Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Electrical & Control · Chapter 82Applied

    By Kurnia · Published September 30, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 24 min read

    Studi kasus integratif: kelistrikan washer-extractor

    Satu washer-extractor 25 kg ber-VFD dengan pemanas listrik 12 kW ditelusuri dari PHB area cuci sampai sensor: suplai, pemisah lokal empat kutub, RCD tipe B, kabel tetap dan kabel fleksibel, panel mesin dengan kontaktor pemanas, VFD drum dan resistor rem, catu 24 V DC, kunci pintu yang dilepas setelah drum terbukti diam dan bak kosong, sensor level, suhu, ketidakseimbangan, katup, dan sinyal dispenser. Contoh kerja memeriksa rantai suplai mesin terhadap KHA, susut tegangan, pemisah, arus bocor, dan impedansi lingkar; tiga kasus diagnosis lintas modul memakai uji pembeda, termasuk pola arus elemen pemanas putus. Data mesin diambil dari contoh drum dan mesin bab rak ini dan tetap ilustrasi; bab ini pembelajaran, bukan instruksi kerja, dan setiap pekerjaan di dalam panel menunggu LOTO serta verifikasi tegangan sisa tautan DC.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    High-risk material

    This material involves real hazards. A concept explanation doesn’t replace site procedures, competency, energy isolation, the latest SDS, or a work permit.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Pukul dua dini hari, washer-extractor 25 kg di sebuah laundry komersial berhenti saat tahap peras dengan lampu gangguan menyala, kode kesalahan di layar, dan drum penuh linen basah. Mesin ini menggabungkan suplai tiga fasa, penggerak frekuensi variabel (VFD), pemanas listrik, kendali 24 V DC, sensor, dan fungsi keselamatan dalam satu rangka logam yang bergetar di ruang basah, dan kegagalan satu elemen menjalar ke elemen lain dengan cara yang tidak selalu terbaca dari kode gangguan. Teknisi yang dipanggil perlu tahu rantai mana yang putus, dan amankah membuka pintu atau panel sekarang.

    Batas pembahasan

    Pembahasan dibatasi pada kelistrikan satu washer-extractor bersuspensi (soft-mount) dengan VFD tiga fasa dan pemanas listrik, dari PHB (papan hubung bagi) area cuci sampai sensor dan aktuator. Bab 38 tentang instalasi laundry berhenti di terminal masuk mesin, dan proses cuci ada di Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor; kimia, mekanik bantalan, dan program PLC tidak diulang. PUIL 2020 berlaku untuk instalasi yang menyuplai mesin, tetapi Bagian 1, 11.3 k) menyatakan PUIL tidak berlaku untuk peralatan listrik pada mesin; di dalam mesin acuannya IEC 60204-1:2016+AMD1:2021. Data pada tabel adalah ilustrasi yang disatukan dari contoh bab-bab rak ini; mesin nyata mengikuti manual dan diagram pabrikannya.

    BagianKodeData
    Suplai-F11, -F21400 V 3N, TN-C-S dipisah di PHB utama; MCB kurva C 32 A; RCD tipe B 30 mA, 40 A, 4 kutub
    Kabel dan pemisah-W11, -Q11, -W12NYY 5×65\times6 mm² 20 m di rak berlubang; pemisah lokal 40 A AC-23B 4 kutub; NSHou 5×105\times10 mm² 1,8 m
    Pemanas-E1, -Q212 kW, tiga elemen 4 kW 400 V segitiga, 17,3 A per fasa
    Motor dan VFD-M1, -T1Motor 5,5 kW, 400 V, 11 A, 1.440 rpm; sabuk 1,8; arus masukan VFD 11 A
    Drum-J=6,0J=6{,}0 kg·m² di poros drum; peras 800 rpm; torsi hambat 8 N·m
    Pengereman-R1Ambang chopper 700 V; resistor 82 Ω; tautan DC 470 µF, peluah 100 kΩ, label "tunggu 5 menit"
    Keselamatan-S1, -K1, -B1, -B2, -B4, -K4Stop darurat ke relai keselamatan, kategori stop 1, tunda 10 s; kunci pintu dilepas modul -K4

    Suplai, pemisah lokal, RCD, dan kabel ke mesin

    Instalasi laundry lazim berbentuk TN-C-S dengan PEN dipisah di PHB utama, sehingga dari PHB area cuci ke hilir N dan PE berjalan terpisah dan tidak boleh disatukan lagi (411.4.3). PHB area cuci tidak tampak dari mesin, dan area teromol pencuci tergolong ruang lembab dan basah (Tabel 790.28), sehingga mesin diberi pemisah lokal -Q11 yang dapat dikunci di dinding dekatnya (5100.5.8.4.2, 790.6.1.1). Netral hilir TN-C-S tidak wajib diputus, tetapi mesin memakai netral untuk sirkit 230 V, sehingga Bab 31 tentang isolasi memilih -Q11 empat kutub dengan netral yang menutup lebih dulu dan membuka paling akhir, berkemampuan arus sekurang-kurangnya 115 % jumlah arus beban penuh dan tidak di bawah pengaman hulu.

