Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Biologi & Mikrobiologi · Bab 17Kuantitatif

    Metabolisme mikroba dan gas yang dihasilkannya: enzim dan energi, respirasi aerob dan anaerob, fermentasi, daur nitrogen dan sulfur, hidrogen sulfida dan metana di saluran, perangkap lemak, dan tangki septik, dan bahaya ruang terbatas

    Ruang pompa buangan dapur sebuah hotel berbau telur busuk setiap Senin pagi, dan detektor gas berbunyi di mulut bak penampung tempat seorang teknisi hendak turun membersihkan pelampung pompa. Bab ini menjelaskan sisi mikroba dari gas itu: enzim dan ATP, respirasi aerob dan hasil ATP-nya menurut OpenStax, respirasi anaerob dengan nitrat, sulfat, dan karbon dioksida sebagai penerima elektron, fermentasi, penguraian lemak dan protein, serta daur nitrogen dan sulfur. Bab memetakan tempat hidrogen sulfida, metana, karbon dioksida, dan gas nitrogen terbentuk di saluran, perangkap lemak, tangki septik, dan IPAL, lalu menghitung mol dan volume gas dari reaksi sederhana. Ruang tempat gas itu berkumpul diperlakukan sebagai ruang terbatas, dan bab menegaskan kapan teknisi berhenti.

    22 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Ruang pompa buangan dapur sebuah hotel berada di basement, di bawah dapur banquet. Setiap Senin pagi ruang itu berbau telur busuk. Dapur banquet tutup pada akhir pekan, sehingga air di bak penampung diam sekitar dua hari, dan perangkap lemak di hulunya terakhir dikuras sepuluh minggu sebelumnya (angka latihan). Pada satu Senin, pompa celup macet karena pelampungnya terbelit lemak. Seorang teknisi membuka tutup bak dan bersiap turun, tetapi detektor gas rekannya berbunyi di mulut bak, dan rencana itu dibatalkan.

    Mengapa bau paling kuat setelah air diam, dari mana gasnya berasal, dan mengapa bau yang menyengat berkurang setelah beberapa menit padahal detektor tetap berbunyi? Jawabannya ada pada metabolisme mikroba, yaitu cara bakteri dan arkea memperoleh energi, terutama setelah oksigen habis. Bab ini menjelaskan proses itu dan tempat gasnya terbentuk.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas metabolisme mikroba dari sisi gas dan bau. Sumber faktanya OpenStax Microbiology bab 8 dan beberapa modul keragaman prokariot, yang dirinci di peta sumber.

    Volume molar, gas berbahaya, dan ventilasi dibahas di Bab 11 · Kimia tentang stoikiometri gas; masuk ruang terbatas di Bab 11 · Keselamatan; perangkap lemak dan bau saluran di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas; karakteristik air limbah di Bab 16 · Air & Pengolahan Air; lumpur aktif di Bab 18 · Air & Pengolahan Air; tangki septik dan IPAL kecil di Bab 19 · Air & Pengolahan Air; kolam stabilisasi di Bab 28 · Air & Pengolahan Air; dan enzim pencucian di Bab 7 · Laundry. Kelompok bakteri ada di Bab 14, dan kebutuhan oksigen mikroba di Bab 16.

    Bab ini tidak memuat batas paparan gas dan tidak memberi wewenang merancang IPAL atau masuk ruang terbatas. Persamaan reaksi di contoh kerja disetarakan penyusun dari pereaksi dan hasil yang disebut OpenStax, dengan volume molar 24,0 L/mol pada 20 °C dan 1 atm dari Bab 11 · Kimia.

    Energi, enzim, dan penggolongan mikroba

    Metabolisme (metabolism) adalah seluruh reaksi kimia di dalam sel. Katabolisme (catabolism) adalah jalur metabolisme yang memecah molekul kompleks menjadi molekul sederhana sambil melepaskan energi, sedangkan anabolisme membangun molekul kompleks dengan memakai energi. Energi berpindah sebagai elektron: oksidasi melepas elektron, reduksi menerimanya, dan keduanya selalu berpasangan, dengan NAD⁺/NADH dan FAD/FADH₂ sebagai pembawa. ATP (adenosine triphosphate) adalah molekul yang menyimpan energi kimia sel dalam dua ikatan fosfat berenergi tinggi dan melepaskannya ketika ikatan itu diputus.

    Enzim (enzyme) adalah protein yang mempercepat reaksi biokimia di dalam sel dengan menurunkan energi aktivasi tanpa ikut habis terpakai. Substrat terikat di sisi aktif, dan kecocokan bentuk sisi aktif membuat setiap enzim spesifik. Faktor yang memengaruhi kerja enzim menurut OpenStax:

    FaktorPengaruh
    SuhuLaju naik dalam rentang optimal; suhu tinggi akhirnya mendenaturasi enzim
    pHSetiap enzim bekerja paling baik dalam rentang tertentu; pH ekstrem mendenaturasi
    Kadar substratAktivitas naik sampai titik jenuh
    Kofaktor dan koenzimIon seperti Fe²⁺, Mg²⁺, dan Zn²⁺, atau molekul organik dari vitamin, diperlukan banyak enzim
    PenghambatPenghambat kompetitif menempati sisi aktif; penghambat nonkompetitif terikat di tempat lain dan mengubah bentuk enzim

    Enzim patogen manusia bekerja paling baik pada 37 °C, sedangkan enzim mikroba sumber air panas bekerja pada suhu tinggi. Lipase, protease, dan amilase dari mikroba juga dipakai di deterjen laundry, seperti di Bab 7 · Laundry. Bagi saluran (penalaran editorial), air buangan yang hangat dan mendekati netral mempercepat kerja enzim mikroba.

    Menurut sumber karbon, autotrof mengubah karbon dioksida menjadi senyawa organik, sedangkan heterotrof memakai senyawa organik. Menurut sumber energi, organotrof memakai senyawa organik. Litotrof (lithotroph) adalah kemotrof yang memperoleh energi dari senyawa anorganik seperti hidrogen sulfida dan besi tereduksi. Bakteri pemakan sisa makanan di lumpur saluran adalah kemoheterotrof, sedangkan bakteri pengoksidasi hidrogen sulfida adalah kemolitotrof.

    Respirasi aerob dan hasil ATP

    Respirasi aerob (aerobic respiration) adalah respirasi sel yang memakai oksigen sebagai penerima elektron akhir. Tahapnya menurut OpenStax:

    1. Glikolisis di sitoplasma memecah satu glukosa menjadi dua piruvat, dengan hasil bersih 2 ATP dan 2 NADH. Glikolisis sendiri tidak memakai oksigen.
    2. Reaksi transisi melepaskan satu CO₂ dari setiap piruvat, membentuk NADH, dan menyerahkan gugus asetil kepada koenzim A.
    3. Siklus Krebs menghasilkan per putaran 2 CO₂, 1 ATP, 3 NADH, dan 1 FADH₂, dan satu glukosa memerlukan dua putaran.
    4. Sistem transpor elektron di membran sel prokariot meneruskan elektron dari NADH dan FADH₂ ke oksigen, yang tereduksi menjadi air. Energinya dipakai memompa ion H⁺ ke luar membran, dan aliran balik H⁺ melalui ATP sintase membentuk ATP. Cara ini disebut fosforilasi oksidatif.

    OpenStax memakai 3 ATP per NADH dan 2 ATP per FADH₂ untuk hasil teoretis maksimum 38 ATP per glukosa: 34 dari fosforilasi oksidatif dan 4 dari fosforilasi tingkat substrat (Contoh 1). Hasil nyata biasanya lebih rendah, karena jumlah H⁺ yang dipompa berbeda antarspesies.

    Respirasi aerob tidak mungkin bila sel tidak memiliki gen sitokrom oksidase yang sesuai, tidak memiliki enzim penetral radikal oksigen, atau kekurangan oksigen. Keadaan ketiga terjadi di bak yang airnya diam: bakteri aerob memakai oksigen terlarut lebih cepat daripada oksigen masuk dari permukaan (penalaran editorial). Bab 11 · Keselamatan mencatat bahwa oksigen di ruang terbatas dapat habis terpakai oleh karat, pembusukan, dan bakteri.

    Respirasi anaerob: penerima elektron selain oksigen

    Respirasi anaerob (anaerobic respiration) adalah respirasi sel yang memakai molekul anorganik selain oksigen sebagai penerima elektron akhir. Siklus Krebs-nya umumnya lengkap, tetapi gradien yang terbentuk lebih kecil, sehingga OpenStax mencatat total hanya 5 sampai 36 ATP per glukosa. Penerima elektron yang tersedia menentukan gas yang terbentuk:

    Penerima elektron akhirPelaku menurut OpenStaxHasilArti di gedung
    Nitrat dan nitritBakteri denitrifikasi seperti Pseudomonas dan Clostridium; E. coli bila oksigen habisNitrit, lalu gas nitrogen (N₂)Denitrifikasi di IPAL; gelembung N₂ dapat mengangkat lumpur (Bab 18 · Air & Pengolahan Air)
    SulfatBakteri dan arkea pereduksi sulfatHidrogen sulfida (H₂S)Bau telur busuk di bak, saluran, perangkap lemak, dan kolam anaerob
    Karbon dioksidaArkea metanogenMetana (CH₄)Gas mudah terbakar di tangki septik, ruang anaerob, dan lumpur

    Bakteri pereduksi sulfat (sulfate-reducing bacteria) adalah bakteri yang memakai sulfat sebagai penerima elektron akhir dalam rantai transpor elektron dan menghasilkan hidrogen sulfida. OpenStax menempatkannya di kelas Deltaproteobacteria, dengan genus Desulfovibrio sebagai contoh.

    Metanogen (methanogen) adalah arkea yang menghasilkan metana, terutama dengan memakai karbon dioksida sebagai penerima elektron akhir. Menurut OpenStax, hanya arkea yang diketahui menghasilkan metana; metanogen mereduksi karbon dioksida dengan hidrogen, sebagian memfermentasi asetat menjadi metana dan karbon dioksida, dan metana menumpuk di tanah dan perairan anaerob. Bab 19 · Air & Pengolahan Air menguraikan tahapan yang sama di IPAL: bahan organik diurai menjadi asam organik, lalu menjadi metana dan karbon dioksida.

    Di bak yang airnya diam, penerima elektron dipakai berurutan: oksigen, lalu nitrat, lalu sulfat, dan metanogen paling aktif di lumpur yang paling lama tanpa oksigen. Urutan ini pengetahuan umum mikrobiologi lingkungan yang sejalan dengan hasil ATP di OpenStax.

    Fermentasi

    Fermentasi (fermentation) adalah proses yang memakai molekul organik, biasanya piruvat, sebagai penerima elektron akhir untuk mengembalikan NADH menjadi NAD⁺ sehingga glikolisis dapat berlanjut. Fermentasi tidak memakai rantai transpor elektron, sehingga hasilnya paling banyak 2 ATP per glukosa. Sebagian mikroba, seperti Streptococcus, tidak dapat berespirasi walaupun ada oksigen, sedangkan mikroba fakultatif beralih ke respirasi bila penerima elektron tersedia.

    OpenStax mencatat bahwa kebanyakan fermentasi, kecuali fermentasi homolaktat, menghasilkan gas, biasanya CO₂ dan/atau hidrogen. Beberapa jalur dari tabel OpenStax:

    JalurHasil akhirContoh mikroba
    Asam laktat (homolaktat)Asam laktatStreptococcus, Lactobacillus
    HeterolaktatAsam laktat, etanol dan/atau asam asetat, CO₂Leuconostoc mesenteroides
    AlkoholEtanol, CO₂Saccharomyces, Candida
    Asam campuranAsam asetat, format, laktat, dan suksinat; etanol, CO₂, hidrogenEscherichia, Shigella
    Asam butiratAsam butirat, CO₂, hidrogenClostridium butyricum

    Pada fermentasi alkohol, piruvat dekarboksilase melepaskan CO₂ dari piruvat dan membentuk asetaldehida, lalu alkohol dehidrogenase mereduksinya menjadi etanol. Satu glukosa menghasilkan dua piruvat, sehingga melepaskan dua CO₂ (Contoh 4). Laboratorium memakai gas fermentasi untuk mengenali bakteri, misalnya gas yang tertangkap di tabung Durham terbalik. Di lapangan (penalaran editorial), sisa makanan bergula di tong tertutup menjadi asam dan berbusa, dan wadahnya dapat menggembung oleh CO₂.

    Penguraian lemak dan protein

    OpenStax menjelaskan bahwa jalur penguraian lemak dan protein bermuara ke glikolisis, reaksi transisi, dan siklus Krebs.

    Lemak. Trigliserida dipecah lipase menjadi gliserol dan asam lemak, dan fosfolipid dipecah fosfolipase. Gliserol masuk glikolisis. Beta-oksidasi (beta-oxidation) adalah proses yang berulang kali memotong gugus asetil berkarbon dua dari ujung rantai asam lemak sambil membentuk NADH dan FADH₂. Elektron dari kedua pembawa itu dipakai membentuk ATP lewat fosforilasi oksidatif. Bab 15 · Bangunan & Fasilitas mengutip buku rujukan plumbing bahwa penguraian biologis lemak umumnya aerobik. Akibatnya (penalaran editorial), lemak di perangkap yang tanpa oksigen terurai lambat dan menumpuk, sehingga harus dikeluarkan secara fisik.

    Protein. Protease ekstraseluler memotong protein menjadi peptida, protease di dalam sel memecahnya menjadi asam amino, dan asam amino dideaminasi. Deaminasi (deamination) adalah pelepasan gugus amino dari asam amino oleh enzim. Sisa rantai karbonnya masuk reaksi transisi atau siklus Krebs. Dalam daur nitrogen, limbah bernitrogen diubah menjadi amonia, dan pengurai melepas belerang dari asam amino sebagai hidrogen sulfida. Karena itu protein dari darah, daging, ikan, telur, dan susu di air buangan dapur dan laundry adalah sumber amonia dan H₂S, terutama setelah air menjadi anaerob (penalaran editorial).

    Daur nitrogen dan sulfur

    Daur biogeokimia (biogeochemical cycle) adalah perputaran bahan anorganik antara makhluk hidup dan lingkungan tak hidup. Mikroba berperan di setiap langkahnya, kebanyakan lewat reaksi oksidasi dan reduksi.

    Nitrogen. Nitrogen udara masuk ke makhluk hidup lewat fiksasi oleh bakteri, dan nitrogen organik kembali menjadi gas melalui tiga langkah:

    1. Amonifikasi (ammonification) adalah perubahan limbah bernitrogen dari hewan atau sisa organisme mati menjadi amonia oleh bakteri dan jamur tertentu.
    2. Nitrifikasi (nitrification) adalah oksidasi amonia menjadi nitrit lalu nitrat oleh bakteri nitrifikasi seperti Nitrosomonas.
    3. Denitrifikasi (denitrification) adalah perubahan nitrat menjadi gas nitrogen oleh bakteri yang memakai nitrat sebagai penerima elektron akhir dalam respirasi anaerob.

    Menurut Bab 18 · Air & Pengolahan Air, nitrifikasi di IPAL memerlukan oksigen dan umur lumpur panjang, sedangkan denitrifikasi terjadi di zona tanpa oksigen terlarut. Biofilter anaerob-aerob di Bab 19 · Air & Pengolahan Air mengalirkan balik air kaya nitrat dari ruang aerob ke ruang anaerob supaya nitrat diubah menjadi gas nitrogen. Nitrogen dan fosfor berlebih di badan air menimbulkan eutrofikasi: ganggang tumbuh berlebihan lalu mati, dan air menjadi anaerob. Patokan nutrien air limbah ada di Bab 16 · Air & Pengolahan Air.

    Sulfur. Belerang adalah bagian asam amino sistein dan metionin. OpenStax menguraikan dua arah daur sulfur:

    1. Reduksi. Pengurai melepas belerang dari asam amino sebagai H₂S, dan bakteri serta arkea pereduksi sulfat mengubah sulfat menjadi H₂S dalam respirasi anaerob.
    2. Oksidasi. Bakteri fotosintetik anoksigenik serta arkea dan bakteri kemoautotrof memakai H₂S sebagai donor elektron dan mengoksidasinya menjadi belerang unsur, lalu sulfat.

    Bakteri belerang ungu, anaerob ketat yang hidup di air, mengoksidasi H₂S menjadi belerang unsur dan asam sulfat. Bab 28 · Air & Pengolahan Air memakai warna merah muda sampai ungu di kolam anaerob sebagai tanda beban berlebih yang menghasilkan sulfida. OpenStax juga mencatat Beggiatoa, yang hidup di air berkadar sulfida tinggi dan dapat mengganggu pengolahan air limbah, serta bakteri pengoksidasi sulfida yang menghasilkan banyak asam sulfat pada air asam tambang.

    Tempat gas terbentuk di gedung

    Pemetaan proses ke tempat kerja teknisi (penalaran editorial dari OpenStax dan bab yang dirujuk):

    TempatKeadaanProses utamaGas dan tanda
    Bak penampung dan saluran berair diamOksigen habis; lumpur dan lemak di dasarRespirasi aerob menghabiskan oksigen, lalu reduksi sulfat dan penguraian proteinH₂S, bau telur busuk, oksigen rendah
    Perangkap lemakLemak di atas, endapan sisa makanan di bawahLemak terurai lambat; fermentasi dan reduksi sulfat di endapanAsam organik, CO₂, H₂S
    Tangki septik dan ruang anaerob IPALTertutup, tanpa oksigen, lumpur lamaFermentasi, reduksi sulfat, metanogenesisCH₄, CO₂, H₂S
    Ruang aerob IPAL dan bak aerasiUdara dari blowerRespirasi aerob dan nitrifikasiCO₂; bau busuk bila blower mati
    Zona anoksik dan bak pengendapAda nitrat, tanpa oksigen terlarutDenitrifikasiGelembung N₂ yang mengangkat lumpur
    Kolam anaerobDalam, beban tinggiFermentasi, reduksi sulfat, metanogenesisH₂S; warna ungu dari bakteri belerang
    Tong sisa makanan tertutupHangat, kaya gulaFermentasiCO₂, asam, wadah menggembung

    Kasus pembuka kini terbaca (penalaran editorial). Selama dua hari tanpa aliran, bakteri aerob menghabiskan oksigen di bak, lalu bakteri pereduksi sulfat dan pengurai protein di lumpur dan lemak membentuk H₂S. Ketika air bergerak lagi pada Senin pagi, gas yang terkumpul dan terlarut terlepas ke ruang pompa.

    Gas dari mikroba, ruang terbatas, dan batas wewenang

    Sifat gas dari metabolisme mikroba, seperti dicatat Bab 11 · Kimia dan Bab 11 · Keselamatan:

    1. Hidrogen sulfida beracun, lebih berat daripada udara, berbau telur busuk pada kadar rendah, dan melumpuhkan penciuman pada kadar tinggi.
    2. Metana tidak berwarna, tidak berbau, lebih ringan daripada udara, dan mudah terbakar dengan batas nyala sekitar 5 sampai 15 persen volume (nilai baku pendekatan di Bab 11 · Kimia).
    3. Karbon dioksida tidak berbau, lebih berat daripada udara, dan pada kadar beberapa persen volume sudah menyebabkan napas cepat, pusing, dan kebingungan.
    4. Gas nitrogen tidak beracun, tetapi dalam jumlah besar mendesak oksigen, yang di ruang tertutup juga habis dipakai bakteri.

    Bab 11 · Keselamatan menjelaskan mengapa orang dapat pingsan dalam beberapa tarikan napas dan penolong sering menjadi korban.

    Bak penampung, perangkap lemak besar, tangki septik, ruang anaerob, dan bak IPAL termasuk ruang terbatas. Di Indonesia, K3 di ruang terbatas diatur Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2023. Menurut cuplikan pencarian, basis data peraturan BPK mencatatnya berlaku dengan beberapa pasal dicabut peraturan menteri tahun 2026, dan ringkasan JDIH Kemnaker menyebut izin masuk, formulir bebas gas berbahaya, isolasi energi, serta personel seperti teknisi deteksi gas dan petugas K3 penyelamat. Isi pasalnya tidak dibaca untuk bab ini.

    Pengetahuan metabolisme membantu teknisi (penalaran editorial) mengenali keadaan pembentuk gas, yaitu air diam, lumpur dan lemak menumpuk, tutup rapat, dan blower mati; mengerjakan dari luar lebih dulu seperti di Bab 11 · Keselamatan; meminta pengukuran di beberapa ketinggian (Contoh 6); dan melaporkan bau berulang sebagai tanda pengurasan terlambat, seperti di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas.

    Contoh kerja

    Contoh 1: hasil ATP respirasi aerob. Glikolisis memberi 2 NADH, reaksi transisi 2 NADH, dan dua putaran siklus Krebs 6 NADH dan 2 FADH₂, sehingga NADH berjumlah 10, dan fosforilasi tingkat substrat memberi 4 ATP. Dengan angka OpenStax, 10×3+2×2+4=3810 \times 3 + 2 \times 2 + 4 = 38 ATP. Fermentasi memberi 2 ATP, sehingga respirasi aerob menghasilkan 38/2=1938/2 = 19 kali lebih banyak dari glukosa yang sama.

    Contoh 2: gula untuk energi yang sama. Untuk 380 ATP (angka latihan), respirasi aerob memerlukan 380/38=10380/38 = 10 glukosa, respirasi anaerob 380/36=10,6380/36 = 10{,}6 sampai 380/5=76380/5 = 76 glukosa, dan fermentasi 380/2=190380/2 = 190 glukosa. Fermenter mengurai jauh lebih banyak bahan, sehingga asam dan gasnya juga jauh lebih banyak (penalaran editorial).

    Contoh 3: CO₂ dari respirasi aerob. Reaksi transisi melepaskan 2 CO₂ dan dua putaran siklus Krebs 4 CO₂, sehingga satu glukosa menjadi 6 CO₂. Persamaan yang disetarakan penyusun:

    C6H12O6+6 O2→6 CO2+6 H2O\text{C}_6\text{H}_{12}\text{O}_6 + 6\,\text{O}_2 \rightarrow 6\,\text{CO}_2 + 6\,\text{H}_2\text{O}

    Satu kilogram glukosa, dengan massa molar 180,16 g/mol (nilai literatur umum), adalah 1.000/180,16=5,551.000/180{,}16 = 5{,}55 mol. Hasilnya 6×5,55=33,36 \times 5{,}55 = 33{,}3 mol CO₂, yaitu 33,3×24,0=79933{,}3 \times 24{,}0 = 799 L pada 20 °C dan 1 atm.

    Contoh 4: CO₂ dari fermentasi alkohol. Persamaan yang disetarakan penyusun dari langkah OpenStax:

    C6H12O6→2 C2H5OH+2 CO2\text{C}_6\text{H}_{12}\text{O}_6 \rightarrow 2\,\text{C}_2\text{H}_5\text{OH} + 2\,\text{CO}_2

    Sisa sirup dan buah berisi 1 kg gula (angka latihan, dianggap glukosa) menghasilkan 2×5,55=11,12 \times 5{,}55 = 11{,}1 mol CO₂, yaitu 11,1×24,0=26611{,}1 \times 24{,}0 = 266 L. Di gudang 12 m³ tanpa ventilasi, bila tercampur merata, kadarnya 266/12.000=2,2266/12.000 = 2{,}2 persen volume atau 22.200 ppm, dan lebih pekat di dekat lantai.

    Contoh 5: metana dari asetat di tangki septik. Persamaan yang disetarakan penyusun dari pernyataan OpenStax bahwa metanogen memfermentasi asetat menjadi metana dan CO₂:

    CH3COOH→CH4+CO2\text{CH}_3\text{COOH} \rightarrow \text{CH}_4 + \text{CO}_2

    Lumpur menghasilkan 0,2 mol asetat per jam yang diurai metanogen (angka latihan), dan ruang udara tangki 1,5 m³ tertutup selama 24 jam, dengan udara terdesak keluar lewat ven. Metana yang terbentuk 0,2×24=4,80{,}2 \times 24 = 4{,}8 mol, yaitu 4,8×24,0=1154{,}8 \times 24{,}0 = 115 L atau 115/1.500=7,7115/1.500 = 7{,}7 persen volume, di dalam rentang nyala sekitar 5 sampai 15 persen. CO₂ juga 115 L, sehingga udara tinggal 1.500−230=1.2701.500 - 230 = 1.270 L, dan oksigen turun menjadi 20,9×1.270/1.500=17,720{,}9 \times 1.270/1.500 = 17{,}7 persen.

    Contoh 6: di mana gas berkumpul. Dengan massa molar udara 28,96 g/mol dari Bab 11 · Kimia, perbandingan massa jenis dengan udara adalah: metana 16,04/28,96=0,5516{,}04/28{,}96 = 0{,}55, gas nitrogen 28,01/28,96=0,9728{,}01/28{,}96 = 0{,}97, hidrogen sulfida 34,08/28,96=1,1834{,}08/28{,}96 = 1{,}18, dan CO₂ 44,01/28,96=1,5244{,}01/28{,}96 = 1{,}52. Massa molar metana dan gas nitrogen nilai literatur umum. Metana cenderung ke atas, sedangkan H₂S dan CO₂ ke dasar bak, sehingga pengukuran di mulut bak saja tidak cukup.

    Contoh 7: H₂S dari sulfat di bak penampung. Setiap ion sulfat direduksi menjadi satu molekul H₂S, karena keduanya membawa satu atom belerang. Bak berisi 2 m³ air dengan sulfat 40 mg/L (angka latihan) memuat 40×2.000=80.00040 \times 2.000 = 80.000 mg atau 80 g sulfat, yaitu 80/96,06=0,83380/96{,}06 = 0{,}833 mol (massa molar sulfat nilai literatur umum). Bila semuanya direduksi, terbentuk 0,833 mol H₂S atau 0,833×24,0=20,00{,}833 \times 24{,}0 = 20{,}0 L gas. Bila terlepas ke ruang udara 3 m³ dan tercampur merata, kadarnya 20,0/3.000×106≈6.70020{,}0/3.000 \times 10^6 \approx 6.700 ppm. Sebagian gas biasanya tetap terlarut dan terlepas ketika air diaduk atau dipompa (pengetahuan umum).

    Contoh 8: H₂S dari protein sisa makanan. Endapan perangkap lemak berisi 5 kg protein dengan belerang 1 persen massa (angka latihan) memuat 50 g belerang, yaitu 50/32,06=1,5650/32{,}06 = 1{,}56 mol (massa molar belerang nilai literatur umum). Bila seluruh belerang dilepas pengurai sebagai H₂S, terbentuk 1,56 mol, yaitu 1,56×24,0=37,41{,}56 \times 24{,}0 = 37{,}4 L gas dengan massa 1,56×34,08=531{,}56 \times 34{,}08 = 53 g.

    Contoh 9: gas nitrogen dari denitrifikasi. IPAL menerima 20 m³/hari air limbah dengan nitrogen amonia 40 mg/L sebagai N (angka latihan), yaitu 20×40=80020 \times 40 = 800 g N per hari, atau 800/14,007=57,1800/14{,}007 = 57{,}1 mol N (nilai literatur umum untuk massa atom nitrogen). Bila semuanya dinitrifikasi lalu didenitrifikasi, terbentuk 57,1/2=28,657{,}1/2 = 28{,}6 mol N₂ per hari, yaitu 28,6×24,0=68528{,}6 \times 24{,}0 = 685 L. Gas ini, bila terbentuk di dasar bak pengendap kedua, mengangkat lumpur seperti di Bab 18 · Air & Pengolahan Air.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada penyelia, petugas K3, atau pengelola IPAL bila:

    1. Tercium bau telur busuk atau bau gas, atau detektor berbunyi, di bak, perangkap lemak, ruang pompa buangan, tangki septik, atau IPAL. Menjauh dan laporkan, seperti di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas.
    2. Pekerjaan memerlukan masuk atau memasukkan kepala ke bak, tangki septik, atau ruang anaerob tanpa izin masuk, uji udara di beberapa ketinggian, ventilasi, penjaga, dan sistem penyelamatan, seperti di Bab 11 · Keselamatan.
    3. Ada orang pingsan, pusing, atau bingung di dalam ruang itu. Jangan masuk menolong tanpa pelatihan dan pelindung napas; panggil tim penyelamat.
    4. Ada api, percikan, rokok, gerinda, atau las di dekat ven dan lubang tangki septik atau ruang anaerob yang dapat berisi metana.
    5. Ada perintah menuang disinfektan, pemutih, atau bahan kimia pekat ke tangki septik atau IPAL tanpa persetujuan pengelola, karena bahan itu dapat mematikan mikroba pengolah, seperti di Bab 19 · Air & Pengolahan Air.
    6. Lumpur atau isi perangkap lemak akan dibuang ke tempat yang tidak diizinkan.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Di bak tertutup tanpa udara, bakteri berhenti bekerja." Bakteri beralih ke respirasi anaerob dan fermentasi, dan justru di sana H₂S, metana, dan CO₂ terbentuk.

    "Bau telur busuk yang hilang berarti gasnya sudah hilang." H₂S berkadar tinggi melumpuhkan penciuman, seperti dicatat Bab 11 · Kimia; hanya detektor yang dapat dipercaya.

    "Tidak ada bau berarti tidak ada gas berbahaya." Metana dan CO₂ tidak berbau, dan oksigen yang rendah juga tidak tercium.

    "Semua gas saluran naik ke atas." H₂S dan CO₂ lebih berat daripada udara dan berkumpul di dasar; hanya metana yang cenderung naik.

    "Fermentasi sama dengan respirasi anaerob." Fermentasi memakai penerima elektron organik tanpa rantai transpor elektron dan memberi paling banyak 2 ATP; respirasi anaerob memakai nitrat, sulfat, atau CO₂.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 7 · Laundry membahas enzim deterjen, Bab 11 · Kimia gas berbahaya dan ventilasi, Bab 11 · Keselamatan ruang terbatas, Bab 15 · Bangunan & Fasilitas perangkap lemak, Bab 16 · Air & Pengolahan Air nutrien air limbah, Bab 18 · Air & Pengolahan Air nitrifikasi dan denitrifikasi, Bab 19 · Air & Pengolahan Air proses anaerob, Bab 28 · Air & Pengolahan Air kolam anaerob, Bab 14 kelompok bakteri, dan Bab 16 kebutuhan oksigen mikroba.

    Latihan dan pembahasan

    1. Sebuah bakteri hanya membentuk 2 ATP per NADH dan 1 ATP per FADH₂ (angka latihan). Berapa hasil ATP maksimumnya per glukosa bila fosforilasi tingkat substrat tetap 4 ATP?
    2. Berapa liter CO₂ pada 20 °C dan 1 atm terbentuk dari 500 g glukosa yang difermentasi khamir menjadi etanol?
    3. Metanogen mengurai 3 mol asetat. Berapa liter metana terbentuk, dan di bagian mana tangki gas itu cenderung berkumpul?
    4. Mengapa bau H₂S di bak penampung paling kuat setelah air diam lama?
    5. Apa beda nitrifikasi dan denitrifikasi, dan mengapa biofilter anaerob-aerob mengalirkan balik air dari ruang aerob ke ruang anaerob?
    6. Teknisi mencium bau telur busuk di mulut bak, lalu dua menit kemudian baunya hilang. Apa yang harus ia simpulkan dan lakukan?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Hasilnya 10×2+2×1+4=2610 \times 2 + 2 \times 1 + 4 = 26 ATP per glukosa. Angka ini lebih rendah dari 38 ATP karena jumlah H⁺ yang dipompa per elektron berbeda antarspesies, seperti dicatat OpenStax.
    2. Glukosa 500/180,16=2,78500/180{,}16 = 2{,}78 mol menghasilkan dua kali lipat CO₂, yaitu 5,555{,}55 mol. Volumenya 5,55×24,0=1335{,}55 \times 24{,}0 = 133 L pada keadaan itu.
    3. Setiap mol asetat menghasilkan satu mol metana, sehingga terbentuk 3 mol atau 3×24,0=723 \times 24{,}0 = 72 L metana. Metana lebih ringan daripada udara, sehingga berkumpul di bagian atas tangki dekat tutup dan ven, jauh dari sumber nyala.
    4. Air yang diam tidak mendapat oksigen baru, sehingga bakteri aerob menghabiskannya. Setelah itu bakteri pereduksi sulfat dan pengurai protein di lumpur membentuk H₂S, yang terlepas ketika air diaduk atau dipompa lagi.
    5. Nitrifikasi mengoksidasi amonia menjadi nitrit dan nitrat dengan oksigen, sedangkan denitrifikasi mengubah nitrat menjadi gas nitrogen tanpa oksigen terlarut. Air dari ruang aerob kaya nitrat, sehingga dialirkan ke ruang anaerob supaya nitratnya dilepas sebagai N₂.
    6. Bau yang hilang tidak membuktikan gasnya hilang, karena H₂S berkadar tinggi melumpuhkan penciuman. Ia harus menjauh, tidak memasukkan kepala ke bak, dan meminta pengukuran gas serta prosedur ruang terbatas seperti di Bab 11 · Keselamatan.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Microbiologyopenstax.org
    • Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 11 Tahun 2023 Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Ruang Terbatasperaturan.bpk.go.id

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Sebuah bakteri hanya membentuk 2 ATP per NADH dan 1 ATP per FADH₂ (angka latihan). Berapa hasil ATP maksimumnya per glukosa bila fosforilasi tingkat substrat tetap 4 ATP?

    2

    Berapa liter CO₂ pada 20 °C dan 1 atm terbentuk dari 500 g glukosa yang difermentasi khamir menjadi etanol?

    3

    Metanogen mengurai 3 mol asetat. Berapa liter metana terbentuk, dan di bagian mana tangki gas itu cenderung berkumpul?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat