By Kurnia · Published October 17, 2026 · Revised October 30, 2026 · Version 2 · 17 min read
Laju perubahan dan luas di bawah kurva dari data: kemiringan, beda hingga, laju sesaat dan rata-rata, aturan trapesium dan Simpson, energi dari daya, dan volume dari debit
Sebuah laundry memasang pencatat daya pada pengering dan mendapat angka setiap 15 menit. Penyelia menghitung energi harian dengan mengalikan daya tertinggi dengan lama kerja, dan hasilnya sepertiga lebih besar dari tagihan. Pada mesin lain, teknisi ingin tahu apakah pemanas masih bekerja penuh dari catatan suhu air, tetapi selisih dua pembacaan yang berdekatan melompat-lompat. Kedua persoalan itu adalah luas di bawah kurva dan laju perubahan, dihitung dari data. Bab ini menjelaskan laju rata-rata dan kemiringan, laju sesaat dengan beda hingga, pengaruh derau, arti fisis luas di bawah kurva, aturan persegi panjang, trapesium, dan Simpson, selang yang tidak sama dan data hilang, hubungan laju dan jumlah, dan cara memeriksa hasil numerik.
This chapter is still in Indonesian. Its English edition will follow.
Sebuah laundry ingin tahu berapa energi listrik yang dipakai pengering besar setiap hari, untuk membandingkannya dengan pengering gas. Pencatat daya dipasang dan mencatat angka setiap 15 menit. Penyelia melihat daya tertinggi sekitar 18 kilowatt, mengalikannya dengan 2 jam kerja per muatan, dan mendapat 36 kilowatt-jam per muatan. Angka itu ternyata sepertiga lebih besar dari yang tercatat di meteran listrik, karena daya pengering tidak selalu 18 kilowatt: pemanas menyala dan mati mengikuti suhu, dan menjelang akhir siklus hanya kipas yang bekerja.
Pada minggu yang sama, seorang teknisi menduga salah satu dari tiga elemen pemanas mesin cuci sudah putus. Ia membaca catatan suhu air setiap 10 detik dan menghitung selisih dua pembacaan berurutan, tetapi angkanya melompat-lompat dari negatif sampai dua kali lipat nilai biasanya, sehingga ia tidak dapat menyimpulkan apa pun. Kedua persoalan itu adalah matematika laju dan jumlah: energi adalah luas di bawah kurva daya, dan kecepatan pemanasan adalah kemiringan kurva suhu. Bab ini menjelaskan cara menghitung keduanya dari data lapangan.
Batas pembahasan
Bab ini membahas laju rata-rata dan kemiringan, laju sesaat dengan beda hingga, pengaruh derau, luas di bawah kurva dan artinya, aturan persegi panjang, trapesium, dan Simpson, selang yang tidak sama, data hilang, hubungan laju dan jumlah, dan pemeriksaan hasil numerik. Definisi limit, turunan, dan integral Riemann yang ketat ada di rak Matematika Analisis. Rumus di bab ini adalah rumus baku.
Topik yang berdekatan dibahas di bab lain:
- fungsi dan grafik di Bab 2 tentang besaran, fungsi, dan cara membaca hubungan;
- grafik dan interpolasi di Bab 10 tentang grafik, interpolasi, dan membaca kurva;
- kemiringan garis terbaik di Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi;
- pencatat data dan laju cuplik di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang;
- aljabar kalor dan daya di Bab 6 tentang aljabar teknik dan rumus terbalik.
Laju rata-rata dan kemiringan
Laju rata-rata (average rate of change) adalah perubahan sebuah besaran dibagi selang waktu atau selang besaran lain:
dengan dan dua titik data, dan tanda perubahan. Memakai simbol untuk menyatakan perubahan suatu besaran memudahkan penulisan. Pada grafik, laju rata-rata adalah kemiringan garis yang menghubungkan dua titik. Kemiringan garis grafik jarak terhadap waktu sebanding dengan kecepatan benda.
Laju rata-rata pembentukan gas, misalnya, dihitung dalam sentimeter kubik per detik. Laju selalu mempunyai satuan, yaitu satuan besaran dibagi satuan waktu: derajat per menit, liter per jam, kilowatt-jam per hari. Laju yang dilaporkan tanpa satuan tidak dapat dibandingkan.
Kadang laju lebih berguna dinyatakan relatif terhadap nilainya, misalnya persen per jam. Penurunan klorin sisa 0,2 mg/L per jam berarti banyak bila kadar awal 0,5 mg/L, tetapi sedikit bila kadar awal 5 mg/L. Laju relatif memperlihatkan perbedaan itu, dan pada peluruhan eksponensial di Bab 9 tentang eksponen, logaritma, dan desibel laju relatif itu tetap, yaitu tetapan peluruhannya.
Laju sesaat dan beda hingga
Laju sesaat (instantaneous rate of change) adalah laju pada satu titik waktu, yaitu kemiringan garis singgung kurva. Beda hingga (finite difference) adalah taksiran laju sesaat dari selisih data di sekitar titik itu. Dari data berselang tetap , laju sesaat diperkirakan dengan beda hingga:
dengan pembacaan ke- dan selang antarpembacaan dalam satuan waktu, sehingga hasilnya bersatuan besaran per satuan waktu. Beda pusat biasanya paling teliti karena memakai data di kedua sisi; beda maju dan mundur dipakai di ujung data. Turunan numerik suatu fungsi di sebuah titik dapat dihitung dengan sebuah fungsi program; cara yang sama dikerjakan di lembar kerja dengan rumus selisih.
Pada nilai puncak arus, laju perubahan arus nol. Sifat ini berguna di lapangan: pada titik tertinggi atau terendah sebuah kurva, laju berubah tanda, sehingga puncak suhu atau tekanan dapat ditemukan dari data dengan mencari tempat beda hingga berubah dari positif ke negatif.
Data berderau dan laju
Derau (noise) adalah galat acak kecil yang menumpang pada setiap pembacaan. Selisih dua angka yang berdekatan sangat peka terhadap derau. Bila setiap pembacaan mempunyai galat acak dengan simpangan baku , simpangan baku beda maju kira-kira . Makin pendek selang , makin besar galat lajunya. Itulah yang terjadi pada kasus pembuka: galat pembacaan termometer yang kecil menjadi besar setelah dibagi 10 detik.
Cara mengatasinya:
- Pakai selang yang lebih panjang, misalnya selisih pembacaan dua menit, bukan sepuluh detik.
- Pakai kemiringan garis terbaik dari beberapa titik, seperti di Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi, yang memakai semua data sekaligus.
- Ratakan data lebih dulu dengan rata-rata bergerak (moving average) beberapa titik, dengan sadar bahwa perataan juga menunda dan menumpulkan perubahan cepat.
Pilihan selang adalah kompromi: cukup panjang untuk menekan derau, cukup pendek untuk tidak menghapus perubahan yang ingin dilihat.
Luas di bawah kurva: arti fisisnya
Luas di bawah kurva laju terhadap waktu adalah jumlah total. Contoh di lapangan:
- Luas di bawah kurva daya terhadap waktu adalah energi. Tarif listrik dikenakan per satuan energi, yaitu kilowatt-jam, dan pemakaian sebulan pun dihitung sebagai jumlah kilowatt-jam.
- Luas di bawah kurva debit terhadap waktu adalah volume. Volume limbah harian, misalnya, dipakai untuk memeriksa kapasitas bak penampung dan untuk sampel gabungan sebanding aliran di Bab 6 · Data & Pengukuran tentang sampling dan ukuran sampel.
- Luas di bawah kurva kecepatan terhadap waktu adalah jarak.
- Luas di bawah kurva laju kalor terhadap waktu adalah kalor total. Luas di bawah lintasan terbalikkan pada diagram suhu dan entropi menyatakan perpindahan kalor, dan dalam keadaan tertentu kalor dapat diperoleh dengan integrasi.
Luas juga dapat dihitung di atas sebuah garis dasar, tidak selalu di atas nol. Bila pengering menyerap 2 kW untuk kipas dan kendali sepanjang waktu, luas di atas garis 2 kW adalah energi pemanas saja, dan luas di bawah garis itu adalah energi siaga. Pemisahan seperti ini menunjukkan bagian energi yang dapat dihemat dengan mematikan mesin di antara muatan, yang tidak terlihat bila hanya jumlah total yang dihitung.
Satuan luas adalah satuan sumbu tegak dikali satuan sumbu mendatar: kilowatt dikali jam menjadi kilowatt-jam, liter per menit dikali menit menjadi liter. Integral jenis itu disebut integral tertentu (definite integral); dari data, integral itu dihitung dengan aturan numerik.
Aturan numerik untuk luas
Aturan persegi panjang dan trapesium
Untuk data dengan selang tetap , cara paling sederhana adalah aturan persegi panjang: setiap selang dianggap bernilai tetap sama dengan nilai di awalnya, sehingga luas . Aturan ini cocok bila pencatat memang menyimpan rata-rata setiap selang.
Karena itu cara pencatat menyimpan data diperiksa lebih dulu di manualnya. Ada pencatat yang menyimpan nilai sesaat pada akhir setiap selang, ada yang menyimpan rata-rata selama selang, dan ada yang menyimpan nilai terbesar atau terkecil, seperti dibahas di Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang. Untuk nilai sesaat, aturan trapesium tepat dipakai; untuk rata-rata selang, jumlah dihitung langsung sebagai rata-rata dikali lama selang; untuk nilai terbesar, data itu tidak boleh dipakai untuk menghitung jumlah sama sekali, karena akan memberi angka yang terlalu besar seperti pada kasus pembuka.
Aturan trapesium (trapezoidal rule) adalah aturan luas yang menghubungkan titik berurutan dengan garis lurus:
dengan luas dalam satuan dikali satuan , dan jumlah selang. Galatnya mengecil kira-kira sebanding kuadrat selang: selang dibuat setengahnya, galat kira-kira tinggal seperempat. Aturan trapesium mudah dikerjakan di lembar kerja dan cukup teliti untuk kebanyakan data lapangan yang selangnya rapat.
Aturan Simpson
Aturan Simpson (Simpson's rule) adalah aturan luas yang menghubungkan setiap tiga titik berurutan dengan parabola, sehingga lebih teliti untuk kurva yang halus. Jumlah selang harus genap:
Titik berindeks ganjil diberi bobot 4, titik berindeks genap di tengah bobot 2, dan kedua ujung bobot 1. Untuk data lapangan yang berderau atau berubah mendadak, seperti pemanas yang menyala dan mati, aturan Simpson tidak selalu lebih baik dari trapesium, karena parabola dapat melengkung melewati perubahan mendadak itu.
Selang tidak sama dan data hilang
Data lapangan sering tercatat pada waktu yang tidak teratur. Aturan trapesium tetap dapat dipakai dengan menghitung setiap trapesium sendiri:
dengan waktu pembacaan ke- dan nilainya. Bila ada bagian data yang hilang, misalnya pencatat mati setengah jam, pilihannya adalah menginterpolasi di antara titik sebelum dan sesudah celah dengan anggapan yang ditulis, atau melaporkan jumlah untuk bagian yang tercatat saja beserta lama celahnya. Mengisi celah diam-diam dengan nol atau dengan nilai rata-rata membuat jumlah tampak pasti padahal tidak.
Hubungan laju dan jumlah
Laju dan jumlah adalah dua sisi dari satu hal. Meteran listrik dan meteran air mencatat jumlah kumulatif; laju rata-rata diperoleh dari selisih dua pembacaan dibagi waktu. Pencatat daya dan alat ukur debit mencatat laju; jumlah diperoleh dari luas di bawah kurvanya. Kedua cara dapat saling memeriksa: energi dari luas kurva daya sebaiknya mendekati selisih pembacaan meteran pada selang yang sama.
Hubungan sebaliknya juga berguna. Bila pembacaan meteran kumulatif dicatat berkala lalu digambar terhadap waktu, kemiringan kurva itu adalah laju. Bagian yang landai menunjukkan pemakaian kecil, bagian yang curam menunjukkan pemakaian besar, dan bagian yang tetap naik pada malam hari ketika semua mesin mati menunjukkan kebocoran air atau beban yang lupa dimatikan.
Berbeda dengan hasil lembar kerja, hasil kalkulus integral adalah tepat. Untuk fungsi yang rumusnya diketahui, integral tepat dipakai; untuk data lapangan, tidak ada rumus, dan hasil numerik adalah satu-satunya pilihan, dengan galat yang perlu diperkirakan.
Memeriksa hasil numerik
Pemeriksaan sangat penting, baik dalam pekerjaan numerik maupun analitis. Pemeriksaan yang umum:
- Satuan: satuan laju dan satuan luas sesuai dengan yang diharapkan.
- Batas kasar: luas harus berada di antara nilai terkecil dan terbesar dikali lama waktu.
- Dua cara: bandingkan trapesium dan Simpson, atau selang penuh dan setengah selang; perbedaan besar menunjukkan data terlalu jarang.
- Pembanding fisis: bandingkan dengan meteran, pelat nama, atau neraca energi.
- Tanda: laju negatif atau luas negatif harus mempunyai arti, seperti pendinginan atau aliran balik.
Contoh kerja
Angka dalam contoh di bawah adalah angka latihan, kecuali disebut asalnya.
Contoh 1: laju pemanasan dan elemen putus. Air 60 L dipanaskan dengan pemanas 9 kW yang terdiri dari tiga elemen sama. Tanpa rugi panas, laju yang diharapkan °C per detik, atau 2,15 °C per menit. Catatan menunjukkan suhu naik dari 20 °C ke 50 °C dalam 20 menit, laju rata-rata 1,5 °C per menit, atau 70% dari yang diharapkan. Angka itu dekat dengan dua pertiga, sesuai dugaan satu elemen putus; arus setiap fasa elemen lalu diukur untuk memastikan.
Contoh 2: derau dan selang. Termometer pencatat mempunyai galat acak sekitar 0,2 °C. Dengan selang 10 detik, galat beda maju kira-kira °C per detik, atau 1,7 °C per menit, lebih besar dari laju yang dicari. Dengan selang 2 menit, galatnya °C per menit, cukup kecil. Pada kasus pembuka, selisih harus dihitung dengan selang beberapa menit atau dengan garis terbaik.
Contoh 3: energi pengering dengan trapesium dan Simpson. Daya setiap 15 menit selama 2 jam: 2; 18; 18; 17; 12; 18; 17; 6; 2 kW. Trapesium: kWh. Simpson dengan delapan selang: kWh. Perkalian daya tertinggi dengan waktu memberi 36 kWh, sekitar sepertiga terlalu besar, seperti pada kasus pembuka.
Contoh 4: selang tidak sama. Debit pengisian tangki pada menit ke-0, 10, 25, 45, dan 60: 0; 20; 26; 24; 0 L/menit. Luas: L.
Contoh 5: laju dari meteran kumulatif. Meteran energi menunjukkan 12.345,6 kWh pada pukul 08.00 dan 12.401,2 kWh pada pukul 12.00. Energi kWh dalam 4 jam, daya rata-rata kW. Bila luas kurva pencatat daya pada selang yang sama 54 kWh, selisihnya sekitar 3%, wajar untuk ketelitian kedua alat. Bila selisihnya puluhan persen, yang diperiksa lebih dulu adalah cara pencatat menyimpan data dan rasio trafo arus yang disetel padanya.
Contoh 6: data hilang. Pada Contoh 3, misalkan pembacaan pukul ke-1,00 jam hilang. Trapesium dengan selang 0,5 jam di bagian itu memakai titik 17 dan 18 kW di kedua sisi; hasilnya berubah sedikit, tetapi laporan menyebut satu titik diinterpolasi. Bila yang hilang setengah jam di tengah pemanasan, jumlah dilaporkan sebagai perkiraan, dengan batas bawah dan atas dari anggapan pemanas mati atau menyala penuh selama celah itu.
Kondisi berhenti
Hentikan pemakaian hasil, periksa data atau cara hitung, dan laporkan kepada pengawas pekerjaan bila:
- Laju dihitung dari selang yang sangat pendek pada data berderau, dan hasilnya berubah tanda atau melompat jauh.
- Jumlah dari luas kurva berbeda jauh dari meteran kumulatif pada selang yang sama.
- Data memuat celah atau perubahan selang yang tidak dicatat.
- Hasil trapesium dan Simpson, atau selang penuh dan setengah selang, berbeda jauh.
- Hasil dipakai untuk tagihan, klaim energi, atau kapasitas pengaman tanpa pembanding fisis.
Salah tafsir yang sering terjadi
Guess what’s wrong first, then open the explanation.
Common misconception
Energi sama dengan daya tertinggi dikali waktu.
Why is it wrong?
Hanya bila daya tetap; biasanya energi jauh lebih kecil. Pada Contoh 3, daya tertinggi dikali waktu memberi 36 kWh, padahal luas kurva daya hanya 27,0 kWh.
Common misconception
Selang makin pendek, laju makin teliti.
Why is it wrong?
Pada data berderau, selang pendek memperbesar galat laju. Dengan galat termometer 0,2 °C, selang 10 detik memberi galat laju sekitar 1,7 °C per menit, sedangkan selang 2 menit hanya 0,14 °C per menit (Contoh 2).
Common misconception
Simpson selalu lebih baik.
Why is it wrong?
Untuk data yang berubah mendadak, trapesium sering lebih jujur. Simpson lebih teliti untuk kurva yang halus, tetapi parabolanya dapat melengkung melewati pemanas yang menyala dan mati.
Common misconception
Data hilang cukup diisi nol.
Why is it wrong?
Isian seperti itu harus dicatat dan diperhitungkan sebagai ketidakpastian. Celah diisi dengan interpolasi yang anggapannya ditulis, atau jumlah dilaporkan dengan batas bawah dan atas, seperti pada Contoh 6.
Common misconception
Laju dan jumlah adalah data yang berbeda.
Why is it wrong?
Keduanya saling memeriksa melalui luas dan selisih. Pada Contoh 5, luas kurva daya 54 kWh dibandingkan dengan selisih meteran 55,6 kWh pada selang yang sama.
Common misconception
Satuan luas tidak penting.
Why is it wrong?
Satuan luas adalah hasil kali satuan kedua sumbu dan menentukan arti angka. Kilowatt dikali jam menjadi kilowatt-jam, sedangkan liter per menit dikali menit menjadi liter.
Hubungan dengan bab lain
- Bab 2 tentang besaran, fungsi, dan cara membaca hubungan memberi fungsi dan grafik.
- Bab 10 tentang grafik, interpolasi, dan membaca kurva memberi cara membaca grafik dan interpolasi.
- Bab 7 · Data & Pengukuran tentang korelasi dan regresi memberi kemiringan garis terbaik.
- Bab 12 · Sistem, Diagram & Diagnosis tentang diagnosis gangguan berselang membahas laju cuplik pencatat data.
- Bab 6 tentang aljabar teknik dan rumus terbalik memberi rumus kalor dan daya.
- Bab 9 tentang eksponen, logaritma, dan desibel memberi peluruhan eksponensial dengan laju relatif tetap.
- Bab 6 · Data & Pengukuran tentang sampling dan ukuran sampel memakai volume dari debit untuk sampel gabungan.
- Bab 12 tentang metode numerik lapangan, bab berikutnya di rak ini, membahas metode numerik untuk persamaan yang tidak dapat diselesaikan langsung.
Latihan dan pembahasan
Try to answer first, then open the worked solution.
Isi tangki turun dari 820 L ke 640 L dalam 45 menit. Berapa laju rata-rata pemakaian?
See the worked solution
L/menit. Angka ini laju rata-rata; pemakaian sebenarnya dapat lebih tinggi pada sebagian waktu dan nol pada sebagian lain, sehingga untuk memilih ukuran pompa atau pipa diperlukan laju tertinggi, tidak hanya rata-rata.
Tekanan tercatat 2,4; 2,9; 3,3; 3,6 bar pada detik ke-0, 5, 10, 15. Hitung laju pada detik ke-5 dan ke-10 dengan beda pusat.
See the worked solution
Detik ke-5: bar per detik. Detik ke-10: bar per detik. Laju menurun, tanda tekanan mendekati keadaan tunak.
Debit pada menit ke-0, 5, 10, 15, 20: 0; 30; 40; 35; 0 L/menit. Hitung volume dengan trapesium.
See the worked solution
L. Kedua ujung bernilai nol sehingga separuhnya tetap nol, tiga titik tengah dijumlahkan penuh, lalu dikali selang 5 menit; satuannya L/menit dikali menit, yaitu liter.
Hitung volume data latihan 3 dengan aturan Simpson, dan bandingkan.
See the worked solution
L, sekitar 8% lebih besar. Data terlalu jarang untuk kurva yang melengkung di kedua ujung; selang yang lebih rapat diperlukan untuk memutuskan mana yang lebih dekat.
Meteran air menunjukkan 4.210,35 m³ pada Senin pukul 07.00 dan 4.268,95 m³ pada Selasa pukul 07.00. Berapa pemakaian dan debit rata-ratanya dalam L/menit?
See the worked solution
Pemakaian m³ dalam 24 jam, atau L/menit rata-rata. Senin pukul 07.00 sampai Selasa pukul 07.00 adalah 24 jam atau 1.440 menit, dan 58,6 m³ sama dengan 58.600 L, sehingga satuan hasilnya L/menit.
Mengapa laju pemanasan pada kasus pembuka sebaiknya dihitung dari selang beberapa menit?
See the worked solution
Galat acak pembacaan dibagi selang yang pendek menghasilkan galat laju yang besar, seperti pada Contoh 2. Dengan selang beberapa menit atau garis terbaik dari banyak titik, galat laju mengecil sampai jauh di bawah laju yang dicari.
Revision history
| Date | Version | Change |
|---|---|---|
| October 30, 2026 | 2 | Revised to the chapter standard |
| October 17, 2026 | 1 | First published |
How to cite
Kurnia (2026). Laju perubahan dan luas di bawah kurva dari data: kemiringan, beda hingga, laju sesaat dan rata-rata, aturan trapesium dan Simpson, energi dari daya, dan volume dari debit. ARSTEMA Academy. Revised October 30, 2026. arstema.com/academy/konsep/laju-perubahan-dan-luas-di-bawah-kurva-dari-data-kemiringan-beda-hingga-laju-sesaat-dan-rata-rata-aturan-trapesium-dan-simpson-energi-dari-daya-dan-volume-dari-debit
Self-check · 3 questions
Check your understanding before moving on
Write your answer in your own words, then compare it with the worked solution from this chapter’s exercises. The system doesn’t judge open answers as right or wrong; you decide which parts you’ve understood.
Isi tangki turun dari 820 L ke 640 L dalam 45 menit. Berapa laju rata-rata pemakaian?
Tekanan tercatat 2,4; 2,9; 3,3; 3,6 bar pada detik ke-0, 5, 10, 15. Hitung laju pada detik ke-5 dan ke-10 dengan beda pusat.
Debit pada menit ke-0, 5, 10, 15, 20: 0; 30; 40; 35; 0 L/menit. Hitung volume dengan trapesium.
Nearby chapters
Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 12.
Reading order by shelf: Units & Mathematics · Chapter 10.