Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Biologi & Mikrobiologi · Bab 22Terapan

    Sterilisasi dan pembuktiannya: sterilisasi, disinfeksi, antisepsis, dan sanitasi, tingkat keamanan biologis, panas lembap dan autoklaf, indikator kimia dan biologis, panas kering, pasteurisasi, filtrasi, radiasi, dan uji efektivitas

    Muatan pertama sterilisator uap di sebuah rumah sakit keluar dengan beberapa bungkus basah, padahal pita indikator di luar bungkus sudah gelap dan suhu ruang tercatat mencapai 121 derajat Celsius. Bab ini membedakan sterilisasi, disinfeksi, antisepsis, degermasi, dan sanitasi menurut OpenStax, lalu menjelaskan tingkat keamanan biologis, autoklaf dan alasan udara harus dikeluarkan, indikator kimia dan biologis, panas kering, perebusan, pasteurisasi, dingin, tekanan, pengeringan, radiasi, filtrasi, dan sterilan gas. Bab juga membahas koefisien fenol dan uji difusi cakram untuk menilai bahan kimia. Penekanannya adalah membaca catatan siklus, mengenali tanda siklus gagal, dan batas wewenang: operasi dan validasi sterilisator medis milik petugas sterilisasi dan pabrik, sedangkan teknisi merawat utilitasnya menurut prosedur.

    22 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Petugas instalasi pusat sterilisasi sebuah rumah sakit menelepon teknisi utilitas. Dari muatan pertama sterilisator uap, 3 dari 24 bungkus instrumen keluar basah, padahal pita indikator di luar semua bungkus sudah gelap (angka latihan). Catatan siklus menunjukkan suhu ruang mencapai 121 °C, tetapi naiknya lambat. Penyelia sterilisasi menahan seluruh muatan. Teknisi menemukan perangkap uap di pipa suplai sterilisator macet tertutup, sehingga kondensat terbawa ke ruang sterilisator (kasus latihan). Memperbaiki perangkap uap adalah pekerjaan teknisi, tetapi nasib muatan bukan keputusannya, dan pita yang gelap tidak menjawab apakah muatan itu steril.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas istilah pengendalian mikroba, tingkat keamanan biologis, cara fisik dan kimia untuk mensterilkan atau mengendalikan mikroba, dan cara membuktikan hasilnya, agar catatan dan laporan dapat dibaca. Hitungan reduksi log, nilai D dan z, A0, dan CT ada di Bab 3 dan tidak diulang. Kimia disinfektan ada di Bab 4, uji pengenceran pakai dan uji pemakaian di Bab 13, lemari sterilisator alat makan di Bab 2 · Dishwashing, tingkat jaminan sterilitas di Bab 14 · Laundry, filter HEPA di Bab 10, dan sifat uap di Bab 3 · Utilitas. Prion dibahas di Bab 18. Sumber fakta utama adalah OpenStax Microbiology bab 13, dengan status setiap sumber di peta sumber. Operasi dan validasi sterilisator medis milik petugas sterilisasi dan pabrik, dan tidak diajarkan di sini.

    Istilah: dari sterilisasi sampai sanitasi

    Sterilisasi (sterilization) adalah penghilangan atau pembunuhan seluruh sel vegetatif, endospora, dan virus dari benda atau lingkungan sasaran. Sterilan (sterilant) adalah bahan kimia yang dapat mencapai sterilisasi. Teknik aseptik (aseptic technique) adalah gabungan protokol yang menjaga sterilitas dan mencegah pencemaran pasien oleh mikroba. Disinfeksi (disinfection) adalah proses menonaktifkan sebagian besar mikroba pada permukaan benda mati dengan bahan kimia antimikroba atau panas; karena endospora cenderung bertahan, hasilnya tidak steril. Antisepsis (antisepsis) adalah pemakaian antiseptik, yaitu bahan antimikroba yang aman bagi kulit atau jaringan hidup. Degermasi (degerming) adalah penurunan jumlah mikroba secara nyata dengan menggosok kulit secara lembut memakai bahan ringan seperti sabun, misalnya cuci tangan. Sanitasi (sanitization) adalah pembersihan benda mati sampai mikroba tinggal pada tingkat yang dianggap aman bagi kesehatan masyarakat, misalnya mesin cuci piring komersial yang memakai air dan udara sangat panas.

