By Kurnia · Published October 16, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 2 · 23 min read
Korosi elektrokimia dan proteksinya: sel korosi, laju korosi, galvanik dan sumuran, pasivasi, proteksi katodik, dan inhibitor
Tangki pemanas air yang bocor setelah empat tahun karena batang anode magnesiumnya habis, dan bintik karat di bawah gasket bak mesin pencuci piring baja tahan karat, sama-sama berawal dari sel elektrokimia kecil di permukaan logam. Bab ini membahas korosi sebagai sel elektrokimia, reaksi katode oksigen dan ion hidrogen, laju korosi dari arus dengan hukum Faraday, kupon dan satuan laju, korosi galvanik dan perbandingan luas, sel konsentrasi, celah dan sumuran, pasivasi dan baja tahan karat, pengaruh pH, suhu, dan aliran, logam amfoter dalam deterjen basa, arus liar, proteksi katodik dengan anode korban dan arus terpasang, galvanisasi dan lapisan, serta inhibitor dan pengikat oksigen. Enam contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Sebuah laundry hotel mengganti tangki pemanas air baja berlapis enamel yang bocor setelah empat tahun, padahal pabrik menjanjikan umur jauh lebih panjang. Ketika tangki lama dibongkar, batang anode magnesium di dalamnya tinggal kawat inti baja, dan di sekitar lubang bocor ada sumur korosi sedalam dinding. Buku manual tangki menyebut anode harus diperiksa berkala, tetapi tidak ada yang tahu bahwa batang itu ada. Pada minggu yang sama, teknisi dapur menemukan bintik cokelat di bawah gasket pintu mesin pencuci piring yang baknya dari baja tahan karat, setelah mesin itu beberapa bulan memakai sanitaiser berklorin dengan dosis yang dinaikkan sendiri oleh operator.
Kedua kejadian itu adalah korosi elektrokimia. Logam tidak dimakan air begitu saja; di permukaannya terbentuk sel elektrokimia kecil yang mengikuti aturan yang sama dengan sel galvanik di Bab 18 tentang elektrokimia. Korosi elektrokimia (electrochemical corrosion) adalah pelarutan logam oleh sel semacam itu. Anode magnesium di tangki sengaja dibiarkan terkorosi agar baja terlindungi, dan lapisan pasif baja tahan karat rusak di tempat yang sempit dan kaya klorida. Bab ini memberi alat untuk memahami dan menghitung kedua hal itu.
Batas pembahasan
Bab ini membahas korosi sebagai sel elektrokimia, reaksi katode, laju korosi dari arus, kupon, korosi galvanik, sel konsentrasi, celah dan sumuran, pasivasi, pengaruh pH, suhu, dan aliran, logam amfoter, arus liar, proteksi katodik, lapisan dan galvanisasi, serta inhibitor.
Bab 1 · Material tentang struktur material, korosi, dan kegagalan sudah membahas korosi secara kualitatif sebagai interaksi bahan dan lingkungan, bentuk serangan, dan cara menafsirkan kegagalan. Bab ini menambah sisi kimia kuantitatifnya. Potensial elektrode, persamaan Nernst, dan hukum Faraday diambil dari Bab 18 tentang elektrokimia, dan kerak serta indeks kecenderungannya dari Bab 16 tentang kelarutan dan pengendapan. Kriteria potensial proteksi katodik, tunjangan korosi untuk desain bejana, batas klorida untuk tiap mutu baja tahan karat, dan dosis bahan pengolah air ketel tidak disalin di sini; angka itu diambil dari standar, pabrik peralatan, dan pemasok bahan kimia.
Korosi sebagai sel elektrokimia dan reaksi katode
Pada sepotong baja yang basah, tidak perlu ada dua logam berbeda untuk membentuk sel. Permukaan logam tidak pernah seragam: ada batas butir, inklusi, goresan, daerah bertegangan, dan perbedaan kadar oksigen di air yang menyentuhnya. Sebagian permukaan menjadi anode, tempat logam teroksidasi dan larut:
Elektron mengalir melalui logam itu sendiri ke bagian lain yang menjadi katode, tempat suatu zat dalam air direduksi. Ion-ion bergerak melalui air sebagai elektrolit untuk menutup rangkaian. Jadi empat syarat sel korosi sama dengan syarat sel galvanik: anode, katode, jalur logam untuk elektron, dan elektrolit untuk ion. Menghilangkan satu saja dari keempatnya menghentikan korosi, dan semua cara proteksi di bab ini bekerja dengan memutus atau melemahkan salah satunya.
Ion besi(II) yang larut kemudian bereaksi lebih lanjut dengan oksigen dan air, dan bentuk terhidrasi besi(III) oksida disebut karat. Karat terbentuk di antara anode dan katode, sering agak jauh dari tempat logam benar-benar hilang, sehingga letak tumpukan karat tidak selalu menunjukkan letak serangan. Produk korosi di permukaan sering mengendalikan kelanjutan korosi itu sendiri: lapisan oksida yang rapat dapat memperlambat korosi, sedangkan karat besi yang berpori dan mudah lepas tidak melindungi.
Di air netral atau basa yang berhubungan dengan udara, reaksi katode yang utama adalah reduksi oksigen terlarut:
Di larutan asam, ion hidrogen dapat direduksi menjadi gas hidrogen:
Perbedaan ini menjelaskan banyak hal di lapangan. Di air netral, laju korosi baja sering dibatasi oleh seberapa cepat oksigen mencapai katode. Air yang diam dan bebas oksigen hampir tidak mengkorosi baja, sedangkan air yang beroksigen dan bergerak mengkorosinya jauh lebih cepat. Karena itu sistem tertutup seperti sirkuit pemanas yang jarang diisi ulang dapat bertahan lama, sedangkan sistem terbuka yang terus menerima air segar terkorosi lebih cepat. Di larutan asam, katode tidak lagi bergantung pada oksigen, sehingga asam pembersih kerak dapat melarutkan baja dan seng dengan cepat sambil melepaskan hidrogen. Bahaya hidrogen dibahas di Bab 11 tentang stoikiometri gas dan gas berbahaya.
Reaksi oksigen juga membuat daerah katode sedikit basa karena menghasilkan ion hidroksida. Di permukaan yang dilapisi cat atau enamel, kebasaan ini dapat melepaskan lapisan di sekitar cacat, dan inilah salah satu alasan lapisan pelindung perlu dipadukan dengan proteksi lain.
Laju korosi: hukum Faraday, kupon, dan satuan
Laju korosi sebanding langsung dengan jumlah arus yang meninggalkan permukaan anode. Ini adalah hukum Faraday dari Bab 18 tentang elektrokimia. Kerapatan arus korosi (corrosion current density) adalah arus korosi per satuan luas anode. Bila diketahui, laju penipisan logam adalah:
dengan CR laju penipisan dalam cm/s, dalam A/cm², massa molar logam dalam g/mol, jumlah elektron per atom, C/mol tetapan Faraday, dan massa jenis logam dalam g/cm³. Untuk besi, g/mol, , dan . Kerapatan arus memberi cm/s, dan dalam detik setahun lajunya cm per tahun, yaitu sekitar mm per tahun. Untuk tembaga angkanya hampir sama, untuk seng sekitar 0,0150 mm per tahun, dan untuk aluminium sekitar 0,0109 mm per tahun.
Arus searah 1 A yang meninggalkan pipa baja ke tanah selama satu tahun membawa C, yaitu 327 mol elektron, dan melarutkan 164 mol besi, sekitar 9,1 kg. Angka ini menjelaskan mengapa arus liar dari sambungan pembumian yang salah dapat melubangi pipa dalam waktu singkat. Korosi arus liar (stray current corrosion) adalah korosi yang disebabkan arus dari sumber luar. Yang berbahaya adalah arus searah; arus bolak-balik merusak jauh lebih sedikit, tetapi bukan nol.
Cara paling langsung untuk mengukur laju adalah kupon. Kupon korosi (corrosion coupon) adalah lempeng logam yang ditimbang, dipasang di aliran selama waktu tertentu, dibersihkan dari produk korosi, lalu ditimbang lagi. Dari kehilangan massa , luas , massa jenis , dan lama paparan , tebal rata-rata yang hilang adalah , dan laju tahunannya didapat dengan mengalikan dengan bila dalam jam. Laju biasanya dinyatakan dalam mm per tahun atau µm per tahun. Bab 1 · Material tentang struktur material, korosi, dan kegagalan memperingatkan bahwa laju rata-rata ini tidak boleh dipakai untuk meramal umur tanpa melihat bentuk serangan. Cara kehilangan massa juga tidak dapat dipakai untuk plastik.
Selain kupon, ada probe resistansi listrik yang mengukur penipisan elemen logam tipis, dan probe polarisasi linear yang memperkirakan arus korosi dari respons tegangan kecil. Keduanya memberi angka seketika, tetapi hanya mewakili korosi merata pada bahan probe. Tidak ada metode yang mengganti pemeriksaan langsung terhadap komponen yang penting.
Korosi galvanik dan perbandingan luas
Korosi galvanik (galvanic corrosion) adalah korosi yang terjadi bila dua logam berbeda bersentuhan dalam elektrolit. Logam yang lebih aktif menjadi anode dan terkorosi lebih cepat, sedangkan logam yang lebih mulia menjadi katode dan terlindungi. Deret galvanik (galvanic series) adalah urutan kecenderungan itu, disusun untuk lingkungan tertentu, sering air laut. Urutan umum dalam air laut, dari paling aktif: magnesium, seng, aluminium, baja karbon dan besi tuang, timbal dan timah, kuningan, tembaga, baja tahan karat dalam keadaan pasif, titanium, dan grafit. Deret ini mirip, tetapi tidak sama, dengan urutan potensial elektrode standar, karena deret galvanik diukur pada logam nyata dengan lapisan oksidanya di lingkungan nyata. Baja tahan karat bahkan muncul dua kali: dekat logam mulia ketika pasif dan dekat baja ketika lapisan pasifnya rusak.
Faktor yang sering dilupakan adalah perbandingan luas. Arus yang dipakai katode harus dipasok seluruhnya oleh anode. Bila reaksi katode dibatasi oleh pasokan oksigen, arus total sebanding dengan luas katode, dan kerapatan arus di anode menjadi:
dengan dan kerapatan arus di anode dan katode, serta dan luas basah anode dan katode dalam satuan yang sama. Katode besar dengan anode kecil adalah susunan terburuk: baut baja kecil pada pelat tembaga yang luas akan habis dengan cepat. Sebaliknya, baut tembaga pada pelat baja yang luas hampir tidak menambah korosi pelat. Contoh 2 menghitung perbedaannya. Akibat praktisnya juga terbalik dari dugaan awam: bila hanya satu logam dalam pasangan galvanik dapat dicat, catlah katodenya. Mengecat anode saja memusatkan seluruh arus di cacat cat yang kecil dan mempercepat sumuran di sana.
Pasangan logam berbeda di peralatan laundry dan dapur sering muncul pada sambungan pipa tembaga ke tangki baja, baut baja pada braket aluminium, dan fitting kuningan pada pipa galvanis. Penyekat listrik, seperti sambungan dielektrik, memutus jalur elektron dan menghentikan sel galvanik itu.
Sel konsentrasi: aerasi diferensial, celah, dan sumuran
Sel korosi juga dapat terbentuk dari satu logam bila larutan di dua tempat berbeda kadarnya. Aerasi diferensial (differential aeration), bentuk yang paling penting, adalah beda kadar oksigen di dua tempat pada logam yang sama: daerah yang kaya oksigen menjadi katode, dan daerah yang miskin oksigen menjadi anode. Persamaan Nernst untuk reaksi oksigen memberi beda potensial pada 25 °C; perbandingan kadar oksigen 100 kali memberi sekitar 30 mV. Angka itu tampak kecil, tetapi cukup untuk menggerakkan korosi terus-menerus di tempat yang miskin oksigen, justru di tempat yang tidak terlihat.
Sel konsentrasi biasanya terbentuk di celah dan dapat menyebabkan kegagalan dini. Di bawah gasket, endapan, sambungan tumpang, atau ulir, air terperangkap dan oksigennya habis. Di dalam celah, ion logam yang larut terhidrolisis dan membuat larutan makin asam, sementara ion klorida berpindah masuk untuk menyeimbangkan muatan. Celah menjadi makin asam dan makin kaya klorida, sehingga serangan mempercepat dirinya sendiri.
Korosi sumuran (pitting corrosion) adalah korosi yang sangat setempat dan membentuk lubang di permukaan logam. Mekanismenya mirip korosi celah: begitu sumur kecil terbentuk, dasar sumur menjadi anode kecil yang asam, dan permukaan luas di sekitarnya menjadi katode besar. Perbandingan luas yang buruk itu memusatkan arus di dasar sumur. Akibatnya, kehilangan massa rata-rata bisa kecil ketika satu sumur sudah menembus dinding. Faktor sumuran (pitting factor) adalah rasio kedalaman sumur terdalam terhadap penipisan rata-rata, dan Contoh 6 menunjukkan mengapa angka rata-rata menyesatkan.
Pasivasi dan baja tahan karat
Beberapa logam yang secara termodinamika mudah teroksidasi justru tahan korosi karena membentuk lapisan oksida yang sangat tipis, rapat, dan melekat. Keadaan ini disebut pasif, dan pasivasi (passivation) adalah pembentukan lapisan pelindung semacam itu. Aluminium, titanium, dan krom adalah contohnya. Baja tahan karat adalah paduan besi dengan krom sedikitnya sekitar 10,5 persen, sehingga permukaannya tertutup lapisan kaya oksida krom setebal beberapa nanometer. Baja tahan karat dipakai untuk ketahanan korosi bila kondisinya oksidatif: lapisan pasif memerlukan oksigen atau oksidator untuk tetap utuh dan memperbaiki diri setelah tergores.
Musuh utama lapisan pasif adalah ion klorida, terutama bila bertemu suhu tinggi, pH rendah, dan celah. Klorida menembus lapisan di titik lemah dan memulai sumuran. Ketahanan terhadap sumuran meningkat dengan kadar krom, molibdenum, dan nitrogen. Bilangan ekuivalen ketahanan sumuran (pitting resistance equivalent number, PREN) adalah angka yang sering dipakai untuk memeringkat ketahanan itu:
dengan %Cr, %Mo, dan %N kadar krom, molibdenum, dan nitrogen dalam persen. Rumus ini adalah pegangan pemeringkatan baku, bukan jaminan ketahanan. Mutu yang mengandung molibdenum memiliki PREN lebih tinggi dan lebih tahan di air berklorida. Batas klorida dan suhu yang aman untuk tiap mutu bergantung pada pH, oksidator, dan celah, sehingga diambil dari pabrik peralatan.
Kasus pembuka menunjukkan dua hal sekaligus. Sanitaiser berklorin dengan dosis berlebih menambah oksidator dan klorida, dan celah di bawah gasket menyediakan tempat yang miskin oksigen dan kaya klorida. Itulah sebabnya pabrik mesin pencuci piring menetapkan dosis sanitaiser dan cara pembersihan bak, dan mengapa sabut baja biasa tidak boleh dipakai pada baja tahan karat: serpih besi yang tertinggal berkarat dan memulai serangan.
pH, suhu, aliran, dan logam amfoter
Pengaruh pH berbeda untuk tiap logam. Baja dalam air beroksigen terkorosi cepat pada pH rendah, dan laju turun ketika air sedikit basa karena permukaan lebih mudah membentuk lapisan oksida. Karena itu air ketel dan sirkuit tertutup biasanya dijaga sedikit basa. Diagram Pourbaix (Pourbaix diagram) adalah diagram potensial terhadap pH yang memetakan daerah logam stabil (imun), daerah terkorosi aktif, dan daerah pasif untuk satu logam dalam air; diagram itu menunjukkan kemungkinan, bukan laju.
Logam amfoter (amphoteric metal) adalah logam yang oksidanya larut dalam asam maupun dalam basa kuat. Aluminium dan seng adalah logam amfoter, sehingga keduanya terkorosi cepat di kedua ujung skala pH. Di dapur, deterjen mesin pencuci piring yang sangat basa menghitamkan dan melarutkan nampan aluminium, dan reaksi itu melepaskan hidrogen:
Natrium silikat ditambahkan pada deterjen modern sebagai inhibitor korosi yang melindungi permukaan logam dengan lapisan tipis silikat koloid. Itulah salah satu alasan formulasi deterjen untuk peralatan aluminium berbeda dari deterjen biasa, seperti dibahas di Bab 6 · Laundry tentang kimia pembersih.
Suhu mempercepat reaksi, tetapi juga menurunkan kelarutan oksigen. Dalam sistem terbuka, oksigen keluar dari air yang dipanaskan, sehingga laju korosi baja naik dengan suhu sampai titik tertentu lalu turun mendekati titik didih. Dalam sistem tertutup, oksigen tidak dapat keluar, dan laju terus naik dengan suhu. Seng juga berperilaku khusus: dalam sebagian air di atas sekitar 60 °C, lapisan seng pada baja galvanis dapat kehilangan sifat anodiknya terhadap baja, sehingga pipa galvanis untuk air panas sering berumur pendek.
Korosi erosi (erosion corrosion) adalah pengikisan lapisan pelindung oleh aliran yang terlalu cepat sehingga logam di bawahnya terus terpapar. Korosi erosi adalah salah satu penyebab kerusakan yang paling umum pada pipa tembaga. Kecepatan aliran maksimum yang dianjurkan diambil dari pedoman perancangan plumbing.
Proteksi katodik: anode korban dan arus terpasang
Proteksi katodik (cathodic protection) adalah cara menjadikan seluruh permukaan logam yang dilindungi sebagai katode, dengan memasok elektron dari luar sehingga reaksi oksidasi logam itu tertekan. Ada dua cara. Cara pertama memakai anode korban. Anode korban (sacrificial anode) adalah logam yang lebih aktif, biasanya magnesium, seng, atau paduan aluminium, yang disambungkan ke struktur dan terkorosi menggantikannya. Anode semacam itu harus diganti secara berkala. Cara kedua adalah arus terpasang (impressed current): penyearah memasok arus searah melalui anode yang tidak mudah larut, sehingga dapat melindungi struktur besar atau air beresistivitas tinggi.
Anode galvanik paling tepat dipakai pada struktur berlapis di lingkungan beresistivitas rendah, ketika kebutuhan arusnya rendah, dan keluaran arus anode seng dan magnesium dikendalikan oleh resistivitas lingkungan. Itulah logika tangki pemanas air: enamel menutupi hampir seluruh baja, sehingga anode magnesium hanya perlu melindungi cacat kecil di enamel, dan arusnya kecil. Biaya proteksi katodik masuk ke investasi awal.
Umur anode dihitung dari kapasitas elektrokimianya. Kapasitas teoretis adalah coulomb per gram. Untuk magnesium, C/g, yaitu sekitar 2.205 Ah/kg. Untuk seng sekitar 820 Ah/kg, dan untuk aluminium sekitar 2.980 Ah/kg. Anode nyata tidak memakai seluruh kapasitas itu karena sebagian logam terkorosi sendiri tanpa menghasilkan arus berguna (efisiensi arus) dan sisa anode tidak lagi efektif sebelum habis (faktor pemanfaatan). Magnesium efisiensinya rendah, sering sekitar separuh, sedangkan seng jauh lebih tinggi. Contoh 3 dan Contoh 4 menghitung kebutuhan arus dan umur anode untuk kasus pembuka. Kriteria potensial yang menandakan struktur sudah terlindungi ditetapkan standar proteksi katodik dan diukur terhadap elektrode acuan; bab ini tidak menyalin angkanya.
Lapisan pelindung, galvanisasi, inhibitor, dan pengikat oksigen
Lapisan memutus kontak antara logam dan elektrolit. Cat, enamel, dan lapisan polimer bekerja sebagai penghalang, sehingga mutunya ditentukan oleh cacat terkecil. Galvanisasi (galvanizing) adalah proses melapisi permukaan pipa atau pelat besi dan baja dengan seng. Lapisan seng bekerja dengan dua cara: sebagai penghalang, dan sebagai anode korban di goresan, karena seng lebih aktif daripada baja. Pelapisan besi dengan seng lebih efektif daripada beberapa cara pelindung lain, dan alasannya adalah perlindungan di goresan itu. Lapisan timah pada kaleng justru sebaliknya: timah lebih mulia daripada baja, sehingga goresan pada kaleng berkarat lebih cepat daripada baja telanjang di sekitarnya.
Umur lapisan seng kira-kira sebanding dengan tebalnya. Sebagai gambaran, lapisan 85 µm yang terkikis 2 µm per tahun bertahan sekitar 40 tahun, tetapi di lingkungan basah berklorida dengan laju 8 µm per tahun hanya sekitar 10 tahun. Asam pembersih kerak melarutkan seng dengan cepat sambil melepaskan hidrogen, sehingga pipa galvanis tidak boleh dibersihkan dengan asam tanpa izin pemasok bahan.
Inhibitor korosi (corrosion inhibitor) adalah zat yang ditambahkan dalam kadar kecil untuk memperlambat reaksi anode, reaksi katode, atau keduanya. Inhibitor anodik seperti silikat dan fosfat membentuk lapisan di daerah anode; bila dosisnya kurang, sebagian anode tetap terbuka dan serangan menjadi lebih setempat, sehingga inhibitor anodik yang kurang dosis dapat lebih berbahaya daripada tanpa inhibitor. Inhibitor katodik seperti garam seng menghambat reaksi katode. Inhibitor film organik menutup seluruh permukaan.
Cara lain adalah menghilangkan oksigen, karena di air netral oksigen adalah pereaksi katode utama. Oksigen dapat dikeluarkan secara fisik dengan deaerator, lalu sisanya diikat secara kimia. Pengikat oksigen (oxygen scavenger) adalah zat yang mengikat sisa oksigen itu; yang umum adalah natrium sulfit:
Perbandingan stoikiometrinya mg natrium sulfit untuk setiap mg oksigen, seperti dipakai di Latihan 4 dan kuncinya. Dosis nyata selalu lebih tinggi karena perlu sisa sulfit, dan dosis serta batas sisanya ditetapkan pemasok bahan pengolah air ketel. Neraca sulfit ini adalah stoikiometri biasa seperti di Bab 7 tentang mol dan stoikiometri.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: kupon baja. Kupon 20 cm² kehilangan 0,150 g selama 30 hari (720 jam). Tebal yang hilang cm. Laju tahunan cm per tahun, yaitu 0,116 mm per tahun, setara dengan kerapatan arus korosi sekitar .
Contoh 2: perbandingan luas. Reaksi katode dibatasi oksigen pada . Baut baja dengan luas basah 10 cm² pada pelat tembaga 1.000 cm²: , yaitu mm per tahun. Baut tembaga 10 cm² pada pelat baja 1.000 cm²: tambahan arus di pelat hanya , sekitar 0,0006 mm per tahun. Model ini menyederhanakan, karena mengabaikan korosi baja oleh oksigen di permukaannya sendiri.
Contoh 3: kebutuhan arus proteksi tangki. Tangki berlapis enamel dengan luas basah 4,0 m². Bila 5 persen luasnya dianggap cacat lapisan dan baja telanjang memerlukan 100 mA/m², kebutuhan arus mA.
Contoh 4: umur anode magnesium. Anode 1,0 kg, kapasitas teoretis 2.205 Ah/kg, efisiensi arus 50 persen, dan faktor pemanfaatan 85 persen memberi Ah. Pada arus 20 mA, umurnya jam, sekitar 5,3 tahun. Bila lapisan enamel memburuk dan kebutuhan arus menjadi 40 mA, umurnya tinggal sekitar 2,7 tahun, sejalan dengan tangki di kasus pembuka yang bocor setelah empat tahun tanpa pemeriksaan anode.
Contoh 5: nampan aluminium dalam deterjen basa. Bila 1,0 g aluminium larut, jumlahnya mol, menghasilkan mol hidrogen. Pada 25 °C dan 1 atm (24,5 L/mol), volumenya L. Di wadah tertutup, gas itu menaikkan tekanan dan dapat membentuk campuran mudah terbakar.
Contoh 6: faktor sumuran. Kupon yang sama dengan Contoh 1 menunjukkan penipisan rata-rata 0,116 mm dalam satu tahun, tetapi sumur terdalamnya 0,80 mm. Faktor sumuran . Dinding 2,0 mm akan tembus oleh sumur dalam sekitar tahun bila laju sumur tetap, sedangkan laju rata-rata menyiratkan sekitar 17 tahun.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada pengawas atau penanggung jawab peralatan bila:
- Tangki, bejana tekan, atau pipa bertekanan menunjukkan sumuran dalam, rembesan, karat menggelembung, atau dinding menipis. Lepaskan tekanan, isolasi sumber energi, dan serahkan penilaian ke petugas yang berwenang sesuai Bab 1 · Keselamatan tentang kondisi berhenti.
- Anode tangki pemanas air akan dilepas tanpa memutus listrik atau gas, menutup air masuk, dan membuang tekanan. Air panas bertekanan dan pemanas yang menyala tanpa air berbahaya.
- Asam pembersih kerak akan dipakai pada pipa galvanis, peralatan aluminium, atau logam yang belum diketahui, atau deterjen basa kuat akan dipakai pada aluminium di wadah tertutup. Reaksinya melepaskan hidrogen (Contoh 5).
- Baja tahan karat akan dibersihkan dengan sabut baja biasa, asam klorida, atau pemutih berlebih di luar petunjuk pabrik mesin.
- Penyearah proteksi katodik arus terpasang akan diubah setelannya, atau kabelnya dilepas, oleh orang yang tidak berwenang. Penyetelan yang salah dapat merusak lapisan atau mempercepat korosi struktur lain.
- Ditemukan tegangan atau arus searah pada pipa air yang menandakan arus liar. Periksa pembumian dan sumbernya sebelum memperbaiki pipa.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Baja tahan karat tidak bisa berkarat.
Why is it wrong?
Baja tahan karat tahan karena lapisan pasif. Klorida, celah, suhu tinggi, dan serpih besi dapat merusak lapisan itu.
Common misconception
Laju korosi rata-rata menentukan umur pipa.
Why is it wrong?
Sumuran dapat menembus dinding jauh lebih cepat daripada yang disiratkan laju rata-rata (Contoh 6).
Common misconception
Anode korban tidak perlu diperiksa.
Why is it wrong?
Anode memang dirancang untuk habis. Setelah habis, baja di cacat lapisan langsung terkorosi.
Common misconception
Luas logam mulia tidak berpengaruh.
Why is it wrong?
Katode besar dengan anode kecil memusatkan arus di anode (Contoh 2).
Common misconception
Bila hanya satu logam dapat dicat, catlah yang terkorosi.
Why is it wrong?
Mengecat anode saja memusatkan serangan di cacat cat. Yang dicat adalah katodenya.
Common misconception
Air panas selalu lebih korosif.
Why is it wrong?
Dalam sistem terbuka, oksigen keluar ketika air dipanaskan, sehingga laju dapat turun di dekat titik didih. Dalam sistem tertutup, laju terus naik.
Hubungan dengan bab lain
Bab 18 tentang elektrokimia memberi potensial elektrode, persamaan Nernst, dan hukum Faraday, dan Bab 17 tentang redoks lanjut memberi kekuatan oksidator dan klorin. Bab 1 · Material tentang struktur material dan korosi membahas korosi secara kualitatif dan cara menafsirkan kegagalan. Bab 9 · Dishwashing membahas kerak dan descaling di mesin pencuci piring, Bab 6 · Laundry tentang kimia pembersih membahas silikat dan kebasaan deterjen, dan Bab 16 tentang kelarutan membahas kecenderungan kerak. Bab 11 tentang stoikiometri gas membahas bahaya hidrogen, Bab 7 tentang mol dan stoikiometri memberi dasar neraca sulfit, dan Bab 1 · Keselamatan tentang energi tersimpan dan kondisi berhenti membahas kondisi berhenti. Bab 22 tentang polimer dan elastomer membahas lapisan dan bahan bukan logam.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan rumus, setengah reaksi, atau alasannya.
Try to answer first, then open the worked solution.
Berapa laju korosi baja dalam mm per tahun bila kerapatan arus korosinya ?
See the worked solution
mm per tahun, karena laju penipisan sebanding dengan kerapatan arus menurut hukum Faraday. Faktor 0,0116 mm per tahun untuk setiap µA/cm² berasal dari rumus CR dengan data besi, sehingga berlaku untuk baja dan menyatakan penipisan rata-rata.
Berapa kapasitas elektrokimia teoretis aluminium dalam Ah/kg?
See the worked solution
C/g; dibagi 3.600 menjadi 2,98 Ah/g, yaitu sekitar 2.980 Ah/kg. Aluminium melepaskan tiga elektron per atom, sehingga dalam kapasitas , dan pembagi 3.600 mengubah coulomb menjadi ampere-jam.
Kupon baja 25 cm² kehilangan 0,300 g dalam 60 hari. Berapa laju korosinya dalam mm per tahun?
See the worked solution
cm per 60 hari; dikali menjadi cm per tahun, yaitu sekitar 0,093 mm per tahun. Caranya sama dengan Contoh 1: kehilangan massa dibagi massa jenis dan luas memberi tebal rata-rata yang hilang, lalu diskalakan ke satu tahun. Hasilnya laju rata-rata, sehingga belum menunjukkan kedalaman sumuran.
Berapa gram natrium sulfit teoretis per jam untuk air 1,0 m³/jam dengan oksigen 5,0 mg/L?
See the worked solution
Oksigen g per jam; natrium sulfit g per jam, sebelum ditambah sisa yang disyaratkan pemasok. Perbandingan 7,88 berasal dari persamaan pengikatan oksigen: dua mol natrium sulfit, g, untuk setiap mol oksigen, 32,00 g.
Mengapa baut baja pada pelat tembaga cepat habis, sedangkan baut tembaga pada pelat baja tidak merusak pelat?
See the worked solution
Arus katode sebanding dengan luas katode. Pelat tembaga yang luas memusatkan seluruh arusnya pada baut baja yang kecil; pada susunan sebaliknya, arus kecil dari baut tembaga tersebar di pelat baja yang luas.
Mengapa korosi sumuran lebih berbahaya daripada korosi merata dengan kehilangan massa yang sama?
See the worked solution
Pada sumuran, kehilangan logam terpusat di lubang kecil yang dalam, sehingga dinding dapat tembus sementara kehilangan massa rata-rata masih kecil dan tampak aman. Contoh 6 memperlihatkannya: dengan faktor sumuran 6,9, dinding 2,0 mm tembus dalam sekitar 2,5 tahun, sedangkan laju rata-rata menyiratkan sekitar 17 tahun.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 29, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 16, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Korosi elektrokimia dan proteksinya: sel korosi, laju korosi, galvanik dan sumuran, pasivasi, proteksi katodik, dan inhibitor. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/korosi-elektrokimia-dan-proteksinya-sel-korosi-laju-korosi-galvanik-dan-sumuran-pasivasi-proteksi-katodik-dan-inhibitor
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Berapa laju korosi baja dalam mm per tahun bila kerapatan arus korosinya ?
Berapa kapasitas elektrokimia teoretis aluminium dalam Ah/kg?
Kupon baja 25 cm² kehilangan 0,300 g dalam 60 hari. Berapa laju korosinya dalam mm per tahun?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Chemistry · Chapter 20.
Reading order by shelf: Chemistry · Chapter 18.