By Kurnia · Published October 20, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 21 min read
Mobil listrik, pengisian di hotel dan gedung: mode pengisian, jenis konektor, daya AC dan DC, kapasitas sambungan listrik, sirkuit dan proteksi termasuk deteksi arus bocor DC, manajemen beban, aturan di Indonesia, dan tata letak parkir
Manajemen sebuah hotel ingin memasang enam titik pengisian mobil listrik di parkir basemen dan bertanya apakah panel listrik yang ada cukup, sementara sebagian tamu sudah mengisi lewat stopkontak lampu taman dengan roll kabel. Bab ini menjelaskan mode pengisian, tingkat daya dan jenis konektor menurut Permen ESDM 1/2023, daya AC satu fasa dan tiga fasa dan cara menghitung arus, serta kapasitas sambungan dan kebutuhan maksimum gedung. Ketentuan PUIL 2020 Bagian 7-722 yang tercatat diurai: sirkit khusus, RCD 30 mA tersendiri per titik hubung, dan proteksi arus gangguan searah dengan RCD tipe B atau tipe A atau F ditambah RDC-DD. Bagian akhir membahas manajemen beban, tata letak parkir dan kesiapan darurat dengan contoh luar negeri, serta pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan oleh instalatir berizin.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Manajemen sebuah hotel ingin memasang enam titik pengisian mobil listrik di parkir basemen, untuk tamu dan dua mobil operasional, lalu bertanya kepada kepala teknisi apakah panel basemen yang ada cukup. Panel itu memasok lampu parkir, kipas ventilasi, dan pompa sump lewat pemutus utama tiga fasa 100 A. Teknisi menemukan beberapa tamu sudah mengisi dari stopkontak lampu taman dengan kabel pengisian portabel dan roll kabel, pada sirkit yang berbagi satu RCD tipe AC dengan lampu. Kontraktor mengajukan enam unit 7,4 kW pada satu sirkit 63 A dengan satu RCD 30 mA.
Jawabannya memerlukan tiga hal: arus yang akan ditarik, kapasitas yang benar-benar tersisa, dan susunan sirkit serta proteksi yang diminta PUIL. Bab ini menjelaskan ketiganya supaya teknisi dapat memeriksa usulan dan berkoordinasi dengan perencana dan instalatir.
Batas pembahasan
Bab ini membahas yang khas pengisian di gedung. Pengisian AC dan DC dan pengisi di dalam kendaraan dibahas di Bab 7 tentang baterai traksi dan pengisian; sinyal pilot dan diagnosis pengisian di Bab 10 tentang diagnosis kendaraan listrik; kebakaran baterai di Bab 9 tentang keselamatan tegangan tinggi kendaraan; tipe RCD dan hierarkinya di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang RCD; RCD sebagai proteksi tambahan di Bab 21 · Kelistrikan & Kendali tentang proteksi kejut listrik; kebutuhan maksimum dan faktor kebutuhan di Bab 19 · Kelistrikan & Kendali tentang perencanaan instalasi; kemampuan hantar arus di Bab 27 · Kelistrikan & Kendali; susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali; pemutusan darurat di Bab 31 · Kelistrikan & Kendali tentang isolasi dan penyakelaran; sirkit akhir tersendiri di Bab 32 · Kelistrikan & Kendali tentang sirkit akhir; pemeriksaan, pengujian, dan SLO di Bab 39 · Kelistrikan & Kendali.
Batas wewenang. Perencanaan, pemasangan, perubahan, dan pengujian instalasi pengisian dikerjakan perencana dan instalatir berizin, lalu diperiksa dan disertifikasi menurut peraturan seperti dijelaskan Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang SLO. Bab ini tidak menggantikan PUIL, peraturan, atau petunjuk pabrik pengisi; tujuannya supaya teknisi gedung dapat menyiapkan data beban, membaca usulan, dan menolak susunan yang jelas keliru.
Mode pengisian
Mode pengisian (charging mode) adalah penggolongan cara kendaraan listrik disambungkan ke suplai menurut jenis arus, letak pengisi, dan perangkat kendali serta proteksinya, menurut seri standar IEC 61851. Ringkasannya:
| Mode | Sambungan | Kendali dan proteksi |
|---|---|---|
| 1 | AC langsung ke stopkontak biasa | Tanpa komunikasi; sering dilarang atau dibatasi |
| 2 | AC dari stopkontak biasa lewat kabel portabel | Perangkat kendali dan proteksi di kabel (IC-CPD): deteksi pembumian, arus lebih, suhu lebih, sinyal pilot |
| 3 | AC dari peralatan pengisian terpasang tetap | Peralatan memberi tahu arus yang tersedia dan mengendalikan kapan suplai diberi tegangan |
| 4 | DC dari pengisi di luar kendaraan | Persyaratan di IEC 61851-23 |
Batas arus Mode 2 berbeda antarsumber, sehingga tidak diberi angka tunggal; arusnya dibatasi stopkontak dan perangkat di kabel. Ketentuan PUIL 2020 untuk rakitan perlengkapan hubung bagi, yang merujuk IEC 61439-7 dan bukan bagian dari 7-722, menyebut stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) dimaksudkan untuk Mode 3 dan Mode 4, dan tingkat proteksi selungkup harus dipastikan juga ketika kabel suplai dicolokkan.
Pengisian tamu di kasus pembuka adalah Mode 2 pada sirkit lampu yang berbagi RCD tipe AC; susunan itu tidak memenuhi syarat sirkit khusus dan RCD per titik di bagian PUIL berikut, dan roll kabel yang dibebani lama adalah penyebab panas berlebih menurut Bab 7 tentang pengisian.
Tingkat daya dan konektor menurut aturan Indonesia
Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai menggantikan Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020. Menurut bagian peraturan itu yang tersedia dan bahan Ditjen Ketenagalistrikan, tingkat daya stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) adalah:
| Tingkat | Daya | Konektor menurut bagian peraturan yang tersedia |
|---|---|---|
| Pengisian lambat | sampai 7 kW | Type 2 untuk AC, bertanda selubung merah |
| Pengisian menengah | di atas 7 sampai 22 kW | Type 2 AC, konektor DC seri AA bertanda hijau, atau konektor kombinasi AC/DC |
| Pengisian cepat | di atas 22 sampai 50 kW | Sama dengan tingkat menengah |
| Pengisian ultra cepat | di atas 50 kW | Sama dengan tingkat menengah |
Bahan Ditjen Ketenagalistrikan mendaftar jenis steker SPKLU: Type 2 untuk AC, CHAdeMO untuk DC, dan Combo Type CCS2 untuk DC. Seri AA dalam IEC 62196-3 adalah konfigurasi CHAdeMO. GB/T tidak disebut bagian aturan yang tersedia, sehingga statusnya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Menurut pemberitaan, BSN telah menetapkan SNI adopsi seri IEC 61851 dan IEC 62196, tetapi edisi dan statusnya belum dapat dipastikan.
Siaran pers PLN menjelang mudik Lebaran 2026 (Maret 2026) menyebut 4.769 unit SPKLU, sekitar 4.800 unit, di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak rata-rata antar-SPKLU sekitar 22 km. Di DKI Jakarta dan sekitarnya, PLN dan mitra mengoperasikan 718 unit di 405 lokasi per April 2026.
Daya AC satu fasa dan tiga fasa, dan menghitung arus
Daya pengisian AC dihitung seperti di Bab 7 tentang baterai traksi dan pengisian:
dengan daya (W), tegangan fasa-netral 230 V, tegangan antarfasa 400 V, arus per fasa (A), lama pengisian (jam), energi yang dimasukkan (kWh), dan efisiensi pengisian. Faktor daya pengisi dianggap 1 dalam hitungan bab ini; nilai sebenarnya dari lembar data. Satu fasa 16 A memberi W, sekitar 3,7 kW dan termasuk tingkat lambat, sedangkan 32 A memberi W, sekitar 7,4 kW dan termasuk tingkat menengah karena di atas 7 kW. Tiga fasa 16 A memberi W, sekitar 11 kW, juga tingkat menengah.
Daya yang benar-benar diambil adalah yang terkecil di antara kemampuan peralatan pengisian, sambungan, dan pengisi di dalam kendaraan, seperti dijelaskan Bab 7. Kendaraan dengan pengisi satu fasa tidak dapat memakai 11 kW tiga fasa, dan kendaraan dengan pengisi 7,4 kW tetap mengambil 7,4 kW dari unit 22 kW. Pengisian DC Mode 4 berdaya puluhan sampai ratusan kilowatt, sehingga satu unit DC dapat setara dengan beberapa titik AC sekaligus.
Kapasitas sambungan dan kebutuhan maksimum gedung
Kapasitas tersisa adalah batas peralatan dikurangi beban yang sudah ada. Batas peralatan meliputi pembatas atau daya tersambung PLN seperti di Bab 13 · Kelistrikan & Kendali tentang sistem suplai tegangan rendah, trafo milik gedung bila disuplai tegangan menengah, kabel penyulang dan pemutus PHB, dan batas pembebanan yang ditetapkan perencana. Beban yang ada adalah kebutuhan maksimum; menurut Bab 19 · Kelistrikan & Kendali tentang kebutuhan maksimum, nilainya dapat dihitung, ditaksir, atau diukur sebagai konsumsi tertinggi selama 15 menit, dan hasil ukur yang lebih besar dari hitungan yang dipakai. Pengukuran di PHB basemen dan PHB utama selama beberapa minggu, termasuk sore hari saat AC dan dapur puncak, adalah data pertama yang disiapkan teknisi.
Laporan lapangan luar negeri mencatat bahwa rumah berlayanan 100 A yang memasang sirkit 40 A untuk pengisi 32 A menjadi "sangat dekat" dengan batas layanannya, dan ada sistem yang menurunkan atau memutus pengisian bila total beban melewati 80 persen pengenal layanan. Angka-angka itu praktik negara asalnya, bukan PUIL. Profil beban pengisian kendaraan dipakai untuk meneliti dampaknya pada penuaan trafo distribusi dan simpangan tegangan jaringan, alasan untuk memeriksa trafo dan susut tegangan sebelum menambah titik.
Sirkit khusus dan proteksi menurut PUIL 2020 Bagian 7-722
Bagian 7-722 PUIL 2020 mengatur suplai kendaraan listrik, dan persyaratan bagian lain yang relevan tetap berlaku. Sirkit yang dicakupnya berakhir pada titik hubung. Titik hubung (connecting point) adalah titik tempat kendaraan listrik disambungkan ke instalasi tetap; PUIL memberi contoh stopkontak, konektor kendaraan, atau gawai transfer daya nirkabel. Ketentuan yang tercatat:
| Ketentuan | Isi |
|---|---|
| Sirkit khusus | "Sirkit khusus harus disediakan untuk transfer energi dari/ke kendaraan listrik" |
| 722.411.3.3 | Setiap titik hubung diproteksi RCD (GPAS) tersendiri dengan arus operasi sisa pengenal tidak lebih dari 30 mA |
| 722.531.2.101 | RCD titik hubung sekurang-kurangnya tipe A; bila titik hubung berupa stopkontak atau konektor kendaraan menurut IEC 62196, diperlukan proteksi arus gangguan searah berupa RCD tipe B, atau tipe A atau F bersama RDC-DD menurut IEC 62955, kecuali sudah disediakan stasiun pengisian; RCD memenuhi IEC 61008-1, 61009-1, 60947-2, atau 62423 |
| 722.535 dan 722.535.3 | Koordinasi gawai proteksi dan diskriminasi RCD |
| Catatan | Verifikasi periodik adalah bahan pertimbangan nasional |
Bagian 7-722 memberi tiga pilihan proteksi arus searah, tidak mewajibkan RCD tipe B tambahan. Ketentuan proteksi arus lebih per titik hubung, perlindungan mekanis, dan faktor keragaman dalam PUIL belum dapat dipastikan per 18 Oktober 2026; perencana membacanya dari teks PUIL.
Arus bocor DC, RCD tipe B, dan RDC-DD
Pengisi di dalam kendaraan memuat penyearah, sehingga gangguan isolasi dapat menghasilkan arus sisa searah halus. Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD menjelaskan bahwa RCD tipe A hanya dijamin bekerja dengan arus searah halus yang ditumpangkan sampai 6 mA, dan arus searah di atas toleransinya dapat membuat RCD kurang peka terhadap gangguan bolak-balik.
RDC-DD (residual direct current detecting device) adalah gawai deteksi arus sisa searah untuk pengisian Mode 3 yang memutus, atau memulai pemutusan, suplai ke kendaraan bila arus searah halus mencapai 6 mA atau lebih. Menurut ringkasan BSI untuk IEC 62955, gawai ini dipakai pada stasiun pengisian AC terpasang tetap Mode 3 menurut IEC 61851-1 dan IEC 60364-7-722, nilai 6 mA dipilih supaya RCD tipe A atau F di hulunya tetap bekerja benar, dan lingkupnya sampai 440 V AC dan 125 A. Menurut keterangan sebuah pabrik RCD, RDC-DD yang dipakai bersama RCD terpisah harus bekerja dalam 10 s pada 6 mA DC dan tidak bekerja pada arus sisa AC 30 mA, dan RDC-DD berbasis kontaktor tidak memberi isolasi sendiri sehingga RCD 30 mA tetap diperlukan.
Penerapan pada titik Type 2 ada di Contoh 4. Hierarki di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD tetap berlaku: RCD hulu yang dilalui arus sirkit yang sama tidak boleh bertipe lebih rendah daripada RCD hilirnya, sehingga RCD tipe AC tidak cocok di hulu titik pengisian.
Manajemen beban dan faktor keragaman
Manajemen beban dinamis (dynamic load management) adalah pengendalian yang menurunkan arus izin setiap kendaraan supaya jumlah arus semua titik pengisian tidak melewati batas sambungan yang ditetapkan. Pada Mode 3, penurunan dikirim lewat siklus kerja sinyal pilot yang dijelaskan Bab 10 tentang diagnosis kendaraan listrik. Arus terkecil lewat sinyal pilot lazimnya sekitar 6 A per fasa; angka persisnya dari standar belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026.
Rancangan revisi IEC 60364-7-722 yang dicatat BSI menyebut bahwa setiap titik hubung dianggap dipakai pada arus pengenalnya atau arus maksimum yang disetel, dan karena semua titik dapat dipakai bersamaan, faktor keragaman semua titik diambil sama dengan 1, kecuali ada kendali beban di peralatan pengisian, di hulu, atau keduanya, yang dapat menjadi bagian sistem manajemen energi listrik. Apakah PUIL 2020 memuat kalimat yang sama belum dapat dipastikan. Sebagai contoh luar negeri, menurut sebuah ulasan, aturan instalasi Inggris edisi 2008 tidak mengizinkan keragaman pada satu sirkit akhir yang memasok beberapa titik, dan amandemen 2020 mengizinkan pembatasan beban diperhitungkan.
Bab ini memakai faktor keragaman 1 tanpa kendali beban, dan batas kendali beban sebagai kebutuhan maksimum bila kendali dipasang; faktor keragaman dijelaskan Bab 19 · Kelistrikan & Kendali tentang kebutuhan maksimum. Enam titik satu fasa 7,4 kW (32 A) yang dibagi dua per fasa, dengan faktor keragaman 1, berjumlah kW dengan arus tiap fasa A.
Tata letak parkir, kabel, ventilasi, dan kesiapan darurat
Aturan Indonesia khusus kebakaran di parkir dan pengisian kendaraan listrik belum dapat dipastikan per 18 Oktober 2026. Bab 9 tentang keselamatan tegangan tinggi kendaraan meminta ruang parkir dan pengisian dalam gedung direncanakan bersama pengelola proteksi kebakaran, dan Bab 17 · Bangunan & Fasilitas tentang proteksi kebakaran tingkat pemeriksaan memberi dasar pemeriksaan proteksi kebakaran gedung.
Contoh luar negeri, bukan aturan Indonesia: Dinas Pemadam Kebakaran San Francisco (ketentuan 4.29) menilai baterai litium besar yang diisi di struktur tertutup sebagai bahaya kebakaran tinggi. Bila tidak ada sprinkler, ruang pengisian dipisah dari bagian gedung lain dengan dinding tahan api satu jam di tiga sisi, dengan luas paling besar 1.500 ft² (sekitar 139 m²) atau tujuh stasiun; untuk gedung baru, sprinkler dirancang NFPA 13 (2022) Extra Hazard Group II dengan kerapatan paling kecil 0,40 gpm/ft² (sekitar 16,3 mm/menit) yang melebar 3 ft (sekitar 0,9 m) di luar ruang pengisian. Menurut sebuah ringkasan, pedoman asuransi menyebut sprinkler untuk kendaraan modern, deteksi kebakaran otomatis dengan alarm ke lokasi yang dijaga, ventilasi, area pengisian dekat jalan keluar, dan rencana pra-kebakaran yang menandai lokasi pengisian.
Hal tata letak yang lazim: pengaman benturan di depan unit, kabel yang tidak melintang di jalur kendaraan dan pejalan kaki, penandaan, akses petugas pemadam, dan sakelar pemutus darurat yang mudah dicapai seperti di Bab 31 · Kelistrikan & Kendali tentang pemutusan darurat. Baterai litium tidak melepas hidrogen pada pemakaian normal, berbeda dengan pengisian asam timbal di Bab 7, sehingga ventilasi parkir mengikuti aturan bangunan, bukan ventilasi ruang aki.
Pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan
Penambahan titik pengisian adalah perubahan instalasi, yang menurut Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang pemeriksaan, pengujian, dan SLO memerlukan pemeriksaan, pengujian, dan SLO baru, dengan pemeriksaan visual mendahului pengujian. Urutan ujinya antara lain kontinuitas konduktor proteksi, resistansi isolasi, polaritas, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCD seperti di Bab 18 · Kelistrikan & Kendali tentang uji pembumian dan uji RCD, lalu uji fungsi. Untuk titik pengisian, uji fungsi mencakup fungsi RDC-DD atau deteksi arus searah di dalam pengisi menurut petunjuk pabrik, kerja manajemen beban saat semua titik dipakai, dan sakelar darurat.
Teknisi gedung menyiapkan data kebutuhan maksimum, diagram garis tunggal yang diperbarui, dan daftar peralatan, lalu menyimpan lembar hasil uji. Verifikasi periodik untuk 7-722 adalah bahan pertimbangan nasional menurut catatan PUIL, sehingga jadwal pemeriksaan berkala mengikuti Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang pemeriksaan berkala dan petunjuk pabrik.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah, termasuk angka kasus pembuka, adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Pengisian 36 kWh berarti baterai 60 kWh diisi dari 20 ke 80 persen, dengan efisiensi pengisian 0,9. Enam titik tanpa kendali beban menarik 44,4 kW dan 64 A per fasa, seperti dihitung di bagian manajemen beban.
Contoh 1: ruang di panel basemen. Pemutus utama panel 100 A, perencana menetapkan pemakaian paling besar 80 A per fasa, dan kebutuhan maksimum terukur 15 menit pada fasa terberat 58 A. Ruangnya A per fasa, jauh di bawah 64 A. Dengan manajemen beban 22 A per fasa, tiap kendaraan mendapat A atau sekitar 2,5 kW, dan 36 kWh memerlukan jam. Panel yang ada tidak cukup; jawabannya penyulang baru dari PHB utama.
Contoh 2: ruang di trafo. Trafo hotel 630 kVA, kebutuhan maksimum terukur 470 kVA, dan batas pembebanan yang ditetapkan perencana 85 persen. Ruangnya kVA. Dengan faktor daya dianggap 1, enam titik 44,4 kW tanpa kendali beban muat, dengan sisa sekitar 21 kVA. Bila ditambah satu pengisi DC 50 kW, totalnya 94,4 kW dan tidak muat tanpa kendali beban atau penambahan kapasitas.
Contoh 3: penyulang baru dengan kendali beban. Penyulang baru diberi batas kendali beban 30 kW untuk enam titik. Bila semua titik dipakai, tiap kendaraan mendapat 5 kW, yaitu A, dan sinyal pilot diatur pada siklus kerja sekitar persen. Pengisian 36 kWh memakan jam, cocok untuk tamu yang menginap. Arus per fasa A, dan angka inilah yang dipakai sebagai kebutuhan maksimum penyulang, dibanding 64 A tanpa kendali.
Contoh 4: memilih RCD per titik. Titik memakai soket Type 2 menurut IEC 62196, dan lembar data pengisi tidak menyebut deteksi arus searah. Pilihan yang memenuhi 722.531.2.101: RCD 30 mA tipe B per titik, atau RCD 30 mA tipe A atau F per titik ditambah RDC-DD. Bila lembar data menyebut deteksi arus searah 6 mA di dalam pengisi, RCD 30 mA tipe A per titik sudah memenuhi syarat sekurang-kurangnya tipe A. RCD 300 mA tipe AC di hulu PHB parkir diganti dengan tipe yang tidak lebih rendah daripada RCD hilirnya, sesuai hierarki RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD.
Contoh 5: susut tegangan kabel ke titik terjauh. Titik terjauh 50 m dari PHB, arus 32 A, , sehingga suku reaktansi nol. Dengan rumus Lampiran G PUIL di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali tentang susut tegangan dan Ω·mm²/m, kabel 6 mm² memberi V atau 5,2 persen; 10 mm² memberi 7,2 V atau 3,1 persen. Bila susut dari terminal pelanggan sampai PHB parkir sudah 1,5 persen, total 10 mm² menjadi 4,6 persen, di atas batas 4 persen; 16 mm² memberi 1,96 persen, total 3,5 persen. Kemampuan hantar arus dan cara pemasangan tetap diperiksa menurut Bab 27 · Kelistrikan & Kendali tentang kemampuan hantar arus.
Contoh 6: memeriksa penawaran kontraktor. Penawaran di kasus pembuka memasang enam unit 7,4 kW pada satu sirkit 63 A dengan satu RCD 30 mA. Pemeriksaannya: (1) satu RCD untuk enam titik melanggar 722.411.3.3; (2) tipe RCD dan proteksi arus searah yang diminta 722.531.2.101 tidak disebut; (3) tiap unit 32 A melewati ambang 20 A untuk sirkit akhir tersendiri menurut PUIL 2.3.6.1 di Bab 32 · Kelistrikan & Kendali tentang sirkit akhir, dan enam titik penuh menarik 64 A per fasa (bagian manajemen beban), lebih dari 63 A tanpa kendali beban; (4) data kebutuhan maksimum dan susut tegangan tidak dilampirkan. Penawaran dikembalikan dengan permintaan diagram garis tunggal, perhitungan, dan lembar data pengisi.
Kondisi berhenti
- Pengisian lewat roll kabel, stopkontak dengan bekas panas, atau sirkit lampu yang berbagi RCD dihentikan sampai titik pengisian yang benar tersedia.
- Pekerjaan membuka PHB, menyambung kabel, atau mengganti RCD dikerjakan instalatir berizin dengan prosedur kerja aman; teknisi gedung tidak memasang titik pengisian sendiri.
- Data kebutuhan maksimum belum ada atau trafo dan panel sudah mendekati batas: penambahan titik ditahan sampai perencana menghitung ulang.
- RCD atau RDC-DD trip berulang di satu titik: titik itu dimatikan, kendaraan dan pengisi diperiksa menurut Bab 10 tentang diagnosis kendaraan listrik, dan RCD tidak diganti dengan yang kurang peka.
- Kendaraan berasap, berbau, atau berdesis saat diisi: hentikan pengisian dengan sakelar darurat bila aman, jauhkan orang, dan ikuti Bab 9 tentang kebakaran baterai.
- Instalasi baru atau yang diubah belum diperiksa, diuji, dan memiliki SLO: titik pengisian tidak dioperasikan untuk tamu.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Mobil listrik bisa diisi di stopkontak mana saja asal ada kabelnya.
Why is it wrong?
Bagian 7-722 meminta sirkit khusus dan RCD tersendiri per titik hubung, dan stopkontak biasa dengan roll kabel tidak dirancang untuk beban penuh berjam-jam.
Common misconception
Unit 22 kW mengisi semua mobil tiga kali lebih cepat.
Why is it wrong?
Daya dibatasi pengisi di dalam kendaraan; mobil berpengisi 7,4 kW tetap mengambil 7,4 kW dari unit 22 kW.
Common misconception
RCD tipe B selalu wajib untuk pengisi mobil.
Why is it wrong?
Bagian 7-722 memberi tiga pilihan: tipe B, tipe A atau F dengan RDC-DD, atau proteksi yang sudah ada di stasiun pengisian.
Common misconception
Tamu tidak mengisi bersamaan, jadi faktor keragaman bisa dikarang.
Why is it wrong?
Tanpa kendali beban, rancangan revisi IEC mengambil faktor keragaman 1; pengurangan hanya dipakai bila kendali beban benar-benar dipasang.
Common misconception
Panel cukup karena pemutus utamanya belum pernah trip.
Why is it wrong?
Kapasitas dibaca dari kebutuhan maksimum terukur dan batas yang ditetapkan perencana, ditambah susut tegangan dan kemampuan hantar arus (Contoh 1 dan 5).
Hubungan dengan bab lain
Bab 7 tentang pengisian AC dan DC dan Bab 10 tentang sinyal pilot memberi dasar kendaraan. Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD, Bab 19 · Kelistrikan & Kendali tentang kebutuhan maksimum, Bab 27 · Kelistrikan & Kendali tentang kemampuan hantar arus, Bab 28 · Kelistrikan & Kendali tentang susut tegangan, dan Bab 32 · Kelistrikan & Kendali tentang sirkit akhir memberi dasar instalasi. Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang SLO menutup pekerjaan, Bab 9 tentang kebakaran baterai dan Bab 17 · Bangunan & Fasilitas tentang proteksi kebakaran memberi dasar kesiapan darurat, dan Bab 22 tentang arsitektur serta Bab 23 tentang manajemen termal melengkapi sisi kendaraan.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Hitung arus per fasa untuk pengisi 11 kW tiga fasa 400 V dan arus untuk pengisi 7,4 kW satu fasa 230 V.
See the worked solution
Tiga fasa: A per fasa. Satu fasa: A, jadi daya yang lebih besar dapat lebih ringan per fasa bila dibagi ke tiga fasa.
Berapa lama mengisi 25 kWh dengan pengisi 3,7 kW dan efisiensi 0,9, dan di tingkat daya mana unit itu menurut Permen ESDM 1/2023?
See the worked solution
jam. Unit 3,7 kW berada di tingkat pengisian lambat karena dayanya sampai 7 kW, dan cocok untuk kendaraan yang diparkir semalam.
Delapan titik 7,4 kW satu fasa dibagi ke tiga fasa sebanyak 3, 3, dan 2 titik. Berapa arus fasa terberat tanpa kendali beban, dan berapa total dayanya?
See the worked solution
Fasa terberat memikul A, dan totalnya kW. Tanpa kendali beban faktor keragaman 1 dipakai, sehingga penyulang dirancang untuk fasa terberat itu.
Pada fasa dengan tiga kendaraan, kendali beban membatasi 18 A. Berapa arus per kendaraan dan siklus kerja sinyal pilot, dan apa risikonya?
See the worked solution
Tiap kendaraan mendapat A, dengan siklus kerja sekitar persen. Angka itu berada di sekitar arus terkecil yang lazim, sehingga kendaraan dapat berhenti mengisi atau mengisi sangat lambat; batas kendali beban terlalu ketat untuk jumlah titik itu.
Titik pengisian bersoket Type 2 tanpa deteksi arus searah di dalam pengisi. Sebutkan susunan RCD yang memenuhi 722.531.2.101, dan syarat untuk RCD hulunya.
See the worked solution
RCD 30 mA tipe B per titik, atau RCD 30 mA tipe A atau F per titik ditambah RDC-DD menurut IEC 62955. RCD hulu yang dilalui arus yang sama tidak boleh bertipe lebih rendah daripada RCD hilirnya, menurut hierarki yang dijelaskan Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD.
Hitung susut tegangan kabel 10 mm² sepanjang 40 m untuk 32 A satu fasa dengan Ω·mm²/m dan .
See the worked solution
V, yaitu persen. Angka ini dijumlahkan dengan susut di hulu dan dibandingkan dengan batas 4 persen dari terminal pelanggan.
Referensi
External sources
- Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023jdih.esdm.go.id
- 3da74 bahan ditjen ketenagalistrikangatrik.esdm.go.id
- Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLNweb.pln.co.id
- knowledge.bsigroup.comknowledge.bsigroup.com
- BSI Standards Development, proyek 2024-02935standardsdevelopment.bsigroup.com
- 4.29 Sprinkler Protection Requirements for Parking Spaces Associated With Electric Vehicles Charging Stationssf-fire.org
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Mobil listrik, pengisian di hotel dan gedung: mode pengisian, jenis konektor, daya AC dan DC, kapasitas sambungan listrik, sirkuit dan proteksi termasuk deteksi arus bocor DC, manajemen beban, aturan di Indonesia, dan tata letak parkir. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/mobil-listrik-pengisian-di-hotel-dan-gedung-mode-pengisian-jenis-konektor-daya-ac-dan-dc-kapasitas-sambungan-listrik-sirkuit-dan-proteksi-termasuk-deteksi-arus-bocor-dc-manajemen-beban-aturan-di-indonesia-dan-tata-letak-parkir
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Hitung arus per fasa untuk pengisi 11 kW tiga fasa 400 V dan arus untuk pengisi 7,4 kW satu fasa 230 V.
Berapa lama mengisi 25 kWh dengan pengisi 3,7 kW dan efisiensi 0,9, dan di tingkat daya mana unit itu menurut Permen ESDM 1/2023?
Delapan titik 7,4 kW satu fasa dibagi ke tiga fasa sebanyak 3, 3, dan 2 titik. Berapa arus fasa terberat tanpa kendali beban, dan berapa total dayanya?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Safety · Chapter 1.
Reading order by shelf: Automotive & Electric Mobility · Chapter 23.