Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Systems, Diagrams & Diagnosis · Chapter 11Applied

    By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 17 min read

    Strategi pemeliharaan: korektif, preventif, berbasis kondisi, prediktif, perawatan mandiri, dan memilih strategi per mode kegagalan

    Sebuah laundry hotel mengganti semua bantalan, segel, dan sabuk mesin cucinya setiap enam bulan sesuai jadwal yang disusun bertahun-tahun lalu. Biayanya besar, tetapi kerusakan tidak berkurang: kebocoran segel justru sering muncul beberapa minggu setelah penggantian, sementara termostat pengaman pengering yang tidak pernah diuji ternyata sudah lama tidak bekerja. Jadwal yang sama untuk semua bagian tidak cocok untuk cara gagal yang berbeda. Bab ini menjelaskan strategi pemeliharaan: lima strategi dasar, memilih strategi per mode kegagalan, menetapkan interval dari data, interval pemeriksaan dan uji fungsi, perawatan mandiri dan efektivitas peralatan, rencana dan kepatuhan perawatan, biaya, dan peninjauan berkala.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Sebuah laundry hotel mempunyai jadwal perawatan yang disusun bertahun-tahun lalu: setiap enam bulan, semua bantalan, segel, dan sabuk mesin cuci diganti, apa pun keadaannya. Biayanya besar, dan mesin berhenti dua hari setiap kali. Tetapi jumlah kerusakan tidak turun. Data laporan servis menunjukkan kebocoran segel justru sering terjadi dalam beberapa minggu setelah penggantian terjadwal, dan sabuk yang dilepas sering masih dalam keadaan baik.

    Sementara itu, termostat pengaman suhu berlebih pada pengering tidak pernah masuk jadwal karena tidak pernah rusak. Ketika diuji setelah sebuah pengering terlalu panas, termostat itu ternyata sudah lama tidak memutus. Kegagalannya tersembunyi: tidak ada gejala sampai pengaman itu diperlukan. Jadwal yang sama untuk semua bagian tidak cocok dengan cara bagian-bagian itu gagal. Bab ini menjelaskan cara memilih strategi pemeliharaan untuk setiap cara gagal.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas strategi pemeliharaan untuk peralatan servis: strategi dasar, pemilihan per mode kegagalan, interval, perawatan mandiri, efektivitas peralatan, rencana dan kepatuhan, biaya, dan peninjauan. Interval yang diwajibkan peraturan untuk bejana tekan, ketel uap, dan alat angkat tidak dibahas dan tidak boleh diubah.

    Topik di sekitarnya dibahas di bab lain:

    • kurva P-F, metode pemantauan kondisi, batas, dan tren di Bab 14 · Mekanikal & Mekatronika tentang pemantauan kondisi dan keputusan perawatan mekanis;
    • pemeliharaan listrik terencana di Bab 81 · Kelistrikan & Kendali tentang pemeliharaan listrik terencana dan pemeriksaan berkala;
    • interval pelumasan di Bab 8 · Mekanikal & Mekatronika tentang pelumasan dan tribologi;
    • mode kegagalan dan nilainya di Bab 9 tentang FMEA;
    • keandalan, laju kegagalan, dan Weibull di Bab 10 tentang keandalan, MTBF, dan ketersediaan;
    • lean dan 5R di Bab 8 tentang lean, 5S, dan pemborosan.

    Lima strategi dasar

    Strategi pemeliharaan (maintenance strategy) adalah cara yang dipilih untuk mencegah atau menangani kegagalan suatu bagian. Lima strategi dasarnya:

    1. Korektif atau dibiarkan sampai gagal (corrective maintenance, run to failure): tidak ada tindakan sampai bagian gagal, lalu diperbaiki. Cocok bila kegagalan tidak berbahaya, murah, dan tidak menghentikan layanan, misalnya lampu indikator.
    2. Preventif berbasis waktu atau pemakaian (preventive maintenance): bagian diganti atau diperbaiki pada interval waktu, jam kerja, atau jumlah siklus. Cocok bila bagian mengalami keausan yang dapat diramalkan dan kegagalannya cukup mahal.
    3. Berbasis kondisi (condition-based maintenance): bagian diperiksa berkala dan diganti hanya bila tanda kerusakan mulai terlihat, seperti dijelaskan di Bab 14 · Mekanikal & Mekatronika tentang pemantauan kondisi dan keputusan perawatan mekanis. Cocok bila kerusakan berkembang dengan tanda yang dapat diukur sebelum gagal.
    4. Prediktif (predictive maintenance): pemantauan kondisi ditambah tren dan perkiraan sisa umur untuk menjadwalkan penggantian tepat sebelum gagal. Cocok untuk peralatan mahal dan penting yang datanya cukup.
    5. Perbaikan rancangan (design-out maintenance): mengubah bagian, cara pasang, atau cara pakai supaya mode kegagalan itu tidak terjadi lagi. Memperoleh dan memelihara peralatan yang sesuai dengan prinsip itu memenuhi tujuan pencegahan pemeliharaan.

    Ada satu tugas khusus yang sering terlupakan: uji fungsi untuk kegagalan tersembunyi. Kegagalan tersembunyi (hidden failure) adalah kegagalan yang tidak menunjukkan gejala sampai fungsi itu diperlukan. Pengaman seperti termostat suhu berlebih, katup pengaman, sakelar level pengaman, dan tombol berhenti darurat tidak menunjukkan kegagalannya selama tidak diperlukan. Satu-satunya cara mengetahui keadaannya adalah mengujinya berkala.

    Memilih strategi per mode kegagalan

    Strategi dipilih untuk setiap mode kegagalan, bukan untuk seluruh mesin. Mode kegagalan dan akibatnya diambil dari FMEA di Bab 9 tentang mode kegagalan, akibat, penyebab, dan prioritas tindakan. Pemeliharaan berbasis keandalan (reliability-centred maintenance) memilih tugas untuk setiap mode kegagalan menurut cara gagal dan akibatnya, dengan urutan pertanyaan yang umum dipakai berikut:

    1. Apakah kegagalannya tersembunyi? Bila ya, tetapkan uji fungsi berkala.
    2. Apakah akibatnya menyangkut keselamatan atau lingkungan? Bila ya, tugas yang dipilih harus menurunkan risiko sampai dapat diterima; bila tidak ada tugas yang cukup, rancangan diubah.
    3. Apakah kerusakan memberi tanda yang dapat diukur cukup lama sebelum gagal? Bila ya, pilih perawatan berbasis kondisi dengan interval pemeriksaan yang lebih pendek dari interval P-F.
    4. Apakah bagian itu aus menurut umur, dengan laju kegagalan yang naik? Bila ya dan umur ausnya dapat diramalkan, pilih penggantian terjadwal.
    5. Bila tidak ada yang cocok, pilih dibiarkan sampai gagal untuk akibat yang ringan, atau perbaikan rancangan untuk akibat yang berat.

    Pada kasus pembuka, segel dan bantalan yang gagal setelah penggantian menunjukkan kegagalan masa awal karena pemasangan, seperti dibahas di Bab 10 tentang keandalan, MTBF, dan ketersediaan; sabuk dalam keadaan baik menunjukkan interval yang terlalu pendek untuk bagian itu; dan termostat pengering adalah kegagalan tersembunyi yang tidak pernah diuji.

    Menetapkan interval

    Interval diambil dari beberapa sumber, dengan urutan kepercayaan yang jelas:

    1. Peraturan dan standar untuk peralatan yang diatur: tidak boleh diperpanjang.
    2. Anjuran pabrik dalam manual. Manual sebuah washer-extractor memuat perawatan berkala bulanan untuk sabuk dan puli, pelumasan segel dan bantalan dengan takaran per pompaan, dan penggantian oli rumah bantalan pada selang waktu tertentu.
    3. Data sendiri dari laporan servis: umur saat gagal, bentuk sebarannya, dan apakah laju kegagalan naik dengan umur.
    4. Keadaan pemakaian: jam kerja per hari, mutu air, bahan kimia, suhu ruang. Mesin yang bekerja dua sif memerlukan interval kalender lebih pendek daripada mesin yang bekerja satu sif, untuk interval yang sama dalam jam.

    Interval P-F (P-F interval) adalah selang waktu antara saat kerusakan mulai dapat dideteksi dan saat bagian gagal. Untuk perawatan berbasis kondisi, interval pemeriksaan biasanya diambil kira-kira separuh interval P-F atau lebih pendek, supaya paling sedikit satu pemeriksaan jatuh di antara saat kerusakan mulai terdeteksi dan saat gagal. Kurva P-F dijelaskan di Bab 14 · Mekanikal & Mekatronika tentang pemantauan kondisi dan keputusan perawatan mekanis.

    Untuk uji fungsi kegagalan tersembunyi, hubungan yang sering dipakai, untuk laju kegagalan tetap dan interval yang pendek dibanding MTBF, adalah:

    A≈1−λT2,T≈2(1−A)λA \approx 1 - \frac{\lambda T}{2}, \qquad T \approx \frac{2(1 - A)}{\lambda}

    dengan AA peluang pengaman bekerja saat diperlukan (tanpa satuan), λ\lambda laju kegagalan tersembunyi pengaman (per tahun), dan TT interval uji (tahun, satuan waktu yang sama dengan λ\lambda).

    Perawatan mandiri dan pemeliharaan produktif total

    Pemeliharaan produktif total (total productive maintenance) adalah cara pemeliharaan yang melibatkan semua orang dalam merawat peralatan, terutama operator. Pemeliharaan produktif total memakai delapan pilar untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien; pengelolaan awal termasuk dalam kegiatannya, dan keadaan di proses hulu penting dikendalikan.

    Perawatan mandiri (autonomous maintenance) adalah perawatan harian yang sederhana oleh operator: membersihkan, memeriksa, mengencangkan, dan melumasi menurut daftar periksa, serta melaporkan kelainan. Tujuan pembersihan tidak terbatas pada membersihkan bagian luar peralatan; pembersihan adalah pemeriksaan. Operator mesin pencuci piring yang setiap hari membersihkan saringan dan lengan semprot akan melihat nosel tersumbat, bagian yang retak, atau kebocoran lebih dulu daripada teknisi yang datang sebulan sekali.

    Perawatan mandiri memerlukan pelatihan, daftar periksa yang jelas, batas apa yang boleh dilakukan operator, dan jalur melapor. Pekerjaan yang memerlukan isolasi energi atau membuka panel tetap pekerjaan teknisi.

    Efektivitas peralatan keseluruhan

    Efektivitas peralatan keseluruhan (overall equipment effectiveness, OEE) adalah hasil kali tiga angka:

    OEE=ketersediaan×kinerja×mutuOEE = \text{ketersediaan} \times \text{kinerja} \times \text{mutu}
    1. Ketersediaan: waktu mesin benar-benar bekerja dibagi waktu yang direncanakan.
    2. Kinerja: angka ini menunjukkan apakah mesin bekerja pada kecepatan yang ditetapkan, yaitu waktu siklus bakunya; dihitung dari jumlah keluaran dikali waktu siklus baku dibagi waktu kerja.
    3. Mutu: angka ini adalah perbandingan keluaran yang baik terhadap seluruh keluaran termasuk yang cacat.

    Ukuran ini cocok untuk mesin produksi seperti mesin pencuci piring konveyor, mesin setrika rol, atau mesin lipat, dan menunjukkan apakah kerugian terbesar berasal dari berhenti, lambat, atau cacat. Kerugian persiapan dan penyetelan juga waktu yang hilang, yang masuk ke angka ketersediaan.

    Rencana dan kepatuhan perawatan

    Rencana perawatan untuk setiap jenis mesin memuat: daftar tugas per mode kegagalan, interval, lama pekerjaan, keterampilan yang diperlukan, suku cadang, alat, dan prosedur keselamatan. Dari rencana itu dibuat jadwal per mesin dan per teknisi.

    Tidak semua pekerjaan perawatan dikerjakan menurut rencana walaupun disebut perawatan terencana. Karena itu dipantau kepatuhan perawatan (schedule compliance): jumlah tugas terencana yang selesai pada waktunya dibagi jumlah tugas yang dijadwalkan. Tugas yang tertunda dicatat sebagai pekerjaan tertunda dengan alasannya. Kepatuhan yang rendah sering menunjukkan rencana yang tidak realistis, kekurangan orang, atau suku cadang yang tidak tersedia.

    Riwayat setiap mesin, termasuk perawatan terencana, kerusakan, dan perbaikan, disimpan dalam catatan aset atau sistem perawatan terkomputerisasi, dengan laporan servis di Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima tentang laporan servis dan bukti kerja sebagai bahannya.

    Biaya strategi

    Setiap strategi mempunyai biaya:

    1. Dibiarkan sampai gagal: biaya perbaikan, biaya berhenti, dan kerusakan ikutan, misalnya bantalan yang dibiarkan pecah merusak poros.
    2. Preventif: biaya tugas, suku cadang yang diganti sebelum habis umurnya, waktu berhenti terencana, dan risiko kegagalan karena pemasangan.
    3. Berbasis kondisi dan prediktif: biaya alat ukur, waktu pemeriksaan, pelatihan, dan analisis data.

    Biaya produksi tetap adalah biaya yang tidak berubah menurut laju produksi. Gaji teknisi tetap dan kontrak servis tahunan termasuk biaya tetap; suku cadang, lembur, dan kerugian berhenti berubah menurut jumlah kerusakan. Perbandingan strategi yang jujur memisahkan kedua jenis biaya itu, karena mengurangi kerusakan belum tentu mengurangi biaya tetap.

    Strategi yang dipilih adalah yang biaya totalnya paling kecil untuk risiko yang dapat diterima, dengan syarat keselamatan sebagai batas yang tidak ditawar. Program perawatan yang baik dapat memperpanjang umur pemanas air; "baik" berarti cocok dengan cara gagalnya, tidak selalu berarti lebih sering.

    Kegagalan karena perawatan dan pemeriksaan setelah pekerjaan

    Setiap kali mesin dibongkar, ada peluang kesalahan baru: segel terpasang terbalik, bibir segel tergores poros, baut dikencangkan tidak merata, sabuk terlalu tegang, kabel sensor tertukar, atau kotoran masuk ke rumah bantalan. Inilah sebab kegagalan pada kasus pembuka sering muncul beberapa minggu setelah penggantian terjadwal. Pemeriksaan rutin mesin penting untuk umur panjang mesin; pemeriksaan itu juga berlaku untuk hasil kerja perawat sendiri.

    Kebiasaan yang menurunkan kegagalan karena perawatan:

    1. Ikuti prosedur dan torsi dari manual, termasuk urutan pengencangan dan jenis gemuk. Manual sebuah washer-extractor melarang mencampur jenis gemuk.
    2. Pakai suku cadang yang nomornya cocok dan simpan dengan benar sampai dipasang.
    3. Bersihkan dudukan dan periksa poros, alur, dan permukaan sebelum memasang bagian baru.
    4. Setelah pekerjaan, lakukan uji jalan: periksa kebocoran, bunyi, getaran, suhu bantalan, arus motor, dan fungsi pengaman, lalu catat nilai ukurnya di laporan servis seperti di Bab 6 · Kerja Lapangan & Serah Terima tentang laporan servis dan bukti kerja.
    5. Periksa ulang bagian yang baru dipasang pada kunjungan berikutnya, karena sebagian kegagalan pemasangan baru muncul setelah beberapa hari bekerja.

    Bila satu jenis kegagalan sering muncul setelah perawatan, tindakan yang tepat adalah memperbaiki cara kerja dan pemeriksaan setelah pekerjaan, bukan menambah frekuensi perawatan.

    Meninjau strategi

    Strategi pemeliharaan ditinjau berkala, misalnya setahun sekali, dengan data:

    1. Mode kegagalan yang masih terjadi walaupun ada tugas pencegahannya.
    2. Kegagalan yang terjadi segera setelah perawatan.
    3. Bagian yang diganti terjadwal tetapi masih dalam keadaan baik.
    4. Hasil uji fungsi pengaman: berapa kali pengaman ditemukan tidak bekerja.
    5. Kepatuhan perawatan dan pekerjaan tertunda.

    Interval diperpanjang bila data menunjukkan bagian masih baik dan tidak ada kenaikan kegagalan, dan diperpendek atau diganti strateginya bila kegagalan masih terjadi. Perubahan interval yang ditetapkan pabrik atau peraturan tetap memerlukan persetujuan yang berwenang.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: bantalan motor dengan pemantauan getaran. Pengalaman menunjukkan getaran bantalan motor pompa mulai naik sekitar 8 minggu sebelum bantalan rusak. Dengan interval pemeriksaan kira-kira separuh interval P-F, getaran diukur setiap 4 minggu. Bantalan diganti saat tren getaran melewati batas peringatan, seperti di Bab 14 · Mekanikal & Mekatronika tentang pemantauan kondisi dan keputusan perawatan mekanis.

    Contoh 2: interval uji termostat pengaman. Termostat suhu berlebih pengering mempunyai laju kegagalan tersembunyi sekitar 0,05 per tahun, dan pengaman itu diharapkan bekerja dengan peluang paling sedikit 0,99 saat diperlukan. T≈2×(1−0,99)/0,05=0,4T \approx 2 \times (1 - 0{,}99)/0{,}05 = 0{,}4 tahun, sekitar 5 bulan. Uji fungsi dijadwalkan setiap 4 bulan dengan cara yang dianjurkan pabrik dan hasilnya dicatat.

    Contoh 3: perbaikan rancangan. Pompa buang mesin pencuci piring tersumbat sisa makanan rata-rata sekali sebulan, dan setiap kali mesin berhenti setengah hari. Perawatan lebih sering tidak menyelesaikan masalah. Pemasangan saringan tambahan yang mudah dibersihkan operator sebelum pompa, dengan persetujuan pabrik, menghilangkan sebagian besar sumbatan dan memindahkan tugasnya ke perawatan mandiri harian.

    Contoh 4: membandingkan biaya. Perawatan preventif pompa sirkulasi berbiaya Rp200.000 setiap tiga bulan. Tanpa perawatan, peluang pompa rusak dalam tiga bulan sekitar 0,3 dengan biaya kerusakan dan berhenti Rp2.500.000, jadi biaya harapan 0,3×2.500.000=750.0000{,}3 \times 2.500.000 = 750.000 rupiah per tiga bulan. Dengan perawatan, peluang itu turun menjadi sekitar 0,05, biaya harapan 125.000+200.000=325.000125.000 + 200.000 = 325.000 rupiah. Perawatan preventif lebih murah.

    Contoh 5: kepatuhan perawatan. Dalam satu kuartal ada 52 tugas terencana, dan 46 selesai pada waktunya. Kepatuhan 46/52×100%=88%46/52 \times 100\% = 88\%. Dari 6 tugas tertunda, 4 karena suku cadang tidak tersedia; penyiapan suku cadang untuk tugas terencana dimasukkan ke perencanaan stok di Bab 5 · Kerja Lapangan & Serah Terima tentang suku cadang, nomor komponen, dan stok.

    Contoh 6: daftar periksa perawatan mandiri. Untuk mesin pencuci piring berpintu, operator diberi daftar periksa harian: kuras dan bersihkan saringan tangki, lepas dan bilas lengan semprot, periksa nosel tersumbat, catat suhu cuci dan bilas dari layar, periksa jeriken bahan kimia, dan laporkan kebocoran. Teknisi meninjau catatan itu saat kunjungan bulanan dan mencari tren suhu yang turun.

    Kondisi berhenti

    Hentikan perubahan rencana perawatan dan minta keputusan penyelia, pabrik, atau pihak berwenang bila:

    1. Interval yang diwajibkan peraturan untuk bejana tekan, ketel uap, atau alat angkat akan diubah.
    2. Pengaman dengan kegagalan tersembunyi tidak mempunyai uji fungsi berkala.
    3. Usulan memperpanjang interval tidak didukung data atau bertentangan dengan anjuran pabrik.
    4. Perawatan mandiri operator akan mencakup pekerjaan yang memerlukan isolasi energi atau membuka panel listrik.
    5. Perbaikan rancangan mengubah fungsi pengaman atau rancangan pabrik tanpa persetujuan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Makin sering dirawat makin baik.

    Why is it wrong?

    Perawatan berlebih membuang biaya dan dapat menambah kegagalan masa awal. Pada kasus pembuka, kebocoran segel justru sering muncul beberapa minggu setelah penggantian terjadwal.

    Common misconception

    Satu jadwal untuk seluruh mesin.

    Why is it wrong?

    Strategi dipilih per mode kegagalan. Bantalan, segel, sabuk, dan termostat pengaman pada kasus pembuka gagal dengan cara berbeda, sehingga tugas dan intervalnya juga berbeda.

    Common misconception

    Pengaman yang tidak pernah rusak tidak perlu dirawat.

    Why is it wrong?

    Kegagalan tersembunyi hanya terlihat dengan uji fungsi. Termostat pengering pada kasus pembuka sudah lama tidak memutus tanpa gejala apa pun.

    Common misconception

    Perawatan berbasis kondisi tidak memerlukan jadwal.

    Why is it wrong?

    Pemeriksaannya sendiri dijadwalkan menurut interval P-F. Pada Contoh 1, interval P-F sekitar 8 minggu memberi jadwal ukur getaran setiap 4 minggu.

    Common misconception

    Perawatan mandiri memindahkan pekerjaan teknisi ke operator.

    Why is it wrong?

    Operator merawat dan memeriksa hal sederhana; teknisi tetap mengerjakan pekerjaan teknis. Pekerjaan yang memerlukan isolasi energi atau membuka panel tetap pekerjaan teknisi (Kondisi berhenti 4).

    Common misconception

    Dibiarkan sampai gagal berarti tidak ada strategi.

    Why is it wrong?

    Itu strategi yang sah bila akibat kegagalannya ringan. Lampu indikator panel yang murah, mudah diganti, dan kegagalannya tidak menghentikan mesin adalah contohnya, dengan beberapa lampu di stok kendaraan.

    Hubungan dengan bab lain

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Sebutkan lima strategi pemeliharaan dan satu contoh bagian yang cocok untuk masing-masing.

      See the worked solution

      Dibiarkan sampai gagal (lampu indikator), preventif berbasis waktu (selang pompa yang aus), berbasis kondisi (bantalan motor dengan pemantauan getaran), prediktif (motor besar dengan tren getaran dan perkiraan sisa umur), dan perbaikan rancangan (saringan tambahan untuk pompa buang yang sering tersumbat). Pilihan setiap bagian mengikuti cara gagalnya: lampu indikator murah dan tidak menghentikan mesin, sedangkan selang pompa aus menurut umur.

    2. Urutkan pertanyaan yang dipakai untuk memilih strategi bagi satu mode kegagalan.

      See the worked solution

      Apakah kegagalannya tersembunyi; apakah akibatnya menyangkut keselamatan atau lingkungan; apakah ada tanda terukur cukup lama sebelum gagal; apakah bagian aus menurut umur yang dapat diramalkan; bila tidak ada yang cocok, dibiarkan sampai gagal atau perbaikan rancangan menurut beratnya akibat. Urutan ini memeriksa kegagalan tersembunyi dan akibat keselamatan lebih dulu, sehingga dibiarkan sampai gagal hanya tersisa untuk akibat yang ringan.

    3. Selang P-F keausan sabuk diperkirakan 6 minggu. Berapa interval pemeriksaan yang dianjurkan?

      See the worked solution

      Kira-kira separuh interval P-F, jadi sekitar 3 minggu atau lebih pendek. Dengan begitu paling sedikit satu pemeriksaan jatuh setelah keausan mulai terlihat dan sebelum sabuk putus.

    4. Sakelar level pengaman pemanas mempunyai laju kegagalan tersembunyi 0,1 per tahun dan diharapkan bekerja dengan peluang 0,98. Hitung interval uji fungsinya.

      See the worked solution

      T≈2×(1−0,98)/0,1=0,4T \approx 2 \times (1 - 0{,}98)/0{,}1 = 0{,}4 tahun, sekitar 5 bulan. Uji fungsi dijadwalkan pada interval itu atau lebih pendek. Hasilnya sama dengan Contoh 2 karena 1−A1 - A dan λ\lambda sama-sama dua kali lebih besar.

    5. Mesin setrika rol direncanakan 10 jam, berhenti 1,5 jam, waktu baku 20 detik per lembar, menghasilkan 1.300 lembar, dan 1.260 baik. Hitung efektivitasnya.

      See the worked solution

      Ketersediaan 8,5/10=0,858{,}5/10 = 0{,}85; kinerja 1.300×20/(8,5×3.600)=26.000/30.600=0,851.300 \times 20/(8{,}5 \times 3.600) = 26.000/30.600 = 0{,}85; mutu 1.260/1.300=0,9691.260/1.300 = 0{,}969; efektivitas 0,85×0,85×0,969=0,700{,}85 \times 0{,}85 \times 0{,}969 = 0{,}70. Kerugian terbesar terbagi pada ketersediaan dan kinerja, masing-masing 0,85, sedangkan mutu sudah tinggi.

    6. Mengapa kegagalan yang sering terjadi segera setelah perawatan terjadwal tidak diatasi dengan memperpendek interval?

      See the worked solution

      Pola itu menunjukkan kegagalan masa awal karena pemasangan atau komponen baru, bukan keausan. Memperpendek interval justru menambah jumlah pemasangan dan kegagalan awal; yang diperbaiki adalah cara pemasangan, mutu suku cadang, dan pemeriksaan setelah pasang.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 17, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Strategi pemeliharaan: korektif, preventif, berbasis kondisi, prediktif, perawatan mandiri, dan memilih strategi per mode kegagalan. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/strategi-pemeliharaan-korektif-preventif-berbasis-kondisi-prediktif-perawatan-mandiri-dan-memilih-strategi-per-mode-kegagalan

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Sebutkan lima strategi pemeliharaan dan satu contoh bagian yang cocok untuk masing-masing.

    2

    Urutkan pertanyaan yang dipakai untuk memilih strategi bagi satu mode kegagalan.

    3

    Selang P-F keausan sabuk diperkirakan 6 minggu. Berapa interval pemeriksaan yang dianjurkan?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters