Identifikasi bahaya sebelum bekerja dan analisis keselamatan pekerjaan untuk servis lapangan
Seorang teknisi datang untuk memasang dispenser bahan kimia di dinding ruang cuci hotel. Ia langsung mengebor di atas washer-extractor, mengenai pipa air di balik dinding, dan air menyembur ke kotak kontak di bawahnya, sementara jeriken bahan kimia berdiri di jalur orang lewat. Bab ini menjelaskan cara teknisi lapangan mengenali bahaya sebelum dan selama bekerja: perbedaan bahaya dan risiko, sumber bahaya pekerjaan servis, empat langkah sebelum mulai, analisis keselamatan pekerjaan per langkah, menilai dan memprioritaskan risiko, risiko sisa, siapa yang terdampak, komunikasi dan rambu, menilai ulang saat keadaan berubah, dan hak menghentikan pekerjaan.
Seorang teknisi datang ke ruang cuci sebuah hotel untuk memasang dispenser bahan kimia di dinding. Ruangan sibuk, dua washer-extractor sedang berjalan, dan jeriken deterjen yang baru diturunkan berdiri di jalur orang lewat. Ia mengukur titik pasang, lalu langsung mengebor di atas salah satu mesin. Mata bor menembus pipa air di balik plesteran, air menyembur ke kotak kontak di bawahnya, dan petugas laundry yang berlari mematikan mesin tersandung kabel bor yang melintang di lantai.
Tidak ada satu bahaya pun dalam kejadian itu yang sulit dikenali. Pipa di balik dinding, kotak kontak di bawah titik bor, jeriken di jalur jalan, kabel yang melintang, dan mesin yang berjalan semuanya terlihat atau dapat diperiksa dalam beberapa menit sebelum bekerja. Bab ini menjelaskan cara teknisi lapangan mengenali bahaya, menilai risikonya, dan memutuskan pengendalian sebelum dan selama pekerjaan servis.
Batas pembahasan
Bab ini membahas identifikasi bahaya dan analisis keselamatan pekerjaan pada tingkat teknisi yang datang ke lokasi pelanggan: laundry, dapur, rumah sakit, dan hotel. Energi tersimpan dan kondisi berhenti ada di Bab 1, hirarki pengendalian dan izin kerja di Bab 2, peta bahaya per area laundry dan matriks risiko satu tugas di Bab 21 · Laundry, kerja aman listrik dan penguncian di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, persiapan perbaikan dan serah terima di Bab 1 · Kerja Lapangan & Serah Terima, dan analisis akar sebab di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Penilaian risiko formal untuk sistem manajemen perusahaan adalah tugas ahli keselamatan dan manajemen; bab ini menyiapkan teknisi untuk bagiannya.
Sumbernya adalah narasi disiplin Keselamatan Teknik, terutama buku instalasi listrik dan modul K3 laboratorium kimia, serta materi pelatihan K3 di Drive pemilik, ditambah pengetahuan keselamatan umum yang ditandai di peta sumber. Skala risiko dan angka di bab ini adalah angka latihan.
Bahaya dan risiko
Materi pelatihan teknisi pemilik mendefinisikan bahaya sebagai segala sesuatu yang berpotensi menyebabkan kecelakaan, cedera, atau kerusakan, dan menegaskan bahwa bahaya belum tentu langsung menimbulkan kecelakaan, tetapi dapat berubah menjadi kecelakaan bila tidak dikenali dan ditangani. Risiko menggabungkan dua hal: seberapa mungkin bahaya itu menimbulkan kejadian, dan seberapa parah akibatnya. Dokumen K3 laundry pemilik merumuskannya sebagai kemungkinan dan keparahan, yang bersama-sama menentukan tingkat risiko.
Buku instalasi listrik dalam narasi mencatat tiga hal yang berguna di lapangan: mengenali bahaya mungkin tahap paling mudah dalam penilaian risiko, beberapa bahaya berdampak berbeda tergantung siapa yang terlibat, dan penilaian risiko tidak banyak berguna bila tidak semua orang mengetahuinya. Bagian sulitnya adalah menilai dengan jujur dan mengomunikasikan hasilnya.
Sumber bahaya pada pekerjaan servis
Pekerjaan servis membawa bahaya dari empat arah:
- Energi di peralatan: listrik, putaran, tekanan air dan udara, panas, pegas, dan gravitasi, seperti di Bab 1.
- Lingkungan lokasi: lantai basah dan licin, serat dan debu, ruang sempit, bahan kimia pelanggan, kabel dan pipa tersembunyi di dinding, dan mesin pelanggan yang tetap berjalan. Materi pelatihan pemilik mencontohkan kabel terkelupas, lantai basah, kotak kontak dekat genangan, kabel atau pipa di dalam dinding yang dapat terkena bor, selang atau kabel yang melintang di jalur jalan, jeriken di jalur kerja, alat yang rusak, dan area kerja yang sempit.
- Pekerjaan itu sendiri: mengebor, mengangkat, memotong, membuka sambungan bertekanan, dan memindahkan bahan kimia.
- Orang dan waktu: pelanggan, pasien, atau tamu yang lewat; rekan kerja yang tidak tahu pekerjaan sedang berlangsung; tekanan waktu dan kelelahan. Dokumen K3 laundry pemilik memasukkan stres dan kelelahan sebagai bahaya psikososial.
Modul K3 laboratorium dalam narasi membagi penyebab kecelakaan menjadi faktor teknis, misalnya tempat kerja, keadaan peralatan, bahan, dan peralatan yang bergerak, dan faktor nonteknis, yaitu perilaku dan keadaan manusia. Modul itu juga memakai gambaran deretan kartu domino: bila satu kartu jatuh, kartu itu menimpa kartu berikutnya. Pengendalian bertujuan mencabut satu kartu sebelum deretan itu runtuh.
Bahaya khas ruang laundry, dapur, dan rumah sakit
Teknisi yang datang ke laundry rumah sakit masuk ke area yang bahayanya sudah dipetakan pengelolanya. Materi pelatihan K3 laundry rumah sakit di Drive pemilik membagi kegiatan menjadi pengambilan linen kotor, pemilahan, pencucian, pemindahan dari mesin cuci ke pengering, penyetrikaan dan finishing, dan distribusi, dan untuk setiap kegiatan mencatat bahaya fisika (bising, panas, lembap, pencahayaan), kimia (bahan kimia laundry, debu), biologi (bakteri, virus, jamur, parasit di linen kotor), dan ergonomi (membungkuk, mendorong troli bermuatan berlebih). Materi itu juga mencatat bahaya mesin: tangan terjepit di setrika gulung dan cedera tangan bila linen diambil dari pengering yang masih berputar.
Pemetaan seperti ini memberi teknisi titik awal. Sebelum bekerja di ruang linen kotor, teknisi menanyakan prosedur pengelola untuk linen infeksius dan alat pelindung yang diminta; Bab 21 · Laundry menjelaskan bahaya biologis dan alur kotor-bersih. Di dapur, bahaya tambahannya adalah lantai berminyak, permukaan panas, uap mesin pencuci piring, dan bahan kimia pembersih yang pekat. Teknisi juga menanyakan apakah ada pekerjaan lain di area yang sama, misalnya kontraktor listrik atau pembersihan saluran, karena dua pekerjaan yang tidak saling tahu adalah sumber kecelakaan yang umum.
Empat langkah sebelum mulai
Materi pelatihan teknisi pemilik meminta empat langkah sederhana sebelum pekerjaan dimulai:
- Periksa area kerja: lantai, dinding, posisi peralatan, sumber listrik, sumber air, dan sekitarnya.
- Cari potensi bahaya yang dapat membahayakan selama pekerjaan, seperti kabel rusak, lantai licin, atau benda yang menghalangi jalur.
- Amankan keadaan yang berisiko lebih dulu: pindahkan material yang menghalangi, keringkan lantai, hentikan pemakaian alat yang rusak.
- Pastikan area siap, lalu mulai bekerja sesuai prosedur.
Materi yang sama memberi contoh teknisi yang akan mengebor dinding untuk dispenser: ia memindahkan kabel ekstensi yang melintang, memastikan lantai tidak licin, lalu memeriksa kembali titik bor. Untuk pengeboran, materi itu meminta titik bor ditentukan jelas, bahan dinding diketahui, dan dipastikan tidak ada kabel atau pipa di balik dinding. Pada kasus pembuka, langkah 1 dan 2 dilewati.
Analisis keselamatan pekerjaan per langkah
Untuk pekerjaan yang lebih panjang daripada beberapa menit, empat langkah di atas diperluas menjadi analisis keselamatan pekerjaan: pekerjaan dipecah menjadi langkah, bahaya dicari di setiap langkah, dan pengendalian ditetapkan untuk setiap bahaya. Contoh untuk pemasangan dispenser dinding:
| Langkah | Bahaya | Pengendalian |
|---|---|---|
| 1. Survei dan menentukan titik pasang | Mesin berjalan di dekat dinding, lantai basah | Koordinasi dengan pengawas laundry, tandai area, keringkan lantai |
| 2. Memeriksa dinding | Kabel dan pipa tersembunyi | Gambar instalasi bila ada, detektor, jalur kabel dari kotak kontak dan sakelar, tanya pengelola gedung |
| 3. Mengebor | Serpihan, sengatan dari alat rusak, kabel alat melintang | Alat diperiksa, kacamata, kabel diatur, kotak kontak dengan pengaman arus sisa |
| 4. Memasang dan menyambung selang | Bahan kimia pekat, tekanan air | Sarung tangan dan pelindung muka, katup ditutup, nampan penampung |
| 5. Uji coba dan kalibrasi | Percikan bahan kimia, kebocoran | Uji dengan air dulu, kencangkan sambungan, siapkan bahan penyerap |
| 6. Merapikan dan serah terima | Sisa bahan, alat tertinggal | Bersihkan, kumpulkan alat, jelaskan pemakaian kepada pengguna |
Analisis ini ditulis sebelum bekerja, dibicarakan dengan semua yang terlibat, dan dibawa ke lokasi. Ia dapat berupa lembar yang dipakai ulang untuk pekerjaan serupa dan diperbarui setelah setiap kejadian atau nyaris celaka.
Menilai dan memprioritaskan risiko
Cara yang umum adalah matriks kemungkinan dan keparahan, masing-masing dengan skala, misalnya 1 sampai 5, dan skor risiko sebagai hasil kalinya (Contoh 1). Skala dan batas tingkat risiko ditetapkan perusahaan; Bab 21 · Laundry memberi contoh matriks untuk satu tugas laundry.
Dua kebiasaan membuat matriks berguna:
- Definisi skala yang tertulis. "Kemungkinan 4" berarti sesuatu yang sama bagi semua orang, misalnya "pernah terjadi beberapa kali dalam setahun di perusahaan ini", dan "keparahan 4" misalnya "cedera yang menyebabkan hilang hari kerja".
- Keparahan dinilai dari akibat terburuk yang masuk akal, bukan dari akibat yang paling sering. Sengatan listrik jarang terjadi, tetapi akibatnya dapat kematian.
Pengendalian dipilih menurut hirarki di Bab 2: menghilangkan bahaya, mengganti, rekayasa, administrasi, lalu alat pelindung diri. Modul K3 laboratorium dalam narasi menyajikan hirarki pengendalian dalam satu tabel, dan materi pelatihan pemilik mengingatkan bahwa alat pelindung diri adalah lapisan tambahan dan tidak berarti teknisi boleh bekerja sembarangan.
Risiko sisa dan keputusan
Setelah pengendalian, risiko dinilai lagi. Risiko sisa adalah yang tertinggal (Contoh 1). Keputusan yang mungkin:
- Lanjut bila risiko sisa rendah dan pengendaliannya benar-benar terpasang.
- Lanjut dengan syarat, misalnya pengawas hadir, izin kerja, atau waktu kerja di luar jam sibuk.
- Tunda sampai syarat dapat dipenuhi, misalnya suku cadang, alat, atau orang kedua.
- Tolak bila risiko tidak dapat diturunkan ke tingkat yang dapat diterima.
Pengendalian yang ditulis tetapi tidak dipasang tidak menurunkan risiko. Keputusan menunda atau menolak dicatat bersama alasannya dan disampaikan kepada pelanggan dan atasan, beserta syarat yang diperlukan untuk melanjutkan, sehingga pekerjaan dapat dijadwalkan ulang dan tidak diambil alih orang lain dengan cara yang sama tidak amannya. Pada setiap langkah, teknisi memeriksa bahwa pengendalian itu ada di lapangan, bukan hanya di kertas.
Siapa yang terdampak
Bahaya yang sama berdampak berbeda pada orang yang berbeda, seperti dicatat buku instalasi listrik. Di lokasi pelanggan, daftar orang yang mungkin terdampak meliputi teknisi sendiri, rekan kerja, petugas laundry atau dapur, pengunjung, tamu atau pasien, kontraktor lain, dan orang yang datang setelah pekerjaan selesai, misalnya petugas yang memakai dispenser baru. Modul K3 laboratorium mencatat bahwa pekerja usia remaja lebih rentan terhadap risiko kerja, sehingga pekerja magang dan pekerja baru memerlukan pengawasan lebih dekat. Rumah sakit menambah pasien dan pengunjung yang tidak mengenal bahaya ruang laundry. Hotel menambah tamu dan anak-anak yang dapat masuk ke koridor servis, dan dapur menambah juru masak yang bekerja cepat di dekat area perbaikan. Untuk setiap kelompok ditanyakan: apakah mereka tahu ada pekerjaan, apakah mereka dapat masuk ke area berbahaya, dan apa yang terjadi bila mereka menyentuh atau menyalakan sesuatu.
Komunikasi, rambu, dan pembatas
Hasil identifikasi bahaya disampaikan kepada orang yang terdampak:
- Pembicaraan singkat sebelum kerja dengan rekan dan pengawas lokasi: apa yang akan dikerjakan, bahaya utama, pengendalian, dan siapa memutuskan berhenti.
- Rambu dan pembatas di sekitar area kerja: lantai basah, pekerjaan di atas kepala, mesin dalam perbaikan. Buku bahasa Inggris teknik listrik dalam narasi mencatat bahwa rambu hanya efektif bila dapat dilihat dan dipahami. Rambu yang diletakkan di belakang troli tidak berguna.
- Penanda pada peralatan: label penguncian dan tanda "jangan dioperasikan" menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.
- Serah terima di akhir hari: bila pekerjaan belum selesai, keadaan peralatan, penguncian yang masih terpasang, dan bahaya yang tersisa dijelaskan kepada pengawas lokasi dan dicatat, agar orang yang datang besok tidak menganggap mesin siap dipakai.
- Kerapian: buku instalasi listrik mengingatkan bahwa alat tidak boleh ditinggalkan di tempat yang dapat membuat orang tersandung, dan bahwa membersihkan dan merapikan penting di setiap tempat kerja.
Menilai ulang saat keadaan berubah
Identifikasi bahaya bukan kegiatan sekali di awal. Keadaan berubah selama pekerjaan: pelanggan menyalakan mesin di sebelahnya, lantai menjadi basah karena bocoran, rekan kerja pergi sehingga teknisi bekerja sendiri, hujan masuk lewat atap, atau ditemukan kerusakan yang tidak diduga. Setiap perubahan seperti itu adalah tanda untuk berhenti sebentar, menilai ulang, dan menyesuaikan pengendalian. Penilaian ulang dilakukan juga saat pekerjaan berpindah ke langkah yang tidak tercantum dalam analisis.
Hak dan kewajiban menghentikan pekerjaan
Materi pelatihan pemilik meminta teknisi menghentikan pekerjaan dan melapor kepada atasan atau pihak yang bertanggung jawab bila menemukan keadaan listrik yang tidak aman atau alat yang rusak. Prinsip itu berlaku untuk semua bahaya: teknisi berhak dan wajib menghentikan pekerjaan bila pengendalian tidak dapat dipenuhi, tanpa dianggap gagal. Dokumen K3 laundry pemilik menekankan komunikasi terbuka sehingga pekerja merasa aman melaporkan bahaya, kekhawatiran, dan nyaris celaka tanpa takut dihukum. Undang-undang keselamatan kerja menjadi dasar kewajiban pemberi kerja dan pekerja; modul K3 laboratorium mencatat UU Nomor 1 Tahun 1970 sebagai induk peraturan K3 dan Permenaker Nomor 50 Tahun 2012 tentang sistem manajemen K3.
Contoh kerja
Contoh 1. Skor risiko sebelum dan sesudah pengendalian. Mengebor dinding tanpa pemeriksaan: kemungkinan mengenai kabel atau pipa 3, keparahan 4 (angka latihan pada skala 1 sampai 5), skor . Dengan gambar instalasi, detektor, dan memilih titik di luar jalur kabel, kemungkinan turun ke 1: skor . Keparahan tidak berubah, karena akibat terburuk tetap sama.
Contoh 2. Kemungkinan dari frekuensi pekerjaan. Teknisi mengebor sekitar 4 lubang per hari kerja selama 250 hari, atau 1.000 lubang setahun. Bila tanpa pemeriksaan satu dari 500 lubang mengenai kabel atau pipa (angka latihan), perkiraan kejadiannya kali setahun. Dengan pemeriksaan yang menurunkannya menjadi satu dari 20.000 lubang, menjadi kali, sekali dalam sekitar 20 tahun.
Contoh 3. Memprioritaskan tiga bahaya. Lantai basah: kemungkinan 4, keparahan 2, skor 8. Bahan kimia pekat saat menyambung selang: kemungkinan 2, keparahan 4, skor 8. Mesin di sebelah yang dapat dijalankan pelanggan saat penutup dibuka: kemungkinan 2, keparahan 5, skor 10. Dengan skor hampir sama, keparahan yang tinggi menjadi pertimbangan tambahan: mesin dikunci lebih dulu.
Contoh 4. Waktu pemeriksaan alat. Materi pelatihan pemilik memperkirakan pemeriksaan satu alat sekitar 30 detik. Untuk 8 alat, detik, atau 4 menit, dibandingkan dengan jam atau hari yang hilang karena alat rusak mencederai atau merusak pekerjaan.
Contoh 5. Jumlah orang yang terdampak. Ruang cuci dengan 6 petugas, 1 pengawas, dan jalur yang dilewati sekitar 20 orang per jam (angka latihan). Selama pekerjaan 3 jam, sekitar 60 orang lewat di dekat area kerja. Pembatas dan rambu melindungi kelompok terbesar ini, yang tidak ikut pembicaraan sebelum kerja.
Contoh 6. Risiko sisa yang masih tinggi. Penggantian pompa pada lantai yang terus basah karena saluran tersumbat: setelah pengendalian, kemungkinan terpeleset tetap 3 dan keparahan 3, skor 9. Bila batas perusahaan untuk lanjut adalah skor 6 atau kurang (angka latihan), pekerjaan ditunda sampai saluran dibersihkan atau alas antislip dipasang.
Contoh 7. Penilaian ulang setelah perubahan. Rekan kerja dipanggil ke lokasi lain, sehingga teknisi bekerja sendiri saat menurunkan dispenser 15 kg dari dinding. Langkah itu tercantum dengan syarat dua orang; tanpa orang kedua, langkah itu berhenti sampai rekan kembali.
Contoh 8. Keparahan dari akibat terburuk. Sengatan dari bor rusak sering hanya mengejutkan, tetapi akibat terburuk yang masuk akal adalah henti jantung. Keparahan dinilai 5, sehingga alat dengan kabel terkelupas langsung ditarik dari pemakaian.
Contoh 9. Mencabut kartu domino. Rangkaian kasus pembuka: titik bor tidak diperiksa, pipa tertembus, air mengenai kotak kontak, petugas berlari, petugas tersandung kabel. Mencabut satu kartu mana pun, misalnya memeriksa dinding, memasang titik bor di luar jalur pipa, menutup kotak kontak, atau mengatur kabel, memutus rangkaian sebelum cedera terjadi.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan bila:
- Bahaya utama belum dikenali karena area belum diperiksa, atau pekerjaan berpindah ke langkah yang tidak tercantum dalam analisis.
- Pengendalian yang ditetapkan tidak ada di lapangan, misalnya pembatas, orang kedua, atau alat yang sesuai.
- Mesin, pipa, atau listrik di area kerja tidak dapat diisolasi atau dikendalikan; ikuti Bab 1 dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.
- Keadaan berubah sehingga risiko naik, dan belum dinilai ulang.
- Alat atau perlengkapan ditemukan rusak.
- Teknisi lelah, sakit, atau merasa tidak kompeten untuk langkah itu.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Penilaian risiko adalah dokumen untuk audit." Ia berguna bila dipakai di lapangan dan diketahui semua orang.
"Bahaya yang sudah biasa tidak berbahaya." Kebiasaan menurunkan kewaspadaan, bukan keparahan.
"Alat pelindung diri cukup." APD adalah lapisan terakhir; cara kerja dan pengendalian lain tetap diperlukan.
"Keparahan dinilai dari yang biasa terjadi." Keparahan dinilai dari akibat terburuk yang masuk akal.
"Sekali dinilai di awal sudah cukup." Setiap perubahan keadaan memerlukan penilaian ulang.
"Menghentikan pekerjaan berarti gagal." Menghentikan pekerjaan yang tidak aman adalah bagian dari pekerjaan.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 memberi energi tersimpan dan kondisi berhenti, Bab 2 hirarki pengendalian dan izin, Bab 21 · Laundry peta bahaya laundry dan matriks risiko, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali penguncian, Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis akar sebab, Bab 1 · Kerja Lapangan & Serah Terima persiapan dan serah terima, Bab 1 · Dispensing Kimia pemasangan dispenser, dan Kimia 219 bahan kimia yang tidak cocok. Bab-bab berikut di rak ini membahas isolasi energi non-listrik, alat pelindung diri, dan bahan kimia lebih rinci.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.
- Kemungkinan 2 dan keparahan 5. Berapa skornya, dan mengapa tetap perlu perhatian walaupun kemungkinannya kecil?
- Sebutkan empat langkah sebelum mulai bekerja menurut materi pelatihan pemilik.
- Teknisi mengebor 600 lubang setahun, dan tanpa pemeriksaan satu dari 300 mengenai kabel atau pipa. Berapa perkiraan kejadiannya?
- Mengapa keparahan tidak turun setelah memasang detektor kabel?
- Mengapa rambu harus dapat dilihat dari arah orang datang?
- Mengapa pekerjaan berhenti ketika rekan kerja pergi pada langkah yang mensyaratkan dua orang?
Kunci jawaban beralasan
- ; akibat terburuknya sangat parah, sehingga pengendalian tetap diperlukan walaupun kejadian jarang.
- Periksa area kerja, cari potensi bahaya, amankan keadaan berisiko, lalu pastikan area siap sebelum mulai.
- kejadian setahun, terlalu sering untuk akibat yang dapat berupa sengatan atau banjir.
- Detektor menurunkan kemungkinan mengenai kabel, tetapi akibat bila tetap terkena masih sama parahnya.
- Rambu hanya efektif bila dilihat dan dipahami sebelum orang masuk ke area berbahaya.
- Pengendalian yang ditetapkan tidak lagi ada, sehingga risiko sisa naik dan langkah itu harus dinilai ulang.
Referensi
Bab terkait
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Hierarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan amanKeselamatan · Bab 2
- K3 laundry: bahaya kimia, biologis, fisik, ergonomi, dan tanggap daruratLaundry · Bab 21
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- Akar sebab, verifikasi perbaikan, dan pembelajaran kegagalanSistem, Diagram & Diagnosis · Bab 4
- Persiapan kerja, pengukuran, perbaikan, dokumentasi, dan serah terimaKerja Lapangan & Serah Terima · Bab 1
- Dispenser peristaltik: instalasi, sinyal pemicu, kalibrasi, dan verifikasi dosisDispensing Kimia · Bab 1
- Reaktivitas dan ketidakcocokan bahan kimia: golongan reaktif, matriks ketidakcocokan, campuran berbahaya, penyimpanan, dan tumpahanKimia · Bab 25
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Kemungkinan 2 dan keparahan 5. Berapa skornya, dan mengapa tetap perlu perhatian walaupun kemungkinannya kecil?
Sebutkan empat langkah sebelum mulai bekerja menurut materi pelatihan pemilik.
Teknisi mengebor 600 lubang setahun, dan tanpa pemeriksaan satu dari 300 mengenai kabel atau pipa. Berapa perkiraan kejadiannya?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Keselamatan · Bab 4.
Urutan baca menurut rak: Keselamatan · Bab 2.
Bab lain dalam Keselamatan Teknik.