Reaktivitas dan ketidakcocokan bahan kimia: golongan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran berbahaya, penyimpanan, dan tumpahan
Jeriken asam penetral yang bocor di samping drum pemutih, sisa pemutih yang dituang ke ember bekas pembersih kerak, jeriken peroksida yang menggembung di gudang panas, dan tumpahan soda kaustik yang hendak dinetralkan langsung dengan asam, semuanya adalah reaksi yang tidak diinginkan antara bahan kimia yang masing-masing aman bila sendirian. Bab penutup rak Kimia ini membahas lima akibat campuran berbahaya, golongan bahan reaktif, cara menyusun dan membaca matriks ketidakcocokan, campuran khas di laundry, dapur, dan pengolahan air, cara menghitung gas, tekanan, dan panas dari campuran, wadah dan bahan yang tidak cocok, penyimpanan terpisah dan penampungan sekunder, pemindahan dan dispenser, limbah dan tumpahan, serta SDS dan label. Sembilan contoh kerja dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Pada suatu pagi, petugas gudang laundry mencium bau menyengat seperti kolam renang yang sangat pekat. Jeriken asam penetral di rak atas bocor perlahan, dan cairannya menetes ke tutup drum pemutih hipoklorit di bawahnya. Seminggu sebelumnya, seorang operator menuang sisa pemutih ke ember yang belum dibilas setelah dipakai untuk pembersih kerak, lalu terbatuk keras dan harus keluar ruangan. Di sudut gudang yang terkena sinar matahari, sebuah jeriken hidrogen peroksida tampak menggembung. Dan ketika satu jeriken soda kaustik pekat tumpah, seseorang mengusulkan menyiramnya dengan asam agar "langsung netral".
Setiap bahan kimia itu aman bila disimpan dan dipakai sesuai petunjuknya. Bahayanya muncul ketika dua bahan bertemu di tempat dan waktu yang salah. Bab-bab sebelumnya di rak ini sudah memberi semua alat untuk memahami kejadian semacam itu: redoks, asam-basa, stoikiometri gas, termokimia, laju reaksi, dan teknik reaksi. Bab penutup ini merangkainya menjadi cara berpikir tentang reaktivitas dan ketidakcocokan, dari matriks di atas kertas sampai rak di gudang.
Batas pembahasan
Bab ini membahas akibat campuran berbahaya, golongan bahan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran khas di lapangan, perhitungan gas, tekanan, dan panas, wadah yang tidak cocok, penyimpanan, pemindahan dan dispenser, limbah dan tumpahan, serta SDS dan label. Sumber pemilik adalah narasi disiplin Kimia, yang memuat tabel bahaya reaksi kimia yang khas dan ledakan gudang akibat panas dan tekanan yang terkumpul dari reaksi berkelanjutan dari buku teknologi reaksi kimia, golongan senyawa yang diketahui bereaksi cepat dan eksotermis dari buku perancangan teknik kimia, klorin sebagai gas beracun berwarna hijau dan larutannya yang asam dari buku kimia tingkat menengah, klorin bebas dari buku penukar ion, hidrogen peroksida yang bercampur sempurna dengan air dan oksigen sebagai oksidator kuat dari buku kimia umum, serta anjuran membaca MSDS dan label, isi MSDS tentang potensi bahaya, dan perlunya pertimbangan khusus pada penyimpanan dari modul analisis kimia dasar. Narasi Keselamatan Teknik menambah ledakan sebagai pelepasan energi mendadak dengan gelombang tekanan, MSDS yang dibuat produsen bahan kimia, dan larangan memanaskan zat mudah terbakar dengan api terbuka.
Campuran berbahaya produk laundry dibahas terapan di Bab 8 · Laundry, dan cara membaca SDS di Bab 10. Stoikiometri gas dan ppm diambil dari bab stoikiometri gas, panas pengenceran dari bab termokimia, oksidator dan reduktor dari bab redoks lanjut, kloramin dan kloroform dari bab kimia organik, kecocokan polimer dari bab polimer dan elastomer, reaksi logam amfoter dari bab korosi, dan kenaikan suhu adiabatik serta ruang sebagai CSTR dari bab teknik reaksi kimia. Batas paparan gas, jumlah maksimum penyimpanan, jarak pemisahan, volume penampungan sekunder, dan klasifikasi bahan berbahaya untuk pengangkutan ditetapkan peraturan dan SDS; angkanya tidak disalin di sini. Matriks di bab ini adalah pegangan umum, bukan pengganti bagian stabilitas dan reaktivitas SDS masing-masing produk.
Mengapa campuran berbahaya: lima akibat
Buku perancangan teknik kimia dalam sumber mencatat bahwa ada golongan senyawa yang diketahui bereaksi bersama dengan cepat dan eksotermis. Akibat yang mungkin dari campuran yang tidak cocok dapat dikelompokkan menjadi lima:
- Panas. Netralisasi, pengenceran, dan redoks melepaskan panas yang dapat mendidihkan campuran dan memercikkan cairan korosif.
- Gas beracun. Klorin, kloramin, sulfur dioksida, hidrogen sulfida, dan gas lain dapat terbentuk dari bahan yang masing-masing tidak berbau tajam.
- Gas mudah terbakar. Hidrogen dari logam dan basa atau asam, dan uap pelarut yang terdorong keluar oleh panas.
- Tekanan. Gas yang terbentuk di wadah tertutup menaikkan tekanan sampai wadah menggembung, bocor, atau pecah.
- Api dan ledakan. Oksidator yang bertemu bahan organik dapat menyala, dan narasi Keselamatan Teknik mendefinisikan ledakan sebagai pelepasan energi yang mendadak dan dahsyat dengan gelombang tekanan.
Satu campuran dapat menimbulkan beberapa akibat sekaligus. Hipoklorit pekat dengan asam pekat, misalnya, melepaskan klorin dan panas, dan panas mempercepat pelepasan gas. Buku teknologi reaksi kimia dalam sumber menguraikan bahaya reaksi kimia yang khas dalam bentuk tabel, dan menyebut kemungkinan bahwa ledakan pertama di sebuah gudang terjadi karena panas dan tekanan yang terkumpul dari reaksi kimia yang terus berlangsung. Itulah peringatan bahwa reaksi lambat di gudang, seperti penguraian oksidator yang terpapar panas, dapat berakhir dengan peristiwa cepat.
Golongan bahan reaktif
Bahan kimia di lapangan dapat dipetakan ke beberapa golongan reaktivitas. Satu produk dapat masuk lebih dari satu golongan:
- Oksidator: hipoklorit, asam perasetat, hidrogen peroksida, perkarbonat, permanganat, nitrat. Buku kimia umum dalam sumber menyebut oksigen sebagai oksidator kuat yang banyak dipakai di industri.
- Pelepas klorin: hipoklorit dan senyawa kloro-isosianurat; dengan asam melepaskan klorin.
- Reduktor: bisulfit, metabisulfit, tiosulfat, dan banyak bahan organik; bereaksi dengan oksidator.
- Asam: penetral (sour), pembersih kerak, asam fosfat, sulfamat, sitrat, klorida, sulfat.
- Basa: deterjen alkali, soda kaustik, kalium hidroksida, silikat, metasilikat.
- Senyawa nitrogen: amonia, garam amonium, amina, dan etanolamina; dengan hipoklorit membentuk kloramin.
- Bahan organik dan mudah terbakar: pelarut, alkohol, minyak, serat kain, debu serat, kardus, serbuk gergaji.
- Logam reaktif dan amfoter: aluminium, seng, dan magnesium, terutama berbentuk serbuk atau lembaran tipis.
Buku kimia tingkat menengah dalam sumber mencatat bahwa logam alkali adalah unsur yang paling reaktif, tetapi logam semacam itu jarang ada di laundry atau dapur. Yang lebih sering adalah aluminium dan seng pada peralatan, wadah, dan pipa galvanis, yang bereaksi dengan asam dan basa kuat.
Matriks ketidakcocokan
Matriks ketidakcocokan menyusun golongan di baris dan kolom, lalu mengisi setiap sel dengan akibat bila keduanya bercampur. Matriks berikut adalah pegangan umum dengan kode akibat: P = panas, G = gas beracun, F = gas mudah terbakar, T = tekanan, A = api atau ledakan, dan tanda hubung bila umumnya tidak ada reaksi berbahaya:
| Oksidator | Pelepas klorin | Reduktor | Asam | Basa | Senyawa N | Organik | |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Pelepas klorin | P, T | - | P, G | G, P | - | G | G, P, A |
| Reduktor | P, A | P, G | - | G | - | - | - |
| Asam | G | G, P | G | - | P | P | - |
| Basa | P | - | - | P | - | G | - |
| Logam amfoter | P | P | - | F, P | F, P | - | - |
| Organik | P, A | G, P, A | - | P | - | - | - |
Sel antara pelepas klorin dan asam berisi G karena klorin terbentuk; sel antara pelepas klorin dan senyawa nitrogen berisi G karena kloramin terbentuk; sel antara reduktor dan asam berisi G karena bisulfit dan metabisulfit melepaskan sulfur dioksida; sel antara basa dan senyawa N berisi G karena basa kuat melepaskan gas amonia dari garam amonium. Logam amfoter dengan asam atau basa melepaskan hidrogen, seperti dibahas di bab korosi.
Cara memakai matriks: tentukan golongan setiap produk dari SDS, terutama bagian komposisi serta bagian stabilitas dan reaktivitas; cari sel pertemuan setiap pasangan; lalu terapkan hasilnya pada penyimpanan, pemindahan, dan pembuangan. Bila SDS menyatakan ketidakcocokan yang tidak ada di matriks, SDS yang berlaku (Contoh 7).
Campuran khas di laundry, dapur, dan pengolahan air
Beberapa campuran muncul berulang di lapangan:
- Hipoklorit dan asam. . Buku kimia tingkat menengah dalam sumber menyebut klorin sebagai gas beracun berwarna hijau dengan bau khas yang larutannya dalam air bersifat asam, dan buku penukar ion mencatat bahwa klorin bebas adalah klorin dalam bentuk cair atau gas. Ini yang terjadi di gudang dan ember pada kasus pembuka (Contoh 1).
- Hipoklorit dan senyawa nitrogen. Kloramin terbentuk dari amonia, garam amonium, dan amina yang memiliki ikatan N-H, seperti dibahas di bab kimia organik.
- Hipoklorit dan peroksida. . Reaksi cepat dan eksotermis yang melepaskan oksigen, menimbulkan busa, panas, dan tekanan, serta saling menghabiskan daya pemutih (Contoh 5).
- Hipoklorit dan alkohol atau keton. Senyawa terklorinasi seperti kloroform dapat terbentuk.
- Reduktor dan asam. Bisulfit atau metabisulfit sebagai penawar klorin (antichlor) dengan penetral asam melepaskan sulfur dioksida (Contoh 3).
- Asam dan karbonat atau kerak. Karbon dioksida dalam jumlah besar dan tekanan di wadah tertutup, seperti di bab teknik reaksi kimia.
- Basa kuat dan aluminium atau seng. Hidrogen dan panas.
- Asam atau basa pekat dengan air atau satu sama lain. Panas yang dapat mendidihkan campuran (Contoh 4 dan Contoh 9).
- Oksidator dan bahan organik. Pemutih atau peroksida pekat yang menetes ke serat kain, kardus, atau serbuk gergaji dapat memicu pemanasan dan api setelah mengering.
Menghitung gas, tekanan, dan panas
Akibat campuran dapat diperkirakan dengan alat dari bab-bab sebelumnya:
- Jumlah gas: dari stoikiometri reaksi dan pereaksi pembatas, lalu volume molar 24,5 L/mol pada 25 °C dan 1 atm, seperti di bab stoikiometri gas.
- Kadar di ruang: volume gas dibagi volume ruang, dikali untuk ppm volume, dengan anggapan tercampur merata. Kadar setempat di dekat sumber jauh lebih tinggi.
- Tekanan di wadah tertutup: dengan volume ruang kosong di atas cairan. Ruang kosong yang kecil membuat tekanan naik cepat (Contoh 2).
- Kenaikan suhu: dari entalpi reaksi atau pengenceran dibagi kapasitas panas campuran, seperti kenaikan suhu adiabatik di bab teknik reaksi kimia.
- Penurunan kadar oleh ventilasi: ruang berventilasi berperilaku seperti CSTR, sehingga kadar gas turun eksponensial, , dengan jumlah pergantian udara per jam (Contoh 6).
Hasil hitungan ini dibandingkan dengan batas paparan dan batas mudah terbakar di SDS, bukan dengan angka yang dihafal. Tujuannya menilai besarnya bahaya dan memilih tindakan, bukan menentukan berapa lama orang boleh berada di ruangan.
Wadah dan bahan yang tidak cocok
Ketidakcocokan juga terjadi antara bahan kimia dan wadahnya. Basa kuat melarutkan aluminium dan seng; asam melarutkan baja karbon dan lapisan galvanis; pelarut melunakkan atau melarutkan banyak plastik dan karet; oksidator merapuhkan karet tak jenuh, seperti dibahas di bab polimer dan elastomer. Hipoklorit menyerang baja tahan karat bila berklorida dan pekat, terutama di celah, seperti dibahas di bab korosi.
Wadah asli dari pemasok dirancang untuk produknya, termasuk tutup berventilasi pada produk yang melepaskan gas sedikit demi sedikit seperti hidrogen peroksida. Buku kimia umum dalam sumber mencatat bahwa hidrogen peroksida bercampur sempurna dengan air, sehingga tumpahannya mudah diencerkan, tetapi penguraiannya di wadah tertutup rapat dapat menggembungkan wadah. Memindahkan produk ke wadah bekas, terutama wadah minuman atau wadah produk lain, adalah sumber utama salah pakai dan campuran tak sengaja.
Penyimpanan: pemisahan, penampungan sekunder, suhu, dan jumlah
Modul analisis kimia dasar dalam sumber mencatat bahwa kegiatan penyimpanan bahan kimia harus mendapat pertimbangan khusus. Prinsip penyimpanan mengikuti matriks:
- Pisahkan golongan yang tidak cocok. Asam dan pelepas klorin tidak boleh berada di rak yang sama atau di atas satu sama lain, karena kebocoran menetes ke bawah, seperti kasus pembuka. Oksidator dipisahkan dari bahan organik dan mudah terbakar.
- Penampungan sekunder. Setiap golongan berdiri di bak penampung sendiri, sehingga kebocoran satu wadah tidak bertemu golongan lain. Volume penampungan yang disyaratkan ditetapkan peraturan; pegangan umum didasarkan pada wadah terbesar di dalamnya (Contoh 8).
- Suhu dan cahaya. Hipoklorit dan peroksida terurai lebih cepat di tempat panas, seperti di bab teknik reaksi kimia, sehingga disimpan sejuk dan terlindung dari matahari.
- Jumlah dan rotasi. Simpan secukupnya dan pakai yang lama lebih dulu. Jumlah maksimum dan jarak pemisahan untuk bahan tertentu ditetapkan peraturan.
- Label dan ventilasi. Setiap wadah berlabel jelas, dan ruang penyimpanan berventilasi.
Pemindahan, pengenceran, dan dispenser
Banyak campuran berbahaya terjadi saat bahan dipindahkan. Pompa, selang, dan corong yang dipakai bergantian untuk produk berbeda menyimpan sisa produk sebelumnya. Aturan dasarnya: satu alat untuk satu produk, ditandai warna atau label; alat dibilas dengan air sebelum diganti pemakaiannya; dan bahan pekat selalu ditambahkan ke air, bukan sebaliknya.
Dispenser otomatis menghubungkan beberapa produk ke satu titik injeksi atau satu manifold, seperti dibahas di Bab 1 · Dispensing Kimia dan Bab 4 · Dispensing Kimia. Manifold dibilas air di antara produk, dan urutan injeksi diatur agar produk yang tidak cocok tidak bertemu dalam keadaan pekat. Ketika selang hisap dipindahkan dari satu jeriken ke jeriken produk lain, selang dan pompanya harus dibilas lebih dulu. Mengganti produk tanpa membilas jalur, atau salah memasang selang hisap ke jeriken yang salah, dapat mencampur produk pekat di dalam pipa.
Limbah dan tumpahan
Sisa produk dan wadah kosong tidak boleh dicampur dalam satu ember atau satu drum limbah tanpa melihat matriks. Ember yang dipakai untuk pembersih kerak masih berisi sisa asam, sehingga pemutih yang dituang ke sana melepaskan klorin, seperti kasus pembuka.
Tumpahan ditangani menurut golongannya. Bahan penyerap harus cocok: serbuk gergaji dan kain tidak boleh dipakai untuk oksidator, karena setelah kering dapat terbakar. Menetralkan tumpahan asam atau basa pekat secara langsung melepaskan panas besar dan dapat memercikkan cairan (Contoh 9). Pegangan umumnya: batasi tumpahan, serap dengan bahan yang cocok, encerkan perlahan dengan air banyak bila SDS mengizinkan, lalu netralkan larutan encer secara bertahap sambil memeriksa pH dan suhu. Limbahnya dibuang sesuai peraturan dan Bab 17 · Laundry.
SDS, label, dan penandaan
Modul analisis kimia dasar dalam sumber menganjurkan membaca MSDS dan membaca kembali label wadah dan label botol, dan mencatat bahwa MSDS memuat informasi tentang potensi bahaya. Narasi Keselamatan Teknik mencatat bahwa sebagian besar MSDS dibuat oleh produsen bahan kimia. Untuk ketidakcocokan, bagian terpenting SDS adalah bagian penanganan dan penyimpanan, yang menyebut syarat penyimpanan dan bahan yang harus dijauhkan, serta bagian stabilitas dan reaktivitas, yang menyebut kondisi yang harus dihindari, bahan yang tidak cocok, dan produk penguraian berbahaya. Bab 10 membahas susunan SDS secara lengkap.
Piktogram bahaya di label memberi petunjuk cepat golongannya: piktogram nyala di atas lingkaran untuk oksidator, piktogram korosi untuk asam dan basa kuat, dan piktogram nyala untuk bahan mudah terbakar. Narasi Keselamatan Teknik juga mencatat larangan memanaskan zat mudah terbakar dengan api terbuka. Label yang hilang atau rusak berarti isi wadah tidak diketahui, dan wadah itu diperlakukan sebagai bahan yang paling berbahaya sampai identitasnya dipastikan.
Contoh kerja
Contoh 1. Klorin dari pemutih dan asam. Pemutih 1,0 L dengan natrium hipoklorit 50 g/L berisi mol hipoklorit. Dengan asam berlebih, klorin yang dapat terbentuk sampai 0,672 mol, yaitu 47,6 g atau L. Di ruang 30 m³ yang tercampur merata, kadarnya ppm volume, jauh di atas batas paparan di SDS; di dekat ember, kadarnya lebih tinggi lagi.
Contoh 2. Tekanan di jeriken peroksida. Jeriken 20 L berisi 18 L hidrogen peroksida 35 persen (massa jenis 1,13 kg/L), dengan ruang kosong 2,0 L. Isinya kg, yaitu 209 mol. Bila hanya 1 persen terurai, memberi 1,05 mol oksigen. Di ruang kosong 2,0 L pada 298 K: Pa, sekitar 13 bar. Jeriken biasa tidak tahan tekanan itu; karena itu tutupnya berventilasi dan jeriken disimpan sejuk.
Contoh 3. Sulfur dioksida dari penawar klorin dan asam. . Metabisulfit 100 g ( g/mol) adalah 0,526 mol dan dapat melepaskan 1,05 mol sulfur dioksida, sekitar 25,8 L.
Contoh 4. Panas pengenceran asam sulfat. Asam sulfat 98 persen 1,0 L (1,84 kg, 18,4 mol) dituang perlahan ke 10 L air. Dengan panas pengenceran sekitar 95 kJ/mol (nilai baku pendekatan untuk pengenceran sangat encer), panasnya kJ. Dengan massa campuran 11,8 kg dan kalor jenis sekitar 4,0 kJ/(kg·K), suhu naik sekitar K. Bila sedikit air dituang ke asam pekat, panas yang sama terpusat di sedikit air yang langsung mendidih dan memercik.
Contoh 5. Pemutih dan peroksida. Pemutih 1,0 L (0,672 mol hipoklorit) yang bertemu peroksida berlebih melepaskan 0,672 mol oksigen, yaitu 16,5 L, disertai panas dan busa. Di wadah tertutup dengan ruang kosong 1 L, tekanannya dapat mencapai Pa, sekitar 17 bar, bila reaksi berlangsung cepat; di wadah terbuka, oksigen memperkaya udara di sekitar bahan organik.
Contoh 6. Ventilasi sebagai pengencer. Ruang dengan 6 pergantian udara per jam (angka latihan) dan kadar awal 550 ppm. Untuk menurunkan kadar seratus kali, jam, sekitar 46 menit, dengan anggapan udara tercampur merata dan sumber gas sudah berhenti. Selama sumber masih melepaskan gas, kadar tidak turun dengan laju ini.
Contoh 7. Membaca matriks untuk enam produk. Produk gudang: penetral asam (asam), pemutih hipoklorit (pelepas klorin), deterjen alkali (basa), sanitaiser amonium kuaterner beralkohol (organik), penawar klorin bisulfit (reduktor), dan pemutih peroksida (oksidator). Dari matriks, pasangan yang harus dipisahkan: hipoklorit dengan asam, organik, reduktor, dan peroksida; asam dengan basa dan reduktor; serta peroksida dengan organik, reduktor, dan basa. Pasangan asam dengan oksidator tercantum di matriks umum karena sebagian oksidator melepaskan gas dengan asam, tetapi hidrogen peroksida umumnya stabil dalam asam; SDS peroksida yang menentukan. Paling sedikit lima kelompok penyimpanan diperlukan: hipoklorit, asam, reduktor, dan peroksida masing-masing sendiri, sedangkan basa dan organik dapat ditempatkan bersama bila SDS keduanya tidak menyebut ketidakcocokan.
Contoh 8. Volume bak penampung. Empat drum asam 200 L berdiri di bak 2,0 m × 1,5 m. Bila pegangan setempat meminta 110 persen wadah terbesar (angka latihan), volume yang diperlukan 220 L. Tiga drum lain yang tetap berdiri menempati m², sehingga luas bebas m² dan tinggi dinding bak minimal m, sebelum ditambah jagaan.
Contoh 9. Menetralkan tumpahan soda kaustik pekat. Tumpahan 5,0 L NaOH 30 persen (massa jenis 1,33 kg/L) berisi 2,0 kg atau 49,9 mol NaOH. Penetralan dengan asam sitrat (triprotik, ) memerlukan kg asam sitrat. Panas netralisasinya sekitar kJ; dalam sekitar 10 kg campuran, suhu dapat naik puluhan kelvin. Karena itu tumpahan pekat diserap dan diencerkan lebih dulu, bukan disiram asam.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan menjauh bila:
- Tercium bau klorin, bau belerang yang menyengat, atau bau amonia yang tajam di ruang bahan kimia, atau ada orang yang terbatuk, sesak, atau matanya pedih. Keluar ke udara segar, cegah orang masuk, dan ikuti prosedur darurat serta Bab 1 · Keselamatan.
- Wadah tampak menggembung, hangat, berbuih, atau berasap. Jangan membuka tutupnya; jauhkan orang dan hubungi pihak yang berwenang.
- Dua produk akan dicampur, dituang ke wadah yang sama, atau dibuang ke ember atau saluran yang sama tanpa membaca SDS keduanya.
- Tumpahan asam atau basa pekat akan dinetralkan langsung dengan asam atau basa pekat lain, atau tumpahan oksidator akan diserap dengan serbuk gergaji, kain, atau kardus.
- Label wadah hilang atau isi wadah tidak dapat dipastikan.
- Selang hisap dispenser akan dipindahkan ke produk lain tanpa membilas jalur dan pompa.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Dua produk yang aman sendiri tetap aman bila dicampur." Ketidakcocokan adalah sifat pasangan, bukan sifat produk tunggal.
"Wadah tertutup mencegah semua bahaya campuran." Kebocoran menetes ke bawah, dan wadah tertutup yang menghasilkan gas dapat pecah oleh tekanan.
"Tumpahan basa paling cepat diatasi dengan asam." Penetralan bahan pekat melepaskan panas besar; serap dan encerkan lebih dulu.
"Bau yang hilang berarti gas sudah tidak ada." Indra penciuman cepat lelah terhadap beberapa gas, sehingga bau dapat hilang sementara kadar masih tinggi.
"Menambah air ke asam pekat sama saja dengan menambah asam ke air." Air yang dituang ke asam pekat mendidih setempat dan memercik; asam selalu ditambahkan ke air.
"Matriks umum cukup untuk semua produk." Matriks adalah pegangan; bagian stabilitas dan reaktivitas SDS setiap produk yang menentukan.
Hubungan dengan bab lain
Bab redoks lanjut memberi oksidator dan reduktor, bab stoikiometri gas jumlah gas dan ppm, bab termokimia panas pengenceran, bab kimia organik kloramin dan kloroform, bab polimer dan elastomer kecocokan wadah dan segel, bab korosi logam amfoter dan baja tahan karat, dan bab teknik reaksi kimia kenaikan suhu adiabatik, penguraian dalam penyimpanan, dan ventilasi. Bab 8 · Laundry membahas campuran berbahaya produk laundry, Bab 10 SDS, Bab 1 · Dispensing Kimia dan Bab 4 · Dispensing Kimia dispenser, Bab 17 · Laundry limbah, dan Bab 1 · Keselamatan kondisi berhenti. Bab ini menutup rak Kimia dengan menggabungkan alat dari seluruh rak menjadi satu cara berpikir tentang reaksi yang tidak diinginkan.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan reaksi, hitungan, atau alasannya.
- Berapa liter klorin pada 25 °C yang dapat terbentuk dari 0,50 L pemutih dengan natrium hipoklorit 50 g/L dan asam berlebih?
- Berapa ppm volume kadarnya bila gas itu tercampur merata di ruang 20 m³?
- Berapa liter sulfur dioksida yang dapat terbentuk dari 50 g natrium metabisulfit dan asam berlebih?
- Dengan 6 pergantian udara per jam, berapa lama kadar gas turun sepuluh kali setelah sumbernya berhenti?
- Mengapa oksidator tidak boleh disimpan bersama kardus, kain, atau serat kain?
- Mengapa jeriken penetral asam tidak boleh diletakkan di rak di atas drum pemutih hipoklorit?
Kunci jawaban beralasan
- Hipoklorit mol menghasilkan sampai 0,336 mol klorin, yaitu L.
- ppm volume, dengan anggapan tercampur merata; kadar di dekat sumber lebih tinggi.
- Metabisulfit mol melepaskan mol sulfur dioksida, yaitu L.
- jam, sekitar 23 menit, karena kadar di ruang berventilasi turun eksponensial seperti CSTR.
- Oksidator dapat bereaksi eksotermis dengan bahan organik, terutama setelah tumpahannya mengering di bahan itu, sehingga memicu pemanasan dan api.
- Kebocoran asam menetes ke bawah dan bertemu hipoklorit, melepaskan gas klorin; golongan yang tidak cocok harus dipisah di rak dan bak penampung yang berbeda.
Referensi
Bab terkait
- Oksidator dan penyelesai: pemutih, penetral, pelembut, dan campuran berbahayaLaundry · Bab 8
- SDS, kelas fungsi, dan batas perbandingan produkKimia · Bab 10
- Stoikiometri gas dan gas berbahaya dari reaksi: volume gas, konsentrasi ppm, dan ventilasiKimia · Bab 11
- Termokimia: entalpi reaksi, hukum Hess, kalor pembakaran, kalor pelarutan, dan bahaya pengenceranKimia · Bab 12
- Redoks lanjut: setengah reaksi, oksidator dan reduktor, klorin tersedia, titrasi redoks, dan ORPKimia · Bab 17
- Kimia organik untuk teknisi: hidrokarbon, gugus fungsi, pelarut, asam lemak, ester, amina, dan membaca SDSKimia · Bab 20
- Polimer dan elastomer: struktur rantai, transisi gelas, parameter kelarutan, pembengkakan, serangan kimia, dan kecocokan bahanKimia · Bab 22
- Korosi elektrokimia dan proteksinya: sel korosi, laju korosi, galvanik dan sumuran, pasivasi, proteksi katodik, dan inhibitorKimia · Bab 19
- Teknik reaksi kimia: neraca massa reaktif, konversi, selektivitas, reaktor batch, CSTR, dan alir sumbat, waktu tinggal, dan neraca panasKimia · Bab 24
- Dispenser peristaltik: instalasi, sinyal pemicu, kalibrasi, dan verifikasi dosisDispensing Kimia · Bab 1
- Dispenser mesin pencuci piring: susunan, sinyal dari mesin, titik injeksi, dan pemasanganDispensing Kimia · Bab 4
- Limbah cair laundry dan IPALLaundry · Bab 17
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Berapa liter klorin pada 25 °C yang dapat terbentuk dari 0,50 L pemutih dengan natrium hipoklorit 50 g/L dan asam berlebih?
Berapa ppm volume kadarnya bila gas itu tercampur merata di ruang 20 m³?
Berapa liter sulfur dioksida yang dapat terbentuk dari 50 g natrium metabisulfit dan asam berlebih?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 1.
Urutan baca menurut rak: Kimia · Bab 24.