    Bakterisida (bactericide) adalah perlakuan yang membunuh bakteri. Bakteriostatik (bacteriostatic) adalah sifat perlakuan yang menghentikan pertumbuhan bakteri tanpa membunuhnya.

    Kategori alatKontak dengan tubuhTingkat yang diperlukanContoh OpenStax
    Kritismenembus jaringan steril atau aliran darahsterilalat bedah, kateter, cairan infus
    Semikritisselaput lendir atau kulit tidak utuhdisinfeksi tingkat tinggiendoskop saluran cerna
    Nonkritiskulit utuhbersihlinen tempat tidur, perabot, stetoskop

    Linen bangsal dan hotel termasuk nonkritis, dan laundry mencapai disinfeksi atau sanitasi, seperti di Bab 14 · Laundry tentang higiene linen.

    Tingkat keamanan biologis

    Tingkat keamanan biologis (biological safety level, BSL) adalah klasifikasi empat tingkat dari CDC dan NIH Amerika Serikat untuk laboratorium yang bekerja dengan agen infeksius, ditentukan oleh daya infeksi, kemudahan penularan, keparahan penyakit, dan jenis pekerjaannya.

    TingkatContoh agen menurut OpenStaxPengendalian pokok
    BSL-1Escherichia coli dan Bacillus subtilis nonpatogenmeja terbuka, APD sesuai kebutuhan, wastafel cuci tangan
    BSL-2Staphylococcus aureus, Salmonella spp., virus hepatitis dan campakakses terbatas, APD wajib, kabinet keamanan biologis untuk kerja beraerosol, autoklaf
    BSL-3Mycobacterium tuberculosis, Bacillus anthracis, HIVrespirator, semua kerja di kabinet, dua lapis pintu, aliran udara terarah tanpa resirkulasi
    BSL-4virus Ebola, Marburg, dan cacarpakaian bertekanan positif atau kabinet kelas III, mandi saat keluar, gedung terpisah

    Kabinet keamanan biologis (biological safety cabinet) adalah lemari kerja laboratorium yang menyaring udara masuk, udara buang, atau keduanya dengan filter HEPA. Kelas I tidak melindungi bahan yang dikerjakan, kelas II melindungi petugas, lingkungan, dan bahan, dan kelas III kedap gas untuk BSL-4. Pekerjaan teknisi di laboratorium BSL-2 ke atas dijadwalkan bersama penanggung jawab laboratorium, dan filter kabinet ditangani seperti bioaerosol di Bab 10 (penalaran editorial).

    Panas lembap dan autoklaf

    Autoklaf (autoclave) adalah alat untuk mensterilkan bahan dengan uap bertekanan sebelum dipakai atau dibuang. OpenStax menyebut autoklaf cara sterilisasi paling efektif. Suhu operasi bakunya 121 °C, atau pada keadaan tertentu 132 °C, lazimnya pada 15 sampai 20 psi, dengan paparan lazim 20 menit atau lebih dan lebih lama untuk volume besar. Program di fasilitas ditetapkan pabrik dan divalidasi petugas sterilisasi, dan Contoh 2 menunjukkan bahwa 15 sampai 20 psi cocok untuk 121 °C, bukan 132 °C.

    Udara di ruang harus dikeluarkan dan diganti uap. Autoklaf perpindahan gravitasi (gravity displacement autoclave) adalah autoklaf yang memasukkan uap dari atas atau samping sehingga udara yang lebih berat turun dan keluar lewat ven di dasar ruang. Pengusiran udara secara lengkap sulit pada muatan besar, sehingga siklusnya mungkin lebih lama. Sterilisator prevakum (prevacuum sterilizer) adalah sterilisator yang mengeluarkan udara dengan vakum cepat sebelum uap masuk, sehingga uap lebih mudah menembus barang terbungkus. Siklus gravitasi dipakai untuk limbah, media, dan gelas tak terbungkus, dan siklus prevakum untuk instrumen terbungkus.

    Alasan fisikanya ada di Bab 3 · Utilitas tentang uap: manometer membaca tekanan total, sedangkan suhu ditentukan tekanan parsial uap, sehingga kantong udara lebih dingin daripada yang ditunjukkan manometer (Contoh 3). Uap juga harus menyentuh langsung bahan yang disterilkan, sehingga wadah ditutup longgar dan instrumen dibungkus longgar dengan kertas atau foil. Akibatnya, wadah rapat, kantong yang terlalu padat, dan ruang yang terlalu penuh menahan udara dan memperlambat panas ke tengah muatan, seperti inti muatan di Bab 3 (penalaran editorial). Menurut OpenStax, yang membunuh endospora di autoklaf adalah suhu tinggi, bukan tekanannya secara langsung (Contoh 6).

    Membuktikan satu siklus: catatan dan indikator

    OpenStax menyebut pengendalian mutu sterilisasi sebagai keharusan, dan buktinya berlapis.

    1. Pencatat siklus mendokumentasikan tekanan dan suhu yang dicapai setiap siklus.
    2. Indikator kimia (chemical indicator) adalah bahan yang berubah warna atau bentuk bila terpapar keadaan tertentu dalam siklus sterilisasi (pengetahuan umum). Pita autoklaf peka panas berubah dari bergaris putih menjadi hitam bila suhu yang tepat tercapai. Pita murah dan dipakai setiap siklus, tetapi tidak menunjukkan lama paparan, sehingga bukan indikator sterilitas. OpenStax juga menyebut ampul kaca berisi pelet yang meleleh pada suhu sterilisasi.
    3. Indikator biologis (biological indicator) adalah strip kertas atau suspensi berisi endospora yang sangat tahan, yang diproses bersama muatan lalu diinkubasi untuk melihat apakah ada spora yang hidup. Untuk autoklaf, baku emasnya endospora Geobacillus stearothermophilus, bakteri termofil obligat yang sangat tahan panas; pertumbuhan dideteksi dari metabolit asam atau fluoresensi enzim. Spora G. stearothermophilus, Bacillus atrophaeus, B. subtilis, atau B. pumilus juga dipakai untuk menguji etilena oksida, panas kering, formaldehida, radiasi gamma, dan plasma hidrogen peroksida, dan strip spora dipakai berkala.
    4. Uji Bowie-Dick (Bowie-Dick test) adalah uji pembuangan udara pada sterilisator prevakum. Menurut cuplikan pedoman dinas kesehatan daerah Peel di Kanada, uji ini dijalankan setiap hari sterilisator prevakum dipakai, dengan indikator kimia di dalam dan di luar setiap kemasan. Jadwal di Indonesia mengikuti pedoman yang berlaku dan manual pabrik.

    Contoh 5 membandingkan pita, catatan, dan spora uji; tingkat jaminan sterilitas ada di Bab 14 · Laundry.

    Bungkus basah dan rusak. OpenStax tidak membahasnya, dan sumber resmi yang terbaca saat bab ini ditulis tidak memuat ketentuannya. Medan steril dibangun dari kemasan yang disterilkan dan dijaga dengan teknik aseptik. Karena itu, menurut penalaran editorial, kemasan yang robek atau basah perlu dianggap kehilangan fungsi penghalangnya, apa pun warna pitanya, sampai petugas pusat sterilisasi memutuskan menurut pedoman yang berlaku. Ketentuan resmi Indonesia tentang hal ini belum dapat dipastikan per 21 Oktober 2026.

    Panas kering, perebusan, dan pasteurisasi

    Titik kematian termal (thermal death point) adalah suhu terendah yang membunuh semua mikroba dalam paparan 10 menit. Waktu kematian termal (thermal death time) adalah waktu yang diperlukan untuk membunuh semua mikroorganisme dalam sampel pada suhu tertentu.

    Perebusan membunuh sel vegetatif dan sebagian virus, tetapi sebagian endospora bertahan sampai 20 jam perebusan, dan di tempat tinggi air mendidih pada suhu lebih rendah. Karena itu perebusan bukan teknik sterilisasi di laboratorium atau klinik. Endospora Clostridium botulinum memerlukan paling rendah 116 °C, suhu yang tercapai di panci presto. OpenStax mencatat wabah botulisme 2015 di Ohio, Amerika Serikat, dari kentang kalengan rumahan yang kemungkinan dikalengkan dengan air mendidih; botulisme dibahas di Bab 20.

    Panas kering meliputi insinerasi, misalnya membakar ose, dan oven sterilisasi sekurang-kurangnya 2 jam pada suhu sampai 170 °C. Panas lembap lebih efektif karena menembus sel lebih baik. Sterilisasi komersial (commercial sterilization) adalah protokol panas pangan kalengan yang membunuh patogen seperti C. botulinum sambil menjaga mutu pangan. Protokol ini mengandaikan 101210^{12} endospora per kaleng dan memanaskan pangan berasam rendah dan sedang pada 121 °C sekurang-kurangnya 2,52 menit (Contoh 1). Karena mikroba nonpatogen tetap hidup, OpenStax menyebutnya "kuasi-sterilisasi".

    Pasteurisasi (pasteurization) adalah pengendalian mikroba pangan dengan panas yang membunuh patogen dan mengurangi mikroba pembusuk tanpa membuat pangan steril. Metode HTST memakai 72 °C selama 15 detik. Metode UHT memakai 138 °C selama 2 detik atau lebih, dan susunya tahan lama tanpa pendingin dalam wadah tertutup. Pangan yang dipasteurisasi tetap akan rusak. Tyndalisasi tidak dibahas dalam sumber utama bab ini, sehingga cara dan angkanya tidak ditulis.

    Dingin, tekanan, dan pengeringan menahan mikroba

    Lemari pendingin pada 0 sampai 7 °C memperlambat pertumbuhan, kecuali pada psikrofil. Pembekuan di bawah −2 °C dapat menghentikan pertumbuhan dan membunuh organisme yang peka, tetapi pertumbuhan mulai lagi setelah pencairan. Biakan bakteri justru disimpan pada −70 °C atau dalam nitrogen cair di bawah −196 °C, bukti bahwa dingin menyimpan mikroba (penalaran editorial). Suhu kardinal dibahas di Bab 16 tentang kebutuhan tumbuh.

    Pemrosesan tekanan tinggi (high-pressure processing) adalah perlakuan pangan pada 100 sampai 800 MPa yang membunuh sel vegetatif. Endospora dapat bertahan, dan cara ini tidak lazim untuk benda mati. Pengeringan tidak selalu membunuh mikroba atau endospora, yang tumbuh lagi bila air kembali. Liofilisasi (lyophilization) adalah pengeringan beku dengan membekukan barang secara cepat lalu membuang airnya lewat sublimasi dalam vakum. Cara ini dipakai untuk menyimpan biakan mikroba jangka panjang.

    Radiasi dan filtrasi

    Radiasi pengion (ionizing radiation) adalah radiasi berenergi tinggi, seperti sinar X, sinar gamma, dan berkas elektron, yang memutus kedua untai DNA sel. Sinar X dan gamma menembus kertas dan plastik, sehingga dipakai mensterilkan barang terkemas yang tidak tahan autoklaf, seperti cawan Petri plastik, sarung tangan, selang infus, dan jaringan transplantasi.

    Sinar ultraviolet (ultraviolet light) adalah radiasi nonpengion yang membentuk dimer timin pada DNA mikroba. Lampu germisida di ruang bedah dan kabinet keamanan biologis lazimnya memancarkan 260 nm, tetapi UV tidak menembus permukaan, plastik, atau kaca, sehingga sel harus terpapar langsung. Dosis UV dibahas di Bab 4 dan UV ruang di Bab 10.

    Filtrasi (filtration) adalah pemisahan mikroba dari sampel secara fisik. OpenStax menyebut pori efektif filter HEPA 0,3 µm, dengan penjelasan efisiensinya di Bab 10, dan filter membran 0,2 µm, lebih kecil daripada bakteri rata-rata 1 µm, untuk larutan peka panas. Saringan 0,2 µm tidak menahan virus, seperti dihitung di Bab 2 tentang ukuran mikroba.

    Sterilan kimia dan tingkat germisida

    Germisida tingkat tinggi (high-level germicide) adalah germisida yang membunuh sel vegetatif, jamur, virus, dan endospora dan dapat menghasilkan sterilisasi bila dipakai cukup lama. Tingkat menengah kurang efektif terhadap endospora, dan tingkat rendah tidak membunuhnya.

    BahanCatatan menurut OpenStax
    Etilena oksida (gas)menembus kantong plastik; sterilisasi dingin untuk barang peka panas; karsinogenik dan sangat mudah meledak; produk diangin-anginkan sesudahnya
    Hidrogen peroksida (gas atau plasma)bentuk gas lebih ampuh dan dipakai sebagai sterilan ruang atau peralatan
    Asam perasetat (larutan atau plasma)membunuh endospora dan tidak dinonaktifkan katalase
    Glutaraldehida dan formaldehida (larutan)glutaraldehida 2 persen untuk sterilisasi; keduanya iritan, tidak dipakai sebagai antiseptik

    Isi tabel itu dari OpenStax, yang juga mencatat bahwa autoklaf tidak sepenuhnya efektif terhadap prion, seperti dibahas di Bab 18 tentang prion.

    Menguji keampuhan bahan kimia

    Cara paling sederhana adalah mengusap permukaan sebelum dan sesudah pemakaian untuk memastikan medan steril terjaga. Koefisien fenol (phenol coefficient) adalah angka yang membandingkan keampuhan suatu bahan kimia dengan fenol pada kondisi uji yang sama. Rideal dan Walker menyusun protokolnya pada 1903 dengan Staphylococcus aureus dan Salmonella enterica serovar Typhi dan paparan 7,5 menit. Koefisien di atas 1,0 berarti lebih efektif daripada fenol; formalin memberi 0,3 dan 0,7, sedangkan kloramin 133 dan 100. Uji ini kini jarang dipakai karena kondisi dan organismenya dipilih sembarang.

    Zona hambat (zone of inhibition) adalah daerah jernih tanpa pertumbuhan di sekitar cakram kertas berisi bahan kimia pada agar yang ditanami bakteri dalam metode difusi cakram. Diameternya diukur dalam milimeter; zona besar biasanya berarti hambatan besar, tetapi ukurannya juga dipengaruhi kelarutan dan difusi bahan di agar. Uji pengenceran pakai dan uji pemakaian dibahas di Bab 13. Semua uji ini menilai bahan kimia, sedangkan bukti satu siklus sterilisator tetap catatan dan indikatornya (penalaran editorial).

    Pekerjaan teknisi di sekitar sterilisator

    Pembagian berikut adalah penalaran editorial.

    PekerjaanPemilik
    Memuat, memilih program, membaca indikator, melepas atau menahan muatanpetugas sterilisasi
    Validasi, kalibrasi sensor, perbaikan ruang, pintu, interlock, dan pengendalipabrik atau pihak yang ditunjuk pabrik
    Tekanan dan mutu uap suplai, perangkap uap, kondensat, air umpan, catu listrikteknisi utilitas, menurut prosedur dan izin kerja
    Alat tercemar prion, wabah, atau kegagalan berulangtim pencegahan dan pengendalian infeksi

    Teknisi tidak menilai sterilitas, tetapi membaca catatan siklus untuk mencari penyebab di sisi utilitas (penalaran editorial):

    1. Suhu ruang di bawah suhu jenuh untuk tekanan tercatat menandakan udara atau sensor menyimpang, seperti di Bab 3 · Utilitas tentang uap (Contoh 3).
    2. Waktu tahan dihitung sejak suhu program tercapai (Contoh 4).
    3. Pemanasan lambat, bungkus basah, dan genangan mengarah ke kondensat atau uap basah, seperti perangkap uap di Bab 5 · Utilitas.
    4. Alarm, siklus batal, indikator yang tidak berubah, atau spora uji yang tumbuh menandakan siklus gagal.

    Kata "steril" di hotel diuji dengan definisi di atas, misalnya pada lemari sterilisator alat makan di Bab 2 · Dishwashing (Contoh 9).

    Pedoman Indonesia. Departemen Kesehatan RI bersama Persatuan Instalasi Pusat Sterilisasi Indonesia menerbitkan Pedoman Instalasi Pusat Sterilisasi (Central Sterile Supply Department/CSSD) di Rumah Sakit pada 2009, yang menurut cuplikan pencarian ditujukan bagi pengelola rumah sakit, petugas sterilisasi, dan tim pencegahan infeksi. Menurut cuplikan JDIH Kemenkes, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 6 Tahun 2026 tentang Rumah Sakit mencantumkan pelayanan sterilisasi sentral, dan rencana aksi sebuah direktorat Ditjen Kesehatan Lanjutan untuk 2025 sampai 2029 mencantumkan penyusunan pedoman pelayanan sterilisasi sentral. Isi dokumen itu tidak dibaca, dan apakah pedoman 2009 masih berlaku belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 21 Oktober 2026.

    Contoh kerja

    Contoh 1: nilai D tersirat sterilisasi komersial. Menurut OpenStax, 2,52 menit pada 121 °C menurunkan 101210^{12} endospora per kaleng menjadi 1, yaitu 12 log. Dengan t=RL×Dt = \text{RL} \times D dari Bab 3, nilai D tersirat D=2,52/12=0,21D = 2{,}52/12 = 0{,}21 menit, sekitar 12,6 detik (penalaran editorial). Angka ini bukan nilai baku spora.

    Contoh 2: tekanan dan suhu autoklaf. Dengan 1 psi sama dengan 0,0689 bar (pengetahuan umum), 15 psi adalah 1,03 bar ukur atau 2,05 bar mutlak, dan 20 psi adalah 1,38 bar ukur atau 2,39 bar mutlak. Suhu jenuhnya, dihitung dengan formulasi tabel Bab 3 · Utilitas, sekitar 121,0 dan 126,0 °C. Untuk 132 °C diperlukan sekitar 2,87 bar mutlak, yaitu 1,86 bar ukur atau sekitar 27 psi (penalaran editorial).

    Contoh 3: udara yang tertinggal. Manometer menunjukkan 1,04 bar ukur atau 2,05 bar mutlak, tekanan jenuh untuk 121 °C, tetapi satu sudut ruang berisi udara 8 persen volume (angka latihan). Tekanan parsial uap 0,92×2,05=1,890{,}92 \times 2{,}05 = 1{,}89 bar mutlak, dengan suhu jenuh sekitar 118,4 °C, yaitu 2,6 °C lebih rendah. Dengan nilai z 10 °C dari Bab 3 (angka latihan untuk spora), daya bunuhnya 10−2,6/10=0,5510^{-2{,}6/10} = 0{,}55 kali, sehingga 20 menit di sana setara sekitar 11 menit pada 121 °C.

    Contoh 4: membaca catatan siklus. Catatan pada kasus pembuka menunjukkan suhu ruang mencapai 121 °C pada menit ke-14 dan pembuangan uap mulai pada menit ke-31 (angka latihan). Waktu tahan 31−14=1731 - 14 = 17 menit, 3 menit kurang dari program 20 menit (angka latihan, selaras dengan OpenStax). Pita tetap gelap karena suhunya tercapai, tetapi siklus gagal menurut catatannya sendiri.

    Contoh 5: pita, catatan, dan spora uji. Strip berisi 10610^6 spora dengan nilai D 2 menit pada 121 °C (angka latihan). Siklus 20 menit memberi 10 log dan harapan sisa 106×10−10=10−410^6 \times 10^{-10} = 10^{-4} spora per strip. Di tengah bungkus yang hanya 6 menit pada 121 °C, reduksinya 3 log dan sisa sekitar 10310^3 spora: strip tumbuh walaupun pita di luar gelap. Siklus 17 menit pada Contoh 4 memberi 8,5 log dan harapan 10−2,5≈0,00310^{-2{,}5} \approx 0{,}003 spora, sehingga strip kemungkinan besar tidak tumbuh; kekurangan kecil terlihat di catatan, bukan di spora (penalaran editorial).

    Contoh 6: tekanan tinggi dan autoklaf. Pemrosesan tekanan tinggi memakai 100 sampai 800 MPa. Tekanan mutlak autoklaf pada 121 °C sekitar 0,205 MPa (Contoh 2), jadi tekanan pemrosesan itu 100/0,205≈490100/0{,}205 \approx 490 sampai 800/0,205≈3.900800/0{,}205 \approx 3.900 kali lebih besar. Endospora dapat bertahan pada tekanan itu tetapi mati di autoklaf, karena suhu yang membunuhnya.

    Contoh 7: koefisien fenol. Misalkan fenol masih membunuh S. aureus pada pengenceran 1:90 (angka latihan). Dengan koefisien sebagai perbandingan pengenceran (pengetahuan umum), kloramin dengan koefisien 133 membunuh pada sekitar 1:(90×133)=1:11.9701{:}(90 \times 133) = 1{:}11.970, dan formalin dengan 0,3 pada 1:(90×0,3)=1:271{:}(90 \times 0{,}3) = 1{:}27. Koefisien kloramin 133/0,3=443133/0{,}3 = 443 kali formalin terhadap S. aureus, tetapi hanya 100/0,7=143100/0{,}7 = 143 kali terhadap S. Typhi.

    Contoh 8: membaca zona hambat. Cakram 6 mm memberi zona 20 mm untuk bahan A dan 12 mm untuk bahan B (angka latihan). Lebar cincin jernih (20−6)/2=7(20 - 6)/2 = 7 mm dan (12−6)/2=3(12 - 6)/2 = 3 mm. Bila keduanya larut air dan mudah berdifusi, A lebih menghambat. Bila B sulit berdifusi di agar (andaian latihan), zona kecil tidak membuktikan B lemah.

    Contoh 9: lemari sterilisator alat makan. Lemari di Bab 2 · Dishwashing bekerja pada 70 °C selama 30 menit, sedangkan panas kering OpenStax memakai sekurang-kurangnya 2 jam pada suhu sampai 170 °C. Suhunya 170−70=100170 - 70 = 100 °C lebih rendah, waktunya 120/30=4120/30 = 4 kali lebih pendek, dan UV hanya mengenai permukaan terbuka. Lemari itu tidak mensterilkan; ia menyimpan alat makan yang sudah dicuci dan dikeringkan (penalaran editorial).

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada petugas sterilisasi, pabrik, tim pencegahan dan pengendalian infeksi, atau penanggung jawab laboratorium bila:

    1. Ada bungkus basah atau robek, indikator yang tidak berubah, catatan siklus yang menyimpang, atau spora uji yang tumbuh.
    2. Teknisi diminta menjalankan, memprogram, mempercepat, atau memvalidasi siklus sterilisator medis.
    3. Pintu, segel, interlock, katup pengaman, atau pengendali sterilisator rusak, atau ada permintaan memintas interlock.
    4. Ada dugaan kebocoran dari sterilisator gas; tinggalkan area dan ikuti prosedur darurat, karena etilena oksida karsinogenik dan sangat mudah meledak.
    5. Pekerjaan memerlukan masuk ke laboratorium BSL-2 ke atas atau membuka kabinet keamanan biologis tanpa izin dan pendampingan petugas laboratorium.
    6. Tekanan atau mutu uap suplai tidak dapat dijaga dalam batas manual sterilisator.
    7. Ada alat atau limbah yang diduga tercemar prion.
    8. Pengelola hotel atau dapur meminta teknisi menyatakan alat, handuk, atau ruang "steril" tanpa data uji.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Pita sudah gelap, berarti muatan steril." Pita tidak menunjukkan lama paparan, sehingga OpenStax menyatakan pita tidak dapat dipakai sebagai indikator sterilitas.
    2. "Tekanan yang membunuh spora di autoklaf." Suhulah yang membunuhnya; tekanan ratusan kali lebih besar pada pemrosesan pangan pun dapat meloloskan endospora (Contoh 6).
    3. "Air mendidih cukup untuk mensterilkan." Sebagian endospora bertahan sampai 20 jam perebusan.
    4. "Lampu UV membuat isi lemari steril." UV tidak menembus permukaan, plastik, atau kaca, sehingga bagian terbayang tidak terkena.
    5. "Susu UHT steril karena dipanaskan sampai 138 °C." OpenStax menggolongkan UHT sebagai pasteurisasi, dan pangan yang dipasteurisasi tidak steril.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 memberi hitungan nilai D dan z untuk contoh kerja, dan Bab 3 · Utilitas dan Bab 5 · Utilitas menjelaskan uap dan perangkap uap yang menentukan mutu uap ke sterilisator. Bab 2 dan Bab 14 membahas endospora dan bakteri pembentuknya, Bab 16 kebutuhan tumbuh, Bab 18 prion, dan Bab 20 botulisme.

    Latihan dan pembahasan

    1. Golongkan sebagai sterilisasi, disinfeksi, degermasi, atau sanitasi: autoklaf instrumen bedah, pemutih pada wastafel, cuci tangan dengan sabun, dan mesin cuci piring komersial.
    2. Manometer sterilisator menunjukkan 1,0 bar ukur, tetapi termometer ruang hanya 116 °C. Apa artinya, dan apa yang dilakukan teknisi?
    3. Bila sterilisasi komersial mengandaikan 101010^{10} endospora per kaleng dengan nilai D dari Contoh 1, berapa waktu sampai 1 endospora per kaleng pada 121 °C?
    4. Mengapa instrumen terbungkus memakai siklus prevakum, bukan siklus gravitasi?
    5. Suatu bahan mempunyai koefisien fenol 0,5 untuk S. aureus dan 2,0 untuk S. Typhi. Tafsirkan angka itu.
    6. Manajer hotel ingin memasang lampu UV di lemari handuk spa agar handuk "steril". Apa jawaban teknisi?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Menurut contoh OpenStax, autoklaf instrumen adalah sterilisasi, pemutih pada wastafel disinfeksi, cuci tangan degermasi, dan mesin cuci piring komersial sanitasi. Hanya autoklaf yang menghilangkan endospora.
    2. Menurut tabel Bab 3 · Utilitas, Bab 2 · Satuan & Matematika,0 bar ukur sesuai suhu jenuh sekitar 120,4 °C, sehingga ruang sekitar 4,4 °C lebih dingin. Penyebabnya mungkin udara, kondensat, atau sensor menyimpang; teknisi melapor ke petugas sterilisasi dan memeriksa suplai uap menurut prosedur, tanpa memutuskan nasib muatan.
    3. Reduksi yang diperlukan 10 log, sehingga waktunya 10×0,21=2,110 \times 0{,}21 = 2{,}1 menit. Hitungan ini memakai model Bab 3, bukan program yang boleh dipakai pabrik pengalengan.
    4. Pada siklus gravitasi udara hanya didorong turun oleh uap, dan pengusiran lengkap sulit pada muatan besar dan bungkus. Siklus prevakum mengeluarkan udara dengan vakum sebelum uap masuk, sehingga uap lebih mudah menembus bungkus, seperti dinyatakan OpenStax.
    5. Bahan itu kurang efektif daripada fenol terhadap S. aureus tetapi dua kali lebih efektif terhadap S. Typhi, dengan perbandingan koefisien 2,0/0,5=42{,}0/0{,}5 = 4. Karena kondisi dan organisme uji dipilih sembarang, angka itu tidak meramalkan kinerja bahan di permukaan nyata.
    6. UV hanya bekerja pada permukaan yang terpapar langsung, sehingga lipatan handuk tidak terkena. Handuk adalah barang nonkritis yang cukup dicuci dan disanitasi seperti higiene linen di Bab 14 · Laundry, dan bahaya UV bagi mata dan kulit dicatat di Bab 10.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Microbiologyopenstax.org
    • 010 Pedoman CSSD dikonversibahan-ajar.esaunggul.ac.id
    • PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 6 TAHUN 2026 TENTANGjdih.kemkes.go.id
    • Rencana Aksi Kegiatan Tahun 2025-2029keslan.kemkes.go.id
    • reprocessing health care settingspeelregion.ca

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Golongkan sebagai sterilisasi, disinfeksi, degermasi, atau sanitasi: autoklaf instrumen bedah, pemutih pada wastafel, cuci tangan dengan sabun, dan mesin cuci piring komersial.

    2

    Manometer sterilisator menunjukkan 1,0 bar ukur, tetapi termometer ruang hanya 116 °C. Apa artinya, dan apa yang dilakukan teknisi?

    3

    Bila sterilisasi komersial mengandaikan 101010^{10} endospora per kaleng dengan nilai D dari Contoh 1, berapa waktu sampai 1 endospora per kaleng pada 121 °C?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat