Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Units & Mathematics · Chapter 8Quantitative

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 17 min read

    Trigonometri lapangan dan komponen vektor: sudut dan radian, sinus kosinus tangen, segitiga siku-siku dan sembarang, kemiringan, komponen dan resultan, dan gelombang sinus

    Gambar kerja meminta saluran buangan dipasang dengan kemiringan 2. Satu pelaksana memasangnya 2 derajat, pelaksana lain 2 sentimeter per meter, dan pada pipa sepanjang 6 meter selisih keduanya hampir 9 sentimeter. Pada hari yang sama, dua orang mengangkat motor dengan dua sling yang dibentangkan hampir mendatar dan terkejut ketika setiap sling menahan gaya sebesar seluruh berat motor. Bab ini menjelaskan trigonometri yang dipakai di lapangan: sudut dalam derajat, radian, dan persen kemiringan, perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku, aturan sinus dan kosinus, komponen dan resultan vektor, tegangan tali dan sudut, bidang miring, gelombang sinus, dan ketelitian sudut.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Gambar kerja sebuah dapur hotel meminta saluran buangan mesin pencuci piring dipasang dengan "kemiringan 2". Pelaksana di ruang pertama membaca angka itu sebagai 2 derajat dan memasang pipa sepanjang 6 meter dengan beda tinggi sekitar 21 sentimeter. Pelaksana di ruang kedua membacanya sebagai 2 sentimeter per meter, atau 2%, dan memasang beda tinggi 12 sentimeter. Selisih 9 sentimeter itu membuat ujung pipa ruang pertama terlalu rendah untuk masuk ke saluran utama, dan pekerjaan harus dibongkar.

    Pada hari yang sama, dua orang mengangkat motor pompa seberat 300 kilogram dengan dua sling yang dibentangkan lebar supaya motor tidak berputar. Sudut sling terhadap bidang datar hanya sekitar 30 derajat. Mereka terkejut ketika sling yang tertulis aman untuk 250 kilogram mulai meregang: setiap sling menahan gaya sebesar seluruh berat motor, tidak separuhnya. Kedua kejadian itu berasal dari satu hal yang sama, yaitu sudut, dan dapat dihitung sebelumnya dengan trigonometri. Bab ini menjelaskan trigonometri yang dipakai di lapangan.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas sudut dan satuannya, persen kemiringan, perbandingan trigonometri, segitiga siku-siku dan sembarang, komponen dan resultan vektor, tegangan tali, bidang miring, gelombang sinus, dan ketelitian sudut. Geometri luas, volume, dan pemeriksaan siku dengan diagonal ada di Bab 5 tentang geometri lapangan. Besaran vektor dan gerak ada di Bab 1 · Fisika tentang besaran vektor dan gerak lurus dan Bab 2 · Fisika tentang gerak dua dimensi dan komponen vektor. Diagram benda bebas ada di Bab 3 · Fisika tentang hukum Newton dan diagram benda bebas, kesetimbangan dan momen di Bab 8 · Fisika tentang kesetimbangan statik, serta sling, sudut beban, dan beban kerja aman di Bab 9 · Keselamatan tentang mengangkat dan memindahkan beban dengan alat. Bab ini memberi alat hitungnya; keputusan mengangkat beban tetap mengikuti Bab 9 · Keselamatan dan data beban kerja aman alat angkat. Analisis fasor rangkaian arus bolak-balik ada di rak Kelistrikan.

    Sudut: derajat, radian, dan persen kemiringan

    Sudut dapat dinyatakan dengan beberapa cara, dan salah membaca satuan sudut adalah sumber kesalahan yang paling umum di lapangan:

    1. Derajat (degree) adalah satuan sudut yang membagi satu putaran penuh menjadi 360 derajat.
    2. Radian (radian) adalah satuan sudut yang membuat satu putaran penuh sama dengan 2π2\pi radian, jadi 1 radian sekitar 57,3 derajat. Radian dipakai dalam rumus fisika, seperti kecepatan sudut dan gelombang sinus.
    3. Persen kemiringan (percent slope) adalah beda tinggi dibagi jarak mendatar, dikali 100%. Kemiringan 2% berarti turun 2 cm untuk setiap 100 cm jarak mendatar.
    4. Perbandingan: misalnya 1 banding 50, yang sama dengan 2%.

    Hubungan antara sudut θ\theta dan persen kemiringan:

    kemiringan=100%×tan⁡θ,θ=arctan⁡ ⁣(kemiringan100%)\text{kemiringan} = 100\% \times \tan\theta, \qquad \theta = \arctan\!\left(\frac{\text{kemiringan}}{100\%}\right)

    Untuk sudut kecil, persen kemiringan kira-kira 1,75 kali sudut dalam derajat, sehingga 2 derajat sekitar 3,5%, hampir dua kali 2%. Gambar kerja, SOP, dan manual pabrik harus dibaca satuannya; bila tertulis tanpa satuan, tanyakan sebelum memasang.

    Kemiringan yang lebih kecil hanya boleh dipakai bila perhitungan dengan jelas menunjukkan kecepatan aliran yang cukup akan tercapai, dan pada tanah basah diperlukan kemiringan yang jauh lebih landai. Kemiringan adalah besaran yang dihitung dan diperiksa, tidak ditaksir.

    Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku

    Penamaan baku segitiga memakai huruf besar A, B, dan C untuk sudut, dengan C siku-siku, dan huruf kecil a, b, dan c untuk sisi di depannya. Sisi miring sebuah segitiga siku-siku dapat dicari dari dua sisi lainnya.

    Untuk sudut AA pada segitiga siku-siku dengan sisi depan aa, sisi samping bb, dan sisi miring cc, sinus (sine) adalah perbandingan sisi depan terhadap sisi miring, kosinus (cosine) perbandingan sisi samping terhadap sisi miring, dan tangen (tangent) perbandingan sisi depan terhadap sisi samping:

    sin⁡A=ac,cos⁡A=bc,tan⁡A=ab,a2+b2=c2\sin A = \frac{a}{c}, \qquad \cos A = \frac{b}{c}, \qquad \tan A = \frac{a}{b}, \qquad a^2 + b^2 = c^2

    Fungsi kebalikan, arcsin⁡\arcsin, arccos⁡\arccos, dan arctan⁡\arctan, memberi sudut dari perbandingan sisi. Kalkulator harus berada pada mode yang sesuai, derajat atau radian, sebelum dipakai; satu tombol yang salah memberi hasil yang sama sekali berbeda.

    Sejak awal pelajaran fisika, pembaca diharapkan sudah sangat terbiasa dengan teknik aljabar dasar, geometri analitik, dan trigonometri. Di lapangan, keterbiasaan itu berarti dapat membayangkan segitiganya lebih dulu: mana yang mendatar, mana yang tegak, dan mana yang miring.

    Segitiga sembarang: aturan sinus dan kosinus

    Tidak semua segitiga di lapangan siku-siku. Saat menentukan jarak antara dua titik yang terhalang mesin atau dinding, atau letak penyangga pada sudut yang tidak tegak, dipakai dua aturan:

    asin⁡A=bsin⁡B=csin⁡C,c2=a2+b2−2abcos⁡C\frac{a}{\sin A} = \frac{b}{\sin B} = \frac{c}{\sin C}, \qquad c^2 = a^2 + b^2 - 2ab\cos C

    Aturan kosinus dipakai bila dua sisi dan sudut di antaranya diketahui, atau bila ketiga sisi diketahui dan sudut dicari. Aturan sinus dipakai bila satu sisi dan dua sudut diketahui. Bila CC siku-siku, cos⁡C=0\cos C = 0, dan aturan kosinus kembali menjadi teorema Pythagoras.

    Komponen vektor dan resultan

    Vektor (vector) adalah besaran yang mempunyai besar dan arah, seperti gaya, kecepatan, dan perpindahan. Besaran vektor ditulis dengan huruf tebal atau tanda panah, dan komponen (component) sebuah vektor adalah proyeksinya pada sebuah sumbu. Untuk vektor FF yang membentuk sudut θ\theta dengan sumbu mendatar:

    Fx=Fcos⁡θ,Fy=Fsin⁡θF_x = F\cos\theta, \qquad F_y = F\sin\theta

    Bila sudut antara dua vektor 90 derajat, komponen satu vektor pada arah vektor lain nol. Karena itu gaya tegak tidak membantu menggeser benda mendatar, dan gaya mendatar tidak membantu mengangkatnya. Memecah gaya menjadi komponen yang saling tegak lurus membuat setiap arah dapat dihitung terpisah.

    Resultan (resultant) adalah satu gaya yang setara dengan gabungan beberapa gaya. Pertanyaan berapa gaya resultan yang diderita sebuah mobil, misalnya, dijawab dengan cara ini. Caranya:

    1. Pecah setiap gaya menjadi komponen mendatar dan tegak.
    2. Jumlahkan semua komponen mendatar menjadi RxR_x, dan semua komponen tegak menjadi RyR_y, dengan tanda sesuai arah.
    3. Besar resultan R=Rx2+Ry2R = \sqrt{R_x^2 + R_y^2} dan arahnya θ=arctan⁡(Ry/Rx)\theta = \arctan(R_y/R_x), dengan memperhatikan kuadran.

    Menjumlahkan besar gaya begitu saja tanpa arah adalah kesalahan yang sering terjadi; dua gaya 600 N dan 400 N yang saling tegak lurus tidak menghasilkan 1.000 N, tetapi sekitar 721 N. Pada tumpuan pipa yang menerima 600 N mendatar dari pemuaian pipa dan 400 N tegak dari berat pipa, resultan itu mengarah arctan⁡(400/600)=33,7\arctan(400/600) = 33{,}7 derajat di bawah mendatar, dan baut tumpuan dipilih untuk 721 N pada arah itu.

    Tegangan tali, sudut, dan bidang miring

    Komponen tegak tegangan tali mengimbangi berat benda. Untuk benda seberat WW yang digantung dua tali simetris, masing-masing membentuk sudut θ\theta terhadap bidang datar:

    2Tsin⁡θ=W  ⇒  T=W2sin⁡θ2 T \sin\theta = W \;\Rightarrow\; T = \frac{W}{2\sin\theta}

    Pada sudut 90 derajat, tali tegak, dan setiap tali menahan separuh berat. Makin kecil sudut, makin besar tegangan: pada 30 derajat setiap tali menahan seluruh berat, dan pada sudut yang lebih kecil lagi tegangan melebihi berat benda. Karena itu Bab 9 · Keselamatan tentang mengangkat beban dengan alat membatasi sudut sling dan memakai tabel beban kerja aman menurut sudut. Bab ini hanya menjelaskan asal angka itu.

    Sudut sling di lapangan jarang diukur langsung. Ia dihitung dari panjang sling LL dan tinggi titik gantung di atas titik ikat hh: sin⁡θ=h/L\sin\theta = h/L. Sling sepanjang 2 m dengan titik gantung 1 m di atas titik ikat membentuk θ=arcsin⁡0,5=30\theta = \arcsin 0{,}5 = 30 derajat, sudut yang pada kasus pembuka membuat setiap sling menahan seluruh berat. Memakai sling yang lebih panjang atau mendekatkan titik ikat menaikkan sudut dan menurunkan tegangan.

    Komponen mendatar tegangan, Tcos⁡θT\cos\theta, juga ada dan menarik kedua titik ikat saling mendekat. Pada titik gantung di atap atau rangka, komponen mendatar ini memberi beban samping yang tidak selalu diperhitungkan.

    Sebuah balok di bidang miring 60 derajat adalah contoh baku persoalan bidang miring. Berat W=mgW = mg pada bidang miring bersudut θ\theta dipecah menjadi komponen sejajar bidang, Wsin⁡θW\sin\theta, yang cenderung membuat benda meluncur, dan komponen tegak lurus bidang, Wcos⁡θW\cos\theta, yang menekan bidang dan menentukan gesekan. Di lapangan, hitungan ini dipakai saat menaikkan mesin ke truk dengan ramp, menahan troli di lantai miring, atau memperkirakan gaya pada dongkrak yang tidak tegak. Gaya tarik yang diperlukan untuk menaikkan benda dengan kecepatan tetap kira-kira Wsin⁡θ+μWcos⁡θW\sin\theta + \mu W\cos\theta, dengan μ\mu koefisien gesekan.

    Gelombang sinus dan sudut fase

    Tegangan atau arus bolak-balik umumnya dinyatakan sebagai gelombang sinus, fasor, atau ungkapan trigonometri. Tegangan sesaat:

    v(t)=Vmsin⁡(ωt+φ),ω=2πfv(t) = V_m \sin(\omega t + \varphi), \qquad \omega = 2\pi f

    dengan VmV_m tegangan puncak, ff frekuensi, dan φ\varphi sudut fase dalam radian. Sudut fase (phase angle) adalah pergeseran gelombang sinus terhadap acuannya, dinyatakan sebagai sudut. Untuk gelombang sinus murni, nilai efektif V=Vm/2V = V_m/\sqrt{2}. Sudut dalam soal mekanika, seperti lembaran air yang dibelokkan sebuah sirip sebesar 30 derajat, dan sudut fase dalam listrik memakai fungsi trigonometri yang sama, hanya artinya berbeda.

    Pada beban yang memuat kumparan, seperti motor, arus tertinggal dari tegangan sebesar sudut fase φ\varphi. Daya nyata yang diserap beban sebanding dengan cos⁡φ\cos\varphi. Faktor daya (power factor) adalah nama untuk cos⁡φ\cos\varphi itu. Pada sudut fase 30 derajat, cos⁡φ=0,87\cos\varphi = 0{,}87, sehingga untuk daya yang sama arus kira-kira 15% lebih besar daripada pada beban resistif. Rinciannya dibahas di rak Kelistrikan; di sini cukup dipahami bahwa sudut fase adalah sudut biasa yang diukur dalam waktu.

    Ketelitian sudut dan alat ukurnya

    Sudut di lapangan diukur dengan busur derajat, waterpass, pengukur sudut digital, atau aplikasi ponsel, atau dihitung dari beda tinggi dan jarak. Untuk kemiringan kecil, cara kedua biasanya lebih teliti: beda tinggi 12 cm pada 6 m diukur dengan selang air atau laser hampir sampai milimeter, sedangkan sudut 1,15 derajat sulit dibaca dengan busur.

    Untuk sudut kecil dalam radian, sin⁡θ≈tan⁡θ≈θ\sin\theta \approx \tan\theta \approx \theta; pada 0,05 radian, ketiganya berbeda kurang dari 0,1%. Pendekatan ini berguna untuk perhitungan cepat, tetapi tidak boleh dipakai untuk sudut sling atau ramp yang besar. Galat sudut juga diperbesar oleh fungsi trigonometri: pada sudut sling kecil, salah ukur satu derajat mengubah tegangan jauh lebih banyak daripada pada sudut besar, sehingga sudut kecil harus dihindari, tidak diukur lebih teliti.

    Memilih segitiga yang tepat

    Kesulitan utama trigonometri di lapangan jarang terletak pada rumusnya, tetapi pada menemukan segitiga yang tepat. Langkah yang membantu:

    1. Gambar sketsa kasar dengan arah mendatar dan tegak yang jelas, lalu tandai besaran yang diketahui dan yang dicari.
    2. Cari segitiga siku-siku lebih dulu; banyak bentuk miring dapat dipecah menjadi dua segitiga siku-siku dengan menarik garis tegak.
    3. Tentukan sisi mana yang di depan sudut, mana yang di samping, dan mana yang miring, dari sudut yang dipakai, bukan dari letak di gambar.
    4. Pilih fungsi yang menghubungkan besaran yang diketahui dengan yang dicari; bila dua sisi diketahui, tangen atau Pythagoras biasanya paling cepat.
    5. Periksa hasil dengan aturan kasar: sisi miring selalu terpanjang, sudut di depan sisi terpanjang selalu terbesar, dan jumlah sudut segitiga 180 derajat.

    Pada pemasangan pipa, segitiga biasanya dibentuk oleh pergeseran ke samping, jarak maju, dan potongan miring; pada pengangkatan, oleh tinggi titik gantung, jarak titik ikat, dan panjang sling. Sketsa sederhana di kertas atau di lantai dengan kapur sering mencegah salah ukur yang mahal.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: dua arti kemiringan 2. Pada pipa sepanjang 6 m mendatar, kemiringan 2% memberi beda tinggi 6×0,02=0,126 \times 0{,}02 = 0{,}12 m. Kemiringan 2 derajat memberi 6×tan⁡2∘6 \times \tan 2^\circ, yang dihitung sebagai 6×0,0349=0,216 \times 0{,}0349 = 0{,}21 m. Selisihnya 9 cm, cukup untuk membuat sambungan ke saluran utama tidak mungkin.

    Contoh 2: belokan 45 derajat. Pipa harus bergeser ke samping 30 cm dengan dua belokan 45 derajat. Panjang potongan miring di antara kedua belokan, diukur antara sumbu belokan, adalah 30/sin⁡45∘=42,430/\sin 45^\circ = 42{,}4 cm, dan jarak maju sepanjang arah pipa juga 30 cm karena sudutnya 45 derajat.

    Contoh 3: jarak yang terhalang. Dari titik C, jarak ke titik A 4,0 m dan ke titik B 5,5 m, dengan sudut ACB 70 derajat. Jarak AB tidak dapat diukur langsung karena ada mesin di antaranya. AB2=4,02+5,52−2×4,0×5,5×cos⁡70∘=46,25−44×0,342=31,2AB^2 = 4{,}0^2 + 5{,}5^2 - 2 \times 4{,}0 \times 5{,}5 \times \cos 70^\circ = 46{,}25 - 44 \times 0{,}342 = 31{,}2, jadi AB=5,59AB = 5{,}59 m.

    Contoh 4: sling pada motor. Motor 300 kg, berat W=300×9,81=2.943W = 300 \times 9{,}81 = 2.943 N, diangkat dua sling simetris. Pada 30 derajat terhadap bidang datar, T=2.943/(2×0,5)=2.943T = 2.943/(2 \times 0{,}5) = 2.943 N per sling, sama dengan seluruh berat. Pada 60 derajat, T=2.943/(2×0,866)=1.699T = 2.943/(2 \times 0{,}866) = 1.699 N per sling. Sling untuk 250 kg, sekitar 2.450 N, aman pada 60 derajat tetapi tidak pada 30 derajat, sesuai kasus pembuka.

    Contoh 5: menaikkan mesin dengan ramp. Mesin 250 kg didorong naik ramp 15 derajat. Komponen sejajar 250×9,81×sin⁡15∘=635250 \times 9{,}81 \times \sin 15^\circ = 635 N, komponen tegak lurus 2.3692.369 N. Dengan koefisien gesekan roda sekitar 0,1, gaya dorong 635+0,1×2.369=872635 + 0{,}1 \times 2.369 = 872 N, terlalu besar untuk dua orang yang mendorong lama; dipakai katrol tangan atau ramp yang lebih landai.

    Contoh 6: tegangan sesaat. Tegangan puncak 325 V pada 50 Hz. Pada t=2t = 2 ms, v=325sin⁡(2π×50×0,002)=325sin⁡(0,628)=191v = 325 \sin(2\pi \times 50 \times 0{,}002) = 325 \sin(0{,}628) = 191 V. Nilai efektif 325/2=230325/\sqrt{2} = 230 V. Sudut 0,628 radian sama dengan 36 derajat; kalkulator dalam mode derajat akan memberi angka yang salah bila 0,628 dimasukkan langsung.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pemasangan atau pengangkatan dan minta kejelasan atau keputusan penyelia bila:

    1. Kemiringan, sudut, atau perbandingan pada gambar kerja ditulis tanpa satuan yang jelas.
    2. Sudut sling terhadap bidang datar kurang dari yang diizinkan Bab 9 · Keselamatan, atau tegangan hasil hitungan melebihi beban kerja aman sling.
    3. Hasil hitungan sudut atau jarak berbeda jauh dari ukuran langsung di lapangan.
    4. Gaya pada tumpuan, titik gantung, atau dongkrak dihitung tanpa komponen mendatarnya.
    5. Ramp, bidang miring, atau lantai miring memerlukan gaya yang melebihi kemampuan orang atau alat yang tersedia.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Kemiringan 2 berarti 2 derajat.

    Why is it wrong?

    Bisa juga 2% atau 1 banding 50; satuan harus jelas. Pada pipa 6 m, kedua arti itu berselisih 9 cm beda tinggi.

    Common misconception

    Dua sling membagi berat menjadi dua.

    Why is it wrong?

    Hanya bila sling tegak; makin landai, makin besar tegangan. Pada 30 derajat terhadap bidang datar, setiap sling menahan seluruh berat.

    Common misconception

    Gaya dijumlahkan begitu saja.

    Why is it wrong?

    Gaya dijumlahkan menurut komponennya. Gaya 600 N dan 400 N yang saling tegak lurus menghasilkan sekitar 721 N, bukan 1.000 N.

    Common misconception

    Kalkulator selalu dalam derajat.

    Why is it wrong?

    Mode derajat dan radian harus diperiksa. Sudut 0,628 radian yang dimasukkan dalam mode derajat memberi tegangan sesaat yang salah.

    Common misconception

    Sudut kecil tidak penting.

    Why is it wrong?

    Pada kemiringan dan sling, sudut kecil sangat menentukan. Dua derajat sudah sekitar 3,5% kemiringan, dan sling yang landai menahan lebih dari berat bebannya.

    Common misconception

    Sudut pada gambar sama dengan sudut di lapangan.

    Why is it wrong?

    Lantai, dinding, dan rangka jarang benar-benar datar atau tegak; sudut dan kemiringan diukur ulang dari acuan yang jelas, seperti garis waterpass atau benang tegak, sebelum memotong pipa atau memasang penyangga.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 5 tentang geometri lapangan memberi geometri dan pemeriksaan siku. Bab 1 · Fisika tentang besaran vektor dan gerak lurus dan Bab 2 · Fisika tentang gerak dua dimensi dan komponen vektor memakai komponen dan resultan untuk gerak. Bab 3 · Fisika tentang hukum Newton dan diagram benda bebas memakai tegangan tali, Bab 8 · Fisika tentang kesetimbangan statik membahas kesetimbangan dan momen, dan Bab 9 · Keselamatan tentang mengangkat dan memindahkan beban dengan alat memberi aturan mengangkat dengan sling. Bab 4 · Kelistrikan & Kendali tentang arus bolak-balik membahas gelombang sinus, nilai efektif, dan fasor dalam listrik. Bab 9 tentang eksponen, logaritma, dan desibel melanjutkan rak ini.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Pipa sepanjang 8 m dipasang dengan kemiringan 1,5%. Berapa beda tingginya, dan berapa sudutnya?

      See the worked solution

      Beda tinggi 8×0,015=0,128 \times 0{,}015 = 0{,}12 m, sudut arctan⁡0,015=0,86\arctan 0{,}015 = 0{,}86 derajat. Sudut sekecil itu sulit dibaca dengan busur, sehingga kemiringan pipa lebih teliti diperiksa dari beda tinggi dan jarak.

    2. Ubah kemiringan 3 derajat menjadi persen.

      See the worked solution

      tan⁡3∘×100%=5,24%\tan 3^\circ \times 100\% = 5{,}24\%. Angka itu sekitar 1,75 kali 3, sesuai pendekatan untuk sudut kecil. Bila 3 derajat dibaca sebagai 3%, kemiringan yang dipasang hanya sekitar 57% dari yang diminta, kesalahan yang sama dengan kasus pembuka.

    3. Pipa bergeser ke samping 25 cm dengan dua belokan 45 derajat. Berapa panjang potongan miringnya, diukur antara sumbu belokan?

      See the worked solution

      25/sin⁡45∘=35,425/\sin 45^\circ = 35{,}4 cm. Untuk belokan 45 derajat, panjang potongan miring selalu sekitar 1,414 kali pergeseran ke samping, sehingga angka ini dapat diperiksa cepat di lapangan; panjang pipa yang dipotong dikurangi lagi dengan bagian yang masuk ke dalam fiting.

    4. Gaya 1.200 N membentuk 20 derajat dengan bidang datar. Hitung komponen mendatar dan tegaknya.

      See the worked solution

      Mendatar 1.200cos⁡20∘=1.1281.200 \cos 20^\circ = 1.128 N dan tegak 1.200sin⁡20∘=4101.200 \sin 20^\circ = 410 N. Komponen mendatar jauh lebih besar karena sudutnya kecil, sehingga sebagian besar gaya dipakai untuk menggeser, bukan mengangkat.

    5. Beban 500 kg digantung dua sling simetris pada 45 derajat terhadap bidang datar. Berapa tegangan setiap sling?

      See the worked solution

      W=500×9,81=4.905W = 500 \times 9{,}81 = 4.905 N, T=4.905/(2sin⁡45∘)=3.468T = 4.905/(2 \sin 45^\circ) = 3.468 N, sekitar 71% berat beban per sling. Setiap sling menahan lebih dari separuh berat karena hanya komponen tegaknya yang mengimbangi berat.

    6. Mengapa pendekatan sin⁡θ≈θ\sin\theta \approx \theta boleh dipakai untuk kemiringan pipa tetapi tidak untuk sudut sling?

      See the worked solution

      Kemiringan pipa biasanya hanya beberapa persen, atau sudut di bawah sekitar 3 derajat, sehingga sin⁡θ\sin\theta, tan⁡θ\tan\theta, dan θ\theta dalam radian hampir sama. Sudut sling puluhan derajat, dan pendekatan itu memberi galat besar; misalnya pada 30 derajat, sin⁡θ=0,5\sin\theta = 0{,}5 sedangkan θ=0,524\theta = 0{,}524 radian, dan pada sudut yang lebih besar selisihnya makin besar.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Trigonometri lapangan dan komponen vektor: sudut dan radian, sinus kosinus tangen, segitiga siku-siku dan sembarang, kemiringan, komponen dan resultan, dan gelombang sinus. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/trigonometri-lapangan-dan-komponen-vektor-sudut-dan-radian-sinus-kosinus-tangen-segitiga-siku-siku-dan-sembarang-kemiringan-komponen-dan-resultan-dan-gelombang-sinus

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Pipa sepanjang 8 m dipasang dengan kemiringan 1,5%. Berapa beda tingginya, dan berapa sudutnya?

    2

    Ubah kemiringan 3 derajat menjadi persen.

    3

    Pipa bergeser ke samping 25 cm dengan dua belokan 45 derajat. Berapa panjang potongan miringnya, diukur antara sumbu belokan?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters