Virus dan prion: struktur, virus beramplop dan tidak beramplop, daur hidup, bertahan di permukaan, inaktivasi, norovirus dan hepatitis A, prion, dan mengapa sterilisasi biasa tidak cukup
Seorang tamu anak muntah di karpet ballroom hotel saat resepsi, pramusaji mengelapnya dengan tisu beralkohol, dan dua hari kemudian puluhan tamu dan beberapa pramusaji muntah dan diare karena norovirus. Bab ini menjelaskan virus dari sisi pembersihan: genom, kapsid, amplop, dan ukuran; perbedaan virus beramplop dan tidak beramplop terhadap disinfektan dan lamanya bertahan di permukaan; daur hidup litik, lisogenik, dan virus hewan; serta cara laboratorium menumbuhkan dan mengenali virus. Bab juga membahas viroid, virusoid, dan prion yang tidak hancur oleh sterilisasi biasa, lalu norovirus dan hepatitis A menurut OpenStax dan artinya bagi pembersihan muntahan dan diare di hotel dan rumah sakit, tanpa memberi anjuran medis.
Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.
Resepsi pernikahan di ballroom sebuah hotel dihadiri sekitar 400 tamu (angka latihan). Menjelang pukul sembilan malam, seorang tamu anak muntah di karpet dekat meja prasmanan. Pramusaji terdekat mengangkat muntahan dengan serbet makan, mengelap karpet dengan tisu beralkohol dari meja penerima tamu, lalu menyemprotkan pengharum ruangan. Serbet itu masuk ke troli linen bersama serbet lain. Dua hari kemudian 31 tamu dan 4 pramusaji (angka latihan) melapor muntah dan diare, dinas kesehatan setempat mengambil sampel, dan laboratorium melaporkan norovirus.
Pramusaji itu sudah berusaha. Yang tidak ia ketahui: alkohol hanya merusak virus beramplop, norovirus tidak beramplop, dan jumlah partikel yang cukup untuk menulari orang sangat kecil. Bab ini menjelaskan virus dan prion dari sisi yang menentukan cara membersihkan: susunan partikelnya, mengapa sebagian tahan disinfektan, bagaimana virus berkembang biak, dan mengapa prion tidak hancur oleh sterilisasi biasa.
Batas pembahasan
Bab ini membahas struktur, ukuran, dan daur hidup virus, perbedaan virus beramplop dan tidak beramplop, cara laboratorium menumbuhkan dan mengenali virus, viroid, virusoid, prion, serta norovirus dan hepatitis A. Sumber faktanya OpenStax Microbiology bab 6, subbab 24.4, subbab 26.3, dan beberapa modul lain yang dirinci di peta sumber.
Kelompok mikroba dan urutan ketahanannya dibahas di Bab 2; kinetika kematian dan reduksi log di Bab 3; cara kerja disinfektan di Bab 4; kewaspadaan standar dan tumpahan cairan tubuh di Bab 11; ketahanan bawaan di Bab 13; linen infeksius di Bab 14 · Laundry; sanitasi dapur di Bab 7; patogen pangan, termasuk pengendalian norovirus dan hepatitis A di dapur, di Bab 20; sterilisasi di Bab 22; kelompok bakteri di Bab 14; dan pelacakan wabah di Bab 19.
Bab ini tidak memberi diagnosis, anjuran obat, atau anjuran vaksinasi; orang yang sakit diarahkan ke dokter atau fasilitas kesehatan. Data penyakit di OpenStax adalah data Amerika Serikat dan tidak dibaca sebagai data Indonesia.
Virus sebagai partikel: genom, kapsid, amplop, dan ukuran
OpenStax merangkum ciri virus: patogen aseluler yang menular, parasit intraseluler obligat dengan inang dan jenis sel tertentu, bergenom DNA atau RNA tetapi tidak keduanya, dan tidak memiliki banyak gen yang diperlukan untuk berkembang biak sehingga memakai mesin sel inang. Virion (virion) adalah partikel virus utuh yang dirakit di sel inang untuk membawa genom virus ke sel berikutnya. Virus tidak tumbuh di luar sel; di permukaan, air, dan makanan ia hanya bertahan atau rusak.
Kapsid (capsid) adalah selubung protein yang membungkus asam nukleat virus dan tersusun dari subunit protein bernama kapsomer. Bentuk kapsid heliks, polihedral, atau kompleks; kapsid polihedral berupa ikosahedron, bangun bersisi 20 dengan 12 sudut. Amplop virus (viral envelope) adalah lapisan fosfolipid tipis dari membran sel inang yang didapat virion ketika keluar dari sel dengan cara bertunas. Bab 2 menyebut lapisan ini selubung lemak. Virus tidak beramplop (nonenveloped virus) adalah virus yang hanya terdiri dari asam nukleat dan kapsid, dan disebut juga virus telanjang. Sebagian virus mempunyai paku protein untuk menempel ke sel, seperti hemaglutinin dan neuraminidase pada influenza.
Ukuran virion umumnya 20 sampai 900 nm, walaupun virus raksasa yang ukurannya mendekati sel bakteri sudah ditemukan. Rentang di Bab 2 lebih sempit karena memakai nilai literatur umum untuk virus yang lazim. Virus pertama ditemukan karena lolos dari saringan porselen Chamberland berpori 0,1 µm, yang menahan semua bakteri berukuran 0,2 µm atau lebih (Contoh 1).
Contoh dari tabel OpenStax 6.1 dan subbab 24.4:
| Virus | Genom | Amplop | Penyakit |
|---|---|---|---|
| Virus hepatitis A | RNA untai tunggal positif | tidak | Hepatitis |
| Virus hepatitis E | RNA untai tunggal positif | tidak | Hepatitis |
| Rotavirus | RNA untai ganda | tidak | Gastroenteritis |
| Rinovirus dan poliovirus | RNA untai tunggal positif | tidak | Selesma; poliomielitis |
| Influenza | RNA untai tunggal negatif | ya | Flu |
| HIV | RNA untai tunggal positif | ya | AIDS |
| Virus hepatitis B | DNA untai ganda | ya | Hepatitis |
| Virus hepatitis C | RNA untai tunggal positif | ya | Hepatitis |
Norovirus termasuk kalisivirus. OpenStax 13.4 menyebut norovirus bersama poliovirus sebagai virus berkapsid protein, dan bahwa norovirus tidak beramplop adalah pengetahuan umum yang juga dipakai Bab 11.
Beramplop atau tidak: disinfektan, pengeringan, dan permukaan
Amplop adalah membran lemak, dan Bab 2 mencatat bahwa selubung lemak mudah dirusak deterjen, alkohol, dan sebagian besar disinfektan. Catatan OpenStax tentang disinfektan:
- Alkohol, yang dipakai sekitar 70 persen, bersifat virusida hanya untuk virus beramplop.
- Amonium kuaterner aktif terhadap virus beramplop.
- Klorheksidin aktif terhadap virus beramplop tetapi kurang efektif terhadap virus tidak beramplop.
- Germisida tingkat rendah hanya membunuh sel vegetatif dan sebagian virus beramplop, germisida tingkat menengah tidak membunuh semua virus, dan germisida tingkat tinggi membunuh virus dan endospora.
- Norovirus tidak mati oleh disinfektan pada kadar baku untuk membunuh bakteri, sehingga risiko penularan tetap tinggi walaupun tempat sudah dibersihkan.
Urutan ketahanan di Bab 2 menempatkan virus tidak beramplop di tengah dan virus beramplop paling mudah dimatikan (nilai literatur umum). Mengapa alkohol dan amonium kuaterner lemah terhadap virus tidak beramplop dijelaskan di Bab 4, dan Bab 13 menegaskan bahwa ini ketahanan bawaan, bukan resistensi yang didapat.
Bertahan di permukaan tidak sama dengan tahan disinfektan. OpenStax mengaitkan kapsid HPV yang hanya protein dengan kemampuannya bertahan lama di permukaan, tetapi contoh lain di buku yang sama tidak mengikuti satu aturan sederhana:
| Virus | Amplop | Bertahan di luar tubuh menurut OpenStax |
|---|---|---|
| Influenza | ya | Masih menulari biakan sel setelah 48 jam sampai 17 hari di uang kertas, bergantung cara menempelnya |
| Virus hepatitis B | ya | Tetap menular sampai tujuh hari di permukaan walaupun darah tidak terlihat |
| Rinovirus | tidak | Rapuh, umumnya kurang dari sehari di luar cairan tubuh |
| Rotavirus | tidak | Dapat bertahan cukup lama di permukaan tercemar |
| HPV | tidak | Bertahan lama karena kapsidnya hanya protein |
OpenStax juga mencatat bahwa banyak virus segera rusak bila terkena udara, air, atau keadaan di luar tubuh. Pelajarannya (penalaran editorial): lamanya virus bertahan di permukaan dipastikan per jenis virus dari pedoman, bukan ditebak dari amplopnya, sedangkan disinfektan dipilih menurut sasaran yang paling tahan.
Daur hidup virus
Semua virus bergantung pada sel untuk berkembang biak, dan OpenStax memakai bakteriofag sebagai model. Daur litik (lytic cycle) adalah daur hidup virus yang berakhir dengan pecahnya sel inang dan lepasnya virion baru. Tahapnya penempelan pada reseptor, penetrasi genom, biosintesis komponen virus, pematangan, dan pelepasan dengan lisis. Daur lisogenik (lysogenic cycle) adalah daur hidup virus yang genomnya menyatu dengan kromosom bakteri sebagai profag dan ikut tereplikasi tanpa membunuh inang sampai terjadi induksi. Profag dapat membawa gen racun: Vibrio cholerae dan Clostridium botulinum kurang virulen tanpa profag, karena gen racun penyebab diare berat dan kelumpuhan ada pada genom fag.
Virus hewan menempel pada reseptor, masuk lewat endositosis atau fusi amplop dengan membran sel, melepas kapsid, membuat komponen baru, merakit, lalu keluar, dan virus beramplop mendapat amplopnya saat bertunas keluar. Jenis genom menentukan cara replikasi: RNA untai positif langsung diterjemahkan ribosom, RNA untai negatif disalin dulu oleh RNA polimerase milik virus, dan retrovirus seperti HIV membuat DNA dengan transkriptase balik. Sebagian virus menetap lama: herpes simpleks dan varisela-zoster menjadi laten, sedangkan virus hepatitis C dan HIV menimbulkan infeksi kronis.
Kurva tumbuh virus berbeda dari bakteri. Pada tahap eklips, virus sudah masuk sel tetapi virion belum terdeteksi di medium; ketika sel pecah, jumlah virion naik tajam. Ukuran ledakan (burst size) adalah jumlah virion yang dilepaskan per sel bakteri yang pecah. Kenaikan tajam ini menjelaskan mengapa sedikit virus menjadi sangat banyak dalam beberapa siklus (Contoh 3).
Menumbuhkan dan mengenali virus
Virus memerlukan sel hidup, sehingga tidak tumbuh di media buatan seperti bakteri. Laboratorium memakai lapisan bakteri pada agar lunak 0,7 persen untuk bakteriofag, telur berembrio, misalnya untuk sebagian besar vaksin influenza, dan biakan sel. Plak (plaque) adalah daerah bening pada lapisan bakteri yang keruh, tempat bakteriofag telah membunuh sel inang. Jumlah virion per satuan volume disebut titer (Contoh 4).
Efek sitopatik (cytopathic effect) adalah kelainan sel yang dapat diamati akibat infeksi virus. Contohnya sel lepas dari permukaan wadah, sel berubah dari pipih menjadi bulat, inti mengerut, vakuola di sitoplasma, sel melebur menjadi sel berinti banyak, badan inklusi, dan lisis sel. Laboratorium juga memakai uji hemaglutinasi, uji amplifikasi asam nukleat seperti PCR dan RT-PCR, dan imunoasai enzim (EIA) sebagai uji penapis yang dikonfirmasi dengan uji yang lebih peka. Untuk norovirus, OpenStax mencatat RT-qPCR sebagai cara yang diutamakan karena EIA kurang peka.
Bagi teknisi (penalaran editorial), hasil negatif satu uji tidak selalu berarti tidak ada virus, karena OpenStax menekankan bahwa hasil bergantung pada kepekaan uji, jumlah virion, dan waktu pengambilan sampel. Saringan 0,2 µm untuk air menahan bakteri tetapi tidak menahan virus, seperti dicatat Bab 2.
Viroid, virusoid, dan prion
Viroid (viroid) adalah partikel aseluler berupa untai pendek RNA melingkar yang dapat bereplikasi sendiri tanpa selubung protein. Viroid pertama, penyebab penyakit umbi kentang gelendong, ditemukan Theodor Diener pada 1971 dan biasanya menyebar lewat pisau terinfeksi yang dipakai memotong kentang sehat. Virusoid (virusoid) adalah RNA untai tunggal subvirus yang tidak dapat bereplikasi sendiri dan memerlukan virus penolong di sel yang sama. Genomnya hanya 220 sampai 388 nukleotida dan tidak menyandi protein. Pada manusia, virus hepatitis D bergenom RNA melingkar 1.700 nukleotida hanya berkembang biak bila ada virus hepatitis B.
Prion (prion) adalah partikel penular berupa protein salah lipat yang tidak mengandung DNA atau RNA. Protein prion normal di jaringan otak, PrPᶜ, terlipat terutama sebagai heliks alfa, sedangkan bentuk penyakitnya, PrPˢᶜ, terlipat terutama sebagai lembaran beta, tahan terhadap pemecahan oleh protease, dan mengubah PrPᶜ menjadi salah lipat. PrPˢᶜ menumpuk di sel saraf, sel mati, dan jaringan otak menjadi seperti spons. OpenStax mencatat bahwa prion kira-kira sepersepuluh ukuran virus khas (Contoh 2).
Penyakit prion disebut ensefalopati spongiform menular. Pada manusia contohnya penyakit Creutzfeldt-Jakob, kuru, insomnia familial fatal, dan penyakit Gerstmann-Straussler-Scheinker; pada hewan, penyakit sapi gila, scrapie pada domba, dan penyakit susut kronis pada rusa. Penularannya lewat makan jaringan saraf atau daging tercemar, keturunan, transfusi dan transplantasi jaringan, serta alat bedah saraf, cangkok kornea, dan hormon tercemar pada bentuk iatrogenik; OpenStax mencatat tidak ada bukti penularan lewat kontak biasa dengan penderita. Masa inkubasinya bertahun-tahun sampai puluhan tahun, dan penyakitnya belum dapat disembuhkan.
Mengapa sterilisasi biasa tidak cukup. OpenStax menyatakan prion sangat tahan panas, bahan kimia, dan radiasi, dan prosedur sterilisasi baku pun tidak menjamin prion hancur; soal latihannya menegaskan bahwa prion tidak dapat diandalkan inaktif oleh perebusan 100 °C atau autoklaf. Disinfeksi biasa hanya menurunkan daya tularnya, dan fenol, alkohol, formalin, serta beta-propiolakton tidak efektif; jaringan otak yang sudah difiksasi formalin pun tetap menular. Untuk petugas yang menangani bahan tercemar, OpenStax mencatat jas pelindung, pelindung wajah, dan sarung tangan tahan sayat; kulit yang terkena dicuci segera dengan deterjen dan air hangat tanpa digosok, lalu dengan NaOH 1 N atau pemutih 1:10 selama 1 menit; limbah dibakar atau diautoklaf dalam larutan basa kuat; dan alat dibersihkan lalu direndam dalam larutan basa kuat (Contoh 9). WHO menerbitkan pedoman pengendalian infeksi untuk penyakit ini dari konsultasi tahun 1999; isinya tidak dibaca untuk bab ini.
Bagi teknisi, prosedur prion berlaku di rumah sakit untuk alat dan jaringan saraf, dan keputusannya ada pada tim pengendalian infeksi dan unit sterilisasi, seperti di Bab 22. Bab 13 mencatat prion sebagai contoh ketahanan bawaan yang di luar kemampuan prosedur biasa.
Norovirus dan hepatitis A
Ringkasan OpenStax 24.4, dengan dosis infektif median dari OpenStax 15.2:
| Ciri | Norovirus | Virus hepatitis A |
|---|---|---|
| Golongan | Kalisivirus, disebut juga virus Norwalk | Pikornavirus, RNA untai tunggal positif, tidak beramplop |
| Penularan | Kontak langsung, permukaan tercemar, makanan tercemar | Rute fekal-oral, kontak pribadi erat, air atau makanan tercemar |
| Dosis infektif median | 1 sampai 10 partikel | 10 sampai 100 partikel |
| Waktu sampai gejala | 12 sampai 48 jam setelah paparan | 15 sampai 50 hari, rata-rata 30 |
| Gejala | Diare cair, kram ringan, demam, kadang muntah menyembur | Lesu, hilang nafsu makan, urin gelap, nyeri perut kanan atas, mual, muntah, diare, nyeri sendi, tinja kelabu, kulit dan mata kuning |
| Perjalanan | Biasanya ringan dan sembuh dalam beberapa hari, tetapi dehidrasi dapat terjadi | Biasanya ringan atau tanpa gejala, sembuh dalam beberapa minggu sampai bulan; bentuk fulminan jarang tetapi fatalitasnya 70 sampai 80 persen |
| Pemastian | PCR atau EIA; RT-qPCR diutamakan | Uji fungsi hati dan panel serologi hepatitis |
| Pencegahan | Kebersihan, cuci tangan, dan penyiapan makanan yang hati-hati | Vaksin tersedia; kebersihan dan sanitasi |
OpenStax mencatat jutaan kasus norovirus setiap tahun, terutama pada bayi, anak kecil, dan orang lanjut usia, dan wabah yang luas pada kelompok orang di ruang terbatas seperti kapal pesiar. Ballroom, ruang makan karyawan, dan bangsal rumah sakit mempunyai ciri yang sama: banyak orang, makanan bersama, dan permukaan yang disentuh bergantian (penalaran editorial). Untuk gastroenteritis virus pada umumnya, OpenStax menyebut pencegahan terbaik adalah menghindari atau memisahkan orang yang terinfeksi serta kebersihan dan sanitasi yang baik.
Masa inkubasi menentukan cara menelusuri sumber. Norovirus menunjuk ke makanan atau kejadian satu sampai dua hari sebelumnya, sedangkan hepatitis A menunjuk ke beberapa minggu sebelumnya, sehingga catatan dapur dan daftar petugas lama diperlukan (Contoh 5 dan 6). Kurva epidemi dan pelacakan sumber dibahas di Bab 19, dan pengendalian di dapur di Bab 20. Vaksinasi dan penanganan orang sakit adalah keputusan tenaga kesehatan.
Membersihkan muntahan dan diare di hotel dan rumah sakit
Prinsip berikut menggabungkan OpenStax dengan bab terbit yang dirujuk; urutan langkah, disinfektan, dan kadarnya ditetapkan prosedur tempat kerja dan label produk:
- Anggap infeksius. Kewaspadaan standar di Bab 11 memperlakukan setiap muntahan, tinja, dan darah sebagai infeksius.
- Batasi area dan pakai APD sesuai prosedur: sarung tangan, pelindung mata dan wajah bila dapat memercik, dan pelindung pakaian, seperti di Bab 11.
- Angkat bahan kasar dulu dengan bahan penyerap sekali pakai ke kantong tertutup. Bahan organik menghabiskan klorin, seperti dijelaskan Bab 4 tentang kebutuhan klorin.
- Pilih disinfektan menurut sasaran. Alkohol dan amonium kuaterner tidak cukup untuk virus tidak beramplop. Bab 2 menyebut larutan klorin sekitar 1.000 ppm atau lebih sebagai nilai literatur umum untuk muntahan yang diduga mengandung virus tidak beramplop (Contoh 8). Waktu kontak mengikuti label, karena kematian virus bergantung pada kadar dan waktu, seperti di Bab 3.
- Karpet dan kain yang tidak tahan klorin dibersihkan menurut prosedur tata graha dan petunjuk pabrik bahan; keputusan itu bukan improvisasi petugas (penalaran editorial).
- Linen dan serbet tercemar ditangani sebagai linen infeksius, seperti di Bab 14 · Laundry.
- Kebersihan tangan. Bab 11 memilih cuci tangan dengan sabun dan air untuk virus tidak beramplop seperti norovirus.
- Petugas yang muntah atau diare tidak menangani makanan dan melapor ke penyelia, seperti di Bab 7.
Di fasilitas kesehatan Indonesia, pencegahan dan pengendalian infeksi diatur Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan, yang salinannya tercatat di JDIH Kemenkes menurut cuplikan pencarian; status berlakunya belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 21 Oktober 2026. Pedoman resmi Indonesia khusus pembersihan muntahan di hotel belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 21 Oktober 2026.
Contoh kerja
Contoh 1: ukuran virus dan pori saringan. Pori saringan Chamberland 0,1 µm sama dengan 100 nm. Virus terkecil 20 nm berukuran kali lebih kecil daripada pori dan lolos, virus 900 nm berukuran kali pori dan tertahan, dan bakteri 200 nm berukuran kali pori dan tertahan. Ukuran partikel dibandingkan dengan pori, bukan dengan kelompoknya.
Contoh 2: ukuran prion. Bila virus khas berukuran 100 nm (angka latihan), prion yang sepersepuluhnya berukuran sekitar nm, yaitu kali lebih kecil daripada pori saringan 0,2 µm.
Contoh 3: perbanyakan bakteriofag. Dengan ukuran ledakan 100 (angka latihan) dan semua virion menginfeksi sel baru, satu fag menjadi 100 setelah satu siklus, setelah dua siklus, dan setelah tiga siklus.
Contoh 4: membaca hitungan plak. Sebanyak 0,1 mL dari pengenceran menghasilkan 45 plak (angka latihan). Cairan encer berisi plak per mL, sehingga titer contoh asli partikel penular per mL (penalaran editorial dengan anggapan satu plak dari satu partikel).
Contoh 5: jendela paparan norovirus. Seorang tamu mulai muntah pada Minggu pukul 06.00. Dengan waktu 12 sampai 48 jam, paparannya terjadi antara Jumat pukul 06.00 dan Sabtu pukul 18.00. Resepsi pada Jumat pukul 21.00, 33 jam sebelum gejala, berada di dalam jendela itu.
Contoh 6: jendela paparan hepatitis A. Gejala beberapa karyawan muncul sekitar 20 Oktober 2026 (angka latihan). Dengan masa inkubasi 15 sampai 50 hari, paparan terjadi antara 31 Agustus dan 5 Oktober 2026, dengan titik tengah rata-rata 30 hari sekitar 20 September 2026. Catatan dapur sampai 50 hari ke belakang diperlukan.
Contoh 7: reduksi log dan dosis infektif. Noda muntahan membawa partikel norovirus (angka latihan). OpenStax 13.4 mencatat uji disinfektan pada HPV yang menurunkan jumlah virus 10.000 kali, yaitu 4 log. Sisa partikel masih sampai kali dosis infektif median norovirus, dan sampai kali untuk hepatitis A. Karena itu bahan kasar diangkat dulu dan waktu kontak dipatuhi.
Contoh 8: larutan klorin untuk muntahan. Untuk 3 L larutan sekitar 1.000 ppm dari pemutih rumah tangga 5,25 persen (52.500 ppm, kadar dari CDC yang dikutip Bab 11), mL pemutih ditambah air sampai 3 L. Bila 57 mL yang sama diambil dari pemutih laundry 10 persen (angka latihan), kadarnya menjadi ppm, hampir dua kali lipat. Takaran dihitung dari kadar pada label.
Contoh 9: larutan dekontaminasi kulit pada prosedur prion. NaOH 1 N berarti 1 mol NaOH per liter, yaitu g per liter (massa molar NaOH nilai literatur umum). Pemutih 1:10 dari pemutih 5,25 persen memberi ppm. Kedua larutan ini milik prosedur laboratorium dan rumah sakit, bukan prosedur hotel.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada penyelia, tim pengendalian infeksi, atau dinas kesehatan bila:
- Muntahan, tinja, atau darah harus dibersihkan tanpa APD, bahan penyerap, dan disinfektan sesuai prosedur.
- Disinfektan yang tersedia hanya alkohol atau amonium kuaterner, sedangkan sasarannya virus tidak beramplop seperti norovirus.
- Beberapa orang muntah atau diare dalam waktu berdekatan; dugaan wabah ditangani tim pengendalian infeksi atau dinas kesehatan, seperti di Bab 19.
- Petugas sendiri muntah, diare, demam, atau kulit dan matanya kuning; ia berhenti bekerja, melapor, dan menemui dokter.
- Teknisi diminta memperbaiki, membongkar, atau membawa keluar alat dari ruang bedah saraf, laboratorium patologi, atau unit sterilisasi yang mungkin tercemar jaringan saraf tanpa izin dan prosedur dekontaminasi dari rumah sakit.
- Larutan pemutih harus dibuat dari produk yang kadarnya tidak diketahui, atau akan dicampur dengan bahan lain, seperti diperingatkan Bab 4.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Alkohol membunuh semua virus." OpenStax mencatat alkohol hanya virusida untuk virus beramplop; norovirus dan hepatitis A tidak beramplop.
"Virus berkembang biak di karpet dan permukaan." Virus hanya berkembang biak di dalam sel; di permukaan ia bertahan atau rusak, sehingga yang dikendalikan adalah perpindahannya.
"Virus beramplop selalu cepat mati di permukaan." Influenza bertahan 48 jam sampai 17 hari di uang kertas, dan virus hepatitis B sampai tujuh hari di permukaan.
"Sedikit muntahan yang tidak terlihat tidak menular." Dosis infektif median norovirus hanya 1 sampai 10 partikel.
"Autoklaf membuat semua alat aman." Autoklaf tidak dapat diandalkan untuk menghancurkan prion.
"Hasil uji negatif sekali berarti tidak ada virus." Hasil bergantung pada kepekaan uji, jumlah virion, dan waktu pengambilan sampel.
Hubungan dengan bab lain
Bab 2 memberi urutan ketahanan mikroba, Bab 3 reduksi log, Bab 4 cara kerja disinfektan, Bab 11 kewaspadaan standar, Bab 13 ketahanan bawaan, Bab 14 · Laundry linen infeksius, dan Bab 7 sanitasi dapur. Bab 14 membahas kelompok bakteri, Bab 19 pelacakan wabah, Bab 20 patogen pangan termasuk norovirus dan hepatitis A di dapur, dan Bab 22 sterilisasi dan pembuktiannya.
Latihan dan pembahasan
- Mengapa tisu beralkohol cukup untuk virus influenza di meja penerima tamu tetapi tidak cukup untuk muntahan berisi norovirus?
- Seorang tamu mulai diare pada Senin pukul 10.00 dan diduga terkena norovirus. Hitung jendela paparannya.
- Sebanyak 0,1 mL dari pengenceran menghasilkan 60 plak. Berapa titer contoh asli?
- Berapa mL pemutih 5,25 persen untuk membuat 4 L larutan sekitar 1.000 ppm?
- Mengapa autoklaf yang lulus uji spora tidak menjamin alat bebas prion?
- Seorang teknisi diminta memperbaiki AC di kamar pasien yang diduga menderita penyakit Creutzfeldt-Jakob. Apakah ia memerlukan prosedur prion?
Kunci jawaban beralasan
- Influenza beramplop, dan OpenStax mencatat alkohol virusida untuk virus beramplop. Norovirus tidak beramplop dan tidak mati oleh disinfektan berkadar baku untuk bakteri, sehingga muntahan diangkat dulu lalu didisinfeksi dengan bahan dan kadar menurut prosedur.
- Dengan waktu 12 sampai 48 jam, paparan terjadi antara Sabtu pukul 10.00 dan Minggu pukul 22.00. Makanan dan kegiatan di rentang itu yang ditelusuri lebih dulu.
- Satu mL encer berisi partikel penular, dan contoh asli per mL. Anggapannya, setiap plak berasal dari satu partikel.
- mL pemutih ditambah air sampai 4 L. Takaran ini hanya berlaku untuk pemutih berkadar 5,25 persen.
- Uji spora membuktikan kematian endospora, sedangkan prion adalah protein salah lipat yang sangat tahan panas, bahan kimia, dan radiasi. OpenStax menyatakan autoklaf tidak dapat diandalkan untuk menginaktifkan prion, sehingga alat tercemar memerlukan prosedur khusus.
- OpenStax mencatat tidak ada bukti penularan prion lewat kontak biasa, dan risiko berada pada jaringan saraf, darah, transplantasi, dan alat bedah tercemar. Teknisi bekerja dengan kewaspadaan standar dan mengikuti arahan tim pengendalian infeksi tentang kamar itu.
Referensi
Sumber luar
- OpenStax: Microbiologyopenstax.org
- WHO infection control guidelines for transmissible spongiform encephalopathies : report of a WHO consultation, Geneva, Switzerland, 23-26 March 1999apps.who.int
Bab terkait
- Bakteri, spora, virus, jamur, dan protozoa: struktur, ukuran, ketahanan, dan artinya bagi pembersihanBiologi & Mikrobiologi · Bab 2
- Disinfektan dan cara kerjanya: klorin dan pH, oksigen aktif, amonium kuaterner, alkohol, panas, UV, dan ozonBiologi & Mikrobiologi · Bab 4
- Rantai penularan infeksi dan kewaspadaan standar untuk teknisi: agen, reservoir, cara penularan, inang rentan, kebersihan tangan, APD, benda tajam, tumpahan cairan tubuh, dan bekerja di area pasien dan dapurBiologi & Mikrobiologi · Bab 11
- Ketahanan mikroba terhadap disinfektan dan antibiotik: ketahanan bawaan dan didapat, mekanisme, toleransi biofilm, dosis kurang, mitos rotasi disinfektan, resistensi antimikroba, dan artinya bagi prosedur pembersihanBiologi & Mikrobiologi · Bab 13
- Higiene linen: sanitasi, disinfeksi, dan alur kotor-bersihLaundry · Bab 14
- Sanitasi dapur dan pengendalian titik kritis: bahaya, suhu, pembersihan dan sanitasi, dan verifikasiBiologi & Mikrobiologi · Bab 7
- Patogen bawaan makanan di dapur hotel: infeksi dan intoksikasi, Salmonella, Campylobacter, Escherichia coli, stafilokokus, Clostridium perfringens, Bacillus cereus, Listeria, botulisme, norovirus, hepatitis A, protozoa, dan pengendaliannyaBiologi & Mikrobiologi · Bab 20
- Sterilisasi dan pembuktiannya: sterilisasi, disinfeksi, antisepsis, dan sanitasi, tingkat keamanan biologis, panas lembap dan autoklaf, indikator kimia dan biologis, panas kering, pasteurisasi, filtrasi, radiasi, dan uji efektivitasBiologi & Mikrobiologi · Bab 22
- Keragaman bakteri penting di dapur, laundry, air, dan rumah sakit: Gram positif dan Gram negatif, pembentuk endospora, bakteri enterik, Pseudomonas, Legionella, Listeria, dan artinya bagi pembersihanBiologi & Mikrobiologi · Bab 14
- Epidemiologi wabah untuk teknisi: insidens dan prevalensi, angka serangan, kurva epidemi, sumber bersama dan penularan berantai, melacak sumber, pelaporan, dan peran teknisi saat wabah di hotel atau rumah sakitBiologi & Mikrobiologi · Bab 19
- Kinetika kematian mikroba: reduksi log, nilai D dan z, kesetaraan suhu-waktu, dan CTBiologi & Mikrobiologi · Bab 3
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.
Mengapa tisu beralkohol cukup untuk virus influenza di meja penerima tamu tetapi tidak cukup untuk muntahan berisi norovirus?
Seorang tamu mulai diare pada Senin pukul 10.00 dan diduga terkena norovirus. Hitung jendela paparannya.
Sebanyak 0,1 mL dari pengenceran menghasilkan 60 plak. Berapa titer contoh asli?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 19.
Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 17.
Bab lain dalam Biologi dan Mikrobiologi.