Lompat ke konten

Cari di ARSTEMA

Ketik nama bab, istilah, gejala, atau alat.

    Kembali ke atlas
    Biologi & Mikrobiologi · Bab 11Terapan

    Rantai penularan infeksi dan kewaspadaan standar untuk teknisi: agen, reservoir, cara penularan, inang rentan, kebersihan tangan, APD, benda tajam, tumpahan cairan tubuh, dan bekerja di area pasien dan dapur

    Teknisi rumah sakit membuka perangkap wastafel yang tersumbat di kamar pasien bertanda kewaspadaan kontak dan menemukan jarum suntik tanpa tutup di antara sumbatan, sementara lantai basah oleh air buangan bercampur muntahan. Bab ini menguraikan enam mata rantai penularan infeksi, dosis infektif beberapa patogen, cara penularan, serta kewaspadaan standar dan tambahan sejauh berlaku bagi teknisi. Bab membahas kebersihan tangan menurut durasi WHO, APD dan perkakas, benda tajam dan luka tusuk, pengenceran pemutih untuk tumpahan darah menurut CDC, dan cara bekerja di kamar pasien, ruang isolasi, dan dapur. Prosedur rumah sakit dan tim pencegahan infeksi tetap yang menentukan, dan bab ini tidak memberi wewenang menangani limbah medis.

    23 menit
    Materi berisiko tinggi

    Materi ini menyentuh bahaya nyata. Penjelasan konsep tidak menggantikan prosedur lokasi, kompetensi, isolasi energi, SDS terbaru, atau izin kerja.

    Bagian yang sedang dibaca: Pembuka bab

    Seorang teknisi rumah sakit dipanggil ke kamar rawat karena wastafel tersumbat. Pintu kamar bertanda kewaspadaan kontak karena salah satu pasien diare. Teknisi membuka perangkap di bawah wastafel dengan sarung tangan tipis sekali pakai, dan di antara rambut dan lendir yang menyumbat ia melihat jarum suntik tanpa tutup. Lantai di bawahnya basah oleh air buangan bercampur muntahan. Pekerjaannya tampak sederhana, tetapi teknisi itu berdiri di tengah rantai penularan infeksi: ia dapat tertular lewat tusukan jarum atau tangan yang menyentuh mulut, ia dapat membawa kuman ke kamar sebelah dengan sarung tangan dan perkakasnya, dan ia dapat memutus rantai itu dengan kebiasaan kerja yang benar.

    Batas pembahasan

    Bab ini membahas rantai penularan infeksi dan kewaspadaan standar dari sisi teknisi di kamar pasien, ruang isolasi, laundry, dan dapur. Model sumber, jalur, dan penerima ada di Bab 1 tentang kontaminasi; linen infeksius di Bab 14 · Laundry; tabel APD per tugas laundry di Bab 21 · Laundry; urutan memakai dan melepas APD di Bab 5 · Keselamatan; urutan ketahanan mikroba di Bab 2; cuci tangan di dapur di Bab 7; aerosol dan ruang isolasi bertekanan di Bab 10.

    Bab ini tidak menggantikan prosedur pencegahan infeksi rumah sakit. Prosedur rumah sakit dan tim pencegahan infeksi yang menentukan APD, izin masuk kamar isolasi, penanganan tumpahan, dan tindakan setelah luka tusuk. Bab ini tidak memberi wewenang membuka, memindahkan, atau memusnahkan limbah medis. Peraturan Indonesia tentang pencegahan infeksi dan limbah medis belum diperiksa untuk bab ini, sehingga nomor peraturan tidak ditulis.

    Enam mata rantai penularan

    Rantai penularan infeksi (chain of infection) adalah model yang menguraikan perpindahan penyakit infeksi menjadi enam mata rantai: agen, reservoir, pintu keluar, cara penularan, pintu masuk, dan inang rentan. Model ini lazim dalam pelatihan pencegahan infeksi (pengetahuan umum), dan setiap mata rantainya diuraikan OpenStax. Memutus satu mata rantai saja sudah mencegah penularan.

    Reservoir (reservoir) adalah tempat patogen biasanya hidup atau bertahan, berupa makhluk hidup atau tempat tak hidup seperti tanah dan air. Contoh yang langsung menyangkut teknisi plumbing: laporan tahun 2015 yang dikutip OpenStax menemukan Pseudomonas aeruginosa pada wastafel rumah sakit 10 tahun setelah wabah awal di ruang perawatan intensif bayi. Clostridioides difficile membentuk endospora sehingga bertahan lama di lingkungan fasilitas kesehatan.

    Pintu keluar (portal of exit) adalah jalan yang dipakai patogen untuk meninggalkan tubuh inang yang terinfeksi. Menurut OpenStax, tinja, urin, keringat, batuk, dan bersin dapat membawa patogen keluar, dan sebagian patogen keluar lewat darah yang diambil serangga atau jarum. Pintu masuk (portal of entry) adalah tempat anatomi yang dilalui patogen untuk masuk ke jaringan inang. Selaput lendir saluran napas, cerna, dan kemih paling penting, sedangkan luka, gigitan, dan tusukan jarum membuka jalur langsung ke jaringan.

    Pembawa pasif (passive carrier) adalah orang yang tercemar patogen tetapi tidak terinfeksi dan dapat memindahkan patogen secara mekanis. OpenStax menyebut sprei, tombol panggil, gagang pintu, alat yang tidak steril, dan tangan petugas sebagai jalan penularan di rumah sakit. Teknisi yang menyentuh perangkap wastafel lalu tombol panggil di kamar sebelah menjadi pembawa pasif.

    Mata rantaiPada kasus pembukaCara teknisi memutusnya
    AgenKuman diare, kuman dalam darah pada jarumDianggap selalu ada
    ReservoirPasien, perangkap dan saluran wastafelKoordinasi dengan tim pencegahan infeksi sebelum membuka saluran
    Pintu keluarTinja, muntahan, darahTidak disentuh tanpa pelindung
    Cara penularanTangan, sarung tangan, perkakas, jarumKebersihan tangan, perkakas dibersihkan, benda tajam diambil dengan alat
    Pintu masukLuka tusuk, tangan ke mulut atau mataSarung tangan dan pelindung mata yang sesuai
    Inang rentanPasien lain, teknisi sendiriTidak bekerja saat sakit, vaksinasi menurut program rumah sakit

    Agen dan dosis infektif

    Dosis infektif median (median infectious dose, ID50) adalah jumlah sel patogen atau partikel virus yang diperlukan untuk menimbulkan infeksi aktif pada separuh individu yang terpapar. OpenStax menyajikan ID50 beberapa patogen pangan pada manusia dari buku rujukan patogen pangan FDA edisi kedua tahun 2012:

    PatogenID50 (sel atau partikel)
    Norovirus1 sampai 10
    Virus hepatitis A10 sampai 100
    Rotavirus10 sampai 100
    Escherichia coli enterohemoragik O15710 sampai 100
    Shigella dysenteriae10 sampai 200
    Salmonella enterica serovar Typhimurium1 atau lebih
    Salmonella enterica serovar Typhikurang dari 1.000
    Vibrio cholerae1.000.000
    Giardia lamblia1
    Cryptosporidium parvum10 sampai 100

    Angkanya nilai tengah; dosis nyata untuk satu orang sangat bervariasi menurut jalur masuk, umur, kesehatan, dan kekebalan. Dosis infektif juga tidak sama dengan keparahan: serovar Typhimurium dapat menginfeksi dengan satu sel tetapi kematiannya kurang dari 1 persen pada orang dewasa sehat, sedangkan serovar Typhi memerlukan sampai sekitar 1.000 sel tetapi kematiannya dapat mencapai 10 persen bila tidak diobati. Bagi teknisi, angka kecil berarti noda yang tidak terlihat sudah cukup (Contoh 2).

    Patogen oportunistik (opportunistic pathogen) adalah patogen yang hanya menimbulkan penyakit bila pertahanan inang terganggu. Inang yang rentan meliputi bayi, orang lanjut usia, orang hamil, pasien kemoterapi, orang dengan gangguan kekebalan, pasien pascabedah, dan orang dengan luka berat atau luka bakar. Karena itu membuka saluran di ruang perawatan intensif, ruang luka bakar, atau bangsal bayi lebih berisiko daripada di kantor.

    Cara penularan

    OpenStax membagi cara penularan menjadi kontak, wahana, dan vektor:

    CaraUraianContoh pekerjaan teknisi
    Kontak langsungSentuhan dan semprotan percikan pada jarak satu meter atau kurangBekerja dekat pasien yang batuk
    Kontak tidak langsungLewat benda tercemar: gagang pintu, handuk, jarum, kateterTombol panggil, rel tempat tidur, panel AC, perkakas
    WahanaAir, makanan, dan udara, termasuk debu dan inti percikan yang melayangAir minum, es, mesin pengolah pangan, plafon berdebu
    VektorHewan, terutama artropoda, secara mekanis atau biologisLalat dari sampah ke makanan

    Fomit (fomite) adalah benda tak hidup yang tercemar patogen dan memindahkannya secara tidak langsung ke inang baru. OpenStax menegaskan bahwa patogen yang menular lewat fomit merupakan penyebab utama infeksi terkait layanan kesehatan. Data CDC tahun 2011 yang dikutip OpenStax mencatat lebih dari 720.000 infeksi terkait layanan kesehatan di Amerika Serikat; angka lama ini hanya menunjukkan besarnya masalah.

    Batas satu meter antara percikan dan penularan lewat udara adalah penyederhanaan buku teks; istilah terbaru WHO belum diperiksa untuk bab ini, dan ukuran partikel serta ventilasi dibahas di Bab 10. Wahana pangan sering bermula dari mesin: dalam satu wabah Salmonella yang diceritakan OpenStax, mesin pengolah ayam tercemar karena prosedur pembersihan di bawah standar. Lalat sebagai vektor mekanis dibahas di Bab 12 tentang hama.

    Kewaspadaan standar dan kewaspadaan tambahan

    Kewaspadaan standar (standard precautions) adalah sekumpulan praktik pencegahan infeksi yang diterapkan pada setiap perawatan pasien dengan anggapan bahwa semua darah, cairan tubuh, sekresi, dan ekskresi mungkin membawa agen infeksi. Rumusan ini dari kebijakan pengendalian infeksi sebuah dinas kesehatan daerah di Amerika Serikat yang merujuk komite penasihat pengendalian infeksi CDC. Materi dinas kesehatan dan universitas yang menurunkan pedoman CDC berulang kali menyebut unsur berikut:

    1. Kebersihan tangan.
    2. APD yang dipilih menurut kegiatan dan paparan yang diperkirakan.
    3. Etika batuk: menutup batuk, tisu, tempat cuci tangan, dan tempat sampah tanpa sentuh.
    4. Keselamatan benda tajam dan suntikan.
    5. Pembersihan dan disinfeksi permukaan yang sering disentuh dan alat yang dipakai bersama.

    Sebagian sumber menambah pemrosesan ulang alat, penanganan linen, dan pengelolaan limbah. Rumusan resmi dan jumlah unsurnya belum dapat dipastikan dari halaman CDC sendiri per 18 Oktober 2026. Arti praktisnya: setiap noda darah, tinja, muntahan, urin, dan lendir diperlakukan sebagai infeksius, walaupun pintunya tanpa tanda.

    Kewaspadaan berdasarkan cara penularan (transmission-based precautions) adalah langkah tambahan di atas kewaspadaan standar untuk pasien yang diketahui atau diduga membawa agen yang menular lewat kontak, percikan, atau udara. Tanda di pintu dan APD untuk tiap jenis ditetapkan prosedur rumah sakit (pengetahuan umum). OpenStax mencatat bahwa Enterococcus resisten vankomisin menyebar lewat kontak dengan petugas, permukaan, dan alat, dan bahwa petugas yang merawat pasien pembawa bakteri resisten mengikuti protokol ketat, termasuk disinfeksi semua benda yang bersentuhan. Teknisi termasuk petugas itu.

    Kebersihan tangan

    OpenStax mencatat pelajaran tahun 1847: kematian karena demam nifas di bangsal dokter 10 sampai 20 persen turun ke sekitar 1 persen, setara bangsal bidan, setelah Semmelweis mewajibkan cuci tangan dengan larutan kapur berklorin sebelum dan sesudah memeriksa tiap pasien.

    Sabun tidak membunuh mikroba tetapi mengangkatnya secara mekanis. Alkohol sekitar 70 persen bekerja lebih baik daripada alkohol murni, tetapi tidak membunuh spora dan hanya membunuh virus berselubung. Karena itu untuk spora C. difficile dan virus tidak berselubung seperti norovirus (pengetahuan umum), cuci tangan dengan sabun dan air menjadi pilihan, menurut prosedur rumah sakit.

    Brosur kebersihan tangan kantor regional WHO tahun 2017 memberi durasi gosok tangan berbasis alkohol 20 sampai 30 detik dan cuci tangan dengan sabun dan air 40 sampai 60 detik, keduanya untuk seluruh prosedur; tangan dicuci bila tampak kotor, selain itu dipakai gosok tangan berbasis alkohol. Gosokan sekitar 20 detik di Bab 7 adalah lama menggosok di dalam prosedur cuci 40 sampai 60 detik itu.

    Halaman WHO yang diperiksa untuk bab ini memuat Momen 5 kebersihan tangan, yaitu setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien. Daftar lima momen yang lengkap, yaitu sebelum menyentuh pasien, sebelum tindakan aseptik, setelah risiko terpajan cairan tubuh, setelah menyentuh pasien, dan setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien, berasal dari pengetahuan umum. Momen 5 paling sering berlaku bagi teknisi: setelah menyentuh tempat tidur, panel, wastafel, kisi AC, atau saklar. Kebersihan tangan juga dilakukan setiap sarung tangan dilepas (penalaran editorial).

    APD dan perkakas

    Dalam kewaspadaan standar, APD dipilih menurut kegiatan dan paparan yang diperkirakan. Urutan memakai dan melepasnya ada di Bab 5 · Keselamatan, dan tabel APD per tugas laundry di Bab 21 · Laundry. Tiga hal khas pekerjaan teknik (penalaran editorial):

    1. Sarung tangan menurut tugas. Sarung tangan tipis sekali pakai menahan cairan, tetapi tidak menahan tusukan jarum (pengetahuan umum). Membuka perangkap atau merogoh celah memerlukan penjepit, senter, dan sarung tangan yang lebih tebal sesuai prosedur.
    2. Pelindung mata dan wajah saat membuka perangkap, saluran, atau pipa buangan yang dapat memercik.
    3. Perkakas sebagai fomit. Tas perkakas tetap di luar kamar isolasi. Alat yang dibawa masuk diperlakukan sedikitnya seperti barang nonkritis, yaitu benda yang hanya menyentuh kulit utuh dan cukup dibersihkan menurut OpenStax, lalu didisinfeksi dengan produk rumah sakit sebelum keluar.

    Benda tajam dan luka tusuk

    Benda tajam di perangkap wastafel, saku linen, kantong sampah, atau celah tempat tidur adalah bahaya utama teknisi rumah sakit. Pencegahannya:

    1. Jangan merogoh tanpa melihat. Periksa dengan senter, dan ambil benda tajam dengan alat, seperti di Bab 14 · Laundry dan Bab 21 · Laundry tentang benda tajam di linen.
    2. Wadah tahan tusuk. Benda tajam sekali pakai dimasukkan ke wadah tahan tusuk, menurut kebijakan pencegahan infeksi sebuah universitas. Teknisi memintanya dari perawat dan tidak membawa jarum keluar dalam kotak perkakas.
    3. Jarum tidak ditutup kembali, dibengkokkan, atau dipatahkan dengan tangan (pengetahuan umum).

    CDC menyebut tiga patogen yang paling dikhawatirkan pada luka tusuk, yaitu HIV, virus hepatitis B, dan virus hepatitis C, dan menyatakan bahwa peluang terinfeksi bergantung pada patogennya, status kekebalan pekerja, keparahan luka tusuk, dan tersedianya penanganan pascapajanan yang tepat. Angka peluang tertular per luka tusuk yang sering beredar belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026, sehingga tidak ditulis di bab ini.

    Bila tertusuk atau tergores benda yang mungkin tercemar, atau terpercik darah atau cairan tubuh ke mata, mulut, atau kulit yang luka:

    1. Hentikan pekerjaan dan amankan benda tajamnya.
    2. Lakukan pertolongan pertama menurut prosedur pascapajanan rumah sakit, misalnya mencuci luka dengan sabun dan air mengalir (pengetahuan umum).
    3. Laporkan segera kepada atasan dan unit yang ditunjuk rumah sakit, karena tersedianya penanganan pascapajanan ikut menentukan peluang terinfeksi. Bab 14 · Laundry dan Bab 21 · Laundry juga menegaskan prosedur pascapajanan tanpa menunda.
    4. Catat waktu, tempat, benda, dan pekerjaan, lalu ikuti penyelidikan insiden seperti di Bab 12 · Keselamatan.

    Tumpahan darah dan cairan tubuh

    Tumpahan darah biasanya dibersihkan petugas kebersihan terlatih. Teknisi yang menemukannya membatasi area, tidak melewatinya, dan melapor; uraian berikut menjelaskan dasar angka prosedurnya.

    Menurut rekomendasi disinfeksi CDC, tumpahan darah kurang dari 10 mL pada permukaan tidak berpori didisinfeksi dengan hipoklorit 1:100, yang dari pemutih 5,25 sampai 6,15 persen memberi 525 sampai 615 ppm klorin tersedia. Untuk tumpahan lebih dari 10 mL atau tumpahan biakan, CDC memakai 1:10 untuk aplikasi pertama sebelum dibersihkan, supaya risiko infeksi lebih kecil bila petugas tertusuk benda tajam saat membersihkan, lalu disinfeksi akhir dengan 1:100. Menurut ringkasan rekomendasi lingkungan CDC, 1:10 pemutih rumah tangga memberi sekitar 5.000 sampai 6.150 ppm. Pedoman pengambilan darah WHO lebih memilih sekitar 5.000 ppm untuk tumpahan besar pada permukaan yang tahan pemutih kuat, dan sekitar 525 ppm untuk keadaan lain.

    Ringkasan pedoman CDC dan WHO juga mencatat bahwa darah menginaktifkan hipoklorit sehingga bahan organik yang banyak diangkat dulu dengan penyerap, dan bahwa logam tertentu terkorosi oleh paparan 1:10 berulang. Urutan langkah dan waktu kontaknya mengikuti prosedur rumah sakit dan label produk.

    Larutan dihitung dengan neraca pengenceran:

    C1V1=C2V2C_1 V_1 = C_2 V_2

    dengan C1C_1 kadar pekatan dalam ppm, V1V_1 volume pekatan dalam mL, C2C_2 kadar larutan jadi dalam ppm, dan V2V_2 volume larutan jadi dalam mL. Untuk kadar massa per volume, 1 persen sama dengan 10.000 ppm. "1:10" pada CDC berarti 1 bagian pemutih dalam 10 bagian larutan total, yaitu 1 bagian pemutih ditambah 9 bagian air; di lapangan sering dibaca 1 ditambah 10 (Contoh 6), sehingga resep ditulis dalam mililiter.

    Angka CDC berlaku untuk pemutih rumah tangga 5,25 sampai 6,15 persen. Sebuah lembar data pemutih klorin laundry mencantumkan natrium hipoklorit 10 sampai 30 persen, sehingga perbandingan 1:10 dan 1:100 tidak boleh disalin untuk produk itu (Contoh 7). Pemutih tidak dicampur amonia karena menghasilkan kloramin beracun, dan tidak dicampur asam karena melepas gas beracun, seperti dicatat sumber rak Biologi; campuran berbahaya lain ada di Bab 6 · Keselamatan dan Bab 4.

    Bekerja di kamar pasien, ruang isolasi, dan dapur

    Pekerjaan di area pasien direncanakan dalam empat tahap (penalaran editorial):

    1. Izin dan koordinasi. Lapor ke perawat penanggung jawab, baca tanda di pintu, dan tanyakan APD yang diminta. Pembukaan saluran, perangkap, plafon, atau saluran udara di area pasien sangat rentan atau kamar isolasi dikoordinasikan dulu dengan tim pencegahan infeksi, karena wastafel dapat menjadi reservoir bertahun-tahun. Bab 14 · Fluida & Termal meminta pekerjaan AC di area perawatan dijadwalkan bersama perawat dan menegaskan bahwa ruang isolasi bukan fungsi AC split.
    2. Persiapan. Bawa alat seperlunya, siapkan kantong untuk bagian kotor, dan minta wadah benda tajam bila mungkin diperlukan.
    3. Selama bekerja. Perkakas tidak diletakkan di tempat tidur atau meja makan pasien, dan sarung tangan kotor tidak dipakai untuk membuka pintu, menekan lift, atau memegang ponsel.
    4. Selesai. Lepas APD menurut Bab 5 · Keselamatan, lakukan kebersihan tangan, disinfeksi perkakas, dan serahkan bagian kotor ke jalur yang ditunjuk rumah sakit; limbah medis tidak dibuang ke tempat sampah biasa.

    Di dapur, teknisi dapat menjadi reservoir bagi makanan. Pekerja yang diare, muntah, atau mempunyai luka terbuka di tangan dilaporkan dan tidak menangani makanan siap saji sampai diizinkan, seperti di Bab 7. Pembawa tanpa gejala juga berbahaya: kasus juru masak pembawa demam tifoid yang dikutip OpenStax menimbulkan sekurang-kurangnya 122 kasus dan lima kematian. Teknisi yang memperbaiki mesin pencuci piring tidak menyentuh rak piring bersih dengan tangan yang baru memegang saluran buang, dan membersihkan bagian yang disentuhnya sebelum mesin dipakai lagi.

    Contoh kerja

    Contoh 1: memutus rantai pada kasus pembuka. Tabel di bagian enam mata rantai memetakan kasus ini. Yang paling mudah diputus adalah cara penularan dan pintu masuk: hentikan pekerjaan, minta wadah benda tajam, ambil jarum dengan penjepit, ganti sarung tangan, pakai pelindung mata, minta petugas kebersihan menangani lantai, dan bersihkan perkakas sebelum keluar.

    Contoh 2: setetes muntahan. Misalkan muntahan mengandung 1 juta partikel norovirus per mililiter (angka latihan). Satu tetes 0,05 mL membawa 106×0,05=50.00010^6 \times 0{,}05 = 50.000 partikel, setara 50.000/10=5.00050.000/10 = 5.000 sampai 50.000/1=50.00050.000/1 = 50.000 kali ID50 norovirus. Untuk Vibrio cholerae, jumlah yang sama hanya 50.000/1.000.000=0,0550.000/1.000.000 = 0{,}05 kali ID50.

    Contoh 3: waktu kebersihan tangan. Satu perbaikan di kamar isolasi kontak memerlukan empat kali gosok tangan berbasis alkohol dan dua kali cuci tangan (angka latihan). Dengan durasi WHO, waktunya 4×20+2×40=1604 \times 20 + 2 \times 40 = 160 sampai 4×30+2×60=2404 \times 30 + 2 \times 60 = 240 detik. Untuk pekerjaan 60 menit, itu 160/3.600=4,4160/3.600 = 4{,}4 sampai 240/3.600=6,7240/3.600 = 6{,}7 persen dari waktu kerja.

    Contoh 4: tumpahan kecil. Untuk 1 L larutan 1:100 dari pemutih 5,25 persen atau 52.500 ppm, takar 10 mL pemutih dan tambahkan air sampai 1.000 mL. Kadarnya 52.500×10/1.000=52552.500 \times 10/1.000 = 525 ppm; dari pemutih 6,15 persen, 61.500/100=61561.500/100 = 615 ppm.

    Contoh 5: tumpahan besar. Tumpahan darah sekitar 100 mL (angka latihan) melebihi 10 mL. Untuk 2 L larutan sekitar 5.000 ppm dari pemutih 5,25 persen: V1=2.000×5.000/52.500=190,5V_1 = 2.000 \times 5.000/52.500 = 190{,}5 mL. Dengan 190 mL pemutih ditambah air sampai 2.000 mL, kadarnya 52.500×190/2.000=4.98852.500 \times 190/2.000 = 4.988 ppm.

    Contoh 6: arti "1:10". Dari pemutih 5,25 persen, 100 mL ditambah 900 mL air memberi 52.500×100/1.000=5.25052.500 \times 100/1.000 = 5.250 ppm. Dibaca 100 mL ditambah 1.000 mL air, kadarnya 52.500×100/1.100=4.77352.500 \times 100/1.100 = 4.773 ppm, sekitar 9 persen lebih rendah.

    Contoh 7: pemutih laundry yang lebih pekat. Gudang hanya punya pemutih 12 persen atau 120.000 ppm (angka latihan, di dalam rentang lembar data pemilik). "1:10" memberi 120.000/10=12.000120.000/10 = 12.000 ppm, sekitar 2,3 kali 5.250 ppm dan lebih korosif. Untuk 1 L sekitar 5.000 ppm diperlukan 1.000×5.000/120.000=41,71.000 \times 5.000/120.000 = 41{,}7 mL; untuk 1 L sekitar 525 ppm hanya 1.000×525/120.000=4,41.000 \times 525/120.000 = 4{,}4 mL, terlalu sedikit untuk ditakar teliti. Pemakaian produk ini untuk tumpahan darah diputuskan prosedur rumah sakit.

    Contoh 8: kepatuhan kebersihan tangan. Pengamatan tim pencegahan infeksi mencatat 40 kesempatan kebersihan tangan pada regu teknisi, dan 26 dilakukan (angka latihan). Kepatuhannya 26/40=6526/40 = 65 persen. Dari 14 yang terlewat, 9 adalah Momen 5, yaitu 9/14=649/14 = 64 persen, sehingga pembersih tangan di troli teknisi paling berguna.

    Contoh 9: merencanakan pekerjaan di kamar isolasi kontak. Penggantian keran memerlukan tiga kali masuk (angka latihan). Tiap kali masuk dipakai sepasang sarung tangan dan gaun baru, ditambah satu set cadangan, jadi disiapkan 3+1=43 + 1 = 4 set, dan kebersihan tangan sedikitnya 1+3=41 + 3 = 4 kali: sebelum masuk pertama dan setiap kali keluar.

    Kondisi berhenti

    Hentikan pekerjaan dan serahkan keputusan kepada perawat penanggung jawab, tim pencegahan infeksi, atau unit kesehatan kerja rumah sakit bila:

    1. Ada benda tajam, dan penjepit atau wadah tahan tusuk belum tersedia.
    2. Teknisi tertusuk benda yang mungkin tercemar, atau terpercik darah atau cairan tubuh ke mata, mulut, atau luka.
    3. Pintu bertanda kewaspadaan tambahan dan belum ada arahan petugas, atau APD yang diminta tidak tersedia.
    4. Tumpahan darah atau cairan tubuh besar, bercampur pecahan kaca, atau tidak dapat dibatasi.
    5. Pembukaan saluran, perangkap, plafon, atau saluran udara di area pasien sangat rentan belum dikoordinasikan dengan tim pencegahan infeksi.
    6. Teknisi diminta membuka, memindahkan, mengosongkan, atau membuang kantong dan wadah limbah medis.
    7. Teknisi sedang diare, muntah, demam, batuk berat, atau mempunyai luka terbuka di tangan.
    8. Kadar pemutih tidak diketahui, atau ada perintah mencampurnya dengan bahan lain.

    Salah tafsir yang sering terjadi

    1. "Sarung tangan menggantikan cuci tangan." Sarung tangan dapat bocor dan tangan tercemar saat melepasnya, jadi kebersihan tangan dilakukan setiap sarung tangan dilepas.
    2. "Teknisi tidak menyentuh pasien, jadi tidak ikut menularkan." Teknisi dapat menjadi pembawa pasif, dan Momen 5 WHO justru tentang lingkungan sekitar pasien.
    3. "Tumpahan kecil tidak berbahaya karena kumannya sedikit." ID50 norovirus 1 sampai 10, sehingga setetes sudah cukup.
    4. "Makin pekat pemutihnya, makin aman." Kadar berlebih menambah korosi dan uap tanpa jaminan manfaat; kadar dihitung dari label produk.
    5. "Luka tusuk kecil yang tidak berdarah tidak perlu dilaporkan." Peluang terinfeksi ikut ditentukan oleh tersedianya penanganan pascapajanan, jadi setiap luka tusuk dilaporkan segera.

    Hubungan dengan bab lain

    Bab 3 · Keselamatan tentang identifikasi bahaya menjadi langkah awal setiap pekerjaan di area pasien, Bab 6 · Keselamatan tentang bahan kimia dan Bab 4 tentang klorin menjaga pengenceran pemutih tetap aman, dan Bab 15 · Bangunan & Fasilitas tentang penyumbatan dan perangkap melengkapi sisi plumbing kasus pembuka. Bab 12 membahas hama sebagai vektor, dan Bab 13 bakteri resisten dan mengapa takaran disinfektan harus tepat.

    Latihan dan pembahasan

    1. Sebutkan enam mata rantai pada pekerjaan membuka perangkap wastafel di kamar pasien diare, dan dua mata rantai yang paling mudah diputus teknisi.
    2. Mengapa ID50 norovirus lebih penting daripada ID50 Vibrio cholerae ketika menilai noda kecil pada perkakas?
    3. Seorang teknisi mencuci tangan 20 detik dari membasahi sampai mengeringkan. Apakah itu sesuai durasi WHO?
    4. Hitung volume pemutih 6 persen untuk 1,5 L larutan sekitar 5.000 ppm.
    5. Teknisi tertusuk jarum dari perangkap wastafel, lukanya tidak berdarah, dan pekerjaannya tinggal lima menit. Apa yang ia lakukan?
    6. Mengapa tas perkakas tidak dibawa masuk ke kamar isolasi kontak?

    Kunci jawaban beralasan

    1. Agen kuman diare, reservoir pasien dan perangkap, pintu keluar tinja dan muntahan, cara penularan tangan dan perkakas, pintu masuk tangan ke mulut atau luka, inang rentan pasien lain dan teknisi. Cara penularan diputus dengan kebersihan tangan dan perkakas yang dibersihkan, dan pintu masuk dengan sarung tangan dan pelindung mata yang sesuai.
    2. ID50 norovirus 1 sampai 10, sehingga noda yang tidak terlihat dapat membawa ribuan kali dosis itu. Vibrio cholerae memerlukan sekitar satu juta sel, jadi cemaran sekecil itu jauh di bawah ID50-nya, walaupun keduanya tetap dibersihkan.
    3. Tidak, karena WHO memberi 40 sampai 60 detik untuk seluruh prosedur cuci tangan dengan sabun dan air. Sekitar 20 detik di Bab 7 adalah lama menggosok di dalam prosedur itu.
    4. Pemutih 6 persen sama dengan 60.000 ppm, jadi V1=1.500×5.000/60.000=125V_1 = 1.500 \times 5.000/60.000 = 125 mL. Takar 125 mL pemutih dan tambahkan air sampai 1.500 mL, lalu pakai menurut prosedur rumah sakit.
    5. Ia menghentikan pekerjaan, mengamankan jarum, melakukan pertolongan pertama menurut prosedur pascapajanan, dan melapor segera. CDC menyatakan peluang terinfeksi bergantung juga pada tersedianya penanganan pascapajanan, jadi menunda laporan demi menyelesaikan pekerjaan menambah risiko.
    6. Tas yang dibawa masuk dapat tercemar dan menjadi fomit yang membawa kuman ke kamar lain. Yang dibawa hanya alat yang diperlukan, dan alat itu didisinfeksi sebelum keluar.

    Referensi

    Sumber luar

    • OpenStax: Microbiologyopenstax.org
    • Hand Hygiene Why How and When Brochureafro.who.int
    • Five moments for hand hygiene Moment 5who.int
    • Recommendations for Disinfection and Sterilization in Healthcare Facilitiescdc.gov
    • Summary of Recommendationscdc.gov
    • WHO guidelines on drawing blood: best practices in phlebotomyiris.who.int
    • Occupational Hazardstacks.cdc.gov
    • PFL Module1StandardPrecautions CurriculumSlidescdph.ca.gov
    • CP 09 Infection Control and Preventionsullivanny.gov
    • Precautions to Interrupt Transmissionspice.unc.edu

    Bab terkait

    Uji diri · 3 soal

    Cek pemahaman sebelum berpindah bab

    Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.

    0/3dinilai

    Batas keselamatan tetap berlaku. Kuis ini menguji penalaran, bukan memberi izin melakukan pencampuran, penyetelan, pembongkaran, pengukuran berenergi, atau tindakan lapangan.

    1

    Sebutkan enam mata rantai pada pekerjaan membuka perangkap wastafel di kamar pasien diare, dan dua mata rantai yang paling mudah diputus teknisi.

    2

    Mengapa ID50 norovirus lebih penting daripada ID50 Vibrio cholerae ketika menilai noda kecil pada perkakas?

    3

    Seorang teknisi mencuci tangan 20 detik dari membasahi sampai mengeringkan. Apakah itu sesuai durasi WHO?

    Progres penilaian mandiri0%

    Bab terdekat