Hama di dapur, laundry, dan gedung: biologi tikus, kecoa, lalat, dan semut, tanda keberadaan, celah dan saluran, sanitasi, perangkap dan umpan, pengendalian terpadu, dan peran teknisi
Mesin pencuci piring konveyor di dapur hotel berhenti di tengah malam, dan teknisi menemukan bangkai kecoa, kotoran, dan kapsul telur di antara terminal papan kendali yang hangus, padahal penyedia jasa menyemprot setiap bulan. Bab ini menjelaskan biologi singkat tikus dan mencit, kecoa Jerman, lalat rumah, dan semut sejauh bersumber, penyakit yang dibawa hama menurut OpenStax, dan tanda keberadaannya. Bab menguraikan empat langkah pengendalian hama terpadu menurut EPA dan peran teknisi: menutup celah dan penetrasi pipa dengan batas 6 mm, saringan dan segel perangkap saluran, pintu, kebocoran dan kondensat, sampah dan minyak lemak, serta panel listrik. Perangkap, umpan, dan pestisida dibiarkan kepada pelaksana berizin, dan kotoran hama dibersihkan tanpa membangkitkan debu.
Mesin pencuci piring konveyor di dapur sebuah hotel berhenti di tengah malam dan tidak mau hidup lagi. Teknisi jaga mengisolasi listriknya, membuka panel kendali di samping mesin, dan menemukan bangkai kecoa, butiran kotoran hitam, dan beberapa kapsul telur cokelat di antara terminal papan kendali. Dua jalur di papan itu hangus. Panel itu hangat, lembap oleh uap mesin, dan di alasnya ada lubang kabel yang tidak ditutup sejak sebuah sensor dipindah. Di lantai di bawahnya, sambungan air panas menetes sejak berminggu-minggu, dan saluran lantai di pojok berbau. Penyedia jasa pengendalian hama datang menyemprot setiap bulan, tetapi kecoa tetap ada. Kasus ini menunjukkan bahwa hama bukan hanya urusan petugas kebersihan dan penyedia jasa: hama hidup dari air, makanan, dan tempat berlindung yang sering diciptakan atau ditutup oleh pekerjaan teknik.
Batas pembahasan
Bab ini membahas hama gedung yang paling sering ditemui teknisi hotel, laundry, dapur, dan rumah sakit: tikus dan mencit, kecoa, lalat, dan semut; penyakit yang dibawanya; tanda keberadaannya; pengendalian hama terpadu; dan pekerjaan teknik yang memutus air, makanan, tempat berlindung, dan jalan masuk. Daftar dasar pengendalian hama dan sampah di dapur ada di Bab 7; segel perangkap dan penguapannya di Bab 6 · Bangunan & Fasilitas; perangkap lemak di Bab 15 · Bangunan & Fasilitas; kode IP panel di Bab 71 · Kelistrikan & Kendali; isolasi listrik sebelum membuka panel di Bab 76 · Kelistrikan & Kendali; kondensat AC di Bab 14 · Fluida & Termal; kapang dari kebocoran di Bab 9; bioaerosol dari kotoran hama di Bab 10; rantai penularan infeksi di Bab 11.
Bab ini tidak mengajarkan memilih atau memakai pestisida, umpan beracun, atau fumigasi. Pekerjaan itu dilakukan pelaksana pengendalian hama yang berizin. Peraturan Indonesia tentang izin pengendali hama, persyaratan higiene hotel, jasa boga, dan rumah sakit belum diperiksa untuk bab ini, sehingga nomor peraturan tidak ditulis.
Penyakit yang dibawa hama
Hama penting bagi kesehatan karena memindahkan patogen. Vektor mekanis (mechanical vector) adalah hewan yang membawa patogen dari satu tempat atau inang ke inang lain tanpa ikut terinfeksi. OpenStax mencontohkan lalat yang hinggap di tinja lalu di makanan, sehingga orang yang memakannya dapat terkena diare atau disentri. Bab 7 mencatat bahwa tikus, kecoa, dan lalat membawa mikroorganisme dari saluran dan sampah ke permukaan pangan.
Hewan pengerat membawa beberapa penyakit yang dicatat OpenStax:
| Penyakit | Cara sampai ke manusia menurut OpenStax | Pekerjaan teknisi yang terkait |
|---|---|---|
| Leptospirosis | Bakteri dikeluarkan lewat urin hewan, termasuk hewan pengerat; manusia tertular lewat tanah atau air tercemar, sering saat banjir, masuk lewat selaput lendir, luka kulit, atau tertelan; lebih umum di iklim tropis | Ruang pompa dan basement yang tergenang, bak kontrol, saluran |
| Hantavirus | Virus dalam urin, tinja, dan liur tikus; bahan yang mengering hancur menjadi partikel halus yang terangkat ke udara saat diganggu dan terhirup | Plafon, gudang, dan ruang mesin berkotoran tikus |
| Demam gigitan tikus | Selain gigitan, lewat benda, makanan, atau air yang tercemar tinja atau cairan tubuh tikus | Gudang bahan makanan, tangki air terbuka |
| Pes dan tifus murin | Siklus perkotaan pes melibatkan tikus dan kutu; tifus murin ditularkan kutu tikus dengan tikus sebagai reservoir utama | Alasan kutu tikus juga ikut diperhatikan |
Lalat, kecoa, dan semut juga merusak peralatan. Serangga di dalam panel listrik dapat menjembatani terminal dan menimbulkan hubung singkat, seperti pada kasus pembuka (penalaran editorial dari kasus).
Tikus dan mencit
Data biologi tikus dan mencit, seperti umur matang, jumlah anak, dan jangkauan jelajah, tidak dibahas di bab ini karena sumbernya belum diperiksa. Yang penting bagi teknisi adalah ukuran celah yang dapat dilaluinya dan bahan yang dapat digerogotinya.
Menurut CDC, mencit dapat melewati lubang selebar pensil, sekitar 6 mm atau 1/4 inci. EPA menulis bahwa mencit dapat menyusup lewat lubang seukuran uang logam dime dan tikus lewat lubang seukuran uang logam quarter; diameter kedua koin itu sekitar 18 mm dan 24 mm (nilai literatur umum). Dua angka untuk mencit itu berbeda jauh (Contoh 1). Bab ini memakai 6 mm dari CDC sebagai batas menutup celah karena lebih kecil dan karena itu lebih aman, sedangkan angka EPA menjadi pembanding. Menurut materi CDC, tikus dapat menggerogoti bahan yang lebih lunak, sehingga busa dan dempul saja tidak cukup menutup lubang.
Kecoa
Kecoa yang paling sering ditemui di dapur gedung adalah kecoa Jerman (pengetahuan umum). Ooteka (ootheca) adalah kapsul pembungkus telur kecoa. Lembar penyuluhan beberapa universitas di Amerika Serikat mencatat fakta berikut tentang kecoa Jerman:
- Satu ooteka berisi sekitar 30 sampai 40 telur, dan satu betina menghasilkan sekitar 4 sampai 8 ooteka seumur hidupnya. Universitas Negeri Michigan mencatat sekitar 15 sampai 20 telur di tiap sisi ooteka.
- Ooteka berukuran sekitar 8 mm panjang, 3 mm tinggi, dan 2 mm lebar.
- Betina membawa ooteka sampai menjelang menetas; menurut penyuluhan Universitas Missouri, ooteka dijatuhkan di tempat terlindung dalam 24 jam sebelum menetas.
- Pada suhu dalam ruang rata-rata, nimfa menjadi dewasa dalam 50 sampai 60 hari. Universitas Negeri Michigan mencatat perkembangan di lapangan 54 sampai 215 hari, rata-rata sekitar 103 hari. Perbedaan ini menunjukkan bahwa suhu dan keadaan setempat sangat menentukan.
- Populasi berkumpul dalam jumlah besar di celah dekat tempat hangat dan lembap, terutama dapur; betina pembawa ooteka berada lebih dalam di tempat persembunyian; suhu dingin menjadi faktor pembatas utama, dan spesies ini tidak dapat bertahan jauh dari manusia.
Butir kelima menjelaskan kasus pembuka. Panel kendali mesin pencuci piring hangat, lembap, gelap, dekat sisa makanan, dan jarang dibuka: tempat persembunyian yang ideal. Penyemprotan di lantai dapur tidak mencapai bagian dalam panel.
Lalat dan semut
Lalat rumah (house fly, Musca domestica) adalah lalat yang berkembang melalui empat tahap, yaitu telur, larva, pupa, dan dewasa. Wiki pengelolaan hama Universitas Georgia mencatat bahwa telur yang diletakkan di bahan lembap kaya nutrisi menetas menjadi larva tanpa kaki, yaitu belatung, dalam 8 sampai 20 jam. Menurut sumber sekunder, betina bertelur sampai sekitar 500 butir dalam beberapa kelompok di bahan organik membusuk, perkembangan tercepat terjadi pada 25 sampai 30 °C, dan tahap pupa sekitar 2 hari di atas 30 °C tetapi lebih dari 3 minggu pada sekitar 15 °C. Lama perkembangan dari telur sampai dewasa yang sering disebut beberapa hari belum dapat dipastikan dari sumber resmi per 18 Oktober 2026. Iklim dapur tropis yang hangat membuat siklus lalat cepat.
Profil lalat rumah Universitas Florida mendaftar sanitasi, perangkap, pengendalian hayati, dan insektisida selektif sebagai cara pengelolaan, dan sebuah jurnal entomologi menjelaskan pemantauan aktivitas lalat untuk memastikan pengendalian berhasil. Bagi teknisi, sanitasi berarti tempat berbiak, yaitu sampah basah, saluran, dan perangkap lemak, tertutup dan dibersihkan.
Untuk semut, bab ini hanya memuat pengetahuan dasar: semut hidup berkoloni, dan pekerja yang mencari makan meninggalkan jejak kimia yang diikuti pekerja lain (pengetahuan umum). Jenis semut gedung di Indonesia, cara umpan bekerja, dan perilaku semut di peralatan listrik belum bersumber untuk bab ini dan tidak ditulis sebagai fakta. Jejak semut yang terlihat tetap berguna sebagai petunjuk jalan masuk dan sumber makanan.
Tanda keberadaan hama
Tanda keberadaan hama berikut berasal dari pengetahuan umum pengendalian hama; cara menilai dan mencatatnya mengikuti program pengendalian hama gedung:
| Hama | Tanda yang dapat ditemui teknisi |
|---|---|
| Tikus dan mencit | Kotoran berbentuk butiran, bekas gigitan pada kabel, pipa plastik, dan kayu, noda minyak di sepanjang dinding, sarang dari kertas atau kain, bau urin |
| Kecoa | Kotoran seperti butiran merica atau noda gelap di sudut, ooteka kosong, kulit lepas, kecoa terlihat di siang hari |
| Lalat | Belatung di tempat sampah, saluran, atau perangkap lemak; lalat dewasa berkumpul di area sampah |
| Semut | Barisan semut menuju makanan atau air |
Panel listrik, kotak sambungan, rongga dasar mesin, bagian bawah meja, dan plafon di atas dapur jarang dilihat orang lain, sehingga teknisi sering menjadi orang pertama yang menemukan tanda-tanda itu.
Pengendalian hama terpadu
Pengendalian hama terpadu (integrated pest management, IPM) adalah pendekatan yang mengendalikan hama dengan pemantauan, pencegahan, dan cara pengendalian berisiko terendah yang cukup efektif. EPA membagi pengendalian hama terpadu menjadi empat langkah:
- Identifikasi dan pantau. Pemantauan memastikan keputusan bertumpu pada identifikasi hama yang benar dan menghindari membunuh organisme yang berguna; program yang berhasil rutin memeriksa populasi hama, area rawan, dan apakah pencegahan dan pengendalian bekerja.
- Tetapkan ambang tindakan. Ambang tindakan (action threshold) adalah tingkat populasi hama ketika hama menjadi gangguan, bahaya kesehatan, atau ancaman ekonomi. Menurut EPA, satu kali terlihat tidak otomatis memicu perlakuan. Di area pangan dan rumah sakit, ambang untuk tikus biasanya nol (penalaran editorial).
- Cegah. Pencegahan adalah garis pertahanan pertama: menghilangkan makanan, air, dan tempat berlindung, menutup jalan masuk, membuang air menggenang, dan menjaga gudang bersih.
- Kendalikan. Menurut panduan EPA untuk gedung, pengendalian dipakai bila pemantauan menunjukkan ambang terlampaui dan pencegahan tidak cukup; cara yang dipilih adalah yang paling efektif dengan risiko terendah, dan risikonya bagi pelaksana, penghuni, dan lingkungan dinilai.
OpenStax mencatat bahwa pestisida kimia dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Kasus pembuka menunjukkan program yang melompat ke langkah keempat: penyemprotan bulanan tanpa pemantauan dan pencegahan. Langkah ketiga sebagian besar adalah pekerjaan teknik.
Peran teknisi: celah, saluran, air, dan pintu
Pekerjaan berikut disusun dari fakta EPA, CDC, dan narasi plumbing di atas (penalaran editorial):
- Penetrasi pipa, kabel, dan saluran. EPA meminta lubang diperiksa di atap dekat kasau, lisplang, jendela, ventilasi, fondasi, dan tempat masuk kabel listrik, pipa, dan gas. Celah 6 mm atau lebih ditutup. Untuk lubang kecil, CDC menyarankan wol baja yang lalu didempul atau diberi busa semprot di sekelilingnya agar wol tetap di tempat; lubang besar ditutup kasa logam, semen, kasa kawat, atau lembaran logam. EPA menyebut jaring tembaga rajut, wol baja, dan semen sebagai bahan terbaik untuk lubang 6 mm atau lebih. Penetrasi di dinding atau lantai berperingkat tahan api ditutup dengan sistem penahan api yang ditetapkan perancang (pengetahuan umum).
- Pintu. EPA menyarankan penyapu pintu. Celah di bawah pintu luar, pintu bongkar muat, dan pintu ruang sampah dijaga di bawah 6 mm, dan penutup pintu otomatis dirawat supaya pintu tidak tertahan terbuka. Tirai udara di pintu dapur dipasang dan dirawat menurut manual pabrik; kipas yang mati atau semburan yang salah arah tidak menahan serangga (pengetahuan umum).
- Saluran lantai. Narasi plumbing mencatat bahwa perangkap menahan segel air untuk mencegah gas selokan, bau, dan binatang pengganggu masuk ke bangunan, dengan segel 75 mm untuk pemakaian domestik umum. Perangkap yang jarang dialiri air kehilangan segelnya karena menguap, seperti di Bab 6 · Bangunan & Fasilitas. Saringan dan penutup saluran lantai dipasang kembali setelah dibersihkan.
- Air. Kebocoran sambungan, tetesan di bawah mesin cuci piring dan washer, dan saluran kondensat AC yang meluap menjadi sumber air bagi kecoa dan tikus (Contoh 6). Saluran kondensat dibahas di Bab 14 · Fluida & Termal, dan kebocoran yang dibiarkan juga menumbuhkan kapang, seperti di Bab 9.
- Sampah dan minyak lemak. Tempat sampah bertutup, area sampah yang dicuci, sisa makanan yang tidak dibiarkan semalam, dan perangkap lemak yang dibersihkan teratur, seperti di Bab 7 dan Bab 15 · Bangunan & Fasilitas.
- Panel dan peralatan. Pintu panel tertutup rapat, lubang kabel yang tidak dipakai ditutup sumbat berating, dan kabel masuk lewat gland yang sesuai. Bab 71 · Kelistrikan & Kendali mencatat bahwa lubang bor, gland yang tidak sesuai, atau pintu terbuka menurunkan perlindungan selungkup ke bagian terlemahnya.
- Rongga. Rongga dasar mesin, plafon, isolasi pipa yang terkelupas, dan kotak di bawah meja dirapatkan atau dibuat mudah diperiksa.
- Catatan. Temuan dicatat dengan tempat, tanggal, jenis tanda, dan foto, lalu diserahkan kepada penyedia jasa, karena Bab 7 meminta penyedia jasa bekerja dengan catatan.
Perangkap, umpan, dan membersihkan kotoran hama
Perangkap, umpan, dan pestisida adalah alat langkah keempat. Pemilihan, penempatan, dan pemakaiannya dilakukan pelaksana pengendalian hama berizin; teknisi tidak memindahkan, membuka, atau mengisi ulang stasiun umpan dan perangkap tanpa arahan pelaksana. Teknisi membantu dengan memberi tahu letak temuan, membuka akses ke rongga dan panel dengan aman, dan memperbaiki penyebab yang ditunjukkan data pemantauan. Sebelum panel listrik dibersihkan atau disemprot oleh siapa pun, listriknya diisolasi menurut Bab 76 · Kelistrikan & Kendali; cairan tidak disemprotkan ke papan dan terminal (penalaran editorial).
Untuk kotoran tikus, OpenStax menjelaskan bahwa bahan yang mengering hancur menjadi partikel halus yang terangkat ke udara saat diganggu, dan hirupan partikel itu menularkan hantavirus. Karena itu kotoran kering tidak disapu, ditiup udara tekan, atau disedot dengan penyedot biasa (penalaran editorial dari fakta itu). Cara membersihkannya, termasuk apakah kotoran dibasahi lebih dulu, bahan yang dipakai, dan APD-nya, mengikuti prosedur pelaksana atau K3 gedung; pedoman resmi tentang langkah rincinya belum dikutip di bab ini. Pemilihan pelindung pernapasan ada di Bab 5 · Keselamatan, dan bahaya partikel di udara di Bab 10. Bangkai serangga dan kotoran kecoa di dalam panel diangkat setelah isolasi dengan sarung tangan, dikantongi tertutup, lalu papan diperiksa menurut prosedur pabrik seperti di Bab 8 · Dishwashing.
Contoh kerja
Contoh 1: dua batas celah untuk mencit. CDC memakai sekitar 6 mm, EPA seukuran dime sekitar 17,9 mm (nilai literatur umum untuk diameter koin). Luas lubang bundar sebanding dengan kuadrat diameter, jadi lubang 17,9 mm luasnya kali lubang 6 mm. Lubang seukuran quarter, sekitar 24,3 mm, luasnya kali. Program yang hanya menutup lubang sebesar koin membiarkan banyak celah yang masih dapat dilalui mencit menurut CDC.
Contoh 2: penetrasi pipa. Pipa berdiameter luar 60 mm melewati lubang bor 76 mm di dinding gudang (angka latihan). Celah cincinnya mm, lebih dari 6 mm, sehingga harus ditutup. Luas celahnya mm² atau sekitar 17 cm², diisi wol baja atau jaring tembaga lalu didempul.
Contoh 3: lubang di alas panel. Panel pada kasus pembuka mempunyai dua lubang kabel bekas berdiameter 20 mm yang terbuka (angka latihan). Luas totalnya mm². Ooteka berukuran sekitar 8 kali 3 kali 2 mm, jauh lebih kecil dari lubang itu. Kedua lubang ditutup sumbat berating sesuai Bab 71 · Kelistrikan & Kendali, dan kabel sensor baru dimasukkan lewat gland.
Contoh 4: celah di bawah pintu. Pintu ruang sampah lebar 900 mm mempunyai celah 12 mm di bawahnya (angka latihan). Celah itu dua kali batas 6 mm, dan luas bukaannya mm² atau 108 cm². Penyapu pintu dipasang dan celah diukur ulang setelah pintu ditutup.
Contoh 5: potensi keturunan kecoa Jerman. Dengan 4 sampai 8 ooteka berisi 30 sampai 40 telur, satu betina dapat menghasilkan sampai nimfa sebelum dikurangi kematian. Sepuluh betina di satu panel (angka latihan) berarti 1.200 sampai 3.200 nimfa. Angka ini menunjukkan mengapa sumber persembunyian harus ditutup, bukan hanya kecoa dewasa yang dibunuh.
Contoh 6: tetesan sebagai sumber air. Sambungan air panas meneteskan satu tetes per detik, dan satu tetes sekitar 0,05 mL (angka latihan). Dalam sehari airnya mL, sekitar 4,3 L. Kebocoran sekecil itu cukup menghidupi koloni kecoa di dasar mesin.
Contoh 7: lama pemantauan. Bila nimfa menjadi dewasa dalam 50 sampai 60 hari, nimfa yang menetas hari ini dewasa dalam sampai minggu. Dengan rata-rata lapangan Universitas Negeri Michigan 103 hari, minggu. Penilaian hasil perbaikan karena itu memakai data pemantauan beberapa minggu, bukan satu kunjungan.
Contoh 8: jadwal sampah dan belatung. Telur lalat menetas dalam 8 sampai 20 jam. Bila tempat sampah basah dikosongkan setiap 24 jam (angka latihan), telur yang diletakkan pada awal periode sudah dapat menetas sebelum sampah diangkut. Dengan pengosongan setiap 8 jam, telur tertua berumur paling lama 8 jam, di batas bawah waktu menetas. Tutup yang rapat dan pencucian tempat sampah tetap diperlukan.
Contoh 9: membaca data pemantauan. Dapur memasang 12 perangkap lekat pemantau (angka latihan). Jumlah kecoa tiga minggu berturut-turut 6, 14, dan 30, yaitu , , dan ekor per perangkap per minggu. Bila program menetapkan ambang tindakan 1 ekor per perangkap per minggu (angka latihan), ambang terlampaui pada minggu kedua. Bila 22 dari 30 ekor berasal dari tiga perangkap di dekat mesin pencuci piring, teknisi memeriksa panel, kebocoran, dan rongga dasar mesin di situ.
Kondisi berhenti
Hentikan pekerjaan dan serahkan kepada pelaksana pengendalian hama, K3 gedung, atau penyelia bila:
- Ditemukan kotoran tikus dalam jumlah banyak, sarang, atau bangkai di plafon, gudang, atau ruang mesin, dan cara membersihkannya belum ditetapkan.
- Hama ditemukan di dalam panel listrik yang masih bertegangan, atau panel perlu dibuka tanpa isolasi listrik.
- Diminta memakai, memindahkan, atau mencampur pestisida, umpan beracun, atau bahan fumigasi tanpa wewenang.
- Penutupan celah memerlukan pembongkaran dinding atau lantai berperingkat tahan api, atau penetrasi gas dan listrik.
- Hama ditemukan di area pangan siap saji, ruang steril, atau ruang pasien, karena keputusan menghentikan pemakaian ruang ada pada pengelola.
- Ada gigitan hewan pengerat atau luka yang terkena air banjir dan kotoran tikus, yang memerlukan pemeriksaan kesehatan.
Salah tafsir yang sering terjadi
- "Penyemprotan rutin sudah cukup." Tanpa pemantauan dan pencegahan, hama kembali dari tempat persembunyian, air, dan makanan yang tidak disentuh semprotan.
- "Lubang kecil tidak dilewati tikus." Mencit dapat melewati lubang sekitar 6 mm menurut CDC, jauh lebih kecil daripada yang dibayangkan banyak orang.
- "Busa semprot cukup untuk menutup lubang tikus." Tikus menggerogoti bahan lunak, sehingga busa dipakai bersama wol baja, jaring logam, atau semen.
- "Kecoa yang terlihat siang hari hanya kebetulan." Kecoa Jerman bersembunyi di celah hangat dan lembap, sehingga yang terlihat sering hanya sebagian kecil populasi (pengetahuan umum).
- "Kotoran tikus kering aman disapu." Kotoran kering hancur menjadi partikel yang dapat terhirup saat diganggu.
Hubungan dengan bab lain
Bab 7 memberi daftar dasar hama dan sampah di dapur yang diperdalam di sini. Bab 6 · Bangunan & Fasilitas menjelaskan segel perangkap, Bab 15 · Bangunan & Fasilitas perangkap lemak, Bab 71 · Kelistrikan & Kendali dan Bab 8 · Dishwashing panel dan papan kendali, dan Bab 76 · Kelistrikan & Kendali isolasi listrik. Bab 9 membahas kapang dari kebocoran yang sama, Bab 10 partikel di udara, dan Bab 11 tentang rantai penularan menempatkan hama sebagai vektor dalam rantai itu.
Latihan dan pembahasan
- Sebutkan empat langkah pengendalian hama terpadu menurut EPA, dan langkah mana yang paling banyak dikerjakan teknisi.
- Mengapa bab ini memakai 6 mm, bukan ukuran koin dime, sebagai batas menutup celah?
- Pipa 50 mm melewati lubang 65 mm. Berapa lebar celah cincinnya, dan apakah harus ditutup?
- Mengapa panel kendali mesin pencuci piring menarik bagi kecoa Jerman?
- Teknisi menemukan banyak kotoran tikus kering di plafon gudang. Apa yang tidak boleh dilakukan, dan mengapa?
- Penyedia jasa menyemprot setiap bulan, tetapi jumlah kecoa di perangkap pemantau naik. Apa yang diperiksa teknisi?
Kunci jawaban beralasan
- Identifikasi dan pantau, tetapkan ambang tindakan, cegah, lalu kendalikan. Teknisi paling banyak mengerjakan langkah pencegahan, yaitu menutup celah, menghilangkan air, dan memperbaiki saluran dan pintu.
- Angka 6 mm dari CDC lebih kecil daripada dime sekitar 18 mm dari EPA, sehingga menutup semua celah 6 mm atau lebih juga menutup celah seukuran koin. Memakai batas yang lebih kecil memberi hasil yang lebih aman.
- Celah cincinnya mm, lebih dari 6 mm. Celah itu harus ditutup dengan bahan tahan gerogot seperti wol baja atau jaring tembaga yang didempul.
- Kecoa Jerman berkumpul di celah dekat tempat hangat dan lembap, terutama dapur. Panel di samping mesin hangat, lembap, gelap, jarang dibuka, dan dekat sisa makanan, sehingga menjadi tempat persembunyian yang tidak dicapai semprotan lantai.
- Kotoran itu tidak disapu, ditiup, atau disedot dengan penyedot biasa. OpenStax menjelaskan bahwa kotoran kering hancur menjadi partikel halus yang terangkat saat diganggu dan dapat menularkan hantavirus, jadi pekerjaan diserahkan kepada pelaksana dengan prosedur yang ditetapkan.
- Teknisi memeriksa sumber air seperti kebocoran dan kondensat, celah dan lubang kabel, panel dan rongga mesin di dekat perangkap yang hitungannya tinggi, serta segel dan saringan saluran lantai. Data pemantauan yang naik menunjukkan pencegahan belum bekerja, sehingga penyemprotan saja tidak menyelesaikannya.
Referensi
Sumber luar
- OpenStax: Microbiologyopenstax.org
- How to Seal Up to Prevent Rodentscdc.gov
- Identify and Prevent Rodent Infestationsepa.gov
- Pest Control: Resources for Housing Managersepa.gov
- German cockroachcanr.msu.edu
- edis.ifas.ufl.eduedis.ifas.ufl.edu
- extension.missouri.eduextension.missouri.edu
- NPIPM:Musca domestica Linnaeuswiki.bugwood.org
- journals.flvc.orgjournals.flvc.org
- Monitoring House Fly (Diptera: Muscidae) Activity on Animal Facilitiesncbi.nlm.nih.gov
- Integrated Pest Management (IPM) Principlesepa.gov
- Introduction to Integrated Pest Managementepa.gov
- Integrated Pest Management in Buildingsepa.gov
Bab terkait
- Air buangan, perangkap, dan ven: sistem DWV, segel perangkap, sifonase, jenis ven, zona busa, dan lubang pembersihBangunan & Fasilitas · Bab 6
- Pemeliharaan dan diagnosis plumbing: catatan aset, penyumbatan, bau, kebocoran, air hilang, perangkap lemak, dan K3Bangunan & Fasilitas · Bab 15
- Sanitasi dapur dan pengendalian titik kritis: bahaya, suhu, pembersihan dan sanitasi, dan verifikasiBiologi & Mikrobiologi · Bab 7
- Desain panel kendali: verifikasi, kenaikan suhu, IP, dan tata letakKelistrikan & Kendali · Bab 71
- Kerja aman: lima aturan emas, LOTO, izin kerja, dan kompetensiKelistrikan & Kendali · Bab 76
- Kendali elektronik mesin pencuci piring: papan, sensor, urutan program, parameter, dan menu servisDishwashing · Bab 8
- AC ruang di hotel dan rumah sakit: jenis split, kaset, dan VRF, beban dan kapasitas, aliran udara, saluran kondensat, perawatan, dan batas pekerjaan refrigeranFluida & Termal · Bab 14
- Kapang di bangunan, linen, dan peralatan: biologi kapang, kelembapan relatif dan aktivitas air, kondensasi, bau apek pada linen, kapang di AC dan saluran udara, membersihkan, dan mencegahBiologi & Mikrobiologi · Bab 9
- Bioaerosol dan mikroba di udara: ukuran partikel, pengendapan dan penyebaran, ventilasi dan pertukaran udara, filter dan efisiensinya, UV ruang, tekanan ruang, dan pekerjaan yang membangkitkan aerosolBiologi & Mikrobiologi · Bab 10
- Rantai penularan infeksi dan kewaspadaan standar untuk teknisi: agen, reservoir, cara penularan, inang rentan, kebersihan tangan, APD, benda tajam, tumpahan cairan tubuh, dan bekerja di area pasien dan dapurBiologi & Mikrobiologi · Bab 11
- Alat pelindung diri: memilih, memakai, merawat, dan batasnyaKeselamatan · Bab 5
Uji diri · 3 soal
Cek pemahaman sebelum berpindah bab
Tulis jawaban dengan kata-kata Anda sendiri, lalu bandingkan dengan pembahasan dari latihan asli bab ini. Sistem tidak menebak benar-salah jawaban terbuka; Anda yang menilai bagian mana yang sudah dipahami.
Sebutkan empat langkah pengendalian hama terpadu menurut EPA, dan langkah mana yang paling banyak dikerjakan teknisi.
Mengapa bab ini memakai 6 mm, bukan ukuran koin dime, sebagai batas menutup celah?
Pipa 50 mm melewati lubang 65 mm. Berapa lebar celah cincinnya, dan apakah harus ditutup?
Bab terdekat
Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 13.
Urutan baca menurut rak: Biologi & Mikrobiologi · Bab 11.
Bab lain dalam Biologi dan Mikrobiologi.