By Kurnia · Published October 20, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read
Mobil listrik, manajemen termal: suhu kerja baterai, pendinginan cairan dan udara, pompa panas, pendinginan motor dan inverter, pengaruh suhu pada pengisian cepat, dan AC kabin
Mobil listrik operasional sebuah rumah sakit diparkir di atap gedung parkir tanpa naungan, lalu diisi cepat pada siang terik, dan daya pengisiannya turun jauh lebih cepat daripada pada pagi hari. Bab ini menjelaskan sumber panas di baterai, motor, dan inverter, rentang suhu kerja baterai dan pengaruhnya pada umur dan pengisian cepat, pendinginan udara dan cairan dengan pelat dingin dan penukar panas refrigeran, serta rangkaian pendingin yang dibagi beberapa sistem. Pompa panas dan COP dipakai sebagai alat hitung untuk AC kabin dan pendinginan baterai di iklim tropis. Bagian akhir membahas gejala gangguan sistem termal dan batas pekerjaan teknisi pada refrigeran dan tegangan tinggi.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.
Sebuah rumah sakit memakai mobil listrik untuk mengantar dokter tamu dan sampel laboratorium. Mobil diparkir di lantai atap gedung parkir yang tidak beratap. Pada suatu siang terik, sopir menunggu dokter selama satu jam dengan AC menyala, lalu mengisi cepat di stasiun pengisian dekat rumah sakit. Daya pengisian mula-mula tinggi, tetapi beberapa menit kemudian turun jauh, dan pengisian dari 20 ke 80 persen memakan hampir dua kali waktu pengisian yang sama pada pagi hari. Layar kendaraan menunjukkan suhu baterai 41 °C. Sopir menduga stasiun pengisiannya rusak dan melapor ke teknisi rumah sakit.
Stasiun itu tidak rusak. Baterai, motor, inverter, dan kabin semuanya menghasilkan atau menerima panas, dan kendaraan membagi kemampuan pendinginannya di antara mereka. Bab ini menjelaskan cara kerja sistem termal itu, mengapa pengisian dibatasi saat baterai panas, berapa energi yang dipakai AC kabin, dan pekerjaan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan teknisi gedung.
Batas pembahasan
Bab ini membahas sumber panas, rentang suhu kerja baterai, pengaruh suhu pada pengisian cepat, pendinginan udara dan cairan, rangkaian pendingin bersama, pompa panas dan AC kabin, gejala gangguan, dan batas pekerjaan. Resistans dalam, panas , pengaruh suhu pada umur, dan larangan mengisi di bawah sekitar 0 °C dibahas di Bab 7 tentang baterai traksi; rugi motor dan inverter dan aliran kalor cairan pendingin di Bab 8; reaksi termal tak terkendali dan kebakaran baterai di Bab 9; membaca data suhu dan penurunan daya di Bab 10. COP dan siklus kompresi uap ada di Bab 17 · Fisika dan Bab 25 · Fisika; pompa kalor air panas di Bab 13 · Fluida & Termal dan batas pekerjaan refrigeran AC ruang di Bab 14 · Fluida & Termal. Arsitektur kendaraan ada di Bab 22 dan pengisian di gedung di Bab 24.
Angka suhu, setelan pendinginan, jenis cairan pendingin, dan jenis refrigeran setiap kendaraan berbeda dan diambil dari manual pabrik.
Sumber panas di kendaraan listrik
Panas di kendaraan listrik berasal dari empat tempat:
- Baterai. Arus yang melewati resistans dalam menghasilkan panas , seperti di Bab 7 tentang baterai traksi. Karena kuadrat arus, pengisian cepat dan akselerasi kuat memanaskan pak jauh lebih banyak daripada pengisian AC lambat.
- Motor traksi dan inverter. Rugi tembaga, rugi besi, rugi konduksi, dan rugi pensaklaran menjadi panas, dengan dari Bab 8 tentang motor traksi dan inverter.
- Pengisi di dalam kendaraan dan pengubah DC-DC. Keduanya elektronika daya yang ikut didinginkan cairan pada banyak kendaraan, seperti dicatat Bab 8.
- Kabin. Sinar matahari lewat kaca, panas atap dan lantai, udara luar, dan penumpang.
dengan panas yang timbul di pak (W), arus pak (A), dan resistans dalam pak (Ω). Panas itu harus dibawa keluar. Bila tidak, suhu naik sampai pengendali menurunkan daya, seperti dijelaskan Bab 8 tentang kekurangan cairan atau kipas mati.
Rentang suhu kerja baterai
Menurut NREL, suhu tinggi mempercepat degradasi sel litium ion, suhu rendah menurunkan kemampuan daya dan energinya, dan manajemen termal diperlukan untuk menjaga sel di rentang yang diinginkan serta mengurangi perbedaan suhu antarsel. Pada suhu rendah elektrolit mengental sehingga kapasitas, jangkauan, dan daya turun, dan pendinginan biasanya diperlukan di lingkungan panas, pada arus sedang sampai besar, dan saat pengisian cepat.
Rentang suhu kerja optimal (optimal operating temperature range) adalah rentang suhu sel tempat baterai memberi kombinasi daya, efisiensi, dan umur yang baik. Rentang yang dikaitkan dengan laporan NREL kira-kira 15 sampai 35 °C, dengan rentang teoretis −10 sampai +50 °C; rentang lain yang dilaporkan lebih sempit, 16 sampai 25 °C. Karena angkanya berbeda, rentang di sini ditulis "kira-kira 15 sampai 35 °C, sebagian sumber lebih sempit", dan batas untuk satu kendaraan diambil dari manual pabrik.
Akibatnya bagi armada di Indonesia: suhu udara siang 30 sampai 35 °C sudah berada di batas atas rentang itu, dan mobil yang diparkir di bawah matahari dapat membawa baterai di atas rentang sebelum berjalan. Bab 7 tentang baterai traksi mencatat bahwa umur kalender baterai dapat turun kira-kira separuh setiap kenaikan suhu rata-rata sekitar 10 K di atas 25 °C. Parkir teduh dan pengisian pada jam yang lebih sejuk adalah tindakan perawatan, tidak hanya kenyamanan.
Suhu dan pengisian cepat
Daya pengisian DC ditentukan bersama oleh pengisi dan sistem manajemen baterai, dan turun ketika keadaan muatan tinggi atau baterai panas, seperti dijelaskan Bab 7. Pada kondisi panas, sistem pendingin baterai dapat kewalahan sehingga laju pengisian dibatasi untuk menjaga suhu, dan suhu udara luar yang tinggi di sebagian wilayah dunia dapat menaikkan suhu baterai lebih jauh dan menurunkan kecepatan pengisian atau mempercepat degradasi. Pada suhu dingin laju pengisian maksimum turun, dan pengisian cepat pada suhu rendah dapat menimbulkan pelapisan litium yang menurunkan daya dan jangkauan secara permanen.
Prapengondisian baterai (battery preconditioning) adalah pemanasan atau pendinginan pak sebelum pengisian cepat supaya suhunya berada di rentang yang mengizinkan arus besar. Prapengondisian dapat memperpendek waktu pengisian secara berarti. Di Indonesia yang relevan adalah pendinginan awal; banyak kendaraan melakukannya otomatis bila tujuan pengisian cepat dipilih di navigasi, tetapi fitur ini bergantung pada kendaraan.
Kasus pembuka mengikuti rantai ini: parkir di atap memanaskan pak, AC kabin yang tetap menyala berbagi kompresor dengan pendinginan baterai, lalu pengisian cepat menambah panas . Sistem manajemen baterai meminta arus lebih kecil, dan pengisian 20 ke 80 persen memanjang (Contoh 2).
Pendinginan udara, cairan, dan pelat dingin
| Cara | Prinsip | Kelebihan | Keterbatasan |
|---|---|---|---|
| Udara | Kipas mengalirkan udara, sering udara kabin, lewat saluran di antara modul | Sederhana dan ringan | Tidak dapat mendinginkan di bawah suhu udara yang dipakai; lemah saat arus besar |
| Cairan | Campuran air dan glikol mengalir lewat pelat dingin di bawah atau di antara modul, lalu ke radiator | Kapasitas besar, suhu antarsel lebih rata | Pompa, katup, sambungan, dan kebocoran |
| Cairan dengan penukar panas refrigeran | Cairan baterai didinginkan rangkaian AC lewat penukar panas | Baterai dapat didinginkan di bawah suhu udara luar | Memakai daya kompresor AC |
Pendinginan udara dipakai sebagian kendaraan lama dan hibrida kecil. Pelat dingin (cold plate) adalah pelat logam berongga tempat cairan pendingin mengalir, dipasang menempel pada modul baterai atau komponen elektronika daya untuk memindahkan panasnya ke cairan. Penukar panas refrigeran baterai (battery chiller) adalah penukar panas tempat refrigeran AC menguap dan mendinginkan cairan pendingin baterai.
Kalor yang dibawa cairan mengikuti persamaan yang sama dengan Bab 8 tentang motor traksi dan inverter:
dengan laju kalor yang dibuang (kW), laju massa cairan (kg/s), kalor jenis cairan (kJ/(kg·K)), sekitar 3,5 untuk campuran air dan glikol, dan kenaikan suhu cairan melewati pak (K). Massa pak sendiri juga menyimpan panas menurut dari Bab 11 · Fisika tentang kalor jenis, sehingga pak yang sudah panas memerlukan waktu untuk didinginkan (Contoh 5).
Rangkaian bersama: motor, inverter, baterai, dan kabin
Banyak kendaraan menghubungkan rangkaian motor-inverter, rangkaian baterai, dan rangkaian refrigeran kabin lewat radiator, pompa, katup arah, dan penukar panas refrigeran. Pengendali termal memilih jalur menurut keadaan: saat jalan pelan, panas motor dibuang ke radiator; saat pengisian cepat di siang panas, kompresor AC mendinginkan baterai lewat penukar panas refrigeran; saat kabin dan baterai sama-sama meminta pendinginan, keduanya berbagi kapasitas kompresor yang sama.
Akibat praktisnya: satu kipas radiator, pompa, atau katup yang gagal dapat membuat beberapa sistem menurunkan daya bersamaan, misalnya AC kabin melemah dan pengisian cepat melambat pada saat yang sama. Gejala gabungan seperti ini menunjuk komponen bersama, bukan dua kerusakan terpisah. Pada mobil konvensional, satu rangkaian pendingin melayani mesin, seperti di Bab 20 tentang pendinginan mesin; pada mobil listrik, rangkaiannya lebih banyak tetapi suhunya lebih rendah.
Pompa panas dan COP
Pompa kalor (heat pump) adalah alat yang memindahkan panas dari medium bersuhu rendah ke medium bersuhu tinggi. Siklus pompa kalor dapat dilengkapi katup pembalik arah, dan siklus kompresi uap adalah siklus yang paling banyak dipakai pada lemari pendingin, AC, dan pompa kalor. COP pompa kalor diharapkan lebih besar dari satu, dan COP sangat bergantung pada rentang suhu kerja siklus.
dengan kalor yang diambil dari kabin atau baterai (kW), kalor yang diberikan ke sisi panas (kW), dan daya listrik kompresor (kW). Definisi dan batas Carnotnya ada di Bab 17 · Fisika tentang hukum kedua termodinamika. Pada mobil listrik, rangkaian refrigeran yang sama dapat bekerja sebagai AC (mengambil kalor dari kabin atau baterai) atau, dengan katup pembalik, sebagai pemanas kabin.
Angka unjuk kerja pompa panas kendaraan berikut berasal dari iklim dingin. Simulasi kendaraan penuh pada suhu −20 sampai 40 °C menunjukkan efisiensi energi kendaraan berpompa panas sekitar 20 sampai 40 persen lebih tinggi daripada pemanas tahanan listrik pada cuaca dingin. Di Indonesia pemanasan kabin jarang diperlukan, sehingga yang menentukan adalah COP pendinginan kompresor AC listrik, beban AC saat menunggu dan macet, dan pendinginan baterai saat parkir panas dan pengisian cepat. Unjuk kerja refrigeran HFO-1234yf hampir sama dengan HFC-134a, dan AC mobil memerlukan prinsip rancangan khusus; refrigeran yang dipakai satu kendaraan dibaca dari label dan manual pabrik.
AC kabin di iklim tropis
Daya listrik AC kabin adalah beban pendinginan dibagi COP:
Beban pendinginan kabin bergantung pada matahari, warna dan kaca kendaraan, jumlah penumpang, dan seberapa sering pintu dibuka. Kompresor AC listrik bekerja tanpa mesin hidup, sehingga AC tetap menyala saat kendaraan berhenti, tetapi energinya diambil dari baterai traksi. Bagi armada hotel dan rumah sakit, waktu menunggu tamu atau dokter dengan AC menyala adalah konsumsi yang nyata dan dapat dihitung (Contoh 3 dan 4).
