Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Buildings & Facilities · Chapter 25Applied

    By Kurnia · Published October 20, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 22 min read

    Tanggap darurat lift dan eskalator: penumpang terjebak, penyelamatan oleh orang terlatih, listrik padam, kebakaran, gempa, banjir, dan cedera penumpang

    Listrik sebuah hotel padam pada malam hari: tiga tamu terjebak di lift di antara dua lantai, dan eskalator lobi berhenti mendadak lalu mulai dipakai tamu sebagai tangga. Teknisi jaga yang belum dilatih menenangkan penumpang lewat intercom, memanggil kontraktor lift, dan memasang barikade di eskalator, tanpa menyentuh rem atau ruang mesin. Bab ini menjelaskan cara menerima alarm dan menenangkan penumpang, tujuh pertanyaan sebelum memanggil kontraktor, siapa yang boleh menyelamatkan, prinsip penyelamatan oleh orang terlatih termasuk penguncian pemutus utama dan gerak kereta oleh gravitasi, serta tindakan saat listrik padam, kebakaran, gempa, air dan banjir, stop darurat, dan cedera di eskalator. Bab ini juga menandai hal yang belum dijelaskan manual tentang perilaku lift saat alarm kebakaran dan gempa. Enam contoh kerja memakai angka dari manual dan angka latihan.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Listrik dari jaringan di sebuah hotel padam pukul 19.40. Satu lift tamu berhenti di antara lantai 7 dan 8 dengan tiga tamu di dalamnya, dan bel alarmnya berbunyi pukul 19.42. Di lobi, eskalator ke lantai ballroom berhenti mendadak karena remnya bekerja ketika daya hilang, dan beberapa tamu mulai menaikinya sebagai tangga. Teknisi jaga belum pernah dilatih menyelamatkan penumpang lift. Ia berbicara dengan tamu lewat intercom, mengatakan bahwa bantuan sedang datang, bahwa mereka aman, dan bahwa ventilasi kereta cukup, lalu memanggil kontraktor lift. Ia meminta petugas keamanan memasang pembatas di kedua ujung eskalator. Ia tidak membuka ruang mesin dan tidak mencoba melepas rem. Semua tindakan itu benar: penumpang terjebak diselamatkan hanya oleh orang terlatih, dan eskalator yang berhenti dibatasi agar tidak dipakai sebagai tangga. Bab ini menjelaskan apa yang dilakukan, oleh siapa, dan apa yang tidak dilakukan pada setiap keadaan darurat lift dan eskalator.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas tanggap darurat lift dan eskalator di hotel, rumah sakit, dan gedung sejenis dari sisi pengelola gedung. Manual yang dipakai adalah slide pelatihan operasi dan perawatan lift, manual operasi dan perawatan lift sebuah gedung di Australia (manual gedung Australia), manual pengelolaan operasi eskalator B, dan, untuk satu nilai ukur, manual perawatan eskalator A. Penyelamatan penumpang dijelaskan pada tingkat prinsip supaya pengawas dapat menilai apakah pekerjaan dilakukan dengan benar. Bab ini bukan instruksi bagi orang yang belum dilatih.

    Pemeriksaan rutin, kunci, dan peran dibahas di Bab 24 tentang lift di gedung tingkat pemeriksaan, eskalator tingkat operator di Bab 26, laporan kontraktor di Bab 28, gravitasi sebagai energi tersimpan di Bab 4 · Keselamatan, LOTO di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, proteksi kebakaran gedung di Bab 17, panel alarm kebakaran di Bab 19, investigasi insiden di Bab 12 · Keselamatan, dan uji resistansi isolasi di Bab 17 · Kelistrikan & Kendali.

    Di luar wewenang teknisi hotel yang belum dilatih dan ditugasi: menggerakkan kereta, melepas rem, memutar roda tangan, membuka pintu lantai dengan kunci darurat untuk mengeluarkan penumpang, mengoperasikan lift dalam operasi petugas pemadam, menjalankan kembali eskalator yang terendam, dan memperbaiki alat pengaman.

    Rencana tanggap darurat dan aturan yang belum diketahui

    Permenaker 6/2017 mewajibkan pengurus dan/atau pengusaha menerapkan syarat K3 elevator dan eskalator sesuai peraturan dan/atau standar. Ketentuan tentang rencana tanggap darurat, pelatihan penyelamat, dan pelaporan kecelakaan lift belum ditemukan dalam sumber resmi per 19 Oktober 2026 (Bab 24 tentang lift di gedung tingkat pemeriksaan). Nomor telepon darurat dan instansi tujuan laporan karena itu tidak ditulis di sini. Tanyakan ke Ahli K3 bidang elevator dan eskalator, dinas ketenagakerjaan, dan dinas pemadam kebakaran setempat.

    Rencana tanggap darurat lift (lift emergency plan) adalah dokumen gedung yang menetapkan siapa menerima alarm, siapa menenangkan penumpang, siapa memanggil kontraktor, siapa yang boleh menyelamatkan, dan di mana kunci disimpan. Rencana ini disusun bersama kontraktor lift, karena prosedur penyelamatan berbeda menurut jenis mesin, seperti terlihat pada tabel penolong terlatih di bawah.

    Penumpang terjebak: alarm, menenangkan, dan tujuh pertanyaan

    Slide pelatihan memberi pesan untuk penumpang yang terjebak di antara lantai, misalnya karena listrik padam: tunggu beberapa detik, lalu tekan lagi tombol lantai tujuan; bila lift tetap tidak bereaksi, tekan tombol alarm; bila ada intercom, minta bantuan lewat intercom; dan tetap tenang, karena tidak ada bahaya dan ventilasi cukup. Urutan bergambar di slide yang sama dimulai dari penumpang menekan tombol darurat, lalu penolong memberi tahu penumpang bahwa penyelamatan sedang berjalan dan meminta mereka tenang karena mereka aman. Manual gedung Australia menambahkan pesan sebelum penyelamatan: penumpang tidak membuka pintu sampai diminta.

    Bagi penerima alarm: tanyakan jumlah orang, apakah ada yang sakit atau cedera, dan lantai terakhir yang terlihat; ulangi kontak secara berkala; dan jangan menjanjikan waktu yang tidak pasti.

    Sebelum memanggil layanan, manual gedung Australia meminta tujuh pertanyaan dijawab:

    1. Apakah ada penumpang terjebak?
    2. Apakah sakelar kunci di lift pada posisi operasi normal?
    3. Apakah ada tombol yang macet?
    4. Apakah pintu lift dan pintu lantai bebas halangan?
    5. Apakah detektor pintu dan tepi pengaman bersih dan bebas bergerak?
    6. Apakah sakelar utama daya untuk sistem lift menyala?
    7. Apakah lift kelebihan muatan?

    Jawabannya dicari dari tempat yang aman dan lewat percakapan dengan penumpang, tanpa membuka pengendali, lalu disampaikan ke kontraktor. Pertanyaan keenam tidak berarti teknisi hotel menghidupkan kembali pemutus yang trip tanpa tahu sebabnya; keputusan itu dibicarakan dengan kontraktor.

    Penyelamatan oleh orang terlatih

    Siapa yang boleh menyelamatkan

    Slide pelatihan menetapkan tiga kelompok yang boleh menyelamatkan penumpang terjebak:

    1. teknisi servis lift yang memahami prosedur perawatan umum dan lift itu;
    2. personel perawatan gedung yang sudah menerima pelatihan prosedur penyelamatan, dengan memperhatikan peraturan setempat;
    3. pihak ketiga yang terlatih dalam prosedur penyelamatan yang aman, seperti petugas pemadam kebakaran, dengan memperhatikan peraturan setempat.

    Orang tanpa pelatihan memadai tidak boleh mencoba menyelamatkan penumpang, karena dapat menimbulkan bahaya. Bila tidak ada orang terlatih, perusahaan perawatan dihubungi segera. Manual gedung Australia menyatakan penyelamatan dikerjakan orang berwenang dengan mematuhi semua kode dan peraturan, dan gerak manual kereta berbahaya sehingga hanya dikerjakan personel terlatih sesuai prosedur instalasinya. Manual itu menyebut gerak manual dari panel darurat dan inspeksi sebagai tugas satu orang, sedangkan slide pelatihan untuk lift beroda tangan membolehkan asisten membantu bila kereta lebih berat. Perbedaan ini kemungkinan berasal dari jenis mesin; keduanya tetap hanya untuk orang terlatih.

    Bagi hotel artinya: nama penolong terlatih tercatat di rencana tanggap darurat bersama bukti pelatihan untuk lift yang terpasang, dan teknisi yang tidak tercatat tidak menjadi penolong walaupun berpengalaman di bidang lain.

    Yang dilakukan penolong terlatih

    Bagian ini menjelaskan prinsip agar pengawas mengenali langkah yang benar; urutannya bukan instruksi kerja. Gerak manual kereta (manual car movement) adalah tindakan menggerakkan kereta yang berhenti ke lantai terdekat tanpa motor, dengan melepas rem secara terkendali. Slide pelatihan dan manual gedung Australia memberi dua cara untuk dua jenis mesin:

    TahapLift beroda tangan dengan ruang mesin (slide pelatihan)Lift dengan panel darurat dan inspeksi (manual gedung Australia)
    Memeriksamemberi tahu penumpang, lalu ke ruang mesinmembuka pintu lantai sedikit dengan kunci untuk melihat selisih kereta dan lantai
    Kereta ratatidak dibahastanpa celah antara pelindung kaki dan lantai, penumpang keluar lewat pintu lantai
    Energisakelar utama dimatikan lebih duludaya panel diputus; pemutus utama dikunci dan diberi label
    Menggerakkanrem dilepas sambil roda tangan diputar ke arah yang lebih ringantombol pelepas rem ditekan dan dilepas berulang saat bel berbunyi, sampai indikator zona pintu menyala
    Berhenti atau batalrem tidak dilepas lagi ketika tanda cat pada tali angkat sejajar pelat dasar mesinindikator tertentu berkedip atau kereta tidak bergerak: hubungi pabrik
    Mengeluarkanturun ke lantai kereta, buka pintu dengan kuncike lantai kereta, buka pintu, keluarkan penumpang

    Pelindung kaki (toe guard) adalah pelat tegak di bawah ambang kereta yang menutup sebagian celah ke ruang luncur ketika lantai kereta lebih tinggi dari lantai pemberhentian.

    Tiga hal yang dilihat pengawas dari tabel: pemutus utama dikunci dan diberi label sebelum rem disentuh, sesuai LOTO di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang kerja aman; kereta digerakkan dalam langkah pendek dan terkendali, karena kereta dan bobot imbang yang tidak seimbang bergerak sendiri oleh gravitasi begitu rem dilepas (Bab 4 · Keselamatan tentang isolasi energi non-listrik); dan penumpang tidak dikeluarkan lewat celah antara kereta dan lantai. Setelah pembukaan darurat, alat kunci pintu lantai tidak boleh dapat tetap terbuka ketika pintu tertutup. Pintu yang tidak mengunci kembali dijaga orang sampai kontraktor tiba.

    Listrik padam

    Lift. Slide pelatihan menyebut listrik padam sebagai salah satu sebab lift berhenti di antara lantai. Bab 55 · Kelistrikan & Kendali tentang pengereman motor mencatat bahwa rem listrik lift bekerja dengan sendirinya bila tegangan hilang, sehingga kereta tertahan di tempatnya. Perilaku lift tertentu saat daya padam dan saat daya pulih tidak dijelaskan slide pelatihan maupun manual gedung; tanyakan ke kontraktor dan tuliskan di rencana tanggap darurat. Untuk pemadaman terencana, kereta dikosongkan sebelum daya diputus dengan cara yang disepakati kontraktor.

    Eskalator. Manual eskalator B menyatakan rem elektromagnetik bekerja dan eskalator berhenti segera bila sumber daya putus. Eskalator yang berhenti tidak dipakai sebagai tangga atau tempat duduk; manual itu memperingatkan bahwa eskalator dapat turun karena kelebihan beban, dan meminta barikade serta label peringatan setiap kali layanan dihentikan. Barikade eskalator (escalator barricade) adalah pembatas di pendaratan atas dan bawah eskalator yang berhenti agar orang tidak memakainya sebagai tangga. Untuk pemadaman yang diberitahukan lebih dulu, manual itu meminta pengumuman, eskalator dihentikan sebelum daya diputus, dan dijalankan lagi setelah daya pulih dengan urutan normal di Bab 26 tentang eskalator tingkat operator. Urutan menyalakan dengan bel peringatan dan kunci operasi dibahas di Bab 26 tentang eskalator tingkat operator.

    Kebakaran dan gempa

    Kebakaran

    Lift. Manual gedung Australia menyatakan lift tidak boleh dipakai saat kebakaran. Petugas mengarahkan tamu ke tangga darurat. Lift dalam manual itu memiliki sakelar kunci petugas pemadam di lantai akses pemadam. Dalam operasi petugas pemadam, lift segera kembali ke lantai akses pemadam yang disepakati dengan petugas pemadam setempat, mengabaikan semua panggilan, dan parkir dengan pintu terbuka; pada perjalanan berikutnya pintu baru terbuka bila tombol buka ditekan terus sampai terbuka penuh. Sakelar petugas pemadam dioperasikan petugas pemadam atau orang berwenang, bukan tamu. Slide pelatihan memasukkan sakelar petugas pemadam dan intercom ke ruang kendali kebakaran ke daftar periksa harian. Apakah lift kembali sendiri ke lantai tertentu ketika alarm kebakaran gedung berbunyi tidak dijelaskan slide pelatihan maupun manual gedung. Pastikan ke kontraktor lift dan konsultan proteksi kebakaran bagaimana lift gedung Anda terhubung dengan panel alarm (Bab 19 tentang panel alarm kebakaran di gedung).

    Eskalator. Manual eskalator B meminta pengumuman, larangan memakai eskalator, panggilan segera ke pemadam kebakaran dan perusahaan perawatan, dan eskalator dihentikan. Eskalator yang terhubung dengan rana kebakaran berhenti otomatis ketika rana mulai menutup, dan sebelum dinyalakan kembali rana harus terbuka penuh dan eskalator diperiksa. Pekerjaan panas di dekat eskalator memerlukan instruksi pencegahan kebakaran, karena percikan dapat masuk. Proteksi kebakaran gedung dibahas di Bab 17 tentang proteksi kebakaran tingkat pemeriksaan.

    Gempa

    Eskalator. Manual eskalator B memberi urutan: umumkan, larang pemakaian, pandu evakuasi, dan hentikan eskalator; setelah gempa reda, lakukan inspeksi harian; bila ada masalah, hubungi perusahaan perawatan; bila tidak, jalankan lagi. Barikade dipasang selama layanan dihentikan. Inspeksi harian 17 butir dibahas di Bab 26.

    Lift. Slide pelatihan dan manual gedung tidak menjelaskan perilaku lift saat gempa maupun syarat memakainya kembali sesudah gempa, dan bab ini tidak mengisi celah itu. Minta kontraktor lift menuliskan prosedur gempa untuk lift gedung Anda. Sampai prosedur itu ada, keputusan memakai lift kembali sesudah gempa diambil pengurus bersama kontraktor.

    Air, hujan badai, dan banjir

    Lift. Manual gedung Australia menyatakan lift tidak boleh dipakai bila ada air di gedung. Air yang masuk ke ruang luncur merusak komponen dan kabel, dan rembesan di pit termasuk butir periksa bulanan. Kerusakan akibat air masuk dikecualikan dari kontrak contoh, sehingga biayanya ditanggung gedung. Lift yang terkena air tidak dijalankan kembali sebelum diperiksa kontraktor.

    Eskalator. Manual eskalator B meminta eskalator dihentikan segera bila air masuk karena hujan lebat. Saat badai atau ada kemungkinan bocor: hentikan, buat tanggul agar air tidak masuk, dan setelah badai periksa pelat pendaratan dari jejak air; bila ada jejak, jangan jalankan dan hubungi perusahaan perawatan. Eskalator luar ruang pun dianjurkan dihentikan. Bila bagian eskalator terendam saat beroperasi, hentikan segera dan jangan operasikan lagi sebelum uji tahanan isolasi, pengeringan, dan pemeriksaan kering oleh teknisi berwenang; bagian yang terendam mungkin harus diganti.

    Pelat pendaratan (landing plate) adalah pelat lantai di ujung eskalator yang menutup ruang berisi panel kendali dan motor. Manual eskalator B melarang membongkarnya. Teknisi hotel tidak membongkar pelat pendaratan untuk melihat ke dalam, dan tidak memberi nilai lulus uji isolasi sendiri. Uji tahanan isolasi dijelaskan di Bab 17 · Kelistrikan & Kendali tentang uji resistansi isolasi; bab ini tidak memberi nilai batasnya, dan pengujiannya milik teknisi berwenang. Sakelar kunci eskalator tidak dioperasikan dengan tangan basah, dan air tidak dituang ke anak tangga, karena dapat menimbulkan sengatan listrik atau malfungsi (Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik pada tubuh).

    Stop darurat dan cedera di eskalator

    Manual eskalator B mendaftar alat pengaman yang memicu stop darurat, antara lain pengaman panel skirt, pengaman sisir, tombol stop darurat, pengaman lubang masuk pegangan tangan, pendeteksi rantai anak tangga putus, dan interlock rana kebakaran. Tombol stop darurat diberi penutup pelindung agar tidak tertekan tanpa sengaja, dan ditekan kuat di tengah penutupnya. Konsep stop darurat dan reset dibahas di Bab 49 · Kelistrikan & Kendali tentang tombol, lampu indikator, warna, dan stop darurat.

    Setelah stop darurat, lubang masuk pegangan tangan, skirt depan, sisir, anak tangga, dan panel skirt diperiksa. Bila ada benda atau masalah, hubungi perusahaan perawatan; bila tidak, jalankan lagi; bila tidak bisa dijalankan, atau bila eskalator berhenti berulang karena sebab yang sama atau segera setelah dijalankan lagi, hubungi perusahaan perawatan. Pada eskalator dengan panel penunjuk sebab berhenti, eskalator tidak dijalankan lagi selama penunjuk belum berubah ke warna boleh jalan.

    Untuk kecelakaan dengan cedera atau kematian, manual eskalator B meminta: tetap tenang; hubungi polisi atau pemadam kebakaran dan perusahaan perawatan; tekan stop darurat; lakukan tindakan penyelamatan yang mungkin; hubungi pemadam bila penyelamatan tidak mungkin atau cedera serius; dan jauhkan orang yang tidak berkepentingan. Bila eskalator masih berjalan, stop darurat ditekan lebih dulu. Manual itu memberi contoh pembebasan sambil meminta bantuan profesional dicari: jari terjepit di lubang masuk pegangan tangan dibantu dengan alat seperti obeng; tangan atau kaki terjepit di sisir dibebaskan dengan melepas sisir memakai obeng; kaki terjepit di antara anak tangga dan panel skirt dibebaskan dengan melebarkan celah memakai alat seperti batang. Contoh ini hanya dikerjakan setelah eskalator berhenti dan kunci operasinya dicabut, oleh orang yang dilatih menurut rencana tanggap darurat, dan tidak menunda panggilan ke pemadam dan kontraktor.

    Melapor dan mencatat

    Slide pelatihan menyatakan kecelakaan dari operasi atau perawatan lift dilaporkan ke otoritas menurut aturan yang berlaku. Manual gedung Australia memberi definisi insiden menurut aturan Victoria yang berguna sebagai contoh: kejadian yang menyebabkan cedera atau kematian, kerusakan peralatan yang mencegah operasi aman, atau bahaya bagi orang di sekitar (nyaris celaka); manual itu juga meminta lokasi kecelakaan fatal dijaga. Batas waktu dan lembaga dalam aturan Victoria tidak berlaku di Indonesia. Laporan internal dan nyaris celaka mengikuti Bab 12 · Keselamatan tentang investigasi insiden. Setiap kejadian juga dicatat di buku log unit: jam, orang terlibat, tindakan, jam panggilan dan kedatangan kontraktor, dan jam unit kembali beroperasi.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: garis waktu penumpang terjebak. Pada kasus pembuka, alarm pukul 19.42, kontak pertama dengan penumpang 19.44, kontraktor dipanggil 19.47 setelah tujuh pertanyaan dijawab, dan kontraktor tiba 20.25. Penumpang menunggu 43 menit sejak alarm, 38 menit sejak panggilan. Bila kontak diulang setiap 5 menit, ada 8 kontak lagi setelah 19.44 sebelum kontraktor tiba. Karena teknisi jaga belum dilatih, ia tidak menyelamatkan sendiri; slide pelatihan meminta perusahaan perawatan dihubungi segera bila tidak ada orang terlatih.

    Contoh 2: membaca keadaan di pintu lantai. Penolong terlatih membuka pintu lantai 8 sedikit dengan kunci. Di lift A, lantai kereta rata dengan lantai 8 dan tidak ada celah antara pelindung kaki dan lantai, sehingga penumpang boleh keluar. Di lift B, lantai kereta sekitar 60 cm di atas lantai 8. Ada celah, sehingga kereta harus digerakkan oleh orang berwenang setelah penumpang diberi tahu bahwa kereta akan bergerak dan berhenti beberapa kali.

    Contoh 3: mengapa kereta bergerak sendiri saat rem dilepas. Kereta kosong 1.100 kg, bobot imbang 1.700 kg, dan muatan penumpang 280 kg. Sisi kereta 1.100+280=1.3801.100 + 280 = 1.380 kg, sehingga selisihnya 320 kg di sisi bobot imbang. Gaya tak seimbang

    F=Δm g=320×9,81=3.139 NF = \Delta m \, g = 320 \times 9{,}81 = 3.139 \text{ N}

    dengan FF gaya (N), Δm\Delta m selisih massa kedua sisi (kg), dan gg percepatan gravitasi (m/s²). Begitu rem dilepas, kereta cenderung naik. Dengan muatan 630 kg, sisi kereta 1.730 kg, selisihnya 30 kg di sisi kereta, gayanya sekitar 294 N, dan kereta cenderung turun pelan atau tidak bergerak. Arah gerak bergantung muatan, sehingga slide pelatihan meminta penolong memeriksa arah yang lebih ringan, dan manual gedung meminta pabrik dihubungi bila kereta tidak bergerak. Fisika umumnya ada di Bab 4 · Keselamatan tentang isolasi energi non-listrik.

    Contoh 4: eskalator berhenti berulang. Eskalator berhenti karena pengaman panel skirt pukul 10.15, 11.40, dan 13.05, dengan selang 85 menit. Setiap kali, petugas memeriksa dan menjalankannya lagi. Menurut manual eskalator B, perusahaan perawatan harus dihubungi ketika eskalator berhenti berulang karena sebab yang sama, yaitu sejak henti kedua pukul 11.40. Eskalator dihentikan, diberi barikade, dan tidak dijalankan lagi sampai kontraktor memeriksa.

    Contoh 5: gempa saat jam sibuk. Hotel memiliki 4 eskalator. Saat gempa, keempat eskalator dihentikan, tamu diarahkan ke tangga, dan barikade dipasang. Setelah gempa reda, inspeksi harian dilakukan pada setiap eskalator: 4×17=684 \times 17 = 68 butir. Pada satu eskalator, pelindung baji (wedge guard) bergeser; eskalator itu tetap berhenti dan kontraktor dipanggil, sedangkan tiga lainnya dijalankan lagi. Untuk lift, keputusan diambil menurut prosedur kontraktor, karena slide pelatihan dan manual gedung tidak memberinya.

    Contoh 6: kaki anak terjepit di celah skirt. Stop darurat ditekan, pemadam dan perusahaan perawatan dihubungi, dan kerumunan dijauhkan. Setelah kejadian, kontraktor mengukur celah anak tangga ke panel skirt: X=3,5X = 3{,}5 mm dan Y=4,5Y = 4{,}5 mm. Manual perawatan eskalator A memberi acuan X<4X < 4 mm, Y<4Y < 4 mm, dan X+Y<7X + Y < 7 mm. Di sini YY melewati acuan dan X+Y=8X + Y = 8 mm. Buku log juga menunjukkan pelicin panel skirt terakhir dioleskan 47 hari sebelumnya, padahal manual eskalator B meminta sekali atau dua kali sebulan untuk panel skirt tanpa lapisan fluoro-resin dan memperingatkan bahwa kurang pelicin dapat menarik sepatu ke celah. Kedua temuan masuk laporan investigasi (Bab 12 · Keselamatan tentang investigasi insiden) dan dibahas dengan kontraktor (Bab 28 tentang laporan perawatan kontraktor lift dan eskalator).

    Kondisi berhenti

    Hentikan tindakan dan serahkan ke kontraktor lift atau eskalator, pemadam kebakaran, atau teknisi berwenang bila:

    1. penumpang terjebak dan tidak ada orang terlatih yang tercatat; hubungi perusahaan perawatan segera;
    2. penyelamatan memerlukan gerak kereta, pelepasan rem, atau pembukaan pintu lantai, dan Anda tidak dilatih dan ditugasi;
    3. pada panel darurat, indikator yang ditetapkan pabrik berkedip, atau kereta tidak bergerak ketika rem dilepas;
    4. pintu lantai tidak mengunci kembali setelah pembukaan darurat;
    5. terjadi kebakaran atau ada air di gedung; lift tidak dipakai, kecuali dalam operasi petugas pemadam;
    6. eskalator berhenti berulang karena sebab yang sama, tidak bisa dijalankan, atau penunjuk sebab berhenti belum boleh jalan;
    7. ada jejak air di pelat pendaratan atau bagian eskalator terendam;
    8. ada cedera serius atau orang terjepit yang tidak dapat dibebaskan dengan aman;
    9. setelah gempa, inspeksi harian eskalator menemukan kelainan, atau lift belum dinyatakan aman oleh kontraktor.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Penumpang terjebak harus dikeluarkan secepatnya, apa pun caranya.

    Why is it wrong?

    Penumpang di kereta yang berhenti aman dan berventilasi; bahaya terbesar datang dari penyelamatan oleh orang yang tidak terlatih.

    Common misconception

    Kalau rem dilepas, kereta akan turun ke lantai bawah.

    Why is it wrong?

    Arah gerak bergantung selisih berat kereta beserta muatan dan bobot imbang; kereta dapat naik, turun, atau tidak bergerak.

    Common misconception

    Saat kebakaran, lift adalah jalan tercepat ke bawah.

    Why is it wrong?

    Lift tidak dipakai saat kebakaran; operasi petugas pemadam untuk petugas pemadam.

    Common misconception

    Eskalator yang berhenti sama dengan tangga biasa.

    Why is it wrong?

    Manual eskalator B melarang memakainya sebagai tangga atau tempat duduk dan meminta barikade.

    Common misconception

    Setelah air surut dan lantai kering, eskalator boleh langsung dijalankan.

    Why is it wrong?

    Eskalator yang terendam menunggu uji tahanan isolasi, pengeringan, dan pemeriksaan kering oleh teknisi berwenang.

    Common misconception

    Eskalator yang bisa dijalankan lagi berarti masalahnya selesai.

    Why is it wrong?

    Henti berulang karena sebab yang sama adalah alasan memanggil perusahaan perawatan.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 24 tentang lift di gedung tingkat pemeriksaan memuat peran, kunci, dan pemeriksaan rutin lift yang menjadi dasar bab ini, dan Bab 26 tentang eskalator tingkat operator memuat operasi eskalator sehari-hari. Bab 28 tentang laporan perawatan kontraktor lift dan eskalator membantu membaca laporan kontraktor setelah kejadian. Dasar umumnya ada di Bab 1 · Keselamatan tentang energi tersimpan dan kondisi berhenti, Bab 4 · Keselamatan tentang gravitasi sebagai energi tersimpan, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali tentang LOTO, Bab 49 · Kelistrikan & Kendali tentang stop darurat, Bab 55 · Kelistrikan & Kendali tentang rem gagal aman, Bab 17 tentang proteksi kebakaran, Bab 19 tentang panel alarm kebakaran, Bab 17 · Kelistrikan & Kendali tentang uji isolasi, Bab 75 · Kelistrikan & Kendali tentang bahaya listrik, dan Bab 12 · Keselamatan tentang investigasi insiden.

    Latihan dan pembahasan

    Angka dalam soal dibuat untuk berlatih.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Alarm lift berbunyi pukul 02.00, dan tidak ada penolong terlatih di hotel. Apa urutan tindakan Anda?

      See the worked solution

      Bicara dengan penumpang lewat intercom, katakan bahwa bantuan datang dan mereka aman, lalu jawab tujuh pertanyaan dari tempat aman. Karena tidak ada orang terlatih, hubungi perusahaan perawatan segera seperti diminta slide pelatihan, ulangi kontak secara berkala, dan catat jam setiap tindakan.

    2. Seorang teknisi menyarankan melepas rem sedikit agar kereta "turun sendiri" ke lantai bawah. Jelaskan mengapa saran itu salah.

      See the worked solution

      Arah gerak kereta bergantung selisih berat kereta beserta muatan dan bobot imbang, sehingga kereta dapat naik, turun, atau tidak bergerak. Pelepasan rem hanya oleh orang terlatih, setelah pemutus utama dikunci dan diberi label, dalam langkah pendek menurut prosedur lift itu.

    3. Kereta kosong 1.000 kg, bobot imbang 1.450 kg, dan muatan 150 kg. Ke mana kereta cenderung bergerak saat rem dilepas, dan berapa gaya tak seimbangnya?

      See the worked solution

      Sisi kereta 1.000+150=1.1501.000 + 150 = 1.150 kg, lebih ringan 300 kg dari bobot imbang, sehingga kereta cenderung naik. Gaya tak seimbangnya 300×9,81=2.943300 \times 9{,}81 = 2.943 N, cukup besar untuk menggerakkan kereta begitu rem dilepas.

    4. Seorang anak menekan tombol stop darurat eskalator. Tidak ada orang atau benda yang terjepit. Apa langkah Anda?

      See the worked solution

      Periksa lubang masuk pegangan tangan, skirt depan, sisir, anak tangga, dan panel skirt sesuai manual eskalator B. Bila tidak ada masalah, jalankan lagi dengan urutan normal; bila tidak bisa dijalankan atau berhenti lagi karena sebab yang sama, hubungi perusahaan perawatan.

    5. Setelah hujan badai, ada jejak air di pelat pendaratan atas eskalator luar ruang. Apa keputusan Anda dan mengapa?

      See the worked solution

      Eskalator tidak dijalankan dan perusahaan perawatan dihubungi, karena manual eskalator B melarang menjalankan eskalator yang menunjukkan jejak air di pelat pendaratan. Barikade dipasang, dan bila ada bagian terendam, eskalator menunggu uji tahanan isolasi, pengeringan, dan pemeriksaan kering oleh teknisi berwenang.

    6. Alarm kebakaran berbunyi dan tamu di lantai 12 meminta lift. Apa yang Anda katakan dan lakukan?

      See the worked solution

      Katakan bahwa lift tidak dipakai saat kebakaran dan arahkan tamu ke tangga darurat, sesuai manual gedung. Sakelar petugas pemadam hanya dioperasikan petugas pemadam atau orang berwenang, dan bila eskalator ada di jalur, eskalator dihentikan dan diberi barikade.

    Referensi

    External sources

    • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2017jdih.kemnaker.go.id

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 20, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Tanggap darurat lift dan eskalator: penumpang terjebak, penyelamatan oleh orang terlatih, listrik padam, kebakaran, gempa, banjir, dan cedera penumpang. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/tanggap-darurat-lift-dan-eskalator-penumpang-terjebak-penyelamatan-oleh-orang-terlatih-listrik-padam-kebakaran-gempa-banjir-dan-cedera-penumpang

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Alarm lift berbunyi pukul 02.00, dan tidak ada penolong terlatih di hotel. Apa urutan tindakan Anda?

    2

    Seorang teknisi menyarankan melepas rem sedikit agar kereta "turun sendiri" ke lantai bawah. Jelaskan mengapa saran itu salah.

    3

    Kereta kosong 1.000 kg, bobot imbang 1.450 kg, dan muatan 150 kg. Ke mana kereta cenderung bergerak saat rem dilepas, dan berapa gaya tak seimbangnya?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters