By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 18 min read
Eksponen, logaritma, dan desibel: pangkat dan notasi ilmiah, prefiks, pertumbuhan dan peluruhan eksponensial, logaritma, skala logaritmik, dan desibel daya dan tegangan
Setelah deterjen mesin pencuci piring diganti, pH air cuci naik dari 8 menjadi 9, dan penyelia menganggapnya kenaikan kecil karena hanya satu angka. Pada minggu yang sama, sinyal sensor jarak jauh dilaporkan turun 6 desibel, dan laporan itu dibaca sebagai penurunan 6 persen. Keduanya keliru: satu angka pH berarti sepuluh kali, dan 6 desibel pada tegangan berarti tinggal separuh. Bab ini menjelaskan pangkat dan aturannya, notasi ilmiah dan prefiks, pertumbuhan dan peluruhan eksponensial, waktu paruh dan tetapan waktu, logaritma dan cara menyelesaikan persamaan eksponensial, skala logaritmik, desibel untuk daya dan tegangan, desibel mutlak, dan penjumlahan sumber dalam desibel.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Sebuah dapur hotel mengganti deterjen mesin pencuci piringnya. Seminggu kemudian, teknisi mengukur pH air cuci 9, padahal sebelumnya 8. Penyelia dapur menganggapnya kenaikan kecil, "hanya satu angka", dan tidak mengubah apa pun. Beberapa minggu kemudian, pelanggan mengeluh lapisan dekorasi piring mulai pudar dan tangan petugas cuci mudah iritasi.
Pada minggu yang sama, laporan pemeliharaan menyebut sinyal sebuah sensor yang dipasang jauh dari panel turun 6 desibel setelah kabelnya diganti. Laporan itu dibaca sebagai penurunan 6 persen dan dianggap wajar. Kenyataannya, 6 desibel pada tegangan berarti sinyal tinggal kira-kira separuh, cukup untuk membuat pembacaan tidak stabil. Kedua angka itu adalah logaritma, dan skala logaritmik tidak dapat dibaca seperti skala biasa. Bab ini menjelaskan pangkat, eksponensial, logaritma, dan desibel yang dipakai di lapangan.
Batas pembahasan
Bab ini membahas pangkat dan aturannya, notasi ilmiah dan prefiks, pertumbuhan dan peluruhan eksponensial, waktu paruh dan tetapan waktu, logaritma, persamaan eksponensial, skala logaritmik, desibel daya dan tegangan, desibel mutlak, dan penjumlahan sumber. Rumus di bab ini adalah rumus baku matematika.
Topik yang berdekatan dibahas di bab lain:
- aljabar dan rumus terbalik di Bab 6 tentang aljabar teknik dan rumus terbalik;
- satuan dan prefiks dasar di Bab 3 tentang satuan, dimensi, konversi, dan angka penting;
- pH dan pengukuran larutan di Bab 8 · Kimia tentang larutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran;
- intensitas bunyi dan desibel bunyi di Bab 14 · Fisika tentang gelombang mekanik dan bunyi;
- dosis bising di Bab 7 · Keselamatan tentang kebisingan dan getaran tangan-lengan;
- distribusi eksponensial dalam keandalan di Bab 10 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang keandalan, MTBF, dan ketersediaan;
- linearisasi dengan logaritma di Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi.
Pangkat dan aturannya
Pangkat (exponent) adalah bilangan yang menyatakan berapa kali bilangan dasar dikalikan dengan dirinya sendiri: . Aturan dasarnya:
Di sini adalah bilangan dasar, sedangkan dan pangkatnya. Aturan menjumlahkan dan mengurangkan pangkat hanya berlaku bila dasarnya sama. Suku berpangkat nol bernilai satu untuk semua parameter. Pangkat negatif berarti kebalikan, dan pangkat pecahan berarti akar, sehingga rumus seperti berarti debit sebanding akar beda tekanan.
Kesalahan yang sering terjadi adalah menjumlahkan pangkat yang dasarnya berbeda, atau menganggap . Kuadrat sebuah jumlah selalu memuat suku silang .
Notasi ilmiah dan prefiks
Notasi ilmiah (scientific notation) adalah cara menulis bilangan sebagai angka antara 1 dan 10 dikali pangkat sepuluh. Bilangan 2,34 dikali 10 pangkat 3 adalah contoh bilangan dalam notasi ilmiah. Notasi teknik (engineering notation) adalah cara menulis yang memakai pangkat kelipatan tiga, sehingga cocok dengan prefiks. Beberapa prefiks yang penting:
| Prefiks | Simbol | Faktor |
|---|---|---|
| giga | G | |
| mega | M | |
| kilo | k | |
| mili | m | |
| mikro | µ | |
| nano | n |
Dengan prefiks, konduktivitas 0,000052 S/cm ditulis 52 µS/cm, dan hambatan isolasi 3.300.000 Ω ditulis 3,3 MΩ. Huruf besar dan kecil penting: m adalah mili, M adalah mega; selisihnya satu miliar kali.
Menghitung cepat dengan pangkat sepuluh
Notasi ilmiah juga alat estimasi, seperti orde besaran di Bab 4 tentang estimasi, skala, dan kewajaran. Untuk memeriksa hasil kalkulator, setiap angka dibulatkan ke pangkat sepuluh terdekat, pangkatnya dijumlahkan saat dikali dan dikurangkan saat dibagi, lalu hasilnya dibandingkan dengan hasil kalkulator. Bila keduanya berbeda lebih dari satu pangkat, ada tombol yang salah atau prefiks yang tertukar.
Contohnya, energi pemanas 9 kW selama 30 menit: W dikali s, kira-kira J. Hasil tepatnya J atau 16,2 MJ, sesuai orde besaran itu. Bila kalkulator menunjukkan 16.200 J, berarti menit tidak diubah menjadi detik atau kilo terlupa.
Pembagian angka yang sangat besar dan sangat kecil, seperti arus bocor dalam mikroampere pada tegangan ratusan volt, juga lebih aman dikerjakan dengan pangkat sepuluh: 230 V dibagi A sama dengan Ω, atau 115 MΩ. Menulis semua angka dengan pangkat sepuluh sebelum menghitung mengurangi kesalahan menghitung nol.
Pertumbuhan dan peluruhan eksponensial
Fungsi eksponensial adalah salah satu fungsi matematika yang paling penting. Pertumbuhan eksponensial (exponential growth) dan peluruhan eksponensial (exponential decay) adalah perubahan besaran yang lajunya sebanding dengan nilainya sendiri. Kurva pengosongan kapasitor harus berupa fungsi yang turunannya sebanding dengan nilainya, yaitu eksponensial, dan bila tetapan lajunya positif, besaran itu tumbuh secara eksponensial terhadap waktu.
Di sini adalah nilai awal, nilai pada waktu , tetapan laju dalam satuan kebalikan waktu (misalnya per jam bila dalam jam), dan bilangan dasar logaritma natural. Untuk positif, besaran tumbuh; untuk negatif, besaran meluruh. Dua cara yang umum untuk menyatakan kecepatan peluruhan:
- Tetapan waktu (time constant) : waktu sampai besaran turun menjadi sekitar 37% dari nilai awalnya. Untuk kapasitor yang dikosongkan melalui hambatan, .
- Waktu paruh (half-life) : waktu sampai besaran tinggal separuh.
Setelah satu waktu paruh, jumlah yang tersisa tinggal separuhnya. Dari hubungan yang sama dihitung waktu yang diperlukan sampai kadar sebuah zat turun ke nilai tertentu. Setelah tiga waktu paruh tersisa seperdelapan, dan setelah sekitar lima tetapan waktu tersisa kurang dari 1%.
Logaritma dan aturannya
Logaritma (logarithm) suatu bilangan adalah pangkat yang harus dikenakan pada bilangan dasar untuk menghasilkan bilangan itu. Karena logaritma bilangan adalah pangkat, sifatnya sama dengan sifat pangkat. Logaritma basis 10 menjawab pertanyaan "10 dipangkatkan berapa untuk mendapat bilangan ini". Misalnya , sehingga logaritma 0,01 adalah .
Logaritma natural memakai basis dan muncul secara alami dalam pertumbuhan dan peluruhan. Hubungan keduanya: . Bila yang diketahui logaritma natural dan yang dicari bilangan aslinya, dipakai kebalikannya: kebalikan adalah , dan kebalikan adalah .
Logaritma hanya terdefinisi untuk bilangan positif. Logaritma nol atau bilangan negatif tidak ada, sehingga data yang memuat nol, seperti hitungan bakteri nol atau sinyal nol, tidak dapat langsung digambar pada skala logaritmik; data seperti itu dicatat sebagai "di bawah batas deteksi" dan ditangani terpisah.
Menyelesaikan persamaan eksponensial
Bila besaran yang dicari berada di pangkat, ambil logaritma kedua sisi. Dari :
dengan dalam satuan waktu yang sama dengan kebalikan satuan , dan serta dalam satuan yang sama. Hitungan pertumbuhan dengan laju 0,09 per tahun selama 200 tahun memakai hubungan ini. Untuk pertumbuhan, waktu ganda (doubling time) adalah waktu sampai besaran menjadi dua kali, , kira-kira 70 dibagi laju persen per tahun (aturan 70). Kenaikan harga atau biaya 9% per tahun menggandakan biaya dalam sekitar 7,7 tahun.
Logaritma juga dipakai untuk mencari pangkat dalam rumus empiris, seperti pada linearisasi di Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi: bila , maka , sebuah garis lurus.
Skala logaritmik
Skala logaritmik (logarithmic scale) adalah skala tempat jarak yang sama berarti perbandingan yang sama, tidak selisih yang sama. Skala logaritma dapat digambar lima dekade sekaligus, dan satu dekade dapat digambar diperbesar. Dekade (decade) adalah faktor sepuluh pada skala itu. Skala ini dipakai untuk besaran yang rentangnya sangat lebar: frekuensi, hambatan isolasi, laju bakteri, dan kurva pengaman. Teknisi membaca logaritma setiap hari dalam pH, desibel, skala alat ukur, dan grafik pabrik; yang diperlukan hanya kebiasaan membaca perbandingan, tidak selisih.
pH adalah skala logaritmik yang paling sering ditemui teknisi servis:
dengan kadar ion hidrogen dalam mol/L. Karena hubungan logaritmik terbalik itu, ada perbedaan sepuluh kali lipat dalam kadar ion hidrogen untuk setiap satu satuan pH. Dari pH 8 ke pH 9, kadar ion hidrogen turun sepuluh kali dan kadar ion hidroksida naik sepuluh kali, seperti dijelaskan di Bab 8 · Kimia tentang larutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran. Karena itu perubahan "satu angka" pH adalah perubahan besar.
Membaca nilai di antara garis pada sumbu logaritmik juga berbeda. Dalam satu dekade, misalnya antara 10 dan 100, angka 20 tidak berada pada sepersembilan jarak, tetapi pada sekitar 30% jarak, karena ; angka 50 berada pada sekitar 70%. Garis bantu pada kertas atau layar grafik logaritmik biasanya sudah ditandai 2, 3, sampai 9 di setiap dekade; nilai di antaranya ditaksir dengan perbandingan, tidak dengan selisih.
Desibel untuk daya dan tegangan
Desibel (decibel, dB) pada dasarnya adalah satuan perbandingan daya. Untuk dua daya:
Untuk tegangan atau arus pada hambatan yang sama, karena daya sebanding kuadrat tegangan:
Di sini adalah tingkat perubahan dalam desibel, dan daya awal dan akhir dalam satuan yang sama, serta dan tegangan awal dan akhir dalam satuan yang sama, sehingga perbandingannya tanpa satuan. Bila satuan dB dipakai untuk daya, faktornya bukan lagi dua puluh, melainkan sepuluh, dan dalam hitungan dB sering dipakai pecahan di dalam logaritma. Angka yang perlu diingat:
| Perubahan | Daya | Tegangan |
|---|---|---|
| +3 dB | sekitar 2 kali | sekitar 1,41 kali |
| +6 dB | sekitar 4 kali | sekitar 2 kali |
| +10 dB | 10 kali | sekitar 3,16 kali |
| +20 dB | 100 kali | 10 kali |
| −6 dB | sekitar 1/4 | sekitar 1/2 |
Desibel negatif berarti rugi atau pelemahan; desibel positif berarti penguatan.
Desibel dipakai karena tiga alasan. Pertama, rentangnya lebar: perbandingan daya satu juta kali hanya 60 dB, sehingga angka tetap mudah ditulis. Kedua, banyak tanggapan, seperti pendengaran manusia, kira-kira sebanding logaritma rangsangannya, sehingga langkah desibel yang sama terasa sama besar. Ketiga, penguatan dan rugi berurutan cukup dijumlahkan, seperti dijelaskan di bagian berikut, sehingga perhitungan rantai sinyal yang panjang dapat dikerjakan di kepala atau di kertas tanpa kalkulator. Kelemahannya, desibel mudah salah dibaca oleh orang yang terbiasa dengan persen, seperti pada kasus pembuka.
Desibel mutlak dan rantai sinyal
Desibel mutlak membandingkan dengan acuan tetap. Daya mutlak dinyatakan dalam dBm, yaitu desibel terhadap 1 mW, dan di beberapa bidang elektronika tegangan dinyatakan dalam dB volt, yaitu desibel terhadap 1 V. Jadi 0 dBm sama dengan 1 mW, 30 dBm sama dengan 1 W, dan dBm sama dengan 0,01 mW.
Keuntungan desibel adalah penguatan dan rugi berurutan cukup dijumlahkan. Sebuah peredam, misalnya, dapat dirancang dengan pelemahan 25 dB; peredam, kabel, konektor, dan penguat dalam satu rantai dijumlahkan desibelnya, lalu diubah kembali menjadi perbandingan bila perlu. Rugi kabel sering dinyatakan per 100 m, sehingga rugi kabel 250 m adalah 2,5 kali angka itu dalam desibel, tidak 2,5 kali perbandingan dayanya.
Menjumlahkan sumber dalam desibel
Desibel dari sumber yang berbeda dan tidak saling berhubungan, seperti dua mesin yang berbunyi bersamaan, tidak dijumlahkan langsung. Daya atau intensitasnya yang dijumlahkan:
dengan , , dan seterusnya tingkat setiap sumber dalam dB pada titik yang sama. Dua sumber yang sama kuat menaikkan tingkat sekitar 3 dB, dan sumber yang 10 dB lebih lemah hampir tidak menambah apa pun. Aturan ini dibahas untuk bunyi di Bab 14 · Fisika tentang gelombang mekanik dan bunyi dan di Bab 7 · Keselamatan tentang kebisingan dan getaran tangan-lengan; di sini cukup dipahami bahwa ia berasal dari aturan logaritma yang sama.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: peluruhan klorin sisa. Klorin sisa di tangki 2,0 mg/L dengan tetapan peluruhan 0,214 per jam (dari Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi). Setelah 5 jam, mg/L. Waktu paruh jam, dan waktu sampai 0,5 mg/L jam, atau dua waktu paruh, karena 0,5 adalah seperempat dari 2,0.
Contoh 2: pengosongan kapasitor. Kapasitor 100 µF dikosongkan melalui hambatan 10 kΩ. s. Tegangan turun ke 5% dari awal setelah s, dan ke kurang dari 1% setelah sekitar 5 s. Waktu tunggu pada peralatan sebenarnya mengikuti manual dan diperiksa dengan alat ukur, karena hambatan pengosong dapat rusak. Bila hambatan pengosong putus, menjadi sangat besar, tetapan waktu menjadi sangat panjang, dan kapasitor dapat tetap bertegangan berbahaya selama berjam-jam; karena itu waktu tunggu tidak pernah menggantikan pengukuran bebas tegangan.
Contoh 3: pH naik satu angka. pH 8 berarti mol/L, pH 9 berarti mol/L. Kadar ion hidrogen turun sepuluh kali, dan kadar ion hidroksida naik sepuluh kali. Pada kasus pembuka, kenaikan ini cukup besar untuk merusak dekorasi piring dan mengiritasi kulit; dosis deterjen dan rekomendasi pabriknya diperiksa.
Contoh 4: desibel tegangan. Sinyal sensor turun dari 2,0 V menjadi 1,0 V. dB. Sebaliknya, pelemahan dB berarti tegangan tinggal kali. Laporan "turun 6 dB" pada kasus pembuka berarti sinyal tinggal separuh.
Contoh 5: rantai sinyal. Kabel dengan rugi 3 dB per 100 m sepanjang 250 m memberi dB, dua konektor masing-masing dB, dan penguat dB. Jumlah dB, jadi daya keluar kali daya masuk. Bila daya masuk 0 dBm atau 1 mW, daya keluar 3,5 dBm atau 2,24 mW.
Contoh 6: dua sumber bunyi. Dua mesin masing-masing 85 dB pada titik yang sama: dB. Mesin 85 dB dan 80 dB: dB. Menghentikan mesin yang lebih pelan hanya menurunkan tingkat sekitar 1 dB. Upaya pengendalian bising karena itu diarahkan lebih dulu pada sumber yang paling keras, seperti dijelaskan di Bab 7 · Keselamatan tentang kebisingan dan getaran tangan-lengan.
Kondisi berhenti
Hentikan pemakaian angka dan minta pemeriksaan kepada pengawas pekerjaan bila:
- Satuan prefiks atau huruf besar dan kecil pada data tidak jelas, misalnya m dan M.
- Perubahan pada skala logaritmik, seperti pH atau desibel, dilaporkan sebagai perubahan kecil tanpa dihitung perbandingannya.
- Desibel daya dan desibel tegangan tercampur dalam satu hitungan.
- Waktu tunggu pengosongan kapasitor atau penurunan kadar bahan kimia hanya ditaksir, tanpa diukur, sebelum pekerjaan yang bergantung padanya.
- Hasil persamaan eksponensial dipakai jauh di luar rentang data yang mendasarinya.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
pH 9 hanya sedikit lebih tinggi dari pH 8.
Why is it wrong?
Satu satuan pH adalah faktor sepuluh. Dari pH 8 ke pH 9, kadar ion hidrogen turun dari menjadi mol/L dan kadar ion hidroksida naik sepuluh kali, seperti pada Contoh 3.
Common misconception
Turun 6 dB sama dengan turun 6%.
Why is it wrong?
Pada tegangan, turun 6 dB berarti tinggal separuh. Pada daya, turun 6 dB berarti tinggal sekitar seperempat, jadi penurunannya jauh lebih besar dari 6% dalam kedua arti itu.
Common misconception
Dua mesin 85 dB menghasilkan 170 dB.
Why is it wrong?
Sumber dijumlahkan dayanya; hasilnya sekitar 88 dB. Bila mesin kedua hanya 80 dB, totalnya 86,2 dB, sehingga mesin yang lebih pelan hampir tidak menambah tingkat bising (Contoh 6).
Common misconception
Kapasitor kosong setelah satu tetapan waktu.
Why is it wrong?
Setelah satu tetapan waktu masih tersisa sekitar 37%. Tegangan baru turun ke kurang dari 1% setelah sekitar lima tetapan waktu, dan bila hambatan pengosong putus tetapan waktunya menjadi sangat panjang (Contoh 2).
Common misconception
m dan M sama saja.
Why is it wrong?
Selisihnya satu miliar kali. Mili berarti dan mega berarti , sehingga 3,3 mΩ dan 3,3 MΩ berbeda sebesar kali.
Common misconception
Pertumbuhan 9% per tahun berarti dua kali setelah sebelas tahun.
Why is it wrong?
Karena bunga majemuk, dua kali setelah sekitar 7,7 tahun. Aturan 70 memberi taksiran cepat yang dekat, tahun, karena waktu ganda sama dengan dibagi laju.
Hubungan dengan bab lain
- Bab 6 tentang aljabar teknik dan rumus terbalik memberi aturan membalik rumus, termasuk rumus berpangkat.
- Bab 3 tentang satuan, dimensi, konversi, dan angka penting memberi satuan dan prefiks.
- Bab 4 tentang estimasi, skala, dan kewajaran memberi dasar estimasi orde besaran yang dipakai saat menghitung cepat dengan pangkat sepuluh.
- Bab 8 · Kimia tentang larutan, konsentrasi, pH, dan pengukuran membahas pH.
- Bab 14 · Fisika tentang gelombang mekanik dan bunyi dan Bab 7 · Keselamatan tentang kebisingan dan getaran tangan-lengan membahas desibel bunyi dan dosis bising.
- Bab 10 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang keandalan, MTBF, dan ketersediaan memakai distribusi eksponensial.
- Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi memakai logaritma untuk linearisasi.
- Bab 10 tentang grafik, interpolasi, dan membaca kurva, bab berikutnya di rak ini, membahas juga grafik dengan skala logaritmik.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Tulis 0,0045 A dalam mA dan µA, dan 3.300.000 Ω dalam MΩ.
See the worked solution
0,0045 A sama dengan 4,5 mA atau 4.500 µA; 3.300.000 Ω sama dengan 3,3 MΩ. Mili berarti dan mikro , sehingga 0,0045 A dibagi memberi 4,5 dan dibagi memberi 4.500; mega berarti , sehingga 3.300.000 dibagi memberi 3,3.
Kadar bahan kimia meluruh dengan waktu paruh 3,2 jam. Berapa lama sampai kadar turun dari 1,6 menjadi 0,2 mg/L?
See the worked solution
Dari 1,6 ke 0,2 adalah seperdelapan, yaitu tiga waktu paruh, jadi jam. Setiap waktu paruh membagi dua kadar: 1,6 menjadi 0,8, lalu 0,4, lalu 0,2 mg/L.
Hitung dan , dan periksa hubungan keduanya.
See the worked solution
dan . Perbandingannya , sesuai .
Berapa desibel untuk perbandingan daya 1.000 kali, dan untuk perbandingan tegangan 10 kali?
See the worked solution
Daya: dB. Tegangan: dB. Perbandingan tegangan 10 kali setara perbandingan daya 100 kali pada hambatan yang sama.
Dua pompa masing-masing 82 dB berjalan bersamaan. Berapa tingkat totalnya?
See the worked solution
dB, naik sekitar 3 dB dari satu pompa. Kedua pompa sama kuat, sehingga dayanya dua kali daya satu pompa, dan dua kali daya menambah dB, bukan menggandakan angka desibelnya.
Mengapa rugi kabel dalam desibel dapat dikalikan dengan panjang kabel, sedangkan perbandingan dayanya tidak?
See the worked solution
Desibel adalah logaritma, sehingga perkalian perbandingan menjadi penjumlahan desibel. Setiap 100 m kabel mengalikan daya dengan faktor yang sama; dalam desibel, faktor itu menjadi angka yang dijumlahkan, sehingga rugi total sebanding panjang kabel. Perbandingan dayanya sendiri harus dipangkatkan menurut panjang, tidak dikalikan.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 17, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Eksponen, logaritma, dan desibel: pangkat dan notasi ilmiah, prefiks, pertumbuhan dan peluruhan eksponensial, logaritma, skala logaritmik, dan desibel daya dan tegangan. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/eksponen-logaritma-dan-desibel-pangkat-dan-notasi-ilmiah-prefiks-pertumbuhan-dan-peluruhan-eksponensial-logaritma-skala-logaritmik-dan-desibel-daya-dan-tegangan
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Tulis 0,0045 A dalam mA dan µA, dan 3.300.000 Ω dalam MΩ.
Kadar bahan kimia meluruh dengan waktu paruh 3,2 jam. Berapa lama sampai kadar turun dari 1,6 menjadi 0,2 mg/L?
Hitung dan , dan periksa hubungan keduanya.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 10.
Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 8.