Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Keselamatan · Bab 10Lanjut

    Kerja di ketinggian, tangga, dan perancah ringan: memilih akses, memeriksa, memasang, jatuh, dan benda jatuh

    Teknisi yang membersihkan saluran buang pengering di plafon laundry memakai tangga lipat yang berdiri di lantai basah, naik sampai anak tangga paling atas, dan meraih ke samping untuk melepas klem saluran. Tangga bergeser, ia jatuh dari ketinggian sekitar dua meter ke lantai beton, dan kunci pas yang terlepas dari sakunya mengenai petugas laundry di bawah. Bab ini menjelaskan kerja di ketinggian dari sisi teknisi: menghindari kerja di ketinggian, memilih akses yang sesuai, memeriksa dan memasang tangga lipat dan tangga sandar, perancah beroda ringan, permukaan rapuh dan tepi terbuka, gaya jatuh dan mengapa penahan jatuh memerlukan pelatihan dan ruang bebas, benda jatuh, bahaya di atas kepala, dan rencana bila seseorang tergantung.

    22 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Seorang teknisi membersihkan saluran buang pengering yang berjalan di bawah plafon ruang laundry. Ia memakai tangga lipat yang kebetulan ada, mendirikannya di lantai yang masih basah, naik sampai anak tangga paling atas, lalu meraih ke samping untuk melepas klem saluran. Tangga bergeser, ia jatuh dari ketinggian sekitar dua meter ke lantai beton, dan kunci pas yang terlepas dari saku bajunya mengenai bahu petugas laundry yang lewat di bawah.

    Ketinggian dua meter terdengar rendah, tetapi cukup untuk patah tulang dan cedera kepala yang berat. Tangga yang tidak sesuai, alas yang licin, berdiri di anak tangga teratas, dan meraih ke samping adalah rangkaian yang sudah dikenal. Bab ini menjelaskan cara memilih, memeriksa, dan memakai akses kerja di ketinggian, dan mengapa sebagian pekerjaan di ketinggian harus diserahkan kepada orang yang terlatih dengan alat yang lebih tepat.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas pekerjaan di ketinggian yang dijumpai teknisi servis: memasang dan memeriksa dispenser, lampu, sensor, saluran buang, pipa, katup, dan peralatan di atas mesin atau di plafon. Pemakaian sistem penahan jatuh, pemasangan perancah besar, dan pekerjaan di atap memerlukan pelatihan dan izin kerja tersendiri; bab ini menjelaskan prinsipnya agar teknisi mengenali kapan pekerjaan itu di luar kewenangannya. Identifikasi bahaya ada di bab identifikasi bahaya, isolasi energi di bab isolasi energi non-listrik dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, dan saluran pengering di Bab 15 · Laundry dan Bab 16 · Bangunan & Fasilitas. Sumbernya adalah narasi disiplin Keselamatan Teknik, materi K3 di Drive pemilik, dan pengetahuan keselamatan umum yang ditandai di peta sumber. Batas ketinggian, persyaratan alat, dan kompetensi diambil dari peraturan; angka di bab ini adalah nilai literatur umum atau angka latihan.

    Mengapa jatuh dari ketinggian rendah berbahaya

    Kecepatan saat menyentuh lantai setelah jatuh bebas dari tinggi hh adalah

    v=2ghv = \sqrt{2 g h}

    dan energinya E=mghE = m g h. Jatuh dari 2 m menghasilkan kecepatan sekitar 6,3 m/s, setara berlari kencang lalu menabrak dinding, dengan tubuh yang tidak siap dan sering kepala lebih dulu (Contoh 1). Lantai beton dan tepi mesin di bawah menambah keparahan. Karena itu ukuran yang dipakai bukan "seberapa tinggi", melainkan "apakah orang dapat jatuh dan terluka".

    Menghindari kerja di ketinggian

    Langkah pertama hirarki pengendalian di Bab 2 adalah menghindari bahaya:

    1. Kerjakan dari bawah: alat bergagang panjang untuk membersihkan, menurunkan komponen ke lantai untuk diperbaiki, katup dan titik ukur yang dipindah ke ketinggian tangan saat pemasangan.
    2. Rancang pemasangan agar perawatan rutin tidak memerlukan tangga, misalnya dispenser dan unit kendali dipasang setinggi dada, dan pintu pemeriksaan saluran dipasang di tempat yang terjangkau.
    3. Kurangi lama kerja di atas: siapkan komponen, alat, dan bahan di bawah, sehingga waktu di ketinggian hanya untuk pekerjaan yang memang harus di sana.

    Ketika pekerjaan di ketinggian tidak dapat dihindari, akses kerja yang mencegah jatuh lebih dulu dipilih, misalnya platform berpagar, sebelum akses yang hanya mengurangi akibat jatuh.

    Memilih akses kerja

    AksesCocok untukBatas
    Tangga lipat (tangga A)Pekerjaan ringan dan singkat, dua tangan bebas sesekaliTidak untuk meraih jauh ke samping atau mendorong kuat
    Tangga sandarNaik turun ke tingkat lain, pekerjaan sangat singkatBukan tempat kerja lama; tangan perlu berpegangan
    Platform tangga berpagarPekerjaan beberapa menit sampai jam di satu titikLantai harus rata
    Perancah beroda ringanPekerjaan lebih lama atau di beberapa titik berdekatanDirakit dan dipakai menurut pabrik; roda dikunci
    Alat angkat orang berplatformKetinggian lebih besarOperator terlatih dan berizin

    Pilihan didasarkan pada tinggi, lama, jenis pekerjaan, gaya yang diperlukan, dan keadaan lantai. Pada kasus pembuka, melepas klem saluran yang perlu dua tangan dan meraih ke samping lebih cocok dikerjakan dari platform berpagar atau perancah beroda.

    Memeriksa tangga sebelum dipakai

    Materi pelatihan teknisi pemilik meminta setiap alat diperiksa singkat sebelum dipakai, dan pekerjaan dihentikan serta kerusakan dilaporkan bila alat rusak. Buku instalasi listrik dalam narasi mencatat bahwa paku keling harus diperiksa secara visual untuk memastikan semuanya ada di tempatnya dan tidak rusak. Kutipan itu dalam narasi tidak menyebut alat yang dimaksud, tetapi pemeriksaannya berlaku sama untuk tangga logam yang anak tangganya dikeling. Pemeriksaan tangga meliputi:

    1. Kaki dan sepatu kaki: karet antislip ada dan tidak aus.
    2. Rel samping: tidak bengkok, retak, atau penyok.
    3. Anak tangga: tidak longgar, bengkok, licin oleh oli atau deterjen, dan paku keling atau sambungannya utuh.
    4. Pengunci dan penahan rentang pada tangga lipat: mengunci penuh.
    5. Label kapasitas dan jenis tangga terbaca; berat orang, alat, dan bahan tidak melampaui kapasitas (Contoh 7).

    Tangga logam tidak dipakai di dekat bagian listrik terbuka; tangga dari bahan tidak menghantar dipakai untuk pekerjaan di dekat listrik menurut bab kelistrikan. Tangga yang gagal pemeriksaan diberi label jangan dipakai dan dipisahkan dari tangga lain, karena tangga rusak yang hanya disandarkan di pojok akan dipakai lagi oleh orang berikutnya yang terburu-buru. Tangga buatan sendiri, tangga yang disambung, dan kursi atau tong yang ditumpuk tidak dipakai sebagai akses kerja.

    Memasang dan memakai tangga

    Tangga sandar dipasang dengan perbandingan sekitar satu ke empat: kaki tangga berjarak seperempat tinggi titik sandar dari dinding, sekitar 75° terhadap lantai, dan ujungnya menjulang sekitar satu meter di atas tempat turun bila dipakai untuk naik ke tingkat lain (nilai literatur umum; Contoh 2). Kaki tangga di lantai yang rata, kering, dan kuat; ujung atasnya diikat atau dipegangi orang kedua.

    Tangga lipat dibuka penuh dan dikunci, berdiri di lantai rata, dengan muka tangga menghadap pekerjaan. Dua atau tiga anak tangga teratas tidak dipakai untuk berdiri menurut label pabrik, sehingga lutut atau pinggul masih bersandar pada tangga.

    Aturan memakai keduanya:

    1. Tiga titik kontak: dua tangan dan satu kaki, atau dua kaki dan satu tangan, selalu menyentuh tangga saat naik turun.
    2. Badan di antara rel: jangan meraih ke samping sampai pusar keluar dari rel; turunkan dan pindahkan tangga.
    3. Satu orang di tangga pada satu waktu.
    4. Alat dibawa di sabuk atau tas, atau dinaikkan dengan tali, bukan di tangan atau saku yang terbuka.
    5. Lantai di bawah kering dan dibatasi agar orang tidak lewat dan tidak menabrak kaki tangga; pintu yang dapat membentur tangga dikunci atau dijaga.
    6. Hentikan bila pusing, lelah, atau angin dan getaran mesin membuat tangga bergerak.

    Lantai basah dan licin di ruang laundry

    Materi pelatihan K3 laundry rumah sakit mencatat terpeleset sebagai bahaya di ruang laundry. Lantai ruang cuci sering basah oleh air bilasan, busa deterjen, dan kondensat, sehingga kaki tangga mudah tergelincir (Contoh 9). Sebelum mendirikan tangga, lantai di titik kerja dikeringkan, sumber tetesan dihentikan, dan bila lantai tidak dapat dibuat kering, akses lain dipilih atau alas antislip yang sesuai dipasang di bawah kaki tangga. Sepatu teknisi juga diperiksa: sol yang licin oleh deterjen membuat kaki tergelincir di anak tangga.

    Bekerja sendirian

    Teknisi yang bekerja sendirian di ketinggian, misalnya di ruang mesin pada malam hari, tidak mempunyai orang yang memegangi tangga, menjaga area di bawah, atau memanggil bantuan bila jatuh. Pekerjaan seperti itu dijadwalkan ulang agar ada orang kedua, atau setidaknya ada cara komunikasi yang diperiksa berkala oleh orang lain.

    Perancah beroda ringan

    Perancah beroda dipakai menurut petunjuk pabriknya. Buku instalasi listrik dalam narasi juga mencatat bahwa ban harus dipompa dengan benar dan roda dibuat tidak dapat bergerak; kutipan itu tidak menyebut alatnya, tetapi prinsipnya berlaku untuk setiap akses beroda: roda yang dapat berputar atau ban yang kempis membuat platform bergerak atau miring saat orang bekerja di atasnya. Aturan umum lainnya:

    1. Dirakit lengkap oleh orang yang kompeten, dengan semua penguat, pagar, dan papan kaki.
    2. Perbandingan tinggi terhadap lebar alas dijaga menurut pabrik; perancah sempit yang tinggi mudah terguling (Contoh 6).
    3. Lantai rata dan kuat; tidak di atas saluran berpenutup lemah atau tumpahan.
    4. Tidak dipindahkan dengan orang atau bahan di atasnya.
    5. Naik dari dalam lewat tangga perancah, bukan memanjat rangka luar.

    Permukaan rapuh, tepi terbuka, dan bukaan

    Plafon gantung, atap lembaran, penutup kaca, dan penutup saluran tidak dirancang menahan orang. Teknisi yang harus bekerja di atas plafon memakai jalan titian yang dirancang untuk itu atau tidak masuk sama sekali. Tepi platform dan lantai mezanin ruang mesin diberi pagar. Lubang di lantai, misalnya bak penampung dan saluran yang tutupnya dibuka, ditutup kembali atau diberi pagar sementara selama pekerjaan. Bekerja di atas mesin, misalnya di atas washer-extractor atau setrika gulung, diperlakukan sebagai kerja di ketinggian, karena permukaannya licin, sempit, dan dapat bergerak.

    Penahan jatuh: prinsip dan batas

    Bila jatuh tidak dapat dicegah dengan pagar atau platform, sistem penahan jatuh dipakai: harnes seluruh badan, tali dengan peredam kejut, dan titik tambat yang kuat. Gaya yang diterima tubuh saat jatuh dihentikan bergantung pada jarak pengereman: semakin pendek jarak berhenti, semakin besar gayanya (Contoh 3). Peredam kejut memperpanjang jarak berhenti sehingga gaya turun ke tingkat yang dapat ditahan tubuh, tetapi menambah panjang jatuh. Karena itu sistem penahan jatuh memerlukan ruang bebas di bawah titik tambat yang cukup untuk panjang tali, panjang peredam yang terbuka, regangan harnes, tinggi badan, dan jarak aman, yang sering beberapa meter (nilai literatur umum; Contoh 4). Pada ketinggian dua sampai tiga meter, ruang bebas sering tidak cukup, sehingga penahan jatuh tidak menolong dan platform berpagar lebih tepat.

    Sebelum penahan jatuh, ada pilihan yang lebih baik: pembatas gerak, yaitu harnes dan tali yang panjangnya diatur sehingga orang tidak dapat mencapai tepi tempat ia bisa jatuh. Sistem ini mencegah jatuh, sedangkan penahan jatuh hanya menghentikan jatuh yang sudah terjadi, sehingga pembatas gerak lebih diutamakan bila tata letaknya memungkinkan.

    Harnes yang dipakai tanpa pelatihan, titik tambat yang dipilih asal kuat, dan tali yang diikat ke pipa adalah sumber kecelakaan tersendiri. Pemakaian sistem ini, pemeriksaannya, dan rencana penyelamatannya mengikuti pelatihan dan izin kerja.

    Benda jatuh

    Alat dan komponen yang jatuh dari ketinggian melukai orang di bawah, seperti kunci pas pada kasus pembuka (Contoh 5). Pengendaliannya:

    1. Batasi area di bawah dengan pembatas dan rambu, dan beri tahu orang di sekitar.
    2. Ikat alat dengan tali pengaman alat bila bekerja di atas jalur orang, dan simpan baut serta komponen kecil di wadah tertutup.
    3. Papan kaki pada platform dan perancah.
    4. Turunkan bahan dengan tali atau ember, tidak dilempar; bahan yang berat dinaikkan dan diturunkan dengan alat seperti di bab mengangkat dengan alat.
    5. Helm bagi orang yang harus berada di bawah, seperti di bab APD.

    Bahaya di atas kepala

    Di ketinggian, teknisi lebih dekat dengan bahaya yang tidak terlihat dari lantai: kabel dan lampu yang bertegangan, pipa uap dan air panas, saluran buang pengering yang panas dan penuh serat, kipas, dan rel katrol. Sebelum naik, bahaya di atas diperiksa dari lantai, dan energi yang dapat dijangkau diisolasi seperti di bab isolasi energi non-listrik dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali. Saluran pengering yang dibuka melepaskan serat dan debu ke wajah; pelindung mata dan masker dipakai, dan pengering yang tersambung dimatikan dan dikunci agar tidak meniupkan udara panas saat saluran terbuka.

    Rencana bila seseorang jatuh atau tergantung

    Setiap pekerjaan di ketinggian mempunyai rencana bila sesuatu salah: siapa yang menolong, dengan alat apa, dan bagaimana memanggil bantuan medis. Orang yang jatuh tidak dipindahkan bila dicurigai cedera leher atau punggung, kecuali ada bahaya lain yang lebih besar; buku instalasi listrik dalam narasi mencatat bahwa orang yang tidak sadar tetapi bernapas dipindahkan ke posisi pemulihan. Orang yang tergantung di harnes harus diturunkan secepatnya, karena tergantung lama dapat mengganggu peredaran darah; inilah alasan sistem penahan jatuh tidak dipakai tanpa rencana penyelamatan yang sudah dilatih. Menunggu petugas dari luar sering terlalu lama, sehingga alat dan orang untuk menurunkan korban disiapkan sebelum pekerjaan dimulai. Setiap jatuh, tangga yang tergelincir, dan benda yang jatuh, termasuk yang tidak melukai siapa pun, dilaporkan dan dipelajari seperti di bab investigasi insiden.

    Contoh kerja

    Contoh 1. Kecepatan dan energi jatuh. Teknisi 80 kg jatuh dari 2 m: v=2×9,81×2=6,3v = \sqrt{2 \times 9{,}81 \times 2} = 6{,}3 m/s dan E=80×9,81×2=1.570E = 80 \times 9{,}81 \times 2 = 1.570 J.

    Contoh 2. Jarak kaki tangga sandar. Titik sandar 4 m di atas lantai: dengan perbandingan satu ke empat, kaki tangga berjarak sekitar 1 m dari dinding, sudut arctan⁡4=76∘\arctan 4 = 76^\circ. Tangga yang dipakai untuk naik ke platform 4 m perlu panjang sekitar 42+12+1=5,1\sqrt{4^2 + 1^2} + 1 = 5{,}1 m agar menjulang satu meter.

    Contoh 3. Gaya saat jatuh dihentikan. Teknisi 80 kg jatuh bebas 2 m. Bila dihentikan tali tanpa peredam dalam jarak 0,05 m, gaya rata-ratanya sekitar 80×9,81×(2/0,05+1)=3280 \times 9{,}81 \times (2/0{,}05 + 1) = 32 kN; dengan peredam yang memperpanjang jarak berhenti menjadi 1 m, sekitar 80×9,81×(2/1+1)=2,480 \times 9{,}81 \times (2/1 + 1) = 2{,}4 kN (angka latihan untuk model gaya rata-rata).

    Contoh 4. Ruang bebas di bawah titik tambat. Tali 2 m, peredam terbuka 1,75 m, regangan harnes 0,3 m, tinggi badan dari cincin harnes ke kaki 1,5 m, dan jarak aman 1 m (angka latihan): ruang bebas yang diperlukan sekitar 2+1,75+0,3+1,5+1=6,552 + 1{,}75 + 0{,}3 + 1{,}5 + 1 = 6{,}55 m di bawah titik tambat. Plafon setinggi 3 m tidak memberi ruang sebesar itu.

    Contoh 5. Kunci pas yang jatuh. Kunci 1 kg jatuh dari 3 m: kecepatan 2×9,81×3=7,7\sqrt{2 \times 9{,}81 \times 3} = 7{,}7 m/s dan energi 1×9,81×3=291 \times 9{,}81 \times 3 = 29 J, cukup untuk melukai kepala tanpa helm.

    Contoh 6. Perbandingan tinggi dan alas perancah. Perancah beroda dengan alas terkecil 1,2 m dan perbandingan pabrik 3 ke 1 untuk pemakaian di dalam ruang (angka latihan): tinggi platform paling tinggi 3×1,2=3,63 \times 1{,}2 = 3{,}6 m tanpa penopang tambahan.

    Contoh 7. Kapasitas tangga. Teknisi 80 kg dengan sabuk alat 15 kg dan komponen saluran 20 kg: 80+15+20=11580 + 15 + 20 = 115 kg. Tangga berlabel 150 kg cukup; tangga berlabel 100 kg tidak.

    Contoh 8. Waktu di ketinggian. Pekerjaan membersihkan 6 klem saluran, masing-masing 10 menit di atas dan 5 menit memindahkan tangga (angka latihan): 6×15=906 \times 15 = 90 menit, dengan 30 menit naik turun tangga. Perancah beroda yang dipindah dua kali mengurangi naik turun dan meraih ke samping.

    Contoh 9. Lantai basah. Koefisien gesek kaki tangga di lantai kering 0,6 dan di lantai basah berdeterjen 0,2 (angka latihan). Tangga sandar pada sudut 76° memerlukan gesekan kaki sekurang-kurangnya sekitar 1/(2tan⁡76∘)=0,121/(2 \tan 76^\circ) = 0{,}12 untuk tangga kosong menurut model sederhana; orang yang naik dan meraih ke samping menaikkan kebutuhan itu jauh di atas angka tersebut, sehingga lantai basah membuat tangga mudah tergelincir.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan bila:

    1. Pekerjaan dapat dikerjakan dari bawah atau komponen dapat diturunkan, tetapi direncanakan di ketinggian.
    2. Akses kerja tidak sesuai pekerjaan, misalnya tangga untuk pekerjaan yang memerlukan dua tangan, gaya besar, atau meraih jauh.
    3. Tangga atau perancah rusak, tidak berlabel, atau berdiri di lantai yang basah, licin, miring, atau lemah.
    4. Area di bawah tidak dapat dibatasi dari orang yang lewat.
    5. Pekerjaan memerlukan penahan jatuh, perancah besar, alat angkat orang, atau masuk ke atas plafon, dan teknisi tidak terlatih dan tidak berizin untuk itu.
    6. Bahaya di atas kepala, seperti listrik, uap, atau saluran panas, belum diisolasi; ikuti Bab 1.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    "Dua meter tidak tinggi." Jatuh dari dua meter dapat mematahkan tulang dan mencederai kepala.

    "Tangga lipat cocok untuk semua pekerjaan." Tangga untuk pekerjaan ringan dan singkat, bukan untuk meraih dan mendorong.

    "Anak tangga paling atas boleh dipakai sebentar." Anak tangga teratas menghilangkan sandaran dan keseimbangan.

    "Harnes selalu membuat aman." Tanpa ruang bebas, titik tambat yang benar, dan rencana penyelamatan, harnes tidak menolong.

    "Atas plafon bisa diinjak hati-hati." Plafon gantung tidak dirancang menahan orang.

    "Alat di saku sudah aman." Alat yang jatuh dari saku melukai orang di bawah.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 1 memberi kondisi berhenti, Fisika 174 gaya, Fisika 175 gesekan kaki tangga, bab identifikasi bahaya, bab isolasi energi non-listrik dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali, Bab 15 · Laundry dan Bab 16 · Bangunan & Fasilitas saluran pengering, Bab 2 hirarki pengendalian, bab APD helm dan pelindung lain, bab mengangkat dengan alat untuk menaikkan dan menurunkan bahan, dan bab investigasi insiden untuk melaporkan jatuh dan nyaris jatuh.

    Latihan dan pembahasan

    Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.

    1. Berapa kecepatan jatuh dari 1,5 m?
    2. Titik sandar tangga 3,2 m di atas lantai. Berapa jarak kaki tangga dari dinding menurut perbandingan satu ke empat?
    3. Orang 90 kg jatuh 1,5 m dan dihentikan dalam 0,5 m. Berapa gaya rata-rata menurut model di Contoh 3?
    4. Alas perancah 1,0 m dengan perbandingan pabrik 3 ke 1. Berapa tinggi platform paling tinggi?
    5. Mengapa penahan jatuh sering tidak menolong pada ketinggian dua sampai tiga meter?
    6. Mengapa badan dijaga di antara rel tangga?

    Kunci jawaban beralasan

    1. v=2×9,81×1,5=5,4v = \sqrt{2 \times 9{,}81 \times 1{,}5} = 5{,}4 m/s saat menyentuh lantai, cukup untuk cedera serius.
    2. 3,2/4=0,83{,}2/4 = 0{,}8 m dari dinding, sehingga sudut tangga sekitar 76° terhadap lantai.
    3. 90×9,81×(1,5/0,5+1)=3.53290 \times 9{,}81 \times (1{,}5/0{,}5 + 1) = 3.532 N, sekitar 3,5 kN gaya rata-rata pada tubuh.
    4. 3×1,0=3,03 \times 1{,}0 = 3{,}0 m tanpa penopang tambahan menurut petunjuk pabrik tersebut.
    5. Ruang bebas di bawah titik tambat yang diperlukan untuk tali dan peredam sering lebih besar daripada tinggi jatuhnya.
    6. Meraih keluar rel memindahkan titik berat ke luar kaki tangga sehingga tangga terguling atau tergelincir.

    Referensi

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Berapa kecepatan jatuh dari 1,5 m?

    2

    Titik sandar tangga 3,2 m di atas lantai. Berapa jarak kaki tangga dari dinding menurut perbandingan satu ke empat?

    3

    Orang 90 kg jatuh 1,5 m dan dihentikan dalam 0,5 m. Berapa gaya rata-rata menurut model di Contoh 3?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat