Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Keselamatan · Bab 11Lanjut

    Ruang terbatas: tangki, bak, saluran, dan atmosfer berbahaya; menguji udara, ventilasi, izin masuk, penjaga, dan penyelamatan

    Pompa celup di bak penampung air buangan laundry macet oleh gumpalan kain. Seorang teknisi turun ke bak sedalam hampir dua meter untuk mencabutnya, jatuh pingsan dalam beberapa menit, dan rekannya yang turun menolong juga pingsan. Bab ini menjelaskan ruang terbatas dari sisi teknisi: mengenali ruang terbatas di laundry dan gedung, bahaya atmosfer dan bahaya lain di dalamnya, mengapa penolong sering menjadi korban, mengerjakan dari luar, izin masuk, isolasi, urutan dan cara menguji udara, ventilasi paksa, penjaga di luar, rencana penyelamatan tanpa masuk, dan kapan pekerjaan harus diserahkan kepada orang yang terlatih dan berwenang.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Pompa celup di bak penampung air buangan sebuah laundry macet oleh gumpalan kain dan serat. Air mulai meluap ke lantai ruang cuci. Seorang teknisi membuka tutup bak, turun lewat tangga besi ke dasar bak yang dalamnya hampir dua meter, lalu membungkuk untuk menarik gumpalan dari saringan pompa. Lumpur di dasar bak teraduk. Dalam beberapa menit ia terhuyung dan jatuh. Rekannya melihat dari atas, berteriak, lalu turun untuk menolong, dan ia juga jatuh pingsan di samping korban pertama.

    Kejadian seperti ini terjadi berulang di banyak tempat, dan polanya hampir selalu sama: ruangnya terlihat biasa, udaranya tidak berbau atau baunya cepat hilang, pekerjaannya hanya sebentar, dan penolong masuk tanpa pelindung napas. Bab ini menjelaskan cara mengenali ruang terbatas, mengapa udaranya dapat membunuh, dan langkah yang harus ada sebelum siapa pun masuk. Bab ini tidak memberi wewenang untuk masuk; masuk ruang terbatas memerlukan pelatihan, izin kerja, dan penyelamat yang siap.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas ruang terbatas yang dijumpai teknisi laundry, dapur, dan gedung: bak penampung dan bak kontrol, perangkap lemak besar, bak IPAL, tangki air bawah tanah dan atap, tangki kimia, saluran udara besar, lubang pemeriksaan, ruang di bawah lantai, dan bagian dalam mesin besar. Perhitungan gas, ppm, batas nyala, dan pengenceran ventilasi sudah dijelaskan di Kimia 192 dan dirujuk di sini tanpa diulang. Bau dan gas dari saluran buangan ada di Bab 6 · Bangunan & Fasilitas dan Bab 15 · Bangunan & Fasilitas, limbah laundry dan IPAL di Bab 17 · Laundry, isolasi energi di bab isolasi energi non-listrik dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, dan APD di bab APD. Sumbernya adalah narasi Keselamatan Teknik, narasi Kimia, narasi Bangunan, materi K3 di Drive pemilik, dan pengetahuan keselamatan umum yang ditandai di peta sumber. Batas kadar oksigen, batas paparan gas, dan syarat izin masuk diambil dari peraturan dan prosedur perusahaan yang berlaku; angka di bab ini adalah nilai literatur umum atau angka latihan, dan nomor peraturan tidak disalin.

    Apa yang membuat sebuah ruang menjadi ruang terbatas

    Sebuah ruang dianggap ruang terbatas bila memenuhi tiga ciri sekaligus:

    1. Cukup besar untuk dimasuki sebagian atau seluruh badan, termasuk memasukkan kepala dan bahu ke lubang pemeriksaan.
    2. Jalan masuk dan keluarnya terbatas: lubang sempit, tangga tegak, atau letaknya di bawah tanah, sehingga keluar cepat atau ditolong sulit.
    3. Tidak dirancang untuk ditempati terus-menerus, sehingga ventilasinya tidak dirancang untuk manusia.

