Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Kelistrikan & Kendali · Bab 39Terapan

    Pemeriksaan dan pengujian instalasi: awal, berkala, dan SLO

    Bab ini menyusun pemeriksaan dan pengujian instalasi tegangan rendah menjadi satu alur: pemeriksaan visual menurut PUIL 2020 9.4.3.2, urutan uji tanpa tegangan lalu dengan tegangan menurut IEC 60364-6:2016 6.4.3.1 (Bagian 6 PUIL 2020 tidak tersedia di korpus), nilai lulus yang sama dengan bab uji isolasi, bab uji pembumian dan RCD, dan bab proteksi kejut listrik, lembar hasil dan berita acara (9.5.6.2, 9.5.7.3), penggolongan temuan dan daftar penyebab tidak laik operasi yang dipetakan ulang ke PUIL 2020, pemeriksaan berkala, serta SLO (Permen ESDM 10/2021 dan 12/2021) dan pemeriksaan K3 listrik (Permenaker 12/2015 jo. 33/2015, sebagian dicabut Permenaker 11/2026). Contoh kerja mengisi lembar hasil uji instalasi laundry bab studi kasus dengan data ilustrasi, termasuk nilai harapan R1 + R2 dan koreksi suhu Zs. Uji bertegangan hanya dijelaskan prinsipnya dengan prasyarat personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.

    28 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Bayangkan sebuah laundry komersial tiga fasa yang baru saja selesai dipasang instalasinya. Washer-extractor, pengering, dan pemanas air semuanya terhubung ke papan hubung bagi (PHB) yang tampak rapi. Teknisi pemasang menyatakan pekerjaan selesai, konduktor terikat baik, dan MCB terpasang. Tombol utama ditekan, semua mesin berjalan, dan tidak satu MCB pun jatuh. Seminggu kemudian pemeriksa yang datang untuk sertifikat laik operasi menemukan konduktor PE tidak tersambung pada terminal pembumian motor pengering; selama seminggu rangka itu hanya selamat karena isolasi motornya masih baik. MCB tidak pernah memberi tanda, karena PE yang putus tidak mengalirkan arus apa pun. Kesalahan pertama terjadi sebelum itu: instalasi dioperasikan sebelum diperiksa dan diuji, padahal PUIL 2020 9.4.3.1 memintanya diuji dulu sebelum dialiri dan Permen ESDM 10/2021 Pasal 18 ayat (1) meminta SLO sebelum dioperasikan.

    Celahnya ada di antara selesainya pemasangan dan pemberian tegangan pertama, serta di antara dua pemeriksaan selama instalasi dipakai. Bab uji resistansi isolasi dan bab uji pembumian, impedansi lingkar gangguan, dan uji RCD (gawai proteksi arus sisa, GPAS) membahas masing-masing pengujian secara mendalam: cara mengukur, alat yang dipakai, dan tafsir angkanya. Hal itu tidak diulang. Yang disusun adalah urutan keseluruhan, dokumentasi yang harus dihasilkan, dan kewajiban hukum yang melekat pada setiap tahap pemeriksaan dan pengujian.

    Batas pembahasan

    Cakupannya instalasi pemanfaatan tenaga listrik tegangan rendah 230/400 V, 50 Hz, bersistem TN-C-S atau TT, untuk laundry komersial dan mesin industri ringan. Acuan utama adalah PUIL 2020 (SNI 0225:2020), khususnya Bagian 1 (131.8.2, 134.2, 134.3) dan Bagian 9 (9.4.3, 9.5.6, 9.5.7, 9.12). Bagian 6 PUIL 2020 (verifikasi) tidak ada di salinan korpus; urutan dan metode ditulis dari padanannya, IEC 60364-6:2016 (Ed. 2.0), dan klausul PUIL 2020 padanannya belum diverifikasi. Uji perlengkapan listrik mesin dan panelnya menurut IEC 60204-1 dibahas pada bab uji pra-energi dan komisioning panel dan mesin. Bab ini pembelajaran, bukan instruksi kerja: uji bertegangan hanya oleh personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan alat pelindung diri (APD), uji tanpa tegangan setelah isolasi dan verifikasi bebas tegangan menurut Bab 2 · Keselamatan dan bab keselamatan alat ukur.

    Pemeriksaan visual sebelum uji

    Pemeriksaan visual adalah tahap pertama yang wajib diselesaikan sebelum sebuah alat ukur pun dihubungkan ke instalasi. IEC 60364-6:2016, 6.4.2.1, menyatakan pemeriksaan mendahului pengujian dan normalnya dilakukan sebelum instalasi diberi tegangan.

    PUIL 2020 9.4.3.1 meminta instalasi yang selesai dipasang atau yang diubah diperiksa dan diuji dulu sebelum dialiri listrik, dan 9.4.3.2 mendaftar pokoknya: tanda pengenal dan papan peringatan, peralatan yang dipasang, cara memasangnya, polaritas (134.1.10), pembumian, resistans insulasi (istilah PUIL untuk resistansi isolasi), kesinambungan sirkit, dan fungsi proteksi, lalu dilanjutkan dengan uji coba. Daftar ini menjadi tulang punggung lembar periksa:

    1. Tanda dan label. Setiap sirkit dan sarana pemutus motor atau peranti ditandai maksud penggunaannya di titik sumbernya (134.1.10.1), label dicocokkan dengan diagram, dan tanda peringatan terpasang.
    2. Identifikasi konduktor. Konduktor PE dan N dikenali dari warnanya (134.1.10.2, 5210), dan semua konduktor terhubung ke terminal yang benar. Polaritas yang terbalik pada beban satu fasa berisiko tinggi.
    3. Sistem pembumian. Konduktor PE terhubung dari terminal pembumian utama ke terminal PE setiap PHB dan ke bodi setiap peralatan kelas I (411.3.1.1); pada TN-C-S, N dan PE dipisah di PHB utama dan tidak disatukan lagi (411.4.3). Kondisi fisik elektrode dan sambungannya diperiksa secara visual.
    4. Komponen dan pemasangan. Gawai sesuai gambar dan tipenya sesuai beban: RCD bertipe menurut bentuk arus sisa (tipe B untuk VFD tiga fasa), SPD terpasang di PHB utama (443.4 c)), selungkup dan kode IP sesuai pengaruh air di ruang cuci, PHB berjarak 2,5 m dari mesin cuci atau kedap air (A.5110.12.2.5), titik pemisahan PEN hanya satu, kabel tidak tertekuk tajam, lubang terbuka PHB ditutup, dan semua penutup terpasang.
    5. Kesesuaian dengan dokumen. Kondisi fisik dibandingkan dengan diagram garis tunggal dan gambar instalasi yang disetujui, termasuk kurva dan arus pengenal pengaman yang dipakai dalam perhitungan koordinasi. Setiap penyimpangan didokumentasikan dan dikonfirmasi ke perancang sebelum pengujian dilanjutkan.

    Hasil pemeriksaan visual dicatat tertulis, dan pengujian tidak dimulai selama ada ketidaksesuaian yang belum diselesaikan.

    Urutan pengujian instalasi

    Prinsip dasarnya: semua uji tanpa tegangan diselesaikan sebelum tegangan diberikan. IEC 60364-6:2016, 6.4.3.1, menyarankan urutan kontinuitas konduktor, resistansi isolasi, polaritas, keefektifan pemutusan otomatis, proteksi tambahan, urutan fasa, uji fungsi, dan susut tegangan; bila satu uji gagal, uji itu dan uji sebelumnya yang mungkin terpengaruh diulang setelah perbaikan. Urutan itu tertulis sebagai anjuran, tetapi alasan fisiknya mengikat: uji lingkar dan uji RCD mengalirkan arus dari lin ke PE, sehingga bila PE putus semua badan logam di hilir putusan naik sampai tegangan fasa selama arus uji disambungkan.

    No.UjiKeadaan instalasiAlat (seri IEC 61557)Alasan urutan
    1Kontinuitas PE dan ikatan (R1+R2R_1 + R_2)Bebas teganganPenguji kontinuitas, -4Semua uji hidup bergantung pada PE utuh
    2Resistansi isolasiBebas tegangan; SPD, VFD, beban, dan elektronika dilepasPenguji resistansi isolasi, -2Tegangan jaringan tidak diberikan pada isolasi yang rusak
    3PolaritasBebas teganganHasil uji R1+R2R_1 + R_2Sakelar kutub tunggal dan pengaman harus berada di lin
    4Resistansi elektrode bumiBebas tegangan bila konduktor bumi dilepasPenguji resistansi pembumian, -5Konduktor bumi dipasang kembali dan dibuktikan sebelum instalasi diberi tegangan
    5Impedansi lingkar gangguan ZeZ_\text{e}, ZsZ_\text{s}BerteganganPenguji impedansi lingkar, -3Membuktikan pemutusan otomatis
    6RCDBerteganganPenguji RCD, -6Membuktikan kepekaan dan waktu pemutusan
    7Urutan fasaBerteganganPenguji urutan fasaArah putar motor yang disambung langsung
    8Uji fungsi dan uji cobaBerteganganPengamatanProteksi, kendali, dan interlock bekerja sesuai rancangan

    Cara R1+R2R_1 + R_2, yaitu lin dan PE sirkit dihubungkan sementara di PHB lalu resistansi lin-PE diukur di setiap titik, sekaligus membuktikan polaritas: kutub netral kotak kontak di kanan atau bawah kutub lin (134.1.10.6), kontak dasar fiting Edison ke lin (134.1.10.4). Resistansi elektrode diukur dengan metode tiga kutub atau metode jepit; pada IEC 60364-6 pengukuran itu bagian dari pembuktian pemutusan otomatis sistem TT. Pada TN-C-S konduktor bumi dapat membawa arus dari PEN jaringan walaupun instalasi sudah dibebaskan; sebelum dilepas untuk metode tiga kutub, arusnya diukur oleh personel kompeten dengan tang berkategori ukur sesuai dan APD, dan pelepasan ditunda bila arus masih terukur. Motor washer-extractor yang disuplai VFD tidak terpengaruh urutan fasa karena VFD membangkitkan urutan keluarannya sendiri. Saat uji coba, PUIL 2020 9.5.7.2 meminta semua piranti dijalankan sendiri-sendiri dan serempak, dan 9.5.7.4 menghentikan uji coba bila ada kesalahan sampai instalasi diperbaiki. Uji fungsi penerangan darurat mengikuti bab instalasi penerangan.

    Nilai lulus dan pencatatan hasil uji

    Setiap angka uji dibandingkan dengan nilai acuan dan dicatat tertulis; catatan itu bukti kepatuhan pada hari pengujian dan pembanding pemeriksaan berkala. Nilai acuan di bawah sama dengan yang dipakai bab uji dan bab penilaian rak ini, sehingga satu angka tidak dinilai dengan dua batas.

    UjiNilai lulusDasarDinilai pada
    Kontinuitas PESesuai nilai harapan R1+R2R_1 + R_2 dari panjang dan penampang; bukan angka tetapIEC 60364-6 6.4.3.2Bab uji pembumian; bab pembumian dan ikatan ekuipotensial
    Ikatan ekuipotensial suplemenR≤50 V/IaR \le 50\ \text{V}/I_\text{a} antara bagian yang dapat tersentuh bersamaanPUIL 2020 415.2.2Bab pembumian dan ikatan ekuipotensial
    Resistansi isolasi, sirkit 230/400 V≥ 1 MΩ pada 500 V DC; SELV dan PELV ≥ 0,5 MΩ pada 250 V DCIEC 60364-6 Tabel 6.1Bab uji isolasi
    PolaritasLin pada sakelar kutub tunggal, pengaman, kontak dasar fiting; netral kotak kontak di kanan atau bawahPUIL 2020 134.1.10; IEC 60364-6 6.4.3.6Lembar periksa
    Elektrode (TN)Dicatat sebagai garis dasar; bukan kriteria pemutusanPUIL 2020 411.4Bab sistem pembumian
    Elektrode (TT)RA×IΔn≤50R_\text{A} \times I_{\Delta\text{n}} \le 50 VPUIL 2020 411.5.3Bab proteksi kejut listrik
    ZsZ_\text{s} (TN)Zs,panas≤U0/IaZ_\text{s,panas} \le U_0/I_\text{a}; MCB: IaI_\text{a} = 5, 10, 20 kali InI_\text{n} untuk kurva B, C, DPUIL 2020 411.4.4Bab proteksi kejut listrik
    RCDArus sinus: tidak memutus pada 0,5 IΔn0{,}5\,I_{\Delta\text{n}}; memutus pada arus naik ≤ IΔnI_{\Delta\text{n}}; ≤ 300 ms pada IΔnI_{\Delta\text{n}} (tipe S 130–500 ms); ≤ 40 ms pada 5 IΔn5\,I_{\Delta\text{n}}. Arus setengah gelombang (tipe A sampai 1,4 IΔn1{,}4\,I_{\Delta\text{n}}) dan searah halus (tipe B sampai 2 IΔn2\,I_{\Delta\text{n}}) memakai rentang bab RCDIEC 61008-1, IEC 61009-1Bab RCD; bab uji RCD
    Urutan fasaSesuai acuan fasilitasKebutuhan bebanLembar periksa

    Nilai harapan kontinuitas dan koreksi suhu impedansi lingkar mengikuti bab uji pembumian dan bab proteksi kejut listrik:

    R1+R2=ρθ L(1A1+1A2),ρθ=0,0178 [1+0,00393 (θ−20)]R_1 + R_2 = \rho_\theta\, L \left( \frac{1}{A_1} + \frac{1}{A_2} \right), \qquad \rho_\theta = 0{,}0178\,[1 + 0{,}00393\,(\theta - 20)]Zs,panas≈Zs,ukur+(R1+R2)θ (kθ−1),kθ=0,0225ρθZ_\text{s,panas} \approx Z_\text{s,ukur} + (R_1 + R_2)_\theta\,(k_\theta - 1), \qquad k_\theta = \frac{0{,}0225}{\rho_\theta}

    dengan ρθ\rho_\theta resistivitas tembaga pada suhu uji θ\theta (Ω·mm²/m), LL panjang sirkit (m), A1A_1 dan A2A_2 penampang lin dan PE (mm²), Zs,ukurZ_\text{s,ukur} impedansi lingkar terukur (Ω), dan 0,0225 Ω·mm²/m resistivitas tembaga pada suhu layanan menurut PUIL 2020 5-52 Lampiran G; pada 30 °C, k30=1,216k_{30} = 1{,}216. Asumsinya reaktansi kabel diabaikan (tidak berlaku untuk penampang besar), hanya kabel yang memanas saat gangguan, dan impedansi hulu tetap.

    Lembar hasil uji memuat identitas instalasi, tanggal, pemeriksa, alat ukur dengan nomor seri dan tanggal kalibrasi, suhu ruang, titik ukur dan mode alat, hasil, nilai acuan, kesimpulan, dan tanda tangan. PUIL 2020 9.5.6.1 meminta pelaksana pemasangan memberi tahu instansi berwenang secara tertulis bahwa pekerjaan siap diperiksa, 9.5.6.2 meminta hasil pemeriksaan dan pengujian dinyatakan tertulis oleh pemeriksa yang ditugaskan, dan 9.5.7.3 meminta hasilnya, termasuk uji coba, dilaporkan dalam berita acara. Lembar hasil uji menjadi lampiran berita acara dan bahan pemeriksaan SLO.

    Penggolongan temuan dan daftar tidak laik operasi

    Rak ini memakai tiga kategori temuan (skema editorial):

    • Kategori 1, keselamatan. Instalasi, atau sirkitnya pada pemeriksaan berkala, tidak dienergikan sampai diperbaiki dan diuji ulang; contohnya keadaan pada kondisi berhenti.
    • Kategori 2, ketidaksesuaian. Tidak memenuhi PUIL 2020 tetapi belum berbahaya seketika, misalnya label sirkit tidak lengkap atau gambar tidak sesuai kenyataan. Pada instalasi baru diperbaiki sebelum berita acara ditandatangani; pada pemeriksaan berkala dijadwalkan dengan tenggat.
    • Kategori 3, rekomendasi. Memenuhi persyaratan tetapi perlu tindak lanjut, misalnya tanda mulai pudar, ZsZ_\text{s} lulus dengan margin tipis, atau isolasi turun tajam dari catatan sebelumnya.

    Setiap temuan dicatat dengan lokasi, klausul PUIL 2020 yang dilanggar, kategori, tindakan, dan tenggat.

    Buku ajar instalasi di korpus memuat daftar 17 butir periksa dan tabel penyebab tidak laik operasi (TLO) dari lembaga pemeriksa tahun 2007, yang dirujuk ke PUIL 2000. Daftarnya berguna, tetapi beberapa ambangnya usang. Tabel berikut memetakan ulang butir yang relevan bagi laundry:

    Butir TLO korpusKlausul PUIL 2020Catatan pemetaan
    PE tidak ada atau tidak tersambung pada sirkit, kotak kontak, atau PHB411.3.1.1Kategori 1
    PE dihubungkan dengan netral di kotak kontak411.4.3Kategori 1; setelah pemisahan PEN, N dan PE tidak disatukan lagi
    PE dan N tidak dihubungkan di PHB utama pada TN-C-S411.4.3; Gambar 31B2 (Bagian 3)Titik pemisahan PEN di awal instalasi
    Warna isolasi tidak sesuai134.1.10.2; 5210Hijau-kuning hanya untuk PE; biru untuk N
    Resistansi isolasi kurang dari 0,5 MΩ134.2.3.2 ke Tabel 6.1 (Bagian 6)Batas 0,5 MΩ berasal dari PUIL 2000; dipakai 1 MΩ pada 500 V DC
    Resistansi elektrode lebih dari 50 Ω411.4 (TN); 411.5.3 (TT)Pada TN bukan kriteria; pada TT dinilai dengan RAIΔnR_\text{A} I_{\Delta\text{n}}
    Arus pengenal pengaman melebihi KHA kabel433.1Kategori 1 bila kabel dapat kelebihan beban tanpa proteksi
    Kotak kontak tanpa RCD 30 mA411.3.3Berlaku untuk kotak kontak sampai 32 A pemakaian orang awam, bukan hanya di luar ruang

    Pemeriksaan berkala: interval, cakupan, dan pembanding

    Instalasi yang lulus uji awal tidak selamanya aman: komponen menua, getaran mesin mengendurkan terminal, kelembapan laundry mempercepat degradasi isolasi, dan modifikasi tanpa dokumentasi mengubah instalasi diam-diam. Pemeriksaan berkala menangkap perubahan ini sebelum menjadi kegagalan.

    PUIL 2020 134.3 merekomendasikan verifikasi periodik untuk setiap instalasi, 9.5.6.3 meminta pemeriksaan dan pengujian periodik sesuai ketentuan yang berlaku, dan 9.12 mengatur pemeliharaan, termasuk laporan tertulis hasil pemeriksaan berkala (9.12.1.3.2). Butir 134.2.2 menganjurkan resistansi isolasi diperiksa berkala untuk instalasi pabrik atau bengkel dan instalasi berdaya di atas 5 kW, golongan tempat laundry contoh termasuk. PUIL 2020 tidak memberi interval untuk instalasi permanen. Interval minimum di tempat kerja datang dari Permenaker 12/2015 Pasal 11: pemeriksaan berkala sekurangnya setahun sekali dan pengujian berkala sekurangnya lima tahun sekali. IEC 60364-6 menetapkan frekuensi verifikasi berkala dari jenis instalasi, pemakaian, pemeliharaan, dan pengaruh eksternal (keyakinan sedang; teks 6.5.2 tidak terbaca di pratinjau). Program pemeliharaan, interval per aset, dan pemicu tindakan dibahas pada bab pemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkala.

    Cakupannya mengulang pemeriksaan visual dan uji awal, dengan RCD diuji dengan alat, impedansi lingkar di ujung sirkit mesin, dan pencarian modifikasi tak terdokumentasi.

    Tren lebih informatif daripada nilai tunggal: isolasi yang turun dari 500 MΩ ke 50 MΩ dalam dua tahun pada suhu sebanding menunjukkan degradasi aktif walaupun masih jauh di atas 1 MΩ, dan PUIL 2020 9.12.2 a) menyebut penurunan cepat sebagai tanda bahaya. Rak ini memakai penurunan sampai separuh atau kurang, setelah koreksi suhu, sebagai pemicu penyelidikan, sehingga lembar berkala memuat kolom nilai sebelumnya.

    SLO dan pemeriksaan K3 listrik di tempat kerja

    Sertifikat Laik Operasi (SLO) menyatakan instalasi telah diperiksa, diuji, dan layak dioperasikan. Menurut Permen ESDM 10/2021 tentang Keselamatan Ketenagalistrikan, Pasal 18 ayat (1) meminta instalasi dioperasikan setelah memiliki SLO, dan Pasal 16 meminta pemeriksaan dan pengujian pada instalasi yang selesai dibangun dan dipasang, direkondisi, diubah kapasitasnya, diubah instalasinya, atau direlokasi. Untuk instalasi pemanfaatan tegangan rendah, Pasal 17 ayat (2) huruf b menetapkan tahapan pemeriksaan dokumen, pemeriksaan visual, dan pengujian sistem, dan Pasal 15 menyerahkan pemeriksaan dan pengujian kepada badan usaha jasa pemeriksaan dan pengujian yang memiliki perizinan berusaha, sejalan dengan pengesahan laik operasi di PUIL 2020 131.8.2.2.

    Tata cara SLO diatur peraturan sertifikasi ketenagalistrikan, yaitu Permen ESDM 12/2021. Menurut teksnya, setiap instalasi pemanfaatan tegangan rendah wajib memiliki SLO yang diterbitkan Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah (Pasal 40), berlaku paling lama 15 tahun dan dapat diperpanjang, dan tidak berlaku lagi bila ada perubahan kapasitas, perubahan instalasi, atau rekondisi (Pasal 44) (keyakinan sedang–tinggi, dibaca lewat salinan teks sekunder). Menambah mesin atau menaikkan daya berarti pemeriksaan, pengujian, dan SLO baru.

    Untuk memperoleh SLO, pemilik mengajukan permohonan tertulis kepada Lembaga Inspeksi Teknik Tegangan Rendah dengan identitas pemilik, lokasi bertitik koordinat, jenis dan kapasitas instalasi, gambar instalasi dan/atau diagram satu garis, serta daftar peralatan yang dipasang (Permen ESDM 12/2021 Pasal 41 ayat (1)). Gambarnya dikeluarkan badan usaha jasa konsultansi, atau badan usaha pemasang bila instalasi terbangun berbeda dari desain (Pasal 42), dan lembaga memeriksa menurut mata uji lampiran peraturan itu (Pasal 43) (keyakinan sedang–tinggi, salinan teks sekunder). Gambar instalasi (PUIL 2020 9.4.4), lembar hasil uji, dan berita acara pemasang (9.5.6.2, 9.5.7.3) disiapkan sebelum permohonan.

    Selain SLO, instalasi listrik di tempat kerja tunduk pada Permenaker 12/2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja jo. Permenaker 33/2015. Pasal 10 ayat (2) meminta pemeriksaan dan pengujian sebelum penyerahan kepada pemilik atau pengguna, setelah perubahan atau perbaikan, dan secara berkala; Pasal 11 memberi interval tahunan dan lima tahunan dengan laporan kepada kepala dinas provinsi. Permenaker 11/2026, berlaku sejak 3 Juli 2026, mencabut Pasal 1 angka 13 dan Pasal 10 ayat (1) Permenaker 12/2015, yaitu daftar pelaksana pemeriksaan dan pengujian, serta Pasal 10 ayat (1) Permenaker 33/2015; Pasal 11 tetap berlaku. Peraturan baru itu mengatur pengujian norma K3 oleh pengawas dan penguji K3 (keyakinan sedang); pelaksana yang sah ditanyakan kepada dinas ketenagakerjaan provinsi.

    Bagi laundry yang mempekerjakan tenaga kerja, kedua kewajiban berlaku bersamaan: SLO kewajiban ketenagalistrikan tentang kelayakan instalasi untuk dioperasikan, pemeriksaan K3 listrik kewajiban ketenagakerjaan tentang keselamatan pekerja.

    Contoh kerja: lembar hasil uji instalasi laundry tiga fasa

    Data (ilustrasi). Instalasinya adalah instalasi laundry bab studi kasus: TN-C-S 230/400 V, PHB utama, dan PHB mesin, dengan empat sirkit mesin yang diuji di sini. S1 dan S2 (-W11, -W12) menyuplai dua washer-extractor ber-VFD tiga fasa: NYY 5 × 2,5 mm², 15 m, MCB -F11 dan -F12 kurva C 10 A, RCD -F21 dan -F22 tipe B 30 mA. S3 (-W13) menyuplai pengering gas yang motornya digerakkan VFD satu fasa: NYY 3 × 1,5 mm², 15 m, MCB -F13 kurva C 6 A, RCD -F23 tipe F 30 mA. S4 (-W14) menyuplai pemanas air -E1: NYY 3 × 2,5 mm², 12 m, MCB -F14 kurva B 16 A, RCD -F24 tipe A 30 mA. Di hulu keempatnya ada RCD -F3 300 mA tipe S. Penampang PE sama dengan lin. ZeZ_\text{e} di awal instalasi 0,35 Ω; impedansi lingkar terukur di rel PHB mesin 0,42 Ω, sama dengan 0,35 Ω ditambah resistansi -W1 dan -W2 pada 30 °C. Suhu ruang 30 °C; semua nilai ukur ilustrasi.

    Langkah 1: nilai harapan kontinuitas. Alasan: kontinuitas tidak mempunyai batas tetap, jadi harapan dihitung lebih dulu. Pada 30 °C, ρ30=0,0178×1,0393=0,0185\rho_{30} = 0{,}0178 \times 1{,}0393 = 0{,}0185 Ω·mm²/m. Untuk S3:

    R1+R2=0,0185×15×(11,5+11,5)=0,370 ΩR_1 + R_2 = 0{,}0185 \times 15 \times \left( \frac{1}{1{,}5} + \frac{1}{1{,}5} \right) = 0{,}370\ \Omega

    Dengan cara yang sama, harapan S1 dan S2 0,222 Ω, dan S4 0,178 Ω.

    Langkah 2: uji tanpa tegangan. Alasan: urutan mati sebelum hidup. SPD -F1, VFD, dan beban dilepas sebelum uji isolasi.

    No.UjiSirkitNilai ukurNilai acuanHasil
    1Kontinuitas R1+R2R_1 + R_2S10,23 ΩHarapan 0,222 ΩLulus
    2Kontinuitas R1+R2R_1 + R_2S20,22 ΩHarapan 0,222 ΩLulus
    3Kontinuitas R1+R2R_1 + R_2S32,10 ΩHarapan 0,370 ΩGagal, Kategori 1
    4Kontinuitas R1+R2R_1 + R_2S40,18 ΩHarapan 0,178 ΩLulus
    5Resistansi isolasi, 500 V DCS1, S2, S4 (L-PE, L-N)250, 310, 180 MΩ≥ 1 MΩLulus
    6Resistansi isolasi, 500 V DCS3 (L-PE)0,6 MΩ≥ 1 MΩGagal, Kategori 1
    7PolaritasSemua sirkitSesuai diagram134.1.10Lulus
    8Resistansi elektrodeBatang di PHB utama12 ΩTN: garis dasarDicatat

    Langkah 3: tafsir temuan S3. Alasan: dua kegagalan dibaca terpisah. Kontinuitas 2,10 Ω adalah 2,10/0,370=5,72{,}10/0{,}370 = 5{,}7 kali harapan, tanda sambungan PE yang buruk, misalnya terminal PE motor yang longgar. Nilai itu masih akan memberi Zs,panas≈0,42+2,10×1,216=2,97Z_\text{s,panas} \approx 0{,}42 + 2{,}10 \times 1{,}216 = 2{,}97 Ω, di bawah batas kurva C 6 A, 230/60=3,83230/60 = 3{,}83 Ω; lulus batas ZsZ_\text{s} tidak menghapus temuan, karena sambungan buruk dapat putus. Isolasi 0,6 MΩ temuan tersendiri: resistansi PE yang tinggi tidak menurunkan resistansi isolasi lin-PE. Letak keduanya mungkin sama, misalnya kotak terminal motor yang kemasukan air lewat gland. Uji tanpa tegangan tetap dituntaskan, tetapi instalasi tidak diberi tegangan dan uji lingkar serta uji RCD ditunda sampai kedua temuan diperbaiki dan diuji ulang.

    Langkah 4: uji ulang dan uji dengan tegangan. Alasan: uji yang gagal dan uji sebelumnya yang terpengaruh diulang. Setelah terminal PE dan gland motor pengering diperbaiki, S3 terbaca 0,38 Ω dan 150 MΩ. Konduktor bumi sudah disambung kembali dan dibuktikan. Uji bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD.

    SirkitZs,ukurZ_\text{s,ukur}Perkiraan 0,42 Ω + (R1+R2)(R_1 + R_2)Zs,panasZ_\text{s,panas}U0/IaU_0/I_\text{a}Hasil
    S10,66 Ω0,65 Ω0,71 Ω2,30 ΩLulus
    S20,65 Ω0,64 Ω0,70 Ω2,30 ΩLulus
    S30,81 Ω0,80 Ω0,89 Ω3,83 ΩLulus
    S40,61 Ω0,60 Ω0,65 Ω2,88 ΩLulus

    Untuk S4, Zs,panas=0,61+0,18×(1,216−1)=0,65Z_\text{s,panas} = 0{,}61 + 0{,}18 \times (1{,}216 - 1) = 0{,}65 Ω; hasil terkoreksi hampir sama dengan nilai rancangan bab studi kasus (0,709; 0,889; 0,655 Ω), jadi instalasi terpasang sesuai hitungan desain. Selisih besar antara kolom kedua dan ketiga menunjuk sambungan buruk di luar cakupan uji R1+R2R_1 + R_2. RCD -F24: tidak memutus pada 15 mA, memutus 32 ms pada 30 mA dan 14 ms pada 150 mA (terbesar dari 0° dan 180°), uji naik memutus pada 24 mA, yaitu 0,8 IΔn0{,}8\,I_{\Delta\text{n}}; semua di dalam batas. RCD -F21 dan -F22 juga diuji dengan arus searah halus naik (memutus di antara 0,5 dan 2 IΔnI_{\Delta\text{n}}), -F23 dan -F24 dengan arus setengah gelombang, dan -F3 tipe S dengan batas waktunya sendiri. Urutan fasa di PHB utama sesuai acuan fasilitas, lalu uji fungsi dan uji coba dijalankan.

    Langkah 5: dokumen. Alasan: temuan harus dapat ditelusuri. Kedua temuan S3 dicatat sebagai Kategori 1 beserta perbaikan dan uji ulangnya, lembar dilampirkan pada berita acara (9.5.7.3), dan angka 0,38 Ω dan 150 MΩ menjadi garis dasar pemeriksaan berkala.

    Contoh kerja lapangan

    Contoh di bawah memakai rumus dan nilai lulus bab ini; angka ukur adalah angka latihan. Uji bertegangan pada setiap contoh dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai dan APD, setelah semua uji tanpa tegangan lulus.

    Contoh 1: sirkit mesin cuci piring dapur hotel pada 35 °C. Sirkit mesin cuci piring tiga fasa memakai kabel 6 mm² dengan PE 6 mm² sepanjang 30 m dan MCB C32, diuji pada suhu ruang 35 °C (angka latihan). Dengan ρ35=0,01885\rho_{35} = 0{,}01885 Ω·mm²/m dan k35=0,0225/0,01885=1,194k_{35} = 0{,}0225/0{,}01885 = 1{,}194:

    R1+R2=0,01885×30×(16+16)=0,19 ΩZs,panas=0,67+0,19×0,194=0,707 ΩR_1 + R_2 = 0{,}01885 \times 30 \times \left( \frac{1}{6} + \frac{1}{6} \right) = 0{,}19\ \Omega \qquad Z_\text{s,panas} = 0{,}67 + 0{,}19 \times 0{,}194 = 0{,}707\ \Omega

    Kontinuitas terbaca 0,19 Ω, sesuai harapan, dan Zs,ukurZ_\text{s,ukur} 0,67 Ω. Batas kurva C 32 A adalah 230/320=0,719230/320 = 0{,}719 Ω, sehingga sirkit lulus dengan margin hanya sekitar 2 %. Temuan dicatat Kategori 3, dan sirkit ini diukur ulang lebih dulu pada pemeriksaan berkala.

    Contoh 2: elektrode TT di vila hotel. Vila sebuah hotel memakai sistem TT dengan elektrode sendiri, dan RAR_\text{A} terukur 160 Ω (angka latihan). Sirkit kotak kontaknya dilindungi RCD 30 mA, sedangkan sirkit penyejuk udara magun hanya dilindungi RCD 300 mA tipe S di awal instalasi.

    160×0,03=4,8 V≤50 V160×0,3=48 V≤50 V160 \times 0{,}03 = 4{,}8\ \text{V} \le 50\ \text{V} \qquad 160 \times 0{,}3 = 48\ \text{V} \le 50\ \text{V}

    Keduanya lulus, tetapi sirkit penyejuk udara hanya bermargin 2 V. Bila pemeriksaan berkala berikutnya mengukur 190 Ω (angka latihan), hasilnya 190×0,3=57190 \times 0{,}3 = 57 V dan sirkit itu gagal, temuan Kategori 1. Tindakannya memperbaiki elektrode atau memberi sirkit itu RCD 30 mA sendiri, lalu mengukur ulang dan mencatat nilainya sebagai garis dasar baru.

    Contoh 3: uji RCD sirkit mesin cuci laundry hotel. RCD 30 mA tipe A sirkit mesin cuci memberi hasil: tidak memutus pada 15 mA, memutus 210 ms pada 30 mA, dan 48 ms pada 150 mA (terbesar dari 0° dan 180°); RCD 300 mA tipe S di hulunya memutus 190 ms pada 300 mA (angka latihan).

    15 mA=0,5 IΔn210≤300 ms48>40 ms130≤190≤500 ms15\ \text{mA} = 0{,}5\,I_{\Delta\text{n}} \qquad 210 \le 300\ \text{ms} \qquad 48 > 40\ \text{ms} \qquad 130 \le 190 \le 500\ \text{ms}

    RCD 30 mA gagal pada 5 IΔn5\,I_{\Delta\text{n}} walaupun lolos pada IΔnI_{\Delta\text{n}}. Kondisi berhenti butir 4 berlaku: sirkit tidak dienergikan, RCD tidak dijembatani, lalu diganti unit bertipe dan berkepekaan sama dan diuji ulang. RCD tipe S lulus dalam rentang 130 sampai 500 ms; uji arus setengah gelombang untuk tipe A memakai rentang bab RCD.

    Contoh 4: tren isolasi pompa rumah sakit dan jadwal berkala. Resistansi isolasi sirkit pompa air bersih sebuah rumah sakit terbaca 600 MΩ pada uji awal dan 260 MΩ dua tahun kemudian, pada suhu sebanding (angka latihan).

    260600=0,43\frac{260}{600} = 0{,}43

    Nilai itu jauh di atas 1 MΩ, tetapi sudah di bawah separuh, pemicu penyelidikan rak ini: temuan Kategori 3, sirkit diuji per bagian, gland dan kotak terminal diperiksa, interval diperpendek, dan kedua nilai dicatat di lembar berkala. Pemeriksaan berkala tetap sekurangnya setahun sekali dan pengujian berkala sekurangnya lima tahun sekali (Permenaker 12/2015 Pasal 11). Bila pompa kedua ditambahkan sehingga kapasitas atau instalasinya berubah, SLO tidak berlaku lagi (Permen ESDM 12/2021 Pasal 44), dan pemeriksaan serta pengujian diulang.

    Kondisi berhenti

    Instalasi tidak dienergikan, atau pengujian dihentikan, bila salah satu keadaan berikut ada; pertimbangan operasional atau biaya tidak mengesampingkannya, dan perbaikan dikonfirmasi dengan uji ulang:

    1. Konduktor PE putus atau tidak tersambung pada titik mana pun, atau kontinuitasnya jauh di atas harapan tanpa penjelasan; uji lingkar dan uji RCD tidak dilakukan sebelum diperbaiki.
    2. Polaritas terbalik pada kotak kontak, sakelar, fiting, atau terminal beban.
    3. Resistansi isolasi di bawah 1 MΩ pada sirkit 230/400 V, atau instalasi hendak dialiri setelah terkena air tanpa uji isolasi ulang.
    4. RCD tidak memutus pada IΔnI_{\Delta\text{n}} atau dengan tombolnya, memutus pada arus naik sinus di atas IΔnI_{\Delta\text{n}} (arus setengah gelombang dan searah halus memakai rentang tipenya), atau waktu pemutusannya melampaui batas; RCD tidak dijembatani dan tidak diganti dengan yang kurang peka.
    5. ZsZ_\text{s} setelah koreksi suhu melampaui U0/IaU_0/I_\text{a} dan sirkit tidak dilindungi RCD yang berfungsi.
    6. Konduktor bumi elektrode atau sambungan sementara L-PE dari uji R1+R2R_1 + R_2 belum dipasang atau dilepas kembali dan tercatat, atau konduktor bumi hendak dilepas sementara arus masih terukur padanya.
    7. Bagian aktif dapat tersentuh karena penutup, selungkup, atau penghalang belum terpasang.
    8. Uji bertegangan hendak dilakukan oleh orang tanpa kompetensi, alat berkategori ukur sesuai, atau APD, atau orang lain dapat menyentuh badan logam yang PE-nya sedang dialiri arus uji.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Instalasi ini sudah lulus uji sepuluh tahun lalu, jadi masih aman." Nilai lulus lama adalah titik referensi, bukan garansi; isolasi yang dulu 400 MΩ bisa turun ke 2 MΩ karena penuaan dan kelembapan.

    "MCB tidak trip berarti aman." MCB hanya bekerja pada arus lebih dan hubung pendek. Isolasi yang menurun, PE yang putus, atau RCD yang rusak tidak terdeteksi olehnya, seperti pada pembuka bab.

    "Urutan pengujian fleksibel." Urutan IEC hanya anjuran, tetapi uji lingkar pada PE yang putus menaikkan badan logam sampai tegangan fasa.

    "Kontinuitas lulus bila di bawah 1 Ω." Angka tetap itu tidak ada di standar. Sirkit 1,5 mm² sepanjang 10 m yang terbaca 0,9 Ω, sekitar 3,6 kali harapannya (0,247 Ω pada 30 °C), justru menunjukkan sambungan buruk; kontinuitas dinilai terhadap nilai harapan.

    Hubungan dengan bab lain

    Prasyaratnya bab membaca norma, bab uji isolasi dan bab uji pembumian dan RCD untuk metode, bab proteksi kejut listrik dan bab RCD untuk kriteria, bab sistem pembumian dan bab pembumian dan ikatan, bab perencanaan instalasi untuk dokumen, dan bab studi kasus instalasi laundry untuk instalasi contoh. Uji panel dan mesin, kompetensi, dan interval pemeliharaan dibahas pada bab uji pra-energi dan komisioning, bab kerja aman, dan bab pemeliharaan listrik terencana.

    Latihan dan pembahasan

    Angka dalam soal adalah data latihan.

    1. Seorang teknisi hendak memeriksa instalasi laundry tiga fasa yang baru selesai dipasang. Ia memulai dengan uji impedansi lingkar karena menurutnya itu "yang paling penting". Apa kesalahan proseduralnya, dan apa risiko keselamatannya?
    2. Dalam pemeriksaan visual ditemukan: (a) label pada pemutus -F13 tidak terpasang; (b) konduktor PE pada terminal motor pengering tidak tersambung; (c) satu baut penutup PHB hilang. Golongkan setiap temuan dan tentukan tindakannya.
    3. Resistansi isolasi sirkit mesin cuci pada pemeriksaan awal 450 MΩ, dan dua tahun kemudian 8 MΩ, keduanya pada suhu sebanding. Apakah sirkit lulus? Apa yang harus dilakukan pemeriksa, dan mengapa?
    4. Laundry dengan 12 pekerja telah memperoleh SLO. Pemilik menyatakan pemeriksaan K3 listrik tidak perlu lagi. Evaluasi pernyataan itu berdasarkan regulasi yang berlaku per 29 September 2026.
    5. Sirkit kotak kontak tembaga 2,5 mm² (lin dan PE) sepanjang 30 m, MCB kurva C 16 A, Ze=0,40Z_\text{e} = 0{,}40 Ω, suhu uji 30 °C. (a) Hitung harapan R1+R2R_1 + R_2. (b) Bila terbaca 0,46 Ω, hitung Zs,panasZ_\text{s,panas} dengan Ze+(R1+R2)k30Z_\text{e} + (R_1 + R_2) k_{30} dan nilai hasilnya. (c) Bila terbaca 1,10 Ω, apa kesimpulannya?
    6. Uji arus naik bertahap (sinus) pada RCD 30 mA sirkit mesin cuci memutus pada 32 mA. Pemeriksa menyimpulkan instalasi boleh dienergikan karena "selisihnya kecil". Evaluasi kesimpulan itu.

    Kunci jawaban beralasan

    1. Uji lingkar mensyaratkan tegangan jaringan dan mengalirkan arus dari lin ke PE. Sebelum kontinuitas PE dan isolasi terbukti, itu berarti memberi tegangan ke instalasi yang belum terbukti aman: bila PE putus, badan logam di hilir putusan naik sampai tegangan fasa selama arus uji disambungkan, dan isolasi yang rusak dapat gagal saat diberi tegangan. Semua uji tanpa tegangan dituntaskan lebih dulu.
    2. (a) Kategori 2: 134.1.10.1 meminta setiap sirkit ditandai; label dipasang sebelum berita acara ditandatangani, tetapi bukan kondisi berhenti. (b) Kategori 1: 411.3.1.1 dilanggar; instalasi tidak dienergikan sampai PE tersambung dan kontinuitasnya diuji ulang. (c) Bergantung akibatnya: bila penutup tetap terpasang kokoh dan bagian aktif tidak dapat tersentuh, Kategori 2 dengan tenggat; bila penutup dapat terbuka atau celahnya memungkinkan jari menyentuh bagian aktif, Kategori 1.
    3. Lulus batas 1 MΩ, tetapi nilainya tinggal 8/450=1,88/450 = 1{,}8 %, jauh melewati pemicu separuh, jadi Kategori 3 dengan penyelidikan (kelembapan, gland, kotoran), uji per bagian, dan interval lebih pendek, sesuai 9.12.2 a).
    4. Keliru. SLO (Permen ESDM 10/2021 dan 12/2021) kewajiban ketenagalistrikan; pemeriksaan K3 listrik (Permenaker 12/2015 jo. 33/2015) kewajiban ketenagakerjaan, dan Pasal 11-nya (setahun, lima tahun) tidak dicabut Permenaker 11/2026, yang hanya mencabut Pasal 1 angka 13 dan Pasal 10 ayat (1). Pelaksana sah ditanyakan ke dinas provinsi.
    5. (a) 0,0185×30×(1/2,5+1/2,5)=0,4440{,}0185 \times 30 \times (1/2{,}5 + 1/2{,}5) = 0{,}444 Ω. (b) 0,46 Ω sesuai harapan; Zs,panas=0,40+0,46×1,216=0,96Z_\text{s,panas} = 0{,}40 + 0{,}46 \times 1{,}216 = 0{,}96 Ω, di bawah 1,44 Ω, lulus. (c) 1,10 Ω adalah 2,5 kali harapan: sambungan PE atau lin buruk, Kategori 1 sebelum angka lain dinilai. Hitungan batas juga gagal: 0,40+1,10×1,216=1,740{,}40 + 1{,}10 \times 1{,}216 = 1{,}74 Ω, di atas 1,44 Ω.
    6. Keliru. Pada arus sinus RCD harus memutus di antara 0,5 IΔn0{,}5\,I_{\Delta\text{n}} dan IΔnI_{\Delta\text{n}}, yaitu 15–30 mA; 32 mA melebihi arus operasi sisa pengenal, kondisi berhenti pada bab uji RCD. Ketidakpastian alat bukan alasan meloloskan, melainkan alasan mengulang dengan uji pada IΔnI_{\Delta\text{n}}; bila RCD tidak memutus pada 30 mA, ia gagal. Sirkit tidak dienergikan; RCD diganti dengan unit berkepekaan dan bertipe sama dan diuji ulang.

    Referensi

    Sumber luar

    • IEC 60364-6:2016 (Ed. 2.0), Low-voltage electrical installations, Part 6: Verification, pratinjau tekscdn.standards.iteh.ai
    • JDIH ESDM, Permen ESDM No. 10 Tahun 2021 tentang Keselamatan Ketenagalistrikanjdih.esdm.go.id
    • JDIH ESDM, Permen ESDM No. 12 Tahun 2021 tentang Klasifikasi, Kualifikasi, Akreditasi, dan Sertifikasi Usaha Jasa Penunjang Tenaga Listrikjdih.esdm.go.id
    • Permen ESDM No. 12 Tahun 2021, salinan teks pasal.id (sekunder)pasal.id
    • JDIH BPK, teks Permenaker No. 12 Tahun 2015 (PDF), Pasal 10 dan 11peraturan.bpk.go.id
    • JDIH BPK, Permenaker No. 33 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Permenaker No. 12 Tahun 2015peraturan.bpk.go.id
    • JDIH BPK, Permenaker No. 11 Tahun 2026 tentang Tata Cara Pengawasan Ketenagakerjaanperaturan.bpk.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Seorang teknisi hendak memeriksa instalasi laundry tiga fasa yang baru selesai dipasang. Ia memulai dengan uji impedansi lingkar karena menurutnya itu "yang paling penting". Apa kesalahan proseduralnya, dan apa risiko keselamatannya?

    2

    Dalam pemeriksaan visual ditemukan: (a) label pada pemutus -F13 tidak terpasang; (b) konduktor PE pada terminal motor pengering tidak tersambung; (c) satu baut penutup PHB hilang. Golongkan setiap temuan dan tentukan tindakannya.

    3

    Resistansi isolasi sirkit mesin cuci pada pemeriksaan awal 450 MΩ, dan dua tahun kemudian 8 MΩ, keduanya pada suhu sebanding. Apakah sirkit lulus? Apa yang harus dilakukan pemeriksa, dan mengapa?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat

    BerikutnyaMotor induksi tiga fasa: medan putar, slip, kurva torsi, dan efisiensi

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 40.

    SebelumnyaStudi kasus: merancang instalasi tiga fasa usaha laundry

    Urutan baca menurut rak: Kelistrikan & Kendali · Bab 38.

    Satu disiplinTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.