Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Physics · Chapter 29Quantitative

    By Kurnia · Published October 22, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 20 min read

    Cahaya sebagai partikel: radiasi benda hitam dan hipotesis Planck, efek fotolistrik, fungsi kerja dan potensial henti, efek Compton, dan momentum foton

    Ketika lampu UV-C unit air minum dapur hotel padam, supervisor mengusulkan lampu kerja LED putih yang dayanya hampir dua kali lipat sebagai pengganti sementara, dan teknisi perlu menjelaskan mengapa usul itu tidak berguna. Jawabannya ada pada sifat partikel cahaya: radiasi diserap dalam paket energi yang besarnya ditentukan frekuensi, bukan kecerahan. Bab ini membahas masalah benda hitam dan bencana ultraviolet, hipotesis kuantum Planck, efek fotolistrik secara kuantitatif dengan fungsi kerja, frekuensi ambang, energi kinetik maksimum, dan potensial henti, peran intensitas dan jumlah foton, momentum foton dan tekanan radiasi, serta efek Compton. Penerapannya pada sensor optik, lampu UV-C, kamera termal, dan panel surya, enam contoh kerja, dan enam latihan dengan kunci beralasan menutup bab.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Lampu UV-C unit desinfeksi air minum di dapur sebuah hotel padam pada Sabtu malam, dan penggantinya baru datang hari Senin. Supervisor dapur mengusulkan lampu kerja LED putih 30 W diikat di samping tabung kuarsa, karena dayanya hampir dua kali lampu UV-C 16 W yang padam. Teknisi menolak, tetapi hanya bisa berkata bahwa "warnanya lain". Di laundry hotel yang sama, rekannya bertanya mengapa sensor penghalang cahaya mesin lipat tetap bekerja di ruangan yang sangat terang, dan mengapa kamera termal tidak dibuat saja dari pelat logam yang melepaskan elektron bila disinari.

    Ketiga pertanyaan itu dijawab satu temuan fisika awal abad ke-20: cahaya diserap dan dipancarkan dalam paket energi yang ukurannya ditentukan frekuensi, bukan kecerahan. Lampu yang lebih terang hanya mengirim lebih banyak paket kecil (Contoh 1).

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas mengapa cahaya harus diperlakukan sebagai kumpulan kuanta.

    Spektrum, rumus energi foton, hukum Stefan-Boltzmann dan Wien sebagai alat hitung, emisivitas, dan termografi sudah dibahas di Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik dan termal. Foton pada LED, fotodioda, dan sel surya dibahas di Bab 26 tentang semikonduktor, sifat gelombang cahaya di Bab 20 tentang cahaya, sensor fotolistrik di Bab 59 · Kelistrikan & Kendali tentang sensor diskret, dan desinfeksi ultraviolet di Bab 4 · Biologi & Mikrobiologi tentang disinfektan dan Bab 10 · Biologi & Mikrobiologi tentang UV ruang. Gelombang materi dilanjutkan di Bab 30 tentang dualitas gelombang-partikel, spektrum atom dan laser di Bab 32 tentang atom kuantum, dan sinar-X sebagai radiasi pengion di Bab 33 tentang fisika nuklir dan radiasi pengion.

    Masalah benda hitam dan bencana ultraviolet

    Semua benda memancarkan radiasi elektromagnetik, dan suhu benda menentukan panjang gelombang tempat pancarannya paling kuat. Benda hitam (blackbody) adalah penyerap sempurna yang menyerap seluruh radiasi elektromagnetik yang mengenainya. Lubang kecil di dinding rongga tertutup yang dinding dalamnya kasar dan dihitamkan mendekati benda hitam: radiasi yang masuk terperangkap, dan cahaya yang keluar dari lubang memperlihatkan spektrum benda hitam.

    Kurva intensitas benda hitam sudah diukur pada akhir abad ke-19, tetapi belum terjelaskan sampai tahun 1900. Model klasik Rayleigh dan Jeans memperlakukan radiasi rongga sebagai gelombang yang boleh bertukar energi berapa pun dengan dinding. Hasilnya, hukum Rayleigh-Jeans, meramalkan intensitas yang naik tanpa batas ke arah panjang gelombang pendek, padahal pengukuran menunjukkan intensitas yang terbatas di daerah ultraviolet. Bencana ultraviolet (ultraviolet catastrophe) adalah sebutan untuk pertentangan antara ramalan fisika klasik dan pengukuran radiasi benda hitam pada panjang gelombang pendek. Pertentangan ini menunjukkan bahwa fisika klasik gagal menjelaskan mekanisme radiasi benda hitam.

    Akibat praktisnya: benda bersuhu ratusan derajat memancar kuat di inframerah tetapi hampir tidak memancarkan ultraviolet, sehingga ultraviolet untuk desinfeksi dibuat dengan lampu khusus seperti lampu uap raksa yang disebut Bab 4 · Biologi & Mikrobiologi tentang disinfektan, bukan dengan memanaskan benda.

    Hipotesis kuantum Planck

    Max Planck memecahkan masalah benda hitam pada tahun 1900 dengan menganggap radiasi rongga berasal dari osilasi atom di dinding yang hanya boleh memiliki nilai energi tertentu:

    En=nhf,n=1,2,3,…E_n = nhf, \qquad n = 1, 2, 3, \ldots

    dengan EnE_n energi osilator (J), ff frekuensi osilator (Hz), nn bilangan kuantum, dan hh tetapan Planck, 6,626×10−346{,}626 \times 10^{-34} J·s atau 4,136×10−154{,}136 \times 10^{-15} eV·s. Kuantum energi (energy quantum) adalah paket energi terkecil yang dapat dipertukarkan antara radiasi dan dinding rongga pada satu frekuensi. Besarnya:

    ΔE=hf\Delta E = hf

    Penyerapan menaikkan osilator ke keadaan kuantum yang lebih tinggi dan pancaran menurunkannya. Energi yang dipertukarkan harus kelipatan bulat hfhf; paket yang tidak tepat sebesar itu tidak diserap dan tidak dipancarkan. Dengan anggapan ini Planck menurunkan intensitas pancaran per satuan panjang gelombang:

    I(λ,T)=2πhc2λ5 1ehc/(λkBT)−1I(\lambda, T) = \frac{2\pi h c^2}{\lambda^5}\,\frac{1}{e^{hc/(\lambda k_B T)} - 1}

    dengan II daya per luas per panjang gelombang (W/m³), cc kecepatan cahaya (m/s), λ\lambda panjang gelombang (m), TT suhu mutlak (K), dan kB=1,380×10−23k_B = 1{,}380 \times 10^{-23} J/K tetapan Boltzmann. Rumus ini cocok dengan kurva pengukuran, dan hukum Wien serta hukum Stefan yang dipakai di Bab 21 tentang radiasi termal dapat diturunkan darinya. Faktor eksponensial di penyebut menekan intensitas pada panjang gelombang pendek, sehingga bencana ultraviolet hilang.

    Pada pegas dan mesin sehari-hari jarak antartingkat energi sangat kecil dibanding energi getarnya, sehingga energinya praktis malar. Planck sendiri awalnya menganggap kuanta sebagai siasat matematis. Pandangan itu berubah pada tahun 1905 ketika Einstein menjelaskan efek fotolistrik dan memberi kuantum Planck arti baru, yaitu partikel cahaya.

    Efek fotolistrik: tiga pengamatan yang menolak gambaran gelombang

    Efek fotolistrik (photoelectric effect) adalah keluarnya elektron dari bahan akibat penyinaran. Permukaan logam yang disinari radiasi monokromatik dengan frekuensi di atas ambang menyerap radiasi dan melepaskan elektron. Fotoelektron (photoelectron) adalah elektron yang dilepaskan permukaan logam karena penyinaran.

    Percobaannya memakai dua elektrode di dalam tabung kaca hampa udara, supaya fotoelektron tidak kehilangan energi karena menumbuk molekul udara. Logam sasaran menjadi katode, disebut fotoelektrode, dan anode mengumpulkan elektron. Bila polaritas dibalik dan tegangan balik dinaikkan perlahan, arus foto mengecil lalu berhenti. Potensial henti (stopping potential) adalah beda potensial balik yang menghentikan arus foto sama sekali.