    Ruang yang memenuhi ketiga ciri itu, ditambah salah satu bahaya di bagian berikut, diperlakukan sebagai ruang terbatas yang memerlukan izin masuk. Di laundry dan gedung contohnya:

    RuangBahaya yang khas
    Bak penampung dan bak kontrol air buanganHidrogen sulfida, oksigen rendah, lumpur, air yang naik
    Perangkap lemak besar dan bak IPALHidrogen sulfida, metana, lumpur, bahan biologis
    Tangki air bawah tanah dan tangki atapLantai licin, sisa disinfektan, uap cat atau pelapis baru, tenggelam
    Tangki kimia dan tangki pencampurSisa kimia, gas dari campuran, pengaduk
    Bagian dalam mesin cuci besar, pengering besar, dan saluran pengeringBagian berputar, panas sisa, serat, sisa kimia
    Ruang di bawah lantai dan parit kabel atau pipaOksigen rendah, gas yang mengalir turun, panas, sempit

    Ruang yang tidak termasuk tabel tetap dinilai dengan tiga ciri itu, bukan dengan namanya.

    Bahaya di dalam ruang terbatas

    Bahaya terbesar adalah udara, karena tidak terlihat dan sering tidak berbau:

    1. Oksigen kurang. Gas lain mendesak oksigen, atau oksigen habis terpakai oleh karat, pembusukan, dan bakteri. Kimia 192 menjelaskan gas yang mendesak oksigen dan mengapa karbon dioksida berbahaya sebelum oksigen turun banyak.
    2. Gas beracun. Hidrogen sulfida dari pembusukan di saluran dan lumpur; karbon monoksida dari mesin bakar atau pemanas yang buangannya masuk; klorin dan gas lain dari sisa kimia yang tercampur, seperti di bab bahan kimia.
    3. Gas atau uap mudah terbakar. Metana dari pembusukan, uap pelarut dari cat atau perekat, dan hidrogen dari reaksi logam dengan kimia basa atau asam. Narasi Kimia mencatat bahwa metana tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, tetapi mudah terbakar, sehingga tidak ada indra yang memperingatkan.
    4. Oksigen berlebih, misalnya karena oksigen murni dialirkan untuk "menyegarkan" udara. Kadar oksigen yang tinggi membuat bahan biasa, termasuk pakaian, mudah terbakar (Contoh 9).

    Bahaya lain yang tidak kalah penting:

    1. Tenggelam atau terbenam oleh air, lumpur, atau serat yang masuk tiba-tiba, misalnya ketika mesin di hulu membuang air.
    2. Energi dari pompa, pengaduk, katup, uap, dan listrik, yang harus diisolasi seperti di bab isolasi energi non-listrik dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali.
    3. Panas, karena ruang sempit tanpa aliran udara cepat menjadi panas, seperti di bab panas dan uap.
    4. Jatuh saat turun lewat tangga tegak, seperti di bab kerja di ketinggian.
    5. Bentuk ruang yang menjepit, misalnya dasar yang menyempit atau pipa yang menonjol.

    Mengapa penolong sering menjadi korban

    Udara dengan oksigen sangat rendah atau hidrogen sulfida berkadar tinggi dapat membuat orang pingsan dalam beberapa tarikan napas, tanpa sempat merasa sesak. Orang di luar melihat rekannya jatuh dan secara naluri turun menolong. Ia menghirup udara yang sama dan jatuh di tempat yang sama. Kimia 192 mencatat bahwa banyak korban ruang terbatas adalah penolong yang masuk tanpa pelindung napas.

    Hidrogen sulfida menambah tipu dayanya: baunya seperti telur busuk pada kadar rendah, tetapi pada kadar tinggi indra penciuman lumpuh, sehingga bau yang hilang disangka gasnya hilang. Bab 15 · Bangunan & Fasilitas menjadikan bau telur busuk yang kuat di bak kontrol atau ruang pompa buangan sebagai kondisi berhenti.

    Karena itu aturan paling penting di bab ini sederhana: orang yang tidak terlatih dan tidak memakai pelindung napas yang sesuai tidak masuk untuk menolong. Penolong memanggil bantuan, memakai sistem penyelamatan dari luar bila sudah terpasang, dan menunggu tim yang terlatih.

    Langkah pertama: kerjakan dari luar

    Buku instalasi listrik dalam narasi Keselamatan Teknik menyarankan menghindari masuk ke ruang terbatas, misalnya dengan mengerjakan pekerjaan dari luar. Ini langkah menghindari bahaya dalam hirarki pengendalian di Bab 2:

    1. Pompa celup diangkat ke atas dengan rantai atau tali angkat yang sudah terpasang, lalu dibersihkan di lantai. Pemasangan pompa yang baik menyediakan rel atau rantai seperti itu.
    2. Saringan dan pipa dibersihkan dari atas dengan alat bergagang panjang, semprotan air, atau truk penyedot.
    3. Kamera atau cermin dipakai untuk melihat dasar bak dan saluran.
    4. Lumpur dikuras dengan pompa lumpur atau penyedot dari luar.
    5. Desain ulang: saringan kasar dipasang di hulu bak agar kain tidak sampai ke pompa, dan titik pemeriksaan dipindah ke tempat yang dapat dijangkau dari atas.

    Pada kasus pembuka, pompa yang dapat diangkat dengan rantai dari atas menghilangkan alasan untuk turun sama sekali. Masuk ke ruang terbatas dipilih hanya bila pekerjaan benar-benar tidak dapat dikerjakan dari luar.

    Izin masuk dan penanggung jawab

    Masuk ke ruang terbatas dilakukan dengan izin kerja tertulis, seperti dijelaskan di Bab 2 dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali. Izin masuk sekurang-kurangnya mencatat:

    1. Ruang yang dimasuki dan tujuan pekerjaannya.
    2. Bahaya yang dikenali, dari identifikasi bahaya seperti di bab identifikasi bahaya.
    3. Isolasi yang sudah dipasang dan dibuktikan, beserta gembok dan labelnya.
    4. Hasil uji udara: waktu, alat, kadar oksigen, gas mudah terbakar, dan gas beracun yang diukur, di tiap ketinggian.
    5. Ventilasi yang dipasang dan cara memantaunya selama bekerja.
    6. Nama orang yang masuk, penjaga di luar, dan penanggung jawab yang menandatangani izin.
    7. APD, alat komunikasi, dan alat penyelamatan yang dipasang.
    8. Rencana penyelamatan dan nomor darurat.
    9. Waktu berlaku, dan syarat pembatalan izin bila keadaan berubah.

    Izin dipasang di jalan masuk selama pekerjaan, dan ditutup ketika semua orang sudah keluar dan ruang dikembalikan. Izin yang ditandatangani tanpa memeriksa hal di atas tidak memberi perlindungan apa pun.

    Mengisolasi ruang sebelum masuk

    Ruang terbatas harus dipisahkan dari semua yang dapat masuk ke dalamnya atau bergerak di dalamnya:

    1. Aliran masuk: pipa air, buangan mesin, uap, dan kimia diputus. Menutup satu katup tidak cukup karena katup dapat bocor atau dibuka orang lain; pipa dilepas dan ditutup, dipasang pelat buta, atau dipakai dua katup dengan pembuangan di antaranya, menurut prosedur. Mesin di hulu yang membuang ke bak dihentikan dan dikunci.
    2. Energi: pompa, pengaduk, dan katup bermotor dimatikan dan dikunci seperti di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, dan energi non-listrik seperti air bertekanan, uap, dan gravitasi diisolasi seperti di bab isolasi energi non-listrik.
    3. Isi: air, lumpur, dan kimia dikuras dan dibilas sejauh mungkin dari luar, karena lumpur yang teraduk saat bekerja melepaskan gas lagi (Contoh 8).

    Isolasi dibuktikan sebelum uji udara terakhir, karena aliran yang masuk setelah pengujian membuat hasil uji tidak berlaku.

    Menguji udara: urutan, tempat, dan waktu

    Udara diuji dari luar, sebelum siapa pun memasukkan kepala, dengan detektor gas yang sudah diuji dengan gas uji sebelum dipakai seperti di Kimia 192. Urutannya:

    1. Oksigen dulu. Kekurangan oksigen adalah bahaya langsung, dan banyak sensor gas mudah terbakar jenis katalitik memerlukan oksigen yang cukup untuk membaca dengan benar (nilai literatur umum).
    2. Gas mudah terbakar kedua, dibaca sebagai persen batas bawah mudah terbakar seperti di Kimia 192 (Contoh 2).
    3. Gas beracun ketiga, seperti hidrogen sulfida dan karbon monoksida, dibandingkan dengan batas paparan yang berlaku.

    Udara diuji di beberapa ketinggian: atas, tengah, dan dasar ruang, karena gas memisah menurut beratnya. Hidrogen sulfida dan karbon dioksida lebih berat daripada udara dan berkumpul di dasar, sedangkan metana lebih ringan dan berkumpul di atas. Sampel diambil dengan selang dan pompa detektor dari luar, dan detektor dibiarkan membaca cukup lama di setiap titik untuk waktu tempuh udara dalam selang ditambah waktu tanggap sensor (Contoh 5).

    Kadar oksigen yang diterima, batas gas mudah terbakar, dan batas paparan gas beracun mengikuti peraturan dan prosedur perusahaan. Sebagai nilai literatur umum, banyak prosedur menerima oksigen di antara sekitar 19,5 dan 23,5 persen volume, dan menghentikan pekerjaan bila gas mudah terbakar mencapai sekitar 10 persen batas bawah.

    Uji ulang dan pantau terus. Udara di ruang terbatas berubah selama bekerja: lumpur teraduk, kimia menguap, panas naik, dan ventilasi dapat berhenti. Orang yang masuk membawa detektor yang menyala terus dengan alarm, dan semua orang keluar segera bila alarm berbunyi, tanpa menunggu memastikan.

    Ventilasi paksa

    Ventilasi paksa meniupkan udara bersih ke dalam ruang dengan blower dan selang udara. Aturannya:

    1. Udara bersih dari tempat yang bersih. Lubang isap blower jauh dari buangan kendaraan, genset, pemanas, dan cerobong; mesin bakar tidak dipakai di dekatnya karena karbon monoksida terhisap masuk.
    2. Selang sampai ke dasar atau ke tempat orang bekerja, sehingga udara bersih mendorong gas berat keluar dari bawah.
    3. Tidak pernah memakai oksigen murni untuk ventilasi (Contoh 9).
    4. Gas mudah terbakar: blower dan peralatan listrik dipilih yang sesuai untuk udara mudah terbakar. Narasi Keselamatan Teknik mencatat bahwa perlengkapan seperti motor listrik tidak diizinkan di area berbahaya; pemilihan peralatannya mengikuti ahli dan prosedur.
    5. Ventilasi tidak menggantikan pengujian. Hitungan waktu pengenceran di Kimia 192 menganggap udara tercampur merata, sedangkan sudut mati dan lapisan gas di dasar turun jauh lebih lambat (Contoh 3).

    Ventilasi berjalan terus selama orang berada di dalam, dan bila ventilasi berhenti, orang keluar.

    Penjaga di luar dan rencana penyelamatan

    Penjaga

    Setiap masuk ruang terbatas memerlukan sekurang-kurangnya satu penjaga di luar yang tugasnya hanya menjaga:

    1. Mengetahui jumlah dan nama orang di dalam.
    2. Menjaga komunikasi terus-menerus dengan suara, tali isyarat, atau radio.
    3. Mengamati keadaan di dalam dan di luar, termasuk detektor, ventilasi, dan cuaca atau aliran yang dapat masuk.
    4. Memerintahkan keluar bila ada alarm, tanda pusing, atau perubahan keadaan.
    5. Memanggil penyelamat dan menjalankan penyelamatan dari luar.
    6. Tidak masuk untuk menolong, kecuali ia anggota tim penyelamat terlatih yang sudah digantikan penjaga lain.

    Penjaga tidak mengerjakan pekerjaan lain dan tidak meninggalkan tempatnya sebelum digantikan.

    Penyelamatan tanpa masuk

    Rencana penyelamatan disiapkan sebelum masuk, bukan setelah ada korban. Cara yang diutamakan adalah penyelamatan tanpa masuk: orang di dalam memakai harnes yang tersambung ke tali, dan tali itu terpasang ke tripod dengan derek di atas lubang, sehingga penjaga dapat menarik korban keluar tanpa turun. Penyelamatan dengan masuk hanya dilakukan oleh tim yang terlatih dengan pelindung napas yang memasok udara sendiri. Menunggu petugas dari luar sering terlalu lama untuk korban yang kekurangan oksigen (Contoh 6), sehingga alat dan orang yang dapat menyelamatkan harus berada di tempat.

    Setelah korban berada di luar, pertolongan pertama diberikan oleh orang yang terlatih. Buku instalasi listrik dalam narasi mencatat bahwa orang yang tidak sadar tetapi bernapas dipindahkan ke posisi pemulihan. Materi pelatihan K3 laundry rumah sakit memuat tanggap darurat sebagai bagian K3 laundry, dan rencana untuk ruang terbatas adalah bagian khusus dari rencana itu yang dilatih sebelum dipakai. Setiap kejadian, termasuk alarm yang berbunyi tanpa korban, dilaporkan dan dipelajari seperti di bab investigasi insiden.

    Alat dan APD untuk masuk

    Alat yang dibawa masuk dipilih untuk keadaan ruang:

    1. Detektor gas pribadi yang menyala terus dengan alarm.
    2. Harnes yang tersambung ke sistem penyelamatan.
    3. Penerangan yang sesuai: lampu bertegangan rendah atau lampu baterai, dan bila ada gas mudah terbakar, lampu dan alat yang sesuai untuk area itu.
    4. APD untuk bahaya lain di dalam, seperti sarung tangan, pelindung mata, sepatu bot, dan pakaian untuk lumpur dan kimia, seperti di bab APD.
    5. Pelindung napas hanya bila prosedur memintanya dan pemakainya terlatih. Masker penyaring tidak memberi oksigen dan tidak dipakai di udara yang kekurangan oksigen; pelindung napas yang memasok udara sendiri mempunyai batas waktu pemakaian (Contoh 7).

    Narasi Bangunan mencatat bahwa perangkap pada saluran gedung menutup udara saluran buangan agar tidak masuk ke gedung. Ketika bak, saluran, atau lubang pemeriksaan dibuka, penutup itu hilang, dan udara saluran keluar ke ruang kerja. Karena itu pengujian udara juga dilakukan di sekitar lubang yang dibuka, bukan hanya di dalamnya.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Oksigen terdesak. Tangki 5 m³ berisi udara kemasukan 0,5 m³ gas nitrogen dari pembilasan pipa, dan gas tercampur merata. Kadar oksigen menjadi sekitar 20,9×5/5,5=19,020{,}9 \times 5/5{,}5 = 19{,}0 persen, di bawah sekitar 19,5 persen yang dipakai banyak prosedur (nilai literatur umum). Tidak ada bau atau tanda apa pun.

    Contoh 2. Membaca persen batas bawah. Batas bawah mudah terbakar metana sekitar 5 persen volume (nilai literatur umum, seperti di Kimia 192). Detektor menunjukkan 20 persen batas bawah, yaitu 0,20×5=10{,}20 \times 5 = 1 persen volume atau 10.000 ppm. Angka itu melewati batas henti sekitar 10 persen batas bawah, sehingga pekerjaan tidak dimulai.

    Contoh 3. Waktu ventilasi dan batasnya. Bak 6 m³ diventilasi dengan blower 120 m³/jam, yaitu 20 pergantian udara per jam. Untuk menurunkan hidrogen sulfida dari 200 ppm ke 5 ppm dengan rumus Kimia 192: t=(6/120)ln⁡(200/5)=0,05×3,69=0,18t = (6/120)\ln(200/5) = 0{,}05 \times 3{,}69 = 0{,}18 jam, sekitar 11 menit (angka latihan). Hasil ini menganggap udara tercampur merata; bak baru dimasuki setelah pengukuran di dasar menunjukkan kadar aman.

    Contoh 4. Mengukur di beberapa ketinggian. Pembacaan di lubang bak: oksigen 20,8 persen dan hidrogen sulfida 0 ppm. Di tengah: 20,5 persen dan 3 ppm. Di dasar: 18,2 persen dan 45 ppm (angka latihan). Pengukuran di lubang saja akan menyimpulkan bak aman, padahal dasar tempat orang membungkuk bekerja tidak aman.

    Contoh 5. Waktu tempuh dalam selang sampel. Selang 6 m dengan diameter dalam 3 mm berisi udara π×0,00152×6=4,2×10−5\pi \times 0{,}0015^2 \times 6 = 4{,}2 \times 10^{-5} m³, sekitar 42 mL. Pompa detektor mengisap 0,5 L/menit, sehingga udara dari ujung selang sampai ke sensor dalam 42/500×60=542/500 \times 60 = 5 detik. Ditambah waktu tanggap sensor sekitar 30 detik (angka latihan), pembacaan di setiap ketinggian ditunggu sekurang-kurangnya sekitar 35 detik, dan lebih lama menurut petunjuk alat.

    Contoh 6. Waktu penyelamatan. Otak yang kekurangan oksigen dapat rusak dalam sekitar 4 menit (nilai literatur umum). Bila petugas penyelamat dari luar tiba 15 menit setelah dipanggil (angka latihan), korban yang pingsan di udara kekurangan oksigen hampir pasti tidak tertolong. Tripod dan derek yang sudah terpasang memungkinkan korban ditarik keluar dalam satu sampai dua menit.

    Contoh 7. Lama pemakaian pelindung napas. Tabung 6 L bertekanan 300 bar berisi sekitar 6×300=1.8006 \times 300 = 1.800 L udara bebas. Pada kebutuhan napas kerja berat 40 L/menit, isinya cukup untuk 1.800/40=451.800/40 = 45 menit. Bila sekitar 20 persen disisakan sebagai cadangan untuk keluar (angka latihan), waktu kerja sekitar 36 menit, belum termasuk waktu masuk dan keluar.

    Contoh 8. Lumpur yang teraduk. Lumpur di dasar bak melepaskan hidrogen sulfida 2 L/jam, yaitu 0,002 m³/jam, dan bak diventilasi 120 m³/jam. Kadar tunak menurut Kimia 192 sekitar 0,002/120=1,7×10−50{,}002/120 = 1{,}7 \times 10^{-5}, yaitu 17 ppm. Bila lumpur teraduk saat orang bekerja dan pelepasannya naik sepuluh kali (angka latihan), kadar tunaknya sekitar 170 ppm. Karena itu udara dipantau terus selama bekerja, bukan hanya sebelum masuk.

    Contoh 9. Oksigen murni untuk "menyegarkan" udara. Oksigen murni 0,3 m³ dialirkan ke tangki 3 m³ berisi udara, dan gas tercampur. Kadar oksigen menjadi sekitar (0,209×3+0,3)/3,3=0,281(0{,}209 \times 3 + 0{,}3)/3{,}3 = 0{,}281, yaitu 28,1 persen, di atas sekitar 23,5 persen yang dipakai banyak prosedur (nilai literatur umum). Pakaian dan minyak di dalam tangki menjadi mudah menyala oleh percikan kecil.

    Kondisi berhenti

    Jangan masuk, atau keluar segera, bila:

    1. Pekerjaan dapat dikerjakan dari luar.
    2. Izin masuk belum ada, belum ditandatangani penanggung jawab, atau keadaannya sudah berubah dari yang tercatat.
    3. Aliran masuk, energi, atau isi ruang belum diisolasi dan dibuktikan.
    4. Udara belum diuji di semua ketinggian, detektor belum diuji dengan gas uji, atau hasilnya di luar batas yang berlaku.
    5. Detektor pribadi berbunyi, ventilasi berhenti, atau tercium bau telur busuk, bau kimia, atau bau gas.
    6. Tidak ada penjaga di luar, atau penjaga meninggalkan tempatnya.
    7. Sistem penyelamatan tanpa masuk tidak terpasang, atau rencana penyelamatan belum ada.
    8. Orang di dalam merasa pusing, mual, sesak, atau bingung.
    9. Teknisi tidak terlatih dan tidak berwenang untuk masuk ruang terbatas; ikuti Bab 1.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Hanya sebentar, tidak perlu izin." Pingsan dapat terjadi dalam beberapa napas; lama pekerjaan tidak mengubah udaranya.

    "Tidak berbau berarti aman." Kekurangan oksigen, karbon monoksida, dan metana tidak berbau, dan hidrogen sulfida berkadar tinggi melumpuhkan penciuman.

    "Ruang terbuka di atas tidak termasuk ruang terbatas." Bak terbuka yang dalam tetap mengumpulkan gas berat di dasarnya.

    "Sudah diventilasi, tidak perlu diukur." Ventilasi menurunkan kadar, tetapi hanya pengukuran yang menunjukkan kadar di tempat orang bekerja.

    "Masker debu cukup." Masker penyaring tidak memberi oksigen.

    "Penolong yang cepat menyelamatkan nyawa." Penolong yang masuk tanpa pelindung napas menambah korban.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 memberi kondisi berhenti, Bab 2 hirarki pengendalian dan izin kerja, Kimia 192 perhitungan gas, batas nyala, dan ventilasi, Bab 76 · Kelistrikan & Kendali penguncian kelompok dan izin kerja, Bab 21 · Laundry K3 laundry, Bab 17 · Laundry limbah laundry dan IPAL, Bab 6 · Bangunan & Fasilitas dan Bab 15 · Bangunan & Fasilitas gas saluran buangan dan perangkap lemak, bab isolasi energi non-listrik, bab APD, bab bahan kimia, bab panas dan uap, bab kerja di ketinggian, dan bab investigasi insiden.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Tangki 4 m³ berisi udara kemasukan 0,4 m³ karbon dioksida yang tercampur merata. Berapa kadar oksigennya?
    2. Detektor menunjukkan 15 persen batas bawah untuk metana dengan batas bawah 5 persen volume. Berapa persen volume dan ppm, dan apa keputusannya bila batas henti 10 persen batas bawah?
    3. Bak 8 m³ diventilasi 160 m³/jam. Berapa waktu yang diperlukan untuk menurunkan gas dari 100 ppm ke 5 ppm menurut model tercampur merata?
    4. Mengapa oksigen diuji lebih dulu daripada gas mudah terbakar?
    5. Mengapa penjaga di luar tidak boleh masuk untuk menolong?
    6. Mengapa udara diuji di atas, tengah, dan dasar ruang?

    Kunci jawaban beralasan

    1. 20,9×4/4,4=19,020{,}9 \times 4/4{,}4 = 19{,}0 persen, di bawah sekitar 19,5 persen yang dipakai banyak prosedur, sehingga tangki tidak dimasuki.
    2. 0,15×5=0,750{,}15 \times 5 = 0{,}75 persen volume atau 7.500 ppm; angka ini melewati batas henti 10 persen batas bawah, sehingga pekerjaan tidak dimulai.
    3. t=(8/160)ln⁡(100/5)=0,05×3,00=0,15t = (8/160)\ln(100/5) = 0{,}05 \times 3{,}00 = 0{,}15 jam, sekitar 9 menit, dan ruang tetap diukur sebelum dimasuki.
    4. Oksigen rendah adalah bahaya langsung, dan sensor katalitik gas mudah terbakar memerlukan oksigen cukup agar pembacaannya benar.
    5. Penjaga yang masuk tanpa pelindung napas dapat pingsan seperti korban, dan tidak ada lagi orang di luar yang memanggil bantuan.
    6. Gas memisah menurut beratnya: hidrogen sulfida dan karbon dioksida di dasar, metana di atas, sehingga satu titik tidak mewakili ruang.

    Referensi

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Tangki 4 m³ berisi udara kemasukan 0,4 m³ karbon dioksida yang tercampur merata. Berapa kadar oksigennya?

    2

    Detektor menunjukkan 15 persen batas bawah untuk metana dengan batas bawah 5 persen volume. Berapa persen volume dan ppm, dan apa keputusannya bila batas henti 10 persen batas bawah?

    3

    Bak 8 m³ diventilasi 160 m³/jam. Berapa waktu yang diperlukan untuk menurunkan gas dari 100 ppm ke 5 ppm menurut model tercampur merata?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat