Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Safety · Chapter 3Basic

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read

    Identifikasi bahaya sebelum bekerja dan analisis keselamatan pekerjaan untuk servis lapangan

    Seorang teknisi datang untuk memasang dispenser bahan kimia di dinding ruang cuci hotel. Ia langsung mengebor di atas washer-extractor, mengenai pipa air di balik dinding, dan air menyembur ke kotak kontak di bawahnya, sementara jeriken bahan kimia berdiri di jalur orang lewat. Bab ini menjelaskan cara teknisi lapangan mengenali bahaya sebelum dan selama bekerja: perbedaan bahaya dan risiko, sumber bahaya pekerjaan servis, empat langkah sebelum mulai, analisis keselamatan pekerjaan per langkah, menilai dan memprioritaskan risiko, risiko sisa, siapa yang terdampak, komunikasi dan rambu, menilai ulang saat keadaan berubah, dan hak menghentikan pekerjaan.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Seorang teknisi datang ke ruang cuci sebuah hotel untuk memasang dispenser bahan kimia di dinding. Ruangan sibuk, dua washer-extractor sedang berjalan, dan jeriken deterjen yang baru diturunkan berdiri di jalur orang lewat. Ia mengukur titik pasang, lalu langsung mengebor di atas salah satu mesin. Mata bor menembus pipa air di balik plesteran, air menyembur ke kotak kontak di bawahnya, dan petugas laundry yang berlari mematikan mesin tersandung kabel bor yang melintang di lantai.

    Tidak ada satu bahaya pun dalam kejadian itu yang sulit dikenali. Pipa di balik dinding, kotak kontak di bawah titik bor, jeriken di jalur jalan, kabel yang melintang, dan mesin yang berjalan semuanya terlihat atau dapat diperiksa dalam beberapa menit sebelum bekerja. Bab ini menjelaskan cara teknisi lapangan mengenali bahaya, menilai risikonya, dan memutuskan pengendalian sebelum dan selama pekerjaan servis.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas identifikasi bahaya dan analisis keselamatan pekerjaan pada tingkat teknisi yang datang ke lokasi pelanggan: laundry, dapur, rumah sakit, dan hotel. Energi tersimpan dan kondisi berhenti ada di Bab 1, hirarki pengendalian dan izin kerja di Bab 2, peta bahaya per area laundry dan matriks risiko satu tugas di Bab 21 · Laundry, kerja aman listrik dan penguncian di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, persiapan perbaikan dan serah terima di Bab 1 · Kerja Lapangan & Serah Terima, dan analisis akar sebab di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Penilaian risiko formal untuk sistem manajemen perusahaan adalah tugas ahli keselamatan dan manajemen; bab ini menyiapkan teknisi untuk bagiannya.

    Bahaya dan risiko

    Bahaya (hazard) adalah segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, cedera, atau kerusakan. Bahaya belum tentu langsung menimbulkan kecelakaan, tetapi dapat berubah menjadi kecelakaan bila tidak dikenali dan ditangani. Risiko (risk) adalah gabungan dua hal: seberapa mungkin bahaya itu menimbulkan kejadian, dan seberapa parah akibatnya. Kemungkinan dan keparahan itu bersama-sama menentukan tingkat risiko.

    Penilaian risiko (risk assessment) adalah kegiatan mengenali bahaya, menilai risikonya, dan memutuskan pengendaliannya. Tiga hal tentang penilaian risiko berguna di lapangan: mengenali bahaya mungkin tahap paling mudah dalam penilaian risiko, beberapa bahaya berdampak berbeda tergantung siapa yang terlibat, dan penilaian risiko tidak banyak berguna bila tidak semua orang mengetahuinya. Bagian sulitnya adalah menilai dengan jujur dan mengomunikasikan hasilnya.

    Sumber bahaya pada pekerjaan servis

    Pekerjaan servis membawa bahaya dari empat arah:

    1. Energi di peralatan: listrik, putaran, tekanan air dan udara, panas, pegas, dan gravitasi, seperti di Bab 1 tentang energi tersimpan.
    2. Lingkungan lokasi: lantai basah dan licin, serat dan debu, ruang sempit, bahan kimia pelanggan, kabel dan pipa tersembunyi di dinding, dan mesin pelanggan yang tetap berjalan. Materi pelatihan teknisi pemilik mencontohkan kabel terkelupas, lantai basah, kotak kontak dekat genangan, kabel atau pipa di dalam dinding yang dapat terkena bor, selang atau kabel yang melintang di jalur jalan, jeriken di jalur kerja, alat yang rusak, dan area kerja yang sempit.
    3. Pekerjaan itu sendiri: mengebor, mengangkat, memotong, membuka sambungan bertekanan, dan memindahkan bahan kimia.
    4. Orang dan waktu: pelanggan, pasien, atau tamu yang lewat; rekan kerja yang tidak tahu pekerjaan sedang berlangsung; tekanan waktu dan kelelahan. Stres dan kelelahan termasuk bahaya psikososial.

    Penyebab kecelakaan dapat dibagi menjadi faktor teknis, misalnya tempat kerja, keadaan peralatan, bahan, dan peralatan yang bergerak, dan faktor nonteknis, yaitu perilaku dan keadaan manusia. Rangkaian penyebab itu dapat digambarkan sebagai deretan kartu domino: bila satu kartu jatuh, kartu itu menimpa kartu berikutnya. Pengendalian bertujuan mencabut satu kartu sebelum deretan itu runtuh (Contoh 6).

    Bahaya khas ruang laundry, dapur, dan rumah sakit

    Teknisi yang datang ke laundry rumah sakit masuk ke area yang bahayanya sudah dipetakan pengelolanya. Materi pelatihan K3 laundry rumah sakit membagi kegiatan menjadi pengambilan linen kotor, pemilahan, pencucian, pemindahan dari mesin cuci ke pengering, penyetrikaan dan finishing, dan distribusi, dan untuk setiap kegiatan mencatat bahaya fisika (bising, panas, lembap, pencahayaan), kimia (bahan kimia laundry, debu), biologi (bakteri, virus, jamur, parasit di linen kotor), dan ergonomi (membungkuk, mendorong troli bermuatan berlebih). Materi itu juga mencatat bahaya mesin: tangan terjepit di setrika gulung dan cedera tangan bila linen diambil dari pengering yang masih berputar.

    Pemetaan seperti ini memberi teknisi titik awal. Sebelum bekerja di ruang linen kotor, teknisi menanyakan prosedur pengelola untuk linen infeksius dan alat pelindung yang diminta; Bab 21 · Laundry tentang K3 laundry menjelaskan bahaya biologis dan alur kotor-bersih. Di dapur, bahaya tambahannya adalah lantai berminyak, permukaan panas, uap mesin pencuci piring, dan bahan kimia pembersih yang pekat. Teknisi juga menanyakan apakah ada pekerjaan lain di area yang sama, misalnya kontraktor listrik atau pembersihan saluran, karena dua pekerjaan yang tidak saling tahu adalah sumber kecelakaan yang umum.

    Empat langkah sebelum mulai

    Materi pelatihan teknisi pemilik meminta empat langkah sederhana sebelum pekerjaan dimulai:

    1. Periksa area kerja: lantai, dinding, posisi peralatan, sumber listrik, sumber air, dan sekitarnya.
    2. Cari potensi bahaya yang dapat membahayakan selama pekerjaan, seperti kabel rusak, lantai licin, atau benda yang menghalangi jalur.
    3. Amankan keadaan yang berisiko lebih dulu: pindahkan material yang menghalangi, keringkan lantai, hentikan pemakaian alat yang rusak.
    4. Pastikan area siap, lalu mulai bekerja sesuai prosedur.

    Materi yang sama memberi contoh teknisi yang akan mengebor dinding untuk dispenser: ia memindahkan kabel ekstensi yang melintang, memastikan lantai tidak licin, lalu memeriksa kembali titik bor. Untuk pengeboran, materi itu meminta titik bor ditentukan jelas, bahan dinding diketahui, dan dipastikan tidak ada kabel atau pipa di balik dinding. Pada kasus pembuka, langkah 1 dan 2 dilewati.

    Analisis keselamatan pekerjaan per langkah

    Analisis keselamatan pekerjaan (job safety analysis, JSA) adalah cara memecah pekerjaan menjadi langkah, mencari bahaya di setiap langkah, dan menetapkan pengendalian untuk setiap bahaya. Untuk pekerjaan yang lebih panjang daripada beberapa menit, empat langkah sebelum mulai diperluas menjadi analisis ini. Contoh untuk pemasangan dispenser dinding:

    LangkahBahayaPengendalian
    1. Survei dan menentukan titik pasangMesin berjalan di dekat dinding, lantai basahKoordinasi dengan pengawas laundry, tandai area, keringkan lantai
    2. Memeriksa dindingKabel dan pipa tersembunyiGambar instalasi bila ada, detektor, jalur kabel dari kotak kontak dan sakelar, tanya pengelola gedung
    3. MengeborSerpihan, sengatan dari alat rusak, kabel alat melintangAlat diperiksa, kacamata, kabel diatur, kotak kontak dengan pengaman arus sisa
    4. Memasang dan menyambung selangBahan kimia pekat, tekanan airSarung tangan dan pelindung muka, katup ditutup, nampan penampung
    5. Uji coba dan kalibrasiPercikan bahan kimia, kebocoranUji dengan air dulu, kencangkan sambungan, siapkan bahan penyerap
    6. Merapikan dan serah terimaSisa bahan, alat tertinggalBersihkan, kumpulkan alat, jelaskan pemakaian kepada pengguna

    Analisis ini ditulis sebelum bekerja, dibicarakan dengan semua yang terlibat, dan dibawa ke lokasi. Ia dapat berupa lembar yang dipakai ulang untuk pekerjaan serupa dan diperbarui setelah setiap kejadian atau nyaris celaka.

    Menilai risiko, risiko sisa, dan keputusan

    Setelah bahaya dikenali, risikonya dinilai, pengendaliannya dipilih, lalu risiko yang tertinggal menentukan apakah pekerjaan dilanjutkan.

    Menilai dan memprioritaskan risiko

    Cara yang umum adalah matriks kemungkinan dan keparahan. Matriks risiko (risk matrix) adalah tabel yang menilai bahaya dari kemungkinan dan keparahannya, masing-masing dengan skala, misalnya 1 sampai 5, dan skor risiko sebagai hasil kalinya (Contoh 1). Skala dan batas tingkat risiko ditetapkan perusahaan; Bab 21 · Laundry memberi contoh matriks untuk satu tugas laundry.

    Dua kebiasaan membuat matriks berguna:

    1. Definisi skala yang tertulis. "Kemungkinan 4" berarti sesuatu yang sama bagi semua orang, misalnya "pernah terjadi beberapa kali dalam setahun di perusahaan ini", dan "keparahan 4" misalnya "cedera yang menyebabkan hilang hari kerja".
    2. Keparahan dinilai dari akibat terburuk yang masuk akal, bukan dari akibat yang paling sering. Sengatan listrik jarang terjadi, tetapi akibatnya dapat kematian.

    Pengendalian dipilih menurut hirarki di Bab 2: menghilangkan bahaya, mengganti, rekayasa, administrasi, lalu alat pelindung diri. Alat pelindung diri adalah lapisan tambahan dan tidak berarti teknisi boleh bekerja sembarangan.

    Risiko sisa dan keputusan

    Setelah pengendalian, risiko dinilai lagi. Risiko sisa (residual risk) adalah risiko yang tertinggal setelah pengendalian (Contoh 1). Keputusan yang mungkin:

    1. Lanjut bila risiko sisa rendah dan pengendaliannya benar-benar terpasang.
    2. Lanjut dengan syarat, misalnya pengawas hadir, izin kerja, atau waktu kerja di luar jam sibuk.
    3. Tunda sampai syarat dapat dipenuhi, misalnya suku cadang, alat, atau orang kedua (Contoh 5).
    4. Tolak bila risiko tidak dapat diturunkan ke tingkat yang dapat diterima.

    Pengendalian yang ditulis tetapi tidak dipasang tidak menurunkan risiko. Keputusan menunda atau menolak dicatat bersama alasannya dan disampaikan kepada pelanggan dan atasan, beserta syarat yang diperlukan untuk melanjutkan, sehingga pekerjaan dapat dijadwalkan ulang dan tidak diambil alih orang lain dengan cara yang sama tidak amannya. Pada setiap langkah, teknisi memeriksa bahwa pengendalian itu ada di lapangan, bukan hanya di kertas.

    Siapa yang terdampak

    Bahaya yang sama berdampak berbeda pada orang yang berbeda. Di lokasi pelanggan, daftar orang yang mungkin terdampak meliputi teknisi sendiri, rekan kerja, petugas laundry atau dapur, pengunjung, tamu atau pasien, kontraktor lain, dan orang yang datang setelah pekerjaan selesai, misalnya petugas yang memakai dispenser baru. Pekerja usia remaja lebih rentan terhadap risiko kerja, sehingga pekerja magang dan pekerja baru memerlukan pengawasan lebih dekat. Rumah sakit menambah pasien dan pengunjung yang tidak mengenal bahaya ruang laundry. Hotel menambah tamu dan anak-anak yang dapat masuk ke koridor servis, dan dapur menambah juru masak yang bekerja cepat di dekat area perbaikan. Untuk setiap kelompok ditanyakan: apakah mereka tahu ada pekerjaan, apakah mereka dapat masuk ke area berbahaya, dan apa yang terjadi bila mereka menyentuh atau menyalakan sesuatu (Contoh 4).

    Komunikasi, rambu, dan pembatas

    Hasil identifikasi bahaya disampaikan kepada orang yang terdampak:

    1. Pembicaraan singkat sebelum kerja dengan rekan dan pengawas lokasi: apa yang akan dikerjakan, bahaya utama, pengendalian, dan siapa memutuskan berhenti.
    2. Rambu dan pembatas di sekitar area kerja: lantai basah, pekerjaan di atas kepala, mesin dalam perbaikan. Rambu hanya efektif bila dapat dilihat dan dipahami. Rambu yang diletakkan di belakang troli tidak berguna.
    3. Penanda pada peralatan: label penguncian dan tanda "jangan dioperasikan" menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman dan LOTO.
    4. Serah terima di akhir hari: bila pekerjaan belum selesai, keadaan peralatan, penguncian yang masih terpasang, dan bahaya yang tersisa dijelaskan kepada pengawas lokasi dan dicatat, agar orang yang datang besok tidak menganggap mesin siap dipakai.
    5. Kerapian: alat tidak boleh ditinggalkan di tempat yang dapat membuat orang tersandung, dan membersihkan dan merapikan penting di setiap tempat kerja.

    Menilai ulang dan menghentikan pekerjaan

    Selama pekerjaan berjalan, dua keputusan tetap terbuka: menilai ulang ketika keadaan berubah, dan menghentikan pekerjaan ketika pengendalian tidak dapat dipenuhi.

    Menilai ulang saat keadaan berubah

    Identifikasi bahaya bukan kegiatan sekali di awal. Keadaan berubah selama pekerjaan: pelanggan menyalakan mesin di sebelahnya, lantai menjadi basah karena bocoran, rekan kerja pergi sehingga teknisi bekerja sendiri, hujan masuk lewat atap, atau ditemukan kerusakan yang tidak diduga. Setiap perubahan seperti itu adalah tanda untuk berhenti sebentar, menilai ulang, dan menyesuaikan pengendalian. Penilaian ulang dilakukan juga saat pekerjaan berpindah ke langkah yang tidak tercantum dalam analisis.

    Hak dan kewajiban menghentikan pekerjaan

    Materi pelatihan pemilik meminta teknisi menghentikan pekerjaan dan melapor kepada atasan atau pihak yang bertanggung jawab bila menemukan keadaan listrik yang tidak aman atau alat yang rusak. Prinsip itu berlaku untuk semua bahaya: teknisi berhak dan wajib menghentikan pekerjaan bila pengendalian tidak dapat dipenuhi, tanpa dianggap gagal. Dokumen K3 laundry pemilik menekankan komunikasi terbuka sehingga pekerja merasa aman melaporkan bahaya, kekhawatiran, dan nyaris celaka tanpa takut dihukum. Undang-undang keselamatan kerja menjadi dasar kewajiban pemberi kerja dan pekerja: UU Nomor 1 Tahun 1970 menjadi induk peraturan K3, dan sistem manajemen K3 diatur Permenaker Nomor 50 Tahun 2012.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: skor risiko sebelum dan sesudah pengendalian. Mengebor dinding tanpa pemeriksaan: kemungkinan mengenai kabel atau pipa 3, keparahan 4 pada skala 1 sampai 5, skor 3×4=123 \times 4 = 12. Dengan gambar instalasi, detektor, dan memilih titik di luar jalur kabel, kemungkinan turun ke 1: skor 1×4=41 \times 4 = 4. Keparahan tidak berubah, karena akibat terburuk tetap sama.

    Contoh 2: memprioritaskan tiga bahaya. Lantai basah: kemungkinan 4, keparahan 2, skor 8. Bahan kimia pekat saat menyambung selang: kemungkinan 2, keparahan 4, skor 8. Mesin di sebelah yang dapat dijalankan pelanggan saat penutup dibuka: kemungkinan 2, keparahan 5, skor 10. Dengan skor hampir sama, keparahan yang tinggi menjadi pertimbangan tambahan: mesin dikunci lebih dulu.

    Contoh 3: waktu pemeriksaan alat. Materi pelatihan pemilik memperkirakan pemeriksaan satu alat sekitar 30 detik. Untuk 8 alat, 8×30=2408 \times 30 = 240 detik, atau 4 menit, dibandingkan dengan jam atau hari yang hilang karena alat rusak mencederai atau merusak pekerjaan.

    Contoh 4: jumlah orang yang terdampak. Ruang cuci dengan 6 petugas, 1 pengawas, dan jalur yang dilewati sekitar 20 orang per jam. Selama pekerjaan 3 jam, sekitar 60 orang lewat di dekat area kerja. Pembatas dan rambu melindungi kelompok terbesar ini, yang tidak ikut pembicaraan sebelum kerja.

    Contoh 5: risiko sisa yang masih tinggi. Penggantian pompa pada lantai yang terus basah karena saluran tersumbat: setelah pengendalian, kemungkinan terpeleset tetap 3 dan keparahan 3, skor 9. Bila batas perusahaan untuk lanjut misalnya skor 6 atau kurang, pekerjaan ditunda sampai saluran dibersihkan atau alas antislip dipasang.

    Contoh 6: mencabut kartu domino. Rangkaian kasus pembuka: titik bor tidak diperiksa, pipa tertembus, air mengenai kotak kontak, petugas berlari, petugas tersandung kabel. Mencabut satu kartu mana pun, misalnya memeriksa dinding, memasang titik bor di luar jalur pipa, menutup kotak kontak, atau mengatur kabel, memutus rangkaian sebelum cedera terjadi.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan laporkan kepada atasan atau pihak yang bertanggung jawab bila salah satu keadaan berikut terjadi:

    1. Bahaya utama belum dikenali karena area belum diperiksa, atau pekerjaan berpindah ke langkah yang tidak tercantum dalam analisis.
    2. Pengendalian yang ditetapkan tidak ada di lapangan, misalnya pembatas, orang kedua, atau alat yang sesuai.
    3. Mesin, pipa, atau listrik di area kerja tidak dapat diisolasi atau dikendalikan; ikuti Bab 1 tentang energi tersimpan dan kondisi berhenti dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman dan LOTO.
    4. Keadaan berubah sehingga risiko naik, dan belum dinilai ulang.
    5. Alat atau perlengkapan ditemukan rusak.
    6. Teknisi lelah, sakit, atau merasa tidak kompeten untuk langkah itu.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Penilaian risiko adalah dokumen untuk audit.

    Why is it wrong?

    Ia berguna bila dipakai di lapangan dan diketahui semua orang. Pengendalian yang hanya ada di kertas tidak menurunkan risiko.

    Common misconception

    Bahaya yang sudah biasa tidak berbahaya.

    Why is it wrong?

    Kebiasaan menurunkan kewaspadaan, bukan keparahan. Pada kasus pembuka, pipa di balik dinding, kotak kontak, dan kabel yang melintang dapat diperiksa dalam beberapa menit, tetapi tidak diperiksa.

    Common misconception

    Alat pelindung diri cukup.

    Why is it wrong?

    APD adalah lapisan terakhir; cara kerja dan pengendalian lain tetap diperlukan. Dalam hirarki pengendalian, APD datang sesudah menghilangkan bahaya, mengganti, rekayasa, dan administrasi.

    Common misconception

    Keparahan dinilai dari yang biasa terjadi.

    Why is it wrong?

    Keparahan dinilai dari akibat terburuk yang masuk akal. Sengatan dari bor rusak sering hanya mengejutkan, tetapi akibat terburuk yang masuk akal adalah henti jantung. Keparahan dinilai 5, sehingga alat dengan kabel terkelupas langsung ditarik dari pemakaian.

    Common misconception

    Sekali dinilai di awal sudah cukup.

    Why is it wrong?

    Setiap perubahan keadaan memerlukan penilaian ulang. Mesin di sebelah yang dinyalakan pelanggan, lantai yang menjadi basah, atau rekan kerja yang pergi adalah tanda untuk berhenti sebentar dan menilai ulang.

    Common misconception

    Menghentikan pekerjaan berarti gagal.

    Why is it wrong?

    Menghentikan pekerjaan yang tidak aman adalah bagian dari pekerjaan. Teknisi berhak dan wajib berhenti bila pengendalian tidak dapat dipenuhi, dan keputusan menunda atau menolak dicatat bersama alasannya.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 tentang bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti memberi dasar energi tersimpan dan kondisi berhenti, dan Bab 2 tentang hirarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan aman memberi hirarki pengendalian dan izin. Bab 21 · Laundry tentang K3 laundry memberi peta bahaya laundry dan matriks risiko, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman dan LOTO memberi penguncian, Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang akar sebab dan pembelajaran kegagalan memberi analisis akar sebab, Bab 1 · Kerja Lapangan & Serah Terima tentang persiapan kerja dan serah terima memberi persiapan perbaikan dan serah terima, Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser peristaltik memberi pemasangan dispenser, dan Bab 25 · Kimia tentang reaktivitas dan ketidakcocokan bahan kimia membahas bahan kimia yang tidak cocok.

    Bab-bab berikut di rak ini membahas topik bab ini lebih rinci: Bab 4 tentang isolasi energi non-listrik, Bab 5 tentang alat pelindung diri, dan Bab 6 tentang bahan kimia di pekerjaan teknisi. Bab 12 tentang investigasi insiden dan nyaris celaka membahas cara belajar dari kejadian yang membuat lembar analisis perlu diperbarui.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Kemungkinan 2 dan keparahan 5. Berapa skornya, dan mengapa tetap perlu perhatian walaupun kemungkinannya kecil?

      See the worked solution

      2×5=102 \times 5 = 10; akibat terburuknya sangat parah, sehingga pengendalian tetap diperlukan walaupun kejadian jarang. Seperti mesin di sebelah pada Contoh 2, bahaya dengan keparahan 5 didahulukan di atas bahaya berskor hampir sama yang keparahannya lebih rendah.

    2. Sebutkan empat langkah sebelum mulai bekerja menurut materi pelatihan pemilik.

      See the worked solution

      Periksa area kerja, cari potensi bahaya, amankan keadaan berisiko, lalu pastikan area siap sebelum mulai. Pada kasus pembuka, langkah pertama dan kedua dilewati, sehingga pipa di balik dinding dan kotak kontak di bawah titik bor tidak dikenali sebelum mengebor.

    3. Teknisi mengebor 600 lubang setahun, dan tanpa pemeriksaan satu dari 300 mengenai kabel atau pipa. Berapa perkiraan kejadiannya?

      See the worked solution

      600/300=2600/300 = 2 kejadian setahun, terlalu sering untuk akibat yang dapat berupa sengatan atau banjir. Jumlah kejadian setahun adalah jumlah lubang dikali peluang per lubang, sehingga pemeriksaan dinding yang menurunkan peluang per lubang langsung menurunkan jumlah kejadian.

    4. Mengapa keparahan tidak turun setelah memasang detektor kabel?

      See the worked solution

      Detektor menurunkan kemungkinan mengenai kabel, tetapi akibat bila tetap terkena masih sama parahnya. Karena itu skor di Contoh 1 turun dari 12 menjadi 4 hanya lewat kemungkinan, sedangkan keparahan tetap 4.

    5. Mengapa rambu harus dapat dilihat dari arah orang datang?

      See the worked solution

      Rambu hanya efektif bila dilihat dan dipahami sebelum orang masuk ke area berbahaya. Orang yang lewat, seperti 60 orang di Contoh 4, tidak ikut pembicaraan sebelum kerja, sehingga rambu dan pembatas yang memberi tahu mereka bahwa ada pekerjaan.

    6. Mengapa pekerjaan berhenti ketika rekan kerja pergi pada langkah yang mensyaratkan dua orang?

      See the worked solution

      Pengendalian yang ditetapkan tidak lagi ada, sehingga risiko sisa naik dan langkah itu harus dinilai ulang. Misalnya, rekan kerja dipanggil ke lokasi lain, sehingga teknisi bekerja sendiri saat menurunkan dispenser 15 kg dari dinding. Langkah itu tercantum dengan syarat dua orang; tanpa orang kedua, langkah itu berhenti sampai rekan kembali.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Identifikasi bahaya sebelum bekerja dan analisis keselamatan pekerjaan untuk servis lapangan. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/identifikasi-bahaya-sebelum-bekerja-dan-analisis-keselamatan-pekerjaan-untuk-servis-lapangan

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Kemungkinan 2 dan keparahan 5. Berapa skornya, dan mengapa tetap perlu perhatian walaupun kemungkinannya kecil?

    2

    Sebutkan empat langkah sebelum mulai bekerja menurut materi pelatihan pemilik.

    3

    Teknisi mengebor 600 lubang setahun, dan tanpa pemeriksaan satu dari 300 mengenai kabel atau pipa. Berapa perkiraan kejadiannya?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    PreviousHierarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan aman

    Reading order by shelf: Safety · Chapter 2.

    Same disciplineBahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhenti

    Bab lain dalam Keselamatan Teknik.