Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Chemistry · Chapter 25Advanced

    By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 23 min read

    Reaktivitas dan ketidakcocokan bahan kimia: golongan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran berbahaya, penyimpanan, dan tumpahan

    Jeriken asam penetral yang bocor di samping drum pemutih, sisa pemutih yang dituang ke ember bekas pembersih kerak, jeriken peroksida yang menggembung di gudang panas, dan tumpahan soda kaustik yang hendak dinetralkan langsung dengan asam, semuanya adalah reaksi yang tidak diinginkan antara bahan kimia yang masing-masing aman bila sendirian. Bab penutup rak Kimia ini membahas lima akibat campuran berbahaya, golongan bahan reaktif, cara menyusun dan membaca matriks ketidakcocokan, campuran khas di laundry, dapur, dan pengolahan air, cara menghitung gas, tekanan, dan panas dari campuran, wadah dan bahan yang tidak cocok, penyimpanan terpisah dan penampungan sekunder, pemindahan dan dispenser, limbah dan tumpahan, serta SDS dan label. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Pada suatu pagi, petugas gudang laundry mencium bau menyengat seperti kolam renang yang sangat pekat. Jeriken asam penetral di rak atas bocor perlahan, dan cairannya menetes ke tutup drum pemutih hipoklorit di bawahnya. Seminggu sebelumnya, seorang operator menuang sisa pemutih ke ember yang belum dibilas setelah dipakai untuk pembersih kerak, lalu terbatuk keras dan harus keluar ruangan. Di sudut gudang yang terkena sinar matahari, sebuah jeriken hidrogen peroksida tampak menggembung. Dan ketika satu jeriken soda kaustik pekat tumpah, seseorang mengusulkan menyiramnya dengan asam agar "langsung netral".

    Setiap bahan kimia itu aman bila disimpan dan dipakai sesuai petunjuknya. Bahayanya muncul ketika dua bahan bertemu di tempat dan waktu yang salah. Bab-bab sebelumnya di rak ini sudah memberi semua alat untuk memahami kejadian semacam itu: redoks, asam-basa, stoikiometri gas, termokimia, laju reaksi, dan teknik reaksi. Bab penutup ini merangkainya menjadi cara berpikir tentang reaktivitas dan ketidakcocokan, dari matriks di atas kertas sampai rak di gudang.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas akibat campuran berbahaya, golongan bahan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran khas di lapangan, perhitungan gas, tekanan, dan panas, wadah yang tidak cocok, penyimpanan, pemindahan dan dispenser, limbah dan tumpahan, serta SDS dan label. Hitungannya memakai anggapan gas ideal dan udara yang tercampur merata, sehingga hasilnya dipakai untuk menilai besarnya bahaya, bukan untuk menyatakan kadar di dekat sumber.

    Campuran berbahaya produk laundry dibahas terapan di Bab 8 · Laundry tentang oksidator dan campuran berbahaya, dan cara membaca SDS di Bab 10 tentang SDS. Stoikiometri gas, ppm, dan pengenceran oleh ventilasi diambil dari Bab 11 tentang stoikiometri gas, panas pengenceran dari Bab 12 tentang termokimia, oksidator dan reduktor dari Bab 17 tentang redoks lanjut, kloramin dan kloroform dari Bab 20 tentang kimia organik, kecocokan polimer dari Bab 22 tentang polimer dan elastomer, reaksi logam amfoter dari Bab 19 tentang korosi, dan kenaikan suhu adiabatik serta model CSTR dari Bab 24 tentang teknik reaksi kimia. Batas paparan gas, jumlah maksimum penyimpanan, jarak pemisahan, volume penampungan sekunder, dan klasifikasi bahan berbahaya untuk pengangkutan ditetapkan peraturan dan SDS; angkanya tidak disalin di sini. Matriks di bab ini adalah pegangan umum, bukan pengganti bagian stabilitas dan reaktivitas SDS masing-masing produk.

    Mengapa campuran berbahaya: lima akibat

    Ada golongan senyawa yang diketahui bereaksi bersama dengan cepat dan eksotermis. Ketidakcocokan (incompatibility) adalah sifat sepasang bahan yang, bila bertemu, bereaksi dan menimbulkan akibat berbahaya; sifat itu milik pasangannya, bukan milik produk tunggal. Akibat yang mungkin dari campuran yang tidak cocok dapat dikelompokkan menjadi lima:

    1. Panas. Netralisasi, pengenceran, dan redoks melepaskan panas yang dapat mendidihkan campuran dan memercikkan cairan korosif.
    2. Gas beracun. Klorin, kloramin, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan gas lain dapat terbentuk dari bahan yang masing-masing tidak berbau tajam.
    3. Gas mudah terbakar. Hidrogen dari logam dan basa atau asam, dan uap pelarut yang terdorong keluar oleh panas.
    4. Tekanan. Gas yang terbentuk di wadah tertutup menaikkan tekanan sampai wadah menggembung, bocor, atau pecah.
    5. Api dan ledakan. Oksidator yang bertemu bahan organik dapat menyala. Ledakan (explosion) adalah pelepasan energi yang mendadak dan dahsyat dengan gelombang tekanan.

    Satu campuran dapat menimbulkan beberapa akibat sekaligus. Hipoklorit pekat dengan asam pekat, misalnya, melepaskan klorin dan panas, dan panas mempercepat pelepasan gas. Pada satu kejadian, ledakan pertama di sebuah gudang kemungkinan besar terjadi karena panas dan tekanan yang terkumpul dari reaksi kimia yang terus berlangsung di dalamnya. Itulah peringatan bahwa reaksi lambat di gudang, seperti penguraian oksidator yang terpapar panas, dapat berakhir dengan peristiwa cepat.

    Golongan bahan reaktif dan matriks ketidakcocokan

    Bahan kimia di lapangan dapat dipetakan ke beberapa golongan reaktivitas. Satu produk dapat masuk lebih dari satu golongan:

    1. Oksidator: hipoklorit, asam perasetat, hidrogen peroksida, perkarbonat, permanganat, nitrat. Oksigen sendiri adalah oksidator kuat yang banyak dipakai di industri.
    2. Pelepas klorin: hipoklorit dan senyawa kloro-isosianurat; dengan asam melepaskan klorin.
    3. Reduktor: bisulfit, metabisulfit, tiosulfat, dan banyak bahan organik; bereaksi dengan oksidator.
    4. Asam: penetral (sour), pembersih kerak, asam fosfat, sulfamat, sitrat, klorida, sulfat.
    5. Basa: deterjen alkali, soda kaustik, kalium hidroksida, silikat, metasilikat.
    6. Senyawa nitrogen: amonia, garam amonium, amina, dan etanolamina; dengan hipoklorit membentuk kloramin.
    7. Bahan organik dan mudah terbakar: pelarut, alkohol, minyak, serat kain, debu serat, kardus, serbuk gergaji.
    8. Logam reaktif dan amfoter: aluminium, seng, dan magnesium, terutama berbentuk serbuk atau lembaran tipis.

    Logam alkali adalah unsur yang paling reaktif, tetapi logam semacam itu jarang ada di laundry atau dapur. Yang lebih sering adalah aluminium dan seng pada peralatan, wadah, dan pipa galvanis, yang bereaksi dengan asam dan basa kuat.

    Matriks ketidakcocokan (incompatibility matrix) adalah tabel yang menyusun golongan di baris dan kolom, lalu mengisi setiap sel dengan akibat bila keduanya bercampur. Matriks berikut adalah pegangan umum dengan kode akibat: P = panas, G = gas beracun, F = gas mudah terbakar, T = tekanan, A = api atau ledakan, dan tanda hubung bila umumnya tidak ada reaksi berbahaya:

    OksidatorPelepas klorinReduktorAsamBasaSenyawa NOrganik
    Pelepas klorinP, T-P, GG, P-GG, P, A
    ReduktorP, AP, G-G---
    AsamGG, PG-PP-
    BasaP--P-G-
    Logam amfoterPP-F, PF, P--
    OrganikP, AG, P, A-P---

    Sel antara pelepas klorin dan asam berisi G karena klorin terbentuk; sel antara pelepas klorin dan senyawa nitrogen berisi G karena kloramin terbentuk; sel antara reduktor dan asam berisi G karena bisulfit dan metabisulfit melepaskan sulfur dioksida; sel antara basa dan senyawa N berisi G karena basa kuat melepaskan gas amonia dari garam amonium. Logam amfoter dengan asam atau basa melepaskan hidrogen, seperti dibahas di Bab 19 tentang korosi.

    Cara memakai matriks: tentukan golongan setiap produk dari SDS, terutama bagian komposisi serta bagian stabilitas dan reaktivitas; cari sel pertemuan setiap pasangan; lalu terapkan hasilnya pada penyimpanan, pemindahan, dan pembuangan. Bila SDS menyatakan ketidakcocokan yang tidak ada di matriks, SDS yang berlaku (Contoh 4).

    Campuran khas di laundry, dapur, dan pengolahan air

    Beberapa campuran muncul berulang di lapangan:

    1. Hipoklorit dan asam. OCl−+Cl−+2 H+→Cl2+H2O\text{OCl}^- + \text{Cl}^- + 2\,\text{H}^+ \rightarrow \text{Cl}_2 + \text{H}_2\text{O}. Klorin adalah gas beracun berwarna hijau dengan bau khas, dan larutannya dalam air bersifat asam. Klorin bebas (free chlorine) adalah klorin dalam bentuk cair atau gas. Ini yang terjadi di gudang dan ember pada kasus pembuka (Contoh 1).
    2. Hipoklorit dan senyawa nitrogen. Kloramin terbentuk dari amonia, garam amonium, dan amina yang memiliki ikatan N-H, seperti dibahas di Bab 20 tentang kimia organik.
    3. Hipoklorit dan peroksida. OCl−+H2O2→Cl−+H2O+O2\text{OCl}^- + \text{H}_2\text{O}_2 \rightarrow \text{Cl}^- + \text{H}_2\text{O} + \text{O}_2. Reaksi cepat dan eksotermis yang melepaskan oksigen, menimbulkan busa, panas, dan tekanan, serta saling menghabiskan daya pemutih (Contoh 3).
    4. Hipoklorit dan alkohol atau keton. Senyawa terklorinasi seperti kloroform dapat terbentuk.
    5. Reduktor dan asam. Bisulfit atau metabisulfit sebagai penawar klorin (antichlor) dengan penetral asam melepaskan sulfur dioksida: Na2S2O5+2 HCl→2 NaCl+H2O+2 SO2\text{Na}_2\text{S}_2\text{O}_5 + 2\,\text{HCl} \rightarrow 2\,\text{NaCl} + \text{H}_2\text{O} + 2\,\text{SO}_2.
    6. Asam dan karbonat atau kerak. Karbon dioksida dalam jumlah besar dan tekanan di wadah tertutup, seperti di Bab 24 tentang teknik reaksi kimia.
    7. Basa kuat dan aluminium atau seng. Hidrogen dan panas.
    8. Asam atau basa pekat dengan air atau satu sama lain. Panas yang dapat mendidihkan campuran, seperti hitungan asam sulfat di bagian pemindahan dan Contoh 6.
    9. Oksidator dan bahan organik. Pemutih atau peroksida pekat yang menetes ke serat kain, kardus, atau serbuk gergaji dapat memicu pemanasan dan api setelah mengering.

    Menghitung gas, tekanan, dan panas

    Akibat campuran dapat diperkirakan dengan alat dari bab-bab sebelumnya:

    1. Jumlah gas: dari stoikiometri reaksi dan pereaksi pembatas, lalu volume molar 24,5 L/mol pada 25 °C dan 1 atm, seperti di Bab 11 tentang stoikiometri gas.
    2. Kadar di ruang: volume gas dibagi volume ruang, dikali 10610^6 untuk ppm volume, dengan anggapan tercampur merata; kedua volume ditulis dalam satuan yang sama. Kadar setempat di dekat sumber jauh lebih tinggi.
    3. Tekanan di wadah tertutup: p=nRT/Vp = nRT/V, dengan pp tekanan dalam Pa, nn jumlah mol gas, RR tetapan gas 8,314 J/(mol·K), TT suhu mutlak dalam K, dan VV volume ruang kosong di atas cairan dalam m³. Ruang kosong yang kecil membuat tekanan naik cepat (Contoh 2).
    4. Kenaikan suhu: dari entalpi reaksi atau pengenceran dibagi kapasitas panas campuran, ΔT=Q/(m c)\Delta T = Q/(m\,c), dengan QQ panas dalam kJ, mm massa campuran dalam kg, dan cc kalor jenisnya dalam kJ/(kg·K), seperti kenaikan suhu adiabatik di Bab 24 tentang teknik reaksi kimia. Rumus ini menganggap panas tidak sempat terbuang.
    5. Penurunan kadar oleh ventilasi: ruang berventilasi berperilaku seperti CSTR, reaktor tangki berpengaduk kontinu yang isinya tercampur sempurna, sehingga kadar gas turun eksponensial, c=c0 e−Ntc = c_0\,e^{-Nt}, dengan c0c_0 kadar saat sumber berhenti, tt waktu dalam jam, dan NN jumlah pergantian udara per jam (Latihan 4). Rumus ini memakai anggapan udara tercampur merata dan sumber gas sudah berhenti. Selama sumber masih melepaskan gas, kadar tidak turun dengan laju ini.

    Hasil hitungan ini dibandingkan dengan batas paparan dan batas mudah terbakar di SDS, bukan dengan angka yang dihafal. Tujuannya menilai besarnya bahaya dan memilih tindakan, bukan menentukan berapa lama orang boleh berada di ruangan.

    Wadah dan penyimpanan: bahan wadah, pemisahan, penampungan sekunder, suhu, dan jumlah

    Ketidakcocokan juga terjadi antara bahan kimia dan wadahnya. Basa kuat melarutkan aluminium dan seng; asam melarutkan baja karbon dan lapisan galvanis; pelarut melunakkan atau melarutkan banyak plastik dan karet; oksidator merapuhkan karet tak jenuh, seperti dibahas di Bab 22 tentang polimer dan elastomer. Hipoklorit menyerang baja tahan karat bila berklorida dan pekat, terutama di celah, seperti dibahas di Bab 19 tentang korosi.

    Wadah asli dari pemasok dirancang untuk produknya, termasuk tutup berventilasi pada produk yang melepaskan gas sedikit demi sedikit seperti hidrogen peroksida. Hidrogen peroksida bercampur sempurna dengan air, sehingga tumpahannya mudah diencerkan, tetapi penguraiannya di wadah tertutup rapat dapat menggembungkan wadah. Memindahkan produk ke wadah bekas, terutama wadah minuman atau wadah produk lain, adalah penyebab utama salah pakai dan campuran tak sengaja.

    Kegiatan penyimpanan bahan kimia harus mendapat pertimbangan khusus. Prinsip penyimpanan mengikuti matriks:

    1. Pisahkan golongan yang tidak cocok. Asam dan pelepas klorin tidak boleh berada di rak yang sama atau di atas satu sama lain, karena kebocoran menetes ke bawah, seperti kasus pembuka. Oksidator dipisahkan dari bahan organik dan mudah terbakar.
    2. Penampungan sekunder (secondary containment) adalah bak penampung tempat wadah berdiri, yang menampung isi wadah yang bocor. Setiap golongan berdiri di bak penampung sendiri, sehingga kebocoran satu wadah tidak bertemu golongan lain. Volume penampungan yang disyaratkan ditetapkan peraturan; pegangan umum didasarkan pada wadah terbesar di dalamnya (Contoh 5).
    3. Suhu dan cahaya. Hipoklorit dan peroksida terurai lebih cepat di tempat panas, seperti di Bab 24 tentang teknik reaksi kimia, sehingga disimpan sejuk dan terlindung dari matahari.
    4. Jumlah dan rotasi. Simpan secukupnya dan pakai yang lama lebih dulu. Jumlah maksimum dan jarak pemisahan untuk bahan tertentu ditetapkan peraturan.
    5. Label dan ventilasi. Setiap wadah berlabel jelas, dan ruang penyimpanan berventilasi.

    Pemindahan, pengenceran, dan dispenser

    Banyak campuran berbahaya terjadi saat bahan dipindahkan. Pompa, selang, dan corong yang dipakai bergantian untuk produk berbeda menyimpan sisa produk sebelumnya. Aturan dasarnya: satu alat untuk satu produk, ditandai warna atau label; alat dibilas dengan air sebelum diganti pemakaiannya; dan bahan pekat selalu ditambahkan ke air, bukan sebaliknya.

    Alasan aturan terakhir terlihat dari angkanya. Asam sulfat 98 persen 1,0 L (1,84 kg, 18,4 mol) yang dituang perlahan ke 10 L air melepaskan sekitar 18,4×95=1.75018{,}4 \times 95 = 1.750 kJ, dengan panas pengenceran sekitar 95 kJ/mol untuk pengenceran sangat encer seperti di Bab 12 tentang termokimia. Dengan massa campuran 11,8 kg dan kalor jenis sekitar 4,0 kJ/(kg·K), suhu naik sekitar 1.750/(11,8×4,0)=371.750/(11{,}8 \times 4{,}0) = 37 K. Bila sedikit air dituang ke asam pekat, panas yang sama terpusat di sedikit air yang langsung mendidih dan memercik.

    Dispenser otomatis menghubungkan beberapa produk ke satu titik injeksi atau satu manifold, seperti dibahas di Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik dan Bab 4 · Dispensing Kimia tentang dispenser mesin pencuci piring. Manifold dibilas air di antara produk, dan urutan injeksi diatur agar produk yang tidak cocok tidak bertemu dalam keadaan pekat. Ketika selang hisap dipindahkan dari satu jeriken ke jeriken produk lain, selang dan pompanya harus dibilas lebih dulu. Mengganti produk tanpa membilas jalur, atau salah memasang selang hisap ke jeriken yang salah, dapat mencampur produk pekat di dalam pipa.

    Limbah dan tumpahan

    Sisa produk dan wadah kosong tidak boleh dicampur dalam satu ember atau satu drum limbah tanpa melihat matriks. Ember yang dipakai untuk pembersih kerak masih berisi sisa asam, sehingga pemutih yang dituang ke sana melepaskan klorin, seperti kasus pembuka.

    Tumpahan ditangani menurut golongannya. Bahan penyerap harus cocok: serbuk gergaji dan kain tidak boleh dipakai untuk oksidator, karena setelah kering dapat terbakar. Menetralkan tumpahan asam atau basa pekat secara langsung melepaskan panas besar dan dapat memercikkan cairan (Contoh 6). Pegangan umumnya: batasi tumpahan, serap dengan bahan yang cocok, encerkan perlahan dengan air banyak bila SDS mengizinkan, lalu netralkan larutan encer secara bertahap sambil memeriksa pH dan suhu. Limbahnya dibuang sesuai peraturan dan Bab 17 · Laundry tentang limbah cair laundry dan IPAL.

    SDS, label, dan penandaan

    Lembar data keselamatan (safety data sheet, SDS atau MSDS) adalah dokumen yang menyampaikan identitas produk serta informasi bahaya dan pengendaliannya; cara membacanya dibahas di Bab 10 tentang SDS. MSDS memuat informasi tentang potensi bahaya, dan sebagian besar MSDS dibuat oleh produsen bahan kimia. Dianjurkan membaca MSDS dan membaca kembali label wadah dan label botol. Untuk ketidakcocokan, bagian terpenting SDS adalah bagian penanganan dan penyimpanan, yang menyebut syarat penyimpanan dan bahan yang harus dijauhkan, serta bagian stabilitas dan reaktivitas, yang menyebut kondisi yang harus dihindari, bahan yang tidak cocok, dan produk penguraian berbahaya.

    Piktogram bahaya di label memberi petunjuk cepat golongannya: piktogram nyala di atas lingkaran untuk oksidator, piktogram korosi untuk asam dan basa kuat, dan piktogram nyala untuk bahan mudah terbakar. Zat yang mudah terbakar tidak boleh dipanaskan dengan api terbuka. Label yang hilang atau rusak berarti isi wadah tidak diketahui, dan wadah itu diperlakukan sebagai bahan yang paling berbahaya sampai identitasnya dipastikan.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Hitungan gas memakai 24,5 L/mol pada 25 °C dan 1 atm serta anggapan tercampur merata.

    Contoh 1: klorin dari pemutih dan asam. Pemutih 1,0 L dengan natrium hipoklorit 50 g/L berisi 50/74,44=0,67250/74{,}44 = 0{,}672 mol hipoklorit. Menurut persamaan hipoklorit dan asam, satu mol hipoklorit memberi satu mol klorin. Dengan asam berlebih, klorin yang dapat terbentuk sampai 0,672 mol, yaitu 47,6 g atau 0,672×24,5=16,50{,}672 \times 24{,}5 = 16{,}5 L. Di ruang 30 m³ (30.000 L) yang tercampur merata, kadarnya 16,5/30.000×106=55016{,}5/30.000 \times 10^6 = 550 ppm volume, jauh di atas batas paparan di SDS; di dekat ember, kadarnya lebih tinggi lagi.

    Contoh 2: tekanan di jeriken peroksida. Jeriken 20 L berisi 18 L hidrogen peroksida 35 persen (massa jenis 1,13 kg/L), dengan ruang kosong 2,0 L. Isinya 18×1,13×0,35=7,118 \times 1{,}13 \times 0{,}35 = 7{,}1 kg, yaitu 209 mol. Bila hanya 1 persen terurai, 2 H2O2→2 H2O+O22\,\text{H}_2\text{O}_2 \rightarrow 2\,\text{H}_2\text{O} + \text{O}_2 memberi 1,05 mol oksigen. Di ruang kosong 2,0 L pada 298 K: p=1,05×8,314×298/0,0020=1,3×106p = 1{,}05 \times 8{,}314 \times 298/0{,}0020 = 1{,}3 \times 10^6 Pa, sekitar 13 bar. Jeriken biasa tidak tahan tekanan itu; karena itu tutupnya berventilasi dan jeriken disimpan sejuk.

    Contoh 3: pemutih dan peroksida. Pemutih 1,0 L dari Contoh 1 (0,672 mol hipoklorit) yang bertemu peroksida berlebih melepaskan 0,672 mol oksigen, yaitu 16,5 L, disertai panas dan busa. Di wadah tertutup dengan ruang kosong 1 L, tekanannya dapat mencapai 0,672×8,314×298/0,0010=1,7×1060{,}672 \times 8{,}314 \times 298/0{,}0010 = 1{,}7 \times 10^6 Pa, sekitar 17 bar, bila reaksi berlangsung cepat; di wadah terbuka, oksigen memperkaya udara di sekitar bahan organik.

    Contoh 4: membaca matriks untuk enam produk. Produk gudang: penetral asam (asam), pemutih hipoklorit (pelepas klorin), deterjen alkali (basa), sanitaiser amonium kuaterner beralkohol (organik), penawar klorin bisulfit (reduktor), dan pemutih peroksida (oksidator). Dari matriks, pasangan yang harus dipisahkan: hipoklorit dengan asam, organik, reduktor, dan peroksida; asam dengan basa dan reduktor; serta peroksida dengan organik, reduktor, dan basa. Pasangan asam dengan oksidator tercantum di matriks umum karena sebagian oksidator melepaskan gas dengan asam, tetapi hidrogen peroksida umumnya stabil dalam asam; SDS peroksida yang menentukan. Paling sedikit lima kelompok penyimpanan diperlukan: hipoklorit, asam, reduktor, dan peroksida masing-masing sendiri, sedangkan basa dan organik dapat ditempatkan bersama bila SDS keduanya tidak menyebut ketidakcocokan.

    Contoh 5: volume bak penampung. Empat drum asam 200 L berdiri di bak berukuran 2,0 m kali 1,5 m, seluas 3,0 m². Bila pegangan setempat meminta 110 persen wadah terbesar (angka contoh; volume yang disyaratkan ditetapkan peraturan), volume yang diperlukan 220 L, yaitu 0,22 m³. Bila satu drum bocor, tiga drum lain yang tetap berdiri, masing-masing berjari-jari sekitar 0,29 m, menempati 3×π×0,292=0,793 \times \pi \times 0{,}29^2 = 0{,}79 m², sehingga luas bebas 3,0−0,79=2,213{,}0 - 0{,}79 = 2{,}21 m² dan tinggi dinding bak minimal 0,22/2,21=0,100{,}22/2{,}21 = 0{,}10 m, sebelum ditambah jagaan.

    Contoh 6: menetralkan tumpahan soda kaustik pekat. Tumpahan 5,0 L NaOH 30 persen (massa jenis 1,33 kg/L) berisi 2,0 kg atau 49,9 mol NaOH. Penetralan dengan asam sitrat (triprotik, M=192,1M = 192{,}1) memerlukan 49,9/3×192,1=3,249{,}9/3 \times 192{,}1 = 3{,}2 kg asam sitrat. Panas netralisasinya sekitar 49,9×57=2.84049{,}9 \times 57 = 2.840 kJ; dalam sekitar 10 kg campuran, suhu dapat naik puluhan kelvin. Karena itu tumpahan pekat diserap dan diencerkan lebih dulu, bukan disiram asam.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan, menjauh, dan laporkan kepada pengawas bila:

    1. Tercium bau klorin, bau belerang yang menyengat, atau bau amonia yang tajam di ruang bahan kimia, atau ada orang yang terbatuk, sesak, atau matanya pedih. Keluar ke udara segar, cegah orang masuk, dan ikuti prosedur darurat serta Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, dan kondisi berhenti.
    2. Wadah tampak menggembung, hangat, berbuih, atau berasap. Jangan membuka tutupnya; jauhkan orang dan hubungi pihak yang berwenang.
    3. Dua produk akan dicampur, dituang ke wadah yang sama, atau dibuang ke ember atau saluran yang sama tanpa membaca SDS keduanya.
    4. Tumpahan asam atau basa pekat akan dinetralkan langsung dengan asam atau basa pekat lain, atau tumpahan oksidator akan diserap dengan serbuk gergaji, kain, atau kardus.
    5. Label wadah hilang atau isi wadah tidak dapat dipastikan.
    6. Selang hisap dispenser akan dipindahkan ke produk lain tanpa membilas jalur dan pompa.
    7. Asam dan pelepas klorin berada di rak yang sama atau di atas satu sama lain, seperti di gudang pada kasus pembuka, atau oksidator disimpan bersama bahan organik dan mudah terbakar.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Dua produk yang aman sendiri tetap aman bila dicampur.

    Why is it wrong?

    Ketidakcocokan adalah sifat pasangan, bukan sifat produk tunggal. Penetral asam dan pemutih di kasus pembuka aman di wadahnya masing-masing, tetapi bersama melepaskan klorin (Contoh 1).

    Common misconception

    Wadah tertutup mencegah semua bahaya campuran.

    Why is it wrong?

    Kebocoran menetes ke bawah, dan wadah tertutup yang menghasilkan gas dapat pecah oleh tekanan. Penguraian 1 persen isi jeriken peroksida sudah menaikkan tekanan ruang kosongnya sampai sekitar 13 bar (Contoh 2).

    Common misconception

    Tumpahan basa paling cepat diatasi dengan asam.

    Why is it wrong?

    Penetralan bahan pekat melepaskan panas besar; serap dan encerkan lebih dulu. Tumpahan 5,0 L soda kaustik 30 persen yang disiram asam melepaskan sekitar 2.840 kJ (Contoh 6).

    Common misconception

    Bau yang hilang berarti gas sudah tidak ada.

    Why is it wrong?

    Indra penciuman cepat lelah terhadap beberapa gas, sehingga bau dapat hilang sementara kadar masih tinggi. Kadar gas baru turun bila sumbernya berhenti dan udara ruang diganti.

    Common misconception

    Menambah air ke asam pekat sama saja dengan menambah asam ke air.

    Why is it wrong?

    Air yang dituang ke asam pekat mendidih setempat dan memercik; asam selalu ditambahkan ke air. Dituang perlahan ke 10 L air, satu liter asam sulfat 98 persen hanya menaikkan suhu sekitar 37 K.

    Common misconception

    Matriks umum cukup untuk semua produk.

    Why is it wrong?

    Matriks adalah pegangan; bagian stabilitas dan reaktivitas SDS setiap produk yang menentukan. Hidrogen peroksida, misalnya, umumnya stabil dalam asam walaupun matriks memberi G pada pasangan asam dan oksidator (Contoh 4).

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 17 tentang redoks lanjut memberi oksidator dan reduktor, Bab 11 tentang stoikiometri gas memberi jumlah gas, ppm, dan pengenceran oleh ventilasi, Bab 12 tentang termokimia memberi panas pengenceran, Bab 20 tentang kimia organik memberi kloramin dan kloroform, Bab 22 tentang polimer dan elastomer memberi kecocokan wadah dan segel, Bab 19 tentang korosi memberi logam amfoter dan baja tahan karat, dan Bab 24 tentang teknik reaksi kimia memberi kenaikan suhu adiabatik, penguraian dalam penyimpanan, dan model CSTR untuk ventilasi. Bab 8 · Laundry tentang oksidator dan campuran berbahaya membahas campuran berbahaya produk laundry, Bab 10 tentang SDS membahas cara membaca SDS, Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik dan Bab 4 · Dispensing Kimia tentang dispenser mesin pencuci piring membahas dispenser, Bab 17 · Laundry tentang limbah cair laundry dan IPAL membahas limbah, dan Bab 1 · Keselamatan tentang bahaya, risiko, dan kondisi berhenti membahas kondisi berhenti. Bab ini menutup rak Kimia dengan menggabungkan alat dari seluruh rak menjadi satu cara berpikir tentang reaksi yang tidak diinginkan.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan reaksi, hitungan, atau alasannya.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Berapa liter klorin pada 25 °C yang dapat terbentuk dari 0,50 L pemutih dengan natrium hipoklorit 50 g/L dan asam berlebih?

      See the worked solution

      Hipoklorit 25/74,44=0,33625/74{,}44 = 0{,}336 mol menghasilkan sampai 0,336 mol klorin, yaitu 0,336×24,5=8,20{,}336 \times 24{,}5 = 8{,}2 L. Pemutih 0,50 L berisi 0,50×50=250{,}50 \times 50 = 25 g natrium hipoklorit, dan satu mol hipoklorit memberi satu mol klorin, sehingga hasilnya separuh dari Contoh 1.

    2. Berapa ppm volume kadarnya bila gas itu tercampur merata di ruang 20 m³?

      See the worked solution

      8,2/20.000×106=4108{,}2/20.000 \times 10^6 = 410 ppm volume, dengan anggapan tercampur merata; kadar di dekat sumber lebih tinggi. Ruang 20 m³ sama dengan 20.000 L, sehingga kedua volume dibagi dalam satuan yang sama.

    3. Berapa liter sulfur dioksida yang dapat terbentuk dari 50 g natrium metabisulfit dan asam berlebih?

      See the worked solution

      Metabisulfit 50/190,1=0,26350/190{,}1 = 0{,}263 mol melepaskan 2×0,263=0,5262 \times 0{,}263 = 0{,}526 mol sulfur dioksida, yaitu 0,526×24,5=12,90{,}526 \times 24{,}5 = 12{,}9 L. Faktor 2 berasal dari persamaan reduktor dan asam di bagian campuran khas, karena satu mol metabisulfit melepaskan dua mol sulfur dioksida.

    4. Dengan 6 pergantian udara per jam, berapa lama kadar gas turun sepuluh kali setelah sumbernya berhenti?

      See the worked solution

      t=ln⁡10/6=0,38t = \ln 10/6 = 0{,}38 jam, sekitar 23 menit, karena kadar di ruang berventilasi turun eksponensial seperti CSTR. Penurunan seratus kali memerlukan waktu dua kali lipat, ln⁡100/6=0,77\ln 100/6 = 0{,}77 jam atau sekitar 46 menit, karena ln⁡100=2ln⁡10\ln 100 = 2 \ln 10; selama sumber masih melepaskan gas, kadar tidak turun dengan laju ini.

    5. Mengapa oksidator tidak boleh disimpan bersama kardus, kain, atau serat kain?

      See the worked solution

      Oksidator dapat bereaksi eksotermis dengan bahan organik, terutama setelah tumpahannya mengering di bahan itu, sehingga memicu pemanasan dan api. Karena itu matriks memberi P dan A pada pasangan oksidator dan organik.

    6. Mengapa jeriken penetral asam tidak boleh diletakkan di rak di atas drum pemutih hipoklorit?

      See the worked solution

      Kebocoran asam menetes ke bawah dan bertemu hipoklorit, melepaskan gas klorin; golongan yang tidak cocok harus dipisah di rak dan bak penampung yang berbeda. Matriks memberi G dan P pada pasangan pelepas klorin dan asam, dan itulah yang tercium di gudang pada kasus pembuka.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20262Revised to the chapter standard
    October 16, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Reaktivitas dan ketidakcocokan bahan kimia: golongan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran berbahaya, penyimpanan, dan tumpahan. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/reaktivitas-dan-ketidakcocokan-bahan-kimia-golongan-reaktif-matriks-ketidakcocokan-campuran-berbahaya-penyimpanan-dan-tumpahan

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Berapa liter klorin pada 25 °C yang dapat terbentuk dari 0,50 L pemutih dengan natrium hipoklorit 50 g/L dan asam berlebih?

    2

    Berapa ppm volume kadarnya bila gas itu tercampur merata di ruang 20 m³?

    3

    Berapa liter sulfur dioksida yang dapat terbentuk dari 50 g natrium metabisulfit dan asam berlebih?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextSel, pertumbuhan mikroba, kontaminasi, dan pengendalian

    Reading order by shelf: Biology & Microbiology · Chapter 1.

    Same disciplineLarutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran

    Bab lain dalam Kimia.