Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Otomotif & Mobilitas Listrik · Bab 24Terapan

    Mobil listrik, pengisian di hotel dan gedung: mode pengisian, jenis konektor, daya AC dan DC, kapasitas sambungan listrik, sirkuit dan proteksi termasuk deteksi arus bocor DC, manajemen beban, aturan di Indonesia, dan tata letak parkir

    Manajemen sebuah hotel ingin memasang enam titik pengisian mobil listrik di parkir basemen dan bertanya apakah panel listrik yang ada cukup, sementara sebagian tamu sudah mengisi lewat stopkontak lampu taman dengan roll kabel. Bab ini menjelaskan mode pengisian, tingkat daya dan jenis konektor menurut Permen ESDM 1/2023, daya AC satu fasa dan tiga fasa dan cara menghitung arus, serta kapasitas sambungan dan kebutuhan maksimum gedung. Ketentuan PUIL 2020 Bagian 7-722 yang tercatat diurai: sirkit khusus, RCD 30 mA tersendiri per titik hubung, dan proteksi arus gangguan searah dengan RCD tipe B atau tipe A atau F ditambah RDC-DD. Bagian akhir membahas manajemen beban, tata letak parkir dan kesiapan darurat dengan contoh luar negeri, serta pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan oleh instalatir berizin.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Manajemen sebuah hotel ingin memasang enam titik pengisian mobil listrik di parkir basemen, untuk tamu dan dua mobil operasional, lalu bertanya kepada kepala teknisi apakah panel basemen yang ada cukup. Panel itu memasok lampu parkir, kipas ventilasi, dan pompa sump lewat pemutus utama tiga fasa 100 A (angka latihan). Teknisi menemukan beberapa tamu sudah mengisi dari stopkontak lampu taman dengan kabel pengisian portabel dan roll kabel, pada sirkit yang berbagi satu RCD tipe AC dengan lampu. Kontraktor mengajukan enam unit 7,4 kW pada satu sirkit 63 A dengan satu RCD 30 mA.

    Jawabannya memerlukan tiga hal: arus yang akan ditarik, kapasitas yang benar-benar tersisa, dan susunan sirkit serta proteksi yang diminta PUIL. Bab ini menjelaskan ketiganya supaya teknisi dapat memeriksa usulan dan berkoordinasi dengan perencana dan instalatir.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas yang khas pengisian di gedung. Pengisian AC dan DC dan pengisi di dalam kendaraan dibahas di Bab 7; sinyal pilot dan diagnosis pengisian di Bab 10; kebakaran baterai di Bab 9; tipe RCD dan hierarkinya di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali; RCD sebagai proteksi tambahan di Bab 21 · Kelistrikan & Kendali; kebutuhan maksimum dan faktor kebutuhan di Bab 19 · Kelistrikan & Kendali; kemampuan hantar arus di Bab 27 · Kelistrikan & Kendali; susut tegangan di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali; pemutusan darurat di Bab 31 · Kelistrikan & Kendali; sirkit akhir tersendiri di Bab 32 · Kelistrikan & Kendali; pemeriksaan, pengujian, dan SLO di Bab 39 · Kelistrikan & Kendali.

    Batas wewenang. Perencanaan, pemasangan, perubahan, dan pengujian instalasi pengisian dikerjakan perencana dan instalatir berizin, lalu diperiksa dan disertifikasi menurut peraturan seperti dijelaskan Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang SLO. Bab ini tidak menggantikan PUIL, peraturan, atau petunjuk pabrik pengisi; tujuannya supaya teknisi gedung dapat menyiapkan data beban, membaca usulan, dan menolak susunan yang jelas keliru. Kutipan PUIL berasal dari narasi Teknik Elektro dan peta sumber bab RCD; klausul yang tidak tercatat ditulis sebagai belum dapat dipastikan.

    Mode pengisian

    Mode pengisian (charging mode) adalah penggolongan cara kendaraan listrik disambungkan ke suplai menurut jenis arus, letak pengisi, dan perangkat kendali serta proteksinya, menurut seri standar IEC 61851. Ringkasan sumber sekunder:

    ModeSambunganKendali dan proteksi
    1AC langsung ke stopkontak biasaTanpa komunikasi; sering dilarang atau dibatasi
    2AC dari stopkontak biasa lewat kabel portabelPerangkat kendali dan proteksi di kabel (IC-CPD): deteksi pembumian, arus lebih, suhu lebih, sinyal pilot
    3AC dari peralatan pengisian terpasang tetapPeralatan memberi tahu arus yang tersedia dan mengendalikan kapan suplai diberi tegangan
    4DC dari pengisi di luar kendaraanPersyaratan di IEC 61851-23

    Batas arus Mode 2 berbeda antarsumber, sehingga tidak diberi angka tunggal; arusnya dibatasi stopkontak dan perangkat di kabel. Ketentuan PUIL 2020 untuk rakitan perlengkapan hubung bagi, yang merujuk IEC 61439-7 dan bukan bagian dari 7-722, menyebut stasiun pengisian kendaraan listrik (SPKL) dimaksudkan untuk Mode 3 dan Mode 4, dan tingkat proteksi selungkup harus dipastikan juga ketika kabel suplai dicolokkan.

    Pengisian tamu di kasus pembuka adalah Mode 2 pada sirkit lampu yang berbagi RCD tipe AC; susunan itu tidak memenuhi syarat sirkit khusus dan RCD per titik di bagian PUIL berikut, dan roll kabel yang dibebani lama adalah penyebab panas berlebih menurut Bab 7 tentang pengisian.

    Tingkat daya dan konektor menurut aturan Indonesia

    Peraturan Menteri ESDM Nomor 1 Tahun 2023 tentang penyediaan infrastruktur pengisian listrik untuk kendaraan bermotor listrik berbasis baterai menggantikan Permen ESDM Nomor 13 Tahun 2020. Menurut cuplikan peraturan itu dan bahan Ditjen Ketenagalistrikan, tingkat daya stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) adalah:

    TingkatDayaKonektor menurut cuplikan
    Pengisian lambatsampai 7 kWType 2 untuk AC, bertanda selubung merah
    Pengisian menengahdi atas 7 sampai 22 kWType 2 AC, konektor DC seri AA bertanda hijau, atau konektor kombinasi AC/DC
    Pengisian cepatdi atas 22 sampai 50 kWSama dengan tingkat menengah
    Pengisian ultra cepatdi atas 50 kWSama dengan tingkat menengah

    Bahan Ditjen Ketenagalistrikan mendaftar jenis steker SPKLU: Type 2 untuk AC, CHAdeMO untuk DC, dan Combo Type CCS2 untuk DC. Seri AA dalam IEC 62196-3 adalah konfigurasi CHAdeMO (pengetahuan umum). GB/T tidak disebut cuplikan aturan yang tersedia, sehingga statusnya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Menurut pemberitaan, BSN telah menetapkan SNI adopsi seri IEC 61851 dan IEC 62196, tetapi edisi dan statusnya belum dapat dipastikan.

    Siaran pers PLN menjelang mudik Lebaran 2026 (Maret 2026) menyebut 4.769 unit SPKLU, sekitar 4.800 unit, di 3.097 titik di seluruh Indonesia, dengan jarak rata-rata antar-SPKLU sekitar 22 km. Di DKI Jakarta dan sekitarnya, PLN dan mitra mengoperasikan 718 unit di 405 lokasi per April 2026.

    Daya AC satu fasa dan tiga fasa, dan menghitung arus

    Daya pengisian AC dihitung seperti di Bab 7:

    P1f=U0 IP3f=3 U It=EP ηP_\text{1f} = U_0\,I \qquad P_\text{3f} = \sqrt{3}\,U\,I \qquad t = \frac{E}{P\,\eta}

    dengan PP daya (W), U0U_0 tegangan fasa-netral 230 V, UU tegangan antarfasa 400 V, II arus per fasa (A), tt lama pengisian (jam), EE energi yang dimasukkan (kWh), dan η\eta efisiensi pengisian. Faktor daya pengisi dianggap 1 (angka latihan); nilai sebenarnya dari lembar data.

    Daya yang benar-benar diambil adalah yang terkecil di antara kemampuan peralatan pengisian, sambungan, dan pengisi di dalam kendaraan, seperti dijelaskan Bab 7. Kendaraan dengan pengisi satu fasa tidak dapat memakai 11 kW tiga fasa (pengetahuan umum), dan kendaraan dengan pengisi 7,4 kW tetap mengambil 7,4 kW dari unit 22 kW (Contoh 2). Pengisian DC Mode 4 berdaya puluhan sampai ratusan kilowatt, sehingga satu unit DC dapat setara dengan beberapa titik AC sekaligus.

    Kapasitas sambungan dan kebutuhan maksimum gedung

    Kapasitas tersisa adalah batas peralatan dikurangi beban yang sudah ada. Batas peralatan meliputi pembatas atau daya tersambung PLN seperti di Bab 13 · Kelistrikan & Kendali, trafo milik gedung bila disuplai tegangan menengah, kabel penyulang dan pemutus PHB, dan batas pembebanan yang ditetapkan perencana. Beban yang ada adalah kebutuhan maksimum; menurut Bab 19 · Kelistrikan & Kendali, nilainya dapat dihitung, ditaksir, atau diukur sebagai konsumsi tertinggi selama 15 menit, dan hasil ukur yang lebih besar dari hitungan yang dipakai. Pengukuran di PHB basemen dan PHB utama selama beberapa minggu, termasuk sore hari saat AC dan dapur puncak, adalah data pertama yang disiapkan teknisi (penalaran editorial).

    Narasi Otomotif memuat laporan lapangan luar negeri: rumah berlayanan 100 A yang memasang sirkit 40 A untuk pengisi 32 A menjadi "sangat dekat" dengan batas layanannya, dan ada sistem yang menurunkan atau memutus pengisian bila total beban melewati 80 persen pengenal layanan. Angka-angka itu praktik negara asalnya, bukan PUIL. Narasi Teknik Elektro mencatat bahwa profil beban pengisian kendaraan dipakai untuk meneliti dampaknya pada penuaan trafo distribusi dan simpangan tegangan jaringan, alasan untuk memeriksa trafo dan susut tegangan sebelum menambah titik.

    Sirkit khusus dan proteksi menurut PUIL 2020 Bagian 7-722

    Bagian 7-722 PUIL 2020 mengatur suplai kendaraan listrik, dan persyaratan bagian lain yang relevan tetap berlaku (hlm. 639). Sirkit yang dicakupnya berakhir pada titik hubung (hlm. 640). Titik hubung (connecting point) adalah titik tempat kendaraan listrik disambungkan ke instalasi tetap; PUIL memberi contoh stopkontak, konektor kendaraan, atau gawai transfer daya nirkabel (hlm. 642). Ketentuan yang tercatat:

    KetentuanIsiSumber
    Sirkit khusus"Sirkit khusus harus disediakan untuk transfer energi dari/ke kendaraan listrik"hlm. 643
    722.411.3.3Setiap titik hubung diproteksi RCD (GPAS) tersendiri dengan arus operasi sisa pengenal tidak lebih dari 30 mAhlm. 643 sampai 644
    722.531.2.101RCD titik hubung sekurang-kurangnya tipe A; bila titik hubung berupa stopkontak atau konektor kendaraan menurut IEC 62196, diperlukan proteksi arus gangguan searah berupa RCD tipe B, atau tipe A atau F bersama RDC-DD menurut IEC 62955, kecuali sudah disediakan stasiun pengisian; RCD memenuhi IEC 61008-1, 61009-1, 60947-2, atau 62423hlm. 646
    722.535 dan 722.535.3Koordinasi gawai proteksi dan diskriminasi RCDhlm. 647
    CatatanVerifikasi periodik adalah bahan pertimbangan nasionalhlm. 649

    Peta sumber bab RCD mencatat bahwa Bagian 7-722 memberi tiga pilihan proteksi arus searah, tidak mewajibkan RCD tipe B tambahan. Ketentuan proteksi arus lebih per titik hubung, perlindungan mekanis, dan faktor keragaman dalam PUIL tidak tercatat di sumber bab ini dan belum dapat dipastikan per 18 Oktober 2026; perencana membacanya dari teks PUIL.

    Arus bocor DC, RCD tipe B, dan RDC-DD

    Pengisi di dalam kendaraan memuat penyearah, sehingga gangguan isolasi dapat menghasilkan arus sisa searah halus (pengetahuan umum). Bab 22 · Kelistrikan & Kendali menjelaskan bahwa RCD tipe A hanya dijamin bekerja dengan arus searah halus yang ditumpangkan sampai 6 mA, dan arus searah di atas toleransinya dapat membuat RCD kurang peka terhadap gangguan bolak-balik.

    RDC-DD (residual direct current detecting device) adalah gawai deteksi arus sisa searah untuk pengisian Mode 3 yang memutus, atau memulai pemutusan, suplai ke kendaraan bila arus searah halus mencapai 6 mA atau lebih. Menurut halaman BSI untuk IEC 62955, gawai ini dipakai pada stasiun pengisian AC terpasang tetap Mode 3 menurut IEC 61851-1 dan IEC 60364-7-722, nilai 6 mA dipilih supaya RCD tipe A atau F di hulunya tetap bekerja benar, dan lingkupnya sampai 440 V AC dan 125 A. Menurut sumber sekunder dari pabrik RCD, RDC-DD yang dipakai bersama RCD terpisah harus bekerja dalam 10 s pada 6 mA DC dan tidak bekerja pada arus sisa AC 30 mA, dan RDC-DD berbasis kontaktor tidak memberi isolasi sendiri sehingga RCD 30 mA tetap diperlukan.

    Penerapan pada titik Type 2 ada di Contoh 7. Hierarki di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tetap berlaku: RCD hulu yang dilalui arus sirkit yang sama tidak boleh bertipe lebih rendah daripada RCD hilirnya, sehingga RCD tipe AC tidak cocok di hulu titik pengisian.

    Manajemen beban dan faktor keragaman

    Manajemen beban dinamis (dynamic load management) adalah pengendalian yang menurunkan arus izin setiap kendaraan supaya jumlah arus semua titik pengisian tidak melewati batas sambungan yang ditetapkan. Pada Mode 3, penurunan dikirim lewat siklus kerja sinyal pilot yang dijelaskan Bab 10. Arus terkecil lewat sinyal pilot lazimnya sekitar 6 A per fasa (pengetahuan umum); angka persisnya dari standar belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026.

    Rancangan revisi IEC 60364-7-722 yang dicatat BSI menyebut bahwa setiap titik hubung dianggap dipakai pada arus pengenalnya atau arus maksimum yang disetel, dan karena semua titik dapat dipakai bersamaan, faktor keragaman semua titik diambil sama dengan 1, kecuali ada kendali beban di peralatan pengisian, di hulu, atau keduanya, yang dapat menjadi bagian sistem manajemen energi listrik. Apakah PUIL 2020 memuat kalimat yang sama belum dapat dipastikan. Sebagai contoh luar negeri, menurut sumber sekunder, aturan instalasi Inggris edisi 2008 tidak mengizinkan keragaman pada satu sirkit akhir yang memasok beberapa titik, dan amandemen 2020 mengizinkan pembatasan beban diperhitungkan. Bab ini memakai faktor keragaman 1 tanpa kendali beban, dan batas kendali beban sebagai kebutuhan maksimum bila kendali dipasang (penalaran editorial); faktor keragaman dijelaskan Bab 19 · Kelistrikan & Kendali.

    Tata letak parkir, kabel, ventilasi, dan kesiapan darurat

    Aturan Indonesia khusus kebakaran di parkir dan pengisian kendaraan listrik tidak ditemukan di sumber bab ini per 18 Oktober 2026. Bab 9 meminta ruang parkir dan pengisian dalam gedung direncanakan bersama pengelola proteksi kebakaran, dan Bab 17 · Bangunan & Fasilitas memberi dasar pemeriksaan proteksi kebakaran gedung.

    Contoh luar negeri, bukan aturan Indonesia: Dinas Pemadam Kebakaran San Francisco (ketentuan 4.29) menilai baterai litium besar yang diisi di struktur tertutup sebagai bahaya kebakaran tinggi. Bila tidak ada sprinkler, ruang pengisian dipisah dari bagian gedung lain dengan dinding tahan api satu jam di tiga sisi, dengan luas paling besar 1.500 ft² (sekitar 139 m²) atau tujuh stasiun; untuk gedung baru, sprinkler dirancang NFPA 13 (2022) Extra Hazard Group II dengan kerapatan paling kecil 0,40 gpm/ft² (sekitar 16,3 mm/menit) yang melebar 3 ft (sekitar 0,9 m) di luar ruang pengisian. Menurut ringkasan sumber sekunder, pedoman asuransi menyebut sprinkler untuk kendaraan modern, deteksi kebakaran otomatis dengan alarm ke lokasi yang dijaga, ventilasi, area pengisian dekat jalan keluar, dan rencana pra-kebakaran yang menandai lokasi pengisian.

    Hal tata letak yang lazim (pengetahuan umum): pengaman benturan di depan unit, kabel yang tidak melintang di jalur kendaraan dan pejalan kaki, penandaan, akses petugas pemadam, dan sakelar pemutus darurat yang mudah dicapai seperti di Bab 31 · Kelistrikan & Kendali. Baterai litium tidak melepas hidrogen pada pemakaian normal (pengetahuan umum), berbeda dengan pengisian asam timbal di Bab 7, sehingga ventilasi parkir mengikuti aturan bangunan, bukan ventilasi ruang aki.

    Pemeriksaan dan pengujian sebelum dioperasikan

    Penambahan titik pengisian adalah perubahan instalasi, yang menurut Bab 39 · Kelistrikan & Kendali memerlukan pemeriksaan, pengujian, dan SLO baru, dengan pemeriksaan visual mendahului pengujian. Urutan ujinya antara lain kontinuitas konduktor proteksi, resistansi isolasi, polaritas, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCD seperti di Bab 18 · Kelistrikan & Kendali, lalu uji fungsi. Untuk titik pengisian, uji fungsi mencakup fungsi RDC-DD atau deteksi arus searah di dalam pengisi menurut petunjuk pabrik, kerja manajemen beban saat semua titik dipakai, dan sakelar darurat (penalaran editorial).

    Teknisi gedung menyiapkan data kebutuhan maksimum, diagram garis tunggal yang diperbarui, dan daftar peralatan, lalu menyimpan lembar hasil uji. Verifikasi periodik untuk 7-722 adalah bahan pertimbangan nasional menurut catatan PUIL, sehingga jadwal pemeriksaan berkala mengikuti Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang pemeriksaan berkala dan petunjuk pabrik.

    Contoh kerja

    Contoh 1: daya AC dan tingkatnya. Satu fasa: 230×16=3.680230 \times 16 = 3.680 W (sekitar 3,7 kW, tingkat lambat) dan 230×32=7.360230 \times 32 = 7.360 W (sekitar 7,4 kW, tingkat menengah karena di atas 7 kW). Tiga fasa: 3×400×16=11.085\sqrt{3} \times 400 \times 16 = 11.085 W, sekitar 11 kW, tingkat menengah. Pengisian Mode 2 tamu pada stopkontak 10 A (angka latihan) hanya 230×10=2.300230 \times 10 = 2.300 W.

    Contoh 2: lama pengisian. Baterai 60 kWh diisi dari 20 ke 80 persen, yaitu 36 kWh, dengan efisiensi 0,9 (angka latihan). Pada 7,4 kW, t=36/(7,4×0,9)=5,4t = 36/(7{,}4 \times 0{,}9) = 5{,}4 jam, juga bila kendaraan berpengisi 7,4 kW dicolokkan ke unit 22 kW. Kendaraan berpengisi tiga fasa 11 kW memerlukan 36/(11×0,9)=3,636/(11 \times 0{,}9) = 3{,}6 jam, dan Mode 2 pada 2,3 kW memerlukan 36/(2,3×0,9)=17,436/(2{,}3 \times 0{,}9) = 17{,}4 jam.

    Contoh 3: enam titik tanpa kendali beban. Enam titik satu fasa 7,4 kW (32 A) dibagi dua per fasa. Dengan faktor keragaman 1, totalnya 6×7,4=44,46 \times 7{,}4 = 44{,}4 kW dan arus tiap fasa 2×32=642 \times 32 = 64 A.

    Contoh 4: ruang di panel basemen. Pemutus utama panel 100 A, perencana menetapkan pemakaian paling besar 80 A per fasa, dan kebutuhan maksimum terukur 15 menit pada fasa terberat 58 A (angka latihan). Ruangnya 80−58=2280 - 58 = 22 A per fasa, jauh di bawah 64 A. Dengan manajemen beban 22 A per fasa, tiap kendaraan mendapat 22/2=1122/2 = 11 A atau sekitar 2,5 kW, dan 36 kWh memerlukan 36/(2,53×0,9)=15,836/(2{,}53 \times 0{,}9) = 15{,}8 jam. Panel yang ada tidak cukup; jawabannya penyulang baru dari PHB utama.

    Contoh 5: ruang di trafo. Trafo hotel 630 kVA, kebutuhan maksimum terukur 470 kVA, dan batas pembebanan yang ditetapkan perencana 85 persen (angka latihan). Ruangnya 630×0,85−470=535,5−470=65,5630 \times 0{,}85 - 470 = 535{,}5 - 470 = 65{,}5 kVA. Dengan faktor daya dianggap 1, enam titik 44,4 kW tanpa kendali beban muat, dengan sisa sekitar 21 kVA. Bila ditambah satu pengisi DC 50 kW, totalnya 94,4 kW dan tidak muat tanpa kendali beban atau penambahan kapasitas.

    Contoh 6: penyulang baru dengan kendali beban. Penyulang baru diberi batas kendali beban 30 kW untuk enam titik (angka latihan). Bila semua titik dipakai, tiap kendaraan mendapat 5 kW, yaitu 5.000/230=21,75.000/230 = 21{,}7 A, dan sinyal pilot diatur pada siklus kerja sekitar 21,7/0,6=3621{,}7/0{,}6 = 36 persen. Pengisian 36 kWh memakan 36/(5×0,9)=8,036/(5 \times 0{,}9) = 8{,}0 jam, cocok untuk tamu yang menginap. Arus per fasa 10.000/230=43,510.000/230 = 43{,}5 A, dan angka inilah yang dipakai sebagai kebutuhan maksimum penyulang, dibanding 64 A tanpa kendali.

    Contoh 7: memilih RCD per titik. Titik memakai soket Type 2 menurut IEC 62196, dan lembar data pengisi tidak menyebut deteksi arus searah. Pilihan yang memenuhi 722.531.2.101: RCD 30 mA tipe B per titik, atau RCD 30 mA tipe A atau F per titik ditambah RDC-DD. Bila lembar data menyebut deteksi arus searah 6 mA di dalam pengisi, RCD 30 mA tipe A per titik sudah memenuhi syarat sekurang-kurangnya tipe A. RCD 300 mA tipe AC di hulu PHB parkir (angka latihan) diganti dengan tipe yang tidak lebih rendah daripada RCD hilirnya, sesuai hierarki RCD di Bab 22 · Kelistrikan & Kendali.

    Contoh 8: susut tegangan kabel ke titik terjauh. Titik terjauh 50 m dari PHB, arus 32 A, cos⁡φ=1\cos\varphi = 1, sehingga suku reaktansi nol. Dengan rumus Lampiran G PUIL di Bab 28 · Kelistrikan & Kendali dan ρ1=0,0225\rho_1 = 0{,}0225 Ω·mm²/m, kabel 6 mm² memberi u=2×0,0225×50/6×32=12,0u = 2 \times 0{,}0225 \times 50/6 \times 32 = 12{,}0 V atau 5,2 persen; 10 mm² memberi 7,2 V atau 3,1 persen. Bila susut dari terminal pelanggan sampai PHB parkir sudah 1,5 persen (angka latihan), total 10 mm² menjadi 4,6 persen, di atas batas 4 persen; 16 mm² memberi 1,96 persen, total 3,5 persen. Kemampuan hantar arus dan cara pemasangan tetap diperiksa menurut Bab 27 · Kelistrikan & Kendali.

    Contoh 9: memeriksa penawaran kontraktor. Penawaran di kasus pembuka memasang enam unit 7,4 kW pada satu sirkit 63 A dengan satu RCD 30 mA. Pemeriksaannya: (1) satu RCD untuk enam titik melanggar 722.411.3.3; (2) tipe RCD dan proteksi arus searah yang diminta 722.531.2.101 tidak disebut; (3) tiap unit 32 A melewati ambang 20 A untuk sirkit akhir tersendiri menurut PUIL 2.3.6.1 di Bab 32 · Kelistrikan & Kendali (penalaran editorial), dan enam titik penuh menarik 64 A per fasa (Contoh 3), lebih dari 63 A tanpa kendali beban; (4) data kebutuhan maksimum dan susut tegangan tidak dilampirkan. Penawaran dikembalikan dengan permintaan diagram garis tunggal, perhitungan, dan lembar data pengisi.

    Kondisi berhenti

    1. Pengisian lewat roll kabel, stopkontak dengan bekas panas, atau sirkit lampu yang berbagi RCD dihentikan sampai titik pengisian yang benar tersedia.
    2. Pekerjaan membuka PHB, menyambung kabel, atau mengganti RCD dikerjakan instalatir berizin dengan prosedur kerja aman; teknisi gedung tidak memasang titik pengisian sendiri.
    3. Data kebutuhan maksimum belum ada atau trafo dan panel sudah mendekati batas: penambahan titik ditahan sampai perencana menghitung ulang.
    4. RCD atau RDC-DD trip berulang di satu titik: titik itu dimatikan, kendaraan dan pengisi diperiksa menurut Bab 10, dan RCD tidak diganti dengan yang kurang peka.
    5. Kendaraan berasap, berbau, atau berdesis saat diisi: hentikan pengisian dengan sakelar darurat bila aman, jauhkan orang, dan ikuti Bab 9 tentang kebakaran baterai.
    6. Instalasi baru atau yang diubah belum diperiksa, diuji, dan memiliki SLO: titik pengisian tidak dioperasikan untuk tamu.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Mobil listrik bisa diisi di stopkontak mana saja asal ada kabelnya." Bagian 7-722 meminta sirkit khusus dan RCD tersendiri per titik hubung, dan stopkontak biasa dengan roll kabel tidak dirancang untuk beban penuh berjam-jam.
    2. "Unit 22 kW mengisi semua mobil tiga kali lebih cepat." Daya dibatasi pengisi di dalam kendaraan; mobil berpengisi 7,4 kW tetap mengambil 7,4 kW (Contoh 2).
    3. "RCD tipe B selalu wajib untuk pengisi mobil." Bagian 7-722 memberi tiga pilihan: tipe B, tipe A atau F dengan RDC-DD, atau proteksi yang sudah ada di stasiun pengisian.
    4. "Tamu tidak mengisi bersamaan, jadi faktor keragaman bisa dikarang." Tanpa kendali beban, rancangan revisi IEC mengambil faktor keragaman 1; pengurangan hanya dipakai bila kendali beban benar-benar dipasang.
    5. "Panel cukup karena pemutus utamanya belum pernah trip." Kapasitas dibaca dari kebutuhan maksimum terukur dan batas yang ditetapkan perencana, ditambah susut tegangan dan kemampuan hantar arus (Contoh 4 dan 8).

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 7 tentang pengisian AC dan DC dan Bab 10 tentang sinyal pilot memberi dasar kendaraan. Bab 22 · Kelistrikan & Kendali tentang tipe RCD, Bab 19 · Kelistrikan & Kendali tentang kebutuhan maksimum, Bab 27 · Kelistrikan & Kendali tentang kemampuan hantar arus, Bab 28 · Kelistrikan & Kendali tentang susut tegangan, dan Bab 32 · Kelistrikan & Kendali tentang sirkit akhir memberi dasar instalasi. Bab 39 · Kelistrikan & Kendali tentang SLO menutup pekerjaan, Bab 9 dan Bab 17 · Bangunan & Fasilitas tentang kebakaran memberi dasar kesiapan darurat, dan Bab 22 tentang arsitektur serta Bab 23 tentang manajemen termal melengkapi sisi kendaraan.

    Latihan dan pembahasan

    1. Hitung arus per fasa untuk pengisi 11 kW tiga fasa 400 V dan arus untuk pengisi 7,4 kW satu fasa 230 V.
    2. Berapa lama mengisi 25 kWh dengan pengisi 3,7 kW dan efisiensi 0,9, dan di tingkat daya mana unit itu menurut Permen ESDM 1/2023?
    3. Delapan titik 7,4 kW satu fasa dibagi ke tiga fasa sebanyak 3, 3, dan 2 titik. Berapa arus fasa terberat tanpa kendali beban, dan berapa total dayanya?
    4. Pada fasa dengan tiga kendaraan, kendali beban membatasi 18 A. Berapa arus per kendaraan dan siklus kerja sinyal pilot, dan apa risikonya?
    5. Titik pengisian bersoket Type 2 tanpa deteksi arus searah di dalam pengisi. Sebutkan susunan RCD yang memenuhi 722.531.2.101, dan syarat untuk RCD hulunya.
    6. Hitung susut tegangan kabel 10 mm² sepanjang 40 m untuk 32 A satu fasa dengan ρ1=0,0225\rho_1 = 0{,}0225 Ω·mm²/m dan cos⁡φ=1\cos\varphi = 1.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Tiga fasa: I=11.000/(3×400)=15,9I = 11.000/(\sqrt{3} \times 400) = 15{,}9 A per fasa. Satu fasa: I=7.400/230=32,2I = 7.400/230 = 32{,}2 A, jadi daya yang lebih besar dapat lebih ringan per fasa bila dibagi ke tiga fasa.
    2. t=25/(3,7×0,9)=7,5t = 25/(3{,}7 \times 0{,}9) = 7{,}5 jam. Unit 3,7 kW berada di tingkat pengisian lambat karena dayanya sampai 7 kW, dan cocok untuk kendaraan yang diparkir semalam.
    3. Fasa terberat memikul 3×32=963 \times 32 = 96 A, dan totalnya 8×7,4=59,28 \times 7{,}4 = 59{,}2 kW. Tanpa kendali beban faktor keragaman 1 dipakai, sehingga penyulang dirancang untuk fasa terberat itu.
    4. Tiap kendaraan mendapat 18/3=618/3 = 6 A, dengan siklus kerja sekitar 6/0,6=106/0{,}6 = 10 persen. Angka itu berada di sekitar arus terkecil yang lazim, sehingga kendaraan dapat berhenti mengisi atau mengisi sangat lambat; batas kendali beban terlalu ketat untuk jumlah titik itu.
    5. RCD 30 mA tipe B per titik, atau RCD 30 mA tipe A atau F per titik ditambah RDC-DD menurut IEC 62955. RCD hulu yang dilalui arus yang sama tidak boleh bertipe lebih rendah daripada RCD hilirnya, menurut hierarki yang dijelaskan Bab 22 · Kelistrikan & Kendali.
    6. u=2×0,0225×40/10×32=5,76u = 2 \times 0{,}0225 \times 40/10 \times 32 = 5{,}76 V, yaitu 5,76/230=2,55{,}76/230 = 2{,}5 persen. Angka ini dijumlahkan dengan susut di hulu dan dibandingkan dengan batas 4 persen dari terminal pelanggan.

    Referensi

    Sumber luar

    • Permen ESDM Nomor 1 Tahun 2023jdih.esdm.go.id
    • 3da74 bahan ditjen ketenagalistrikangatrik.esdm.go.id
    • Tambah Kenyamanan Pemudik EV, PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategisweb.pln.co.id
    • Infrastruktur EV di Ibu Kota Makin Lengkap, Pemprov DKI Jakarta Apresiasi PLNweb.pln.co.id
    • knowledge.bsigroup.comknowledge.bsigroup.com
    • BSI Standards Development, proyek 2024-02935standardsdevelopment.bsigroup.com
    • All About Circuitsallaboutcircuits.com
    • 4.29 Sprinkler Protection Requirements for Parking Spaces Associated With Electric Vehicles Charging Stationssf-fire.org

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Hitung arus per fasa untuk pengisi 11 kW tiga fasa 400 V dan arus untuk pengisi 7,4 kW satu fasa 230 V.

    2

    Berapa lama mengisi 25 kWh dengan pengisi 3,7 kW dan efisiensi 0,9, dan di tingkat daya mana unit itu menurut Permen ESDM 1/2023?

    3

    Delapan titik 7,4 kW satu fasa dibagi ke tiga fasa sebanyak 3, 3, dan 2 titik. Berapa arus fasa terberat tanpa kendali beban, dan berapa total dayanya?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat