Investigasi insiden, nyaris celaka, pelaporan, dan pembelajaran: urutan kejadian, penyebab, tindakan perbaikan, dan angka kecelakaan
Dalam tiga bulan, selang kimia dari dispenser ke sebuah mesin cuci lepas tiga kali dan menyemprotkan cairan ke lantai. Tidak ada yang terluka, dan tidak ada yang melapor. Kali keempat, cairan alkali mengenai mata operator. Bab ini menjelaskan apa yang dilakukan teknisi setelah sebuah kejadian: tindakan segera, menjaga tempat kejadian, melapor, mengapa nyaris celaka harus dilaporkan, budaya melapor yang adil, mengumpulkan fakta, menyusun urutan kejadian, mencari penyebab langsung, penyebab mendasar, dan penyebab sistem, memeriksa penghalang yang gagal, memilih dan memverifikasi tindakan perbaikan, menghitung angka frekuensi dan keparahan, dan membagikan pelajaran.
Dalam tiga bulan, selang kimia dari dispenser ke sebuah mesin cuci lepas tiga kali dari sambungannya di mesin dan menyemprotkan cairan ke lantai. Setiap kali, operator mematikan dispenser, mengepel lantai, dan memasang kembali selang. Tidak ada yang terluka, sehingga tidak ada yang melapor. Kali keempat, selang lepas ketika seorang operator membungkuk di depan mesin, dan cairan alkali mengenai matanya.
Setelah kejadian itu, penyelidikan menemukan bahwa klem selang yang terpasang tidak sesuai ukuran selangnya, bahwa selang menjadi lunak oleh panas mesin, dan bahwa tiga kejadian sebelumnya sudah diketahui semua orang di ruang cuci tetapi tidak pernah tercatat. Tiga peringatan gratis terbuang. Bab ini menjelaskan cara menangani kejadian dan nyaris celaka sehingga peringatan seperti itu dipakai sebelum ada yang terluka, dan sehingga kejadian yang sudah terjadi tidak terulang.
Batas pembahasan
Bab ini membahas pekerjaan teknisi dan penyelia setelah kejadian di laundry, dapur, dan gedung: tindakan segera, pelaporan, pengumpulan fakta, analisis penyebab, tindakan perbaikan, dan angka kecelakaan. Metode menguji hipotesis dan analisis akar sebab kegagalan teknis dijelaskan di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis dan dirujuk di sini; bab ini menerapkannya pada kejadian keselamatan. Tanggap darurat untuk paparan kimia, kebakaran, dan evakuasi ada di Bab 21 · Laundry. Sumbernya adalah narasi Keselamatan Teknik, materi K3 di Drive pemilik, dan pengetahuan keselamatan umum yang ditandai di peta sumber. Kewajiban melapor kecelakaan kerja, batas waktu, formulir, dan instansi tujuan diatur oleh peraturan yang berlaku dan prosedur perusahaan; bab ini tidak menyalin nomor peraturan dan angka resminya.
Istilah yang dipakai
- Kecelakaan: kejadian yang menyebabkan cedera, penyakit, atau kerusakan.
- Nyaris celaka: kejadian yang dapat menyebabkan cedera atau kerusakan tetapi tidak, karena kebetulan atau karena penghalang terakhir bekerja. Selang yang lepas tanpa mengenai orang adalah nyaris celaka.
- Insiden: istilah umum untuk kecelakaan dan nyaris celaka.
- Kondisi tidak aman: keadaan yang dapat menyebabkan kejadian, tetapi belum ada kejadian, misalnya klem yang tidak sesuai atau pelindung mesin yang hilang. Narasi mencatat contoh sederhana: alat tidak boleh ditinggal di tempat yang dapat membuat orang tersandung atau menimbulkan bahaya lain.
