Skip to content

Search ARSTEMA

Type a chapter, term, symptom, or tool.

    Back to the atlas
    Units & Mathematics · Chapter 2Basic

    By Kurnia · Published September 25, 2026 · Revised October 29, 2026 · Version 3 · 23 min read

    Besaran, fungsi, dan cara membaca hubungan

    Bab ini mengajak pembaca menafsirkan angka sebagai hasil pengukuran atas besaran, lalu membaca bagaimana satu besaran berubah ketika besaran lain berubah. Pembahasan membedakan nilai dari satuan, variabel bebas dari variabel terikat, dan hubungan fungsional dari dugaan sebab-akibat. Sebuah tangki menjadi contoh kerja untuk menentukan laju pengisian dari data, menyusun fungsi, menghitung keluaran, dan memeriksa satuan serta batas model. Uraian juga membahas grafik, kemiringan, keterbatasan ekstrapolasi, penerapan teknik, enam latihan, dan kunci jawaban beralasan.

    This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.

    Section you’re reading: Chapter opening

    Seorang teknisi di laundry sebuah hotel melihat angka volume pada panel sebuah tangki naik dari 5 liter menjadi 11 liter selama empat menit. Angka awal dan akhir itu memberi petunjuk, tetapi belum cukup untuk menjawab pertanyaan yang biasanya muncul: berapa banyak cairan masuk setiap menit, berapa volume sesudah delapan menit, dan apakah angka berikutnya masih dapat dipercaya? Untuk menjawabnya, kita perlu menghubungkan pembacaan dengan besaran yang diukur, satuannya, serta kondisi ketika pengamatan berlangsung.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas besaran, nilai, dan satuan; variabel dan parameter; fungsi sebagai aturan yang memasangkan masukan dengan keluaran; grafik dan kemiringan; serta batas domain, interpolasi, dan ekstrapolasi. Modelnya dibatasi pada hubungan linear sederhana, ditambah massa jenis sebagai contoh rasio dua besaran. Bab ini tidak menetapkan spesifikasi instrumen, toleransi, atau prosedur kalibrasi. Konversi satuan, dimensi, dan angka penting dibahas lebih jauh di Bab 3, sedangkan kalibrasi, ketidakpastian, dan mutu pengukuran di Bab 1 · Data & Pengukuran. Membaca kurva dan interpolasi pada grafik ada di Bab 10, laju sesaat dari data di Bab 11, garis regresi beserta batas ekstrapolasinya di Bab 7 · Data & Pengukuran, dan sebab-akibat serta asumsi pada batas sistem di Bab 1 · Sistem, Diagram & Diagnosis.

    Besaran, simbol, dan asumsi model

    Besaran (quantity) adalah sifat yang dapat dinyatakan melalui nilai dan satuan, misalnya volume dalam liter atau waktu dalam menit. Angka 11 tanpa satuan tidak memberi tahu apakah yang dibaca adalah liter, kilogram, atau menit. Satuan melekat pada makna pengukuran; dua nilai baru dapat dibandingkan secara langsung bila keduanya menyatakan besaran sejenis dengan satuan yang selaras. Matematika teknik memodelkan persoalan dengan satuan yang konsisten, memvisualkan hubungan, dan memeriksa kewajaran hasil dengan metode kedua.

    Kita sebut waktu sebagai tt dan volume sebagai VV. Simbol tersebut bukan hiasan aljabar. Keduanya menamai besaran yang berbeda, dan setiap nilai yang dipakai tetap membawa satuan: tt diukur dalam menit, sedangkan VV diukur dalam liter. Jika teknisi mengukur volume pada beberapa waktu, ia memperoleh pasangan data seperti (0; 5)(0;\,5) dan (4; 11)(4;\,11). Pasangan itu berarti pada menit ke-0 panel menunjukkan 5 liter, lalu pada menit ke-4 menunjukkan 11 liter.

    Sebuah kumpulan pasangan data belum otomatis menjadi aturan yang berlaku untuk semua waktu. Kita perlu menyatakan asumsi yang menghubungkan titik-titik tersebut. Untuk tangki ini, andaikan laju masuk tetap, aliran belum berhenti, dan volume awal 5 liter. Dalam keadaan itu, volume bertambah secara tetap terhadap waktu. Asumsi tersebut menghasilkan model sederhana yang bisa diuji terhadap data berikutnya. Jika salah satu kondisi berubah, model perlu ditinjau, bukan dipaksakan.

    Nilai, satuan, dan besaran yang dapat dibandingkan

    Pengukuran mengubah pengamatan menjadi nilai yang dapat dibaca dan dibandingkan. Nilai (value) adalah besar suatu hasil dalam satuan tertentu. Sebagai contoh, catatan 11 liter dan 0,011 meter kubik dapat menyatakan volume yang sama jika konversi satuan dilakukan dengan benar. Menjumlahkan 11 liter dengan 4 menit tidak bermakna sebagai operasi fisik, sebab volume dan waktu mewakili jenis besaran yang berlainan.

    Besaran dapat dikelompokkan menurut perannya di dalam model. Variabel (variable) adalah simbol atau nama untuk nilai yang dapat berubah atau belum diketahui. Pada contoh tangki, waktu dan volume menjadi variabel karena nilai keduanya dapat berbeda dari satu pengamatan ke pengamatan lain. Parameter adalah nilai yang dianggap tetap untuk model tertentu. Laju pengisian dapat diperlakukan sebagai parameter saat aliran diasumsikan konstan, meskipun dalam operasi nyata laju tersebut mungkin berubah.

    Perbedaan itu bergantung pada pertanyaan. Jika kita mengkaji volume terhadap waktu ketika laju aliran dijaga tetap, laju berperan sebagai parameter. Jika kita mengkaji pengaruh bukaan katup terhadap laju, bukaan menjadi variabel penjelas dan laju menjadi keluaran yang diamati. Satu simbol tidak memiliki peran mutlak di semua persoalan; peneliti atau teknisi menetapkan peran sesuai model yang sedang dibangun.

    Satuan membantu memeriksa apakah sebuah hubungan masuk akal. Bila volume berubah beberapa liter selama beberapa menit, perubahan volume dibagi perubahan waktu menghasilkan satuan liter per menit. Hasil itu menyatakan laju perubahan volume, bukan volume total. Pemeriksaan dimensi adalah pemeriksaan jenis satuan pada setiap operasi matematika; pemeriksaan ini dapat menemukan kesalahan yang tersembunyi oleh hitungan aritmetika. Pemeriksaan satuan tidak membuktikan bahwa asumsi fisiknya benar, tetapi dapat menunjukkan bahwa suatu persamaan tidak cocok dengan besaran yang diklaimnya.

    Kita juga perlu membedakan pembacaan dari ketidakpastiannya. Layar yang menampilkan satu angka desimal tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa sensor mengukur sampai ketelitian itu. Spesifikasi, toleransi, dan kalibrasi instrumen bergantung pada alat dan dokumen teknisnya. Karena itu, contoh di bab ini memperlakukan angka sebagai data latihan, bukan sertifikat mutu alat ukur.

    Fungsi menetapkan masukan dan keluaran

    Fungsi (function) adalah aturan yang memasangkan setiap masukan yang diizinkan dengan tepat satu keluaran. Dalam contoh tangki, kita dapat menyatakan volume sebagai fungsi waktu: untuk setiap waktu yang termasuk dalam rentang model, aturan menghitung satu nilai volume. Waktu disebut masukan atau variabel bebas (independent variable); volume disebut keluaran atau variabel terikat (dependent variable). Nama “bebas” tidak berarti waktu dapat dipilih sembarang dalam praktik. Nama itu hanya menyatakan posisi waktu sebagai masukan pada aturan yang sedang dibahas.

    Jika laju pengisian tetap, fungsi volume dapat ditulis sebagai V(t)=V0+rtV(t)=V_0+rt. Di sini V(t)V(t) adalah volume pada waktu tt, V0V_0 adalah volume awal dalam liter, dan rr adalah laju pengisian dalam liter per menit. Dalam contoh kita, V0=5V_0=5 liter. Data pada menit keempat menunjukkan volume 11 liter, sehingga perubahan volume sebesar 11−5=611-5=6 liter terjadi selama 4 menit. Laju rata-rata pada interval itu ialah 6/4=1,56/4=1{,}5 liter per menit. Model latihan menjadi V(t)=5+1,5tV(t)=5+1{,}5t.

    Perhatikan pemeriksaan satuannya. Suku 5 menyatakan liter. Suku 1,5t1{,}5t mengalikan liter per menit dengan menit, sehingga hasilnya juga liter. Penjumlahan kedua suku karena itu menyatukan besaran sejenis. Koma desimal ditulis sebagai koma, baik di prosa maupun di rumus bab ini. Kita memakai satuan liter dan menit serta menganggap aliran tetap dan tidak ada cairan keluar selama selang yang dihitung.

    Untuk memperkirakan volume pada menit kedelapan, masukkan t=8t=8 menit ke aturan tersebut. Perhitungannya adalah V(8)=5+1,5(8)=17V(8)=5+1{,}5(8)=17 liter. Suku terakhir bernilai 12 liter karena laju 1,5 liter per menit berlangsung selama 8 menit. Volume awal 5 liter tetap ada dalam tangki. Satuan pada kedua suku cocok, dan hasil 17 liter lebih besar daripada volume awal, sesuai dengan asumsi pengisian.

    Kita dapat memeriksa hitungan dengan cara lain. Jika volume naik 1,5 liter setiap menit, selama delapan menit kenaikannya 12 liter. Menambahkan kenaikan itu pada volume awal memberi 5+12=175+12=17 liter. Pemeriksaan kedua tidak memvalidasi asumsi laju tetap; ia hanya memastikan hitungan aritmetika selaras dengan model. Bila data pengamatan pada menit kedelapan ternyata 15 liter, selisih itu menjadi alasan untuk memeriksa ulang asumsi, data, atau alat, bukan untuk mengubah hasil hitung agar cocok.

    Fungsi yang sama bisa dinyatakan sebagai kalimat, persamaan, tabel, atau grafik. Kalimat menyebut bahwa tangki mulai dengan 5 liter dan bertambah 1,5 liter tiap menit. Persamaan menyimpan aturan dalam bentuk ringkas. Tabel menyajikan beberapa pasangan waktu dan volume. Grafik menempatkan waktu pada sumbu mendatar dan volume pada sumbu tegak. Keempat representasi mengungkap bagian berbeda dari aturan; tidak satu pun menghapus kebutuhan menyebut satuan dan rentang berlakunya.

    Grafik menunjukkan arah perubahan dan kemiringan

    Untuk membuat tabel kecil dari model tadi, kita hitung volume pada menit ke-0, 2, 4, dan 8. Hasilnya berturut-turut 5, 8, 11, dan 17 liter. Jika teknisi menaruh pasangan tersebut pada bidang koordinat, titik-titiknya terletak pada garis lurus. Garis naik dari kiri ke kanan karena volume meningkat seiring waktu. Grafik memudahkan kita melihat pola, tetapi pembaca harus memeriksa nama dan satuan pada kedua sumbu. Grafik tanpa label dapat membuat kenaikan volume tampak seperti perubahan massa atau tekanan.

    Kemiringan (slope) adalah perubahan keluaran dibagi perubahan masukan. Pada grafik volume terhadap waktu, kemiringan menunjukkan laju perubahan volume. Dari dua data awal, kemiringan dapat dihitung sebagai (11−5)/(4−0)=1,5(11-5)/(4-0)=1{,}5 liter per menit. Pembilang memiliki satuan liter, sedangkan penyebut memiliki satuan menit. Karena itu, kemiringan membawa satuan liter per menit; angka 1,5 tanpa satuan tidak menyatakan laju tersebut.

    Kemiringan positif berarti keluaran bertambah ketika masukan bergerak ke arah yang makin besar, dalam rentang yang digambarkan. Kemiringan negatif menunjukkan keluaran berkurang pada rentang tersebut. Kemiringan nol menunjukkan keluaran tetap untuk masukan yang berubah. Pernyataan itu menjelaskan pola pada model, bukan sebab fisik dengan sendirinya. Volume yang naik bersama waktu tidak membuktikan bahwa waktu menyebabkan cairan masuk; mekanisme pengisian yang diatur teknisi memberikan penjelasan fisik yang berbeda dari deskripsi matematis.

    Kemiringan garis lurus pada model kita tetap sama di setiap titik. Dalam pengamatan nyata, laju dapat berubah. Jika data pada menit ke-0, 2, dan 4 adalah 5, 8, dan 11 liter, dua selang memberi laju rata-rata 1,5 liter per menit. Namun, tiga data belum menunjukkan apakah volume bertambah merata pada setiap detik di antaranya. Bila lebih banyak pengukuran menunjukkan perubahan kemiringan, model garis lurus mungkin terlalu sederhana. Pada tingkat dasar, kita dapat menyebut perubahan lokal itu sebagai laju sesaat, tetapi menghitungnya dari data memerlukan metode dan informasi lebih lanjut.

    Domain adalah himpunan masukan yang diizinkan untuk suatu aturan, dan grafik memperlihatkan batasnya. Waktu negatif tidak masuk akal untuk proses pengisian yang dimulai pada menit nol. Pada ujung lain, volume maksimum bergantung pada kapasitas tangki, yang tidak diberikan dalam contoh. Karena itu, V(t)=5+1,5tV(t)=5+1{,}5t berlaku sebagai model latihan hanya selama aliran tetap dan tangki belum mencapai batas kapasitas. Tanpa kapasitas atau data penghentian, kita tidak dapat menyatakan kapan model harus berhenti secara numerik.

    Hubungan tidak selalu satu aturan atau sebab-akibat

    Tidak setiap hubungan antara dua besaran membentuk fungsi dalam arah yang dipilih. Jika satu nilai masukan dapat cocok dengan beberapa keluaran yang berbeda pada keadaan yang sama, aturan itu belum menjadi fungsi dari masukan tersebut. Misalnya, catatan tekanan tanpa mencantumkan suhu dan keadaan sistem mungkin memasangkan nilai tekanan serupa dengan kondisi lain yang berbeda. Kita tidak bisa langsung merangkum semua variasi itu sebagai satu fungsi sederhana tanpa menetapkan variabel tambahan atau batas kondisi.

    Satu hubungan dapat menjadi fungsi bila kita menambahkan konteks yang cukup. Volume tangki terhadap waktu lebih mudah ditetapkan sebagai fungsi ketika kita menyatakan volume awal, laju masuk, dan tidak ada aliran keluar. Bila aliran masuk dan keluar sama-sama berubah, waktu saja mungkin tidak cukup untuk menentukan volume. Kita bisa memasukkan laju masuk dan laju keluar sebagai fungsi waktu, atau membatasi model pada kondisi yang terkendali. Menambahkan variabel bukan tujuan tersendiri; langkah itu membantu menjelaskan mengapa nilai yang diamati berbeda.

    Model juga punya batas di sepanjang sumbu masukan. Interpolasi (interpolation) adalah memperkirakan nilai di antara rentang data yang tersedia, sedangkan ekstrapolasi (extrapolation) adalah memperkirakan nilai di luar rentang itu. Keduanya bergantung pada asumsi; ekstrapolasi memerlukan kewaspadaan karena perubahan kondisi di luar pengamatan dapat mengubah pola. Jika tangki sudah penuh atau aliran terputus, rumus linear tidak lagi menggambarkan proses. Menghitung nilai untuk waktu yang sangat besar mungkin mudah, tetapi hasilnya tidak otomatis relevan secara fisik.

    Model sederhana membantu keputusan teknik

    Fungsi sering dipakai untuk merangkum hubungan masukan dan keluaran pada sistem teknik. Dalam instrumentasi, teknisi dapat mengamati sinyal keluaran sebagai fungsi dari masukan yang diketahui. Namun, bentuk fungsi yang tepat, rentang ukur, dan ketidakpastian alat tidak dapat dipastikan dari kata “fungsi” saja. Detail itu memerlukan dokumentasi sensor atau data pengukuran yang spesifik.

    Massa jenis (density) adalah massa per volume, ditulis ρ=m/V\rho=m/V, dan termasuk besaran turunan yang biasa dijumpai. Ia memberi contoh hubungan antara dua besaran yang berbeda. Simbol ρ\rho menyatakan massa jenis, mm massa, dan VV volume. Jika massa dinyatakan dalam kilogram dan volume dalam meter kubik, satuan massa jenis adalah kilogram per meter kubik. Bila pembilang dan penyebut memakai satuan lain, hasilnya membawa satuan gabungan yang bersesuaian. Persamaan ini mengasumsikan massa dan volume benda yang sama telah ditentukan secara konsisten; ia tidak menyatakan bahwa semua bahan mempunyai massa jenis sama.

    Ambil sepotong tembaga bermassa 445 gram dan bervolume 50 sentimeter kubik. Dengan nilai tersebut, massa jenis hitungannya ialah 445/50=8,9445/50=8{,}9 gram per sentimeter kubik. Pemeriksaan balik mengalikan massa jenis dengan volume: 8,9×50=4458{,}9\times50=445 gram. Contoh ini menunjukkan cara kerja rasio, tetapi bab ini tidak memakai hasil tersebut sebagai nilai acuan untuk identifikasi material. Penilaian material memerlukan pembandingan dengan data yang relevan dan kondisi pengukuran yang jelas.

    Bentuk persamaan juga membantu membedakan variabel dari parameter. Pada ρ=m/V\rho=m/V, jika volume tetap dan massa berubah, massa jenis hasil hitung berubah. Jika kita membandingkan beberapa benda dari bahan yang dianggap seragam, kita mungkin menguji apakah rasio massa terhadap volume mendekati nilai tetap. Itu adalah hipotesis model yang perlu dibandingkan dengan data. Kita tidak boleh menyimpulkan sifat suatu material dari satu rasio saja tanpa menilai ketidakpastian, komposisi, dan cara pengukurannya.

    Data yang dipakai untuk model perlu dicatat bersama asal-usulnya, definisinya, satuannya, dan batas tafsirnya. Model di bab ini memakai contoh dasar buatan untuk mengajarkan cara membaca hubungan, dan tidak menggantikan spesifikasi alat, standar, atau metode pengujian. Untuk keputusan nyata, pembaca perlu merujuk dokumen yang sesuai dengan alat, sistem, dan tujuan pengukuran.

    Contoh kerja

    Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya. Contoh-contoh ini memakai fungsi linear, kemiringan, domain, dan massa jenis dari bab ini pada tangki, sensor, pompa, dan meter di laundry, rumah sakit, dan hotel. Setiap contoh menyebut masukan, keluaran, satuan, dan rentang berlakunya model.

    Contoh 1: kemiringan negatif pada tangki solar genset. Tangki harian genset sebuah rumah sakit turun dari 800 liter menjadi 740 liter selama 4 jam operasi. Kemiringannya (740−800)/(4−0)=−15(740-800)/(4-0)=-15 liter per jam; tanda negatif berarti volume berkurang terhadap waktu. Model V(t)=800−15tV(t)=800-15t mencapai batas cadangan 200 liter pada t=(800−200)/15=40t=(800-200)/15=40 jam. Angka 40 jam adalah ekstrapolasi sepuluh kali rentang data 4 jam. Ia hanya berlaku selama laju pemakaian sama seperti selama pengamatan, sehingga dipakai untuk menjadwalkan pembacaan ulang, bukan untuk menunda pengisian sampai jam ke-40.

    Contoh 2: membaca sensor level dari tegangan. Sensor level tangki air bilas daur ulang di laundry memberi 0,5 V pada level 0 cm dan 4,5 V pada level 100 cm. Bila hubungan di antara kedua titik itu linear, kemiringannya (4,5−0,5)/100=0,04(4{,}5-0{,}5)/100=0{,}04 V/cm dan fungsinya U(h)=0,5+0,04hU(h)=0{,}5+0{,}04h, dengan UU dalam volt dan hh dalam sentimeter. Bacaan 2,1 V memberi h=(2,1−0,5)/0,04=40h=(2{,}1-0{,}5)/0{,}04=40 cm; pemeriksaan balik 0,5+0,04(40)=2,10{,}5+0{,}04(40)=2{,}1 V cocok. Bacaan 4,8 V berada di luar rentang 0,5 sampai 4,5 V, sehingga tidak boleh diterjemahkan menjadi level 107,5 cm tanpa data sensor.

    Contoh 3: interpolasi dan ekstrapolasi suhu pemanasan. Air di drum mesin cuci tercatat 25 °C pada menit ke-0 dan 40 °C pada menit ke-6, sedangkan setelan termostat 60 °C. Laju rata-ratanya (40−25)/6=2,5(40-25)/6=2{,}5 °C per menit, sehingga T(t)=25+2,5tT(t)=25+2{,}5t. Interpolasi pada menit ke-3 memberi 32,5 °C, masih di dalam rentang data. Ekstrapolasi ke menit ke-30 memberi 100 °C, angka yang tidak menggambarkan proses karena pemanas berhenti pada setelan. Batas domain model ialah t=(60−25)/2,5=14t=(60-25)/2{,}5=14 menit, dan bagian sesudah menit ke-6 tetap dugaan sampai ada pembacaan.

    Contoh 4: memeriksa pompa dosis dengan menimbang. Teknisi laundry menampung keluaran pompa dosis selama 60 detik dan menimbang 336 g cairan. Anggap lembar data produk cairan itu menyebut massa jenis 1,12 g/mL. Dari ρ=m/V\rho=m/V, volume tampungan V=m/ρ=336/1,12=300V=m/\rho=336/1{,}12=300 mL, sehingga laju pompa 300/60=5300/60=5 mL per detik. Dengan model V(t)=rtV(t)=rt, volume 40 mL memerlukan t=40/5=8t=40/5=8 detik; pemeriksaan balik 5×8=405\times8=40 mL. Hitungan ini hanya mengubah massa menjadi volume dan waktu. Besar dosis yang benar ditetapkan dokumen produk dan prosedur laundry, bukan oleh contoh ini.

    Contoh 5: satuan yang tidak selaras dalam model tandon. Catatan perawatan menulis volume tandon hotel sebagai V(t)=2+30tV(t)=2+30t, dengan VV dalam meter kubik, tt dalam menit, dan angka 30 diambil dari laju pompa 30 L/menit. Untuk t=10t=10 menit, rumus itu memberi 302 m³, hasil yang tidak masuk akal. Suku 2 bersatuan meter kubik, sedangkan 30t30t bersatuan liter, sehingga penjumlahannya tidak sejenis. Dengan 1 m3=10001\ \text{m}^3=1000 L, laju menjadi 0,03 m³ per menit dan V(10)=2+0,03(10)=2,3V(10)=2+0{,}03(10)=2{,}3 m³, atau 2.300 liter. Pemeriksaan satuan menemukan kesalahan ini sebelum angka dipakai.

    Contoh 6: kemiringan yang berubah pada meter air. Meter air utama sebuah hotel terbaca 1.250,0 m³ pukul 06.00, 1.253,0 m³ pukul 08.00, dan 1.257,8 m³ pukul 10.00. Kemiringan selang pertama (1253,0−1250,0)/2=1,5(1253{,}0-1250{,}0)/2=1{,}5 m³ per jam, sedangkan selang kedua (1257,8−1253,0)/2=2,4(1257{,}8-1253{,}0)/2=2{,}4 m³ per jam. Garis dari dua titik awal meramalkan 1.256,0 m³ pada pukul 10.00, meleset 1,8 m³ dari pembacaan. Laju rata-rata empat jam, 1,95 m³ per jam, benar sebagai rata-rata, tetapi kemiringan yang berubah menunjukkan garis lurus tunggal terlalu sederhana untuk pemakaian pagi itu.

    Kondisi berhenti

    Bahaya utama di bab ini adalah keputusan yang ditarik dari model di luar batas berlakunya. Hentikan pemakaian hasil hitung bila salah satu keadaan berikut terjadi. Keputusan atas alat atau proses diserahkan kepada orang yang memegang datanya.

    1. Masukan berada di luar rentang data atau rentang keluaran sensor, seperti bacaan 4,8 V pada sensor yang dipetakan antara 0,5 dan 4,5 V di Contoh 2. Jangan menerjemahkan bacaan itu dengan fungsi yang sama; catat bacaan apa adanya dan minta penafsirannya dari penanggung jawab alat ukur yang memegang data sensor.
    2. Tangki sudah penuh, aliran masuk terputus atau berubah, ada aliran keluar yang tidak dimodelkan, atau pemanas sudah mencapai setelannya. Model linear tidak lagi menggambarkan proses; berhenti memperpanjang garis dan susun model baru dari pembacaan sesudah perubahan itu.
    3. Pembacaan baru menyimpang dari hasil model, misalnya 15 liter pada menit kedelapan padahal model memberi 17 liter. Jangan mengubah hasil hitung atau data agar cocok; periksa ulang asumsi, data, dan alat, lalu laporkan kedua angka kepada penanggung jawab peralatan.
    4. Suku-suku sebuah persamaan tidak bersatuan sama, atau hasilnya tidak masuk akal seperti 302 m³ pada tandon di Contoh 5. Hentikan pemakaian angka itu sampai satuannya dibetulkan dan hitungan diulang dengan pemeriksaan kedua.
    5. Ekstrapolasi dipakai untuk memperkirakan kapan persediaan mencapai batas cadangan, seperti solar genset rumah sakit di Contoh 1. Pakai hasilnya hanya untuk menjadwalkan pembacaan ulang, bukan untuk menunda pengisian; keputusan pengisian tetap pada penanggung jawab peralatan itu.
    6. Hasil hitung akan dipakai untuk menetapkan besar dosis, spesifikasi atau toleransi instrumen, prosedur kalibrasi, atau identitas bahan. Berhenti pada hitungan; keputusan itu memakai dokumen produk, prosedur tempat kerja, dan data acuan, dan diambil oleh penanggung jawab yang memegang dokumen tersebut.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    Guess what’s wrong first, then open the explanation.

    Common misconception

    Garis yang halus pada grafik membuktikan data lengkap dan model benar.

    Why is it wrong?

    Garis lurus pada gambar bisa menghubungkan empat titik pengamatan, tetapi titik di antaranya belum tentu terukur. Kecocokan garis dengan titik yang ada juga belum menguji keadaan sesudahnya, seperti terlihat pada meter air di Contoh 6.

    Common misconception

    Kemiringan adalah nilai keluaran.

    Why is it wrong?

    Pada tangki di awal bab, 17 liter adalah keluaran pada menit kedelapan, sedangkan 1,5 liter per menit adalah kemiringan. Angka 1,5 tidak dapat menggantikan volume tangki, dan tanpa satuan liter per menit angka itu juga tidak menyatakan laju.

    Common misconception

    Rumus yang cocok dengan data berlaku untuk waktu berapa pun.

    Why is it wrong?

    Rumus linear hanya berlaku di dalam domain yang kondisinya mendukung. Pada Contoh 3, garis yang sama memberi 100 °C pada menit ke-30, padahal pemanas berhenti pada setelan 60 °C.

    Common misconception

    Volume naik bersama waktu, jadi waktu menyebabkan cairan masuk.

    Why is it wrong?

    Kemiringan menjelaskan pola pada model, bukan sebab fisik. Cairan masuk karena mekanisme pengisian yang diatur teknisi, dan penjelasan fisik itu berbeda dari deskripsi matematisnya.

    Common misconception

    Hitungan yang lolos pemeriksaan kedua dan pemeriksaan satuan membuktikan modelnya benar.

    Why is it wrong?

    Kedua pemeriksaan itu hanya memastikan aritmetika selaras dengan model dan persamaan cocok dengan besaran yang diklaimnya. Asumsi seperti laju tetap diuji dengan data pengamatan berikutnya, bukan dengan menghitung ulang.

    Hubungan dengan bab lain

    Pemeriksaan kewajaran yang di sini muncul sebagai pemeriksaan kedua dilanjutkan dengan estimasi dan skala di Bab 4. Konversi satuan seperti liter ke meter kubik pada Contoh 5 dilatih lebih jauh di Bab 3, dan mutu pembacaan alat ukur di Bab 1 · Data & Pengukuran. Rasio seperti laju dan massa jenis memakai aritmetika pecahan dan rasio di Bab 1. Membalik rumus, seperti mencari level dari tegangan sensor atau volume dari massa dan massa jenis, dibahas di Bab 6, sedangkan garis lurus dan sistem persamaan linear di Bab 7. Hubungan masukan dan keluaran sensor dipakai lagi pada sensor dan sinyal di Bab 2 · Kelistrikan & Kendali. Laju aliran dalam liter per menit muncul kembali pada debit dan kontinuitas di Bab 1 · Fluida & Termal, dan pemeriksaan pompa dosis dengan menimbang berlanjut ke kalibrasi dan verifikasi dosis dispenser peristaltik di Bab 1 · Dispensing Kimia.

    Latihan dan pembahasan

    Kerjakan tiap soal dengan menuliskan arti simbol dan satuan. Bila soal menyatakan asumsi, pertahankan asumsi itu saat menghitung. Kunci jawaban menjelaskan alasan, bukan hanya hasil akhir.

    Try to answer first, then open the worked solution.

    1. Sebuah bak berisi 12 liter pada awal pengamatan. Volume bertambah 2 liter per menit dengan laju tetap. Tulis fungsi volume terhadap waktu, lalu tentukan volume pada menit ke-5.

      See the worked solution

      Fungsi yang sesuai ialah V(t)=12+2tV(t)=12+2t, dengan VV dalam liter dan tt dalam menit. Pada menit ke-5, V(5)=12+2(5)=22V(5)=12+2(5)=22 liter. Koefisien 2 membawa satuan liter per menit, sehingga hasil perkalian dengan waktu menjadi liter. Jawaban berlaku selama laju tetap dan tidak ada perubahan lain yang disebut dalam soal.

    2. Dari data, sebuah sensor mencatat masukan 0, 2, dan 4 satuan, serta keluaran 3, 7, dan 11 volt. Apakah data sesuai dengan fungsi linear pada titik-titik itu? Tentukan kemiringan dan satuannya jika satuan masukan ialah detik.

      See the worked solution

      Keluaran bertambah 4 volt saat masukan bertambah 2 detik. Kemiringannya 4/2=24/2=2 volt per detik. Pasangan titik lainnya juga memberi 4/2=24/2=2 volt per detik, dan ketika masukan nol, keluaran 3 volt. Jadi ketiga titik terletak pada aturan linear y=3+2ty=3+2t, dengan yy dalam volt dan tt dalam detik. Kesimpulan ini hanya berlaku untuk data dan rentang tersebut; tiga titik tidak menentukan seluruh perilaku sensor di luar rentang pengamatan.

    3. Grafik temperatur terhadap waktu memiliki kemiringan nol selama suatu interval. Jelaskan arti kemiringan itu dan sebutkan satu kesimpulan yang tidak dapat ditarik hanya dari grafik tersebut.

      See the worked solution

      Kemiringan nol berarti nilai temperatur yang diplot tidak berubah terhadap waktu pada interval itu, menurut data dan skala grafik. Grafik saja tidak mengungkap penyebabnya. Kita tidak dapat menyimpulkan bahwa alat pemanas mati atau bahwa seluruh sistem mencapai kesetimbangan tanpa informasi lain tentang sistem dan pengukuran.

    4. Sebuah persamaan ditulis Q(t)=4+3tQ(t)=4+3t, dengan QQ dalam liter dan tt dalam menit. Periksa konsistensi satuannya. Jika satuan koefisien 3 tidak dicantumkan, satuan apa yang harus dimiliki koefisien itu?

      See the worked solution

      Nilai 4 harus memiliki satuan liter. Suku 3t3t juga harus menghasilkan liter. Karena tt bersatuan menit, koefisien 3 harus bersatuan liter per menit. Jika 3 diperlakukan sebagai bilangan tanpa satuan, penjumlahan suku pada persamaan tidak konsisten secara dimensional.

    5. Pengamatan volume tangki hanya tersedia dari menit ke-0 hingga menit ke-6. Seseorang memakai fungsi garis lurus yang sama untuk memperkirakan volume pada menit ke-30. Apa nama langkah tersebut dan dua alasan mengapa hasilnya perlu diperiksa?

      See the worked solution

      Memperkirakan pada menit ke-30 merupakan ekstrapolasi karena waktunya berada di luar rentang data menit ke-0 sampai ke-6. Periksa apakah laju masih tetap selama 30 menit dan apakah kondisi seperti penghentian aliran atau batas kapasitas mengubah hubungan. Kedua informasi itu tidak tersedia dalam soal, sehingga hasil numerik dari model garis belum dapat dianggap sebagai deskripsi proses yang tervalidasi.

    6. Sebuah benda memiliki massa 240 gram dan volume 80 sentimeter kubik. Hitung massa jenis dengan satuan yang konsisten. Jelaskan apa yang dapat dan tidak dapat disimpulkan dari hasil itu.

      See the worked solution

      Massa jenisnya 240/80=3240/80=3 gram per sentimeter kubik. Satuannya berasal dari gram dibagi sentimeter kubik. Kita dapat menyatakan rasio massa terhadap volume untuk data yang diberikan. Kita tidak dapat menetapkan identitas bahan atau kesesuaian terhadap suatu spesifikasi hanya dari perhitungan ini; pembandingan semacam itu memerlukan sumber acuan dan informasi mutu pengukuran.

    Revision history

    DateVersionChange
    October 29, 20263Revised to the chapter standard
    October 20, 20262Expanded in wave R10: worked examples, stop conditions, and cross-chapter references
    September 25, 20261First published

    How to cite

    Kurnia (2026). Besaran, fungsi, dan cara membaca hubungan. ARSTEMA Academy. Revised October 29, 2026. arstema.com/academy/konsep/besaran-fungsi-dan-hubungan

    Self-check · 3 questions

    Check your understanding before moving on

    Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.

    0/3rated
    1

    Sebuah bak berisi 12 liter pada awal pengamatan. Volume bertambah 2 liter per menit dengan laju tetap. Tulis fungsi volume terhadap waktu, lalu tentukan volume pada menit ke-5.

    2

    Dari data, sebuah sensor mencatat masukan 0, 2, dan 4 satuan, serta keluaran 3, 7, dan 11 volt. Apakah data sesuai dengan fungsi linear pada titik-titik itu? Tentukan kemiringan dan satuannya jika satuan masukan ialah detik.

    3

    Grafik temperatur terhadap waktu memiliki kemiringan nol selama suatu interval. Jelaskan arti kemiringan itu dan sebutkan satu kesimpulan yang tidak dapat ditarik hanya dari grafik tersebut.

    Self-assessment progress0%

    Nearby chapters

    NextSatuan, dimensi, konversi, dan angka penting

    Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 3.

    PreviousAritmetika teknik: angka, operasi, pecahan, persen, dan rasio

    Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 1.

    Same disciplineEstimasi, skala, dan pemeriksaan kewajaran

    Bab lain dalam Matematika Teknik.