    Menurut Bab 22 tentang RCD, VFD tiga fasa menuntut tipe B karena arus gangguan searah halusnya tidak dijamin terdeteksi tipe AC, A, atau F dan dapat membutakan RCD bertipe lebih rendah; tipe F hanya memadai untuk VFD satu fasa. RCD 30 mA adalah proteksi tambahan (415.1.1), bukan pengganti pemutusan otomatis oleh MCB; mesin magun tidak termasuk rumusan kotak kontak 411.3.3, tetapi bab itu tetap menyarankan RCD 30 mA per mesin di ruang basah. Arus konduktor proteksi normal dari filter EMC dan kapasitansi kabel motor dibandingkan dengan 30 % IΔnI_{\Delta\text{n}}, atau 9 mA, sebelum RCD dipasang, bukan sesudah RCD trip (Bab 69 tentang instalasi VFD).

    Arus masukan VFD diambil dari lembar data, bukan dari daya poros motor (Bab 38 tentang instalasi laundry). Kabel tetap -W11 berakhir di selungkup -Q11, lalu kabel fleksibel -W12, di bawah 2,5 m dan ber-KHA tidak kurang dari arus pengenal pengaman sirkit (2.6.4.1 f), melintas ke terminal mesin. Kabel fleksibel dipakai karena rangka bersuspensi bergerak saat peras, dan di lantai basah berdeterjen pilihannya NSHou berselubung karet, bukan NYY yang kaku (Bab 73 tentang pemasangan mesin).

    Panel mesin: pengaman, kontaktor pemanas, VFD drum, dan catu kendali

    Sakelar utama mesin -Q3, empat kutub dan dapat dikunci, memberi titik pemutus pada mesin sendiri menurut IEC 60204-1, sedangkan -Q11 menjadi titik isolasi instalasi yang juga mematikan -W12. Pembatas suhu -B3 dengan reset manual disambung seri dengan koil kontaktor pemanas -Q2 berkategori AC-1, bukan hanya ke masukan PLC; Bab 74 tentang uji pra-energi menemukan tepat kesalahan pengawatan itu.

    Kontaktor jaringan -Q1 berada di hulu VFD -T1, dan menurut Bab 69 tentang instalasi VFD, di sisi keluaran VFD tidak boleh ada kontaktor yang membuka atau menutup saat inverter memodulasi. Pengaman sisi masuk VFD, sekering atau MCB, mengikuti manual VFD.

    Catu kendali mengikuti lembar komisioning Bab 74: trafo kendali -T2 400/230 V berpengaman MCB kurva B 2 A -F3, dan catu 24 V DC -T3 untuk PLC -K3, sensor, dan koil. Menurut Bab 63 tentang PLC, kutub 0 V dibumikan di satu titik, dan pengaman cabang 24 V harus dapat diputus oleh arus hubung singkat yang benar-benar diberikan catu mode sakelar. Semua sirkit disuplai dari hilir -Q11 dan -Q3, sehingga pemisah yang dikunci mematikan seluruh panel; sumber luar yang tetap masuk ke panel, misalnya sinyal dispenser dari catu dispenser sendiri, diberi label dan diisolasi terpisah (Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser).

    Motor drum dan VFD: asut, putaran cuci, peras, dan pengereman

    Menurut Bab 68 tentang parameter VFD, PLC memberi VFD -T1 dua perintah diskret, cuci dan peras, yang memilih dua kecepatan tetap motor drum -M1; proteksi termal elektronik VFD disetel dari arus pelat nama, dan termistor belitan menjadi pembaca suhu langsung pada putaran rendah. Putaran cuci harus di bawah kecepatan kritis drum (Bab 10 · Laundry tentang washer-extractor), padahal pada putaran itu kipas motor berpendingin sendiri hampir tidak mendinginkan (Bab 41 tentang data motor).

    Pengereman dinamis (dynamic braking) adalah pembuangan energi drum yang berhenti dari peras sebagai panas di resistor -R1: energi itu kembali ke tautan DC, penyearah dioda tidak dapat mengembalikannya ke jaringan, dan pemotong rem (chopper) menyambungkan -R1 ketika tegangan tautan DC melampaui ambang. Pengereman regeneratif memerlukan penyearah aktif (Bab 55 tentang pengereman motor). Energi drum pada putaran peras:

    Ek=12 J ω2=12×6,0×(2π×80060)2=21,1 kJE_\text{k} = \tfrac{1}{2}\,J\,\omega^2 = \tfrac{1}{2} \times 6{,}0 \times \left(\frac{2\pi \times 800}{60}\right)^2 = 21{,}1\ \text{kJ}

    Dengan torsi pengereman 60 N·m di poros drum, hitungan Bab 68 tentang parameter VFD dan Bab 49 tentang stop darurat memberi waktu henti 7,4 s, energi 18,6 kJ ke resistor dengan puncak 5,0 kW, dan batas R≤97R\le97 Ω yang dipenuhi resistor 82 Ω. Tanpa -R1 yang sehat, VFD trip tegangan lebih dan drum meluncur bebas sampai sekitar 62,8 s.

    Menurut anjuran PUIL 2020 444.4.2 f) dan Bab 69 tentang instalasi VFD, kabel VFD ke motor berupa kabel simetris berpelindung dengan terminasi 360° di kedua ujung; pelindung kabel sensor analog justru dibumikan di satu ujung, biasanya di panel, karena aturan satu ujung berlaku untuk loop frekuensi rendah. Pelindung yang salah sering tampak sebagai sinyal 4-20 mA yang berayun dan RCD yang trip.

    Kunci pintu dan fungsi keselamatan

    ISO 10472-2 mensyaratkan pintu drum terkunci sehingga tidak dapat dibuka selama drum berputar. Izin jalan: drum hanya boleh berputar bila pintu tertutup dan terkunci, dibaca dua kanal dari sakelar kunci pintu -B1. Izin buka: pintu hanya boleh dibuka setelah drum terbukti diam dan bak kosong. Keduanya diproses modul keselamatan -K4, bukan PLC standar, karena menurut Bab 49 tentang stop darurat kegagalan masukan, CPU, atau program PLC standar dapat meniadakan fungsi tanpa terlihat.

    Frekuensi keluaran nol atau sinyal "zero speed" VFD tidak membuktikan drum diam: setelah trip atau saat safe torque off (STO) aktif, keluaran nol sementara drum masih meluncur (Bab 55 tentang pengereman motor). Karena itu -K4 membaca sensor putaran drum -B4 dan sakelar bak kosong -B2, dan Bab 74 tentang uji pra-energi menambahkan pewaktu keselamatan 120 s sebagai batas bawah. Dengan rumus bab itu dan tdt_\text{d} terukur 10,2 s, tkunci≥1,3 (td+thenti,0)=1,3×(10,2+62,8)=94,9t_\text{kunci}\ge1{,}3\,(t_\text{d}+t_\text{henti,0})=1{,}3\times(10{,}2+62{,}8)=94{,}9 s, sehingga 120 s memenuhi. Kunci yang terkunci oleh pegas tetap menahan pintu saat listrik padam di tengah peras.

    Tingkat kinerja fungsi ini ditetapkan dari penilaian risiko menurut ISO 13849-1:2023, dan arsitekturnya ada di Bab 70 tentang keselamatan fungsional mesin. Mesin dengan kunci pintu yang dijembatani tidak dioperasikan dalam keadaan apa pun.

    Sensor: level, suhu, ketidakseimbangan, dan posisi pintu

    Banyak kode kesalahan berasal dari sinyal sensor, bukan dari komponen daya.

    SensorPrinsip dan sinyalKegagalan yang khas
    Level cuci -B6Transmiter tekanan hidrostatik 4-20 mA dari selang atau ruang udara di dasar bakSelang tersumbat atau bocor memberi level palsu; kabel putus 0 mA
    Bak kosong -B2Sakelar tekanan terpisah dari -B6, langsung ke -K4; salinan status ke PLCKontak NC yang membuka bila tekanan ada; kabel putus terbaca "air ada", arah aman
    Suhu air -B5Pt100, 100 Ω pada 0 °C dan 107,8 Ω pada 20 °C, ke modul RTD atau transmiterPutus terbaca di luar skala; arah tampilan bergantung konfigurasi
    Putaran drum -B4Sensor proximity pada puli atau poros, ke -K4Celah melebar terbaca "diam"; karena itu -K4 memantau kewajaran
    Ketidakseimbangan -B7Sakelar getaran mekanis atau pengindra percepatanAmbang digeser atau dilepas untuk mempercepat siklus
    Kunci pintu -B1Sakelar posisi dua kanal dengan pengunciKanal tidak serempak; aktuator dipaksa

    Menurut Bab 60 tentang sensor proses, Pt100 berubah sekitar 0,38 sampai 0,39 Ω per kelvin, sehingga resistansi sambungan dua kawat yang berkarat terbaca sebagai suhu lebih tinggi, dan pada loop 4-20 mA, 3,6 mA atau kurang serta 21 mA atau lebih adalah sinyal kegagalan menurut NAMUR NE 43.

    ISO 10472-2 meminta mesin dengan faktor G di atas 150 mendeteksi beban tidak seimbang lalu menurunkan putaran ke tingkat aman, dengan pengindra yang tahan terhadap upaya pintasan. Kontak sensor diskret untuk fungsi keselamatan dipilih NC atau dengan pemantauan, supaya kabel putus menghasilkan keadaan aman (Bab 59 tentang sensor diskret).

    Katup air, katup buang, dan sinyal dispenser

    Katup air panas -Q4 dan air dingin -Q5 adalah katup solenoid normally closed (NC), posisi gagal aman: tanpa catu 24 V katup tertutup dan bak tidak terisi. Menurut Bab 62 tentang katup solenoid, katup buang -Q6 pada sebagian mesin berjenis normally open (NO), sehingga padam listrik membuang air dan bak kosong sebelum pintu dibuka, dan katup masuk kerja pilot memerlukan tekanan diferensial minimum: tekanan air rendah membuat katup tidak membuka walaupun koil sehat, gejala yang sering disangka koil putus.

    Koil katup adalah beban induktif, sehingga koil DC diberi dioda peredam paralel dan koil AC jaringan RC atau varistor (Bab 63 tentang PLC); tanpa peredam, lonjakan tegangan saat arusnya diputus dapat merusak transistor keluaran PLC atau membuat kontak relai berbusur, terkikis, lalu lengket atau gagal membuka.

    Pompa bahan kimia umumnya ada di dispenser peristaltik terpisah; menurut Bab 1 · Dispensing Kimia tentang dispenser, mesin hanya mengirim sinyal pemicu per tahap, berupa 24 V DC, AC, atau kontak kering, yang di dispenser lazimnya dipisahkan lewat optocoupler. Kabel sinyal itu dapat tetap bertegangan walaupun dispenser sudah dicabut, sehingga mesin dan dispenser keduanya diisolasi sebelum terminal sinyal dibuka. Pompa yang berputar tanpa mengalirkan cairan karena selang lelah atau katup kaki tersumbat dibuktikan dengan verifikasi volume, bukan arus motor pompa.

    Diagnosis: tiga kasus gangguan lintas modul

    Gejala yang sama dapat berasal dari subsistem berbeda, dan menurut Bab 78 tentang metode diagnosis hanya uji pembeda yang memisahkan hipotesis. Pengukuran bertegangan dilakukan personel kompeten dengan alat berkategori ukur sesuai (CAT III di panel mesin, Bab 14 tentang alat ukur) dan APD; pengukuran lain setelah LOTO dan verifikasi bebas tegangan (Bab 76 tentang kerja aman, Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman).

    KasusGejalaHipotesisUji pembedaTindakan
    1. RCD -F21 trip saat drum naik ke perasMesin padam; MCB tidak trip; VFD tanpa kodea) Arus konduktor proteksi normal sudah dekat pita trip 15 sampai 30 mA; b) isolasi motor, kabel motor, atau -W12 melemah dan air masuk saat peras; c) RCD sendiri menyimpangTang arus bocor pada semua konduktor aktif -W12 saat diam, cuci, dan peras; uji isolasi motor dan kabelnya dengan motor dilepas dari -T1; uji RCD dengan alata) Periksa pelindung dan filter menurut manual; b) keringkan atau perbaiki; c) ganti RCD dengan tipe dan IΔnI_{\Delta\text{n}} yang sama
    2. VFD trip tegangan lebih saat berhenti dari perasKode tegangan lebih tautan DC beberapa detik setelah perlambatan dimulaia) -R1 putus atau terminal longgar; b) fungsi chopper nonaktif setelah VFD diganti atau parameter dikembalikan ke bawaan; c) waktu perlambatan dipersingkatLog waktu trip; setelah isolasi dan tautan DC terbukti di bawah 60 V, ukur -R1 terhadap 82 Ω; baca parameter chopper dan tdect_\text{dec}Ganti -R1 sesuai spesifikasi, aktifkan chopper, kembalikan tdect_\text{dec} 7,4 s, lalu ukur ulang waktu henti
    3. Air lambat panas, siklus memanjangWaktu pemanasan naik sekitar setengah kali; tidak ada kodea) Satu elemen -E1 putus; b) satu kutub -Q2 tidak menyambung; c) -B5 membaca terlalu rendah karena terminal lembapArus tiap fasa pemanas; resistansi antarterminal elemen setelah isolasi; bandingkan PLC dengan termometer acuanGanti elemen atau kontaktor; keringkan terminal -B5, lalu kalibrasi

    Pada kasus 1, RCD tipe A yang ditemukan teknisi tidak menjelaskan trip; tipe A justru dapat gagal memutus gangguan searah halus (Bab 22 tentang RCD), jadi temuan itu dikoreksi apa pun hasil ujinya. Pada kasus 2, pintu tetap terkunci selama drum meluncur karena -K4 membaca -B4, bukan frekuensi VFD. Kasus 3 dihitung pada Contoh 5.

    Pemeliharaan listrik mesin

    Interval mengikuti kategori kekritisan A untuk washer-extractor ber-VFD di Bab 81 tentang pemeliharaan listrik terencana; interval khas mesin diambil dari manual.

    TugasIntervalCatatan khas mesin ini
    Uji tombol RCD -F21; inspeksi visual luarBulananTombol uji membuktikan mekanisme, bukan waktu putus; periksa -W12, gland, dan lantai
    Termografi berbeban6 bulanTerminal -Q11, -Q2, dan masukan -T1, oleh personel kompeten, alat sesuai, APD busur api
    Pembersihan dalam dan filter6 bulanSerat kain menyumbat sirip pendingin -T1
    Verifikasi torsi, kontaktor, dan -R112 bulan-R1 dibandingkan dengan 82 Ω
    Resistansi isolasi motor dan pemanas12 bulanMotor dilepas dari -T1; pemanas per elemen; tren turun ke 50 % menjadi pemicu
    Uji sirkit: PE, ZsZ_\text{s}, RCD dengan alat12 bulanBatas 0,72 Ω setelah koreksi suhu; waktu putus RCD dicatat
    Waktu henti drum, kunci pintu, kalibrasi -B5Menurut manualWaktu henti dibanding 7,4 s; pintu tidak terbuka sebelum -K4 menyatakan diam

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Setiap pengukuran resistansi dilakukan setelah LOTO dan verifikasi bebas tegangan menurut Bab 76 tentang kerja aman.

    Contoh 1: arus beban, pengaman, dan kabel ke mesin. Kabel tetap -W11 sepanjang 20 m berjalan sendiri di rak berlubang bersuhu udara 40 °C; tabel KHA dan rumus susut di sini dan di Contoh 2 mengikuti Bab 73 tentang pemasangan mesin. Pemisah dan kabel dinilai dari fasa terberat saat beban penuh (5100.5.8.3.4): arus pemanas segitiga IE=12 000/(3×400)=17,3I_\text{E}=12\,000/(\sqrt{3}\times400)=17{,}3 A ditambah arus masukan VFD 11 A dan kendali sekitar 0,5 A, seperti di Bab 31 tentang isolasi. Untuk NYY 5×65\times6 mm² metode E, Tabel B.52.10 memberi 43 A dan faktor suhu 40 °C 0,87:

    IB,L1=11+17,3+0,5=28,8 A,IZ=43×0,87=37,4 AI_\text{B,L1} = 11 + 17{,}3 + 0{,}5 = 28{,}8\ \text{A}, \qquad I_\text{Z} = 43 \times 0{,}87 = 37{,}4\ \text{A}

    MCB 32 A memenuhi IB≤In≤IZI_\text{B}\le I_\text{n}\le I_\text{Z} (433.1), karena 28,8≤3228{,}8\le32 A dan IZ≥32I_\text{Z}\ge32 A. Bila kabel itu berbagi rak dengan tiga kabel lain (fg=0,77f_\text{g}=0{,}77, Bab 38 tentang instalasi laundry), IZI_\text{Z} turun ke 28,8 A dan gagal, sehingga dipakai 10 mm². Untuk -W12 pada 40 sampai 45 °C, NSHou 6 mm² memberi 44×0,69=30,444\times0{,}69=30{,}4 A, kurang dari 32 A, dan 10 mm² memberi 61×0,69=42,161\times0{,}69=42{,}1 A, sehingga dipilih 5×105\times10 mm².

    Contoh 2: susut tegangan, pemisah, RCD, dan pemutusan otomatis. Batas susut 4 % dihitung kumulatif dari terminal pelanggan (2.2.3.1), dan sampai PHB area cuci sudah 1,5 %. Dengan cos⁡φ=0,95\cos\varphi=0{,}95 karena pemanas dominan:

    u=(ρ1LScos⁡φ+x Lsin⁡φ)IB,uW11=(0,0225×206×0,95+0,08×10−3×20×0,312)×28,8=2,07 Vu = \left(\rho_1\frac{L}{S}\cos\varphi + x\,L\sin\varphi\right)I_\text{B}, \qquad u_\text{W11} = \left(0{,}0225 \times \frac{20}{6} \times 0{,}95 + 0{,}08 \times 10^{-3} \times 20 \times 0{,}312\right) \times 28{,}8 = 2{,}07\ \text{V}

    Nilai itu 0,90 % dari 230 V, dan -W12 menambah 0,11 V atau 0,05 %, sehingga 1,5+0,90+0,05=2,451{,}5+0{,}90+0{,}05=2{,}45 %, di bawah 4 %. -Q11 harus sekurang-kurangnya 1,15×28,8=33,11{,}15\times28{,}8=33{,}1 A dan tidak di bawah MCB 32 A, sehingga dipilih 40 A pada AC-23B 400 V, dan RCD -F21 juga 40 A agar tidak di bawah MCB; arus konduktor proteksi 4,0 mA dari lembar data mesin berada di bawah 9 mA. Sirkit akhir sampai 32 A pada TN harus putus dalam 0,4 s (411.3.2.2), sehingga Zs≤U0/IaZ_\text{s}\le U_0/I_\text{a} dengan Ia=10×32=320I_\text{a}=10\times32=320 A untuk kurva C. Bab 74 tentang uji pra-energi mengukur 0,52 Ω di terminal masuk mesin yang sama, sekitar 0,55 Ω setelah koreksi suhu kabel cara Bab 21 tentang proteksi kejut listrik, di bawah 230/320=0,72230/320=0{,}72 Ω.

    Contoh 3: Pt100 dua kawat di laundry hotel. PLC menampilkan 60 °C, sedangkan termometer acuan di bak membaca 56 °C. Setelah isolasi, resistansi bolak-balik kawat dan terminal -B5 yang berkarat terukur 1,5 Ω. Dengan kepekaan 0,38 sampai 0,39 Ω per kelvin:

    Δt=1,50,39 sampai 1,50,38=3,8 sampai 3,9 K\Delta t = \frac{1{,}5}{0{,}39} \text{ sampai } \frac{1{,}5}{0{,}38} = 3{,}8 \text{ sampai } 3{,}9\ \text{K}

    Selisih itu menjelaskan hampir seluruh 4 °C: air sebenarnya lebih dingin daripada tampilan, sehingga -Q2 memutus pemanas terlalu awal. Terminal dibersihkan, lalu -B5 dibandingkan ulang dengan termometer acuan.

    Contoh 4: mesin kedua pada -F21. Laundry hotel ingin menyambung mesin kedua yang sama ke -F21. Arus konduktor proteksinya 2×4,0=8,02\times4{,}0=8{,}0 mA, masih di bawah 9 mA, tetapi arus fasa terberat dapat mencapai 2×28,8=57,62\times28{,}8=57{,}6 A, di atas MCB 32 A dan RCD 40 A, dan trip satu mesin memadamkan keduanya. Mesin kedua mendapat sirkit, pemisah, dan RCD tipe B sendiri.

    Contoh 5: air lambat panas pada kasus 3. Setiap elemen 4 kW pada 400 V beresistansi 4002/4 000=40400^2/4\,000=40 Ω dan mengalirkan 10 A. Bila elemen L1-L2 putus, arus lin menjadi 10 A di L1, 10 A di L2, dan tetap 17,3 A di L3, dan daya turun ke 8 kW. Bak 100 L dipanaskan ke 60 °C dari 25 °C, atau dari 45 °C bila diisi -Q4 dari sistem air panas hotel:

    E25=100×4,186×35=14,7 MJ,E45=100×4,186×15=6,28 MJ,t45=6,28×10612 000=523 s≈8,7 menitE_{25} = 100 \times 4{,}186 \times 35 = 14{,}7\ \text{MJ}, \qquad E_{45} = 100 \times 4{,}186 \times 15 = 6{,}28\ \text{MJ}, \qquad t_{45} = \frac{6{,}28 \times 10^6}{12\,000} = 523\ \text{s} \approx 8{,}7\ \text{menit}

    Dari 25 °C pemanasan memerlukan 20 menit pada 12 kW dan 31 menit pada 8 kW. Tanpa tegangan, tiap pasangan terminal sehat terbaca 40∥80=26,740\parallel80=26{,}7 Ω (rumus paralel Bab 1 tentang resistansi), dan dengan satu elemen putus 80, 40, dan 40 Ω; kutub -Q2 yang tidak menyambung memberi 0, 15, dan 15 A (6 kW, waktu dua kali lipat). Bila ketiga arus fasa 17,3 A, diagnosis beralih dari -E1 dan -Q2: suhu PLC yang lebih rendah daripada termometer acuan menguatkan hipotesis c, dan pasokan air panas yang dingin memperpanjang pemanasan dari 8,7 menjadi 20 menit.

    Contoh 6: tren resistansi isolasi motor. Uji 12 bulan dengan motor dilepas dari -T1 memberi 180 MΩ, sedangkan catatan tahun lalu pada suhu sebanding 400 MΩ. Rasio 180/400=45180/400=45 % berada di bawah pemicu 50 % menurut Bab 81 tentang pemeliharaan, sehingga kelembapan, kotoran, dan belitan diselidiki walaupun angkanya masih besar.

    Kondisi berhenti

    Kondisi berhenti Bab 49 tentang stop darurat, Bab 55 tentang pengereman, Bab 76 tentang kerja aman, Bab 22 tentang RCD, Bab 68 tentang parameter VFD, dan Bab 70 tentang keselamatan fungsional tetap berlaku. Untuk mesin ini, pekerjaan dihentikan atau mesin tidak dioperasikan, dan keputusan melanjutkan diserahkan kepada personel kompeten yang ditugaskan atas mesin itu, bila:

    1. Panel mesin, kotak terminal motor, atau terminal -R1 akan dibuka sebelum -Q11 dan -Q3 dikunci, 300 s ditunggu, dan tegangan tautan DC terukur di bawah 60 V oleh personel kompeten dengan alat CAT III yang berating DC sesuai (Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman).
    2. Kunci pintu, sensor putaran -B4, sakelar bak kosong -B2, pembatas suhu -B3, atau sensor ketidakseimbangan -B7 dijembatani, dilepas, atau tidak berfungsi, atau pintu dapat dibuka saat drum berputar atau bak berisi air.
    3. RCD -F21 bukan tipe B, gagal uji tombol atau uji alat, atau trip berulang ditangani dengan tipe atau sensitivitas lebih rendah tanpa data arus konduktor proteksi.
    4. Trip tegangan lebih berulang saat berhenti, atau -R1 berubah warna, retak, atau panas tidak wajar; setelah trip, drum dianggap berputar sampai -K4 menyatakan diam.
    5. Lantai tergenang, -W12 terjepit atau selubungnya rusak, atau air masuk ke panel.
    6. Arus pemanas, arus bocor, atau tegangan akan diukur pada bagian bertegangan tanpa personel kompeten, alat berkategori ukur sesuai, dan APD.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    RCD trip berarti tipenya salah; pasang tipe B lalu selesai.

    Why is it wrong?

    Trip menandakan arus sisa melewati ambang, dari jumlah arus bocor normal atau dari isolasi yang melemah. Tipe B wajib karena VFD tiga fasa, tetapi penyebab trip tetap harus diukur.

    Common misconception

    Tegangan lebih tautan DC berarti tegangan jaringan tinggi.

    Why is it wrong?

    Trip tegangan lebih saat berhenti paling sering disebabkan energi pengereman yang tidak terserap.

    Common misconception

    Suhu aneh berarti sensor rusak.

    Why is it wrong?

    Kabel putus, terminal berkarat, konfigurasi RTD atau NTC yang tertukar, dan arah sinyal kegagalan transmiter memberi gejala serupa. Resistansi -B5 dan kabelnya dibandingkan dengan termometer acuan sebelum sensor diganti.

    Common misconception

    Layar VFD 0 Hz berarti drum diam dan pintu boleh dibuka.

    Why is it wrong?

    Setelah trip atau saat STO aktif, keluaran nol sementara drum masih meluncur sampai sekitar 62,8 s. Pintu dilepas -K4 berdasarkan -B4 dan -B2, dan pewaktu 120 s hanya batas bawah, bukan bukti diam.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab ini merangkai Bab 52 sampai Bab 70 tentang kelistrikan mesin dan instalasi, di atas Bab 1 · Keselamatan tentang energi tersimpan dan Bab 2 · Keselamatan tentang verifikasi keadaan aman.

    Bab 33 · Laundry tentang kode galat washer-extractor melanjutkan diagnosis ini dari layar mesin dengan uji pembeda sebelum komponen diganti. Satu manual servis di sana menyebut komponen kendali motor berbeda potensial sekitar 300 V terhadap bumi pelindung dan netral dan tetap bertegangan 30 sampai 60 detik setelah daya diputus dan motor berhenti, berbeda dengan label "tunggu 5 menit" pada VFD contoh bab ini; karena itu waktu tunggu selalu dibaca dari perangkat yang terpasang, dan bebas tegangan tetap dibuktikan dengan pengukuran.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Pengaman cabang pemanas -E1 di dalam mesin dipilih dari 16, 20, dan 25 A untuk konduktor ber-KHA 24 A. Hitung arus elemen dan arus lin, lalu pilih pengamannya.

      See the worked solution

      Arus elemen 4 000/400=104\,000/400=10 A dan arus lin 3×10=17,3\sqrt{3}\times10=17{,}3 A. Syarat 17,3≤In≤2417{,}3\le I_\text{n}\le24 A menolak 16 A karena di bawah arus beban dan 25 A karena di atas KHA, sehingga dipilih 20 A; koordinasi 433.1 ini di dalam mesin diterapkan lewat IEC 60204-1, bukan faktor pengali 1,25.

    2. -W11 diperpanjang menjadi 35 m dengan data lain seperti Contoh 2. Hitung susut kumulatif sampai terminal mesin.

      See the worked solution

      u=(0,0225×35/6×0,95+0,08×10−3×35×0,312)×28,8=3,62u=(0{,}0225\times35/6\times0{,}95+0{,}08\times10^{-3}\times35\times0{,}312)\times28{,}8=3{,}62 V atau 1,57 %. Kumulatif 1,5+1,57+0,05=3,121{,}5+1{,}57+0{,}05=3{,}12 %, masih di bawah 4 %.

    3. Varian mesin berarus konduktor proteksi 28 mA menurut lembar datanya. Dapatkah ia dipasang pada -F21 tipe B 30 mA, dan apa pilihan yang sah?

      See the worked solution

      Tidak: 28 mA jauh di atas 9 mA dan di dalam pita 15 sampai 30 mA tempat RCD 30 mA boleh memutus, sehingga trip tak diinginkan hampir pasti, dan arus di atas 10 mA menuntut konduktor proteksi diperkuat menurut butir g) daftar uji Bab 74 tentang uji pra-energi. Pilihan pertama adalah varian atau filter berarus bocor rendah supaya RCD 30 mA per mesin tetap terpasang di ruang basah. RCD tipe B 100 mA (batas 30 mA) hanya sah sebagai keputusan rancangan terdokumentasi sebelum pemasangan, karena mesin magun tidak termasuk 411.3.3; proteksi tambahan 415.1.1 hilang dan marginnya tipis, jadi bukan jawaban atas trip berulang (Bab 69 tentang instalasi VFD). RCD tipe A atau penjembatanan RCD bukan pilihan.

    4. Pagi hari PLC menampilkan suhu air 150 °C, batas atas skala, padahal bak baru terisi air dingin, dan -Q2 tidak menarik. Mengapa, dan apa langkah diagnosis pertama?

      See the worked solution

      -Q2 tidak menarik karena program menolak pemanasan saat sensor tidak sah, dan itu perilaku yang benar. Pada modul RTD yang tersambung langsung, batas atas skala biasanya berarti Pt100 terbuka; pada transmiter, arahnya bergantung pada setelan sinyal kegagalan. Langkah pertama: baca diagnostik modul atau arus loop, lalu setelah isolasi ukur resistansi di terminal modul; sekitar 108 Ω pada 20 °C berarti sensor dan kabel sehat dan konfigurasi perlu diperiksa, nilai sangat tinggi berarti rangkaian terbuka.

    5. Teknisi membuka -Q11 untuk mengganti -R1 yang retak, lalu membuka penutup VFD 30 s kemudian. Hitung tegangan tautan DC keadaan terburuk saat itu dan jelaskan prosedur yang benar.

      See the worked solution

      U0=2×440=622U_0=\sqrt{2}\times440=622 V, τ=100×103×470×10−6=47\tau=100 \times 10^{3}\times470\times10^{-6}=47 s, dan u(30 s)=622 e−30/47=329u(30~\text{s})=622\,e^{-30/47}=329 V: berbahaya. Terminal -R1 tersambung ke tautan DC. Prosedur: -Q11 dan -Q3 dikunci dengan gembok pribadi, 300 s ditunggu (keadaan terburuk 60 V tercapai pada 110 s), alat CAT III dengan rating DC sesuai diuji pada sumber diketahui, tegangan DC+ ke DC−, DC ke PE, dan terminal -R1 diukur di bawah 60 V, lalu alat diuji ulang. Drum dipastikan diam sebelum panel mekanis disentuh.

    6. tdect_\text{dec} diperpanjang menjadi 12 s, dan uji padam bermuatan penuh mengukur drum meluncur 70 s. Hitung tunda pelepasan daya kategori 1 dengan margin 30 % dan periksa pewaktu kunci 120 s.

      See the worked solution

      td≥1,3×12=15,6t_\text{d}\ge1{,}3\times12=15{,}6 s, dibulatkan 16 s. tkunci≥1,3×(16+70)=111,8t_\text{kunci}\ge1{,}3\times(16+70)=111{,}8 s, masih di bawah 120 s, tetapi marginnya tinggal 8 s. Pewaktu tidak menggantikan bukti diam dari -B4, dan setiap perubahan tdect_\text{dec} menuntut uji ulang waktu henti dan kunci pintu.

    Referensi

    External sources

    • IEC 60204-1:2016+AMD1:2021 CSV (Ed. 6.1), Safety of machinery, Electrical equipment of machines, Part 1: General requirementswebstore.iec.ch
    • ISO 13849-1:2023 (Ed. 4), Safety of machinery, Safety-related parts of control systems, Part 1: General principles for designiso.org
    • IEC 62423:2009 (Ed. 2.0), Type F and type B residual current operated circuit-breakers with and without integral overcurrent protection for household and similar useswebstore.iec.ch
    • ISO 10472-2:1997, Safety requirements for industrial laundry machinery: Washing machines and washer-extractors (cuplikan)cdn.standards.iteh.ai

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 30, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Studi kasus integratif: kelistrikan washer-extractor. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/studi-kasus-integratif-kelistrikan-washer-extractor

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated

    Safety limits still apply. This quiz tests reasoning; it doesn’t authorize mixing, adjusting, dismantling, live measurement, or field action.

    1

    Pengaman cabang pemanas -E1 di dalam mesin dipilih dari 16, 20, dan 25 A untuk konduktor ber-KHA 24 A. Hitung arus elemen dan arus lin, lalu pilih pengamannya.

    2

    -W11 diperpanjang menjadi 35 m dengan data lain seperti Contoh 2. Hitung susut kumulatif sampai terminal mesin.

    3

    Varian mesin berarus konduktor proteksi 28 mA menurut lembar datanya. Dapatkah ia dipasang pada -F21 tipe B 30 mA, dan apa pilihan yang sah?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    PreviousPemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkala

    Reading order by shelf: Electrical & Control · Chapter 81.

    Same disciplineTegangan, arus, resistansi, dan daya

    Bab lain dalam Teknik Elektro dan Elektronika.