- Penyakit akibat kerja: penyakit yang timbul dari faktor risiko pekerjaan. Modul analisis kimia dalam narasi membahas penyakit akibat kerja yang ditimbulkan oleh faktor risiko kerja, seperti gangguan pendengaran di bab kebisingan dan dermatitis dari bahan kimia.
- Hari kerja hilang: hari ketika pekerja tidak dapat bekerja karena kecelakaan. Modul yang sama mencatat tingkat hilangnya jam kerja karena kecelakaan sebagai salah satu ukuran K3.
Mengapa nyaris celaka harus dilaporkan
Untuk setiap kecelakaan yang melukai orang, biasanya ada banyak nyaris celaka dan lebih banyak lagi kondisi tidak aman dengan sebab yang sama. Perbandingan angkanya berbeda antara tempat kerja dan diperdebatkan dalam literatur, tetapi polanya dikenal luas (nilai literatur umum). Modul analisis kimia dalam narasi menggambarkan kecelakaan dengan teori domino: bila satu kartu domino jatuh, kartu itu menimpa kartu lain, sehingga mencabut satu kartu di tengah rangkaian menghentikan kecelakaan.
Nyaris celaka adalah rangkaian domino yang sama dengan kartu terakhir yang kebetulan tidak jatuh. Ia memberi pelajaran yang sama dengan kecelakaan tanpa ada yang terluka. Dokumen K3 laundry pemilik meminta nyaris celaka dilaporkan dan meminta komunikasi yang terbuka tentang bahaya. Pada kasus pembuka, satu laporan setelah selang lepas pertama kali sudah cukup untuk memeriksa klem dan selang sebelum operator terluka.
Tindakan segera setelah kejadian
Urutan tindakan di tempat kejadian:
- Amankan diri dan orang lain sebelum menolong: hentikan sumber bahaya bila aman, seperti mematikan dispenser, mesin, atau aliran, dan jangan menjadi korban kedua, seperti dijelaskan untuk ruang terbatas.
- Tolong korban sesuai kemampuan dan panggil bantuan. Untuk paparan kimia, pembilasan dan pertolongan mengikuti Bab 21 · Laundry dan bab bahan kimia. Buku instalasi listrik dalam narasi mencatat bahwa orang yang tidak sadar tetapi bernapas dipindahkan ke posisi pemulihan.
- Cegah kejadian kedua: isolasi energi dan pasang pembatas, seperti di bab isolasi energi non-listrik.
- Jaga tempat kejadian sejauh aman: komponen yang lepas, alat yang dipakai, dan posisi katup atau sakelar tidak diubah, dirapikan, atau diperbaiki sebelum dicatat dan difoto. Bukti yang hilang di jam pertama tidak dapat dikembalikan.
- Laporkan kepada penyelia segera, dengan kata-kata sederhana: apa yang terjadi, di mana, siapa yang terluka, dan apa yang sudah dilakukan.
Melapor: siapa, kapan, dan apa
Laporan internal dibuat secepatnya, sebaiknya pada hari yang sama, oleh orang yang terlibat atau menyaksikan. Isinya sekurang-kurangnya:
- Waktu dan tempat kejadian.
- Orang yang terlibat dan saksi.
- Uraian kejadian dengan kata-kata sendiri, tanpa menyimpulkan siapa yang salah.
- Cedera, kerusakan, dan tindakan segera yang sudah diambil.
- Foto, sketsa, dan bukti yang disimpan.
- Usulan awal pelapor untuk mencegah terulang.
Buku instalasi listrik dari Inggris dalam narasi mencatat bahwa, menurut aturan di sana, laporan harus dibuat dalam 15 hari setelah kecelakaan, dan bahwa ada banyak catatan yang harus disimpan bahkan setelah kecelakaan kecil. Batas waktu dan instansi tujuan pelaporan kecelakaan kerja di Indonesia mengikuti peraturan yang berlaku dan prosedur perusahaan, bukan angka dari buku itu. Yang sama di mana pun: kecelakaan dilaporkan ke dalam perusahaan dulu, dan perusahaan yang meneruskannya ke instansi dan penjamin bila diwajibkan.
Budaya melapor yang adil
Orang melapor bila melapor tidak merugikan dirinya. Bila setiap laporan diikuti hukuman, nyaris celaka disembunyikan dan kecelakaan dilaporkan setengah, sehingga perusahaan kehilangan peringatan dan fakta. Budaya yang adil memisahkan tiga hal:
- Kesalahan yang jujur, seperti salah membaca label atau lupa satu langkah. Ditangani dengan memperbaiki sistem: label, urutan kerja, alat, dan pelatihan.
- Perilaku berisiko yang menjadi kebiasaan karena dianggap biasa, seperti melepas pelindung karena pekerjaan menjadi lebih cepat. Ditangani dengan memahami mengapa jalan pintas itu menarik dan menghilangkan alasannya, ditambah pembinaan.
- Pelanggaran sengaja yang nekat, seperti melewati penguncian setelah dilarang. Hanya golongan ini yang ditangani dengan tindakan disiplin.
Investigasi yang adil tidak bertanya "siapa yang salah", tetapi "mengapa keputusan itu masuk akal bagi orang tersebut pada saat itu". Materi pelatihan teknisi pemilik meminta teknisi menghentikan pekerjaan dan melaporkan bila menemukan bahaya; permintaan itu hanya berjalan bila laporan diterima dengan baik.
Mengumpulkan fakta
Fakta dikumpulkan secepatnya, karena ingatan berubah dan bukti dibereskan. Empat jenis bukti yang lazim dikumpulkan:
- Orang: korban, saksi, operator, teknisi yang terakhir merawat peralatan, dan penyelia.
- Posisi: letak orang, alat, komponen, dan tumpahan; difoto dari beberapa arah dan diukur.
- Bagian: komponen yang rusak atau lepas, seperti selang, klem, dan sambungan; disimpan, diberi label, dan tidak dibuang.
- Dokumen: catatan perawatan, izin kerja, analisis keselamatan pekerjaan seperti di bab identifikasi bahaya, lembar data, prosedur, jadwal kerja, dan catatan pelatihan.
Saksi diwawancarai satu per satu dan secepatnya, dengan pertanyaan terbuka seperti "ceritakan apa yang Anda lihat", bukan pertanyaan yang mengarahkan seperti "selangnya sudah longgar, kan?". Wawancara bertujuan memahami, bukan mencari pengakuan. Perbedaan cerita antar saksi dicatat apa adanya; perbedaan itu sering menunjukkan bagian yang perlu diperiksa dengan bukti fisik.
Menyusun urutan kejadian
Urutan kejadian disusun dari keadaan normal sampai kejadian dan tindakan setelahnya, dengan waktu dan sumber setiap fakta. Contoh untuk kasus pembuka:
| Waktu | Kejadian | Sumber |
|---|---|---|
| 3 bulan sebelumnya | Selang diganti; klem lama hilang, dipakai klem yang ada di bengkel | Catatan perawatan, teknisi |
| 3 bulan sampai 1 minggu sebelumnya | Selang lepas tiga kali, dipasang kembali oleh operator | Wawancara operator |
| Hari kejadian, pagi | Mesin menjalankan program panas berturut-turut | Catatan mesin |
| Hari kejadian, siang | Selang lepas saat dispenser memompa; cairan mengenai mata operator | Saksi, foto |
| Sesaat sesudahnya | Operator dibilas di tempat cuci mata, dibawa berobat | Saksi, catatan klinik |
Urutan ini memperlihatkan hal yang tidak terlihat dari kejadian hari itu saja: masalahnya mulai tiga bulan sebelumnya, ketika klem diganti.
Mencari penyebab
Penyebab dicari dalam tiga lapis:
- Penyebab langsung: hal yang langsung menimbulkan kejadian. Pada kasus pembuka: selang lepas dari sambungan dan menyemprot.
- Penyebab mendasar: kondisi dan tindakan yang membuat penyebab langsung terjadi. Klem tidak sesuai ukuran selang, selang melunak oleh panas, dan selang yang lepas dipasang kembali tanpa diperiksa.
- Penyebab sistem: kekurangan dalam cara kerja organisasi yang membiarkan penyebab mendasar ada. Tidak ada daftar suku cadang untuk klem, tidak ada pemeriksaan setelah penggantian selang, dan nyaris celaka tidak dilaporkan karena tidak ada yang merasa perlu.
Modul analisis kimia dalam narasi membagi faktor penyebab kecelakaan menjadi teknis dan nonteknis, dan memasukkan tempat kerja, kondisi peralatan, bahan, serta transportasi dan peralatan yang bergerak ke dalam faktor teknis. Pembagian itu berguna sebagai daftar periksa agar tidak ada jenis penyebab yang terlewat.
Cara menguji setiap dugaan penyebab dengan bukti yang membedakan dijelaskan di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis. Pertanyaan "mengapa" yang diulang beberapa kali sering membawa dari penyebab langsung ke penyebab sistem (Contoh 8), asalkan setiap jawaban didukung bukti dan tidak berhenti pada orang.
"Kesalahan manusia" bukan akhir investigasi. Bila penyelidikan berhenti pada "operator kurang hati-hati", tindakan perbaikannya hanya teguran, dan orang berikutnya akan membuat kesalahan yang sama di sistem yang sama. Pertanyaan berikutnya selalu: mengapa kesalahan itu mudah terjadi, dan mengapa tidak ada penghalang yang menangkapnya.
Penghalang yang gagal
Setiap bahaya yang dikenali seharusnya mempunyai penghalang, seperti dijelaskan dalam hirarki pengendalian di Bab 2. Investigasi memeriksa penghalang mana yang ada dan bekerja, mana yang ada tetapi gagal, dan mana yang seharusnya ada tetapi tidak dipasang:
| Penghalang | Keadaan |
|---|---|
| Klem sesuai ukuran dan bahan selang tahan panas | Tidak ada; klem pengganti tidak sesuai |
| Jalur selang jauh dari permukaan panas | Tidak ada |
| Pemeriksaan setelah penggantian | Tidak ada |
| Laporan nyaris celaka | Ada di dokumen, tidak dipakai |
| Pelindung mata saat bekerja di dekat sambungan kimia | Ada untuk teknisi, tidak dipakai operator |
| Tempat cuci mata | Ada dan bekerja; mengurangi akibat |
Tabel ini menunjukkan bahwa yang menyelamatkan mata operator dari cedera lebih berat hanya penghalang terakhir, sedangkan semua penghalang di hulu sudah gagal atau tidak pernah ada.
Tindakan perbaikan
Tindakan perbaikan dipilih untuk setiap penyebab yang ditemukan, mulai dari yang paling kuat dalam hirarki pengendalian:
- Menghilangkan atau merancang ulang: sambungan selang diganti dengan sambungan berulir atau klem yang sesuai ukuran, dan selang tahan panas dipasang dengan jalur jauh dari permukaan panas.
- Pengendalian administratif: daftar suku cadang yang menyebut klem dan selang yang benar, pemeriksaan dan uji tekan setelah penggantian, dan pemeriksaan sambungan dalam perawatan berkala.
- APD: pelindung mata untuk pekerjaan di dekat sambungan kimia, seperti di bab APD.
Setiap tindakan mempunyai pemilik, tenggat, dan cara verifikasi. Tindakan tanpa pemilik tidak dikerjakan; tindakan tanpa verifikasi tidak diketahui berhasil. Verifikasi mengikuti risiko pengulangan, seperti di Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis: misalnya, semua dispenser di lokasi itu diperiksa dalam 30 hari, dan tidak ada sambungan yang bocor pada uji tekan (Contoh 9). Tindakan yang hanya berupa "mengingatkan semua orang untuk berhati-hati" tidak dihitung sebagai tindakan perbaikan.
Angka kecelakaan
Angka kecelakaan membandingkan jumlah kejadian dengan jumlah jam kerja. Dua angka yang lazim (rumus literatur umum; banyak sumber memakai per sejuta jam kerja, sebagian per 200.000 jam):
Angka seperti ini adalah indikator tertinggal: ia menghitung kejadian yang sudah terjadi. Pada tim kecil, satu kejadian membuat angkanya melonjak, sehingga angka tahunan yang rendah tidak membuktikan tempat kerja aman (Contoh 3). Indikator memimpin mengukur kegiatan yang mencegah kejadian, seperti jumlah laporan nyaris celaka, persentase tindakan perbaikan yang selesai tepat waktu, dan jumlah pemeriksaan keselamatan yang dilakukan. Kenaikan laporan nyaris celaka setelah budaya melapor diperbaiki biasanya tanda baik, bukan tanda tempat kerja menjadi lebih berbahaya (Contoh 5).
Modul analisis kimia dalam narasi mencatat bahwa pengelolaan K3 bertujuan meminimalkan kerugian. Kerugian itu tidak hanya biaya pengobatan, tetapi juga jam kerja yang hilang, lembur pengganti, perbaikan, dan pekerjaan yang tertunda (Contoh 7).
Membagikan pelajaran dan menutup laporan
Laporan investigasi ditutup setelah semua tindakan perbaikan selesai dan diverifikasi, bukan setelah laporan ditulis. Pelajarannya dibagikan:
- Kepada orang yang terlibat dan rekan kerjanya, dalam bahasa sederhana: apa yang terjadi, mengapa, dan apa yang berubah.
- Ke lokasi lain yang memakai peralatan atau cara kerja yang sama. Dispenser yang sama di lokasi lain mungkin memakai klem yang sama.
- Ke dokumen: analisis keselamatan pekerjaan, prosedur, daftar suku cadang, dan materi pelatihan diperbarui, seperti di bab identifikasi bahaya.
Pelajaran yang tidak sampai ke lokasi lain akan dipelajari ulang di sana dengan biaya yang sama.
Contoh kerja
Contoh 1. Angka frekuensi. Tiga kecelakaan dengan hari hilang dalam 120.000 jam kerja: kecelakaan per sejuta jam kerja.
Contoh 2. Angka keparahan. Tiga kecelakaan itu menyebabkan 45 hari kerja hilang: hari per sejuta jam kerja, atau rata-rata hari per kecelakaan.
Contoh 3. Tim kecil. Tim 25 teknisi bekerja sekitar 2.000 jam per orang per tahun (angka latihan), yaitu jam. Satu kecelakaan dengan hari hilang memberi angka frekuensi ; tahun berikutnya tanpa kecelakaan memberi 0. Perbedaan itu tidak berarti tempat kerja menjadi aman; nyaris celaka dan indikator memimpin lebih bermakna untuk tim sekecil ini.
Contoh 4. Membandingkan dua lokasi. Lokasi A: 2 kecelakaan dalam 40.000 jam, angka frekuensi . Lokasi B: 4 kecelakaan dalam 160.000 jam, angka frekuensi 25. Jumlah kecelakaan B lebih banyak, tetapi frekuensinya separuh A, karena jam kerjanya empat kali lipat.
Contoh 5. Laporan nyaris celaka. Sebelum perbaikan budaya melapor, tim pada Contoh 3 melaporkan 10 nyaris celaka setahun, yaitu laporan per 1.000 jam kerja. Setelahnya 60 laporan, yaitu 1,2 per 1.000 jam kerja (angka latihan). Kenaikan enam kali ini menunjukkan lebih banyak peringatan yang tertangkap, bukan lebih banyak bahaya.
Contoh 6. Waktu yang hilang dari bukti. Tempat kejadian dibereskan 30 menit setelah kejadian, dan selang yang lepas dibuang. Investigasi tidak dapat lagi memeriksa ukuran klem, kekerasan selang, dan tanda panas, sehingga penyebab mendasar hanya dapat diduga dari ingatan saksi. Menyimpan satu potong selang dan klem dengan label hanya memerlukan satu menit.
Contoh 7. Biaya langsung dan tidak langsung. Pengobatan Rp2.000.000 dan perbaikan Rp1.500.000 adalah biaya langsung. Operator tidak bekerja 15 hari kali 8 jam dengan biaya jam kerja Rp50.000, yaitu Rp6.000.000 (), ditambah lembur pengganti 40 jam kali Rp75.000, yaitu Rp3.000.000 (angka latihan). Biaya tidak langsung Rp9.000.000 lebih dari dua setengah kali biaya langsung Rp3.500.000.
Contoh 8. Rangkaian "mengapa". Mengapa mata operator terkena alkali? Selang lepas dan menyemprot. Mengapa lepas? Klem tidak menjepit selang yang melunak. Mengapa klem tidak sesuai? Klem pengganti diambil dari yang ada di bengkel. Mengapa? Tidak ada daftar suku cadang yang menyebut klem yang benar. Mengapa tiga kejadian sebelumnya tidak memicu pemeriksaan? Tidak ada yang melapor nyaris celaka. Setiap jawaban didukung bukti: klem yang disimpan, catatan perawatan, dan wawancara.
Contoh 9. Verifikasi tindakan perbaikan. Lokasi itu mempunyai 12 dispenser dengan 4 sambungan selang masing-masing, yaitu sambungan. Pemeriksaan dalam 30 hari menemukan 7 sambungan dengan klem yang tidak sesuai, yaitu persen. Ketujuhnya diganti dan semua sambungan diuji tekan. Tindakan perbaikan ditutup setelah 48 sambungan lulus dan daftar suku cadang diperbarui.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan atau jangan lanjutkan bila:
- Sumber bahaya pada kejadian belum dihentikan dan diisolasi, sehingga kejadian kedua dapat terjadi.
- Penolong akan masuk ke bahaya yang sama tanpa perlindungan, seperti di ruang terbatas atau di dekat listrik.
- Peralatan yang terlibat akan dipakai lagi sebelum penyebab langsung diperbaiki dan diperiksa.
- Tempat kejadian akan dibereskan sebelum fakta dicatat dan bukti disimpan, kecuali untuk keselamatan.
- Nyaris celaka yang sama terjadi lagi dan belum ada laporan atau tindakan.
- Pekerjaan di luar kewenangan teknisi; ikuti Bab 1.
Salah tafsir yang sering terjadi
"Tidak ada yang terluka, tidak perlu lapor." Nyaris celaka adalah peringatan gratis dengan sebab yang sama dengan kecelakaan.
"Investigasi untuk mencari yang salah." Investigasi untuk menemukan penyebab dan mencegah terulang.
"Kesalahan manusia adalah akar sebab." Kesalahan manusia adalah gejala dari sistem yang membiarkannya terjadi.
"Angka kecelakaan nol berarti aman." Pada tim kecil, angka nol sering hanya kebetulan.
"Laporan selesai setelah ditulis." Laporan selesai setelah tindakan perbaikan diverifikasi dan pelajaran dibagikan.
"Bahaya yang sudah diketahui semua orang tidak perlu ditulis." Yang tidak ditulis tidak diperbaiki dan tidak sampai ke lokasi lain.
Hubungan dengan bab lain
Bab 1 memberi kondisi berhenti, Bab 2 hirarki pengendalian, Bab 4 · Sistem, Diagram & Diagnosis menguji hipotesis dan akar sebab, Bab 21 · Laundry tanggap darurat laundry, bab identifikasi bahaya, bab isolasi energi non-listrik, bab APD, bab bahan kimia, bab kerja di ketinggian, dan bab ruang terbatas. Sambungan selang dispenser dibahas di Bab 1 · Dispensing Kimia dan Bab 2 · Dispensing Kimia.
Latihan dan pembahasan
Untuk setiap soal, tuliskan rumus, hitungan, atau alasannya.
- Dua kecelakaan dengan hari hilang terjadi dalam 80.000 jam kerja. Berapa angka frekuensinya?
- Kecelakaan itu menyebabkan 30 hari kerja hilang. Berapa angka keparahannya?
- Mengapa nyaris celaka dilaporkan walaupun tidak ada yang terluka?
- Mengapa investigasi tidak berhenti pada "kesalahan manusia"?
- Apa yang dilakukan pertama kali ketika ada korban di tempat kejadian?
- Mengapa saksi diwawancarai satu per satu dan secepatnya?
Kunci jawaban beralasan
- kecelakaan per sejuta jam kerja, dibandingkan dengan jam kerja yang sama.
- hari per sejuta jam kerja, atau rata-rata 15 hari per kecelakaan.
- Nyaris celaka mempunyai sebab yang sama dengan kecelakaan, sehingga memberi pelajaran tanpa ada korban.
- Kesalahan manusia muncul dari sistem; tanpa memperbaiki sistem, orang berikutnya membuat kesalahan yang sama.
- Amankan diri dan hentikan sumber bahaya bila aman, lalu tolong korban dan panggil bantuan tanpa menjadi korban kedua.
- Ingatan cepat berubah dan saling memengaruhi; wawancara terpisah yang segera menjaga cerita masing-masing saksi.
Referensi
Bab terkait
- Bahaya, risiko, energi tersimpan, dan kondisi berhentiKeselamatan · Bab 1
- Hierarki pengendalian, izin kerja, dan verifikasi keadaan amanKeselamatan · Bab 2
- Akar sebab, verifikasi perbaikan, dan pembelajaran kegagalanSistem, Diagram & Diagnosis · Bab 4
- K3 laundry: bahaya kimia, biologis, fisik, ergonomi, dan tanggap daruratLaundry · Bab 21
- Identifikasi bahaya sebelum bekerja dan analisis keselamatan pekerjaan untuk servis lapanganKeselamatan · Bab 3
- Isolasi energi non-listrik: air, uap, udara tekan, hidraulik, gravitasi, pegas, panas, dan bahan kimiaKeselamatan · Bab 4
- Alat pelindung diri: memilih, memakai, merawat, dan batasnyaKeselamatan · Bab 5
- Bahan kimia di pekerjaan teknisi: label, lembar data keselamatan, memindahkan, menyimpan, tumpahan, dan pertolongan pertamaKeselamatan · Bab 6
- Kerja di ketinggian, tangga, dan perancah ringan: memilih akses, memeriksa, memasang, jatuh, dan benda jatuhKeselamatan · Bab 10
- Ruang terbatas: tangki, bak, saluran, dan atmosfer berbahaya; menguji udara, ventilasi, izin masuk, penjaga, dan penyelamatanKeselamatan · Bab 11
- Dispenser peristaltik: instalasi, sinyal pemicu, kalibrasi, dan verifikasi dosisDispensing Kimia · Bab 1
- Dispenser venturi laundry: prinsip isap, tekanan air, manifold bilas, katup searah, dan pemasanganDispensing Kimia · Bab 2
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Dua kecelakaan dengan hari hilang terjadi dalam 80.000 jam kerja. Berapa angka frekuensinya?
Kecelakaan itu menyebabkan 30 hari kerja hilang. Berapa angka keparahannya?
Mengapa nyaris celaka dilaporkan walaupun tidak ada yang terluka?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Data & Pengukuran · Bab 1.
Urutan baca menurut rak: Keselamatan · Bab 11.
Bab lain dalam Keselamatan Teknik.