Kebiasaan yang membantu: parkir teduh atau beratap, mendinginkan kabin sebentar sebelum berangkat saat kendaraan masih tersambung ke pengisi bila fitur itu ada, setelan suhu yang wajar, dan filter kabin bersih seperti filter AC ruang di Bab 14 · Fluida & Termal tentang AC ruang. Pendinginan kabin saat tersambung mengambil energi dari jaringan, bukan dari baterai.
Gejala gangguan dan batas pekerjaan
Gejala yang menunjuk sistem termal, dengan arti persisnya dari manual dan data kendaraan:
- Pesan suhu baterai atau penggerak tinggi, atau daya dibatasi, terutama saat tanjakan dan pengisian cepat.
- Pengisian cepat yang selalu lambat walaupun baterai tidak panas, atau lambat di semua stasiun.
- Kipas radiator tidak terdengar bekerja setelah pengisian cepat di siang panas.
- Cairan pendingin di tangki ekspansi turun berulang, bekas basah atau kerak di bawah kendaraan, atau bau manis glikol.
- AC kabin lemah bersamaan dengan pengisian lambat, yang menunjuk komponen bersama.
Pekerjaan teknisi gedung terbatas pada pengamatan dan pencatatan: membaca level cairan pada tanda tangki ekspansi bila manual mengizinkan, memeriksa kotoran di depan radiator dan kondensor dari luar, mencatat suhu baterai dan daya pengisian dari layar, dan mencatat pola menurut Bab 10 tentang diagnosis. Batasnya:
- Refrigeran. Membuka, memvakum, mengisi, atau memulihkan refrigeran adalah pekerjaan teknisi bersertifikat dengan alat yang sesuai, seperti batas pekerjaan refrigeran di Bab 14 · Fluida & Termal.
- Tegangan tinggi. Kompresor AC listrik, pemanas listrik, dan kabelnya termasuk sistem tegangan tinggi menurut Bab 9; jenis refrigeran dan oli kompresor mengikuti label dan manual pabrik.
- Rangkaian baterai. Membuka rangkaian cairan pendingin baterai, menambah cairan jenis lain atau air, dan melepas sambungannya mengikuti prosedur pabrik oleh bengkel berwenang, karena kebocoran di dalam pak dapat menurunkan isolasi.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: panas pak saat pengisian cepat. Pengisian 100 kW pada pak 400 V memberi arus A. Dengan resistans pak 0,08 Ω, panasnya W, yaitu 5 persen daya pengisian, yang harus dibuang sistem pendingin selama pengisian.
Contoh 2: lama pengisian di siang terik. Pengisian 20 ke 80 persen pada pak 60 kWh memasukkan 36 kWh. Dengan daya rata-rata 80 kW di pagi hari, waktunya jam atau 27 menit; dengan rata-rata 40 kW karena baterai panas, jam atau 54 menit. Inilah "hampir dua kali" di kasus pembuka.
Contoh 3: AC kabin saat menunggu. Beban pendinginan kabin 2,5 kW dengan COP 2,5 memerlukan kW listrik. Menunggu satu jam memakai 1,0 kWh, setara km jangkauan pada konsumsi 0,15 kWh/km.
Contoh 4: porsi AC dalam pemakaian harian. Mobil menempuh 120 km per hari pada 0,15 kWh/km, yaitu 18 kWh, dan menunggu tiga jam dengan AC 1,0 kW, yaitu 3 kWh. Porsi AC saat menunggu persen. Angka ini cukup besar untuk dicatat, tetapi tidak menjelaskan sendiri jangkauan yang turun separuh; penurunan sebesar itu diperiksa menurut Bab 10 tentang diagnosis.
Contoh 5: massa termal pak. Pak 400 kg dengan kalor jenis rata-rata 1,0 kJ/(kg·K) memerlukan kJ, sekitar 1,1 kWh, untuk naik atau turun 10 K. Dengan pendinginan bersih 3 kW, menurunkan suhu 10 K memakan s, sekitar 22 menit. Pak yang panas karena parkir siang tidak menjadi sejuk dalam beberapa menit pertama pengisian.
Contoh 6: selisih suhu antarsel. Data menunjukkan sel terpanas 41 °C dan terdingin 33 °C, selisih 8 K, sedangkan baseline armada sekitar 3 K pada kondisi serupa. NREL menyebut pengurangan perbedaan suhu antarsel sebagai tujuan manajemen termal, sehingga selisih yang membesar menunjuk aliran cairan yang tidak rata, pelat dingin yang tersumbat, atau sensor bermasalah. Data dan riwayatnya diserahkan ke bengkel berwenang; pak tidak dibuka di lokasi.
Kondisi berhenti
Pada keadaan berikut, pemakaian kendaraan atau pekerjaan dihentikan. Yang mengambil alih adalah pihak yang disebut di butir itu; bila butir tidak menyebutnya, keputusan berikutnya diambil bengkel berwenang.
- Pesan suhu baterai tinggi disertai asap, bau menyengat, desis, atau panas yang terasa dari lantai kendaraan: hentikan pemakaian, jauhkan orang, dan ikuti tindakan kebakaran baterai di Bab 9 tentang keselamatan tegangan tinggi.
- Cairan pendingin berkurang berulang atau ada kebocoran dari area baterai: kendaraan tidak diisi cepat dan diserahkan ke bengkel berwenang; jangan menambah air atau cairan jenis lain.
- Pekerjaan sirkuit refrigeran, termasuk menambah refrigeran saat AC lemah, diserahkan ke teknisi bersertifikat menurut Bab 14 · Fluida & Termal tentang batas pekerjaan refrigeran.
- Kompresor AC listrik, pemanas listrik, atau kabel oranye perlu dibuka atau diukur: pekerjaan tegangan tinggi menurut Bab 9.
- Pengisian cepat berulang kali dihentikan stasiun atau kendaraan karena suhu: hentikan pengisian cepat dan laporkan dengan data suhu dan daya.
- Pesan daya terbatas karena suhu penggerak dengan kipas atau pompa yang tidak bekerja: jangan meneruskan perjalanan jauh atau mengangkut pasien dan tamu sampai diperiksa.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Pengisian cepat yang melambat berarti stasiunnya rusak.
Why is it wrong?
Kendaraan yang menentukan arus lewat sistem manajemen baterainya, dan arus diturunkan saat baterai panas atau muatan tinggi, seperti di Bab 7 tentang baterai traksi. Stasiun dicurigai bila kendaraan lain juga lambat di sana.
Common misconception
Makin dingin baterai, makin baik untuk pengisian.
Why is it wrong?
Suhu rendah menurunkan laju pengisian dan dapat menimbulkan pelapisan litium; baterai bekerja baik di rentang tengah.
Common misconception
Pompa panas tidak berguna di Indonesia.
Why is it wrong?
Fungsi pemanasannya jarang dipakai, tetapi rangkaian refrigeran yang sama mendinginkan kabin dan baterai, dan COP-nya menentukan energi yang dipakai.
Common misconception
Cairan pendingin baterai sama dengan air radiator, boleh ditambah air.
Why is it wrong?
Jenis cairan ditentukan pabrik, dan rangkaian baterai berdekatan dengan bagian bertegangan tinggi.
Common misconception
AC kabin menghabiskan sebagian besar baterai.
Why is it wrong?
Contoh 4 menunjukkan porsi yang nyata tetapi terbatas; penurunan jangkauan yang besar dicari penyebabnya menurut Bab 10 tentang diagnosis.
Hubungan dengan bab lain
Bab 7 tentang baterai traksi memberi resistans dalam, panas, dan pengaruh suhu pada umur yang dipakai di sini. Bab 8 tentang motor dan inverter memberi rugi dan persamaan aliran kalor. Bab 17 · Fisika tentang COP dan Bab 25 · Fisika tentang siklus kompresi uap memberi dasar termodinamika AC dan pompa panas, sedangkan Bab 13 · Fluida & Termal tentang pompa kalor air panas dan Bab 14 · Fluida & Termal tentang AC ruang memberi contoh COP dan batas pekerjaan refrigeran. Bab 10 tentang diagnosis memakai data suhu yang dijelaskan di sini. Bab 22 tentang arsitektur dan Bab 24 tentang pengisian di hotel dan gedung melengkapi bab ini.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Pengisian 60 kW pada pak 400 V dengan resistans 0,1 Ω. Berapa panas di pak, dan berapa bila daya diturunkan ke 30 kW?
See the worked solution
Arus A dan panas W. Pada 30 kW arusnya 75 A (tegangan dianggap tetap 400 V untuk penyederhanaan) dan panasnya W, seperempatnya, karena panas sebanding dengan kuadrat arus.
Berapa laju alir cairan pendingin dalam L/menit untuk membuang 3 kW dengan kenaikan suhu 6 K, 3,5 kJ/(kg·K), dan massa jenis 1,07 kg/L?
See the worked solution
kg/s, atau L/menit. Bila aliran nyata lebih kecil, kenaikan suhu cairan menjadi lebih besar dan pengendali dapat menurunkan daya.
Beban pendinginan kabin 3 kW dengan COP 2. Berapa energi yang dipakai selama dua jam menunggu, dan berapa kilometer setaranya pada 0,2 kWh/km?
See the worked solution
Daya kompresor kW, sehingga dua jam memakai 3 kWh. Pada 0,2 kWh/km energi itu setara km jangkauan, yang perlu masuk perencanaan rute armada.
Penukar panas refrigeran harus membuang 4 kW dari baterai dengan COP 2. Berapa daya kompresor dan energinya selama pengisian 25 menit?
See the worked solution
Daya kompresor kW, dan selama 25 menit energinya kWh. Energi ini diambil dari daya pengisian atau baterai, dan kapasitas kompresor yang sama tidak tersedia untuk kabin.
Sebutkan tiga tindakan yang dapat diambil rumah sakit di kasus pembuka tanpa membuka sistem kendaraan, dan jelaskan alasannya.
See the worked solution
Parkir di tempat teduh atau beratap, mengisi cepat pada jam yang lebih sejuk atau memakai pengisian AC lambat di malam hari, dan mendinginkan kabin saat kendaraan masih tersambung bila fiturnya ada. Ketiganya menurunkan suhu awal baterai atau beban termal tanpa menyentuh sistem tegangan tinggi atau refrigeran.
AC kabin melemah dan pengisian cepat melambat pada hari yang sama. Apa dugaan pertama, dan pekerjaan apa yang tidak boleh dilakukan teknisi gedung?
See the worked solution
Dugaan pertama adalah komponen bersama, misalnya kipas radiator, pompa, katup, atau kompresor AC, karena kedua sistem berbagi rangkaian pendingin. Teknisi gedung mencatat gejala dan data, tetapi tidak menambah refrigeran, membuka rangkaian cairan baterai, atau membuka kompresor dan kabel bertegangan tinggi.
Referensi
External sources
- Tools for Designing Thermal Management of Batteries in Electric Drive Vehicles (Presentation)osti.gov
- Electric Vehicle Battery Thermal Issues and Thermal Management Techniquesdocs.nrel.gov
- arXiv:2211.11250arxiv.org
- 2021-01-0207: Impact of Thermal Architecture on Electric Vehicle Energy Consumption/Range: A Study with Full Vehicle Simulation - Technical Papersaemobilus.sae.org
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 20, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Mobil listrik, manajemen termal: suhu kerja baterai, pendinginan cairan dan udara, pompa panas, pendinginan motor dan inverter, pengaruh suhu pada pengisian cepat, dan AC kabin. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/mobil-listrik-manajemen-termal-suhu-kerja-baterai-pendinginan-cairan-dan-udara-pompa-panas-pendinginan-motor-dan-inverter-pengaruh-suhu-pada-pengisian-cepat-dan-ac-kabin
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.
Pengisian 60 kW pada pak 400 V dengan resistans 0,1 Ω. Berapa panas di pak, dan berapa bila daya diturunkan ke 30 kW?
Berapa laju alir cairan pendingin dalam L/menit untuk membuang 3 kW dengan kenaikan suhu 6 K, 3,5 kJ/(kg·K), dan massa jenis 1,07 kg/L?
Beban pendinginan kabin 3 kW dengan COP 2. Berapa energi yang dipakai selama dua jam menunggu, dan berapa kilometer setaranya pada 0,2 kWh/km?
Nearby chapters
Reading order by shelf: Automotive & Electric Mobility · Chapter 24.
Reading order by shelf: Automotive & Electric Mobility · Chapter 22.