinya kecil, tetapi permukaan 55 °C sudah cukup panas untuk melukai bila disentuh lama.
Contoh 9. Energi putar dan pengereman. Momen inersia drum sebagai cincin tipis kg·m², dan muatan di akhir peras (60 kg kain dan 30 kg air) pada jari-jari sekitar 0,45 m: kg·m². Total 47,0 kg·m². Energi kinetiknya kJ, hanya 0,028 kWh. Bila drum dihentikan dalam 30 s, daya rem rata-rata kW harus dibuang ke resistor rem atau jaringan. Dibandingkan 4 kWh energi pengering untuk setiap 10 poin persen kadar air, energi putar praktis tidak berarti.
Ringkasan hasil dan pemeriksaan
| Pertanyaan | Hasil hitungan | Yang masih diperlukan |
|---|---|---|
| Gaya ke lantai saat peras | sekitar 1,9 kN berputar pada 10,5 Hz, ditambah berat | beban izin dan frekuensi pelat lantai dari perencana struktur |
| Resonansi suspensi | sekitar 5 Hz (302 rpm), simpangan dapat mencapai belasan mm | data suspensi dan ruang bebas dari pabrik |
| Mesin dipasang kaku | momen guling melebihi momen penahan berat | spesifikasi angkur dan pondasi dari pabrik |
| Tegangan drum | sekitar 40 MPa penampang penuh, lebih tinggi di lubang | batas putaran pabrik; kondisi drum bekas |
| Energi pemanasan | sekitar 13,6 kWh per cuci utama | tarif listrik dan uap, efisiensi ketel |
| Energi putar | sekitar 0,03 kWh per peras | data penggerak dan resistor rem |
Hasil diperiksa dengan tiga cara. Pertama, dimensi: setiap rumus yang dipakai sudah homogen, misalnya berdimensi M × L × T⁻² = gaya. Kedua, orde besaran: faktor G sekitar 200 sesuai data Bab 10 · Laundry, energi pemanasan belasan kWh sesuai kebutuhan sekitar 0,2 kWh per kg kain untuk satu kali pemanasan, dan gaya ketidakseimbangan beberapa kilonewton setara berat beberapa ratus kilogram, wajar untuk mesin 60 kg. Ketiga, kepekaan: gaya dan tegangan sebanding kuadrat putaran, sehingga kesalahan 10 persen pada putaran memberi kesalahan sekitar 20 persen pada gaya; massa ketidakseimbangan adalah anggapan paling tidak pasti dan langsung menentukan gaya lantai.
Kesimpulan untuk pengelola: lantai menerima beban dinamis yang nyata, sehingga keputusan pemasangan di lantai dua memerlukan perencana struktur; mesin bersuspensi jauh lebih ramah lantai daripada mesin yang dipasang kaku; mesin bekas perlu diperiksa kondisi drum, bantalan, suspensi, dan sensor ketidakseimbangannya; dan energi terbesar adalah pemanasan air dan pengeringan, bukan putaran.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan bila:
- Mesin akan dipasang di lantai atas atau di atas pelat yang belum dinilai perencana struktur untuk beban statis dan dinamisnya.
- Mesin yang dirancang dipasang kaku akan dipasang tanpa angkur dan pondasi sesuai spesifikasi pabrik, atau mesin bersuspensi dipasang dengan baut pengunci transportasi yang belum dilepas.
- Putaran peras akan dinaikkan di atas batas pabrik, atau sensor ketidakseimbangan dan sakelar getaran dijembatani.
- Drum bekas menunjukkan retak di sekitar lubang, las, atau poros, atau bantalannya berbunyi dan panas. Mesin tidak boleh dijalankan sampai diperiksa.
- Pintu, kunci pintu, atau fungsi keselamatan lain tidak bekerja sesuai Bab 82 · Kelistrikan & Kendali, atau mesin diperiksa saat drum masih berputar. Tunggu drum berhenti penuh dan isolasi energi sesuai Bab 1 · Keselamatan.
- Permukaan bak, pipa uap, atau resistor rem yang panas dapat tersentuh orang tanpa pelindung.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Gaya sentrifugal ratusan kilonewton diteruskan ke lantai." Gaya sentrifugal muatan yang merata saling meniadakan; yang diteruskan ke bantalan dan lantai adalah sisa ketidakseimbangan.
"Pegas yang lebih kaku membuat mesin lebih stabil." Pegas lebih kaku menaikkan frekuensi alami dan mengurangi isolasi pada putaran peras.
"Putaran peras lebih tinggi selalu menghemat energi." Putaran lebih tinggi menurunkan energi pengering, tetapi menaikkan gaya, tegangan drum, dan keausan sebanding kuadrat putaran.
"Energi terbesar mesin cuci adalah motor drum." Energi terbesar adalah pemanasan air dan penguapan air sisa di pengering.
"Hitungan di atas kertas cukup untuk memutuskan pemasangan." Hitungan menunjukkan besaran dan pertanyaan yang tepat; beban izin lantai, pondasi, dan batas mesin ditetapkan pihak yang berwenang.
"Mesin bekas yang masih berputar halus berarti aman." Retak lelah pada drum dan poros dapat berkembang tanpa gejala sampai gagal.
Hubungan dengan bab lain
Bab gerak rotasi dan bab dinamika rotor memberi kinematika drum, energi putar, dan tegangan cincin, bab kesetimbangan statik momen guling, bab getaran harmonik dan getaran paksa frekuensi alami dan transmisibilitas, bab hukum pertama dan bab pemuaian dan perubahan fase neraca energi dan kalor jenis, bab perpindahan panas kuantitatif rugi panas, dan bab analisis dimensi pemeriksaan hasil. Bab 10 · Laundry membahas faktor G dan distribusi, Bab 82 · Kelistrikan & Kendali kelistrikan dan pengereman, Bab 15 · Laundry pengeringan, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.
- Berapa faktor G drum berdiameter 0,98 m pada 750 rpm?
- Berapa gaya ketidakseimbangan 2,0 kg pada jari-jari 0,45 m pada 750 rpm?
- Suspensi dengan kekakuan 250 kN/m menahan massa berosilasi 400 kg. Berapa frekuensi alaminya dalam Hz dan rpm?
- Berapa lama pemanas 24 kW memanaskan 200 L air dari 20 °C ke 70 °C, bila rugi diabaikan?
- Berapa kali energi kinetik drum bertambah bila putaran peras dinaikkan dari 630 rpm ke 750 rpm?
- Mengapa mesin memeriksa keseimbangan muatan pada putaran rendah sebelum memeras?
Kunci jawaban beralasan
- , sekitar 1,4 kali faktor G pada 630 rpm karena sebanding kuadrat putaran.
- rad/s, sehingga N, sekitar 5,6 kN.
- Hz, yaitu sekitar 239 rpm.
- kJ; waktu s, sekitar 29 menit, lebih lama dalam praktik karena rugi panas.
- Energi kinetik sebanding kuadrat kecepatan sudut: , sehingga bertambah sekitar 42 persen.
- Gaya ketidakseimbangan sebanding kuadrat putaran, sehingga massa tak seimbang yang aman pada putaran distribusi menghasilkan gaya ratusan kali lebih besar pada putaran peras; pemeriksaan pada putaran rendah mencegah gaya itu terjadi.
Referensi
Bab terkait
- Washer-extractor: muatan, level air, aksi mekanik, dan ekstraksiLaundry · Bab 10
- Studi kasus integratif: kelistrikan washer-extractorKelistrikan & Kendali · Bab 82
- Pengeringan dan finishing: dryer, pendinginan, serat lepas, dan setrikaLaundry · Bab 15
- Analisis dimensi, bilangan tak berdimensi, kesamaan model, dan pemodelan orde besaranFisika · Bab 27
- Gerak rotasi: kecepatan sudut, momen inersia, energi rotasi, dan momentum sudutFisika · Bab 12
- Dinamika rotor: ketidakseimbangan statik dan dinamik, penyeimbangan, putaran kritis, dan tegangan sentrifugalFisika · Bab 23
- Kesetimbangan statik, pusat massa, dan stabilitas guling: momen, reaksi tumpuan, dan sudut gulingFisika · Bab 8
- Getaran harmonik: pegas-massa, frekuensi alami, redaman, dan resonansiFisika · Bab 13
- Getaran paksa, isolasi getaran, dan analisis spektrum untuk diagnosis mesinFisika · Bab 22
- Hukum pertama termodinamika: sistem, kalor, kerja, energi dalam, proses gas, dan aliran tunakFisika · Bab 16
- Pemuaian termal dan perubahan fase: pemuaian, tegangan termal, kalor jenis, dan kalor latenFisika · Bab 11
- Perpindahan panas kuantitatif: konduksi berlapis, konveksi, radiasi, resistansi termal, isolasi, dan penukar panasFisika · Bab 24
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Berapa faktor G drum berdiameter 0,98 m pada 750 rpm?
Berapa gaya ketidakseimbangan 2,0 kg pada jari-jari 0,45 m pada 750 rpm?
Suspensi dengan kekakuan 250 kN/m menahan massa berosilasi 400 kg. Berapa frekuensi alaminya dalam Hz dan rpm?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Bangunan & Fasilitas · Bab 1.
Urutan baca menurut rak: Fisika · Bab 27.