    Ada tiga sifat yang tidak dapat dijelaskan fisika klasik:

    PengamatanRamalan gelombang klasikHasil percobaan
    Waktu tundaCahaya redup perlu waktu lama untuk mengumpulkan energi di elektronElektron keluar hampir seketika, bahkan pada intensitas sangat rendah
    Intensitas dan energi elektronCahaya lebih terang memberi elektron lebih cepatPotensial henti sama untuk intensitas tinggi dan rendah; yang naik hanya arus foto
    Frekuensi ambangEfek terjadi pada frekuensi berapa pun asal penyinaran cukup lamaDi bawah frekuensi tertentu tidak ada arus foto, dan ambangnya sifat logam

    Energi kinetik maksimum fotoelektron diukur langsung dari potensial henti ΔVs\Delta V_s:

    Kmaks=e ΔVsK_\text{maks} = e\,\Delta V_s

    dengan KmaksK_\text{maks} energi kinetik maksimum dan ee muatan elementer. Dalam elektronvolt angkanya sama dengan potensial henti dalam volt.

    Penjelasan Einstein: fungsi kerja, frekuensi ambang, dan potensial henti

    Einstein mengusulkan pada tahun 1905 bahwa cahaya itu sendiri tersusun atas kuanta energi. Foton (photon) adalah partikel cahaya yang bergerak dengan kecepatan cahaya dan membawa satu kuantum energi. Energinya hanya bergantung pada frekuensi:

    Ef=hf=hcλE_f = hf = \frac{hc}{\lambda}

    dengan EfE_f energi foton. Kombinasi praktisnya hc=1240hc = 1240 eV·nm, sehingga foton 500 nm berenergi 2,48 eV.

    Di permukaan logam, satu foton memberikan seluruh energinya kepada satu elektron. Pemindahan itu bersifat semua atau tidak sama sekali: tidak ada foton yang menyerahkan sebagian energinya lalu tetap ada. Neraca energinya:

    Kmaks=hf−ϕK_\text{maks} = hf - \phi

    dengan ϕ\phi fungsi kerja logam (eV). Fungsi kerja (work function) adalah energi yang diperlukan untuk melepaskan satu elektron dari permukaan logam. Karena energi kinetik tidak dapat negatif, ada frekuensi ambang fcf_c tempat Kmaks=0K_\text{maks} = 0, dan panjang gelombang ambang λc\lambda_c yang bersesuaian:

    fc=ϕh,λc=hcϕf_c = \frac{\phi}{h}, \qquad \lambda_c = \frac{hc}{\phi}

    Cahaya yang panjang gelombangnya lebih panjang daripada λc\lambda_c tidak melepaskan elektron. Tabel berikut memuat fungsi kerja khas beberapa logam; kolom ambang dihitung dengan 1240 eV·nm.

    Logamϕ\phi (eV)λc\lambda_c (nm)Daerah ambang
    Natrium (Na)2,46504cahaya tampak
    Aluminium (Al)4,08304ultraviolet
    Timbal (Pb)4,14300ultraviolet
    Seng (Zn)4,31288ultraviolet
    Besi (Fe)4,50276ultraviolet
    Tembaga (Cu)4,70264ultraviolet
    Perak (Ag)4,73262ultraviolet
    Platina (Pt)6,35195ultraviolet jauh

    Grafik KmaksK_\text{maks} terhadap frekuensi berupa garis lurus dengan kemiringan hh untuk semua logam, dan titik potongnya memberi fungsi kerja, sehingga percobaan ini dipakai untuk mengukur keduanya.

    Intensitas, jumlah foton, dan arus foto

    Dalam gambaran Einstein, intensitas cahaya adalah jumlah foton yang tiba per satuan waktu. Menggandakan intensitas menggandakan jumlah foton, jumlah fotoelektron, dan arus foto, tetapi tidak mengubah energi tiap elektron, sehingga potensial henti tetap. Arus foto mendatar pada tegangan maju yang cukup karena jumlah fotoelektron per detik sama dengan jumlah foton datang, yang hanya bergantung pada intensitas.

    Jumlah foton per detik dari sumber berdaya radiasi PP (W) diperoleh dari energi tiap foton:

    N=PEf=PλhcN = \frac{P}{E_f} = \frac{P\lambda}{hc}

    Pada anggapan ideal satu elektron per foton, arus foto jenuh I=NeI = Ne; pada alat nyata hanya sebagian foton yang menghasilkan elektron.

    Prinsip semua atau tidak sama sekali inilah kunci kasus pembuka. Kerusakan bahan genetik mikroba oleh ultraviolet, yang dibahas Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik dan Bab 4 · Biologi & Mikrobiologi tentang disinfektan, juga terjadi foton demi foton: satu molekul berubah bila satu foton yang diserapnya cukup berenergi. Lampu LED putih yang lebih terang mengirim lebih banyak foton, tetapi foton cahaya tampak sekitar 2 sampai 3 eV tidak menggantikan foton UV-C yang hampir 5 eV, sama seperti cahaya merah seterang apa pun tidak melepaskan elektron dari perak. Ultraviolet juga tidak menembus plastik atau kaca, sehingga mikroba harus terpapar langsung, seperti dicatat Bab 10 · Biologi & Mikrobiologi tentang UV ruang.

    Momentum foton dan tekanan radiasi

    Foton tidak bermassa diam dan di ruang hampa selalu bergerak dengan kecepatan cahaya. Persamaan relativitas khusus E2=p2c2+m02c4E^2 = p^2c^2 + m_0^2c^4 tetap berlaku untuk foton. Dengan m0=0m_0 = 0:

    pf=Efc=hλp_f = \frac{E_f}{c} = \frac{h}{\lambda}

    dengan pfp_f momentum foton (kg·m/s). Arahnya dinyatakan dengan vektor gelombang, p⃗f=ℏk⃗\vec{p}_f = \hbar\vec{k}, dengan ℏ=h/2π\hbar = h/2\pi tetapan Planck tereduksi dan k=2π/λk = 2\pi/\lambda.

    Berkas cahaya membawa banyak foton, sehingga mendorong permukaan yang disinarinya. Pada permukaan pemantul sempurna, seperti layar surya, tekanannya 2I/c2I/c, dengan II intensitas (W/m²), karena momentum foton berbalik arah. Pada permukaan yang menyerap seluruh cahaya tekanannya separuh, I/cI/c, sesuai pf=Ef/cp_f = E_f/c. Mengubah intensitas tidak mengubah momentum tiap foton, tetapi mengubah momentum total berkas. Tekanan sinar matahari pada panel surya hanya beberapa mikronewton per meter persegi (Contoh 5), sehingga dapat diabaikan dibanding beban angin di Bab 93 · Kelistrikan & Kendali tentang larik modul surya.

    Efek Compton

    Efek Compton (Compton effect) adalah perubahan panjang gelombang sinar-X ketika dihamburkan oleh suatu bahan. Menurut teori klasik, gelombang yang dihamburkan atom keluar dengan panjang gelombang yang sama. Arthur H. Compton dan rekan-rekannya menghamburkan sinar-X monokromatik pada grafit dan menemukan dua puncak untuk setiap sudut hambur kecuali 0°: satu pada panjang gelombang datang λ\lambda dan satu pada panjang gelombang lebih panjang λ′\lambda'. Compton menjelaskannya pada tahun 1923 dengan gagasan cahaya sebagai partikel.

    Dalam modelnya, foton sinar-X menumbuk elektron valensi yang terikat lemah sehingga berperilaku seperti elektron bebas. Foton menyerahkan sebagian energi dan momentumnya, lalu keluar dengan frekuensi lebih rendah dan panjang gelombang lebih panjang. Dari kekekalan momentum dan energi relativistik:

    Δλ=λ′−λ=λc (1−cos⁡θ),λc=hm0c=2,43 pm\Delta\lambda = \lambda' - \lambda = \lambda_c\,(1 - \cos\theta), \qquad \lambda_c = \frac{h}{m_0 c} = 2{,}43\ \text{pm}

    dengan θ\theta sudut hambur antara arah berkas terhambur dan berkas datang, m0m_0 massa diam elektron, dan λc\lambda_c panjang gelombang Compton elektron. Pergeseran Compton (Compton shift) adalah selisih panjang gelombang sinar-X terhambur dan sinar-X datang. Pergeseran terbesar terjadi pada hamburan balik, θ=180∘\theta = 180^\circ, yaitu 2λc=4,862\lambda_c = 4{,}86 pm. Rumusnya tidak memuat panjang gelombang datang, sehingga pergeseran pada satu sudut sama untuk sinar-X apa pun.

    Puncak yang tidak bergeser berasal dari foton yang menumbuk elektron dalam yang terikat kuat, sehingga praktis menumbuk seluruh atom dan pergeserannya empat orde lebih kecil. Hamburan Compton tergolong hamburan tak elastis dan menjadi bukti bahwa radiasi tersusun atas foton yang membawa momentum. Pergeseran beberapa pikometer itu terasa pada sinar-X yang panjang gelombangnya puluhan pikometer, tetapi tidak terukur pada cahaya tampak (Contoh 6). Hamburan ini juga salah satu sebab sinar-X di ruang radiologi menyebar keluar dari arah berkasnya; perlindungannya dibahas di Bab 33 tentang radiasi pengion.

    Foton di peralatan teknisi

    Beberapa alat di hotel, laundry, dapur, dan rumah sakit lebih mudah dipahami dengan gambaran foton:

    • Sensor penghalang cahaya dan detektor asap. Menurut Bab 20 tentang cahaya dan sensor optik, sensor optik di mesin umumnya memakai LED merah atau inframerah dekat sekitar 850 sampai 950 nm, dan menurut Bab 20 · Bangunan & Fasilitas tentang detektor kebakaran, detektor asap fotoelektrik memakai LED inframerah 880 nm dengan fotodioda. Foton 880 nm hanya 1,41 eV, jauh di bawah fungsi kerja logam di tabel, sehingga penerimanya adalah fotodioda atau fototransistor yang bekerja dengan efek fotolistrik dalam, seperti dibahas Bab 26 tentang semikonduktor. Lampu yang sangat terang mengganggu penerima lewat jumlah fotonnya; penanganannya ada di Bab 20 tentang cahaya.
    • Lampu UV-C. Foton 254 nm berenergi sekitar 4,9 eV, cukup untuk memutus ikatan kimia seperti dibahas Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik, sedangkan foton cahaya tampak tidak. Lampu UV-C dinilai dari dosis pada panjang gelombangnya, bukan dari watt di labelnya.
    • Kamera termal. Foton inframerah 10 µm hanya 0,12 eV, sehingga termografi di Bab 21 tidak dapat memakai efek fotolistrik luar pada logam (Latihan 6).
    • Panel surya. Sel surya mengubah foton berenergi di atas celah pita menjadi pasangan elektron dan lubang, seperti dibahas Bab 26 tentang semikonduktor. Selama ada cahaya, sisi DC larik selalu bertegangan; batas pekerjaannya ada di Bab 90 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan sisi DC PLTS.

    Contoh kerja

    Angka dalam kasus pembuka dan contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.

    Contoh 1: kasus pembuka. Foton UV-C 254 nm: E=1240/254=4,88E = 1240/254 = 4{,}88 eV. Foton hijau 550 nm sebagai wakil cahaya tampak: E=1240/550=2,25E = 1240/550 = 2{,}25 eV. Misalkan lampu UV-C memancarkan 4 W ultraviolet dan lampu LED 10 W cahaya tampak. Jumlah fotonnya NUV=4/(4,88×1,602×10−19)=5,1×1018N_\text{UV} = 4/(4{,}88 \times 1{,}602 \times 10^{-19}) = 5{,}1 \times 10^{18} dan NLED=10/(2,25×1,602×10−19)=2,8×1019N_\text{LED} = 10/(2{,}25 \times 1{,}602 \times 10^{-19}) = 2{,}8 \times 10^{19} foton per detik. Lampu LED mengirim 5,4 kali lebih banyak foton, tetapi energi tiap fotonnya hanya 0,46 kali foton UV-C. Usul supervisor ditolak, dan unit ditandai tidak berfungsi sampai lampu yang benar terpasang.

    Contoh 2: perak dan natrium. Ambang perak λc=1240/4,73=262\lambda_c = 1240/4{,}73 = 262 nm. Cahaya 300 nm (4,13 eV) lebih panjang daripada ambang itu, sehingga tidak melepaskan elektron dari perak berapa pun terangnya. Ambang natrium 504 nm, sehingga cahaya 300 nm melepaskan elektron natrium dengan Kmaks=4,13−2,46=1,67K_\text{maks} = 4{,}13 - 2{,}46 = 1{,}67 eV. Foton UV-C 254 nm (4,88 eV) masih melepaskan elektron dari perak, tetapi hanya dengan Kmaks=0,15K_\text{maks} = 0{,}15 eV.

    Contoh 3: kalsium dan intensitas. Cahaya ungu 430 nm menyinari kalsium dengan ϕ=2,71\phi = 2{,}71 eV. Energi fotonnya 1240/430=2,881240/430 = 2{,}88 eV, sehingga Kmaks=0,17K_\text{maks} = 0{,}17 eV dan potensial hentinya 0,17 V. Kecepatan elektron tercepat v=2K/me=2(0,17)(1,602×10−19)/(9,109×10−31)=2,4×105v = \sqrt{2K/m_e} = \sqrt{2(0{,}17)(1{,}602 \times 10^{-19})/(9{,}109 \times 10^{-31})} = 2{,}4 \times 10^{5} m/s. Bila intensitas digandakan, arus foto naik dua kali, tetapi potensial henti tetap 0,17 V.

    Contoh 4: menghitung foton. Lampu natrium memancarkan 2,0 W, sebagian besar pada 589 nm. Energi fotonnya 1240/589=2,1051240/589 = 2{,}105 eV, atau 3,373×10−193{,}373 \times 10^{-19} J, sehingga N=2,0/(3,373×10−19)=5,9×1018N = 2{,}0/(3{,}373 \times 10^{-19}) = 5{,}9 \times 10^{18} foton per detik. Berkas laser 2,00 mW pada 400 nm (3,10 eV) membawa 4,03×10154{,}03 \times 10^{15} foton per detik. Bila setiap foton melepaskan satu elektron (anggapan ideal), arus fotonya I=Ne=(4,03×1015)(1,602×10−19)=0,645I = Ne = (4{,}03 \times 10^{15})(1{,}602 \times 10^{-19}) = 0{,}645 mA.

    Contoh 5: momentum dan tekanan radiasi. Foton 254 nm: p=h/λ=6,626×10−34/(254×10−9)=2,61×10−27p = h/\lambda = 6{,}626 \times 10^{-34}/(254 \times 10^{-9}) = 2{,}61 \times 10^{-27} kg·m/s. Panel surya 2,0 m² yang menyerap sinar 1.000 W/m² menerima gaya F=IA/c=(1000)(2,0)/(3,00×108)=6,7×10−6F = IA/c = (1000)(2{,}0)/(3{,}00 \times 10^{8}) = 6{,}7 \times 10^{-6} N. Layar pemantul sempurna di bawah sinar 1,3 kW/m² menerima tekanan 2I/c=8,67×10−62I/c = 8{,}67 \times 10^{-6} N/m². Gaya mikronewton itu tidak berarti dibanding beban angin.

    Contoh 6: Compton pada sinar-X dan cahaya tampak. Sinar-X 71 pm dihamburkan kalsit pada 30°. Pergeserannya Δλ=2,43(1−cos⁡30∘)=2,43×0,134=0,326\Delta\lambda = 2{,}43(1 - \cos 30^\circ) = 2{,}43 \times 0{,}134 = 0{,}326 pm, sehingga λ′=71,326\lambda' = 71{,}326 pm. Pada 180° pergeserannya 4,86 pm, dan energi foton turun dari 1240/0,071=17,51240/0{,}071 = 17{,}5 keV menjadi 1240/0,07586=16,31240/0{,}07586 = 16{,}3 keV, jadi sekitar 1,1 keV diserahkan ke elektron. Sinar-X 12,5 pm pada 90° menjadi 14,93 pm, naik 19 persen, sedangkan cahaya 500 nm paling banyak bergeser 4,86×10−3/500≈1×10−54{,}86 \times 10^{-3}/500 \approx 1 \times 10^{-5} dari panjang gelombangnya, terlalu kecil untuk alat biasa.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada penanggung jawab, pabrik, atau petugas berwenang bila:

    1. Lampu ultraviolet unit air atau udara padam atau melemah, lalu ada usul menggantinya dengan lampu yang tidak sesuai spesifikasi pabrik. Tandai unit tidak berfungsi dan ikuti prosedur fasilitas, seperti di Bab 4 · Biologi & Mikrobiologi dan Bab 10 · Biologi & Mikrobiologi tentang desinfeksi ultraviolet.
    2. Penutup lampu ultraviolet perlu dibuka ketika lampu menyala. Ultraviolet melukai mata dan kulit tanpa terasa saat itu; matikan dan isolasi dulu sesuai Bab 21 tentang radiasi.
    3. Pekerjaan berada di dekat pesawat sinar-X, ruang radiologi, atau alat analisis bersinar-X. Sinar-X adalah radiasi pengion yang berbahaya bagi jaringan hidup dan tidak terlihat mata; izin dan pengukurannya milik petugas proteksi radiasi, seperti di Bab 33 tentang radiasi pengion.
    4. Ada permintaan memakai sensor fotolistrik sebagai pengganti sakelar pintu atau gawai keselamatan, atau menjembatani sensor keselamatan; aturannya ada di Bab 59 · Kelistrikan & Kendali tentang sensor diskret.
    5. Pekerjaan menyentuh sisi DC larik surya pada siang hari; ikuti batas pekerjaan di Bab 90 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan sisi DC PLTS.
    6. Sumber cahaya yang akan diperiksa ternyata laser berdaya tinggi; keselamatannya dibahas di Bab 32 tentang laser.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Cahaya yang lebih terang melepaskan elektron yang lebih cepat.

    Why is it wrong?

    Potensial henti tidak berubah dengan intensitas; intensitas hanya menambah jumlah foton dan arus foto. Energi tiap elektron ditentukan frekuensi cahaya dan fungsi kerja logam.

    Common misconception

    Lampu yang wattnya lebih besar pasti lebih ampuh membunuh mikroba.

    Why is it wrong?

    Yang menentukan adalah energi tiap foton dan dosis pada panjang gelombang yang tepat. Lampu cahaya tampak berdaya besar tidak menggantikan UV-C.

    Common misconception

    Planck membuktikan bahwa cahaya adalah partikel.

    Why is it wrong?

    Planck mengkuantisasi energi osilator di dinding rongga dan awalnya menganggapnya siasat matematis. Einstein yang pada tahun 1905 memberi kuantum arti partikel cahaya, dan efek Compton memperkuatnya pada tahun 1923.

    Common misconception

    Foton tidak bermassa, jadi tidak punya momentum.

    Why is it wrong?

    Relativitas khusus memberi p=h/λp = h/\lambda, yang terukur sebagai tekanan radiasi dan pergeseran Compton.

    Common misconception

    Sensor fotolistrik konveyor bekerja dengan melepaskan elektron dari logam ke ruang hampa.

    Why is it wrong?

    Foton inframerah dekat terlalu kecil untuk fungsi kerja logam biasa. Penerimanya fotodioda atau fototransistor semikonduktor, seperti di Bab 26 tentang semikonduktor.

    Common misconception

    Pada efek fotolistrik foton menyerahkan sebagian energinya.

    Why is it wrong?

    Foton lenyap dan seluruh energinya diberikan kepada satu elektron; penyerahan sebagian energi terjadi pada hamburan Compton.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik dan termal memberi hukum radiasi termal yang asal-usulnya dijelaskan di sini. Bab 26 menerapkan foton pada semikonduktor dan sel surya, Bab 20 membahas sifat gelombang cahaya, dan Bab 59 · Kelistrikan & Kendali membahas sensor fotolistrik di mesin. Desinfeksi ultraviolet ada di Bab 4 · Biologi & Mikrobiologi tentang disinfektan dan Bab 10 · Biologi & Mikrobiologi tentang UV ruang, detektor asap optik di Bab 20 · Bangunan & Fasilitas tentang detektor kebakaran, serta larik surya di Bab 90 · Kelistrikan & Kendali tentang keselamatan sisi DC dan Bab 93 · Kelistrikan & Kendali tentang pemasangan larik. Bab 30 membahas sisi sebaliknya, yaitu partikel yang berperilaku sebagai gelombang, Bab 32 memakai foton untuk spektrum atom dan laser, dan Bab 33 membahas sinar-X dan sinar gama sebagai radiasi pengion.

    Latihan dan pembahasan

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Fungsi kerja kalium 2,24 eV. Berapa panjang gelombang ambangnya, apakah termasuk cahaya tampak, dan berapa potensial henti bila kalium disinari radiasi 1.200 THz?

      See the worked solution

      Panjang gelombang ambangnya 1240/2,24=5541240/2{,}24 = 554 nm, di daerah cahaya tampak, sehingga kalium peka cahaya tampak. Pada 1.200 THz energi foton (4,136×10−15)(1,2×1015)=4,96(4{,}136 \times 10^{-15})(1{,}2 \times 10^{15}) = 4{,}96 eV, sehingga Kmaks=2,72K_\text{maks} = 2{,}72 eV dan potensial hentinya 2,72 V.

    2. Cahaya 600 nm melepaskan elektron dengan energi kinetik maksimum 0,17 eV. Tentukan fungsi kerja, frekuensi ambang, dan potensial henti bila permukaan yang sama disinari cahaya 400 nm.

      See the worked solution

      Energi foton 600 nm adalah 1240/600=2,071240/600 = 2{,}07 eV, sehingga ϕ=2,07−0,17=1,90\phi = 2{,}07 - 0{,}17 = 1{,}90 eV dan fc=1,90/(4,136×10−15)=459f_c = 1{,}90/(4{,}136 \times 10^{-15}) = 459 THz. Pada 400 nm energi fotonnya 3,10 eV, sehingga Kmaks=1,20K_\text{maks} = 1{,}20 eV dan potensial hentinya 1,20 V.

    3. Sebuah detektor asap memakai LED 880 nm. Dapatkah fotonnya melepaskan elektron dari natrium? Mengapa fotodioda silikon tetap dapat menerimanya?

      See the worked solution

      Foton 880 nm berenergi 1240/880=1,411240/880 = 1{,}41 eV, lebih kecil daripada fungsi kerja natrium 2,46 eV, sehingga tidak ada elektron yang lepas berapa pun terangnya. Fotodioda silikon hanya memerlukan energi di atas celah pita 1,12 eV, yang bersesuaian dengan sekitar 1.100 nm menurut Bab 26 tentang semikonduktor, sehingga foton 880 nm membentuk pasangan elektron dan lubang.

    4. Intensitas lampu pada percobaan fotolistrik dinaikkan tiga kali tanpa mengubah panjang gelombangnya. Apa yang terjadi pada arus foto jenuh dan potensial henti?

      See the worked solution

      Arus foto jenuh naik sekitar tiga kali karena jumlah foton dan fotoelektron per detik naik tiga kali. Potensial henti tetap karena energi tiap foton tidak bergantung pada intensitas.

    5. Sinar-X 71 pm dihamburkan pada sudut 60°. Berapa panjang gelombang terhamburnya, dan pada sudut berapa pergeseran Compton sama dengan panjang gelombang Compton?

      See the worked solution

      Pergeserannya 2,43(1−cos⁡60∘)=1,2152{,}43(1 - \cos 60^\circ) = 1{,}215 pm, sehingga panjang gelombang terhamburnya 72,215 pm. Pergeseran sama dengan λc\lambda_c bila 1−cos⁡θ=11 - \cos\theta = 1, yaitu pada sudut siku-siku 90°.

    6. Mengapa kamera termal tidak dapat dibuat dari pelat logam yang memancarkan elektron bila disinari, dan mengapa inframerah tidak merusak bahan seperti UV-C?

      See the worked solution

      Foton inframerah 10 µm hanya 1240/10000=0,1241240/10000 = 0{,}124 eV, sekitar dua puluh kali lebih kecil daripada fungsi kerja natrium, yang terendah di tabel, sehingga efek fotolistrik luar tidak terjadi. Foton sekecil itu hanya menggetarkan molekul, sedangkan foton UV-C hampir 5 eV dapat memutus ikatan kimia, seperti dibahas Bab 21 tentang radiasi elektromagnetik.

    Referensi

    External sources

    • OpenStax: University Physics Volume 3openstax.org

    Revision history

    DateVersionChange
    October 30, 20262Revised to the chapter standard
    October 22, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Cahaya sebagai partikel: radiasi benda hitam dan hipotesis Planck, efek fotolistrik, fungsi kerja dan potensial henti, efek Compton, dan momentum foton. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/cahaya-sebagai-partikel-radiasi-benda-hitam-dan-hipotesis-planck-efek-fotolistrik-fungsi-kerja-dan-potensial-henti-efek-compton-dan-momentum-foton

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Fungsi kerja kalium 2,24 eV. Berapa panjang gelombang ambangnya, apakah termasuk cahaya tampak, dan berapa potensial henti bila kalium disinari radiasi 1.200 THz?

    2

    Cahaya 600 nm melepaskan elektron dengan energi kinetik maksimum 0,17 eV. Tentukan fungsi kerja, frekuensi ambang, dan potensial henti bila permukaan yang sama disinari cahaya 400 nm.

    3

    Sebuah detektor asap memakai LED 880 nm. Dapatkah fotonnya melepaskan elektron dari natrium? Mengapa fotodioda silikon tetap dapat menerimanya?

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters